Anda di halaman 1dari 18

Etika dan Hukum Penyembuhan Tradisional

Dosen
Angga S. Pratama, S.Kep.,Ners
Disusun Oleh
Riska Dwi Adhila(AKX.16.112) Tiesha Zainuna(AKX.16.132)
Selly Rizka Dewi (AKX.16.119) Utrianto Indrawan(AKX.16.133)
Serli Inriani Reda(AKX.16 121) Veronika Nona Nestri(AKX.16.135)
Silvi Fitriani(AKX.16.123) Welly Ferryzia Tri Utami(AKX.16.139)
Siski Alfa Preginova(AKX.16.124) Yoga Prazadna Asda(AKX.16.145)
Syiffa Ainun Luthfiyyah(AKX.16.130) Yunalia Farida(AKX.16.148)

IA

D III Keperawatan Konsentrasi Anestesi


STIkes Bhakti Kencana Bandung

Jln. Soekarno Hatta No.754

Cibiru Bandung

2016/2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, sehingga kita dapat menyelesaikan
makalah tentang Etika dan Hukum Penyembuhan Tradisional.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca. Sehingga menambah wawasan para pembaca.

Bandung, 4 Juni 2017

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .................................................................................. ..i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah ......................................................... ..1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................. ..3
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................... ..3

BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengobatan Tradisional.........................................4
2.2 Obat Tradisional .................................................................4
2.3 Klasifikasi dan Jenis Pengobatan Tradisional........................5
2.4 Aspek Hukum Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional.......10
2.5 Pemanfaatan Pengobatan Tradisional...................................10

BAB III: PENUTUP


3.1 Kesimpulan...........................................................................14
3.2 Saran.....................................................................................14

Daftar Pustaka.............................................................................................15

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Tujuan pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah mewujudkan
Indonesia Sehat antara lain memuat harapan agar penduduk Indonesia memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut telah dilaksanakan berbagai upaya
pembangunan kesehatan dan telah menunjukkan perubahan yang bermakna berupa
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Walau demikian, berbagai fakta
menyadarkan bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata itu masih
jauh dari harapan masyarakat dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh untuk
mencapainya.
Berkembangnya pengobatan tradisional belum sepenuhnya dilakukan
penataan secara menyeluruh, sehingga pelayanan pengobatan tradisional masih apa
adanya dan belum sepenuhnya mendapat pembinaan, serta masih diragukan bila
ditinjau dari segi hygienis, seyogianya dilakukan penataan yang menyeluruh dan
bertahap agar pelayanan pengobatan tradisional aman digunakan.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, sekitar 80 persen penduduk bergantung
pada obat tradisional yang aman dan efektif dapat menjadi alat penting untuk
meningkatkan akses ke perawatan kesehatan secara keseluruhan. Ramuan yang
digunakan hampir keseluruhannya terdiri lebih dari satu jenis tanaman obat.
Pengembangan pengobatan tradisional ramuan sarat dengan nuansa pembinaan
berbasis pada studi epidemilogik, mulai dari observasi. Sementara itu rencana
pengembangan obat bahan alam di Badan POM, mengarah pada pengembangan
produk yang terdiri dari atas satu jenis tanaman obat, melalui pendekatan
pengembangan obat pada umumnya yang berbasis pada uji klinik dan banyak istilah
penggunaan nama seperti obat bahan alam, obat asli Indonesia, Obat tradisional,
biofarmaka, jamu, ramuan yang semuanya menunjukkan pada satu arti yaitu tanaman
berkhasiat obat baik empirik maupun ilmiah, yang telah beredar dan digunakan oleh

