Anda di halaman 1dari 4

Pendahuluan

Perdarahan saluran cerna merupakan masalah yang sering dihadapi. Menifestasinya


bervariasi mulai dengan perdarahan massif yang mengancam jiwa hingga perdarahan samar yang
tidak dirasakan.
Pendekatan pada pasien dengan perdarahan saluran cerna adalah dengan menentukan
beratnya perdarahan dan lokasi perdarahan. Hematemesis (muntah darah segar atau hitam)
menunjukkan perdarahan dari saluran cerna bagian atas, proksimal dari ligamentum Treitz.
Melena (tinja hitam, bau khas) biasanya akibat perdarahan saluran cerna bagian atas, meskipun
demikian perdarahan dari usus halus atau kolon bagian kanan, juga dapat menimbulkan melena.
Hematokezia (perdarahan merah segar) lazimnya menandakan sumber perdarahan dari kolon,
meskipun perdarahan dari saluran cerna bagian atas yang banyak juga dapat menimbulkan
hematokezia atau feses warna marun. Dalam kurun waktu decade terakhir tampaknya pasien
akibat perdarahan saluran cerna meningkat secara signifikan. Mortalitas akibat perdarahan
saluran cerna bagian atas adalah 3,5-7%, sementara akibat perdarahan saluran cerna bagian
bawah adalah 3,6%. Ipd 1
1. Definisi
Perdarahan saluran cerna bagian bawah umumnya didefinisikan sebagai perdarahan yang
berasal dari usus di sebelah bawah ligamentum Treitz. Ipd 1
Perdarahan saluran cerna bawah atau Lower gastrointestinal bleeding (LGIB)
didefinisikan sebagai perdarahan yang berasal dari organ traktus gastrointestinalis yang terletak
distal dari Ligamentum Treitz yang menyebabkan ketidakseimbangan hemodinamik dan anemia
simptomatis. internet refarat
2. Epidemiologi
Di negara barat insidensi perdarahan akut SCBA mencapai 100 per 100.000
penduduk/tahun, laki-laki lebih banyak dari wanita.Insidensi ini meningkat sesuai dengan
bertambahnya usia. Di Indonesia kejadian yang sebenarnya di populasi tidak diketahui. Dari
catatan medik pasien-pasien yang dirawat di bagian penyakit dalam RS Hasan Sadikin Bandung
pada tahun 1996-1998,pasien yang dirawat karena perdarahan SCBA sebesar 2,5% - 3,5% dari
seluruh pasien yang dirawat di bagian penyakit dalam.
Berbeda dengan di negera barat dimana perdarahan karena tukak peptik menempati
urutan terbanyak maka di Indonesia perdarahan karena ruptura varises gastroesofagei merupakan
penyebab tersering yaitu sekitar 50-60%, gastritis erosiva hemoragika sekitar 25- 30%,tukak
peptik sekitar 10-15% dan karena sebab lainnya < 5%.Kecenderungan saat ini menunjukkan
bahwa perdarahan yang terjadi karena pemakaian jamu rematik menempati urutan terbanyak
sebagai penyebab perdarahan SCBA yang datang ke UGD RS Hasan Sadikin. Mortalitas secara
keseluruhan masih tinggi yaitu sekitar 25%, kematian pada penderita ruptur varises bisa
mencapai 60% sedangkan kematian pada perdarahan non varises sekitar 9-12%. Sebahagian
besar penderita perdarahan SCBA meninggal bukan karena perdarahannya itu sendiri melainkan
karena penyakit lain yang ada secara bersamaan seperti penyakit gagal ginjal, stroke, penyakit
jantung, penyakit hati kronis, pneumonia dan sepsis. Int refarat
3. Etiologi
Perdarahan divertikel kolon, angiodisplasia dan kolitis iskemik merupakan penyebab
tersering dari saluran cerna bagian bawah. Perdarahan saluran cerna bagian bawah yang kronik
dan berulang biasanya berasal dari hemoroid dan neoplasia kolon. Tidak seperti halnya
perdarahan saluran cerna bagian atas, kebanyakan perdarahan saluran cerna bagian bawah
