Anda di halaman 1dari 76

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

METODE PENELITIAN AKUNTANSI


-Transfer-Pricing
CHAPTER 1 -Taxation methods
INTRODUCTION TO RESEARCH Jenis-jenis riset bisnis :
1. Riset Terapan (Applied Research)
Contoh
Riset -> Proses menemukan solusi terhadap suatu masalah Penjualan ipod naik 200% pada tahun 2001-2008 tapi
dengan melewati studi dan analisis terhadap faktor turun 6% di tahun 2009,apa penyebabnya?
tertentu yang dianggap situasional (berpengaruh) Xerox terlalu bergantung [ada teknologi lawas sehingga
Manajer dalam organisasi sering terlibat dalam studi dan mesin fotokopinya,meskipun kuantitas penjualannya
analisa terhadap isu,mereka juga terlibat dalam kegiatan tumbuh double-digit tapi revenue hanya tumbuh
riset di saat mereka membuat keputusan di tempat 4%,apakah penyebabnya biaya produksi tinggi akibat
kerjanya.Beberapa manajer membuat keputusan yang teknologi yang lawas ? Bagaimana cara meningkatkan
bagus dan masalahnya terselesaikan Beberapa manajer penjualannya?
membuat keputusan yang buruk dan masalahnya tidak 2. Riset Fundamental (Pure Research)
terselesaikan.Perbedaan antara keputusan yang baik dan Contoh
buruk terletak pada bagaimana manajer menjalankan Bagaimana cara meningkatkan efektivitas sistem informasi
proses pengambilan keputusan ?
Keputusan yang baik harus menjawab pertanyaan berikut : Bagaimana meningkatkan produktivitas pegawai ?
1. Apa manajer mengidentifikasi masalah secara tepat ? Penemuan atas riset fundamental akan berguna pada
2. Apa manajer menemukan faktor relevan yang tepat beragam situasi bisnis di lapangan
untuk situasi yang harus diinvestigasi?
3. Apa manajer tahu jenis informasi apa yang harus Perbedaan Riset Terapan dan Riset Murni
dikumpulkan dan bagaimana cara mengumpulkannya? Riset terapan hanya menyasar pada masalah yang ernah
4. Apa manajer tahu cara menggunakan informasi itu dan dialami atau ditemukan solusinya .Riset murni memiliki
menarik konklusinya untuk membuat keputusan yang tujuan menciptakan ilmu dan memahami fenomena yang
tepat? terjadi di berbagai jenis organisasi
5. Apa mereka tahu bagaimana mengimplementasikan Manajer dan Riset
hasil dari proses ini untuk menyelesaikan masalah ? Manajer yang memahami riset akan mudah memecahkan
masalah di tempat kerjanya,karena akan membantu
Hal yang menarik dari riset mengetahui masalah sebelum lepas kendali.Masalah kecil
Teknologi telah membuat riset sebagaii sesuatu yang bisa ditangani manajer,tapi masalah besar harus
menarik dan menjadi lebih lancar dalam prosesnya diupayakan menggunakan peneliti eksternal atau
Contoh : PC dan koneksi Internet menyediakan informasi konsultan .Manajer yang paham riset akan mudah
yang update tentang Iinformasi pasar global dan ekonomi berkomunikasi dengan peneliti,pemahaman akan riset juga
dunia membantu membedakan resiipen dari temuan riset yang di
Proses pengambilan keputusan adalah proses memilih presentasikan,serta membantu menentukan rekomendasi
diantara solusi alternatif untuk menyelesaikan masalah solusi yang tepat untuk di implementasikan .
untuk menghasilkan alternatif yang bisa digunakan dalam Karena manajer paham akan laporan riset ,maka manajer
pengambilan keputusan yang efektif tahu kegagalan dan kesuksesan suatu keputusan dengan
Riset Bisnis -> Usaha sistematis dan terorganisir untuk pertimbangan intelejensi,edkasi,dan kalkulasi resiko .Riset
menginvestigasi masalah spesifik yang ditemui di dunia akan menjadi alat pengambilan keputusan yang sangat
kerja untuk ditemukan solusinya berguna
Langkah-langkah dalam riset bisnis : Peneliti Internal VS Peneliti Eksternal
1. Mengetahui area masalah yang ada di organisasi Peneliti Internal
2. Menentukan masalah yang akan dipelajari dan dicari Contoh : R & D Departement
solusinya - Departemen ini bertindak sebagai konsultan internal
3. Mengumpulkan informasi ,analisis data,dan menentukan untuk memecahkan masalah
faktor terkati dan menyelesaikannya dengan tindakan - Peneliti Internal lebih mudah diterima para pegawau dan
korektif yang dibutuhkan membutuhkan waktu singkat untuk memahami struktur
,iklim,dan sistem kerja dalam organisasi
Riset dan Manajer - Karena sifatnya yang siap sedia,biayanya akan lebih
Manajer menemukan masalah setiap harinya, Riset murah
biasanya dilakukan untuk menyelesaikan masalah dalam - Kekurangannya ,peneliti internal memiliki keterbatasan
area akuntansi,keuangan,manajemen,dan marketing ide segar dan wawasan,rekomendasinya dianggap inferior
Contoh permasalahan dalam area akuntansi : oleh manajer karena tidak dianggap sebagai ahli, di sisi lain
-Budget Control Systems ada bias ketidakobjektifan dan ketidakilmiahan
-Inventory costing methods
Time-series behaviour quarterly
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1443
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Peneliti eksternal Teliti dalam riset,jangan jadikan bagian kecil sampel riset
Contoh : Konsultan Manajemen sebagai satu-satunya dasar untuk menarik berbagai jenis
- Konsultan manajemen memiliki pengalaman di berbagai konklusi
organisasi dan memiliki pengetahuan model-model 3. Testability (Bisa diuji kembali)
pemecahan masalah yang lengkap lewat program Hipotesis bisa diuji melalui uji statistik pada data
pelatihan periodik yang mereka miliki 4. Replicability (Bisa direplikasi)
- Kekurangan konsultan manajemen adalah lamanya Hasil pengujian hipotesis bisa diulang dengan situasi yang
proses adaptasi di organisasi yang mereka sama,efeknya tingkat confidence pada riset tersebut akan
teliti,keberadaan mereka yang sulit diterima pegawai,dan meningkat
adanya biaya tambahan untuk fase implementasi dan 5. Precision and Confidence (Presisi)
evaluasi Konklusi defenitif tidak bisa ditarik utuh dari analisis
Etika dan Riset Bisnis data,bisa jadi sampel tidak merefleksikan secara penuh
Etika -> Code of Conduct saat melakukan riset ,maka ada tingkat akurasi perlu dijabarkan (misal : Tingkat
Etika diterapkan pada : confindece 95% ,berarti ada Margin of error sebesar 5%)
1. Peneliti yang melakukan investigasi 6. Objectivity (Objektifitas)
2. Partisipan yang memberikan data Konklusi harus berdasarkan fakta dari data yang aktual
3. Analisis yang menjabarkan hasil bukan subjektifitas pribadi dan nilai emosional
4. Seluruh tim peneliti yang mempresentasikan hasil dan 7. Generalizability (Tingkat Generalisasi)
menjabarkan solusi Mengacu pada tingkat generalisasi iset untuk diterapkan di
organisasi berbeda,semakin besar tingkat generalisasinya
maka riset tersebut akan semakin berguna bagi orang
CHAPTER 2 banyak
8. Parsimony (Penjabaran yang sederhana)
SCIENTIFIC INVESTIGATION Variabel yang sedikit bisa mendeskripsikan varians lebih
efisien dibanding variabel yang banyak dan kompleks, Ini
Riset -> Penyelidikan yang terorganisir,sistematis,kritis, bisa dicapai dengan literature review mendalam untuk
dan objektif terhadap permasalahan yang spesifik yang memiliki pemahaman yang baik pada masalah dan faktor
membutuhkan solusi keputusan manajerial yang mana jika penting yang mempengaruhinya
berdasarkan riset akan cenderung lebih efektif Deduksi dan Induksi
Riset ilmiah -> Riset yang berfokus menemukan solusi atas Deductive Reasoning -> Penerapan teori umum terhadap
masalah dan mengikuti metode langkah demi langkah yang kasus spesifik (misal : Menguji hipotesis)
logis,terorganisir, dan teliti untuk mengidentifikasikan Inductive Reasoning -> Proses dimana fenomena spesik di
maslaah,memnemukan data,menganalisanya,dan amati dan didapat konklusi umumnya ( misal : menghitung
manearik konklusi yang valid jumlah pegawai)
Riset ilmiah tidak didasarkan pada pengalaman,firasat,dan Proses Riset
intuisi 1. Observasi
Ketelitian dalam riset (Rigorous in Research) Contoh : Manajer mengamati mengapa konsumen tidak
Karena ketilitiannya (Rigorous), maka riset ilmiah memberi puas
ruang bagi pihak lain yang meneliti area tersebut akan 2. Identifikasi masalah
mengakumulasikan temuannya saat datanya di analisis Contoh : Manajer bertanya ke konsumen,ternyata
Rigorous ( Testability Replicability asalahnya adalah pramuniaga tidak tanggap menanggapi
Ketelitian ) keluhan pelanggan atas barang yang kosong,penyebabnya
adalah mandeknya supply dari pabrik
Kelebihan riset ilmiah 3. Membentuk model konsep (Theoritical Framework)
-Membantu peneliti menyatakan temuannya secara akurat Contoh : Manajer menemukan faktor penyebab masalah
dan terpercaya -Membantu berbagai jenis organisasi ,yaitu - > keterlambatan pasokan barang dari
untuk menciptakan solusi saat mereka menemukan pabrik,pencatatan tanggal pengiriman tidak rapi,janji
masalah - pramuniaga ke konsumen tidak terpenuhi
Investigasi ilmiah cenderung lebih objektif dan
mengabaikan subjektifitas -Investigasi Hypothetico-deductive Method
ilmiah dan keputusan manajerial memberikan aspek I. Identifikasi area cakupan masalah
integral dari penyelesaian masalah yang efektif II. Menentukan masalah
Riset terapan bisa diterapkan penuh,sebagian,atau bahkan III. Membentuk hipotesis (Testable and Falsifiable)
tidak sama sekali untuk digeneralisasi kepada berbagai IV. Mementukan tindakan (Measures)
jenis organisasi, penerapannya tergantung pada V. Mengumpulkan data
kesesuaian terhadap ukuran perusahaan,sifat pekerjaan, 6. Menganalisi data
karakteristik pegawai,dan struktur organisasi 7. Menginterprestasikan data (menghasilkan
Ciri-ciri riset ilmiah : rekomendasi)
1. Purposiveness (Bertujuan)
Misalnya,menentukn tujuan dan fokus dalam peningkatan Contoh aplikasi Hypothetico-deductive method
komitmen pegawai terhadap organisasi. Peningkatan (Observasi dilema pada CIO)
komitmen ditunjukkan dengan turnover dan absensi yang -Adanya masalah Management Information Systems (MIS)
rendah serta peningkatan kinerja tidak digunakan oleh manajer
2. Rigor (Ketelitian) -Informasi didapat dari manajer tingkat menengah dengan
wawancara informal,ternyata penyebabnya adalah
keawaman manajer pada penggunaan MIS

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1444
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

-Informasi tambahan didapat dari survey literatur Contoh : Buku , Jurnal,koran ,majalah, catatan
- Teori diformulasikan, Chief of Information Offcer (CIO) konferensi,disertasi doktoral, tesis maste,publikasi
membentuk teori atas faktor yang relevan pemerintah,data pemasaran,dll
- Membuat hipotesis : Pemahaman kegunaan MIS akan
membantu manajer untuk menggunakannya lebih Langkah melakukan tinjauan literatur
frekuentif 1.) Identifikasi dan dapatkan akses terhadap material yang
- Untuk mengumpulkan data,CIO membuat kuesioner dipublikasikan atau tidak yang menyediakan topik
- CIO menganalisis data kuesioner untuk melihat faktor apa 2.)Mendapatkan informasi relevan baik dari perpustakaan
saja yang mencegah manajer menggunakan MIS atau internet
- CIO menginterprestasi datan dengan mendeduksi bahwa 3.) Menulis tinjauan literatur
manajer tidak menggunakan MIS karena beberapa Jenis-jenis database
faktor,maka solusinya adalah seminar dan training
mengenai MIS 1.) Biliographic database
Studi Kasus Hanya memuat sitasi berupa nama penulis, judul
Merupakan analisis mendalam pada situasi serupa di artikel/buku, sumber publikasi, tahun,volume,dan nomor
organisasi lain,dimana sifat dan defenisi masalah sama halaman
dengan yang dialami saat ini
Riset tindakan (Action Reserach) 2.)Abstract database
Dilakukan oleh konsultan untuk menginisiasi proses Hanya memuat ringkasan atau abstrak dari artikel
perubahan di organisasi Peneliti membuat rumusan
masalah,mengumpulkan data,dan memformulasikan 3.) Full-text Database
solusinya,Saat solusi diterapkan ternyata ada hal tak Memuat teks dari database secara utuh
terduga yang terjadi .Efek itu di
evaluasi,didefinisikan,didiagnosa,dan riset berlanjut pada Kelebihan sumber dari Internet
kesinambungan sampai masalah diselesaikan sepenuhnya - Menghemat waktu
-Memiliki daftar yang komprehensif
CHAPTER 3 -Peneliti bisa fokus pada topik yang dicari (optimalisasi
search engine)
-Murah dari segi biaya
RESEARCH PROCESS : THE BROAD PROBLEM AREA
AND DEFINING THE PROBLEM STATEMENT Saat membaca literatur,catat masalah yang diteliti,rincian
disain studi (ukuran sampel dan metode pengumpulan
data) serta temuan akhir dari studi . Catatan-catatn ini
Broad problem area -> merupakan situasi dimana akan memfasilitasi penulisan tinjauan liteatur dengan
seseorang melihat suatu kebutuhan riset dan pemecahan efisiensi yang maksimal. Kegiatan ini disebut Survey
masalah. Isu itu dapat berupa : Literatur
- Masalah yang terjadi saat ini
-Area yang mesti ditingkatkan Contoh survey literatur (Topik : Efektivitas Organisasi)
-Isu konseptual yang diluruskan untuk memahami Ahli imu organisasi mendefenisikan keefektifakn
fenomena tertentu organisasi (OE) dalam berbagai cara. OE dijelaskan
-Pertanyaan riset yang ingin dijawab secara empiris berdasarkan objektifnya (Georgophulus dan
Tanrebauhm,1957) , Tujuan (Effioni,1960), Efisiensi (Katz
Contoh : Program pelatihan tidak seefektif yang diduga, dan Kahn,1966), akuisis sumber daya (Yuchtman and
Volume penjualan tidak kunjung meningkat seashore,1967). Sebagaimana dikatakan Coutler (2002)
Preliminary data collection ,ada sedikit konsensus pada bagaimana mengkonsepsikan
Berdasarkan sifatnya,data dapat diklasifikasikan menjadi dan menjalaskan OE .
tiga :
1. Latar belakang informasi (faktor konstkestual) Mendefinisikan rumusan masalah
2. Pengetahuan sebelumnya dari topik Rumusan masalah memperkenalkna masalah kunci yang
3. Data hasil observasi dari survey disampaikan dalam proyek penelitian. Sifatnya jelas dan
singkat pada isu spesifik yang akan diinvestigasi
Contoh data primer :
-Wawancara terhadap karyawan Tiga kriteria pada rumusan masalah :
-Membuat kuesioner 1. Relevan (sesuai)
2.Feasibel (mumpuni menjawab masalah)
Contoh data sekunder : 3.Menarik (memberi motivasi)
-Latar belakang perusahaan yang didapat dari publikasi
media ataupun website perusahaan Riset dikatakan relevan,jika diasumsikan peneliti dalam
-Kebijakan prosedur dan penentuan perusahaan didapat beberapa kondisi :
informasinya dari catatn dan dokumen perusahaan - tidak memahami topik sama sekali
-Data publikasi pemerintah - topik diketahui ,tapi pengetahuan belum tersusun rapi
- topik riset tersedia tapi hasilnya kontradiktif
Survey Literatur - hubungan yang tercipta tidak sama disetiap situasi
Dokumentasi atas tinjauan komprehensif atas data
sekunder (published/ unpublished) pada area spesifik yang Jenis-jenis format Referensi artikel :
mearik minat peneliti 1. American Psychological Associtaiton (APA)

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1445
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

2. Chicago Manual of Style (1993) -Lihat otorisasi izin penulis apakah memperbolehkan
3. Turabian Style (1996) pengutipan
Penggunaan penulisan referensi dengan format APA Contoh :
1. Buku dengan satu penulis In trying to differentiate dual-earner and dual
Leshin,c.b. (1997) Management on the world wide web. career families, Sekaran (1986) states:
Engewod clifs, NJ : Pretice Hall
Various terms are used to refer to dual-earner
2. Buku dengan lebih dari satu penulis (2-6 penulis) families: dual-worker families, two-paycheck families, dual-
Pertama menulis keseluruhan nama penulis ; income families, two-job families, and so on. Spouses in
Cornett,M. Wille, B.J. and Sankan,s. (1998) The pleasure of dual-earner families may both hold jobs, or one of the
nurturing .London: Mc Munster Publishing partners may hold a job while the other pursues a career
Untuk selanjutnya disingkat dengan nama awal penulis Proposal Riset
pertama dan sisanya digantikan dengan singkatan et al) Berisi elemen kunci yaitu :
Cornet,et al (1980) found that ...... 1. Tujuan penelitian
2. Rumusan masalah spesifik
3. Lebih dari satu buku,penulis yang sama,di tahun yang 3. Cakupan penelitian
sama 4. Relevansi penelitian
Roy,A (1998a) Theory of trade . New York : Mc Millan 5. Desain penelitian (sampling,metode pngeumpulan dan
publishing enterprises analisis data)
Roy,B (1998b) Traditional Trade . San Fransisco ,CA : Jersey 6. Jangka waktu
Baumer 7. Anggaran
8. Pilihan referensi (bibliography)
4. Artikel Jurnal
Barry,H (1996) Cross-cultural research with matched pairs CHAPTER 4
of societies, Journal of Social Psychology, 23-25,79
Jeanquart,S. & Peluchette,J. (1997) Diversitiy in Workforce
and Management models, Journal of Social wr RESEARCH PROCESS : THEORITICAL FRAMEWORK
studies,43,72-85 AND HYPOTHESIS DEVELOPMENT
5. Publikasi Konferensi
Yeshwart,M. (1998) .Revised thinking on Indian philosophy Langkah-langkah melakukan penelitian :
and religion. In S.Penattur (Ed.) Proceedings of Ninth 1. obeservasi
International Conference on Religion (pp.100-107(. 2. pengumpulan data awal
Boher,India : Bohar University) 3. rumusan masalah
4. kerangka teoritis
6. Disertasi doktoral/ Master 5.pembuatan hipotesis
Kiren,R.S (1997). Medical advances and quality of life. 6. desain riset ilmiah
Unpublished doctoral dissertation,Omaha state university 7. Pengumpulan data,analisis ,dan interpresasi
8. Deduksi
7. Paper Presentasi di Konferensi 9. Laporan tulisan
Bajaj,L.s. (1996,March 13_. Ractical tips for efficient work 10. Presentasi laporan
management. Paper presented at the annual meeting of 11. Pengam bilan keputusan manajerial
enterpreneurs,San Jose,CA
Kerangka teoritis
8. Manuskrip yang tidak dipublikasikan Menunjukkan apa yang kita percayai pada hal bagaimana
Pringle,p.s.(1991) Training and dvelopment in the 90s. fenomena tertentu (variabel atau konsep) terkait satu
Unpublished manuscript,Southern Illinois sama laindan pejelasan bagaimana hal itu dapat dipercayai
University,Diamondale,IL. (pembuatan teori)
9. Artikel Koran Langkah awal :
The new GM Pact (1998,July 28) Concord Tribune,P.I - identifikasi dan labeli variabel
-jelaskan hubungan antar variabel, formulasikan hipotesis
10. Sumber elektronik -jelaskan bagaimana pendugaan hipotesisnya
Author,I. (1998) Technology and immediacy of information
(Online). Available at hhtp ://www.bnet.act.com Variabel
Konsepsi atau gagasan yang memiliki perubahan nilai,tipe
variabel
Kutipan dalam Teks
-Ditulis tepat sebagaimana aslinya (sama dari segi Jenis-jenis variabel :
wording,puntuatuion,spelling,italics,dll) . 1. Variabel dependen -> tujuan akhir dari penelitian adalah
-Mencantumkan nomor halaman sebagai referensi untuk memprediksi variasi dari variabel ini
-Menggunakan (...) untuk mengindikasikan kalau ini
dianalisis dari sumber aslinya

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1446
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

2. Variabel independen -> mempengarhui variabel Survey literatur memberikan dasar kuat untuk membentuk
dependen secara positif atau negatif kerangka teoritis,mengidentifikasikan variabel yang
penting yang ditentukan oleh penemuan riset sebelumnya
3. Variabel moderasi -> Variabel kunatitatif /kualitatif yang
mempengaruhi arah/kekuatan hubungan antara variabel Kerangka teoritis mengelaborasikan hubungan diantara
independen dengan variabel dependen. Keberadaannya variabel,menjelaskan teori menyangkut hubungan ini,dan
memberi kontinjensi dan memodifikasi hungan antara menjelaskan sifat dan arah hubungan tersebut. Kerangka
variabel independen dengan variabel dependen teoritis memberikan dasar logika untuk membentuk
hipotesis yang bisa diuji.
4. Variabel intervensi (mediasi) -> variabel yang melapisi
waktu diantara variabel independen mulai berpengaruh Contoh :
pada variabel dependen dan waktu saat dampaknya mulai DELTA AIRLINES
terasa
Berdasarkan laporan,delta irlines menghadapi tuntutan
Contoh : atas pelanggaran keselamatan udara dimana ada beberapa
Teori awal dari diversitas tenaga berkontribusi pada kecelakaan yang hampir terjadi di udara,dan satu
efektivitas organisasi,karena setiap kelompok membawa kecelakaan yang menyebabkan 137 penumpang tewas
keahlian khusunya ke tempat kerja. Sinergi kreatif ini bisa pada tahun 1987.
dimanfaatkan jika manajer tahu bagaimana mengarahkan Empat faktor penting yang mempengaruhi adalah :
keahlian khusus dari kelompok kerja yang diverse,kalau 1.komunikasi yang buruk diantara kru di kokpit
tidak maka tidak akan berdampak apa-apa. 2.koordinasi yang buruk diantara staff lapangan dan kru di
kokpit
3.pelatihan yang minimal terhadap kru kokpit
4.filosofi manajemen yang menekankan struktur
desentralisasi
Apakah faktor-faktor ini berkontribusi pada pelanggaran
keselamatan ?
Variabel Dependen = pelanggaran keselamatan
Variabel Independen :
-komunikasi antar kru kokpit
-komunikasi antara kendali lapangan dan kru kokpit
-pelatihan untuk kru kokpit
-desentralisasi
Variabel Intervensi = Kegugupan dan ketidakberanian
Kerangka teoritis :
Dari hasil telaah literatur dan studi terhadap kasus
ditemukan bahwa semakin besar desentralisasi ,maka
semakin besar cakupan kominkasi tingkat bawah diantara
staff yaitu staff lapangan dan kru di kokpit,maka semakin
besar cakupan pelanggaran keselamatan udara.
Jika kru di kokpit kurang terlatih secara kontinyu, mereka
tidak akan tahu standar keselamatan,dan bisa gugup dan
tidak berani saat menangani situasi emergensi dan
menghindari kecelakaan,maka dari itu pelatihan yang
buruk meningkatkan pelanggaran keselamatan

Kerangka teoritis
-Merupakan desain dimana seluruh riset berititk tolak
-Dibentuk secara logis ,dideksripsikan,dan dielaborasi
dengan asosiasi antar variabel yang relevan dengan
rumusan masalah
Komponen dari kerangka teoritis :
1.variabel yang dianggap relevan terhadap studi harus
didefinisikan secara jelas
2. model konseptual yang menjelaskan hubungan diantara
variabel didalam model harus dicantumkan
3. penejlasan yang jelas harus diduga kenapa hubungan itu
ada
Hubungan antara survey literatur dan kerangka teoritis

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1447
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Ho = Hipoesis nol
AM = rata-rata etika kerja pekerja amerika
AJ = rata-rata etika kerja pekera jepang
3.) Ada hubungan antara umur dan kepuasan kerja (Non-
directional)
Ho:p=0
Ho=Hipotesis nol
P=0 korelasi tidak ada
4.) Tidak ada hubungan antara tekanan yang dialami di
pekerjaan dengan kepuasan kerja pekerja. (Non-
directional)
H0 : p = 0
H0 =Hipotesis nol
P = 0 tidak ada korelasi
Hipotesis alternatif
Merupakan lawan dari hipotesis nol, yaitu pernyataan yang
menyatakan hubungan dinatara dua variabel atau
Pembentukan Hipotesis mengindikasikan perbedaan diantara dua kelompok
Hipotesis -> hubungan logis antara dua atau lebih variabel Contoh :
yang dijabarkan dalam pernyataan yang daat diuji. 1.) Wanita lebih termotivasi daripada pria (Directional)
HA: M < w
Hipotesis bisa bersifat : HA: M > w = 0
Directional HA adalah hipotesis alternatif
Adanya indikasi arah mengenai hubungan antara variabel M adalah tingkat motivasi rata-rata bagi pria
(positif /negatif) w adalah tingkat motivasi rata-rata bagi wanita
contoh :
-Semakin besar stres yang dialami di pekerjaan ,semkain 2.) Ada perbedaan etika kerja antara pekerja dari amerika
rendah kepuasan kerja pegawai dan pekerja dari jepang (Non directional)
-wanita lebih termotivasi daripada pria HA: AM AR
HA = Hipotesis alternatifl
Non-Directional AM = rata-rata etika kerja pekerja amerika
Tidak ada indikasi arah hubungan antar variabel AJ = rata-rata etika kerja pekera jepang
Contoh :
-ada hubungan antara umur dan kepuasan kerja 3.) Ada hubungan antara umur dan kepuasan kerja (Non-
-ada perbedaan nilai etika diantara pekerja dari amerika directional)
dan pekerja dari jepang HA:p<0
HA=Hipotesis alternatif
Bentuk-bentuk hipotesis : P<0 korelasi negatif
Pernyataan Jika-mereka
Digunakan untuk menguji perbedaan dianara dua 4.)
kelompok
Contoh :
Pekerja yang lebih sehat akan lebih tidak sering sakit
Jika pekerja lebih sehat,maka mereka akan lebih tidak
seirng sakut
Hipotesis Nol
Proposisi yang memaparkan hubungan definitif dan jelas di
antara dua variabel. Hipotesis nol menjelaskan korelasi
populasi diantara dua variabel sama dengan nol . Hipoteis Ada Hubungan antara kualitas servis yang menentukann
nol mengekspresikan tidak ada hubungan signifikan kepuasan konsumen terhadap perpindahan konsumen
diantara dua kelompok variabel (Non-derectional)
Contoh : HA : p>0 Berkorelasi positif
1.) Wanita lebih termotivasi daripada pria (Directional)
H0: M = w
H0: M - w = 0 Tes statistik yang tepat
H0 adalah hipotesis nol Setelah hipotesis nol atau hipotesis alternatif di
M adalah tingkat motivasi rata-rata bagi pria fromulasikan, test statistik yang tepat bisa diaplkiasikan
w adalah tingkat motivasi rata-rata bagi wanita (Tes T dan Tes F)
,keduanya akan mengindikasikan apakah ada support
2.) Ada perbedaan etika kerja antara pekerja dari amerika ditemukan untuk hipotesis ini..
dan pekerja dari jepang (Non-directional)
Ho: AM = AR Contoh :
Ho: AM - AR = 0
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1448
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Seorang manajer produksi peduli terhadap rendahnya