1
masyarakat, baik diproduksi oleh industri (obat tradisional pabrikan) maupun dibuat
sendiri dalam rumah tangga.
Perkembangan di bidang informasi dewasa ini telah mempermudah akses
masyarakat terhadap informasi tentang pengobatan tradisional. Pengobatan
tradisional tidak hanya diminati oleh sekelompok masyarakat desa atau mereka yang
pendidikannya rendah tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi.
Pengobatan alternatif sering ditukar dengan istilah pengobatan tradisional.
Menurut pendapat Organisasi Kesehatan Dunia (W.H.O) ada bareneka-macam jenis
pengobatan tradisional yang bisa dibedakan lewat hal cara-caranya. Perbedaan ini
dijelaskan sebagai terapi yang berdasarkan cara-cara seperti terapi spiritual yang
terkait hal gaib atau terapi dengan tusukan jarum. Jenis terapi yang kedua
berdasarkan obat-obatan seperti jamu dan pengobatan herbal (Timmermans 2001:1).
Pembagian ini sering dikenal sebagai jenis pengobatan yang berdasarkan mantra-
mantra dan jenis pengobatan lain yang berdasarkan alat-alat. Pembagian ini juga
digarisbahawi salah satu responden dukun. Dia membedakan pengobatan yang cara
dan pendidikannya bisa ditulis seperti pengobatan Cina dengan pengobatan yang
cara dan pendidikannya tidak bisa ditulis, seperti terapi spiritual (Hozmanto, pc,
18.09.04).
Tidak ada pendidikan formal untuk kebanyakan pengobatan alternatif,
khusunya pengobatan yang pakai cara-cara. Ini tergantung pada faktor keahlian
dan apakah pengobatan ini bisa ditulis atau tidaknya. Pada umumnya pengobatan
yang bersifat obat-obat Cina seperti jamu dan pengobatan herbal, bisa ditulis.
Kebijaksanaan bisa dipelajari dari buku-buku. Walaupun pada pihak yang lain
pengobatan alternatif yang dipengaruhi supranatura atau metafisik tidak bisa
dipelajari dari buku-buku. Malahan pelajaran atau pendidikan pengobatan yang
terkait hal ghaib hanya bisa diberlatih orang yang mempunyai keahlian khusus untuk
menjadi dukun. Keahlian ini tidak terdapat melalui pendidikan formal tetapi lewat
keturunun saja atau bakat dari Tuhan. Karena itu bukan setiap orang bisa memilih
berlatih pengobatan alternatif yang terkait hal ghaib. Memang, ada kecenderungan
mencelakakan orang lain bila digunakan oleh seseorang yang tak bertanggung jawab.

2
1.2 Rumusan masalah
1. Apa pengertian obat tradisional dan pengobatan tradisional?
2. Bagaimana klasifikasi dan jenis pengobatan tradisional?
3. Bagaimana aspek hukum penyelenggaraan pengobatan tradisional?
4. Apa manfaat pengobatan tradisional?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui obat tradisional dan pengobatan tradisional.
2. Untuk mengetahui klasifikasi dan jenis pengobatan tradisional.
3. Untuk mengetahui aspek hukum penyelenggaraan pengobatan tradisional.
4. Untuk mengetahui manfaat pengobatan tradisional.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pengobatan Tradisional


Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1076, pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan
cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun
temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan
sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Definisi tersebut juga diterangkan dalam UU RI Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan dan PP RI Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan
Kesehatan Tradisional. Orang yang melakukan pengobatan tradisional disebut
pengobat tradisional. Keputusan Menkes Nomor 1076 Tahun 2003
menyatakan bahwa pengobat tradisional atau yang disingkat Battra adalah
seseorang yang diakui dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai seorang
yang mampu melakukan pengobatan tradisional. Battra dibagi menjadi dua
kategori, yakni battra yang menggunakan ramuan dan battra yang
menggunakan keterampilan. Battra yang menggunakan ramuan disebut shinse
atau tabib, sedangkan battra yang menggunakan keterampilan dinamakan
akupunturis, refleksiologis, spa therapis, dukun urut, dll.

2.2 Obat Tradisional

Menurut UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, obat


tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran bahan
tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman serta dapat diterapkan sesuai dengan norma yang
berlaku di masyarakat. Obat tradisional dikelompokkan menjadi tiga, yaitu
jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

