Anda di halaman 1dari 5

Tips menghemat listrik :

1. Gunakan Lampu LED


Mengganti lampu biasa dirumah dengan menggunakan lampu LED bisa menghemat tagihan
listrik. Selain lebih hemat, lampu LED lebih terang tahan lama. Lampu LED menggunakan daya
yang lebih rendah 80 % dibandingkan dengan lampu biasa, namun cahaya yang dihasilkan lebih
terang dibandingkan dengan lampu biasa dengan watt yang lebih besar.
Jika lampu biasa memakai 60 Watt, dengan lampu LED cukup memakai 5 8 Watt.
Hanya saja harga yang diberikan untuk sebua lampu LED lebih mahal dibandingkan dengan
lampu biasa.
2. Mengurangi pemakaian lampu yang tidak dirasa penting ketika malam hari. Menghidupkan
lampu lampu di titik titik tertentu untuk memberikan tanda bahwa rumah tersebut sedang
dihuni, sehingga tidak menyalakan lampu yang berlebihan. Semakin banyak menggunakan
lampu maka semakin besar daya yang digunakan, semakin besar daya yang digunakan maka
semakin cepat pula putaran piringan pada meteran yang akan mengakibatkan meteran semaikin
cepat naik, dan mengakibatkan bengkaknya pengeluaran untuk pemabayaran listrik.
3. Ganti dengan prabayar.
Sistem listrik prabayar memudahkan dalam pengontrolan pemakaian listrik. Dengan tidak
dikenai biaya abodemen setiap bulan. Biaya aodemen pelanggan listrik pascabayar sekitar 50
ribu hingga 100 ribu per bulan tergantung golongan tarif. Beralih ke prabayar hanya dikenai
biaya pembelian sebesar 2500 rupiah tergantung mekanisme pengisian.
4. Batasi alat alat elektronik yang menggunakan daya besar :
a. Mesin pendingin udara
b. Mesin cuci
c. Microwave
d. Setrika
e. Water heater
f. Dll.
Untuk bisa menghemat harus bisa mengatur pemakaian alat elektronik yang dirasa boros ,
seperti :
Untuk mesin pendingin udara jangan dinyalakan sepanjang hari, setel pengatur waktu
sehingga AC otomatis mati di waktu yang ditentukan
5. Membiasakan untuk melepas mencabut kabel kabel dperalatan elektronik yang tidak kita
gunakan, contoh : TV, Charger, kipas angin, karena dengan membiarkan steker tercolok terus
dapat menguras konsumsi listrik, walau tidak kita gunakan namun terdapat arus (standby) yang
masuk ke dalam peralatan, arus tersebut akan tetap hilang walaupun peralatan tersebut tidak
digunakan.
Rumus: Daya suatu Alat listrik (Kilowatt) x Lama pemakaian sehari (jam) x
Jumlahnya x Jumlah hari dalam sebulan x TDL (Tarif Dasar Listrik).

Tentunya, Peralatan listrik atau alat elektronik yang memiliki daya listrik atau watt
besar, belum tentu menjadi penyebab tagihan listrik anda perbulannya menjadi besar,
karena pemakaian listrik perbulan bukan dihitung dari besar wattnya saja, namun juga
berapa lama peralatan listrik atau alat elektronik tersebut dinyalakan setiap harinya.

1. AC
AC berapa PK yang anda gunakan di rumah?

Umumnya AC yang digunakan di rumah, khususnya untuk mendinginkan Kamar


tidur adalah AC PK.

PK = x 750Watt, atau sama dengan 375Watt.

Karena yang ingin kita hitung adalah satuan Kwh, maka 375 watt harus diubah
dahulu ke dalam satuan Kw, yaitu dengan membaginya terlebih dahulu dengan
1000.

375Watt : 1000 = 0,375 Kw.

Berapa jam AC tersebut dinyalakan setiap harinya?

Jika AC tersebut dinyalakan selama 10 Jam setiap harinya.

Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk AC tersebut selama sebulan, adalah:

0,375Kw x 10 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

3,75 Kwh x 30 hari x Rp.1.416 = Rp 159.300/bulan

2. Mesin Cuci
Mesin cuci 2 tabung, biasanya memiliki besaran daya listrik sekitar 300 Watt.

300 Watt = 0,3 Kw.

Mesin cuci digunakan rata-rata selama 3 jam setiap hari.


Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk Mesin cuci tersebut selama sebulan, adalah:

0,3Kw x 3 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

0,9 Kwh x 30 hari x Rp.1.416 = Rp 38.232

3. Setrika Listrik.
Setrika Listrik, biasanya memiliki besaran daya listrik sekitar 350 Watt.

350 Watt = 0,35 Kw.

Setrika Listrik digunakan rata-rata selama 3 jam setiap hari.

Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk Setrika Listrik tersebut selama sebulan,
adalah:

0,35Kw x 3 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

1,05 Kwh x 30 hari x Rp.1.416 = Rp 44.604

4. Televisi
Televisi, biasanya memiliki besaran daya listrik sekitar 100 Watt.

100 Watt = 0,1 Kw.

Televisi digunakan rata-rata selama 12 jam setiap hari.

Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk Televisi tersebut selama sebulan, adalah:

0,1Kw x 12 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

1,2 Kwh x 30 hari x Rp.1.416 = Rp 50.976

Kulkas, biasanya memiliki besaran daya listrik sekitar 100 Watt.

100 Watt = 0,1 Kw.

Kulkas digunakan rata-rata selama 24 jam setiap hari.

Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk Kulkas tersebut selama sebulan, adalah:
0,1Kw x 24 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

2,4 Kwh x 30 hari x Rp.1.416 = Rp 101,952

6. Lampu
Lampu yang digunakan dirumah biasanya jumlahnya ada beberapa buah dan memiliki berbagai
macam daya Watt, antara lain:

Teras lampu 36watt sebanyak 1 buah.


Ruang tamu, Lampu 36watt sebanyak 1 buah.
Ruang keluarga, Lampu 36watt sebanyak 2 buah.
Ruang makan, Lampu 36watt sebanyak 1 buah.
Kamar tidur, Lampu 26watt sebanyak 2 buah.
Dapur, Lampu 26watt sebanyak 1 buah.
Kamar mandi, Lampu 18watt sebanyak 1 buah.
Belakang rumah, Lampu 26watt sebanyak 1 buah.
Samping rumah, Lampu 26watt sebanyak 2 buah
Total daya watt untuk lampu seluruhnya adalah: (36watt x 5)+(26watt x 6)+18watt = 352watt.

352 watt = 0,352 kw.

Lampu dinyalakan rata-rata selama 12 jam setiap hari.

Maka biaya listrik yang dibutuhkan untuk 12 buah lampu tersebut selama sebulan, adalah:

0,352Kw x 12 jam x 30 hari x TDL (Rp.1.416,/kwh)

4,224Kwh x 30 hari x Rp.1.416 =Rp. 179.435/bulan

Dari data diatas, kemudian dapat kita buat urutan Peralatan listrik atau Alat elektronik yang
membutuhkan biaya listrik terbesar sampai yang kecil.

1. 12 buah Lampu, biaya listriknya sekitar: Rp.179.435/bulan


2. 1 unit AC PK, biaya listriknya sekitar: Rp.159.300/bulan
3. 1 unit Kulkas, biaya listriknya sekitar: Rp.101.952/bulan
4. 1 unit Televisi, biaya listriknya sekitar: Rp. 50.976/bulan
5. 1 unit setrika, biaya listriknya sekitar: Rp. 44.604/bulan
6. 1 unit Mesin cuci, biaya listriknya sekitar: Rp. 38.232/bulan

Ternyata jika kita hitung berdasarkan jumlah dan lama pemakaian setiap harinya,
Lampu menjadi penyumbang tagihan listrik terbanyak dibanding alat listrik atau
elektronik lainnya di rumah.

Untuk Alat listrik atau elektronik lainnya seperti Blender, Mixer, Rice cooker, Oven,
tidak turut kita hitung karena biasanya pemakaiannya jarang dan hanya sesekali dan
tentunya biaya listriknya sebulan juga tidak terlalu mahal.

Oleh karena itu, perlu diingat bahwa meski 1 buah lampu memiliki daya listrik yang
tidak terlalu besar, namun jika dalam jumlah yang banyak dan dinyalakan dalam waktu
yang cukup lama setiap harinya, akan menjadi penyebab tagihan listrik menjadi mahal
dan membengkak.

Perhitungan diatas diambil dari perhitungan rata-rata, tentunya terdapat perbedaan


masing-masing pemakaian, baik jumlah, jenis, maupun lama pemakaian sehari-hari.