tingkat output pekerjanya, dari artikel yang ia baca tentang Hipotesis :
kinerja pekerjaan ,disebutkan bahwa ada empat variabel 1. Semakin besar jangkauan stereotyping terhadap gender
yang penting tekrait kinerja yaitu : maka semakin kecil jumlah wanita yang berada di
-keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan manajemen pucak
-imbalan (rewards) 2. Manajer pria memliki akses lebih banyak kepada
-motivasi informasi penting dibanding manajer wantia dalam
-kepuasan kerja (job satisfaction) peringkat yang sama
3. Akan ada korelasi positif yang signifikan antara akses
Dalam beberapa artikel juga ditunjukkan bahwa hanya terhadap informasi dan peluang untuk promosi ke posisi
imbalan (rewards) yang mendorong kenaikan puncak
motivasi,kepuasan kerja,an kinerja tetapi tidak sebaliknya 4. Lebih besar stereotypie peran gender,semakin sedikit
akses terhadap informasi penting bagi wanita
Rumusan Masalah : 5.Stereotype peran gender dan akses terhadap informasi
Bagaimana kinerja (output) pekerja bisa meningkat melalui penting akan secara signifikan menjelaskan varians dalam
pengayaan jenis pekerjaan dan imbalan ? peluang promosi bagi wanita di posisi manaheen puncak
Contoh pembuatan kerangka teoritis
1.) Seorang administrator sekolah tertarik untuk
menyelidiki bagaimana kegiatan mogok para guru dapat
diatasi. Ia tahu bahwa tuntutan gaji dan lingkungan fisik
ruang kelas adalah isu utama dalam situasi ini. Dia merasa
bahwa kedua hal itu bukalahn perhatian utama bagi para
guru yang mendedikasikan dirinya sebagai pengajar.
Kerangka teoritis :
Karena administrator menganggap pemogokan sebagai hal
yang perlu diperhatikan, maka pemogokan para guru
adalah variabel dependen. Gaji dan lingkungan fisik adalah
variabel independen yang mempengaruhi terjadinya
pemogokan. Semakin besar tuntuan gaji ,semakin besar
keungkinan pemogokan, karena adminstrator seklolah
menolak kenaikan gaji. Semakin tidak nyaman ruang
kelas,semakin tidak efektif para guru untuk mengajar,dan
Hipotesis semakin besar kemungkinan mereka untuk mogok
HA1 : jika ada pengayaan pekerjaan dan seluruh keahlian
pekerja dimanfaatkan,maka kepuasan pekerja akan tinggi Hipotesis :
HA2 : Ada korelasi positif antara kepuasan dan motivasi H01 : Dedikasi ke pengajaran tidak akan mengubah
HA3 : Imbalan yang besar akan mempengaruhi motivasi hubungan antara variabel gaji dan lingkunga fisik kelas
dan kepuasan kerja hanya jika pekerja menganggap terhada[ variabel dependen yaitu keputusan guru untuk
imbalan itu menarik baginya,bukan bagi orang lain melakukan pemogokan
HA4 : Kepuasan dan motivasi akan mempengaruhi kinerja HA1 : Hanya guru yang tidak mendidikasikan dirinya
secara positif sebagai pengajar ,yang memerhatikan gaji dan lingkungan
HA5 : Semakin tinggi pengayaan pekerjaan dan semakin fisik kelas sebagi faktor peyebab mereka mogok
tinggi keahlian yang dimanfaatkan untuk pekerjaan
tersebut,maka akan semakin tinggi kinerja para pekerja 2.) Diketahui bahwa ada beberapa variabel yang
menentukan kemajuan seorang siswa dalam proses belajar
Contoh tinjauan literatur,kerangka teoritis,dan mengajar :
pembentukan hipotesis -memahami kebutuhan siswa
-membentuk strategi mengajar yang tepat
Pengantar (Introduction) -latihan dan contoh didalam kelas
Meskipun ada peningkatan dramtis pada wanita yang -keahlian siswa (student entry level skills) -> Varibel
menjadi manajer di satu dekade ini, jumlah wanita di posisi moderator
manajemen puncak masih kecil, hal yang dihadapi dalam -pemahaman siswa -> Variabel intervensi
hal ini adalah Glass Ceiling Effect (Morrison, W. & -performa siswa pada ujian
Vura,1999 ; Van Velsor,2000) -tingkat kesukaran ujian
Diketahui proyeksi demografis di tempat kerja bahwa -tekanan
setiap enam dari tujuh wanita yang emamsuki dunia kerja
di masa yang akan datang ,hanya akan ada tiga pria yang Kerangka teoritis :
bergabung pasar tenaga kerja, menjadi penting untuk Saat guru memahami kesulitan dan kebutuhan
memeriksa faktor organisaisi yang mempengaruhi siswanya, ia akan membentuk strategi belajar yang tepat
pendorong wanita menjadi manajemen pucak untuk memenuhi kebutuhan siswa untuk memahami apa
Studi ini adalah usaha untuk mengidentifikasikan yang dijarkan,pemahaman siswa akan meningkat pada
faktor-faktor yang menghalangi majunya wanita sebagai akhirnya
manajemen puncak di sebuah organisasi

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1449
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Sebagai tambahan, jika guru menggunakan beberapa Contoh : Sebuah pelayanan jasa ingin tahu mengapa
contoh untuk meletakkan poin-poin tertentu dan memebri konsumennya berpindah ke penyedia jasa lainnya ?
latihan di kelas untuk mengetes siswa sejauh mana
pemahamannya, maka tingkat pemahaman siswa akan Studi deksriptif
meningkat. Akan tetapi entry-level skills harus memadai Dilakukan untuk memastikan dan menjelaskan karakterisik
agar mereka paham apa yang diajarkan, jika hal ini renda variabel di situasi tertentu
maka usaha yang dilakukan pengajar akan tidak berguna. Contoh : Seorang manajer bank ingin tahu profile debitur
Tingkat kesukaran ujian juga faktor lain yang yang memiliki keterlambatan pembayaran utang lebih dari
diperhitungkan dalam kemajuan seorang siswa. Semakin 6 bulan. Maka akan dicari rincian umur rata-ratanya,
sukar ujuiannya,maka semakin tertekan siswa saat pendapatan, sifat pekerjaannya, statsu pekerjaaan (full
menjawab ujian tersebut,dan akan semakin rendah tingkat time/part time), dll. Ini akan membantu manajer tersebut
performanya di ujian. Maka dari itu tekanan adalah untuk menyelidiki informasi lebih lanjut dan memutuskan
variabel intervensi dalam hal ini orang seperti apa yang seharusnya tidak diberikan
pinjaman di masa yang akan datang.
Pengujian Hipotesis (Analisis/ Prediktif)
Merupakan studi yang melibatkan uji hipotesis yang
menjelaskan sifat hubungan tertentu,atau menetapkan
perbedaan dinatara beberapa kelompok atau independesi
keduanya atau faktor-faktor lain dalam situasi tersebut
Jenis-jenis Investigasi
Studi sebab-akibat (Causal study)
Dibutuhkan saat membentuk hubungan sebab-akibat yang
definitif
Contoh :
- Apakah Merokok menyebabkan kanker ?
-Kekhawatiran terhadap gempa bumi memprediksikan
hubungan sebab-akibat dari jumlah hancurnya rumah di
area tersebut yang layak mendapat kebijakan asuransi
Studi korelasi ( Correlational study)
Perlu untuk mengindentifikasi faktor penting terkait
masalah
Contoh :
- Apakah merokok dan kanker saling terkait ?
HA1 ; Hanya siswa yang memiliki entry-level skills yang -Peningkatan suku bunga dan pajak properti,resesi,dan
terbantu oleh latihan dan contoh di dalam kelas prediksi gempa bumi menyebabkan melambatnya bisnis
HA2 : Semakin sukar ujian,semakin besar tekanan yang real estate di negara itu.
dialami siswa
HA3 : Semakin tinggi tekanan ,maka semakinr endah Latar belakang studi
performanya di ujian Direkayasa (contrived ) ,contohnya latar buatan (artificial
HA4 : Jika murid memahami subjek secara setting)
memadai,mereka akan memiliki performa yang baik saat Tidak direkayasa (non-contrived), contohnya lingkungan
alami dimana kegiatan kerja berjalan secara normal
CHAPTER 5
Jangkauan peneliti melakukan campur tangan (
interference) terhadap studi
RESEARCH PROCESS : ELEMENTS OF RESEARCH Jangkauan interferensi dengan aliran normal di tempat
DESIGN kerja memiliki pengaruh langsung apakah studi yang akan
diambil bersifat sebab-akibat atau korelasional
ujian
Studi korelasional dilakukan di lingkungan alami dari
Desain Riset organisasi dengan interferensi minimum oleh peneliti
Dalam tahapan ini, perlu dibuat semacam desain untuk dengan aliran normal dari kerjanya
riset yang mana data yang akan dikumpulkan dan dianalisa
sampai pada sebuah solusi Pada studi sebab-akibat peneliti mencoba memanipulasi
variable tertentu sehingga berefek pada variabel
Tujuan Studi dependen. Peneliti merubah variabel terentu dalam setting
Terbagi atas tiga yaitu : Eksploratif, deksriptif,dan dan menginterferensi kejadian sebagaimana seolah - olah
pengujian hipotesis terjadi secara normal di organisasi
Studi eksploratif Jenis jenis campurtangan (Interference) :
Dilakukan saat tidak banyak hal diketahui dari situasi
tersebut, atau tidak ada infromasi tersedia pada masalah Minimal interference
yang sama atau isu riset telah diselesaikan di masa lalu Contoh :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1450
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Seorang administrator Rumah sakit ingin memeriksa Eksperimen Laboratorium (Lab Experiments) -> Studi yang
hubungan antara persepsi dukungan emosional di dalam dilakukan untuk menemukan hubungan sebab-akibat di
sistem terhadap stres yang dialami oleh staf perawat. Ia dalam lingkungan rekaan dan secara ketat dikendalikan
ingin melihat dari sisi studi korelasional. Peneliti akan
mengumpulkan data dari perawat (lewat kuesioner) untuk Jenis studi
mengindikasikan sebarapa banyak dukungan emosional 1. Studi Lapangan (Field Study)
mereka dapatkan di rumah sakit dan sejauh apa mereka Contoh :
mengalami stres . Dengan mengkorelasikan kedua variabel Manajer Bank ingin menganalisa hubungan antara tingkat
maka jawaban akan ditemukan. Dalam kasus ini peneliti suku banga dan pola tabungan dari nasabah. Kedua
tidak melakukan interference terhadap aktivitas normal di variabel di korelasikan dengan melihat tabungan dalam
rumah sakit. beberapa jenis ( tabungan biasa, sertifikat deposito,
Interest-bearing checking accounts) saat tingkat suku
Moderate interference bunga berubah . Riset dilakukan di setting yang tidak
Contoh : direkayasa (Non-contrived).
Adminstrator rumah sakit tersebut menetapkan hubungan
sebab akibat antara kedua variabel dan 2. Eksperimen Lapangan (Field Eksperimen)
mendemonstrasikan jika perawat memiliki dukungan Contoh :
emosional yang akan membuat mereka berkurang Manajer Bank ingin menentukan hubungan sebab-akibat
stresnya. antara tingkat suku bunga dan bujukan kepada nasabah
Peneliti akan menghitung tingkat stres di tiga bangsal di untuk menyimpan uang di bank. Peneliti memilih empat
rumah sakit,dan memanipulasi dukungan emosional sekali cabang dalam radius 60 km untuk eksperimen ini. Selama
seminggu,dan menghitung tingkat stres di periode satu minggu ia mengiklankan suku bunga tahunan deposito
tersebut. di cabang sbb :
Bangsal 1 : Peneliti akan menyuruh dokter dan teknisi lab Cabang 1 : 9% Cabang 3 : 10%
memberi dukungan emosional saat mereka stres Cabang 2 : 8% Cabang 4 : 5% (tidak berubah)
Bangsal 2 : Peneliti hanya menyuruh dokter untuk
memberi dukungan emosional pada perawat Riset ini adalah eksperimen lapangan karena tingkat suku
Bangsal 3 : Beroperasi tanpa dukungan emosional bunga dimanipulasi,sementara aktivitas lain normal.
Jika teori peneliti tepat,makan pengurangan stres akan 3. Eksperimen laboratorium (Lab Experiment)
terjadi signifikan pada bangsal 1, moderat pada tingkat 2 Contoh :
,dan tidak terjadi perubahan pada bangsal ke-3. Peneliti membuat lingkungan buatan dengan memilih 40
mahasiswa jurusan bisnis tingkat akhir di usia yang sama.
Excessive interference Mahasisw aitu dibagi dalam empat kelompok dan diberi
Contoh : $1000, dan meberi mereka opsi unutk
Selama minggu eksperimen tersebut, perawat tidak membelanjakannya,menyimpannya,atau keduanya.
mengalami stres karena tidak ada penyakit serius atau Peneliti menawarkan bunga jika mereka menyimpannya :
pasien yang meninggal di bangsal-bangsal tersebut, Maka Grup 1 : 6% Grup 3 : 9%
dukungan emosional tidak berpengaruh pada tingkat stres, Grup 2 : 8% Grup 4 : 1 % (tidak berubah)
maka peneliti memeprtimbangkan hal tersebut sebagai
faktor eksternal dan mengendalikan faktor tersebut. Disini peneliti membentuk lingkungan laboratorium buatan
karena memanipulasi tingkat suku bunga tabungan,di sisi
Mengendalikan faktor eksternal lain subjek memiliki latar belakang yang sama
Contoh :
Peneliti melakukan penelitian pada tiga kelompok Jenis-jenis populasi
mahasiswa kedokteran di ruang berbeda dengan tugas 1. Individu
berbeda,ketiganya diperintahkan untuk menjelaskan Contoh : pegawai perseorangan ,anggota staf
prosedur bedah secara rinci pada pasien yang tidak
merespon kemoterapi. 2. Dyads (dua kelompok berlawanan)
Grup 1 : Terdapat dokter yang membantu mengklarifikasi Contoh : Suami-istri , atasan-bawahan, mentor-peserta
Grup 2 : Dokter berada di dekat lokasi,akan membantu jika pelatihan
diminta
Grup 3 : Tidak ada dokter yang membantu 3. Kelompok
Contoh :Tiga kelompok pengguna Sistem ifnormasi
Dalam contoh diatas bukan hanya support yang (Departemen produksi,departemen penjualan,dan
dimanipulasi tapi setting juga merupakan rekaan. Peneliti departemen operasi)
telah camur tangan maksimal pada studi ini.
4. Organisasi
Study Setting : Contrived (rekaan) dan Noncontrived Contoh : divisi penjualan, industri manufaktur
(bukan rekaan)
5. Regional
Eksperimen lapangan (Field Experiments ) -> Studi yang Contoh : negara prancis, daerah operasi asia timur
dilakukan untuk mencari hubungan sebab akibat
mnggunakan lingkungan yang sama dimana karyawan Horison Waktu
melakukan aktivitas secara normal 1.) Studi lintas bagian (Cross-sectional studies )
- potret konstruksi satu titik di satu waktu

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1451
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- penggunaan sampel representatif hipotesis dapat diuji dan ditemukan jawaban atas isu riset
yang kompleks
2.) Studi lintas bagian jamak (Multiple cross-sectional
studies) Ada dua jenis variabel
-konstruksi dihitung dalam berbagai titik di satu waktu -Objektif -> bisa diukur (contoh : lama bekerja, jumlah
-penggunaan sampel berbeda produk diproduksi)
-Subjektif -> tidak dapat diukur (contoh : tingkat
3.) Studi longitudinal pemahaman, persepsi individual, peluang promosi)
-konstruksi dihitung dalam berbagai titik di satu waktu
-penggunaan sampel yang sama = panel yang sebenarnya Salah satu cara untuk mengukur variabel-variabel ini
dengan mengurangi gagasan pada abstrak untuk
Cross sectional VS Longitudinal mengamati perilaku dan karakteristik
Contoh : Sebagai contoh, concept of thirst , kita tidak bisa melihat
-Sebuah perusahan obatberniat berinvestasi didalam riset rasa haus. Kita menentukan tingkat keauhsan dengan
pil sakit kepala melakukan survey pada penderita sakit menghitung jumlah air yang diminum seseorang
kepala untuk melihat seberapa tertarik mereka terhadap
pil tersebut. Data ini dikumpulkan satu waktu di satu Defenisi Operasional : Dimensi dan elemen
titik,maka desainnya cross-sectional Definisi operasional -> Pernyataan spesifik terhadap
dimensi dan elemen yang membuat konsep dapat diukur
-Manajer pemasaran tertarik melacak pola penjualan
produk tertentu di empat area berbeda di satu negara Operasional -> Dilakukan dengan cara melihat dimensi
selama 2 tahun dalam basis kuartalan. Karena data perilaku,atau hal-hal yang menjadi catatan atas
dikumpulkan beberapa waktu untuk menjawab isu yangs konsep,yang kemudian diterjemahkan kedalam elemen
ama maka studi ini adalah longitudinal yang dapat diukur dan diamati. Operasional menentukan
konsep melibatkan beberapa langkah
Study Case
Seorang supervisor berpikir bahwa efisiensi yang rendah Contoh : Melakukan operasional di dalam konsep
pada operator mesik berhubungan langsung dengan motivasi pencapaian
tingkat asap di pabrik. Ia ingin membuktikan kepada Apa dimensi perilaku atau karakterisik yang kita harap
atasannya tentang hal ini melalui studi riset untuk ditemukan pada orang yang memiliki motivasi
pencapaian yang tinggi ?
Jenis investigasi : Hubungan sebab akibat
Tujuan studi : Pengujian hipotesis (Studi analisis) Orang yang memiliki motivasi pencapaian yag tinggi akan
Jenis studi : Eksperimen lapangan memiliki lima jenis karakter yang disebut dimensi
Jenis populasi : Individu Contoh :
Horison waktu : Longitudinal (dua titik waktu = efisiensi - akan dicapai dengan bekerja
saat munculnya asap dan efisiensi saat asap divariasikan -tidak ada mood untuk bersantai
dan dimanipulasikan) -lebih memilih bekerja sendiri daripada bersama-sama
-terlibat dalam pekerjaan menantang daripada yang
mudah
-suka mendapatkan umpan balik dari koleganya dan
atasannya untuk mengetahui progressnya
CHAPTER 6
Karakter ini dipecah lagi dalam elemen-elemen
:
MEASUREMENT OF VARIABLES : OPERATIONAL Dimensi 1 : akan dicapai dengan bekerja
DEFINITION -bekerja sepanjang waktu
-menghindari senggang saat bekerja
-tekun bahkan saat menghadapi kemunduran
Pengukuran( Measurement) Ketiga hal tadi bisa dihitung dengan menggunakan
Penggunaan serangkaian angka/simbol yang dikaitkan kuesioner
erhadap karakteristik/atribut bjek sesuai serangkaian
aturan yang belum dirinci Dimensi 2 : tidak ada mood untuk bersantai
Tingkat keengganan untuk bersantai bisa dihitung dengan
Karakteristik Objek pertanyaan berikut:
Contoh objek : manusia, Specialized Business Unit, negara, - seberapa sering kamu berpikir tentang pekerjaan saat
peralatan dapur, restoran, shampo ,yogurt, dll. kamu jauh dari tempat kerja ?
Contoh karakteristik objek : Tendensi, pencapaian -apa hobimu ?
motivasi, efektivitas organisasi, panjang,berat,keragaman -bagaimana kamu mengahabiskan waktu saat jauh dari
etnis, kualitas pelayanan,dll tempat kerja ?
Pengukuran variabel Dimensi 3 : lebih memilih bekerja sendiri daripada berkerja
Pengukuran variabel dalam kerangka teoritis adalah bagian bersama-sama
integral dari riset dan aspek penting dari desain riset.
Hanya jika variabel diukur dengan cara tertentu maka

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1452
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Individu dengan motivasi pecapaian yang tinggi tidak 8. Sejauh mana anda lebih memilih bekerja sendiri
sabaran menghadapi orang yang tidak kapabel dan tidak dibanding bekerja bersama orang lain?
suka bekerja sama dengan orang lain 9. Seberapa kecewa anda saat tidak mencapai target yang
anda tetapkan?
Dimensi 4 : terlibat pada pekerjaan yang menantang 10. Seberapa jauh anda memilih pekerjaan yang sulit dan
daripada yang mudah menantang daripada ynag mudah dan bersifat rutin ?
-mereka tidak suka pekerjaan rutin 11. Selama 3 bulan terakhir,seberapa sering anda mencari
-suka tantangan moderate,daripada yang di luar umpan balik dari atasan terhadap performa yang anda
kapasitasnya lakukan?
12.Seberapa sering kamu mencoba mencdaoat umban
Dimensi 5 : suka mendapat umpan balik dari atasan dan balik atas kinerja dari rekan kerja anda seloama 3 bulan
koleganya untuk mengetahui progress nya terakhir?
-tanyakan umpan balik atas pekerjaan yang telah 13.Seberapa sering anda frustasi saat orang lain tidak
dilakukan,baik positif atau negatif memberi umpan balik atas progress yang anda lakukan ?
Hal yang tidak relevan pada definisi Operasional
- definisi operasional tidak menjelaskan korelasi atas
konsep
-definisi operasional tidak terdiri dari penjabaran
alasan,antiseden, konsekuensi,atau korealsi terhadap
konsep,tetapi menjelaskan karakteristik yang dapat
diamati untuk menetukan konsep.
Contoh :
Motivasi pencapaian dan kinerja serta kesuksesan bisa saja
berkolerasi. Tapi kita tidak dapat mengukur tingkat
motivasi seseorang melalui kesukesan dan kinerjanya,
keduanya merupakan konsekuensi atas pencapaian
motivasi, tetapi juga keduanya tidak dihitung dari hal itu
Jika kita menilai pencapaian motipasi dengan kinerja
sebagi titik tolak,kita akan mengukur konsep yang salah.
Alih-alih menghitung motivasi pencapaian (variabel) kita
malah menghitung kinerja,variabel yang tidak menjadi
fokus dalam penelitian kita
Contoh : Operasionalisasi konsep pembelajaran
Pembelajaran adalah konsep penting dalam setting
pendidikan. Cara menentukan konsep abstrak yang disebut
sebagai pembelajaran :
1. Tentukan konsep secara operasional (tentukan
dimensinya)
2. Jabarkan kedalam perilaku yang dapat diamati dan
dihitung (elemen-elemennya)
Dimensi pembelajarannya :
1. Pemahaman akan pelajaran di ruang kelas
2.Retensi akan pemahaman pelajaran
3.Alikasi atas apa yang dipelajari
Jawaban atas pertanyaan berikut dari responden bisa Istilah-istilah ini disebut abstrak, dengan ketiga elemen ini
menjadi satu cara mencabangkan tingkat motivasi maka bisa ditentukan konsep dari pembelajaran. Skema
pencapaian (achievement motivation).Peneliti harus diagram dibawah ini bisa dipakai untuk memahaminya
menanyakan tentang elemen dari konsep : secara komprehensif :
1. Sejauh mana anda akan menekan diri anda untuk
melakukan pekerjaan tepat waktu ?
2. Seberapa sulit bagi anda untuk melanjutkan pekerjaan
setelah kegagalan terjadi di awal?
3.Seberapa sering anda mengabaikan hal personal karena
fokus pada pekerjaan ?
4. Seberapa sering anda memikirkan pekerjaan saat berada
di rumah ?
5. Seberapa sering anda melakukan hobi anda?
6. Seberapa banyak anda berkonstentrasi saat mencapai
tujuan ?
7. Seberapa terganggu anda saat melakukan kesalahan?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1453
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Dalam konsep ini yang bukan merupakan definisi CHAPTER 7


operasional adalah emnghitung variabel usaha guru,maka
jangan fokus pada variabel ini karena akan menjadi bias
oh : Definisi operasional atas konsep dari Stress (tekanan) EXPERIMENTAL DESIGN

DESAIN EKSPERIMEN
Terbagi atas dua kategori :
1. Eksperimen yang dilakukan dalam lingkungan yang
dikendalikan aatau buatan, dikenal juga sebagai
eksperimen laboratorium
2. Esperimen yang dilakukan di lungkungan alami dimana
aktivitas ecara umum terjadi ,dikenal juga sebagai
eksperimen lapangan
Desain eksperimen dibentuk untuk memeriksa hungan
sebab dan akubat diantara variabel. Studi korelasi
memeriksa hubungan diantara variabel tanpa harus
menetapkan apakah satu variabel mempengaruhi satu
sama lain
Untuk membentuk variabel X menyebabkan Y, maka tiga
kondisi ini harus dipenuhi :
1. X dan Y harus covary (jika salah satu naik,yang lain juga
naik atau sebaliknya)
2. X (faktor kasual) harus mendahului Y. Dalam kata lain,
harus ada urutan waktu dimana keduanya terjadi.
3. Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi perubahan
dapat variabel dependen Y
Untuk menetapan hubungan kausal diantara kedua
variabel,beberapa variabel bisa covary dengan variabel
dependen yang akan dikontrol . Kontrol ini akan membuat
Contoh : Definisi operasional atas konsep Pengayaan kita bisa mengatakan variabel X sendiri mempengaruhi
pekerjaan (Enriched Job) variabel dependen Y
Causal research
Merupakan penelitian yang dilakukan untuk
mengidentifikasi hubungan sebab-akibat diatara variabel
dimana penelitian telah didefinisiakn dalam ruang lingkup
yang lebih sempit
Bukti atas kausalitas
1. Covariation

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1454
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

-bukti bahwa X dan Y terjadi dan bervariasi bersama untuk


memprediksi hipotesis Completely randomized design
2. Urutan waktu terjadinya variabel
-bukti yang menunjukkan X terjadi sebelum Y
3. Eliminasi faktor penyebab lain
-bukti yang membuat terjadinya eliminasi faktor selain X
sebagai penyebab Y
4. Penjelasan logis
-tentang bagaimana variabel independen mempengaruhi
variabel dependen
Eksperimen
Metode pengumpulan data dimana satu atau lebih variabel
independen dimanipulasi untuk mengukur efeknya
terhadap variabel dependen, dimana mengendalikan
varibel eksogen untuk menguji sebuah hipotesis
Randomied block design
Hubungan sebab dan akibat ditetapkan oleh :
-manipulasi variabel independen
-mengendalikan faktor eksogen
Manipulasi variabel independen
Manipulasi : menciptakan tingkatan berbeda dari variabel
independen untuk menilai dampaknya pada variabel
dependen
Treatment levels : kelompok alami aau arbiter yang dibuat
peneliti didalam variabel independen
Bukti kausalitas : covariation(prbedaan antara kelompok),
time order control
Variabel eksogen pretest and posttest experimental group design
Mengendalikan variabel eksogen dengan cara :
-mengeliminasi faktor penyebab lain yang mungkin
-mengeliminasi penjelasan alternatif
Dua jenis variabel eksogen :
1. terkait dengan partisipan
Selection bias -> penugasan partisipan ke kelompok
eksperimen secara tidak tepat Latin square design
-matched gorups : memasangkan kelompok berbeda
sedekat mungkin berasarkan umur,minat,keahlian,dsb
-random assignment : secara acak meletakkan anggota ke
kelompok dengan perlakuan beberda, Perbedaan akan
terdistribusi secara acak. Bias sitematis akan berkurang
-kontrol statistik : menghitung bariabel eksternal dan
menyesuaikan efeknya melalui metode statistik
Mortalitas -> kehilangan partisipan selama eksperimen
2. Terkait dengan faktor lingkungan
-History effects : kejadian eksternal yang terjadi diwaktu
yang sama yang mempengaruhi variabel dependen
- Maturation effects : mengubah partisipan sebagai
lintasan waktu yang mempengaruhi variabel dependen
- Testing effects : eksperimen itu sendri yang
mempengaruhi respon
Efek pengujian utama : respon sebelumnya mempengaruhi
respon sesudahnya
Efek pengujian interaktif : respon sebelumnya
mempengaruhi persepsi variabel independen
Efek instrumentasi : perubahan dalam pengukuran
instrumen
Contoh desin eksperimen
Time series design
Validitas
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1455
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Validitas internal : penentuan apakah efek disebabkan WAWANCARA


manupulasi dari perlakuan terhadap variabel eksogen Struktur wawancara baik yang terstruktur ataupun tidak
Validitas eksteral : penentuan apakah ada efek sebab ,memiliki beberapa bentuk :
akibat yang ditemukan didalam eksperimen bisa 1. Wawancara tatap muka
digeneralisasi 2. Wawancara melalui telepon
3. Computer-assisted interview
4. Wawancara melalui media elektronik
PERTEMUAN 8
Wawancara tidak terstruktur (Unstructured Interviews)
DATA COLLECTION METHOD : PRIMARY AND Dilabelkan demikian karena pewawancara tidak melakukan
SECONDARY tahapan dan urutan sistematis atas pertanyaan yang
ditanyakan ke responden. Tujuan wawancara tidak
terstruktur adalah memunculkan isu awalnya ke
SUMBER DATA permukaan sehingga peneliti bisa menetukan variable apa
Data Primer yang butuh investigasi lebih dalam lagi
Informasi yang dikumpulkan dari tangan pertama peneliti
terhadap variable of interest untuk tujuan penelitian yang Wawancara terstruktur(Sstructured Interviews)
spesifik. Merupakan wawancara yang dilakukan saat outset (awalan
Contoh : Individu, focus group,panels,kuesioner internet yang diketahui) dari informasi yang dibutuhkan sudah
diketahui. Pewawancara sudah memiliki pertanyaan yang
Data sekunder ditentukan untuk ditanyakan ke responden apakah secara
Informasi yang dikumpulkan dari sumber yang sudah ada personal,lewat telepon,atau melalui media komputer.
Contoh : Arsip perusahaan, publikasi pemerintah, analisis Pertanyaannya akan berfokus kepada faktor-faktor yang
industri yang ditulis oleh media, website, dan lain-lain mengemuka selama wawancara dianggap relevan
terhadap masalah.
METODE PENGUMPULAN DATA
Merupakan bagian integral dari sebuah desain penelitian Teknik bertanya
(research design). Ada beberapa metode pengumpulan 1. Funneling
data yang mana memiliki kekurangan dan kelebihan Pada awal wawancara yang tidak terstruktut, sangat
masing-masingnya ,yaitu : disarankan untuk bertanya Pertanyaan yang terbuka
1. Interview untuk mendapat ide yang luas dan membentuk beberapa
2. Kuesioner impresi atas situasi.
3. Metode pengumpulan data lainnya Contoh pertanyaan :
-Apa perasaan anda selama bekerja di Organisasi ini ?
PRINSIP DESAIN KUESIONER
2. Unbiased question
Adalah penting untuk bertanya dengan cara yang
memastikan terjadi bias yang paling sedikit dalam respon
yang diberikan responden.
Contoh :Beritahu pada saya bagaimana pengalaman anda
di dalam pekerjaan anda ... (pertanyaan ini lebih baik
daripada Pekerjaan yang anda lakukan pasti
membosankan,saya ingin tahu bagaimana pengalaman
anda bekerja disini)
3. Clarifying Issues
Untuk memastikan bahwa peneliti memahami isu
sebagaimana responden berniat merepson atas isu
tersebut, sangat disarankan untuk melakukan restate atau
rephrase pada informasi pentung yang diberikan
responden.
Contoh :
ada kebijakan promosi yang tidak adil di perusahaan ini,
senioritas tidak diperhitungkan. Hanya junior yang selalu
mendapat promosi
Pertanyaan ini harusnya tidak terang-terangan ditanyakan
tapi diselipkan seperti berikut :
Jadi anda katakan bahwa junior selalu dipromosikan lebih
banyak bahkan dibandingkan senior-senior yang memiliki
kapasitas ?
Bantulah responden untuk berpikir melalui isu tersebut,
Jika responden tidak mampu memngatakan persepsinya
dan menjawab Aku tidak tahu , peneliti harus bertanya
dengan cara sederhana (Rephrase) .

