Anda di halaman 1dari 5

ANASTESI BLOK MANDIBULA

No. Dokumen : /SOP/0/-/UPTCIBIRU

SOP No. Revisi :0


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
dr. Dewi Ratna Sari
UPT PUSKESMAS
NIP.197605032010012006
CIBIRU

1. Pengertian Anestesi blok mandibula adalah tindakan menghilangkan rasa sakit


untuk sementara dilakukan apabila kita memerlukan daerah yang
teranestesi luas misalnya pada waktu pencabutan gigi posterior
rahang bawah atau pencabutan beberapa gigi pada satu quadran
rahang bawah.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah yang dijalankan dokter
gigi untuk melakukan anaestesi blok mandibula pada gusi sekitar gigi
rahang bawah yang akan dicabut dengan benar.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.188.1/002/436.6.3.18/2015 tentang
1. Penerapan Manajemen Mutu

4. Referensi Diktat Kuliah Ilmu Bedah Mulut


5. Prosedur 1. Petugas menyiapkan spuit 2cc sekali pakai lalu aspirasi
lidokain/pehakain ampul kedalam spuit, buang gelembung udara
jika ada dengan cara mengetuk spuit.
2. Petugas mengaplikasikan antiseptic didaerah trigonumretromolar.
3. Petugas meletakkan jari telunjuk dibelakang gigi terakhir
mandibula, geser ke lateral untuk meraba linea oblique eksterna.
Kemudian telunjuk digeser ke median untuk mencari linea oblique
interna, ujung lengkung kuku berada di linea oblique interna dan
permukaan samping jari berada dibidang oklusal gigi rahang
bawah.
4. Petugas menginsersikan Jarum dipertengahan lengkung kuku ,
dari region premolar sisi rahang yang tidak dianestesi.
5. Petugas menggeser Spuitkesisi yang akan dianestesi, sejajar
dengan bidang oklusal dan jarum ditusukkan sedalam 5 mm
6. Petugas melakukan Aspirasi sedikit untuk memastikan darah tidak
masuk ke dalam spuit.
a. Bila diaspirasi darah masuk (+), tarik jarum suntik & buang
cairan lidocain yang bercampur darah lalu ganti lidocain baru &
tusukkan jarum di lokasi lain yang berdekatan.
b. Bila diaspirasi darah tidak masuk (-), tindakan dilanjutkan.
7. Petugas menginjeksikan perlahan-lahan lidokain/pehacain 0,5cc
untuk memblokir nervus ligualis.
ANASTESI BLOK MANDIBULA
No. Dokumen : /SOP/0/-/UPTCIBIRU

SOP No. Revisi :0


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
dr. Dewi Ratna Sari
UPT PUSKESMAS
NIP.197605032010012006
CIBIRU

8. Petugas menggeser spuit kearah posisi awal sepertinomer 5.4,


tapi tidak penuh lalu jarum ditusukkan sambil menyelusuri tulang
sedalam kira-kira 10-15 mm.
9. Petugas mengaspirasi sedikit untuk memastikan darah tidak
masuk ke dalam spuit
a. Bila diaspirasi darah masuk (+), tarik jarum suntik & buang
cairan lidocain yang bercampur darah lalu ganti lidocain baru
& tusukkan jarum di lokasi lain yang berdekatan.
b. Bila diaspirasi darah tidak masuk (-), tindakan dilanjutkan
10. Petugas menginjeksikan perlahan-lahan lidokain/pehacain 1 cc
untuk menganestesi N. Alveolaris inferior, lalu spuit ditarik kembali
11. Petugas menginstruksi dinstruksi menunggu 3 5 menit, mukosa
akan terlihat pucat

6. Diagram Alir

Petugas
menyiapkan spuit
2cc lalu aspirasi
lidocain

Petugas Petugas meletakan Petugas


mengaplikasikan jari telunjuk di menginsersikan jarum
antiseptik di belakang gigi di pertengahan
trigonum retromolar terakhir mandibula lengkung kuku

