Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN 2

PRAKTIKUM PERPETAAN DAN SIG


( WATERPASS TERTUTUP )

Universitas Mercu Buana Jakarta


FakultasTeknik
Program Studi Teknik Sipil
Tahun Akademik 2014 / 2015
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu Ukur Tanah adalah ilmu yang mempelajari kegiatan pengukuran di permukaan
bumi. Kegiatan pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung
kebutuhan dan tingkat ketelitian yang diinginkan. Ilmu Ukur Tanah dianggap sebagai
disiplin ilmuTeknik yang meliputi semua metoda untuk pengumpulan dan pemprosesan
informasi tentang permukaan bumi dan lingkungan fisik bumi, sehingga dapat ditentukan
posisi titik-titik di permukaan bumi.

Dalam praktikum ini, mahasiswa akan berlatih melakukan pekerjaan-pekerjaan


survey, dengan tujuan agar Ilmu Ukur Tanah yang didapat di bangku kuliah dapat
diterapkan di lapangan.

B. Tujuan

Tujuan dari pada praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat :

1. Mengetahui cara penggunaan dan pengoperasian alat ,baik secara teori


maupun praktikum.

2. Menentukan jenis atau nama bagian dari alat ukur.

3. Mengukur data dari alat yang digunakan.

C. Peralatan

Waterpass
Trifod

Rambu Ukur
Meteran

Patok

Payung
Alat Tulis

BAB II

DASAR TEORI

Poligon adalah rangkaian titik-titik secara berurutan, sebagai kerangka dasar


pemetaan. Untuk kepentingan kerangka dasar, titik polygon tersebut harus diketahui atau
ditentukan posisi atau koordinatnya.

Macam-macam polygon antara lain :

a. Atas dasar titik ikat :


1. Poligon terikat sempurna yaitu polygon yang ujung-ujungnya terikat pada dua
titik yang diketahui koordinatnya

2. Polygon terikat sepihak yaitu polygon yang salah satu titik ujungnya terikat
atau diketahui koordinatnya

3. Polygon bebas yaitu polygon yang ujung-ujungnya tidak terikat.

b. Atas dasar bentuk :

1. Poligon terbuka yaitu polygon yang ujungnya tidak saling bertemu satu
dengan yang lain

2. Polygon tertutp yaitu polygon yang ujungnya saling bertemu (titik awal dan titik
akhirnya menjadi satu) dan membentuk suatu loop atau kring

3. Polygon cabang yaitu polygon yang merupakan cabang dari polygon yang
lain.

c. Atas dasar hirarki dalam pemetaan :

1. Polygon yang utama yaitu polygon yang koordinat titik-titiknya diperoleh


langsung dari penentuan koordinat titik local atau diikatkan langsung melalui
pengukuran dari titik control terdekat

2. Polygon cabang yaitu polygon yang koordinat titik-titiknya diikatkan dari


poligon utama.

Pengukuran waterpass dimaksudkan untuk menentukan beda tinggi antara dua


titik. Kegunaan pengukuran waterpass ini adalah untuk mendapatkan data sebagai
keperluan pemetaan, perencanaan, ataupun pekerjaan konstruksi. Waterpass umumnya
digunakan untuk pengukuran di daerah yang relative datar. Misalnya pengukuran jalan
raya, perencanaan pembuatan irigasi atau pengairan dan sebagainya.

BAB III

PELAKSANAAN

A. Lokasi
Lokasi kegiatan praktikum perpetaan dan SIG adalah di lapangan sepak bola
Universitas Mercu Buana.

B. Tahap Kegiatan

a. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktikum berkumpul di lab bahan


(pengarahan).

b. Persiapkan alat-alat yang digunakan.

c. Menuju ke lokasi praktikum.

d. Membuat polygon segi enam yang setiap sisinya 6 meter, lalu setiap sisi diukur
dengan meteran
e. Memasang patok di setiap sudut antara dua sisinya.

f. Meletakkan waterpass di tengah-tengah setiap patok. Kurang lebih setiap 3 m.

g. Mengatur gelembung nivo pada waterpass dan rambu ukur sehingga gelembung
tepat berada di tengah-tengah.
h. Meletakkan rambu ukur sejauh 3 m dari waterpass.

i. Lakukan pengukuran dengan cara membaca nilai yang tertera pada rambu ukur.
Lihat benang atas dan benang bawah pada waterpass.
j. Kemudian, mencatat hasil batas atas dan batas bawah yang terlihat di
waterpass.

k. Lakukan pengukuran ini hingga patok terakhir dengan terus memperhatikan


waterpass dan gelembung nivo.