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1456
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Contoh :
apa pekerjaan yang lebih anda sukai : melayani pelanggan Wawancara melalui telepon
atau pekerjaan administratif ? Kelebihan :
1. Mengurangi ketidaknyamanan bertatap muka
4. Taking Notes 2. Bisa cepat (dalam sehari telepon bisa dilakukan berkali-
Saat melakukan wawancara, adalah penting bagi peneliti kali)
untuk membuat catatan tertulis saat wawancara dilakukan, 3. Berbiaya relatif lebih rendah
atau segera setelah wawancara selesai. Pewawancara
harus tidak bergantung pada ingatannya. Informasi Kekurangan :
semacam yang berdasarkan ingatan akan menjadi bias 1. Jangka waktu wawancara terbatas
terhadap penelitian.Wawancara bisa juga direkam jika 2. Tingkat respon yang rendah
responden tidak menolaknya. 3. Tidak ada Facial expressions
Computer-assisted Interviewing TIPS MELAKUKAN WAWANCARA
Responden bisa dengan mudah menginput jawaban -wawancara bisa direkam seizin responden
mereka melalui software komputer. Kelebihan metode ini -kamera bisa dugunakan untuk menangkap Nonverbal cues
adalah mampu melakukan Indexing atas respon dan bisa dari responden,dan bisa dipelajari dengan santai oleh
mengunpulkan data (data retrieval dalam waktu yang peneliti
sangat cepat). Ada dua jenis Computer-assisted interview : -adanya sesi latihan tanya jawab untuk meningkatkan
reliabilitas
- Computer-assisted telephone interviewing (CATI)
Digunakan oleh organisasi rise, Monitor komputer MELAKUKAN PENYEBARAN KUESIONER
memnculkan pertanyaan dengan bantuan software, -secara personal
komputer memilih secara acak kumpulan nomor -dikirim melalui email
telepon,dan melakukan suvery singkat dengan voice- -melalui media elektronik
activated telephone interviwes data dianalisa kemudian. -teknik-teknik lain
Metode ini bisa juga dilakukan di lapangan dengan
bantuan komputer portable Desain kuesioner
- Computer-assited personal interviewing (CAPI) Kuesioner di formulasikan, dengan mencantumkan
Metode ini butuh investasi besar pada hardware serangkain pertanyaan dimana responden mencantumkan
dansoftware. Tapi cara ini bisa memudahkan pengumpulan jawabannya
infromasi dan analisis yang lebi cepat, namun agar efektif
dari segi biaya aka survey secara besar harus sering Langkah-langkahnya :
dilakukan untuk menutup biaya investasi atas prorgam ini 1.tentukan isi dari kueosioner
2.tentukan bentuk responnya
Computer Aided survey services -tentukan diksi pertanyaan yang tepat (Question wording )
Organisasi yang mengkhususkan pelayanan jasa -tentukan urutan pertanyaan
mengumpulkan data. Misalnya National Computer -tulis paragraf pernyataan (introduksi) dihalaman depan
Network (NCC).
Kelebihannya : Question Wording
-data bisa langsung dianalisis meskipun survey masih Dalam proses penyusuan pertanyaan bisa menggunakan
dalam progress melalui transmisi internet pernyataan negatif atau positif
-data bisa secara otomatis diberishkan errornya saat Contoh :
dikumpulkan 1. Dresdner memiliki servis perbanan berkualitas tinggi
-bias dari Ordering effects bisa diminamilisir dengan pola 2. Dresdner memiliki dukungan operasional konsumen
penawalan yang acak yang buruk
-pola pelewatan otomatos (skip patterns) misalnya if the Hindari pertanyaan double negatives
answer of this question is NO ,skip to question #19
-Pertanyaan bisa diatur untuk menyesuaikan pemahaman Kelebihannya
responden atas pertanyaan yang akan diajukan -mencegah pertanyaan berulang
-mencegah pertanyaan ambigu
Wawancara personal -memilih kata-kata yang umum
Kelebihan : -menghindari kata-kata yang memunculkan bias
1. Bisa mengklarifikasi keraguan atas kuesioner -mengindari recall dependend questions
2. Bisa mendapat isyarat nonverbal (nonverbal cues) -lebih disukai dari sisi sosial (social desirability)
3. Memiliki respon yang tinggi atau kooperatif
4. Bisa menggunakan alat bantu visual Urutan pertanyaan
Kekurangan :
1. Berbiaya tinggi dan butuh waktu yang intensif
2.Keterbatasan geografis
3. Masih ada kemungkinan bias pada respon (kerahasiaan
sulit dipastikan)
4. Beberapa responden tidak suka berbicara pada orang
yang tak dikenalnya
5. Trained Interviewers

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1457
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

-tingkat kerahasiaan (confidentality)


-ucapan terima kasih kepada responden
Contoh I :
Seorang Manajer produksi ingin menilai reaksi terhadap
Blue-collar wokers di departemennya terhadap pengenalan
sistem Computer integrated Manufacturing (CIM). Ia ingin
mengetahui bahaimana persepsi mereka atas efek CIM
pada :
a. pekerjaan mereka di masa depan
b. pelatihan tambahan yang akan mereka dapatkan
c. peningkatan karir di masa yang akan datang
Guidelines for questionnaire design
Data dapat diklasifikasi berdasarkan informasi personal Rancanglah awalan tampilan kuesioner utuk manajer
seperti umur,tingkat pendidikan,status pernikaha,dan produksi tersebut !
pendapatan. Jika tidak benar-benar diperlukan ,jangan
tanyakan nama responden. Terserah kepada peneliti Questionnaire
mencantumkan informasi personal nresponden dibagian
depan atau belakang kuesioner. Jordan Software Enterprises
Adalag cukup baik jika bertanya informasi persona dengan P.O.Box 2231
cara memberikan serangkaian cara menjawab,daripada Amman-Jordan
pertanyaan langsung, Misalnya variabel-variabel berikut
ini: Date-----
Dear Employee,
Age (years) Annual Income As we had discussed in our meetings, Computer
Under 20 Less than $20,000 Integrated Manufacturing (CIM) will form a part of our
20 30 $20,000-30,000 operations in the future. We would like to know how you
31 40 $30,001-40,000 visualize certain aspects of the future environment as we
41 50 $40,001-50,000 introduce the changes.
51 60 $50,001-70,000 Please take a few minutes to complete this short
Over 60 $ Over 70,000 questionnaire and return it to the locked box in the
headquarter office.
PRINSIP PENGUKURAN
Ada beberapa prinsip pengukuran yang harus diikuti untuk Thank you for responding within the next five days.
memastikan data yang terkumpul tepat untuk menguji Ahmad Rasheed
hipotesis kita. Ini mengacu pada teknis Scaling yang
digunakan dalam konsep pengukuan sebagaimana Production Manager
assessment dari reliability dan validity dari pengukuran
yang dilakukan .Skala yang tepat harus digunakan
tergantung pada jenis data yang harus dikumpulkan, Jika
memungkinkan, Interval dan ratio scales harus digunakan
dalam meilih skala nominal atau ordinal.Setelah data
didapat, kecakapan data dinilai melalui tes Validitas dan
Reliabilitas.
- Validitas memnujukkan seberapa baik instrumen teknik
atau proses pengukuran sebagai komsepsi
-Reliabilitas mengindikasikan seberapa stabil dan konsisten
instrumen mengetuk variabel
BENTUK UMUM DARI KUESIONER
Adalah penting untuk memerhatikan bagaimana tampilan
kuesioner, Kuesioner yang atraktif dan rapi memiliki unsur
berikut :
-introduksi yang baik
-pertanyaan yang sistematis
-memberikan instruksi dan arahan
-penyusunan yang baik
Cover letter
Adalah halaman introduksi di awal kuesioner. Didalamnya
memuat :
-identifikasi peneliti
-motivasi responden untuk mengisinya
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1458
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

1. Personal Information Sebelum merancang kuesionernya, kita harus membuat


daftar variabel yang ingin dipakai dan secara operasional
Job Status Number of years Worked in the mendefinisikan konsep yang lebih abstrak.
Department
Variabel demografis membantu menjelaskan sampel,atau
--Machinist -- Less than 1 bisa mempengaruhi keterlibatan (atau keterasingan) para
--Inspector -- 1-2-- pegawai, tingkat kepuasaannya dan hubungan diantara
kedua hal tersebut .
--Forman -- 3-5
--Surveyor -- 5-10 Definisi operasional atas Involvement akan mencakup
-- Other -- Over 10 years dimensi dimana pekerjaan menjadi inti minat individu dan
kebahagiaan utama ditentukan oleh pekerjaan. Low
Involvement bisa dianggap sebagai Pengasingan
2. Your Opinion regarding the following. (Alienation)
Please circle the appropriate number for each of the Definisi operasional atas satisfacion akan mencakup
following items using the scale below. dimensi kepuasan dari berbagai aspek lingkungan kerja
seperti Gaji,supervisi,promosi,dll.
Strongly Neither Agree Strongly
Agree Agree Nor Disagree Disagree Disagree
1 2 3 4 5 .
. Questionnaire
1. I will need additional training 1 2 3 4 5 Mideast Company, Inc.
P.O.Box 2345
to work in the changed Amman-Jordan
environment.
December 4, 2006
2. The new system will offer me 1 2 3 4 5 Dear Employee,
better opportunities for As the president of your company, I am interested in
conducting a mini survey on your reactions to working in
advancement. this organization. Your responses would give me an
3. The opportunities for training 1 2 3 4 5 indication of any changes that may be necessary for
will have to be enhanced with offering you a better quality of work life. Your honest and
straightforward answers will aid me to help you. I do not
CIM. need your names- only truthful answers. Suggestions from
4. I am not sure if CIM will need 1 2 3 4 5 you will be implemented by a Committee if considered
suitable.
all the people we now have in Thank you for responding within a weeks time.
this department. My best wishes
Mohammad Al-Farouki, President
5. I feel that most of us may not 1 2 3 4 5
have better opportunities for future Please check the blanks most appropriate for the items
promotions in the new manufacturing below.
1. Personal Data
environment. Department in which you are working: .
6. Most of us will need special 1 2 3 4 5 i. Age (years) ii. Education iii. Sex
- under 25 - high school -F
training to work with CIM. - 25-35 - college -M
7. I am sure the future looks bright 1 2 3 4 5 - 36-45 - bachelors degree
- 46-55 - masters degree
for most of us here. - over 55 - doctoral degree
- other

Item 4 dan 7 menentukan opini mereka tentang karir iv. Job Level v. Number of years in this organization
mereka ke depan, item 1-3-6 menentukan persepsi akan - manager - less than 1
kebutuhan pelatihan.. 2-5 menentukan persepsi - supervisor - 1-3
peningkatan karir mereka - clerk - 4-8
- secretary - 9-15
Contoh II - technician - over 15 years
Presiden Direktur dari Mideas Corporation menduga - other (specify)
bahwa kebanyakan dari 500 orang pegawai wanita dan pria
di organisasi tersebut merasa terasingkan. Dia juga melihat 2. Here are some questions that ask you to tell us how
bahwa mereka yang lebih sering bersosialisasi (tidak experience your work life in general. Please circle the
terasingkan) lebih memiliki kepuasan kerja yang lebih appropriate number of the scales below.
tinggi.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1459
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

On a scale of 1 to 5, (1) denoting very low agreement and - Observasi melalui media elektronik
(5) denoting very high agreement, to what extent would
you agree with the following statements? Peneliti bisa memainkan satu dari dua peran berikut saat
Very Low Very mengumpulkan data observasi lapangan (field
High observational :
1. The major happiness 1. Pengamat nonpartisipan
Of my life is derived Peneliti bisa mengumpulkan data yang dibutuhkan tanpa
From my job. 1 2 3 4 5 menjadi bagian internal dari sistem organisasional. Sebagai
2. Time at work flies by contoh, peneliti bisa duduk di sudut ruangan dan melihat
Quickly. 1 2 3 4 5 bagiamana manajer menghabiskan waktunya.
3. Working here is boring 1 2 3 4 5 Observasi terhadap semua aktivitas manajer selama
4. Nothing in life is more beberapa hari,akan memberikan peneliti cara untuk
important than work. 1 2 3 4 5 menggeneralisasi bagaimana manajer menghabiskan
5. I live, eat , and breathe waktunya
my job. 1 2 3 4 5
6. My work helps me 2. Pengamat partisipan
establish who I am. 1 2 3 4 5 Peneliti bisa memainkan peran sebagai pengampat
7. My work is fascinating. 1 2 3 4 5 partisipan. Peneliti masuk kedalam organisasi (research
8. My work gives me a setting) dan menjadi bagian dari tim kerja. Misalnya, jika
sense of accomplishment 1 2 3 4 5 peneliti ingin meneliti dinamika kelompok di organisasi
9. My supervisor praises sebagai seorang peawai dan mengamati dinamika di dalam
good work. 1 2 3 4 5 kelompok saat menjadi bagian dari kelompok kerja
10.My pay is not adequate 1 2 3 4 5
to take care of my Studi obervasi terstruktur VS Studi Obervasi tidak
expenses. terstruktur
11.My co-workers are Pada observasi terstruktur, kedua pengamat nonpartisipan
very stimulating. 1 2 3 4 5 dan pengamat partisipan bisa terstruktur maupun tidak
12.The opportunity for terstruktur. Pengamat memiliki kategori atau aktivitas yang
advancement is very sudah ditentukan . Orang-rang bisa diamati di lingkungan
good here. 1 2 3 4 5 kerja dan aktivitas normalnya,dicatat dan direkam.
13.I get a lot of co- Ada observasi tidak terstruktur, pengamat yang tidak
operation at the memiliki ide pokok pada aspek tertentu yang harus
workplace. 1 2 3 4 5 difokuskan, ia tidak bisa merekam apa yang harus
14.People can live comfortably diobservasi
with their pay in this
organization. 1 2 3 4 5
15.My supervisor is not Obervasi mekanis
much capable. 1 2 3 4 5 Mesin bisa memberikan data dengan mencatat kejadian
16.The promotion policies dan minatnya saat terjadi tanpa seorang peneliti hadir
are very unfair. 1 2 3 4 5 secara fisik. Film dan alat elektronik seperti kamera video
bisa digunakan untuk merekam data. Data observasi
In the space provided below, please make any comments mekanis laimnya besar dari kesalahan (error-free)
you wish regarding any aspect of the work or organization.
Your suggestions for improvement will be very much Kelebihan dari studi observasi
appreciated 1. Data lebih dapat dipercaya dan bebas dari bias
------------------------------------------------------------------------------ responden
------------------------------------------------------------------------------ 2. Mudah untuk mencatat efek dari pengaruh lingkungan
---------------------------------------- untuk hasil spesifik
3. Mudah untuk mengamati kelompok tertentu yang sulit
Thank you memberikan informasi (contohnya responden anak-anak)
4. Menangkap sikap, ekspresi wahah dan perilaku
SURVEY OBSERVASI nonverbal,tapi tidak bisa menangkap pikiran individu
Adalah mungkin untuk mengumpulkan data tanpa 5. Pengamat harus dilatih pada apa dan bagaimana
menanyakan pertanyaan kepada responden. Responden mengamati untuk mencegah bias observasi
bisa diamati dilingkungan alaminya atau dalam setting Kekurangan dari studi observasi
laboratorium,dan aktivitas serta perilakunya bisa dicatat 1. Pengamat harus hadir secara fisik pada periode yang
atau direkam lama pada waktu tertentu (kecuali ada kamera atau sistem
Contoh : Gerakan, kebiasaan kerja, ekspresi wajah, emosi, yang bisa merekamnya)
bahasa tubuh 2. Memakan waktu lama, membosankan,dan mahal
Observasi yang terstruktur ETIKA DAN PENELITI
Mengamati pre-specified behavioural patterns pada Beberapa isu etika harus diperhatikan saat mengumpulkan
orang,objek, dan kejadian dengan cara sistematis. Secara data,terutama terkait :
sifatnya ini bersifat kuantitas. Ada dua tipe observasi 1.Sponsor dari penelitian
terstruktur yaitu : Sponsor harus menanyakan studi yang akan dilakukan
- Observasi personal untuk tujuan organisasi yang lebih baik,bukan untuk alasan

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1460
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

pribadi. Mereka harus menghormati kerahasiaan data yang Practice Exercise on Data Collection
dikumpulkan oleh peneliti dan tidak menanyakan respon What data collection methods would most appropriately be
individu atau sekelompok norang diungkapkan pada used for the following and why?
mereka,atau meminta memilhat kouesionernya. Sponsor
juga harus memiliki pikiran terbuka dalam menerima hasil a. A study of audience reactions to a political speaker.
dan rekomendasi yang diberikan oleh peneliti Answer: Both observation and unstructured interviews.
b. A study of students reactions to how the University is
2.Orang yang mengumpulkan data run.
Memperlakukan informasi yang diberikan oleh responden Answer: Probably a short questionnaire, with an open-
sebagai rahasia ketat dan menjaga privasinya adalah salah ended question at the end
satu tanggung jaab utama dari peneliti. Peneliti harus tidak
salah merepresenasikan studi terhadap subjek, terutama c. A study of the student parking problems in Yarmouk
dalam eksperimen laboratorium. Tujuan penelitan harus University area.
dijelaskan kepada mereka. Informasi pribadi tidak harus di Answer: unstructured interviews in the beginning, and later,
cantumkan dan jika diperlukan harus diperlakukan dengan a short questionnaire.
mempertimbangkan sesitifitas responden,dan
menawarkan alasan spesifik sebelumnya. Apapun sifat dari d. A study of the performance of Yarmouk U. graduates in
pengumpulan data, self-esteem dan self-respect pada their jobs.
subjek harus tidak boleh dilanggar. Responden pun Answer: A questionnaire to the employers.
hendaknya tidak harus dipaksa menjawab survey
tersebut,dan mereka tidak dihadapkan alam situasi dimana e. A study by the university head seeking the student
mereka bisa dikati secara fisik ataupun mental. Pengamat pinions about the quality of education in their departments.
nonpartisipan seharusnya semaksimal mungkin tidak Answer: In the beginning, unstructured interviews and
intrusif, karena personal value yang dimilikinya bisa later, a questionnaire.
membuat data bias, Terakhir, distorsi pada pelaporan data
harus dihilangkan semaksimal mungkin
PERTEMUAN 9
3. Responden
Subjek yang dipilih untuk melaukan studi harus
bekerjasama secara penuh pada serangkaian tahap,seperti SAMPLING
merespon atas survey atau mengambil bagian dalam
eksperimen. Responden juga wajib terbuka dan jujur
dalam memnjawab pertanyaan dan memberikan respon Istilah-istilah yang relevan
1. Populasi merupakan sekelompok orang,kejadian,atau
CONTOH PERTANYAAN YANG BAIK DAN PERTANYAAN hal-hal yang menjadi perhatian bagi peneliti untuk
YANG BURUK diinvestigasi
1. If you have been in the company for over 15 years, 2. Sampling unit merupakan serangkaian elemen yang
please indicate the date of your joining this company. tersedia untuk dipilih pada beberapa tahap proses
(Buruk recall dependent) sampling
2. My boss is good but excitable in his dealing with others. 3. Sampel adalah subse dari populasi yang merupakan
(Buruk double barreled) anggota atau bagian populasi tersebut.
3. Working women should opt not to have children. (Buruk 4. Parameter merupakan berbagai macam karakteristik
- Loaded question,emotional issue for women) yang dimilki oleh saebuh populasi diantaranya :
4. Investment in childrens future should be an important (population mean), (population standard deviation), dan
goal of the administration. (Bad : Social desirability) 2 (population variance)
5. This job uses a lot of the skills that I possess. (Baik:no 5. Central tendencies, dispersion dan statitiska lain pada
problem with wording) sampel penelitian diperlakukan sebagai aproksimasi
6. If this country is to remain competitive, should we not terhadap central tendencies, dispersions, dan parameter
be spending more on research? (Buruk Leading question) dari populasi
Statistik vs Parameter

Keuntungan menggunakan sampling


-berbiaya murah
-meminimalkan terjadinya error (less fatigue)
-membutuhkan waktu lebih sedikit

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1461
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

-menghindari kerusakan pada elemen -memberikan jumlah terbesar atas sampel yang
memungkinkan
Proses melakukan sampling -estimasinya mudah dikalkulasi
1. tentukan populasi -jika sampling frame nya besar metode ini tidak bisa
2. pilihlah frame dari sampel dipraktekkann
3. tentukan desain atau metode samplingnya -kekurangannya , subkelompok minoritas tidak terwakili
4. tentukan ukuran sampel yang tepat secara proporsional
5. eksekusi proses sampling
2. Systematic sampling
Sampling frame merupakan daftar dimana responden Setiap elemen ke-n dipilih secara acak yaitu antara elemen
potensial akan diambil (misalnya kantor, beberapa 1 dan elemen n . Adalah penting bahwa titik awalnya
kelas,dll). Samplimg frame harus memiliki properti dimana bukan yang pertama didaftar tapi dipilih secara acak
kita bisa mengidentifikasi setiap elemen dan (misalnya memilih setiap nama kelipatan-10 dari buku
memasukkannya di dalam sampel, dan harus mewakili telelpon) Karakteristiknya mirip dengan simple random
populasi sampling, namun memiliki bias sistemik jika elemen tidak
dibuat secara acak. Metode ini menekankan pada
Faktor yang mempengaruhi keterwakilan sampel menyusun populasi target sesuai skema urutan dan
-prosedur sampling memilih elemen pada interval reguler melalui daftar
-ukuran sampel urutan.
-pastisipasi (respon) Kelebihan :
-sampel mudah untuk dipilih
Contoh pengambilan sampel : -sampling frame bisa diidentifikasi dengan mudah
-sampel tersebar rata pada populasi
Kekurangan :
-sampel bisa bias jika ada periodisitas tersembunyi
berdasarkan pilihan pada populasi
-sulit menilai ketepatan estimasi dari satu survey
3. Cluster sampling
Dilakukan dengan cara membagi populasi ke dalam kluster-
kluster, kemudian dipilih secara acak ,didalamnya
mencakup seluruh elemen dari kluster yang dipilih.
Karakteristiknya mudah dan efisien dari segi biaya,memiliki
homogenitas antar kluster, heterogenitas intra kluster,
tetapi memiliki korespondensi yang rendah dengan
keadaan yang sebenarnya.
Cluster sampling adalah contoh dari sampling yang
memiliki dua tahap:
-pemilihan area sampel
- pemilihan sampel responden dari area sampel yang telah
TEKNIK MELAKUKAN SAMPLING dipilih
Contoh cara mengidentifikasi cluster :
Probability Sampling 1. Buatlah daftar kota,desa ,atau tempat populasi
Merupakan skema dimana setiap unit pada populasi 2. Hitunglah populasi kumulatif dan bagi 30 untuk
memiliki probabilitas lebih besar dari nol untk dipilih mendapatkan sampling interval
sebagai sampel dan probailitas ini bisa ditentukan secara 3.Pilih angka acak kurang atau sama dengan sampling
akuratDilakukan jika elemen di dalam populasi sesudah interval yang memiliki digit nomor yang sama ,maka akan
diketahui dan memiliki kesempatan besar yang sama untuk membentuk kluster ke-1
dipilih (Equal Probability selection-EPS) ,desain ini disebut 4. Angka acak + sampling interval = pupulasi di kluster ke-2
juga Self-weighting karena stiap unit sampel diberi bobot 5. Kluster ke-2 + sampling interval = kluster ke-4
yang sama, probability sampling dibagi atas : 6. Kluster ke-29 + sampling interval = Kluster ke-30

1. Simple random sampling


Pada Prosedurnya ,setiap elemen sudah diketahui dan
memiliki kesempatan sama untuk dipilih. Karakteristiknya
mudah digeneralisasi. Mudah dipahami, dan merupakan
frame dari populasi yang memang dibutuhkan.Metode nini
bisa saja tanpa penggantian (without replacement) atau
dengan penggantian (with replacement). Secara rinci
metode ini :
-mudah diterapkan jika populasinya kecil ,homogen,dan
sudah tersedia
-memiliki probabilitas keterpilihan yang sama pada tiap
elemen dari frame
-menggunakan tabel penomoran acak untuk menentukan
unti yang akan dipilih