Petugas Petugas melakukan


menginjeksikan aspirasi sedikit untuk Petugas
perlahan- lahan memastikan darah menggeser spuit
lidocain untuk tidak masuk kedalam ke sisi yg akan di
memblokir nervus spuit anestesi

Petugas Petugas mengaspirasi Petugas


menggeser spuit sedikit untuk menginjeksikan
ke arah posisi memastikan darah tidak perlahan-lahan
awal masuk kedalam spuit lidocain 1cc

Petugas
menginstruksi
dinstruksi menunggu
3-5 menit
ANASTESI BLOK MANDIBULA
No. Dokumen : /SOP/0/-/UPTCIBIRU

SOP No. Revisi :0


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
dr. Dewi Ratna Sari
UPT PUSKESMAS
NIP.197605032010012006
CIBIRU

7. Unit terkait

8. Dokumen terkait

7.Rekaman Historis Perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai di
berlakukan

Penyusun : Pemeriksa 1 : Pemeriksa 2:

Wulan Anggraeni, S.Si.Apt N. Cicih Suraesih, SKM drg. Ryan Fadila Aril
Koordinator Pokja UKP Pengendali Dokumen Wakil Manajemen
ANASTESI BLOK MANDIBULA
No. Dokumen : /SOP/0/-/UPTCIBIRU

SOP No. Revisi :0


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
dr. Dewi Ratna Sari
UPT PUSKESMAS
NIP.197605032010012006
CIBIRU

ANESTESI BLOK MANDIBULA


No. Dokumen :
No. Revisi :
DAFTAR TGL. Terbit :
TILIK Halaman :

UPT
PUSKESMAS
WANAREJA II

Kegiatan Tidak
No Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Petugas menyiapkan spuit 2cc sekali pakai
lalu aspirasi lidokain/pehakain ampul
kedalam spuit, membuang gelembung udara
jika ada dengan cara mengetuk spuit?
2. Apakah Petugas mengaplikasikan antiseptic didaerah
trigonumretromolar?
3. Apakah Petugas meletakkan jari telunjuk dibelakang
gigi terakhir mandibula, menggeser kelateral
untuk meraba linea oblique eksterna.
Kemudian telunjuk digeser ke median untuk
mencari linea oblique interna, ujung lengkung
kuku berada di linea oblique interna dan
permukaan samping jari berada dibidang
oklusal gigi rahang bawah?
4. Apakah Petugas menginsersikan Jarum
dipertengahan lengkung kuku, dari region
premolar sisi rahang yang tidak dianestesi?
5. Apakah Petugas menggeser Spuitkesisi yang akan
dianestesi, sejajar dengan bidang oklusal dan
jarum ditusukkan sedalam 5 mm?
6. Apakah Petugas melakukan Aspirasi sedikit untuk
memastikan darah tidak masuk ke dalam
spuit?
7. Apakah Petugas menginjeksikan perlahan-lahan
lidokain/pehacain 0,5cc untuk memblokir
ANASTESI BLOK MANDIBULA
No. Dokumen : /SOP/0/-/UPTCIBIRU

SOP No. Revisi :0


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
dr. Dewi Ratna Sari
UPT PUSKESMAS
NIP.197605032010012006
CIBIRU

nervus ligualis?
8. Apakah Petugas menggeser spuit kearah posisi awal
sepertinomer 5.4, tapi tidak penuh lalu jarum
ditusukkan sambil menyelusuri tulang
sedalam kira-kira 10-15 mm?

9. Apakah Petugas mengaspirasi sedikit untuk


memastikan darah tidak masuk ke dalam
spuit?
10. Apakah Petugas menginjeksikan perlahan-lahan
lidokain/pehacain 1 cc untuk menganestesi
N. Alveolaris inferior, lalu spuit ditarik
kembali?
11. Apakah Petugas menginstruksi dinstruksi menunggu
3 5 menit, mukosa akan terlihat pucat ?

CR : %.
Wanareja,..

Tim KinerjaYANIS
UPT Puskesmas Wanareja II