4
2.3 Klasifikasi dan Jenis Pengobatan Tradisional

Pelayanan Kesehatan Tradisional menurut PP RI Nomor 103 Tahun 2014


dapat dibagi menjadi tiga, antara lain :
1. Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris
Merupakan penerapan kesehatan tradisional yang manfaat dan
keamanannya terbukti secara empiris. Pengobatan tradisional ini
mengutamakan keterampilan dan/atau ramuan yang dilakukan oleh
penyehat tradisional. Penyehat tradisional merupakan tenaga yang
ilmu dan keterampilannya diperoleh melalui turun-temurun atau
pendidikan nonformal. Dengan kata lain pengobatan yang bersifat
empiris ini sudah terkenal di kalangan masyarakat dengan bukti bahwa
banyak masyarakat yang berkunjung ke pengobatan tradisional
tersebut dan memperoleh kesembuhan.
2. Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer
Merupakan penerapan kesehatan tradisional yang memanfaatkan ilmu
biomedis dan biokultural dalam penjelasannya serta manfaat dan
keamanannya terbukti secara ilmiah. Pengobatan ini dilakukan dengan
menggunakan keterampilan (teknik manual, terapi energi, dan/atau
terapi olah pikir) atau ramuan (dapat berasal dari tanaman, hewan,
mineral dan/atau sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan
lain) serta dilakukan oleh tenaga kesehatan tradisional yang ilmu dan
keterampilannya diperoleh melalui pendidikan tinggi di bidang
kesehatan, paling rendah diploma, tetapi tetap dilarang untuk
menggunakan alat kedokteran dan penunjang diagnostik kedokteran.
3. Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi
Merupakan pelayanan kesehatan yang mengombinasikan pelayanan
kesehatan konvensional dengan komplementer. Pengobatan ini
dilakukan bersama-sama oleh tenaga kesehatan dengan tenaga

5
kesehatan tradisional untuk menyembuhkan pasien dan harus
diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, berikut ini ada beberapa macam yang dapat dikategorikan sebagai
pengobatan alternatif di Indonesia :

1. Jamu
Bagi masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan yang
namanya jamu. Ramuan yang di buat dari bahan alami ini sering di
manfaatkan untuk menjaga stamina dan kesehatan, ada juga untuk menambah
nafsu makan, untuk kecantikan wanita, bahkan juga untuk meningkatkan
performa seks pria.
2. Gurah
Jenis pengobatan ini dengan menggunakan cairan ramuan khusus yang
di teteskan ke dalam hidung. Pengobatan tradisional ini untuk membersihkan
dan mengeluarkan semua lendir kotor beracun yang di sebabkan karena debu,
rokok, kopi, atau alkohol. Manfaat gurah dapat melancarkan saluran
pernapasan dan pencernaan.
3. Naturopathy
Pengobatan alternatif ini menggunakan campuran ramuan dari China
dan Indonesia dengan pemeriksaan pada denyut nadi, lidah, mata, serta pada
kulit wajah dan cara pengobatan ini tidak melalui operasi. Manfaat dari
ramuan naturopathy ini adalah untuk mempertahankan kesehatan dengan
menggunakan suplemen herbal dan di percaya dapat mengobati berbagai
macam penyakit. Naturopati mengacu kepada penggunaan bahan alami untuk
mencegah dan menyembuhkan penyakit. Dengan mengikuti naturopati kita
dapat meningkatkan daya tahan tubuh sangat baik. Kebanyakan praktisi
naturopati menerapkan unsur-unsur dari berbagai teknik alternatif yang
membantu untuk menciptakan kesehatan yang baik menggunakan
akupunktur, herbal, pijat, dll.
4. SPA (Sehat Pakai Air)

6
SPA adalah suatu perawatan secara menyeluruh yang manfaatnya
untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan perasaan dengan menggunakan
air yang sudah diberi bahan ramuan.
5. TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
Banyak keluarga Indonesia memanfaatkan pekarangan rumahnya
untuk di tanami berbagai jenis tumbuhan atau tamanan obat. Umumnya jenis
tanaman obat seperti kumis kucing, jahe, kembang sepatu, kunyit, daun
dewa, temulawak, jeruk nipis, sirih dll yang bisa di gunakan sebagai bahan
pengobatan alternatif.
6. Pengobatan tradisional China
Obat tradisional Cina juga dikenal sebagai TCM, mencakup berbagai
praktek obat tradisional berbeda yang berasal dari Cina. TCM adalah
perawatan standar di Timur selama lebih dari 3000 tahun dan mencakup
berbagai metode penyembuhan seperti akupunktur, diet, obat-obatan herbal,
gerakan fisik seperti Tai Chi, Qi Gong, dan teknik pijat.
7. Aromaterapi
Aromaterapi termasuk penggunaan berbagai minyak esensial, yang
membantu untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi stres, membantu
meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Anda dapat menemukan minyak aromaterapi di banyak toko perawatan
kesehatan, Anda dapat memilih minyak untuk sifat penyembuhan. Beberapa
minyak aromaterapi yang terbaik adalah minyak lavender, minyak pohon teh,
dan minyak dupa.
8. Ayurveda
Ayurveda berasal lebih dari 5.000 tahun yang lalu di India, dan
mendahului semua sistem medis lainnya kita kenal. Dalam Ayurveda tipe
tubuh seseorang dipertimbangkan dan kemudian metode selektif digunakan
untuk pengobatan. Ini memiliki pengobatan dan obat untuk hampir semua
jenis penyakit, langsung dari penghilang rasa sakit dasar obat-obatan untuk
obat yang dapat menyembuhkan kanker.