C. Data Laporan Waterpass Tertutup

A2 => Atas : 138,2 cm

Bawah : 135,2 cm

A1 => Atas : 139,6 cm

Bawah : 136,6 cm

B3 => Atas : 144,0 cm

Bawah : 141,0 cm

B2 => Atas : 143,1 cm

Bawah : 140,2 cm

C4 => Atas : 141,9 cm

Bawah : 139,0 cm

C3 => Atas : 143,0 cm

Bawah : 140,0 cm

D5 => Atas : 142,6 cm

Bawah : 139,7 cm
D4 => Atas : 142,5 cm

Bawah : 139,5 cm

E6 => Atas : 145,0 cm

Bawah : 142,0 cm

E5 => Atas : 144,8 cm

Bawah : 141,9 cm

F7 => Atas : 144,3 cm

Bawah : 141,5 cm

F6 => Atas : 142,3 cm

Bawah : 140,2 cm

Perhitungan

1. Batas Tengah (BT)


Batas Atas ( BA )+ Batas Bawah (BB)
Rumus : BT =
2

138,2+ 135,2
Titik A2 : BT = =136,7 cm=1,367 m
2

139,6+136,6
Titik A1 : BT = =138,1 cm=1,381 m
2

144,0+141,0
Titik B3 : BT = =142,5 cm=1,425 m
2

143,1+ 140,2
Titik B2 : BT = =142,1 cm=1,421 m
2

141,9+139,0
Titik C4 : BT = =140,5 cm=1,405 m
2

143,0+140,0
Titik C3 : BT = =141,5 cm=1,415 m
2
142,6+139,7
Titik D5 : BT = =141,1 cm=1,410 m
2

142,5+139,5
Titik D4 : BT = =141,0 cm=1,410 m
2

145,0+142,0
Titik E6 : BT = =143,5 cm=1,435 m
2

144,8+141,9
Titik E5 : BT = =143,4 cm=1,434 m
2

144,3+141,5
Titik F7 : BT = =142,9 cm=1,429 m
2

142,3+139,4
Titik F6 : BT = =140,8 cm=1,408 m
2

2. Beda Tinggi

Rumus : Beda Tinggi = BTmuka - BTbelakang

Titik A : Beda Tinggi = 136,7 138,1 = -1,4 cm = -0,014 m

Titik B : Beda Tinggi = 142,5 141,6 = 0,9 cm = 0,009 m

Titik C : Beda Tinggi = 140,5 141,5 = -1,0 cm = -0,010 m

Titik D : Beda Tinggi = 141,1 141,0 = 0,1 cm = 0,001 m

Titik E : Beda Tinggi = 143,5 143,4 = 0,1 cm = 0,001 m

Titik F : Beda Tinggi = 142,9 140,8 = 2,1 cm = 0,021 m

3. Jarak

Rumus : {(Batas Atas (BA) Batas Bawah (BB)) x 100}


A2 :Jarak = {(138,2 135,2) x 100} = 300 cm = 3,0 m

A1 :Jarak = {(139,6 136,6) x 100} = 300 cm = 3,0 m

B3 :Jarak = {(144,0 141,0) x 100} = 300 cm = 3,0 m

B2 :Jarak = {(143,1 140,2) x 100} = 290 cm = 2,9 m

C4 :Jarak = {(141,9 139,0) x 100} = 290 cm = 2,9 m

C3 :Jarak = {(143,0 140,0) x 100} = 300 cm = 3,0 m

D5 :Jarak = {(142,3 139,7) x 100} = 260 cm = 2,9 m

D4 :Jarak = {(142,5 139,5) x 100} = 300 cm = 3,0 m

E6 :Jarak = {(145,0 142,0) x 100} = 300 cm = 3,0 m

E5 :Jarak = {(144,8 141,9) x 100} = 290 cm = 2,9 m

F7 :Jarak = {(144,3 141,5) x 100} = 280 cm = 2,8 m

F6 :Jarak = {(142,3 139,4) x 100} = 290 cm = 2,9 m


BAGAN DATA PRAKTIKUM WATERPASS TERTUTUP

No. Arah Titik Rambu Belakang Rambu Muka Beda Tinggi


Atas AT Atas AT Tinggi Atas
No
Belakang (B) dan Tengah (T) BT Tengah (T) BT Belakang Muka Permukaan
Titik
Muka (M) Muka (+) Belakang (-) Air Laut
Bawah Jarak Bawah Jarak

2 138,2 139,6 0
A 136,7 3.0 m 138,1 3,0 m -0,014
1 135,2 136,6 -0,014
3 144,0 143,1 -0,014
B 142,5 3,0 m 142,1 2,9 m 0,009
2 141,0 140,2 -0,005
4 141,9 143,0 -0,005
C 140,5 2,9 m 141,5 3,0 m -0,010
3 139,0 140,0 -0,015
5 142,6 142,5 -0,015
D 141,1 2,9 m 141,0 3,0 m 0,001
4 139,7 139,5 -0,014
6 145,0 144,8 -0,014
E 143,5 3,0 m 143,4 2,9 m 0,001
5 142,0 141,9 -0,013
7 144,3 142,3 -0,013
F 142,9 2,8 m 140,8 2,9 m 0,021
6 141,5 139,4 0,008
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Permukaan tanah di lapangan sepak bola Universitas Mercu Buana tidak rata

sehingga menimbulkan beda tinggi permukaan tanah yang bervariasi, berdasarkan

dari hasil praktikum yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa data

jarak dan Tinggi atas permukaan air laut tidak sesuai dengan di lapangan, itu

disebabkan oleh Human Error atau salah baca rambu ukur pada alat waterpass.

B. Saran

Sebaiknya saat melakukan pengukuran menggunakan waterpass, perhatikan

langkah- langkah dan petunjuk yang disampaikan asdos serta dalam membaca

rambu ukur harus teliti untuk menghindari Human Erorr.