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1462
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Teknik ini secara esensial merupakan proses mengambil


sampel acak dari sampel acak dengan sebelumnya.
Meskipun tidak seefektif random sampling,tapi menutupi
kekurangan inheren ada random sampling, Multistage
sampling sering digunakan saat sejumlah anggota populasi
tidak lengkap.Dengan menghindari memilih semua unit
sampel pada kluster yang dipilih,akan menghindari biaya
seperti pada cluster sampling biasa
Contoh tahapannya:
Pemilihan sampel responden dalam satu negara
-sejumlah distrik dipilih acak dari seluruh negara bagian
-sejumlah desa dipilih acak dari sejumalh distrik tersebut
-sejumlah perumahan dipilih acak dari sejumlah desa
tersebut
-sejumlah unit rumah dipilih dari sejumlah perumahan
tersebut
6. Multiphase sampling
Bagian dari informasi dikumpulkan dari keseluruhan
4. Stratified sampling sampel dan bagian dari subsampel.
Prosedurnya dilakukan dengan cara membagi populasi ke Contoh :
dalam beberapa strata,kemudian dilakukan pemilihan acak Pemilihan sampel kasus pada hasil rontgen
atas elemen dari tiap strata (secara proporsional ataupun -In Tb survey MT in all cases Phase I
tidak proporsional). Karakteristiknya mencakup seluruh -X Ray chest in MT +ve cases Phase II
subpopulasi yang relevan dan memiliki heterogenitas -Sputum examination in X Ray +ve cases - Phase III
antar strata dan homogenitas intra strata.
Pada stratified sampling yang dilakukan secara tidak 7. Matched random sampling
proporsional, sekumpulan subjek dari total sampe. Metode menentukan partisipan pada kelompok dimana
Dialokasikan secara tidak proporsional terhadap jumlah sepasang partisipan dipasangkan pada karakteristik
relatif dari elemen pada tiap stratum di dalam populasi. tertentu kemudia diletakkan secara acak pada kelompok-
Contoh kasus tidak proporsional kelompok.Sampel yang memiliki atribut atau variabel
-strata menunjukan variabilitas lebih di ambil sampel lebih serupa dihitung dua kali pd tiap subjek dalam kondisi
besar dari proporsinya terhadap ukuran relatif berbeda(repeated measures)
-membutuhkan pemahaman lebih atas populasi, bukan Contoh :
hanya ukuan relatif dari strata -Pengukuran IQ pada kembar identik
-jumlah waktu atlit renang mencapai 1500 m sebelum dan
Contoh : sesudah training
-produksi susu sapi sebelum dan sesudah diberi hormon
tertentu
Nonprobability sampling
Sebuah metode sampling dimana beberapa elemen
populasi tidak memiliki kesempatan untuk dipilih
(undercovered). Metode ini memilih elemen berdasarkan
asumsi terkait populasi yang diberikan kriteria tertentu
untuk dipilih. Karena pemilihan elemen tidak bersifat acak
,maka estimasi sampling error tidak bisa dilakukan .
1. Quota sampling
Populasi disegmentasi kedalam subkelompok yang
mutually exclusive (seperti pada stratified sampling).
Kemudian dilakukan judgment untuk memilih subjek atau
unit dari tiap segmen berdasarkan proporsi
tertentu.Masalah yang muncul adalah bias pada sampel
karena tidak semua sampel memiliki kesempatan sama
untuk dipilih.
Contoh :
Perbedaan strata dan kluster : -seorang peneliti memilih responden berupa 200 wanita
-semua strata diwakili didalam sampel, pada kluster hanya dan 200 pria yang berumur 45-60 tahun, peneliti
sebagian subsetnya yang menjadi sampel kemudian memilih mana yang paling berguna berdasarkan
-pada stratified sampling,elemen homogen secara internal judgment.
-pada cluster sampling,elemen heterogen secara internal
2. Convenience sampling
5. Multistage sampling Merupakan metode sampling yang menarik sampel dari
Merupakan bentuk kompleks dari cluster sampling dimana sebagian populasi terdekat yang tersedia dan mudah
dua atau lebih tingkatan untuk melekat satu sama lain. didapat (convenient). Peneliti uang menggunakan sampel

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1463
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

tersebut tidak isa membuat generalisasi secara ilmah dari self-selection bias dan membuat partisipan merasa
populasi total karena tidak representatif. Metode ini penelitian bersifat intrusif
disebut juga opportunity sampling atau accidental Ada tiga jenis ESM,yaitu :
sampling atau haphaard sampling a. Signal contingent : tanda beep secara acak menotifikasi
Contoh : partisipan untuk mencatat data , keuntungan ini
-seorang peneliti ingin melakukan survey pada sebuah Mall mengurangi recall bias
di pagi hari, survey ini tidak representatif mewakili b. Event contingent : mencatat data saat kejadian terjadi
populasi yang ada di pagi hari,siang hari,sore hari,dan c. Interval contingent : mencatat data sesuai berjalannya
malam hari sebuah periode waktu
3. Judgemental sampling (Purposive sampling) Tradeoff antara precision dan confidence
Peneliti memilih sampel berdasarkan pemikiran subjektif Kita dapat meningkatkan keduanya sekaligus dengan
mereka bahwa sampel tersebut cocok pada studi. meningkatkan ukuran sampel. Gambar kiri menunjukkan
Penggunaan metode ini dilakukan jika hanya ada orang precision lebih besar dari confidence,dan gambar kanan
tertentu yang memiliki keahlian yang bisa menjadi sampel menunjukkan confidence lebih besar dari precision
di area yang sedang diteliti
Metode sampling lain
1. Panel sampling
Metode memilih sebuah kelompok partisiapn melalui
random sampling ,kemudian partisipan itu di survey lagi
beberapa kali dalam rentang waktu tertentu. Setiap
periode pengumpulan data disebut Wave. Metode
sampling ini sering dipakai untuk studi skala besar untuk
melihat perubahan pada populasi (misalnya perubahan
penyakit atau perubahan pola expenditure). Salah satu alat
menganalisa data dari panel sampling adalah growth
curves
2. Probability proportional to size sampling Arahan dalam menentukan ukuran sampel
Merupakan pemilihan probabilitas untuk tiap elemen In General 30<n<500
dibuat proportional dari segi ukurannya (maksimum 1). Categories 30 per subcategory
Dalam desain sederhananya metode ini digunakan sebagai Multivariate 10 x number of variates
dasar dari Poisson Sampling . Tetapi, metode ini memiliki Experiments 15 20 per condition
kelemahan pada variabel ukuran sampel dan porsi
berbeda dari populasi masih over-represented atau under- Contoh ukuran sampel pada ukuran populasi tertentu
represented karena kemungkinan variasi dalam pemilihan. Untuk mendapatkan ukuran sampel minimal dipergunakan
Untuk mengatasi masalah ini maka metode ini umumnya rumus Yamane dengan rumusan sebagai berikut :
dikombinasikan dengan pendekatan systematic sampling

Example :
Suppose we have six schools with populations of 150, 180,
200, 220, 260, and 490 students respectively (total 1500 untuk menunjukkan alokasi unit ke dalam strata
students), and we want to use student population as the menggunakan prinsip alokasi proporsional dengan rumus
basis for a PPS sample of size three. To do this, we could sebagai berikut:
allocate the first school numbers 1 to 150, the second
school 151 to 330 (= 150 + 180), the third school 331 to
530, and so on to the last school (1011 to 1500). We then
generate a random start between 1 and 500 (equal
to 1500/3) and count through the school populations by
multiples of 500. If our random start was 137, we would
select the schools which have been allocated numbers 137,
637, and 1137, i.e. the first, fourth, and sixth schools.

3, Event sampling
Event sampling methodology (ESM) merupakan salah satu
bentuk metode sampling baru dimana peneliti melakukan
studi atas pengalaman dan kejadian yang bervariasi selama
beberapa hari.Karena ada frequent sampling dari kejadian PERTEMUAN 10
dalam metode ini ,peneliti dapat menentukan tipologi
dari aktivitas dan mendeteksi fluktuasi temporal dan
dinamis dari pengalaman kerja. Pada ESM ini partisipan MEASUREMENT OF VARIABLES : OPERATIONAL
diperintahkan untuk mencatat pengalaman dan persepsi DEFINITION,SCALING,RELIABILITY,AND VALIDITY
dalam buku catatan harian. Kekuranga metode ini adalah

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1464
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

O High School/GED Equivalent


SKALA O College Degree
Merupakan alat atau mekanisme dimana tiap individu O Masters Degree
dibedakan bagaimana mereka berbeda satu sama lain pada O Doctoral Degree
variabel dalam sebuah studi.
Ada empat tipe dasar dari skala : Contoh :
1. Skala nominal Rank the following five characteristics in a job in terms of
2. Skala ordinal how important they are for you.
3. Skala interval
4. Skala rasio You should rank the most important item as 1, the next in
importance a 2, and so on, until you have ranked each of
Tingkat kerumitan skala (degree of sophistication) dimala them 1, 2, 3, 4, or 5.
skala dibuat ,akan meningkat secara progresif saat kita
bergerak dari skala nominal ke skala rasio. Informasi pada
variabel bisa dirinci saat kita menerapkan skala interbal Job Characteristic Ranking
atau rasio dibandingkan dua jenis skala yang lain The opportunity provided by the job to:
Dengan skala yang tepat , analisis daa yang tepat juga bisa 1. Interacts with others _____
didapat, ini berarti jawaban yang lebih berarti bisa didapat 2. Use different skills _____
dari pertanyaan penelitian
3. Complete a task to the end _____
Skala nominal 4. Serve others _____
Adalah skala yang mengalokasikan subjek berdasarkan 5. Work independently _____
kategori atau kelompok tertentu :
Contoh :
What is your department?
O Marketing O Maintenance O Finance Skala ini membantu peneliti menentukan persentase dari
O Production O Servicing O Personnel responden yang mempertimbangkan interaksi sebagai hal
O Sales O Public Relations O Accounting yang paling penting, atau jumlah skill sebagai hal yang
paling penting,dsb. Pengetahuan seperti ini akan
What is your gender? membantu merancang pekerjaan yang terlihat paling baik
O Male O Female bagi mayoritas pegawai. KIta bisa melihat skala ordinal
memberi informasi lebih,meskipun ada perbedaan
Sebagai contoh, variabel dari gender persponden bisa peringkat objek, orang-orang sudah diketahui secara jelas
dikelompokkan dalam dua kategori yaitu pria dan wanita. Cuma besaran jaraknya belum diketahui. Defisiensi
Perhatikan bahwa tidak ada kategori ketiga untuk kategori semacam ini bisa ditutup oleh Interval scaling
ini . Informasi yang dihasilkan dari nominal scaling adalah Skala Interval
untuk mengkalkulasi persentase atau frekuensi pria dan Dimana skala nominal membuat kita membedakan
wanita dalam sampel responden kelompok berbeda dengan mengkategorikan mereka ke
dalam rangkaian kategori yang mutally eclusive dan
Contoh : collectively exhaustive, dan skala ordinal untuk mengurus
Nominally scale the nationality of individuals in a preferensinya, sedangkan Skala interval memberikan kita
group of tourists to a country during a certain year. cara menentukan jarak antara dua titik dalam skala
We could nominally scale this variable in the following
mutually exclusive and collectively exhaustive Contoh :
categories. Indicate the extent to which you agree with the following
American Japanese
Russian Malaysian statements as they relate to your job, by circling the
Chinese German appropriate number against each, using the scale given
Arabian Other
below.

Perlu diperhatikan bahwa setiap responden harus cocok Strongly disagree 1, Disagree 2 , Neither Agree Nor
satu sama lain pada kategori diatas,sehingga angka dan
persentase bisa dihitung . Disagree 3 Agree 4, Strongly Agree 5.
The following opportunities offered by the job are very
Skala ordinal
Skala yang tidak hanya mengkategorikan variabel ,tapi juga important to me:
mengurut peringkat kategori dalam bentuk tertentu.
Preferensinya bisa diperingkatkan (dari terbaik ke
terburuk, atau dari terawal ke terakhir) dan nomor seperti
1,2,3,dsb
Contoh :
What is the highest level of education you have
completed?
O Less than High School

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1465
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Anggaplah para pegawai melingkari nomor 3,1,2,4 dan 5


untuk lima item diatas. Besaran perbedaan (magnitude of
difference) diwakili oleh jarak antara poin 1 dan 2 pada
skala sama dengan besaran perbedaan antara poin 4 dan
5, atau antara dua poin lainnya. Setiap angka bisa
ditambahkan atau dikurangkan dari nomor pada skala tapi
tetap mempertahankan besaran jaraknya .Jika kita
tambahkan 6 ke poin ke lima maka jarak intervalnya akan
menjadi 7,8 dan 11 (bukan 1 sampai 5).Besaran jarak
antara 7 dan 8 masih tetap sama dengan jarak 9 dan
10,Inilah yang disebut sebagai Arbitrary origin
Contoh lainnya :

Circle the number that represents your feelings at this


particular moment best. There are no right or wrong
answers. Please answer every question. MEMBENTUK SKALA
Keempat jenis skala yang bisa digunakan untuk operasional
1.I invest more in my work than I get out of it penentuan dimensi dan elemen dari variabel adalah skala
I disagree completely 1 2 3 4 5 I agree nominal, ordinal,interval dan rasio. Pentin untuk
completely memeriksa metode skala (memberi angka ke simbol) untuk
2. I exert myself too much considering what I get back in mendapatkan attitudinal responses dari subjek terhadap
return objek,kejadian atau orang.
I disagree completely 1 2 3 4 5 I agree
completely Kategori dari Attitudinal scales :
3. For the efforts I put into the organization, I get much in 1.Skala rating
return Memiliki beberapa kategori dan digunakan untuk
I disagree completely 1 2 3 4 5 I agree memunculkan respon terkait subjek ,kejadian,atau orang
completely yang menjadi objek studi. Beberapa jenis skala ini sering
dipakai dalam skala rating dalam penelitian organisasional :
Skala Rasio (Ratio Scale) Jenis skala rating Penjelasan
Skala yang mampu menutupi kelemahan arbitrary origin Dichotomous Digunakan untuk memunculkan
point dari skala interval, dimana didalamnya terdapat titik scale jawaban Ya/ Tidak. Contohnya :
nol yang berguna bagi titik penghitungan Apakah kamu memiliki kendaraan ?
Ya/ Tidak.
Category scale Menggunakan beberapa item untuk
memunculkan respon tunggal.
Contoh :
Di negara Jordan bagian manakah
kamu tinggal?
Amman Zarqa lainnya
Mafraq Irbid
Likert Scale Dirancang untuk memeriksa
seberapa kuat subjek setuju atau
Skala rasio adalah yang paling powerful dibanding skala tidak setuju dengan pernyataan
lainnya karena memiliki titik nol yang unik (bukan arbitrary pada skala lima titik. Contoh :
origin) Strongly Disagree Neither Agree
Agree Strongly Disagree
RINGKASAN PERBEDAAN DI ANTARA SKALA Nor Disagree Agree
1 2 3
4 5
Likert scale diatas berupa skala
interval dan respon antara dua titik
skala dianggap sama
Semantic Skala ini digunakan saat beberapa
differential scale atribut diidentifikasi pada titik-titik
ekstrim dari skala. Sala ini dianggap
sebagai skala interval . Contoh :
What is your opinion on your
supervisor?
Responsive--------------
Unresponsive
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1466
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Beautiful-----------------Ugly Stapel scale Skala yangsecara simultan


Courageous-------------Timid menghitung arah dan intensitas dari
Numerical Scale Serupa dengan semantic differential attitude terhadap item yang menjadi
scale dengan perbedaan pada skala objek studi. Karakteristik interest
lima titik diilustrasikan pada contoh pada studi diletakkan ditengah dan
berikut : dibuat range angka pada
skala,misalnya dari +3 ke -3 :
How pleased are you with your new
job? State how you would rate your
Extremely supervisors abilities with respect to
Extremlely each of the characteristics
pleased 5 4 3 2 1 mentioned below, by circling the
displeased appropriate number.
Itemied rating Merupakan skala 5 titik dimana +3 +3
scale responden menyatakan noor yang +3
tepat disebelah item tersebut. Ini +2 +2
menggunakan skala interval. Lihat +2
bahwa skala ini adalah Balanced +1 +1
rating dengan sebuah titik netral +1
Contoh : Adopting modern Product
Interpersonal
Respond to each item using the Technology Innovation
scale below, and indicate your Skills
response number on the line by - 1 - 1
each item. -1
1 2 3 - 2 - 2
4 5 -2
Very unlikely unlikely neither - 3 - 3
likely very likely -3
unlikely nor Graphic rating Sebuah grafik representatif yang
likely scale membantu responden menjawab
pertanyaan tertentu dengan
I will be changing my job in the near meletakkan titik tertentu pada garis
future.------ seperti contoh berikut :
On a scale of 1 to 10, how would you
. Unbalanced rating scale tidak rate your supervisor?
memiliki titik netral. Contoh :
Circle the number that is closest to
how you feel for the item below:
Not at all Somewhat Moderately
Very much interested interested
interested interested
1 2 3
4
How would you rate your interest 2. Skala Ranking
1 2 3 4 Membuat perbandingan natara objek,kejadian atau orang
In changing current organizational dan memunculkan preferensi pilihan dan membuat ranking
Policies? diantara pilihan tersebut. Digunakan untuk memicu
Fixed or Responden diperintahkan untuk preferensi diantara dua atau lebih diantara objek (yang
constant sum mendistribusikan serangkaian angka bersifat ordinal). Tetapi, ranking semacam itu tidak akan
scale pada titik di berbagai item. Skala ini memberikan petunjuk defenitif pada jawaban yang dicari
lebih kompleks dari skala ordinal Contoh :
Contoh :
There are 4 product lines, the manager seeks information
In choosing a toilet soap, indicate that would help decide which product line should get the
the importance you attach to each most attention.
of the following five aspects by Assume:
allotting points for each to total 100 35% of respondents choose the 1st product.
in all. 25% of respondents choose the 2nd product.
Fragrance ----- 20% of respondents choose the 3rd product.
Color ----- 20% of respondents choose the 4th product.
Shape ----- 100%
Size -----
_________ Manajer tidak bisa menyimpulkan produk pertama sebagai
Total points 100 yang paling dipilih, Karena 65% responden tidak memilih

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1467
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

produk tersebut. Untuk mengatasi hal ini kita harus Dilakukan untuk melihat apakah item didalam instrumen
menggunakan beberapa metode yaitu : Forced choice, layak ditempatkan atau tidak, Setiap item diperksa
Paired comparisons , dan Comparative scale kemampuannya untuk membedakan kedua subjek yang
memiliki skor rendah dan subjek yang memeiliki skor
Forced choice tinggi.
Memberikan cara bagi responden untuk meranking objek Dalam analisis item, rata-rata diantara kedua skor tersebut
relatif satu sama lain diantara pilihan yang diberikan. Ini diuji untuk mendeteksi perbedaan signifikan melalui t-
lebih muda bagi responden,terlebi jika jumlah pilihan yang value. Item dengan t-value yang tinggi akan dimasukkan ke
akan diperingkatkan terbatas dalam instrumen. Kemudian dijui reliabilitas dan
Contoh : validitasnya
Rank the following newspapers that you would like to Reliabilitas (Reliability)
subscribe to in the order of preference, assigning 1 for the Mengindikasikan konsistensi pengukuran sepanjang waktu
most preferred choice and 5 for the least preferred. (stability) dan sepanjang berbagai item didalam instrumen
-Wall Street Journal -Herald Tribune (internal consistency) dan ketiadaan bias. Menurut Sekaran
-New York Times - Readers digest (2006), reliabilitas atau keandalan suatu pengukuran
-Huffington Post menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa
bias (bebas dari kesalahan) dank arena itu menjamin
GOODNESS OF MEASURES (KELAYAKAN PENGUKURAN) pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas
Penting untuk memastikan bahwa instrumen yang kita beragam item dalam instrument. Dengan kata lain,
bentuk menentukan konsep tertentu adalah secara akurat keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi
mengukur variable dan kita benar-benar mengukur konsep mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument
yang ingin dihitung. Kita harus meng-asses kelayakan mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan
pengukuran yang dibentuk. Maka dari itu instrumen itu sebuah pengukuran.
harus dipastikan mengukur variabel yang seharusnya dan
mengukurnya secara akurat. Goodness of measures Groth-Marnat (2008) mendefinisikan reliabilitas suatu test
dicapai melalui serangkaian validity dan reliability . Hasil merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi,
dari penelitian dikatakan memeiliki Goodness of measures dan akurasi. Ia melihat seberapa skor-skor yang diperoleh
jika pengukuran itu bisa menghasilkan konsep dalam seseorang itu akan menjadi sama jika orang itu diperiksa
kerangka teoritis. ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda.
Menurut Sugiyono (2007), instrumen yang reliabel adalah
Karakteristik Goodness of measures instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk
mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang
sama.
Dari tiga definisi di atas jelas bahwa reliabilitas instrument
terkait dengan bebas dari bias (error free) dan konsistensi
instrument.
Keandalan adalah sejauh mana percobaan, pengujian, atau
prosedur pengukuran menghasilkan hasil yang sama pada
uji coba diulang. Tanpa kesepakatan pengamat
independen mampu mereplikasi prosedur penelitian, atau
kemampuan untuk menggunakan alat-alat penelitian dan
prosedur yang menghasilkan pengukuran yang konsisten,
para peneliti akan mampu untuk memuaskan menarik
kesimpulan, merumuskan teori, atau membuat klaim
tentang generalisasi penelitian mereka (terjemahan dari
colostate.edu)
Stability
Kemampuan untuk mengukur sama sepanjang waktu,
meskipun kondisi atau keadaan pengujian terhadap
responden sulit dikendalikan
- Test-retest reliability : Koefisien reliabilitas yang didapat
dengan repetisi pengukuran pada kesempatan kedua.Saat
Bagaimana cara memastikan bahwa pengukuran yang sebuah kuesioner berisi beberapa item yang seharusnya
telah dilakukan adalah layak ? mengukur konsep yang diatur untuk beberapa responden
saat ini dan diulangi lagi dengan responden yang sama ,
1. Pastikan analisis item dari respon terhadap pertanyaan misalnya 6 bulan kemudian, maka korelasi antar skor yang
atas variabel telah dilakukan dengan benar didapat disebut test-retest coefficient . Semakin tinggi
2. Tetapkan reliabilitas dan validitas dari pengukuran koefisien tersebut, semakin baik test-retest reliability nya,
dan konsekuensinya akan terjadi stability of the measure
Item analysis across time

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1468
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Parallel-form Reliablity : Tanggapan atas dua set waktu untuk mengintervensi seperti yang terjadi pada
pengukuran yang diperbandingkan memiliki konstruksi metode test-retest.
yang saling berkorelasi. Saat respon pada two comparable
set of measures menghasilkan konstruksi yang sama , VALIDITAS (VALIDITY)
maka akan didiapat parallel-form reliability . Keuda bentuk Merupakan pengujian untuk melihat seberapa baiks ebuah
memiliki item yang sama dan format respon yang instrumen membentuk pengukuran atas sebuah konsep
sama,yang berubah hanyalah diksi dan urutan yang ingin diukur. Validitas menekankan pada bagaimana
pertanyaaannya. Apa yang ingin ditemukan dari parallel- kita mengukur konsep dengan baik.
form adalah error variability yang dihasilkan dari Ada beberapa tipe uji validitas yang bisa digunakan untuk
pemilihan diksi dan pengurutan pertanyaan-pertanyaan. menguji goodness of measures :
Jika kedua bentuk itu berkorealsi tinggi (misalnya lebih dari
8) maka bisa dipastikan bahwa penghitungan itu 1. Content validity
Reasonably reliable dengan varians eror minimal yang Memastikan bahwa pengukuran itu cukup (adequate) dan
disebabkaln oleh pemilihan diksi,pengurutan,atau faktor mewakili (representative) terhadap konsep. Semakin besar
lainnya. skala item yang mewakili domain dari konsep yang
diukur,maka akan semakin besar pula validitas kontennya.
INTERNAL CONSISTENCY Dalam kata lain content validity adalah fungsi yang
Merupakan indikasi homogenitas dari item-item yang ada menyatakan seberapa baik dimensi dan elemen dari
dalam pengukuran untuk membuat suatu konstruksi. konsep telah digambarkan.
Internal Consistency merupakan indikasi homogenitas item 2. Criterion-related validity
dalam ukuran yang mengungkap ide. Keandalan ini dapat Dilakukan saat pengukuran membedakan individu pada
diuji melalui konsistensi antar item dengan cronbach alpha, sebuah kriteria yang ingin diprediksi. Ini bisa dilakukan
dan keandalan belah dua (split-half reliability). dengan membuat melakukan concurrent validity atau
Konsistensi internal adalah sejauh mana tes atau prosedur predictive validity. Concurrent validity dilakukan saat
menilai karakteristik keterampilan, atau kualitas yang skala membedakan individu yang diketahu memang
sama. Ini adalah ukuran presisi antara pengamat atau alat berbeda, maka dari itu mereka harus diberi skor berbeda
ukur yang digunakan dalam penelitian. Jenis reliabilitas pada instrumen
sering membantu peneliti menginterpretasikan data dan
memprediksi nilai nilai dan batas-batas hubungan antar Contoh :
variabel (terjemahan dari colostate.edu). If a measure of work ethic is developed and
administered to a group of welfare recipients, the scale
1. Inter-item consistency should differentiate those who are enthusiastic about
Merupakan pengujian konsistensi atas jawaban para accepting a job and glad of a opportunity to be off
responden. Pegujian yang paling populer dalam hal ini welfare, from those who would not want to work even
adalah Cronbachs coefficient alpha when offered a job. Those with high work ethic values
Cronbach alpha adalah Koefisien alpha dikembangkan oleh would not want to be on welfare and would ask for
Cronbach (1951) sebagai ukuran umum dari konsistensi employment. Those who are low on work ethic values,
internal skala multi-item. Sedangkan formula KR (Kuder- might exploit the opportunity to survive on welfare for
Richardson) digunakan untuk item dikotomi. Suharsimi as long as possible.If both types of individuals have the
Arikunto, (2005), menambahkan beberapa formula seperti same score on the work ethic scale, then the test would
Formula Rulon, Flanagan, dan Hoyt untuk menguji not be a measure of work ethic, but of something else.
reliabilitas test pada item dengan skala dikotomi yaitu 1
dan 0). 3. Construct validity
Angka cronbach alpha pada kisaran 0.70 adalah dapat Melakukan testifikasi terhadap seberapa baik hasil yang
diterima, di atas 0.80 baik (Sekaran, 2006). Sejalan dengan didapatkan dalam menggunakan pengukuran cocok
pendapat beberapa ahli seperti Nunnally (1978, p. 245- terhadap teori dimana test itu dirancang. Ini dinilai melalui
246) yaitu : untuk Preliminary research direkomendasikan Convergent Validity dan discriminat validity . Convergent
sebesar 0.70, untuk basic research 0.80 dan applied validity dilakukan saat skor yang didapat pada dua
research sebesar 0.90 -0.95. Kaplan dan Saccuzo, instrumen berbeda yang mengukur konsep yang sama
(1982:106) merekomendasikan nilai cronbach alpha adalah berkorelasi tinggi. Discriminatn validity dilakukan
sebesar 0.7 0.8 untuk basic research, dan 0.95 untuk saat secara teori, kedua variabe diprediksi tidak
applied research. berkorelasi,dan skor yang didapat dengan mengukur
keduanya secara empiris juga menunjukkan fakta demikian
2. Split-half reliability
Merefleksikan korelasi diantara dua bagian dari sebuah FACTORS THAT CAN AFFECT THE FINDINGS OF A STUDY
instrumen. Split Half Reliability adalah teknik pengujian (EXTERNAL AND INTERNAL VALIDITY)
reliabilitas instrument dengan cara membaginya menjadi External validity = population validity and ecological
dua bagian. Indeks reliabilitas dicerminkan dari korelasi validity.
antara dua bagian instrument.Groth dan Marnat (2008) Extent to which findings can be applied to individuals
menyebutkan bahwa konsistensi internal melalui and settings beyond those that were studied.
reliabilitas belah dua dan koefisien alpha merupakan Population validity - - extent results can be generalized
teknik-teknik terbaik untuk menentukan reliabilitas sebuah from the sample to a specified larger group (the
cirri-sifat dengan derajat fluktuasi yang tinggi. Karena tes population from which the sample was drawn).
diberikan hanya satu kali, maka soal-soalnya dikorelasikan Population validity is affected by sampling and by extent
satu sama lain, dan tidak ada kemungkinan pengaruh to which personological variables interact with
treatment effects (student ability, gender, anxiety, etc.).