7
9. Pengobatan batu Kristal (Gemstones)
Dalam penyembuhan dengan media batu kristal yang memiliki
kekuatan penyembuhan yang digunakan. Batu-batu ini dapat membantu untuk
meningkatkan mood Anda dan membantu Anda menyingkirkan stres. Banyak
batu juga membantu untuk membersihkan dan merevitalisasi aura.
10. Pengobatan Herbal
Obat herbal juga dikenal sebagai jamu adalah metode pengobatan
kuno yang menggunakan berbagai bumbu dan ekstrak tumbuh-tumbuhan,
yang memiliki penyembuhan khusus, aromatik, atau sifat terapeutik. Anda
dapat menemukan banyak herbal kering atau segar yang dapat Anda gunakan
untuk membuat teh, bubuk, atau sirup, atau hanya menggunakan herbal dalam
memasak untuk membumbui berbagai hidangan. Anda juga dapat menanam
di kebun Anda sebagai apotek hidup yang membutuhkan ruang yang tidak
terlalu luas, dan menggunakan tanaman obat untuk penyakit yang berbeda.
11. Homoepati
Homeopati didasarkan pada prinsip bahwa Anda dapat mengobati
penyakit dilawan dengan penyebab, yaitu, suatu zat yang menyebabkan
gejala-gejala ketika diambil dalam dosis besar, dapat digunakan dalam
jumlah kecil untuk mengobati gejala-gejala yang sama. Misalnya, minum
kopi terlalu banyak dapat menyebabkan sulit tidur dan gelisah, jadi menurut
prinsip ini, ketika dibuat menjadi obat homeopati, dapat digunakan untuk
mengobati orang dengan gejala-gejala ini. Konsep ini kadang-kadang
digunakan dalam pengobatan konvensional, misalnya, Ritalin stimulan
digunakan untuk mengobati pasien dengan ADHD, atau dosis kecil alergen
seperti serbuk sari kadang-kadang digunakan untuk mengurangi sensitifitas
pasien alergi. Namun, satu perbedaan utama dengan obat homeopati adalah
bahwa zat yang digunakan dalam pengenceran sangat tinggi, yang membuat
mereka tidak beracun.
12. Hipnoterapi

8
Hipnoterapi memiliki banyak manfaat dan dapat membantu untuk
menyembuhkan penyakit tertentu yang dapat bersifat psikologis atau
fisiologis, tanpa menggunakan obat apa pun. Hal ini dapat membantu untuk
berhenti merokok atau menurunkan berat badan. Dalam teknik penyembuhan
dimana merupakan kondisi kesadaran yang diubah pada pasien dapat
diberikan baik oleh praktisi atau oleh orang itu sendiri.
13. Terapi Pijat
Terapi pijat bisa sangat membantu untuk merilekskan tubuh dan
pikiran, dapat membantu untuk membuang racun dari tubuh, membersihkan
kulit, dan bahkan membantu dalam penurunan berat badan. Ada ratusan
teknik pijat dan Anda bisa mendapatkan pijat relaksasi atau stimulasi pada
setiap spa kesehatan dan mengkombinasikannya dengan sauna untuk
mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih.
14. Meditasi
Banyak teknik meditasi telah dikembangkan oleh orang yang berbeda.
Anda dapat menggunakan Tantra, Yoga, Zen, Tibet, atau teknik pernapasan
dasar untuk membantu Anda menyeimbangkan pikiran. Sebuah teknik
meditasi yang cocok untuk Anda dapat membantu mengurangi stres, dan
meningkatkan kehidupan Anda dengan membawa keseimbangan dan
kesehatan untuk itu.
15. Reiki
Reiki adalah sebuah bentuk penyembuhan spiritual di mana seorang
praktisi reiki menggunakan energinya untuk penyembuhan seseorang. Reiki
atau energi pengobatan dikombinasikan dengan terapi diet atau herbal/obat
homeopati untuk membantu membawa keseimbangan kesehatan fisik dan
emosional seseorang.
16. Pijat Refleksi (Refleksologi)
Pijat refleksi adalah ilmu sentuhan penyembuhan dimana tekanan pada
titik-titik tertentu dalam tubuh diterapkan untuk mengobati berbagai penyakit.
Tubuh kita saat menderita penyakit apa pun berada di bawah banyak stres