bersifat lambat, intermiten, dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit.
a. Divertikulosis.
Perdarahan dari divertikulum biasanya tidak nyeri dan terjadi pada 3% pasien-
divertikulosis. Tinja biasanya berwarna merah marun, kadang-kadang bisa juga menjadi merah.
Meskipun divertikel kebanyakan ditemukan di kolon sigmoid namun perdarahan divertikel
biasanya terletak di sebelah kanan. Umumnya terhenti secara spontan dan tidak berulang, oleh
karena itu tidak ada pengobatan khusus yang dibutuhkan oleh para pasien.
b. Angiodisplasia.
Angiodisplasia merupakan penyebab 10-40% perdarahan saluran cerna bagian bawah.
Angiodisplasia merupakan salah satu penyebab kehilangan darah yang kronik. Angiodisplasia
kolon biasanya multipel, ukuran kecil kurang dari diameter <5mm dan biasa terlokalisir di
daerah caecum dan kolon sebelah kanan. Sebagaimana halnya dengan vaskular ektasia di saluran
cerna, jejas di kolon umumnya berhubungan dengan usia lanjut, insufisiensi ginjal, dan riwayat
radiasi.
c. Kolitis Iskemia.
Kebanyakan kasus kolitis iskemia ditandai dengan penurunan aliran darah viseral dan
tidak ada kaitannya dengan penyempitan pembuluh darah mesenteik. Umunya pasien kolitis
iskemia berusia tua. Dan kadang-kadang dipengaruhi juga oleh sepsis, perdarahan akibat lain,
dan dehidrasi.
d. Penyakit Perianal
Penyakit perianal contohnya: hemoroid dan fisura ani. Hemorroid adalah pelebaran vena
di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hanya apabila
hemoroid ini menyebabkan keluhan atau penyulit, diperlukan tindakan. Biasanya menimbulkan
perdarahan dengan warana merah segar tetapi tidak bercampur dengan faeces. Berbeda dengan
perdarahan dari varises rectum pada pasien dengan hipertensi portal kadang-kadang bisa
mengancam nyawa. Polip dan karsinoma kadang-kadang menimbulkan perdarahan yang mirip
dengan yang disebabkan oleh hemoroid oleh karena itu pada perdarahan yang diduga dari
hemoroid perlu dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan polip dan karsinoma
kolon.
Derajat hemoroid interna
Hemoroid interna
Derajat Berdarah Menonjol Reposisi
I + - -
II (+) + Spontan
III (+) + Manual
IV (+) Tetap Tidak dapat
Table 1. Derajat Hemorroid
e. Neoplasia Kolon
Tumor kolon yang jinak maupun ganas yang biasanya terdapat pada pasien usia lanjut
dan biasanya berhubungan dengan ditemukannya perdarahan berulang atau darah samar.
Kelainan neoplasma di usus halus relatif jarang namun meningkat pada pasien IBD seperti
Crohns Disease atau celiac sprue.

Penyebab Lain dari Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah


Kolitis yang merupakan bagian dari IBD, infeksi (Campilobacter jejuni spp, Salmonella
spp, Shigella spp, E. Coli) dan terapi radiasi, baik akut maupun kronik. Kolitis dapat
menimbulkan perdarahan namun biasanya sedikit sampai sedang. Divertikular Meckel
merupakan kelainan kongenital di ileum dapat berdarah dalam jumlah yang banyak akibat dari
mukosa yang menghasilkan asam. Pasien biasanya anak-anak dengan perdarahan segar maupun
hitam yang tidak nyeri. Intususepsi menyebabkan kotoran berwarna marun disertai rasa nyeri di
tempat polip atau tumor ganas pada orang dewasa. Hipertensi portal dapat menimbulkan varises
di ileukolon dan di anorektal yang dapat menimbulkan perdarahan dalam jumlah yang besar.
Penyebab perdarahan saluran cerna bagian bawah yang lebih jarang seperti fistula autoenterik,
ulkus rektal soliter, dan ulkus di caecum. Internet