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1469
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

whose scores fall at either extreme on a variable to


Ecological validity - - extent to which the results can be score nearer the mean when measured a second time.
generalized from conditions of the research setting to Differential Selection -- Effect of treatment confounded
particular naturally occurring settings. with other factors because of differential selection of
participants, problem in non random samples
Factors affecting ecological validity include: Experimental Mortality - - participants lost from the
Explicit description of the experimental treatment - - study, attrition
described in sufficient detail for other researchers to Selection-maturation Interaction -- similar to
replicate differential selection, except maturation is the
Multiple-treatment interference - - participant is confounding variable
exposed to more than one treatment Experimental Treatment Diffusion - - Treatment is
Hawthorne effect - - mere fact that individuals are perceived as highly desirable and members of control
aware of participating in an experiment changes group seek access
performance Compensatory Rivalry by Control Group -- (John Henry
Novelty and disruption effects - -treatment causes Effect) - - control group performs beyond expectations
change simply because it is different and effectiveness because they perceive they are in competition with
may erode as novelty wears off; distortion may show experimental group.
decline in performance initially but be effective after Compensatory Equalization of Treatments - - occurs
assimilation into routine (initial tryouts not generalized when experimental group received goods or services
to continued use settings). perceived as desirable and control group is given similar
Experimenter effect - - change due to the particular goods and services on compensate. Not comparing
individual who administers the treatment (e.g. teacher treatment with no treatment but one treatment with
effect). another
Pretest sensitization - - pretest interacts with the Resentful Demoralization of Control Group - - Control
treatment so that if treatment is repeated without the group becomes discouraged because they perceive
pretest, different results occur. Most likely to occur experimental group is receiving a desirable treatment
when retest is a self-report measure of personality or that is being withheld from them
attitude. Researchers have found substantial effect of Other issues in designing experiments
pretests on posttests. Experimenter Bias -- researchers expectations about
Posttest sensitization - - results dependent on posttest the outcome that are unintentionally transmitted to
administration. Posttest is learning experience in its participants so that their subsequent behavior is
own right. affected. Not intentional.
Interaction of history and treatment - - belief that Treatment Fidelity - - experimental fails to follow the
generalizing should not occur beyond the time period in exact procedures specified for the experiment (failure
which the experiment was done. to follow protocol).
Measurement of the dependent variables - -
generalizability limited buy type of measure used e.g.
multiple choice results may not be same as essay
results. PERTEMUAN 11
Interaction of time of measurement and treatment
effects - - administration of posttest at two or more QUANTITATIVE DATA ANALYSIS
points in time may result in different findings (posttest
versus delayed posttest may show differences in
effects).
HAKEKAT PENELITIAN KUANTITATIF
1. Penelitian kuantitatif merupakan model penelitian yang
Internal Validity - - extent to which extraneous bertujuan mengungkap fenomena lepas dari konteksnya.
variables have been controlled so that any observed 2. Penelitian kuantitatif seringkali memunculkan dirinya
dalam model-model
effect can be attributed solely to the treatment penelitian eksperimen dan non eksperimen.
variable. 3. Penelitian kuantitatif cenderung dalam
Extraneous variables are any variables that can effect setting/lingkungan buatan (artificial), misal; laboratorium
the outcome if not controlled. Extraneous variables that ALASAN PERLUNYA PENELITIAN KUANTITATIF
can affect internal validity include: 1. Peneliti berkeinginan mengungkap fenomena-fenomena
obyektif dan dikaji secara kuantitatif.
History - - events that occur besides the treatment 2. Peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian
(events in the environment) menggunakan pengukuran yang cermat terhadap variabel-
Maturation - - physical or psychological changes in the variabel penelitian.
participants 3. Peneliti ingin melakukan generalisasi hasil penelitian ke
Testing - - effect of experience with the pretest - - wilayah yang lebih luas.
become testwise. KARAKTERISTIK METODOLOGI KUANTITATIF
Instrumentation - - learning gain might be observed
from pre to posttest simply due to nature of the
instrument. Particularly a problem in observation
studies when observers more likely to give ratings
based on expectations (conscious or subconscious).
Statistical Regression - - Tendency for participants

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1470
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

1. Tujuan penelitian iini untuk menyelidiki kemungkinan


hubungan sebab akibat dengan cara mencari kembali
faktor-faktor yang menjadi penyebab berdasarkan hasil
pengamatan sebelumnya.
2. Ciri pokok penelitian ini adalah bersifat ex post facto,
artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang
dipersoalkan berlangsung.
Contoh : Analisis Komparatif Praktik mutu dalam
perusahaan manufaktur di Indonesia
Penelitian Korelasional (Correlational Research)
1. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi variasi-pada
suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu
atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.
2. Ciri-cirinya
(a) cocok dipakai jika variabel yang diteliti rumit dan/atau
tak dapat diteliti dengan metode eksperimen atau tak
dapat dimanipulasikan
(b) memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan
saling hubungan secara serentak dalam keadaan realistik
(c) apa yang diperoleh tak sekedar mengetahui ada atau
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN KUANTITATIF tidak adanya saling hubungan tersebut, akan tetapi melihat
1. Mengidentifikasi masalah seberapa kualitas hubungan tersebut.
2. Merumuskan dan batasi masalah Contoh : Efek dari program R&D Pemerintah pada R&D
3. Melakukan studi pustaka Swasta : Kasus pada Program penelitian inovasi pada UKM
4. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian
5. Menentukan desain dan metode penelitian Penelitian Survei (Survey Research)
6. Menyusun instrumen dan mengum pulkan data 1. Tujuan penelitian ini untuk mengumpulkan informasi
7. Menganalisis data berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik
8. Menginterpretasikan temuan dan menarik kesimpulan atau isu tertentu.
2. Ciri-cirinya
METODE-METODE PENELITIAN KUANTITATIF (a) informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang
tentang sesuatu opini
(b) informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan
dari suatu
populasi
(c) informasi diperoleh dari populasi dan bukan dari
sampel
Contoh : Penelitian Survei pada manajemen operasi :
Sebuah perspektif berbasis proses
Penelitian Tindakan (Action Research)
1. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan
ketrampilan baru atau pendekatan baru dalam rangka
memecahkan masalah praktis di lapangan atau dunia kerja.
2. Ciri-ciri pokok
(a) praktis dan relevan dengan situasi aktual dalam dunia
Penelitian Deskriptif (Descriptive Research) kerja,
1. Tujuan penelitian ini untuk membuat pencandraan (b) menyiapkan kerangka kerja yang baik untuk
secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta pemecahan masalah dan perkembangan baru
dan sifat-sifat populasi atau bidang garapan tertentu. (c) fleksibel dan adaptif
2. Karakteristik penelitian ini : (d) berkesan kurang ilmiah.
(a) membuat pencandraan mengenai suatu situasi atau Contoh : Penelitian Tindakan Inovasi : Membentuk teori
kejadian, sehingga penelitian ini sering disebut sebagai dan praktik manajemen yang baru
penelitian survei
(b) tujuan khusus penelitian ini adalah mencari informasi Penelitian Eksperimen murni (True Experimental
faktual secara detail, mengidentifikasi masalahmasalah Research)
atau untuk justifikasi keadaan, membuat komparasi dan 1. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki kemungkinan-
evaluasi, dan hasilnya dipakai untuk bahan pengambilan kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara
keputusan di masa depan. mengenakan kepada satu atau lebih
Contoh : Studi deksriptif pada fungsi sistem informasi kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan
akuntansi outsourcing dan
memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih
Penelitian Kausal Komparatif (Causal-comparatif kelompok kontrol yang tak dikenai perlakuan.
Research) 2. Ciri-ciri penelitian ini

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1471
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

(a) menuntut pengaturan variabel-variabel dan kondisi- analisis kuantitatif dan kualitatif. Yang membedakan kedua
kondisi eksperimental secara ketat, baik dengan kontrol teknik tersebut hanya terletak pada jenis datanya. Untuk
maupun manipulasi langsung maupun dengan randomisasi data yang bersifat kualitatif (tidak dapat diangkakan) maka
(b) menggunakan kelompok kontrol untuk dibandingkan analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif,
dengan kelompok eksperimental sedangkan terhadap data yang dapat dikuantifikasikan
(c) pengontrolan varians, dapat dianalisis secara kuantitatif, bahkan dapat pula
(d) internal validity dianalisis secara kualitatif
(e) external validity,
(f) manipulasi tidak hanya terhadap satu variabel bebas
(g) seringkali dikatakan sebagai jenis penelitian yang paling JENIS-JENIS ANALISIS KUANTITATIF
akurat, akan tetapi juga berpeluang besar untuk dibuat- Analisis data merupakan salah satu langkah dalam kegiatan
buat. penelitian yang tidak boleh diabaikan. Kejelian dan
contoh : Eksaminasi eksperimental pada efek faktor ketelitian dalam melihat permasalahan dan jenis data yang
individu dan situasi terhadap intensi perilaku tidak etis di diperoleh, sangat diperlukan untuk dapat menentukan
lingkungan kerja jenis analisis yang paling tepat. Kesalahan dalam memilih
teknik analisis akan berakibat fatal dalam pengambilan
Penelitian Eksperimen semu (Quasi-Experimental kesimpulan. Oleh karena itu sebelum menentukan teknik
research) analisis apa yang harus dipakai, perlu dilihat kembali jenis
1. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi yang hipotesis yang akan diujinya, apakah deskriptif, komparatif
merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh atau korelasional. Jika sudah diketahui selanjutnya melacak
dengan jenis data yang diperoleh dari setiap variabel yang diteliti,
eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak apakah datanya kuantitatif atau kualitatif. Jika sudah
memungkinkan untuk mengontrol dan/atau ditemukan baru menentukan teknik analisis yang dapat
memanipulasikan digunakan
semua variabel yang relevan.
2. Ciri-ciri pokok penelitian ini Analisis kuantitatif yang biasa digunakan adalah analisis
(1) mengkaji tentang keadaan praktis, statistik. Biasanya
(2) subyeknya manusia analisis ini terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu:
(3) seringkali menyerupai penelitian
tindakan. 1. Statistik Deskriptif
Contoh : Resposivitas tim Implementasi dan evaluasi Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan
pengguna pada manajemen relasi konsumen : Sebuah untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan
desain penelitian eksperimen quasi pada Social Exchange atau menggambarkan data yang telah terkumpul
Theory sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Penelitian Eksperimen Lemah (Weak-Experimental Analisis ini hanya berupa akumulasi data dasar dalam
research ) bentuk deskripsi semata dalam arti tidak mencari atau
1. Tujuan penelitian ini untuk kepentingan latihan dalam menerangkan saling hubungan, menguji hipotesis,
melaksanakan penelitian eksperimen. membuat ramalan, atau melakukan penarikan kesimpulan.
2. Desain dan perlakuannya seperti eksperimen, tetapi
tidak ada pengontrolan variabel. Teknik analisis ini biasa digunakan untuk penelitian-
Contoh : Weak Experimnetal verification of the Expected penelitian yang bersifat
Utility Hypothesis : Review of Economic studies eksplorasi, misalnya ingin mengetahui persepsi masyarakat
terhadap kenaikan harga BBM, ingin mengetahui sikap
TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF guru terhadap pemberlakuan UU Guru dan Dosen, ingin
Analisis data merupakan salah satu proses penelitian yang mengetahui minat mahasiswa terhadap profesi guru, dan
dilakukan setelah sebagainya. Penelitian-penelitian jenis ini biasanya hanya
semua data yang diperlukan guna memecahkan mencoba untuk mengungkap dan mendeskripsikan hasil
permasalahan yang diteliti sudah diperoleh secara lengkap. penelitiannya. Biasanya teknik statistik yang digunakan
Ketajaman dan ketepatan dalam penggunaan alat analisis adalah statistik deskriptif.
sangat menentukan keakuratan pengambilan kesimpulan,
karena itu kegiatan analisis data merupakan kegiatan yang Teknik analisis statistik deskriptif yang dapat digunakan
tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses penelitian. antara lain:
Kesalahan dalam menentukan alat analisis dapat berakibat - Penyajian data dalam bentuk tabel atau distribusi
fatal terhadap kesimpulan yang dihasilkan dan hal ini akan frekuensi dan tabulasi silang (crosstab). Dengan analisis ini
berdampak lebih buruk lagi terhadap akan diketahui kecenderungan hasil temuan penelitian,
penggunaan dan penerapan hasil penelitian tersebut. apakah masuk dalam kategori rendah, sedang atau tinggi.
Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman tentang - Penyajian data dalam bentuk visual seperti histogram,
berbagai teknik analisis mutlak diperlukan bagi seorang poligon, ogive, diagram batang, diagram lingkaran, diagram
peneliti agar hasil penelitiannya mampu memberikan pastel (pie chart), dan diagram lambang.
kontribusi yang berarti bagi pemecahan masalah sekaligus - Penghitungan ukuran tendensi sentral (mean, median
hasil tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. modus).
- Penghitungan ukuran letak (kuartil, desil, dan persentil).
Secara garis besarnya, teknik analisis data terbagi ke dalam - Penghitungan ukuran penyebaran (standar deviasi,
dua bagian, yakni varians, range, deviasi
kuartil, mean deviasi, dan sebagainya).

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1472
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

sebuah populasi yang jumlahnya banyak, dan dari hasil


analisis terhadap sampel tersebut digeneralisasikan
terhadap populasi. Oleh karena itulah statistik inferensial
ini juga disebut dengan istilah statistik induktif.
Berdasarkan jenis analisisnya, statistik inferensial terbagi
ke dalam dua bagian:
a. Analisis Korelasional
Analisis korelasional adalah analisis statistik yang berusaha
untuk mencari
hubungan atau pengaruh antara dua buah variabel atau
lebih. Dalam analisis
korelasional ini, variabel dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
-Variabel bebas (Independent Variable), yaitu variabel yang
keberadaannya
Frequency distributions tidak dipengaruhi oleh variabel lain.
Menghitung kejadian pada tiap nilai respon dari sebuah - Variabel terikat (Dependent Variable), yaitu variabel yang
variabel,yang bisa disajikan dalam bentuk Tabel atau grafik keberadaannya
(Frequency polygon) dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Mengukur Central tendency Misalnya penelitian tentang hubungan antara jumlah sales
Central tendency adalah nilai yang mewakili skor rata-rata dengan volume
dalam sebauh sampel atau populasi. Dibagi atas tiga jenis : penjualan. Jumlah sales merupakan variabel bebas (X) dan
Modus,median,dan Mean. Normal courva adalah volume penjualan
frequency polygon yang berbentuk seperti bel dimana sebagai variabel terikat (Y).
mean,median,dan modus mewakili perataan secara
seimbang Contoh penelitian yang berupaya untuk mencari korelasi
antar variabel di
1. Modus antaranya adalah:
Merupakan skor atau nilai respon yang paling sering terjadi - Hubungan antara jumlah sales dengan volume penjualan
(memiliki frekeunsi tertinggi) di dalam sampel atau perusahaan
populasi. Tingkat pengukuran yang paling rendah adalah - Hubungan antara penghasilan orang tua, dan motivasi
nominal belajar dengan
2. Median prestasi belajar
Merupakan skor atau nilai respon yang membagi distribusi - Pengaruh tayangan media televisi terhadap minat belajar
menjadi dua bagian yang sama, Tingkat pengukuran anak.
minimal adalah ordinal
3. Mean Banyak sekali teknik analisis statistik yang dapat digunakan
Dihitung dengan menambahkan tiap skor kemudian dibagi untuk analisis
dengan jumlah total skor. Pengukuran yang rumit dalam korelasional ini, baik statistik parametrik maupun
pengukuran Central tendency . Tingkat pengukuran paling nonparametrik. Penggunaan masing-masing teknik analisis
rendah adalah interval tersebut sangat tergantung pada jenis skala datanya. Skala
data terdiri dari:
Mengukur Variabilitas (Variablity) 1. Data nominal, yaitu data kualitatif yang tidak memiliki
Merupakan nilai yang menunjukkan seberapa lebar skor jenjang. Contoh jenis kelamin, asal daerah, pekerjaan
terdistribusi di dalam sebuah sampel atau populasi. orang tua, hobby, dan sebagainya.
Ada dua jenis tipe yang umum : 2. Data ordinal, yaitu data kualitatif yang memiliki jenjang,
seperti tingkat
1. Jangkauan (Range) pendidikan, jabatan, pangkat, ranking kelas, dan
Merupakan jarak antara skor minimum dan skor sebagainya.
maksimum didalam sebuah distribusi. Semakin besar 3. Data interval/rasio, yaitu data kuantitatif atau data yang
jangkauan,makan akan semakin besar variasi skor didalam berupa angka
sebuah distribusi. Tingkat pengukuran minimum adalah atau dapat diangkakan. Contoh penghasilan, prestasi
ordinal belajar, tinggi badan,
2. Standar deviasi (Standard deviation) tingkat kecerdasan, volume penjualan, dan sebagainya.
Nilai penghitungan matematis yang menunjukkan tingkat
distribusi skor apakah tersebar atau terpencar dari rata- Atribut variabel (Variable attributes ) adalah karakteristik
ratanya. Rata-rata dan standar deviasi mendefinisikan atau kualitas yang menjelaskan sebuah variabel. Atribut
properti dasar dari kurva normal (normal curve). Tingkat variabel bisa dijelaskan dengan empat pengukuran
pengukuran minimumnya adalah interval berbeda :
2. Statistik Inferensial Untuk menentukan jenis analisis korelasional yang tepat
Kalau dalam statistik deskriptif hanya bersifat memaparkan dalam sebuah
data, maka dalam statistik inferensial sudah ada upaya penelitian, terlebih dahulu harus dilihat jenis data dari
untuk mengadakan penarikan kesimpulan dan membuat variabel-variabel yang
keputusan berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
Biasanya analisis ini mengambil sampel tertentu dari
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1473
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

diteliti. Sebagai panduan, Tabel 1 disajikan berbagai jenis


analisis korelasional
berdasarkan skala datanya.
b. Analisis Komparasi
Analisis komparasi adalah teknik analisis statistik yang
bertujuan untuk
membandingkan antara kondisi dua buah kelompok atau
lebih. Teknik analisis yang digunakan juga cukup banyak,
penggunaan teknik analisis tersebut tergantung pada jenis
skala data dan banyak sedikitnya kelompok. Jenis-jenis
analisis komparasi dapat dilihat pada berikut :

Persyaratan-persyaratan yang biasanya harus dipenuhi


dalam penggunaan
teknik statistik parametrik meliputi:
1. Sampel diambil secara acak/random dari sebuah
populasi.
2. Data berskala interval atau data bersifat kuantitatif.
Beberapa contoh hipotesis komparatif di antaranya adalah: 3. Data berdistribusi normal, artinya data yang diperoleh
1.Perbedaan kualitas pelayanan antara toko A dan B memiliki distribusi seperti distribusi normal. Pengujiannya
2. Perbedaan minat mahasiswa terhadap profesi guru dapat dilakukan dengan menggunakan Kai Kuadrat,
ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua Kolmogorov-Smirnov, Lilieford Test, Skewness dan
3. Perbedaan prestasi belajar mahasiswa antara yang diajar Kurtosis, atau Jarque-Bera Test.
dengan metode 4. Ada hubungan yang linear antara variabel bebas dengan
konvensional dengan metode CTL variabel terikatnya, artinya hubungan antara variabel
4. Perbedaan produktivitas kerja karyawan sebelum dan bebas dan terikat bersifat linear atau garis lurus, bukan
sesudah mengikuti kuadratik, kubik atau yang lainnya. Pengujian dapat
pelatihan AMT dilakukan dengan menggunakan uji F Tuna Cocok (Lack of
Fit Test) atau uji polinomial.
Di samping teknik analisis di atas, terdapat dua kelompok 5. Tidak terjadi heterosedastisitas, artinya varians error
analisis statistik yang dihasilkan dari sebuah persamaan regresi tersebut
ditinjau dari bentuk parameternya, yakni : haruslah bersifat homogen/sama untuk setiap nilai
X.Pengujian dapat dilakukan dengan Park Test, Glesjer
1. ) Statistik parametrik Test, Bartlett Test, Rho Spearman, dan Goldfield & Quant.
Statistik parametrik adalah analisis statistik yang 6. Tidak terjadi kolinearitas/multikolinearitas, artinya tidak
pengujiannya menetapkan syaratsyarat tertentu tentang terjadi korelasi yang terlalu tinggi antar variabel bebas.
bentuk distribusi parameter atau populasinya, seperti data Pengujian dapat dilakukan dengan analisis korelasi/
berskala interval dan berdistribusi normal. regresi, Tolerance, dan VIF (Variance Inflation Factor).
2.) Statistik Nonparametrik 7. Tidak terjadi otokorelasi, artinya error yang terjadi murni
Sstatistik nonparametrik adalah analisis statistik yang tidak berasal dari garis regresi dan bukan berasal dari error
menetapkan syarat-syarat tersebut. Dengan demikian, pengamatan yang lain. Pengujiannya adalah Durbin-
untuk dapat menggunakan teknik statistik parametrik Watson Test.
harus ditinjau terlebih dahulu persyaratan-persyaratan 8. Ada homogenitas varians, artinya varians antara
yang harus dipenuhi. kelompok satu dengan kelompok yang lain haruslah
bersifat homogen/sama. Pengujiannya dapat dilakukan
dengan Bartlett Test, Cochran, F Max Hartley, atau Levene
Test.
9. Ada homogenitas regresi, artinya koefisien garis regresi
antar kelompok haruslah bersifat sama/homogen.
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1474
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Pengujiannya dapat dilakukan dengan uji F untuk Meletakkan angka pada jawaban reponden sehingga bisa
kesamaan koefisien regresi. dimasukkan ke dalam database
2. Data entry
Tidak semua teknis statistik parametrik harus memenuhi Setelah jawaban di kodifikasi, maka data mentah bisa
semua persyaratan di atas, namun setiap jenis teknik dimauskkan ke dalam databse melalui software (Contoh :
analisis memiliki persyaratan yang berbeda. Beberapa SPSS)
persyaratan yang harus dipenuhi untuk masing-masing
jenis teknik analisis dapat dilihat pada Tabel : Mengedit data
1.Illogical response
Contoh dari Jawaban yang tidak logis (Illogical response)
adalah jawaban yang menyimpang (outlier response) yaitu
observasi yang secara substansi berbeda dengan observasi
lainnya.
2.Incosistent response
Merupakan jawaban yang tidak selaras dengan informasi
lainnya
3. Illegal codes
Nilai yang tidak dirinci dalam instruksi kodifikasi
PREFERENSI PEMILIHAN METODE UJI STATISTIK
Statistika efek (outcome statistics) Statistik yang menentukan asosiasi
Berasal dari model statistik (persamaan) dari bentuk Y Merupakan statistik yang menentukan apakah ada
(dependen) terhadap V (independen). Contoh : hubungan atau tidak diantara dua variabel. Nilai dari satu
variabel berkovarians (co-vary) dengan nilai dari variabel
lain :
1. Chi-Square (2 )
2. Correlation (r)
Statistika yang menentukan perbedaan
Merupakan satistika yang digunakan untuk menentukan
apakah sekelompok perbedaan ada pada variabel tertentu
1. Dua kelompok varabel berelasi ( Dependent t-test)
2. Dua kelompok tidak berelasi ( Independent t-test)
3. Lebih dari dua kelompok ( ANOVA)
HYPOTHESIS TESTING
PENGGUNAAN SOFTWARE SPSS UNTUK ANALISA Type I Error ()
STATISTIK Merupakan probabilitas penolakan atas hipotesis nol jika
ternyata nilainya adalah benar (true). Dalam kata lain,
SPSS ((Statistical Package for the Social Sciences ) adalah menerima hipotesis alternatif pada saat fakta itu salah.
sebuah program komputer yang digunakan untuk Contoh : Menyimpulkan kedua variabel adalah
membuat analisis statistika. SPSS digunakan oleh peneliti berhubungan padahal faktanya adalah tidak berhubungan
pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, Type II Error ()
peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dan sebagainya. Merupakan probabilitas diterimanya hipotesis nol , tetapi
Selain analisis statistika, manajemen data (seleksi kasus, hipotesis alternatif adalah benar. Dalam kata lain ,menolak
penajaman file, pembuatan data turunan) dan hipoetsis lain saat faktanya adalah benar
dokumentasi data (kamus metadata ikut dimasukkan Contoh : Menyimpulkan kedua variabel adalah tidak
bersama data) juga merupakan fitur-fitur dari software berkorelasi,padahal faktanya berhubungan
dasar SPSS.
Statistical Power (1-)
Statistik yang termasuk software dasar SPSS: Merupakan probabilitas menolak hipotesis nol secara
-Statistik Deskriptif: Tabulasi Silang, Frekuensi, Deskripsi, tepat.
Penelusuran, -Statistik Deskripsi Rasio
-Statistik Bivariat: Rata-rata, t-test, ANOVA, Korelasi MEMILIH TEKNIK STATISTIK YANG TEPAT
(bivariat, parsial, jarak), --Nonparametric tests Seperti yang disinggung sebelumnya ada dua teknik
-Prediksi Hasil Numerik: Regresi Linear statistik yang bisa digunakan :
-Prediksi untuk mengidentivikasi kelompok: Analisis Faktor, 1. Univariate Techniques
Analisis Cluster (two-step, K-means, hierarkis), Diskriminan. Statistik sederhana (univariate statistic) menunjukkan nilai
pada satu variabel. Statistika sederhana untuk variabel
nominal adalah Frekuensi ,proporsi, bilangan ganjil , bisa
Variabel harus dikodifikasi (diberi nilai tertentu) agar data juga digunakan variabel ordinal
dapat diproses oleh software. Peneliti harus paham akan Contoh : Mean , standar deviasi, standar error of the
tingkat pengukuran untuk ntiap variabel untuk mean, median, box and whisker plots
menentukan apa uji statistik yang akan dipakai
1. Data Coding Menguji hipotesis dengan mean tunggal
- Metric data : one sample t-test

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1475
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Nonmetric data : chi square


Menguji hipotesis dengan dua mean terkait McNemar test
Independent samples Metode non-parametrik yang digunakan pada data
- Metric data : independent samples t-test nominal untuk menilai signifikansi perbedaan antar
- Nonmetric data : chi square , Mann-whitney u-test variabel (dichotomous(. Biasanya digunakan pada sebelum
Related samples dan sesudah studi untuk menguji efek eksperimental
- Metric data : Paired samples t-test
- Nonmetric data : Chi-square , Wilcoxin,Mc Nemar
Menguji Hipotesis dengan beberapa mean
- Metric data : One-way analysis of variance
- Nonmetric data : Chi-square
2. Mutivariate techniques
teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu
variabel dependent sekaligus.
One metric dependent variable
- Analysis of variance and covariance
- Multiple regression analysis
- Conjoint analysis
One nonmetric dependent variable Independent samples t-test
- Disriminant analysis Dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan
- Logistic regression diantara dua kelompok variabel
Contoh :
More than one metric dependent variables
- Multivariant analysis of variance
- Canonical correlation
Menguji hipotesis pada mean tunggal
One sample t-test
Merupakan teknik statistik yang dipakai untuk menguji
hipotesis bahwa mean dari populasi dimana sampel
diambil adalah sama dengan standar perbandingan
Menguji hipotesis pada dua mean terkait
Paired samples t-test
Memeriksa perbedaan diantara kelompok data sebelum
dan sesudah adanya treatment Menguji hipotesis pada beberapa mean
Contoh : Analysis of variance (ANOVA)
Membantu memeriksa perbedaan mean signifikan pada
lebih dari dua kelompok pada variabel interval atau
variabel dependen berskala rasio
Regression analysis
Merupakan analisis regresi sederhana yang digunakan
pada situasi dimana sau variabel metrik independen di
hipotesisikan mempengaruhi satu variabel metrik
dependen
Contoh :
1. Scatter plot
Wilcoxon signed-rank test Scatter plot (diagram pencar) merupakan diagram yang
Pengujian tes non-parametrik yang memeriksa perbedaan menunjukkan tingkat hubungan (korelasi) diantara dua
signifikan antara dua sampel terkait atau pengukuran faktor. Pola pencaran data dari bagian bawah kiri naik ke
berulang pada sebuah sampel. Digunakan sebagai arah kanan seolah membentuk sudut. Dan bila ditarik
alternatif untuk pasangan sampe pada t-test saat populasi suatu garis imajiner (bayangan), maka kita bisa membuat
tidak bisa diasumsikan terdistribusi secara normal garis linear sebagai wakil dari kelompok atau pencaran
Rumusnya adalah : data tersebut. Garis ini dalam istilah statistik dinamakan
sebagai Garis Regresi.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1476
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

100

80
LKLHD_DATE

60

40

20

30 40 50 60 70 80 90

PHYS_ATTR

2. Simple linear regression


Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara Contoh penggunaan SPSS (Analisa regresi linear) :
linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel Model Summary
dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah
hubungan antara variabel independen dengan variabel Adjusted Std. Error of
dependen apakah positif atau negatif dan untuk Model R R Square R Square the Estimate
memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai 1 .841 .707 .704 5.919
variabel independen mengalami kenaikan atau
penurunan.. Data yang digunakan biasanya berskala
interval atau rasio.
Rumus regresi linear sederhana sebagi berikut: ANOVA
Y = a + bX
Keterangan: Sum of
Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) Model Squares df Mean Square F Sig.
X = Variabel independen 1 Regression 8195.319 1 8195.319 233.901 .000
a = Konstanta (nilai Y apabila X = 0) Residual 3398.640 97 35.038
b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun Total 11593.960 98
penurunan)
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 34.738 2.065 16.822 .000
PHYS_ATTR .520 .034 .841 15.294 .000

VALIDASI MODEL (MODEL VALIDATION)


1. Face validity (Signs and magnitudes make sense)
2. Statistical validity :
-Model fit : R2
-Model significance : F-test
3. Ordinary Least Squares estimation -Parameter sgnificance : t-test
Metode Ordinary Least Squares (OLS) atau metode kuadrat -Strength of effects : beta-coefficients
terkecil biasa merupakan metode yang paling populer -Discussion of multicollinearity : correlation matrix
untuk menyelesaikan masalah hitung perataan. Pada 3. Predictive validity : how well the model predicts , out-of
dasarnya, model regresi dengan OLS dibangun atas asumsi sample forecast errors
CLRM (Classical Linier Regression Model). Asumsi tersebut
memiliki properti sesuai dengan Gauss-Markov Theorem Pengukuran dengan R2
yang menuntut adanya karakteristik Best Linier Unbiassed R2 mengukur proporsi dari variasi y yang dijelaskan oleh
dari penduga /estimatornya yakni: variasi di dalam x. Nilainya berada di antara 0 dan 1. Jika R2
=1 maka ada kecocokan sempurna antara data garis dan
- Linier. Estimator OLS merupakan fungsi linier dari variabel data titik. Jika R2=0 maka tidak ada hubungan linear antara
acak (random). Contoh: variabel terikat Y dalam model x dan y
regresi
-Tidak Bias. Nilai rata-rata atau nilai ekspektasi dari R2 = total variation unexplained variation
estimator sama dengan total variation
nilai aktual/sesungguhnya Konsep model
-Varians Minimum. Estimator OLS memiliki nilai varians
minimum. Kriteria ini penting untuk memastikan bahwa
estimator efisien. Dengan kata lain, estimator yang tidak
bias dengan varians terkecil dapat dikatakan sebagai
estimator yang efisien.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1477
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Model Summary Coefficients

Adjusted Std. Error of Unstandardized Standardized


Coefficients Coefficients
Model R R Square R Square the Estimate
1 Model B Std. Error Beta t Sig.
.841 .707 .704 5.919
1 (Constant) 34.738 2.065 16.822 .000
Pada contoh model SPSS diatas R=0,841 menunjukkan PHYS_ATTR .520 .034 .841 15.294 .000
kecenderungan atas ketertarikan fisik ,maka y adalah
ketertarikan fisik dan x adalah hubungan personal Strength of effects
Menggunakan standardied beta coefficent untuk
Model significance membandingkan kekuatan dari efek setiap variabel
Tidak seperti t-test yang hanya bisa meng-asses satu independen terhadap variabel dependen. Variabel
koefisien regresi pada satu waktu , model significance atau independen dengan standardied beta terbesar memiliki
F-test dalam regresi bisa membandingkan signfikansi efek terbesar
keseluruhan beberapa koefiesien, F-test membandingkan
model tanpa predictor (Intercept-only model) kepada
model yang ingin kita rinci
Hipotesis pada F-test secara keseluruhan sebagai berikut :
-Hipotesis Nol : kecocokan intercept only model dengan
model yang ingin diuji adalah setara
- Hipotesis alternatif : kecocokan intercept only model
secara signifikan berkurang dibandingkan model yang ingin
diuji

H0: 0 = 1 = ... = m = 0 (all parameters are zero)


H1: Not H0
Test statistic (k = # of variables excl. intercept)
F = (SSReg/k) ~ Fk, n-1-k Discussion of multicollinearity : correlation matrix
(SSe/(n 1 k) Bertujuan mengukur korelasi pada beberapa variabel pada
SSReg = explained variation by regression tingkatan interval. Pada contoh dibawah ada 10 variabel
SSe = unexplained variation by regression tingkat interval yang menghasilkan 45 korelasi unik yang
diestimasi dalam satu tahap,tahap itu yang disebut
correlation matrix . Bagian diagonal selalu bernilai satu
karena menunjukkan korealsi tiap variabel dengan dirinya
sendiri.