9
atau cedera, menggunakan refleksologi tubuh dapat dibawa kembali ke
keadaan seimbang.

2.4 Aspek Hukum Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional

Dasar hukum penyelenggaraan pengobatan tradisional antara lain :


UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 006/Menkes/Per/2012, Tahun
2012, tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 003/Menkes/Per/2010, Tahun
2010, tentang Saintifikasi Jamu dalam Penelitian Berbasis Pelayanan
Kesehatan
Peraturan Pemerintah RI Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan
Kesehatan Tradisional
UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
PP RI No. 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan
Alat Kesehatan
Berdasarkan perjanjian teurapetik, dasar untuk pertanggungjawaban
medis adalah wanprestasi (Pasal 1234 KUHPerdata) dan
onrechtmatige daad (perbuatan melawan hukum) yang terdapat dalam
Pasal 1365 KUHPerdata.

2.5 Pemanfaatan Pengobatan Tradisional


Menurut Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, jumlah Pengobat
tradisional di Indonesia yang tercatat cukup banyak, yaitu 280.000 pengobat
tradisional dan 30 keahlian/spesialisasi. Sedang dari di 30 ribu jenis tanaman yang
ada di Indonesia 950 jenis diantaranya memiliki fungsi penyembuhan yang sudah
selayaknya bisa dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dibandingkan dengan negara lain kita sudah jauh ketinggalan dalam pengembangan

10
obat tradisional ini. Pengobatan alternatif merupakan bentuk pelayanan pengobatan
yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar
pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedokteran standar) dan dipergunakan
sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Manfaat
dan khasiat serta mekanisme pengobatan alternatif biasanya masih dalam taraf
diperdebatkan.
Berikut seberapa besar manfaat pengobatan alternatif berdasarkan tanggapan
dokter:
1) Penelitian meta-analisis terhadap tanggapan dokter mengenai pengobatan
alternative menunjukkan bahwa dari 12 penelitian yang berbeda, dokter
memberikan jawaban yang positif terhadap keberadaan pengobatan alternatif,
terutama terhadap akupuntur, osteopati, homeopati dan chiropractic. Pada 5
penelitian diantaranya ditanyakan mengenai bermanfaat atau tidaknya pengobatan
alternatif tersebut. Tanggapan dokter yang menjawab bahwa pengobatan
alternative bermanfaat berkisar dari 54 % sampai 86 %. Dapat dikatakan di sini
bahwa sebagian besar dokter setuju bahwa pengobatan alternatif bermanfaat pada
penyembuhan penyakit.
2) Penelitian Verhoef et all, pada pasien tumor otak yang menggunakan pengobatan
alternative menunjukkan dua pertiganya menyatakan bahwa pengobatan tersebut
bermanfaat. Secara umum pasien mengatakan bahwa tingkat energi meningkat
dan merasa lebih sehat fisik dan mental. Pada sepertiga pasien mempunyai
harapan yang tinggi bahwa pengobatan alternatif ini mampu mengecilkan dan
menghilangkan tumornya.
3) Penelitian Ernaldi bahar dkk, terhadap gangguan kesehatan jiwa pada anak dan
remaja di Palembang menunjukkan bahwa orang tua penderita percaya bahwa
pengobatan tradisional lebih kompeten dan mampu mengobati kesehatan jiwa
anaknya.
4) Penelitian Kessler et all, pada pasien yang menderita ansietas dan depresi
didapatkan data bahwa sebagian besar pasien menyatakan pengobatan alternatif
sama berguna dengan pengobatan konvensional.