Jika nilai P pada F-test lebih kecil dari level signifikansi,maka


hipotesis nol bisa ditolak . dan menyimpulkan bahwa
model yang kita uji lebih cocok dibandingkan intercept-only
model
Multiple regression analysis
ANOVA Menggunakan lebih dari satu variabel independen (metrik
atau nonmetrik) untuk menjelaskan variance didalam
Sum of sebuah variabel dependen metrik
Model Squares df Mean Square F Sig. Contoh dibawah adalah menguji dua variabel independen
1 Regression 8195.319 1 8195.319 233.901 .000 yaitu kecerdasan dan ketertarikan fisik dan kecendrungan
Residual 3398.640 97 35.038 bahwa orang tersebut akan mendapat pasangan kencan
Total 11593.960 98

Parameter of significance
Bertujuan untuk menguji apakah sebuah parameter adalah
signifikan. Pengujiannya menggunaka t-test
H0: j = 0 (i.e., j 0) Maka dilakukanlah beberapa analisis regresi seperti R
H1: j 0 square, F-test dan t-test pada SPSS yang menghasilkan
Test-statistic: t = bj/SEj ~ tn-k-1 demikian :
with bj = the estimated coefficient for j
SEj = the standard error of bj

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1478
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Nilai 0,032 pada standardized coefficent beta


Model Summary menunjukkan efek interkasi signifikan pada variabel
dependen
Adjusted Std. Error of
Model R R Square R Square the Estimate Mediating / intervening variabel
1 .844 .712 .706 5.895 Varibel intervensi menunjukkan relasi antara variabel
dependen dan variabel independen
Representasi analisis :
ANOVA Y = 0 + 1X => 1 is significant
M = 2 + 3X => 3 is significant
Sum of Y = 4 + 5X + 6M => 5 is not significant
Model Squares df Mean Square F Sig. => 6 is significant
1 Regression 8257.731 2 4128.866 118.808 .000 Jika pada model diatas ditambahkan intervening variabel
Residual 3336.228 96 34.752 Perceived fit maka konsep model akan menjadi demikian
Total 11593.960 98 :

Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 31.575 3.130 10.088 .000
PERC_INTGCE .050 .037 .074 1.340 .183
PHYS_ATTR .523 .034 .846 15.413 .000

Moderator
Variabel pemoderasi atau moderators merupakan variabel
kuantitatif atau kualitatif yang mempengaruhi arah atau
kekuatan pada relasi antara variabel dependen dan
variabel independen.
Representasi analisis :
Y = 0 + 1X1 + 2X2 + 3X1X2
with Y = DV Langkah-langkah analisa regresinya adalah sebagai berikut
X1 = IV :
X2 = Moderator LANGKAH 1
Jika pada model diatas ditambahkan variabel pemoderasi Mode l Summary
yaitu gender,maka konsepsinya akan menjadi seperti ini :
Adjusted Std. Error of
Model R R Square R Square the Estimate
1 .963 .927 .923 3.020

ANOVA

Jika dilakukan beberapa analisis regresi seperti R square, F- Sum of


test dan t-test pada SPSS akan menghasilkan demikian : Model Squares df Mean Square F Sig.
Model Summary
1 Regression 10745.603 5 2149.121 235.595 .000
Residual 848.357 93 9.122
Adjusted Std. Error of
Model R R Square R Square the Estimate Total 11593.960 98
1 .910 .828 .821 4.601

ANOVA
Coefficients

Sum of Unstandardized Standardized


Model Squares df Mean Square F Sig. Coefficients Coefficients
1 Regression 9603.938 4 2400.984 113.412 .000
Residual
Model B Std. Error Beta t Sig.
1990.022 94 21.170
Total 11593.960 98
1 (Constant) 17.094 2.497 6.846 .000
PERC_INTGCE .030 .029 .044 1.039 .301
Coefficients PHYS_ATTR .517 .018 .836 29.269 .000
Unstandardized Standardized GENDER -.783 2.379 -.036 -.329 .743
Coefficients Coefficients
PI_GENDER .122 .038 .356 3.201 .002
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 32.603 3.163 10.306 .000 COMM_INTER .212 .019 .319 11.187 .000
PERC_INTGCE .000 .043 .000 .004 .997
PHYS_ATTR
GENDER
.496 .027 .802 18.540 .000 Pada tabel standardized coefficient beta diatas ditunjukkan
-.420 3.624 -.019 -.116 .908
PI_GENDER .127 .058 .369 2.177 .032
bahwa efek signifikan pada variabel dependen adalah
0.000

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1479
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

LANGKAH 2 1. Pengaruh Kualitas audit terhadap manajemen laba


Mode l Summary transaksi real Pengakuan Pendapatan strategis -
Reisha,Antonius (2013)
Adjus ted St d. Error of
Model R R Square R Square the Estimate Model penelitian :
1 .977 .955 .955 2. 927

ANOVA

Sum of Hipotesis penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk


Model Squares df Mean Square F Sig. statistik sebagai berikut: H1, H2: X1, X2 > 0; Ekspektasi
1 Regression 17720.881 1 17720.881 2068.307 .000 untuk masing-masing variabel kontrol adalah sebagai
Residual 831.079 97 8.568 berikut: X4,6,8 > 0; X3,5 < 0; dan X7 0
Dimana:
Total 18551.960 98 Variabel dependen:
ABSRR = Abnormal Strategic Revenue Recogni-tion
Coefficients (ABSRR), variabel manajemen laba transaksi real dalam
bentuk pengakuan pendapatan strategis. Pengakuan
Unstandardized Standardized pen-dapatan strategis diukur menggunakan perubahan
Coefficients Coefficients pendapatan deferal abnor-mal mengikuti Caylor (2010).
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 8.474 1.132 7.484 .000 Variabel independen:
COMM_INTER .820 .018 .977 45.479 .000
SPCL = spesialisasi industri KAP merupakan variabel
dummy, diukur dengan rasio jumlah aset klien KAP
dalam industri tertentu dibagi dengan jumlah aset
Diketahui dari tabel standardized coefficient beta bahwa seluruh klien dari seluruh KAP dalam industri sejenis.
efek signifikan pada variabel intervensi (intervening SPCL diberi skor 1 jika KAP memiliki industry share
variabel) adalah 0.000 terbesar, dan 0 untuk lainnya (Gul et al. 2009; Herusetya
LANGKAH 3 2012)
Mode l Summary TENURE= masa penugasan audit KAP, adalah variabel
Adjusted Std. Error of dummy, diberi skor 1 jika KAP memiliki masa penugasan
Model R R Square R Square the Estimate audit mene-ngah (4-8 tahun), dan 0 untuk lainnya
1 .966 .934 .930 2.885

Variabel kontrol:
ANOVA LOSS = merupakan variable dummy, diberi skor 1 jika
Sum of perusahaan i pada tahun t meng-alami rugi bersih, dan 0
Model Squares df Mean Square F Sig. jika lainnya
1 Regression 10828.336 6 1804.723 216.862 .000 SGRW = perubahan penjualan selama satu tahun, (Salest
Residual 765.624 92 8.322 Salest-1)/Salest-1
Total 11593.960 98 KSS = rasio jumlah kas dan setara kas ter-hadap total
aset perusahaan i pada tahun t
Coefficients
LEV = rasio total liabilitas terhadap total aset
perusahaan
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
SIZE = natural logaritma dari total aset perusahaan i
Model B Std. Error Beta t Sig. dalam milyaran pada tahun t
1 (Cons tant) 14.969 2.478 6.041 .000 INVAR = rasio jumlah inventory dan account receivable
PERC_INTGCE .019 .028 .028 .688 .493 terhadap total aset
PHYS_ATTR
GENDER
.518 .017 .839 30.733 .000
it = residual errors
-2.040 2.307 -.094 -.884 .379
PI_GENDER .142 .037 .412 3.825 .000
Subscript i,t = identifikasi untuk perusahaan i dan tahun
COMM_INTER -.051 .085 -.077 -.596 .553 t
PERC_FIT .320 .102 .405 3.153 .002
Statistika deskriptif
Maka didapat hasilnya dari tabel standardized coefficient
beta bahwa efek signifikan variabel independen pada
variabel dependen adalah 0.553 dan efek signifikan
variabel intervensi (intervening variable) adalah 0.002

BEBERAPA CONTOH INTERPRESTASI STATISTIK


DESKRIPTIF DAN PENGUJIAN HIPOTESIS PADA Korelasi antar variabel penelitian
STATA

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1480
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

berbasis akrual, sehingga manajemen lebih cenderung


me-lakukan manajemen laba transaksi real (Graham et
al. 2005; Cohen dan Zarowin 2010). Pernyataan ini juga
diperkuat oleh temuan Zang (2012) yang menemukan
bukti bahwa manajemen laba ber-basis akrual dan
manajemen laba transaksi real memiliki korelasi negatif.
Dengan demikian hipo-tesis H1 dapat diterima.
Hasil Pengujian Hipotesis H2: Masa penugasan audit
dalam jangka waktu menengah berpengaruh positif
terhadap pengakuan pendapatan strategis
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koe-fisien TENURE
bertanda positif, namun tidak signifikan pada tingkat =
10% (X2 = 0.000) dengan two-tailed test. Penelitian ini
belum menemukan bukti bahwa masa penugasan audit
Hasil Pengujian hipotesis dengan jangka waktu menengah berpengaruh terhadap
manajemen laba transaksi real dalam bentuk pengakuan
pendapatan strategis deferal. Hasil pengujian ini tidak
mendukung temuan Chi et al. (2011) di Amerika, yang
menemukan bukti bahwa masa penugasan audit yang
lebih panjang berpengaruh positif terhadap manajemen
laba transaksi real. Studi ini menduga bahwa masa
penugasan audit di Indonesia, sekalipun berada dalam
masa penugasan menengah (4-8 tahun) sebagai ukuran
kualitas audit yang tinggi (Gul et al. 2009; Herusetya,
2012) belum dapat memberikan implikasi bagi
meningkatnya perilaku mana-jemen untuk melakukan
praktik manajemen laba transaksi real dalam pengakuan
pendapatan strategis. Penjelasan alternatif lainnya
adalah bahwa masa penugasan audit dapat dimoderasi
oleh auditor yang memiliki spesialisasi industri,
***, **, * adalah signifikan masing-masing pada level sebagaimana ditemukan oleh Gul et al. (2009), sehingga
1%, 5% dan 10% (two-tailed test). t-stat dihitung dengan power of the test masa penugasan audit (TENURE)
prosedur Huber-White (Rogers, 1993; Wooldridge, menjadi lebih lemah. Dengan demiki-an hipotesis H2
2009; 2002) untuk mengatasi masalah ditolak.
heteroskedastisitas. Nilai VIF secara keseluruhan dari Pengujian terhadap variabel kontrol pada Tabel 4
tiap variabel kurang dari 10, dan nilai TOL mendekati menunjukkan sebagian hasil yang sesuai dan sebagian
nilai 1, menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah berbeda dengan prediksi tanda. Koefisien LOSS negatif
multikolinearitas (Gujarati 2003). dan signifikan terhadap ABSRR pada tingkat 10% (X3 = -
0.001), sesuai dengan prediksi awal. Hal ini
Hasil Pengujian Hipotesis H1 : Spesialisasi Industri KAP menunjukkan bahwa perusahaan yang melaporkan
berpengaruh positif terhadap pengakuan pendapatan negative earnings (LOSS) tidak melakukan manajemen
strategis laba transaksi real dalam bentuk pengakuan
Tabel di atas menunjukkan bahwa model empiris
memiliki adjusted R-squared 36.2%, yang menun-jukkan
bahwa variasi dalam variabel ABSRR dapat dijelaskan 2. Pengaruh Audit Capacity Stress ,Pendidikan Profesi
oleh variabel independen pada Model 1 sebesar 36.2%. Lanjutan (PPL), ukuran Kap,sepsialisasi ,terhadap
Hasil uji F adalah signi-fikan pada tingkat = 1% (F- manajemen Laba karual dan Manipulasi aktivitas riil
value = 77.816). Junius,Fitriany (2012)
Hasil pengujian hipotesis H1 pada Model 1, menemukan
bukti bahwa koefisien SPCL bertanda positif dan Abstrak :
signifikan pada tingkat = 10% (X1 = 0.001) dengan two- The purpose of this research is to analyze the effects of
tailed test sesuai dengan prediksi awal. Koefisien SPCL audit quality with public accountant firm size, auditor
sebesar 0.001 menunjukkan bahwa spesialisasi industri industry specialization, audit capacity stress, and
KAP memiliki asosiasi positif terhadap mana-jemen laba Continuing Professional Education (CPE) on accrual and
transaksi real dalam bentuk pengaku-an pendapatan real earnings management. Accrual earnings
strategis deferal. Hasil pengujian ini memberikan management is measured with Kothari et al. (2005)
implikasi bahwa kualitas audit yang tinggi melalui model and real earnings management is measured with
spesialisasi industri KAP (SPCL) mendorong manajemen Roychowdury (2006) model which divided by three
untuk melakukan praktik transaksi real dalam bentuk proxies: sales manipulation, overproduction, and
pengakuan pendapatan strategis deferal dengan lebih reduction of discretionary expenditures. The samples of
besar (ABSRR). this research are 174 nonfinancial companies listed on
Indonesian Stock Exchange in 2007-2009 periods.
Temuan ini konsisten dan memperkuat temuan dari Chi The results show that big accountant firms maximize
et al. (2011), serta Challen dan Siregar (2011) dalam accruals earnings management, can detect sales
konteks Indonesia. Hal ini disebabkan karena kualitas manipulation, and have no impact on other types of
audit yang tinggi mampu mendeteksi manajemen laba
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1481
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

earnings management. Industry specialist auditor can abnormal CFO


minimize accruals earnings management and has no H3c: audit capacity stress berpengaruh negatif terhadap
impact on real earnings management. Audit capacity abnormal production
stress is found to minimize real earnings management H3d: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap
with production manipulation and discretionary abnormal discretionary expenses
expenditures, maximize sales manipulation and it has no H4b: Pendidikan Profesi Lanjutan berpengaruh negatif
impact on accruals earnings management. Continuing terhadap abnormal CFO
Professional Education (CPE) is found to has no impact H4c: Pendidikan Profesi Lanjutan berpengaruh positif
on all type of earnings management. terhadap abnormal production
H4d: Pendidikan Profesi Lanjutan berpengaruh negatif
Keywords: Audit Quality, Accountant Firm Size, Auditor terhadap abnormal discretionary expenses.
Industry Specialization, Audit Capacity Stress, Continuing
Professional Education, Accruals Earnings Ringkasan Expected Sign dari seluruh variabel
Ada empat model penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini,yakni :

Statistik deskriptif

Keterangan :
Keterangan : DACC = Absolute Discretionary Accruals; Hasil uji statistik deskriptif untuk seluruh model dapat
ABNCFO = Abnormal CFO; ABNPROD = Abnormal dilihat pada tabel. Berdasarkan tabel, nilai rata-rata
Production; ABNDE = Abnormal Discretionary Expenses; absolute discretionary accruals sampel perusahaan
ASTAFF = Ukuran KAP; SPEC = Spesialisasi Industri adalah 0.079349 yang menunjukkan bahwa sampel
Auditor; ACS = Audit Capacity Stress; PPL = Pendidikan perusahaan mempunyai tingkat manajemen laba akrual
Profesi Lanjutan; LEV = Leverage; LMVE = Logaritma sebesar 7,93% dari total aset yang dilaporkan dalam
Natural dari Market Value of Equity; ROA = Return on laporan keuangan. Nilai rata-rata dari abnormal CFO
Assets; Tenure = Masa Penugasan Auditor; MTB = (ABNCFO) menunjukkan angka 0.008408 yang
Market-to-Book Ratio menunjukkan bahwa rata-rata sampel perusahaan tidak
melakukan manajemen laba melalui manipulasi
Hipotesis : penjualan. Hal ini dapat terjadi karena berdasarkan
H1a: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap Roychowdury (2006) perusahaan terindikasi melakukan
manajemen laba akrual. manajemen laba riil melalui manipulasi penjualan jika
H1b: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap nilai abnormal CFO rendah secara tidak wajar. Nilai rata-
abnormal CFO rata dari abnormal production (ABNPROD) menunjukkan
H1c: ukuran KAP berpengaruh positif terhadap angka 0.007179 yang berarti bahwa rata-rata sampel
abnormal production perusahaan melakukan manajemen laba riil
H1d: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap melalui manipulasi produksi kurang dari 1% produksi
abnormal discretionary expenses. normal perusahaan. Nilai rata-rata dari abnormal
H2a: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif discretionary expenses (ABNDE) menunjukkan angka -
terhadap manajemen laba akrual. 0.001435 yang berarti bahwa rata-rata sampel
H2b: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif perusahaan melakukan manajemen laba riil melalui
terhadap abnormal CFO manipulasi biaya diskresioner sebesar kurang dari 1%
H2c: spesialisasi industri auditor berpengaruh positif biaya diskresioner normal perusahaan.
terhadap abnormal production Sampel perusahaan terbanyak diaudit oleh KAP besar,
H2d: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif yakni 41,95 %. Sampel perusahaan yang diaudit oleh
terhadap abnormal discretionary expenses auditor spesialis industri sebesar 37,36 % dari total
H3a: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap perusahaan, sehingga mengindikasikan bahwa sebagian
manajemen laba akrual. besar perusahaan tidak diaudit oleh auditor spesialis
H3b: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap industri.Angka minimum dari variabel ACS sebesar
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1482
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

3,0000 dan angka maksimum ACS sebesar 130.3333


menunjukkan bahwa kapasitas KAP sangat tidak merata,
ada satu auditor dalam satu KAP yang menangani hanya
satu klien dalam setahun dan ada KAP yang masing-
masing auditornya menangani hingga 130 klien dalam
satu tahun. Nilai rata-rata dari variabel PPL
menunjukkan angka 44.56023, yang mengindikasikan
bahwa sebagian besar auditor sudah memenuhi
ketentuan minimal 30 SKP PPL yang harus ditempuh
dalam waktu satu tahun.
Hasil uji regresi pada tabel 4.12 di atas menunjukkan
Hasil Uji Model Discretionary Accruals (Tabel 4.10) bahwa :
- Variabel ukuran KAP (ASTAFF) tidak berpengaruh
terhadap manajemen laba riil melalui manipulasi
produksi sehingga hipotesis 1c ditolak.
- Variabel spesialisasi industri auditor (SPEC) tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba riil melalui
manipulasi produksi.
- Variabel audit capacity stress (ACS) memiliki pengaruh
negatif dan signifikan terhadap manajemen laba riil
melalui manipulasi produksi.
- Variabel Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba riil melalui
Hasil uji regresi pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa : manipulasi produksi sehingga hipotesis 4c ditolak
- Variabel ukuran KAP (ASTAFF) memperbesar
manajemen laba akrual, sehingga hipotesis 1a ditolak.
- Spesialisasi industri auditor terbukti dapat membatasi
manajemen laba akrual di kliennya.
- Variabel audit capacity stress (ACS) tidak memiliki
pengaruh terhadap manajemen laba akrual.
- Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) tidak berpengaruh
signifikan terhadap manajemen laba akrual.
Hasil Uji Model Abnormal CFO (Tabel 4.11)
Hasil Uji Model Abnormal Discretionary Expenses
Hasil regresi untuk model abnormal discretionary
expenses ditampilkan dalam tabel 4.13. Berdasarkan
hasil regresi model abnormal discretionary expenses,
diperoleh nilai probability F-stat sebesar 0.0000 yang
lebih kecil dari tingkat signifikansi =1%. Nilai tersebut
menunjukkan bahwa variabel-variabel independen
dalam model secara bersama-sama dapat
mempengaruhi variabel dependen abnormal
Hasil uji regresi pada tabel 4.11 di atas menunjukkan discretionary expenses pada tingkat kepercayaan 99%.
bahwa: Koefisien adjusted R2 menunjukkan seberapa besar
- Variabel spesialisasi industri auditor (SPEC) tidak variasi dalam variabel dependen mampu dijelaskan oleh
berpengaruh terhadap variabel independen. Dari hasil regresi di tabel 4.13,
manajemen laba riil melalui manipulasi penjualan. dapat dilihat bahwa 55.85% variasi dalam variabel
- Variabel audit capacity stress (ACS) berpengaruh abnormal discretionary expenses mampu dijelaskan
negatif signifikan terhadap abnormal CFO pada tingkat oleh variabel independen. Hasil uji t menunjukkan
= 10% sehingga hipotesis 3b ditolak. bahwa hanya variabel ACS dan LEV yang signifikan
- Variabel Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) tidak terhadap variabel abnormal discretionary expenses.
berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba riil
melalui manipulasi penjualan sehingga hipotesis 4b Hasil uji regresi pada tabel 4.13 di atas menunjukkan
ditolak. bahwa :
- Variabel ukuran KAP (ASTAFF) tidak berpengaruh
Hasil Uji Model Abnormal Production terhadap manajemen laba riil melalui manipulasi biaya
diskresioner sehingga hipotesis 1d ditolak
- Variabel spesialisasi industri auditor (SPEC) tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba riil melalui
manipulasi biaya diskresioner sehingga hipotesis 2d
ditolak .
- Variabel audit capacity stress (ACS) berpengaruh positif
signifikan terhadap manajemen laba riil melalui

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1483
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

manipulasi biaya diskresioner sehingga hipotesis 3d


diterima
- Variabel Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba riil melalui
manipulasi biaya diskresioner sehingga hipotesis 4d
ditolak.

3. Adopsi IFRS dn Relevansi Nilai Informasi Akuntansi


Cahyonowati, Ratmono 2013
Tabel 2 menyajikan statistik deskriptif variabelvariabel
ABSTRAK penelitian yang digunakan dalam model pengujian
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas relevansi nilai. Sesuai dengan model
informasi akuntansi pada periode sebelum dan setelah harga (price model) yang dikembangkan Ohlson (1995),
adopsi IFRS pada standar akuntansi keuangan di variabel yang digunakan adalah harga saham, laba
Indonesia. Penelitian ini menggunakan relevansi nilai bersih per lembar saham dan nilai
sebagai proksi dari kualitas informasi akuntansi. buku ekuitas per lembar saham. Statistik deskriptif pada
Informasi akuntansi yang berkualitas dapat dilihat dari Tabel 2 menunjukkan peningkatan rata-rata harga
relevansi informasi akuntansi dalam pengambilan saham sebelum periode adopsi
keputusan investor sebagaimana tercemin pada harga IFRS sebesar 1.954,96 (dalam rupiah) menjadi 4.105,74
saham. Adopsi (dalam rupiah). Hal ini sejalan dengan periode bullish
standar berbasis IFRS diprediksi tidak meningkatkan market di mana IHSG meningkat
kualitas informasi akuntansi karena faktor lingkungan dari 2.447,29 pada awal tahun 2008 menjadi 3.821,99
yang spefisik ada di Indonesia. Populasi penelitian ini pada akhir 2011 (IDX Fact Book, 2012). Namun harga
adalah perusahaan publik yang terdaftar pada Bursa saham menjadi lebih berfluktuasi (volatile) setelah
Efek Indonesia pada periode 20082011. Hasil penelitian adopsi IFRS dengan deviasi standar meningkat dari
menunjukkan bahwa aplikasi standar berbasis IFRS di 8.358 menjadi 19.850,72 (dalam rupiah). Peningkatan
Indonesia belum dapat meningkatkan volatilitas ini mungkin karena
kualitas informasi akuntansi. Relevansi laba akuntansi lebih banyak informasi spesifik tentang perusahaan yang
dengan keputusan investasi sebagaimana tercermin terrefleksi dalam harga saham (Karampinis dan Hevas,
pada harga saham tidak meningkat secara signifikan 2011). Peningkatan volatilitas ini
pada periode setelah adopsi IFRS. mungkin juga karena pengaruh faktor krisis ekonomi
global pada awal tahun 2010 yang menyebabkan
Kata kunci: Relevansi nilai, adopsi IFRS, price model. keputusan investor berubah relatif cepat.
Statistik deskriptif pada Tabel 2 menunjukkan bahwa
Model Penelitian : rata-rata laba bersih per lembar saham mengalami
penurunan setelah adopsi IFRS yaitu
dari 545,86 menjadi 260,00. Demikian juga ratarata nilai
Pit+1 = harga saham tanggal 31 Maret dalam t+1 buku ekuitas per lembar saham juga mengalami
NIit = laba bersih per lembar saham (earnings penurunan pada periode setelah adopsi
per share) IFRS. Pengaruh krisis ekonomi global khususnya di Eropa
BVit = nilai buku ekuitas per lembar saham mungkin menjadi penyebab penurunan kinerja ekonomi
DNIit = variabel dummy untuk mengontrol pengaruh perusahaan seperti terrefleksi
nonlinearitas kondisi rugi perusahaan,
diberikan nilai 1=jika perusahaan Matriks Korelasi antarvariabel Pearson (Tabel 3)
rugi, dan 0=jika sebaliknya.
Ind = variabel kontrol jenis industri
Size = variabel kontrol ukuran perusahaan yang
diproksikan dengan aset total
Hipotesis :
H1 : Tidak terdapat perbedaaan relevansi nilai
informasi akuntansi perusahaan-perusaahaan
publik di Indonesia sebelum dan sesudah
adopsi IFRS
Statistika Deskriptif (Tabel 2) :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1484
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Keterangan: NI=laba bersih per lembar saham, BV=nilai


buku ekuitas per lembar saham, DNI= variabel dummy
untuk mengontrol pengaruh non linearitas kondisi rugi
perusahaan, diberikan nilai 1=jika perusahaan rugi, dan
0=jika sebaliknya, Jenis Industri= variabel dummy untuk
mengontrol pengaruh industri, diberikan nilai 1=jika
perusahaan dari industri keuangan, dan 0=jika lainnya,
Aset total=aset dalam neraca perusahaan (dalam rupiah)
Tabel 4 menyajikan hasil pengujian hipotesis relevansi
nilai informasi akuntansi sebelum dan setelah adopsi
IFRS. Sesuai dengan metoda yang
digunakan penelitian terdahulu (misalnya Van der
Keterangan : Meulen dkk., 2007; Barth dkk., 2008; Alali dan Foote,
Baris atas sebelum adopsi IFRS 2012; Karampinis dan Hevas, 2011), price
Baris bawah sesudah adopsi IFRS model diestimasi dengan regresi OLS untuk masing-
masing periode. Selain itu, juga dikontrol efek dari: (1)
Tabel 3 menyajikan korelasi antarvariabel penelitian. kerugian (dengan variabel dummy
Pada periode sebelum adopsi IFRS, hubungan antara DNI), (2) jenis industri, dan (3) ukuran perusahaan yang
harga saham dan kedua informasi akuntansi relatif diproksikan dengan aset total. Hasil pengujian pada
lemah bahkan negatif. Hubungan antara harga saham Tabel 4 menunjukkan model penelitian
dan laba bersih layak dengan nilai F signifikan untuk kedua periode yaitu
relatif lemah dengan koefisien korelasi 0,095. Hubungan masing-masing sebesar 76,913 dan 49,561 serta
antara harga saham dan nilai buku ekuitas negatif signifikan secara statistis.
dengan koefisien korelasi -0,002 dan tidak signifikan. Hal
ini menjadi indikasi awal bahwa nilai buku ekuitas tidak Pengujian relevansi memfokuskan pada perubahan nilai
mempunyai relevansi nilai pada periode sebelum adopsi Adjusted R2 setelah adopsi IFRS. Jika nilai Adjusted R2
IFRS. Sebaliknya, pada periode setelah adopsi IFRS meningkat secara signifikan maka dapat disimpulkan
terdapat hubungan positif dan signifikan antara harga bahwa informasi akuntansi meningkatkan relevansi
saham dan laba bersih (koefisien=0,516) serta harga nilainya karena adopsi IFRS (Barth dkk., 2008;
saham dan nilai buku ekuitas (koefisien korelasi=0,320). Karampinis dan Hevas, 2011). Hasil pada Tabel 4
Hal ini mengindikasikan menunjukkan nilai Adjusted R2 justru mengalami
kedua informasi akuntansi tersebut mempunyai penurunan
relevansi nilai setelah adopsi IFRS. yaitu 0,413 pada periode sebelum adopsi IFRS menjadi
0,310 setelah adopsi IFRS. Hasil ini menunjukkan bahwa
Hasil Pengujian Hipotesis (Tabel 4) adopsi IFRS di Indonesia tidak mempunyai pengaruh
pada gabungan relevansi nilai informasi akuntansi yaitu
laba bersih
dan nilai buku ekuitas (Karampinis dan Hevas, 2011).
Bukti empiris ini mendukung hipotesis bahwa tidak
terdapat perbedaan relevansi nilai
informasi akuntansi perusahaan-perusaahaan publik di
Indonesia sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Temuan ini
juga konsisten dengan hasil penelitian terdahulu seperti
Van der Meulen dkk. (2007) dan Karampinis dan Hevas
(2011). Pengambilan kesimpulan dengan mendasarkan
pada Adjusted R2 adalah untuk efek kombinasian
(combined effect) kedua proksi informasi
akuntansi yaitu laba bersih dan nilai buku ekuitas
(Karampinis dan Hevas, 2011). Analisis lebih lanjut pada
hasil Tabel 4 menunjukkan bahwa
koefisien laba bersih nilainya meningkat dari 3,93 dan
7,68 setelah adopsi IFRS.
Koefisien nilai buku ekuitas bahkan mengalami
perubahan nilai dari -0,16 (negatif; tidak mempunyai
relevansi nilai) menjadi 0,44 (mempunyai relevansi

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1485
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

nilai). Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan


relevansi
nilai untuk masing-masing dimensi informasi akuntansi.
Hasil pengujian lebih lanjut juga menunjukkan laba
bersih mempunyai relevansi nilai lebih tinggi
dibandingkan nilai buku ekuitas (standardized
coefficient laba bersih=0,515; nilai buku ekuitas = 0,103;
keduanya signifikan secara statistis). Temuan ini
konsisten dengan hasil penelitian Alali dan Foote (2012)
bahwa laba bersih mempunyai relevansi nilai lebih tinggi
dibandingkan nilai buku ekuitas.

PERTEMUAN 12

QUALITATTIVE DATA ANALYSIS

Simplified social science research approach decision


tree.

Analisis data kualitatif


Bertujuan untuk membuat kesimpulan valid dari sejumlah
besar data yang dikumpulkan . Langkah-langkahnya adalah
:
1. Data reduction
-coding : proses analisis dimana data kualitatif
direduksi,disusun ulang, dan diintegrasikan untuk
membentuk teori
-categoriation : proses melakukan organisasi,penyusunan
,dan mengkalsifikasi untui kodifikasi
2. Data Display
Menampilkan data yang telah direduksi kedalam bentuk
terorganisir dan padat .Contoh : bagan,matriks, diagram,
grafik, gambar,dll
3. Drawing conclusions
Pada titik dimana kita menjawab pertanyaan dalam
penelitian dengan menentukan tema yang ingin dipakai,
dengan cara memikirkan pemaparan pada pola dan relasi
yang diamati atau dengan membuat perbandingan
Reliabilitas dalam penelitian kualitatif
Category reliablity
Bergantung pada kemampuan analis untuk
memformulasikan kategori dan mampu secara kompeten
menilai defenisi pada kategori sehingga mereka setuju
item yang mana pada populasi tertentu berada pada
kategori dan mana yang tidak
Data kualitatif Interjudge reliability
Data kualitatif merupakan data dalam bentuk kata-kata Tingkat konsistensi antara pembuat kodifikasi yang
Contoh : Catatan wawancara, transkrip focus group, memproses data yang sama
jawaban atas pertanyaan terbuka, transkrip rekaman Validity in Qualitative research
video,artikel berita, dll
Validitas mengacu pada bagaimana sebuah penelitian
menghasilkan :
1. Data yang dikumpulkan secara akurat memberi
representasi (internal validity)
2. Bisa digeneralisasi atau ditransfer ke konteks dan setting
yang lain (external validity)
Analisis saat pengumpulan data

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1486
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Analisis data merupakan suatu usaha yang dilakukan Analisis setelah pengumpulan data
peneliti untuk meringkas data yang dikumpulkan . Salah satu caranya adalah dengan melakukan tiga langkah
Interprestasi data adalah usaha untuk memahami arti di iteratif :
dalam data 1. Mencoba familiar dengan data dengan membaca dan
Analsis yang berlangsung tidak akan dianggap selesai mencatatnya
sampai paripurnanya tercapai. Untuk mencegah 2. Memeriksa data secara mendalam agar mendapatkan
pengumpulan data yang tidak penting seorang peneliti bisa deksripsi rinci dari setting,partisipan ,dan aktivitas
bertanya : 3. Mengkategorikan dan mengkodifikasi bagian-bagian dari
- Bagaimana saya membuat data ini berarti ? data mengelompokkannya menjadi nama-nama
Saat mengumpulkan data peneliti itu bisa membuat
pertanyaan : Analisis data setelah meringkas kolektif
- mengapa partisipan bertingkah laku demikian ? -buatlah memo tentang catatan lapangan
- apa arti fokus ini ? -bentuk deskripsi komprehensif tentang setting
- apa lagi hal yang harus saya ketahui ? ,partisipan,dsb
- apa ide baru yang meungkin bisa muncul ? -klasifikasi data menjadi unit analisis,kategori,atau tema
- apakah informasi ini baru ?
Strategi analisis data
1. Identifikasi tema ,dimuali dengan melihat Big picture
dan membuat daftar tema yang muncul ,yaitu kejadian
yang kerap berulang
2. Kodifikasi data kualitatif, kurangi data hingga pada
bentuk yang mudah dikelola, seringkali dilakukan dengan
membuat catatatn pada kartu catatan dan mengurutkan
berdasarkan tema (predetermined categories VS emerging
categories)
3. Pemetaan konsep
- analisis antiseden dan konsekuensi]
- menunjukkan temuan
- menyatakan apa yang hilang

Cara agar memudahkan kodifikasi


-buatlah fotokopi data asli
-baca keseluruhan data, lekatkan label ke sebuah blok teks
- potong dan tempel blok teks kedalam kartu indeks
-kelompokkan kartu yang memiliki label serupa
-tinjau ulang tumpukan kartu untuk melihat apakah
klusternya masih berkaitan erat
Interprestasi data
Dalam melakukan interpestasi data,empat pertanyaan ini
harus terjawab :
1. Apa yang penting di dalam data ?
2. Mengapa itu penting ?
3. Apa yang bisa dipelajari dari itu ?
4. Apa selanjutnya ?
Hal lain yang perlu diingat adalah interprestasi bergantung
pada perspektif dari peneliti . Salah satu teknik interpestasi
data (Wolcott)
1. Perluas analisis dengan membuat pertanyaan-
pertanyaan
2. Hubungkan temuan dengan pengalaman pribadi
3. Mintalah nasihan dari rekan yang kritis
4. Kontekstualitaskan temuan dalam penelitian (converging
evidence)
5. Arahkan ke pembentukan teori
Memastikan kredibilitas
-apakah data berdasarkan observasi atau rumor?
-apakah ada kolaborasi dengan pihak lain saat observasi ?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1487
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

-dalam situasi apa observasi dibuat dan dilaporkan ? longitudinal bukanlah contoh triangulasi data waktu
-seberapa reliable orang-orang yang memberikan data ? karena dimaksudkan adanya dokumentasi perubahan
-apa motivasi yang mungkin mempengaruhi laporan sepanjang waktu
partisipan? Tempat : dengan mengumpulkan data pada waktu dan
-apa bias yang mungkin mempengaruhi bagaimana sebuah tempat berbeda,peneliti bisa mendapatkan deskripsi lebih
observasi dibuat ? jelas untuk mebedakan karakteristik rentang waktu
periode dan tempat spesifik
Metode campuran Person : menggunakan triangulasi person, peneliti
Merupakan kombinasi dari teknik kualitatif dan kuantitatif mengumpulkan data pada lebih dari satu tingkat orang
( perspektif epistemologis). Tujuan dari desain penelitian yaitu individu,kelompok dan kolektif lainnya
ini adalah untuk membentuk sinergi dan kekuatan yang
ada diantara metode kualitatif dan kuantitatif agar secara 2. Triangulasi metode
penuh memahami fenomena tertentu yang mungkin hanya Desain triangulasi metode dsain sering menggunakan
bisa didapat melalui salah satu dari ketua metode metode kuantitatif yang digabungkan dengan metode
(kuantitatif atau kualitatif). Maslaah penelitiannya sendiri kualitatif dalam desain studi (implementasi simultan dan
menentukan pilihan dari desain penelitian . sequential), teoru nyang muncul dari temuan kualitatif
Contoh : tidak boleh ditekan menjadi teori dimana studi
1. Menggunakan survey untuk mengidentifikasikan menggunakan prosi kuantitatif didalamnya
kelompok spesifik dan membuat fokus grup untuk Pengumpulan data : peneliti menggunakan dua teknik
memahami pandangan siswa berbeda dalam pengumpulan data, tujuan kombinasi ini
2. Serangkaian wawancara yang dilakukan untuk agar studi lebih holistik dan memahami fenomena yang
memunculkan isu kritis yang menganggu siswa, dan survey terjadi lebih baik.
pada organisasi siswa dilakukan dengan isu ini sebagai
variabel 3. Triangulasi investigator
Terjadi saat dua atau lebih peneliti dengan latarbelakang
Tiga jenis Desain metode campuran dan keahlian berbeda bekerja sama dalam satu studi.
Tiga karakteristik ini membedakan jenis dari desain Untuk mencapai triangulasi investigator, beberapa
metode campuran investigatr harus memeiliki peran dominan dalam studi
1. Prioritas dan aera keahlian mereka harus melengkapai. Semua
2. Urutan investigator mendiskusikan temuan individunya,dan
3. Teknik analisis data mencapai kesimpulan dari semua temuan.
Tiga bentuk umum 4. Triangulasi teori
1. QUAL Quan Model Menggunakan lebih dari satu teori dalam analisis rangkaian
Desain metode campuran eksploratoris, data kualitatif data yang sama. Dalam penelitian kualitatif, lebih dari satu
dikumpulkan dahulu dan diberi bobot lebih penjalasan teoritis muncul dari data,peneliti
2. QUAN-Qual Model menginvestigasi kegunaan dari teori yang munculo
Desain metode campuran eksplanasi data kauntitatif tersebut dengan mendaur ulang penghasilan data dan
dikumpulkan dahulu dan diberi bobot lebih analisis data samapi pada sebuah kesimpulan
3. QUAN QUAL model
Trianggulasi dari desain metode campuran, data kuantitatif 5. Triangulasi ganda (menggunakan kombinasi beberapa
dan kualitatif dikumpulkan bersamaan dan diberi bobot teknik triangulasi dalam satu studi)
seimbang
Sembilan Karakteristik desain metode campuran
Singkatan yang menggunakan huruf kapital adalah 1. Judul dalam sebuah penelitian harus memasukkan leih
perspektif doionan dan diberi bobot dominan, jika dari satu metode yang digunakan (Metode campuran,
keduanya dikapitalkan maka bobotnya seimbang Terintegrasi, Triangular,kualitatif kuantitatif)
2. Kedua metode kuantitatif dan kualitatif digunakan
Triangulasi sebagai strategi penelitian kualitatif dalam studi
Triangulasi merupakan pendekatan penelitian yang 3. Peneliti menjeloaskan jenis metode campuran yang
menggunakan gabungan lebih dari satu strategi penelitian digunakan
dalam satu investigasi. Tujuan menggunakan beberapa 4. Bagian pengumpulan data mengindikasikan data naratif
strategi dalam satu studi yang sama adala dan numerik
menyeimbangkan kelebihan dan kekurangan strategi satu 5. Pernyataan maksud atau pertanyaan penelitian
sama lain . Peneliti kualitatif bisa memilih triangulasi mengindikasikan jenis metode yang digunakan
sebagai strategi penelitian untuk memastikan kelengkapan 6. Pertanyaan dinyatakan dan menjelaskan pendekatan
sebuah temuan ataupun mengkonfirmasinya. kualitatif dan kuantitatif
Menemukan informasi yang sama dengan beberapa sudut 7. Peneliti mengindikasikan urutan pengumpulan data
pandang membantu peneliti menjelaskan bagaimana kualitatif atau kuantitatif (misal : QUAN-Qual, QUAL-Quan,
temuan terjadi dalam situasi berbeda dan membantu atau QUAN-QUAL)
mereka untuk mengkonfirmasi validitas temuan 8. Peneliti menjelaskan strategi analisa data kuantitatif dan
kaualitatif
Jenis-jenis triangulasi 9. Penulis menyeimbangkan pendekatan kualitatif dan
1. Triangulasi data kuantitatif
Waktu : peneliti mengumpulkan data tentang fenomena
dalam beberapa titik waktu, studi berdasarkan desain Mengevaluasi desain metode campuran

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1488
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Evaluasi dapat dilakukan dengan delapan pertanyaan : - menjelaskan dan memvisualisasikan situasi atas
1. Apakah studi menggunakan setidaknya satu strategi fenomena tertentu
kuantitatif dan kualitatif ?
2. Apakah studi memasukan rasionalitas penggunaan Hal yang mengindikasikan apakah riset menggunakan
desain metodecampuran ? metode kualitatif atau kuantitatif adalah dari pertanyaan
3. Apakah studi memasukkan kalfisikasi jenis dari desain penelitiannya secara implisit menentukan tujuan
metode campuran ? penelitian,dan mengindikasikan apakah sebuah peneliian
4. Apakah studi menjelaskan prioritas yang diberikan pada menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif
pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dan urutan 1. Pertanyaan APA yang mencoba mencari tahu
penggunaaannya seberapa banyak mengindikasikan pendekatan kuantitatif
5. Apakah studi memadai dari segi data, sumber 2. Pertanyaan APA yang mencoba mencari tahu sebuah
daya,waktumdan keahlian ? penjelasan mengindikasikan pendekatan kualitatif
6. Apakah studi memasukkan pertanyaan kualitatif dan 3. Pertanyaan BAGAMANA dan MENGAPA
kuantitatif ? menunjukkan penedkatan kualitatif
7. Apakah stui mengidentifikasikan teknik pengumpulan Pendekatan kualitatif dibutuhkan saat kita ingin
data kuantitatif dan kualitatif ? menentukan arti bukan menentukan benar atau salah pada
8. Apakah studi mengguanakan teknik analisis data yang fenomena yang diinvestigasi
tepat untuk desain metode campuran?
Pemilihan metodologi
Inductive and deductive reasoning
1. Deductive reasoning : proses pemberian alasan dari
prinsip umum ke contoh tertentu
2. Inductive reasoning : proses pemberian alasan dari
contoh tertentu ke prinsip umum
Pendekatan studi kasus dalam penelitan
Komponen dalam studi kasus :
1. Strategi
2. Investigasi empiris
3. Fenomena kontemporer terentu
4. Berada dalam konteks dunia nyata Unit analisis
5. Menggunakan beberapa sumber bukti Merupakan objek penelitian yang dapat berupa : Individu ,
peran ,kelompok, proses, entitas , orgnaisasi,dan unit yang
Melakukan generalisasi dari studi kasus dapat didefinisikan dan diobservasi lainnya.
1. Generalisasi statisik : Menjelaskan populasi berdasarkan Contoh :
sebuah sampel Units of analysis in change management research:
2. Generalisasi teoritis (analitis) : Menjelaskan fenomena 1.) Change efforts (e.g., installing new technology,
berdasarkan sebuah kasus downsizing, a particular restructuring, effort to change
corporate culture)
Mendefinisikan masalah penelitian 2.) Change events (e.g. a crises);
3.) The leaders of change (i.e., the individuals that drive
through "corporate revolutions" with research focus on
their personal traits, leadership styles and leadership
REAL WORLD levers);
CONTEXT 4.) Sectors undergoing change (i.e., comparative studies of
Match / Match / different business sectors in search of similarities and
Mismatch Mismatch specificities basically in the content of change)
5.) Employees facing change and acting in change
processes.
Match /
PHILOSO- Mismatch OVERALL Strategi penelitian
PHICAL RESEARCH Ada lima strategi dasar :
POSITION QUESTIONS 1. eksperimen 4. Sejarah
2. survey 5. Studi kasus
3. analisis arsipal
Match
Strategi penelitan studi kasus
Memilih organisasi objek studi kasus (Criterion sampling)
RESEARCH -cenderung purposif dibanding acak
OBJECTIVE -sampel bisa berubah seiring berjalannya penelitian
-mengidentifikasi kriteria pengendali teori untuk
Tujuan penelitian mebungkai penelitian
- menjelaskan kausalitas antara observasi berbeda atau sampel inklusif atau kontradiktif
alasan dibalik situasi dan fenomena tertentu
- menjelajahi masalah baru atau area baru penelitian Metode pengumpulan data
1. Obersvasi pada partisipan (longitudinal)

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1489
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Penelitian merupakan bagian dari organisasi dalam basis 1.) Labelling events : meletakkan label konseptual pada
kontraktual dan memiliki peran profesional kontekstual kejadian diskrit ke dalam data
dan tangungjawab pelaporan
2. Obervasi pangsung (longitudinal) Data dijabarkan dan dikonsepsikan dengan melakukan
Peneliti hadir di organisasi sebagai pengamat eksternal observasi, membuat kalimat, paragraf, ide,atau nama yang
3. Wwawancara merepresentasikan fenomena. Insiden demi insiden dalam
Melakukan kunjungan insidental catatan lapangan dibandingkan untuk memberikan
4. Analisis dokumenter kejadian serupa dengan nama dan label konsep yang sama.
Analisis pada kejadian dan info latarbelakang Proses ini termasuk menanyakan pertanyaan kepada data
sehingga bisa diidentifikasikan proerti dan dimensi dari
Pertanyaan penelitian pada awalnya luas ,namun insiden
kemudian menjadi menyempit dengan adanya sub-
question dan sub-sub question. Pertanyaan penelitian 2.) Categorising : mengelompokkan label konsep kedalam
harus ditanyakan kepada manajer ata ahli pada fase beberapa kategori
eksplorasi (pilot interviews atau pilot case)
Konsep yang dirasa memiliki fenomena sama
Pengumpulan data melalui wawancara dikleompokkan, dikategorikan, dan diberi nama yang lebih
abstrak dibading saat labelling. Kategori memiliki kekuatan
konseptual karena mampu menarik sekelompok konsep di
sekelilingnya. Praktiknya, kategori melampaui seluruh
konsep dan membuat pertanyaan seperti konsep tentang
apa ini? atau apakah konsep ini sama atau berbeda
dengan sebelumnya?. Dengancara ini kategori ditemukan
saat konsep dibandingkan satu sama lain,dan konsep
menjadi kompenen karakter dari kategori yang disebut
subkategori
Kategori bisa dilakukan bottom-up atau bottom-down
Axial coding
Merupakan kondensasi data, pengemlompokkan ulang,dan
menghubungkan kategori satu sama lai.Open coding
Hubungan terhadap teori memecah data dan membuat peneliti mengidentifikasikan
beberapa kategori, properti dan dimensinya, Axial coding
meletakkan data itu kembali dalam cara baru dan
membuat hubungan diantara kategori. Tujuannya adalah
mengidentifikasikan kategori inti (dai unit analisis) dan
untuk menghubungkan kategori lain ke intinya secara logis.
Paradigm model membentuk struktur dari proses axial
coding

Analisis data (coding)


Jika kita berbicara tentang penelitian kasus, setidaknya
akan ada beberapa wawancara dan catatan lapangan. Paradigm model
Masalah analisis yang utanama adalah menganalisa Langkah-langkahnya :
sejumlah besar teks. Analisa (coding) mewakili operasi 1. Identifikasikan fenomena yang dipelajari
dimana data : (aktivitas,proses bisnis,dsb..)
- dijabarkan (broken down) 2. Identifikasikan kondisi dari arah sifat, fenomena yang
- dikonsepkan (conseptualied) mempengaruhi (daya tarik,tujuan,dsb...)
- disusun dengan cara baru (put back together in new 3. Merinci konteks dimana fenomena terjadi (organisasi,
ways) informasi,dsb..)
Tujuannya adalah untuk membentuk teori dari data ( 4. Identifikasi kondisi dari bentuk sifat yang mengintervensi
pendekatan Grounded theory) dalam pengelolaan fenomena (reaksi stakeholders, proses
kognifit, penginkatan berkelanjutan,dsb....)
Open Coding 5. Identifikasikan hasil terkait fenomena, bisa diprediksi
atau tidak (kompetensi, sumber daya,pengetahuan, cara...)

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1490
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Introduction
PERTEMUAN 13
Merinci apa yang telah peneliti lakukan (aims or
objectives), mengapa penelitian dilakukan (justification)
,dan bagaimana laporan disajikan (structure or signposting)
WRITING THE RESEARCH REPORT
Literature review
-apa yang kita ketahui
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis -apa yang tidak kita ketahu (research gap)
laporan penelitian -bagaimana studi bisa menjawab research gap
1. Mulailah menulis laporan penelitian sesegara mungkin, -apa yang ingin ditemukan (hipotesis)
jangan menunggu sampai selesainya pengumpulan data -hubungan literatur dengan studi
Beberapa bagian bisa dubat draftnya sebelum atau selama Methodology
pengumpulan data Menjabarkan kebutuhan informasi, desain
2. Tulislah ide saat didapat ,jangan mengingat dan penelitian,strategi penelitian, metode,sampel
menulisnya kemudian (Buatlah semacam Research diary) prosedur,rasionalisasi, asumsi, batasan (limitations) dan
3. Pahami sifat laporan dan audiens yang ditujukan. Untuk
laporan penelitian mahasiswa,maka perlu memperhatikan analisis
kriteria yang ditetapkan universitas dalam hal Results
konten,penyajian,panjang,dsb -bisa menggunakan tabel untuk data kuantitatif
4. Jika menulis jurnal,pastikan penelitian itu cocok dengan -gunakan grafik jika bisa menambah pemahaman
tujuan jurnal untuk persyarata editorialnya. Jila laporan -gunakan kutipan untuk data kualitatif
yang dbuat untuk tujuan konsultasi, pastikan requirements
dari audience terpenuhi -hanya laporkan hasil yang relevan
5. Ada baiknya membuat semacam Research time table Contoh : Summary of t-test for paired sample results
karena laporan akan ditulis berkali-kali dalam bentuk draft comparing Gluten Free Diet Totals with Recommended
6. Pastikan membuat Backup untuk menjaga data tidak Nutrient Intake Literature Values
hilang,dan buatlah print outnya pada interval reguler
Langkah-langkah menulis laporan :
1. Klarifikasi sifat dari laporan yang direncakan dan audiens
yang dituju (gunakan referensi laporan yang sudah ada
sebelumnya)
2. Identifikasi dan penuhi requirements (panjang
kata,format, referencing style, spacing,dll)
3. Selama durasi penelitian ,diupayakan pengumpulan data
ang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan (literature
review, analisis data primer,daftar referensi,dll)
4. Siapkan rencana outline atas laporan. Setidaknya These results show a significant difference for Protein,
buatlah daftar dari subjudul tiap bab. Calcium and Riboflavin. Gluten Free Diet participants
5.Tulislah draft pertama,evaluasi kontennya, tulis ulang consumed significantly more protein and calcium than is
dan evaluasi jika dibutuhkan recommended by the Committee on Medical Aspects of
6. Lakukan final editing dan proof reading. Food Policy (1991, cited Department of Health, 1991)
7. Submission of the report
Writing the discussion
STRUKTUR LAPORAN PENELITIAN SECARA UMUM : -diskusikan implikasi atas hasil terkait tujuan penelitian
1. Title Page -bisa dikombinasikan dengan hasil studi kualitatif
2. Abstract -common error nya adalah mendiskusikan temuan tanpa
3. Acknowledgements (optional) menggunakan referensi
4. Contents -penelitian harus berlandaskan pada literature
List of Tables
List of Figures Conclusion
5. Introduction Bagian kesimpulan memuat apa temuan kunci dan
6. Literature Review bagaimana itu terkait dengan tujuan penelitian yang
7. Methodology dijabarkan di introduction. Bagian kesimpulan juga
8. Results umumnya memuat rekomendasi untuk penelitian di masa
9. Discussion yang akan datang
10. Conclusions + Recommendations References :Harus konsisen dengan teks
11. Reference List Appendices : Harus terkait dengan penelitian,namun tidak
12. Appendices harus terkait secara langsung
Abstract Beberapa aspek yang membuat sebuah laporan menjadi
Menggambarkan dan menjelaskan apa tujuan dari lemah
penelitian, latarbelakang kunci dari teori, dari mana data 1. Kurangnya rincian spesifik ada abstrak
dikumpulkan,bagaimana data dianalisa,dan apa temuan 2. Tidak ada justifikasi dan tujuan yang jelas pada bagian
kunci dan kesimpulan ringkasnya introduction

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1491
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

3. Literature review tidak terkait pada pertanyaan dihubungkan ? apakah intensi dipaparkan rinci pada
penelitian,tidak ada kesadaran kritis. Sumber yang introduction?
terbatas, relevansi yang terbatas,dan teori yang tidak pada
tempatnya
4. Metodologi kurang merinci secara spesifik terhadap
detail,justification, limited awareness of UTS SEMESTER GASAL 2013/2014
reliability,validity,generalisability METODE PENELITIAN AKUNTANSI
5. Hasil terlalu fokus pada grafik minim analisis dan
relevansi
6. Bagian diskusi tidak mengutip kembali literatur hanya 150 menit (Open Book and Notes)
mengulang result dan kurang menuliskan implikasi atas
temuan
. Bagian konklusi tidak terkait dengan result dan discussion SOAL 1 (15%)
1. Salah satu ciri dari penelitian ilmiah adalah rigor .Apa
Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam yang dimaksud dengan rigor,berikan contoh karakteristik
penyajian ini dalam suatu penelitian !
-batasan kata tidak dipatuhi 2. Apakah akibatnya bila suatu penelitian kurang dalam
-format tidak tepat aspek rigor ?
-penggunaan materi visual tidak tepat 3. Banyak yang mengkritik studi kasus tidak bersifat
-pengejaan dan grammar tidak tepat ilmiah. Apakah anda setuju dengan pendapat ini ?
-kurangnya signposting atau linking Jelaskan !