11
5) Dalam suatu diskusi panel National Institut of Health (NIH) yang dihadiri oleh 23
ahli dibidang kedokteran perilaku, penanganan nyeri, ilmu jiwa, ilmu saraf dan
psikologi ditemukan berbagai bukti kuat bahwa penggunaan teknik relaksasi dan
terapi perilaku dapat mengurangi rasa nyeri dan masalah insomnia akibat berbagai
kondisi penyakit. Diskusi Panel NIH pernah juga memberikan simpulan bahwa
akupuntur efektif untuk mengurangi nyeri gigi, mual, muntah, nyeri kepala dan
nyeri pinggang bawah .
Berikut seberapa besar manfaat pengobatan alternatif berdasarkan tanggapan pasien:
1) Dari sudut pandang pasien bukan suatu hal yang penting mengenai dasar
ilmiah. Pengguna dari pengobatan alternatif ini biasanya pula sudah mencoba
pengobatan konvensional yang tidak menyembuhkan penyakitnya. Hal ini
membuat mereka menilai bahwa nilai statistik adalah tidak penting .
Seringkali pula para pengguna pengobatan alternatif ini mendengar
keberhasilan penyembuhan alternatif dari orang yang baru dikenal , keluarga,
dan teman yang mungkin sudah mengalami kesembuhan dengan penyakit
yang serupa melalui pengobatan alternative tersebut.
2) Kedokteran modern menjadi identik dengan unpersonal dan high cost
medicine yang hanya terjangkau oleh sekelompok kecil masyarakat dan
kedokteran modern tersebut belum mampu secara meyakinkan manangani
masalah penyakit degeneratif seperti masalah penuaan, kanker, diabetes,
hipertensi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat dan
minat pencari pertolongan. Apalagi disampingnya terdapat pelayanan
kesehatan alternatif yang menjanjikan.
3) Pengobatan alternatif tradisional masih digunakan oleh sebagian besar
masyarakat bukan hanya karena kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan
formal yang terjangkau oleh masyarakat, tetapi lebih disebabkan oleh faktor-
faktor sosial budaya dari masyarakat tersebut. Ia memenuhi harapan dan
kebutuhan masyarakat yang dilayani
4) Adanya beberapa stereotypes di masyarakat, seperti : pengobatan alternatif
tradisional bersifat holistik dan pengobatan modern hanya melihat

12
penyakitnya saja dan adanya dikotomi penyakit ke dalam dua jenis , yaitu
penyakit yang dapat disembuhkan oleh dokter dan penyakit yang hanya dapat
disembuhkan oleh pengobat tradisional.
5) Adanya beberapa manfaat umum dari pengobatan alternatif tradisional baik
secara psikologis dan sosial yang tidak terpengaruh dengan keberadaan
pengobatan modern , yaitu : mengurangi stress dan kecemasan akibat
ketidakpastian penyakit, biaya yang rendah dan menyenangkan, penguatan
dan keterlibatan langsung pasien dalam penanganan penyakitnya, fungsi
kontrol bila ada penyimpangan, mengurangi trauma akibat perubahan kultural
dan mempromosikan identitas kebudayaan.

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan
obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris
yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku
di masyarakat.
Dibandingkan dengan negara lain kita sudah jauh ketinggalan dalam
pengembangan obat tradisional ini. Pengobatan alternatif merupakan bentuk
pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk
dalam standar pengobatan kedokteran modern
3.2 Saran
Kami berharap kepada para pembaca, setelah membaca makalah ini. Para
pembaca dapat mengaplikasikanya nanti. Dan dapat mengetahui bagaimana sistem
medis tradisional, apalagi sisi positif dan negatif dari pengobatan sistem tradisional.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/314859417/Aspek-Etik-dan-Hukum-Pengobatan-
Tradisional

http://makala-kesehatan.blogspot.co.id/2015/03/makalah-praktek-kesehatan-
tradisional.html

http://digilib.unila.ac.id/4119/10/BAB%20II.pdf

15