Melakukan assesmen atas laporan penelitian SOAL 2 (20%)


1. Setting the scene 1. Oler et al (2010) dalam jurnalnya dengan judul
-apakah abstrak memberikan ide yang jelas atas apa yang Characterizing Accounting Research mendeksripsikan
ada di laporan ? perkembangan penelitian akuntansi yang diterbtikan di
-apakah laporan sudah menjelaskan tujuan enam jurnal ,yaitu : Accounting organization and society
,metodologi,dan kesimpulan utama ? (AOS), Contemporary Accounting Research (CAR), Journal
-apakah table of contents sudah memiliki struktur yang of Accounting and Economics (JAE), Journal of Accounting
baik dan memberikan gambaran apakah sudah and Research (JAR), Review of accounting studies (RAST),
memasukkan list of tables dan list of pictures secara tepat dan The Accounting Review (TAR ).
? a. Jelaskan tema/topik yang disajikan di masing-masing
- Apakah bagian introduction sudah memberi pengatar enam jurnal tersebut !
atas penelitian secara tepat ? b. Terkait dengan metodologi ,jelaskan perbuahan besar
2. Focus and justification yang terjadi selama periode penelitian Oler e al (2010)
-apakah fokus yang diambil cukup jelas ? apakah berikut penyebabnya
penelitian melaporkan defenisi secara padat atau masih
ada kekurangan relevansi secara langsung? 2. Beaver (2002) dalam jurnalnya yang berjudul
-apakah pertanyaan dan hipotesis sudah dikonstruksikan Perspective on Recent Capital Market Research
dengan jelas terhadap perntanyaan turunan dan tujuan? ,menjelaskan perkembangan penelitian di pasar modal
3. Your use of literature berdasarkan lima bidang area. Dua diantaranya adalah
-apakah isu dalam fokus dilandasi teori ? apakah model value relevance research dan discretionary behaviour
dan teori yang diadopsi tepat? a.Jelaskan secara ringkas yang dimaksud dengan value
-seberapa update referensi yang digunakan ? relevance research dan karakteristik yang
4. Your methodology membedakannya dengan empat area lainnya.
-apakah desain penelitian sudah diidentifikasi secara jelas ? b. Jelaskan kaitan antara earning management dengan
-apakah metode penelitian tepat untuk menjawab discretionary behaviour!
pertanyaan dan hipotesis?
-apakah subjek sudah jelas? Apa populasi dari subjek? SOAL 3 (20%)
Cukup kelaskan bagaimana pemilihan subjek ? Jelaskan dengan bahasa anda ,apa permasalahan dan
5. Result,discussion,and conclussion tujuan penelitian dari semua jurnal dibawah ini :
-apakaj temuan disajikan secara jelas ?apakah tabel dipakai a. Beaver,W.H.. 2002,Perspectives on recent capital
untuk analaisis dekstriptif dan inferensial pada data market research, accounting review 77 (2)
kuantitatif ? b. Cooper,DJ dan W.Morgan,2008, Case study research in
-jika menggunakan chart,grafik apaah penggunaannya accounting, accounting horizons,22 (2)
tepat dan terkait tujuan penelitian ? c. Editorial report ,management accounting research : 20
-bagaimana cara analisa terhadap temuan?apakah analisis years on,2010, Management accounting research,21
kuantitatif sudah dilakukan? Apakah pengujian statsitik d. Fisher,J.G.,et al ,2000, Budgeting : An experimnetal
telah diterapkan dan apakah sudah benar ? sudah hasilnya investigation of the effects of negotiation ,accounting
diinteprestasikan dengan baik ? review
6. General presentation of the report e. James,K.L,2003, The effects of internal audit structure
-apakah konten laporan terencana dan terstruktur secara on perceived financial statement fraud
logis? prevention,accounting horizons,2003
-apakah typhograhical error ,grammar,dan kalimat sudah f. Oler,D.K ,et al. 2010, Characterizing Accoutning
diperhatikan kembali-bagaimana beberapa bab Research,Accounting Horizons,24 (4)
.
SOAL 4 (20%)
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1492
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

1. Bagaimana anda mencari literature review yang dapat 1. Rigor (ketelitian) adaah suatu kondisi bila sebuah
mendukung hipotesis anda dalam penelitian kuantitatif penelitian dilakukan dengan dasar teoritikal yang kuat
dan bagaimana anda dapat membuatnya ? Dan berikan serta rancangan metodologi yang baik dan benar. Rigor
contohnya ! dimaksudkan sebagai sesuatu yang dilakukan dengan hati-
hati, akurat dengan derajad exactitude yang baik.
2. Buatlah paraphrase dari paragrafi ini ! Contoh Pemenuhan karakteristik pada penelitian,misalnya
a. This Editorial report charts the progress of mengedapnkan metdologi ilmiah saat telaah pustaka
management accounting research in its second decade. untuk mendapatkan variable konstruk serta berbagai
Starting by noting that in 2009 there were almost a variable proksi atau variable indikator yang relevan dengan
quarter of a million downloads of papers from apa yang hendak diteliti.
management accounting researcg,it describes the range 2. Efek ketiadaan aspek rigor dalam penelitian ,maka
and diversity of the papers published in the journal,their sebuah penelitian akan menjadi bias karena sampel parsial
topics,research settings,and the theories and research dijadikan dasar untuk menarik konklusi atas hipotesa-
methods used. It emphasises that the editors strongly hipotesa. Contoh bias karakteristik rigor dalam penelitian
encourage the use of a broad range of theories and .Seorang manajer meneliti komitmen karyawan dengan
research methods,and they want such diversity to cara bertanya kepada 12 orang bawahannya untuk
continue to be a defining feature of the papers published memahami apa yang mungkin dapat dilakukan untuk
in anagement accounting research in the future. Finally, meningkatkan komitmen karyawan. Lalu manajer itu
they urge management accounting researchers to menarik kesimpulan berdasarkan 12 orang yang diteliti.
undertake innovative research and to be both original Kesimpulan yang diperoleh manajer tersebut akan kurang
and creative,thereby avoiding the homogenity andd rigor, karena ditarik dari hanya beberapa sampel saja (12
narrowness which seem to be an increasing feature of orang), yang mungkin pendapatnya tidak mewakili seluruh
accounting research more generally. In this way karyawan yang ada, dalam cara bertanya atau
management accounting research will continue to be the mendapatkan data
major source of leading edge research inthe field of mungkin akan terjadi bias, mungkin terdapat beberapa
management accounting. faktor berpengaruh lainnya yang mempengaruhi komitmen
yang tidak teranalisis karena sampel hanya 12 orang,
b. Negotiated budgets differ from unilaterally set budgets secara statistik seharusnya minimal 30 orang
in a manner consistent with social norms and/or
information transfer occuring during negotiations. Both 3. Studi kasus merupakan analisis mendalam pada situasi
the budgets and the economic consequences of the serupa di organisasi lain,dimana sifat dan defenisi masalah
budget setting-process differ when budhes are set sama dengan yang dialami saat ini,karena sifat spesifiknya
through a negotiation process where superiors have final maka studi kasus dikatakan tidak general dan
authority in the event of anegotiation impasse vs. when metodologinya tidak bisa direplikasi (sebagai sifat utama
set inilaterally by superiors. Further, negotiation enelitian ilmiah yaitu testability) ,namun atas kritik
agreement significantly affects the economic tersebut beberapa pendapat mengejwantahkannya
consequences of negotiated budgets. Budgets set through dengan anti-kritik yang dijabarkan dalam tabel berikut:
a negotiation process ending in an agreement contain
significantly less slack. A failed negotiation followed by Kritik :
superiors imposinga budget has a significant detrimental 1.) Umumnya, pengetahuan teoritis (independen dari
effect on subordinate performance (Fisher et al,2010) konteks tertentu) lebih bernilai daripada pengetahuan
konkrit (bergantung pada konteks)
SOAL 5 (25%) 2. ) Kasus individual tidak bisa digeneralisasi,maka dari itu
Jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait rancangan studi kasus tidak berkontribusi pada perkembangan sains
penelitian di bawah ini berdasarkan pemahaman anda 3.) Studi kasus lebih berguna menghasilkan
atas artikel yang ditulis oleh Kevin . L.James berjudul hipotesis,dimana pada tingkat awal proses riset,sementara
The Effects of Internal Audits Structure on Perceived metode lain lebih tepat untuk pengujian hipotesis dan
Financial Statements Fraud Prevention . pembuatan teori
a. berdasarkan tujuannya,apakah tujuan penelitian 4.) Studi kasus memiliki bias pada verifikasi, ada tendensi
tersebut bersifat exploratory,descriptive,hypothesis penggunaan pertimbangan masa lampau oleh peneliti
testing, atau case study analysis ? Jelaskan ! 5.) Sulit untuk ,meringkas dan membentuk proposisi umum
b. Berdasarkan jenis investigasi, apakah penelitian dan teori berdasarkan studi kasus spesifik
tersebut bersifat kausal atau korelasional ? Jelaskan !
c. Berdasarkan keterlibatan peneliti,apakah Anti-kritik :
keterlibatannya minimal,sedang atau intensif ? Jelaskan 1) Teori prediktif dan universal tidak bisa ditemukan dalam
d. Berdasarkan lokasi penelitian,apakah penelitian ini studi humaniora. Pengetahuan berdasarkan konteks
meruakan field study ,field experiment,atau lab (konrit) malah lebih bernilai dari pada kesia-siaan mencari
experiment ? Jelaskan ! teori prediktif yang universal
e. Apakah unit analisis penelitian ini ? Jelaskan 2) Sangat mungkin generalisasi dilakukan berdasakan kasus
f. Berdasarkan rentang waktu,apakah penelitian ini tinggal,dan studi kasus bisa menjadi pusat dari
bersifat cross-sectional atau longitudinal ? Jelaskan ! perkembangan sains dengan generalisasi sebagai alternatif
terhadap metode lain. Tetapi,generalisasi forman sering
JAWABAN dilebih-lebihkan sebagai sumber pengembangan sains,tapi
konsep force of example dipandang secara rendah
SOAL 1 3) Komparasi dan studi kasus adalah alternatif untuk
menguji sebuah teori,pilihannya adalah arbitrer atau

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1493
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

praktikal, dibanding pertimbangan logis. Studi kasus 2b) Pihak Manajemen cenderung mengelola
berguna baik menghasilkan dan menguji hipotesis tetapi pendapatannya untuk menghindari kerugian,untuk
tidak terbatas pada aktivitas riset saja menghindari penurunan pendapatan,dan untuk mencegah
4) Studi kasus tidak mengandung bias yang lebih besar dari kejatuhan dibawah prediksi analis. Perusahaan yang
verifikasi seorang peneliti berdasarkan pertimbangan dan mengeluarkan perkiraan pendapatan cenderung mengelola
intuisinya dibanding metode lain dalam penyelidikan. pendapatannya agar mendekati perkiraan itu,Earning
Sebaliknya, pengalaman mengindikasikan bahwa studi management adalah teknik untuk melakukan
kasus mengandung bias yang lebih besar terhadap pengelolaanya. Manajemen bisa meningkatkan atau
pemalsuan pertimbangan masa lampau dibandingkan memperbaiki kualitas laporan keuangannya dengan
verifikasi melakukan diskresi terhadap angka-angka akuntansi.
5) Menyimpulkan studi kasus memang sulit,khususnya Discretion Behaviour merupakan teknik diskresinya,
pada proses kasusnya. Ini kurang tepat jika dikaitkan hasil didalamnya mencakup berbagai cara yaitu voluntary
dari kasus. Masalah dalam menyimpulkan studi kasus earnings forecasting, voluntary disclosure, pemilihan
sebagai metode riset adalah hal-hal realita yang diteliti . metode akuntansi,dan estimasi akrual.
Seringkali tidak bisa menggeneralisasi dan meringkas studi
kasus. Tapi itu seharusnya bukan masalah,karena nstudi SOAL 3
yang baik seharusnya dibaca sebagai narasi secara a. Jurnal ini memaparkan mengenai perspektif terhadap
keseluruhan,bukan kesimpulan penelitian terkait pasar modal belakangan ini. Penelitian ini
menekankan isu-isu seperti efisiensi pasar, Model Feltham-
SOAL 2 Ohlson,value relevance, perilaku analis dan perilaku
1a ) AOS = Meneliti hubungan antara akuntansi dan discresional ,yang membentuk satu desain riset. Tujuan
perilaku manusia,struktur dan proses organisasi,serta penelitian ini adalah untuk mengilustrasikan bagaimana
perubahan lingkungan sosial dan politik dari sebuah riset pasar modal berhubungan satu sama lain didalam
perusahaan lima area ini.
JAE = Menjelaskan aplikasi teori ekonomi untuk
menjelaskan fenomena akuntansi b. Jurnal ini memaparkan studi kasus dan menjelaskan
CAR = Membahas isu riset untuk memahami peran nilainya terkait pembentukan teori dan praktek. Penulis
akintansi didalam organisasi,pasar,dan masyarakat memaparkan kelebihan studi kasus utnuk memahami
RAST = Meneliti riset akademis dalam isu dalam disiplin situasi ketidakpastian,ketidakstabilan,dan
ilmu akuntansi secara teoritis,empiris ,dan empirical work keunikan,dipaparkan juga konsep bernama phronesis yaitu
TAR = Menjelaskan lingkup akuntansi dari segi metodoligi analisis mengenai tindakan rasional dan praktikal dalam
risetnya. konteks spesifik. Tujuan jurnal ini adalah menghilangkan
JAR = Melakukan penelitian menggunakan metode analisis penghalang atas miskonsepsi atas studi kasus sebagai riset
,arsipal empiris, eksperimental,dan studi lapangan untuk ilmuah .
menjawab persoalan dalam bidang seperti
akuntansi,audit,perpajakan, keuangan c. Jurnal ini membahas progress penelitian akuntansi
perusahaan,investasi,pasar modal,hukum,dan ekonomi manajemen selama dua dekade. Di dalamnya membahas
informasi keragaman paper yang dipubliskan dalam jurnal-jurnal,
topiknya,settingriset,teori,dan metode-metode yang
1b) Dalam riset yang dilakuakn Oler et al (2010) diketahui digunakan. Tujuan penulis adalah agar jurnal ini menjadi
ada perubahan besar berupa tren dalam riset akuntansi sumber tonggak evaluasi penelitian di bidang akuntansi
berdasarkan sitasi dimana seminari riset akuntansi manajemen
mengambil tempat terutama dalam topik dan
metodologinya, ada masalah signifikan yang terjadi, d. Studi di dalam paper ini mempertimbangkan faktor-
bahwasanya riset di bidang Audit dan Perpajakan faktor yang terasosiasi dengan perjanjian negoisasi dan
mengalami penurunan,hal ini adalah efek dari hubungan antara perjanjian dengan konsekuensi ekonomis
meningkatnya studi riset di bidang akuntansi yang atas negoisasi anggaran Studi ini bertujuan untuk
diderivasi dari disiplin ilmu Finance dan Ilmu Ekonomi, mengetahui apakah proses pembuatan anggaran
begitupun metodologi arsipal yang juga meningkat terpengaruh atas proses negoisasi dan efeknya jika
signifikan. dilakukan secara unilateral, pada akhirnya akan mecari
tahu apa trade-off yang akan terjadi antara perencanaan
2a) value relevance research adalah penelitian yang dan aspek motivasional dari anggaran
memeriksa hubungan antara variabel dependen sekuritas
berbasis harga dengan serangkaian variabel akuntansi. e. Dipaparkan dalam penelitian di paper ini bahwa Tata
value relevance research memiliki karakteristik yang kelolaperusahaan menjadi aspek krusial dalam fungsi audit
membuatnya berbeda dengan empat bidang area lain yaitu internal. Terkait hal ini ada perhatian besar terhadap
sifatnya yanng menuntut pengetahuan mendalam atas tingkat fraud didalam sebuah organisasi. Penelitian ini
institusi akuntansi,standar akuntansi, dan hal spesifik bertujuan untuk menilai apakah sebuah organisasi yang
dalam laporan dalam bentuk angka. Selain itu value memiliki fungsi audit internal lebih mudah mendeteksi
relevance research juga memiliki karakter timeliness atas fraud
informasi,karena waktu dari informasi menjadi perhatian
pokok pada desain riset studi kejadian. Misalnya, studi f. Dalam penelitiannya,jurnal ini memaparkan mengenai
kejadian memeriksa reaksi harga saham dalam waktu permasalahan mengenai tren riset akuntansi dari tahun
singkat saat tanggal pengumumannya. 1967 hingga tahun 2007, dari segi sitasi,topik,dan
metododologinya secara agregat. Jurnal ini bertujuan
memberi inspirasi bagi peneliti melihat overview tren riset

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1494
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

akuntansi,juga memberikan penjelasan gap antara akuntan c. Partisipan penelitian ini didapat dari 480 organisasi yang
akademis dan profesional menjadi sampel dalam survey fraud KPMG di Australia dan
New Zealand, data ini diambil tanpa Interference dari
SOAL 4 peneliti, makan keterlibatan peneliti dalam hal ini adalah
1. Dalam penelitian kuantitatif , ada hal-hal penting yang minimal
perlu diperhatikan untuk mendapatkan literatur yang d. Studi dilakukan pada perusahaan yang ada di lapangan ,
sesuai, mencakup literatur teoritis mengenai topik yang Riset dilakukan di setting yang tidak direkayasa (Non-
diteliti, literatur empiris mengenai penelitian terdahulu, contrived).,maka dari itu lokasi penelitian ini meruakan
literatur metodologikal mengenai bagaimana melakukan field study
penelitian dan menggunakan metode yang dipilih dan e. Unit analisis penelitian ini adalah organisasi,karena
terakhir literatur teoritis dan empiris untuk populasi sampelnya terdiri dari sekian organisasi yang
mengkontekstualisasikan,membandingkan dan dipakai menjadi responden atas survey
menggeneralisasikan penemuan yang didapat Hal penting f. Penelitian ini bersifat cross-sectional karena meneliti di
selanjutnya dalam tinjauan literatur yaitu bagaimana satu titik di satu waktu dan penggunaan sampelnya
menerjemahkan literatur yang ada dalam bentuk teks. bersifat representatif
Maka untuk memenuhi tujuan tersebut, peneliti harus
mampu memahami hubungan antara konstruksi dengan
interpretasi. Literatur yang telah ditemukan kemudian UTS SEMESTER GASAL 2015/2016
dianalisis hubungannya dengan fakta yang ada. Baru METODE PENELITIAN AKUNTANSI
kemudian dapat diperoleh interpretasi dari fenomena yang
diteliti.
150 menit (Open Book)
Contoh :
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil kajian oleh Sinta
(2009), dan Zioldy, Taufeni dan Yunieta (2013) yang SOAL 1 (20%)
menemukan hal yang sama. Hasil ini kontradiktif dengan a. Jelaskan apa yang dimasud dengan penelitian dan
aplikasi model Altman Z-Score yang dilakukan oleh Altman bagaimana tahapan dalam melakukan penelitian !
dan McGough (1974) di negara Amerika menghasilkan b. Berilah contoh bagaimana suatu penelitian dapat
tingkat akurasi sebesar 82%. Perbedaan hasil ini karena dijadikan suatu alat untuk menyelesaikan suatu
adanya perbedaan pengukuran akurasi model Altman permasalaha yang ada atau menjawab fenomena yang
Zscore yang dilakukan. Dalam hal ini, pengukuran akurasi terjadi !
di Amerika dilakukan dengan cara menghitung dengan
accuracy matrix sedangkan dalam penelitian ini digunakan SOAL 2 (20%)
cara perbandingan dengan pendapat auditor a. Dalam membat telaah literatur,peneliti dapat
menjelaskan perkembangan penelitian-penelitian
2a. Dalam satu dekade belakangan ini, ada banyak sebelumnya dan juga melakukan kritis atas penelitian-
progress yang dicapai oleh penelitian dalam riset akuntansi penelitian sebelumnya. Menurut anda apakah telah
manajemen, seperti yang di ungkapkan oleh Olet, et al literatur pada paper Lanis dan Richardson (2012) bisa
(2010) ,hampir seperempat paper dari riset akuntansi disebut critical ? Jelaskan jawaban atau alasan anda !
manajemen telah diunduh dari portal website b. Karakteristik dari Scientific rsearch di antaranya adalah
jurnal,dengan berbagai metode riset dan lingkup teori yang Replicability dan Generalizability.
luas. Sejalan dengan ini pada satu dekade ke depan riset 1.Jelaskan yang dimaksud dengan replicability dan
invoatif akan berkembang seiring tren penghindaran Generalizability !
homogenitas bagi para praktisi riset di bidang akuntansi 2. Apakah replicability bisa digunakan untu mencapai
manajemen Generalizability?

2b. Anggaran merupakan bentuk akuntabilitas yang wajib SOAL 3 (40%)


dilakukan sebuah organisasi. Anggaran dapat disusun Berdasarkan lampiran yang ada,anda diminta untuk
berdasarkan diskusi baik teknis maupun politis. Dalam memilih salah satu topik penelitian dan membuat
penelitian Fisher, et al (2010) dipaparkan bahwa sebuah proposal penelitian di bidang akuntansi yang mencakup :
negoisasi dapat mempengaruhi anggaran berupa 1. Judul Penelitian
konsekuensi ekonomi. Jika negoisasi berjalan tidak lancar 2. Motiasi dan pentingnya dilakukan penelitian
maka anggaran bisa terdampak negatif terutama jika 3. Identifikasi pertanyaan dan tujuan penelitian
dilihat dari sisi kinerjanya. 4. Kontribusi penelitian
5. Penjelasan lingkup penelitian yang mencakup Setting
SOAL 5 Penelitian,unit analisis,dan periode penelitian
a. Tujuan penelitian tersebut bersifat deksriptif,karena 6. Tinjauan pustaka
dilakukan untuk memastikan dan menjelaskan karakterisik 7. Kerangka Konspetual penelitian
variabel di situasi tertentu yang dalam hal ini 8. Setidaknya tga hipotesis (lengkap dengana rgumen
apakahinternal audit berfungsi secara efektif untuk hipotesis) yang salah satunya menguji variabel moderasi
mendeteksi fraud
b. Investigasi penelitian ini bersifat kausal atau sebab- SOAL 4
akibat (Causal study) a. Jelaskan kelebihan dan kekurangan penelitian yang
karena dibutuhkan saat membentuk hubungan sebab- dilakukan dengan studi kasus !
akibat yang definitif dalam hal ini hubungan antara b. Berdasarkan kuliah umum dari nBapak Sabam
struktur audit internal dalam menncegah terjadinya fraud Hujulu,PhD yang memaparkan pengalaman beliau dalam
membuat studi kasus serta memimpin beberapa
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1495
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

perusahaan, jelaskan poin-poin atau langkah-langkah JAWABAN


yang menurut anda penting untuk dapat membuat studi
kasus yang baik dan sukses (Anda bebas dalam SOAL 1
menyampaikan pendapat,namun harus dibuat dalam a. Penelitian merupakan proses menemukan solusi
bentuk yang sistematis !) terhadap suatu masalah dengan melewati studi dan
analisis terhadap faktor tertentu yang dianggap-
situasional (berpengaruh)
LAMPIRAN
Tahapan melakukan penelitian :
Berdasarkan Laporan KAP ke Departemen Keuangan 1. Melakukan bservasi
tahun 2009, rasio antara jumlah klien dan jumlah staf 2. Pengumpulan data awal
auditor sangat bervariasi pada setiap KAP. Ada KAP yang 3. Membuat rumusan masalah
memiliki rasio sangat tinggi dan ada pula yang rendah. 4. Membentuk kerangka teoritis
Rasio ini menunjukkan tingkat beban pekerjaan masing- 5. Membuat hipotesis
masing staf auditor (workload). Tabel 1 berikut adalah 6. Menentukan desain riset ilmiah
hasil pengolahan data dari Laporan KAP ke Departemen 7. Melakukan pengumpulan data,analisis,dan interprestasi
Keuangan tahun 2009. Dari tabel tersebut dapat dilihat 8. Membuat deduksi
bahwa ada beberapa KAP yang memiliki rasio jumlah 9. Menyusun laporan tulisan
perikatan per-partner yang sangat tinggi. Pada suatu KAP 10. Melakukan presentasi laporan
ada seorang partner yang harus menangani 191 atau 132
perikatan per tahun. Data dari 16 besar KAP di Indonesia b. Contoh pemanfaatan penelitian sebagai cara
tahun 2009, rata-rata seorang partner bertanggung jawab menyelesaikan masalah :
atas 67 perikatan dalam satu tahun dan satu klien rata- - Seorang Chief of Information Officer menemukan
rata ditangani oleh kurang dari 2 orang (1,79). Dapat masalah bahwa Management Information System (MIS)
dibayangkan bagaimana beratnya workload seorag tidak digunakan oleh para manajer
partner dan staf auditor - Informasi didapat dari manajer tingkat menengah
dengan wawancara informal,ternyata penyebabnya adalah
Tingginya workload dapat menyebabkan kelelahan dan keawaman manajer pada penggunaan MIS
munculnya dysfunctional audit behavior sehingga dapat - Informasi tambahan didapat dari survey literatur
menurunkan kemampuan auditor untuk menemukan - Teori diformulasikan, Chief of Information Offcer (CIO)
kesalahan atau melaporkan penyimpangan. Lopez (2005) membentuk teori atas faktor yang relevan
menemukan bahwa proses audit yang dilakukan ketika - Membuat hipotesis : Pemahaman kegunaan MIS akan
ada tekanan workload akan menghasilkan kualitas audit membantu manajer untuk menggunakannya lebih
yang lebih rendah dibandingkan dengan ketika tidak ada frekuentif
tekanan workload. Konsekuensi yang mungkin timbul dari - Untuk mengumpulkan data,CIO membuat kuesioner -
audit workload adalah turunnya kualitas audit dan CIO menganalisis data kuesioner untuk melihat faktor apa
kualitas laba (Hansen et al., 2007). Dengan latar belakang saja yang mencegah manajer menggunakan MIS
tersebut, sangat menarik untuk diteliti hubungan tingkat - CIO menginterprestasi datan dengan mendeduksi bahwa
workload pada masing-masing KAP dan kualitas audit manajer tidak menggunakan MIS karena beberapa
KAP. faktor,maka solusinya adalah seminar dan training
mengenai MIS
Kualitas audit juga dipengaruhi oleh spesialisasi auditor.
Auditor yang spesialis memiliki pemahaman dan SOAL 2
pengetahuan yang lebih baik mengenai internal kontrol a. Untuk menganalisis apakah telaah litaratur yang
perusahaan, resiko bisnis perusahaan, dan resiko audit dilakukan di dalam Paper Lanis dan Richardosn kritis atau
pada industrinya. Solomon et al. (1999) menemukan tidak bisa dijabarkan dalam tabel berikut :
bahwa auditor spesialis biasanya lebih sedikit melakukan Apakah teori-teorinya cukup untuk mendukung
kesalahan dibandingkan dengan auditor non spesialis. argument yang didiskusikan?
Balsam & Krishnan (2003) menemukan bahwa
perusahaan yang diaudit oleh auditor spesialis memiliki Teori-teori yang dipakai cukup relevan dengan
nilai akrual diskresioner yang lebih rendah. penelitian yang dilakukan di antaranya :
Komite audit juga akan mempengaruhi kualitas audit CSR can be defined in several ways, including how
karena komite audit bertugas membantu dewan business takes account of its social and environmental
komisaris untuk memonitor proses pelaporan keuangan impacts in the way it operates, maximizing the benefits
oleh manajemen untuk meningkatkan kredibilitas laporan and minimizing the downsides (UK Government, 2004,
keuangan (Bradbury et al., 2004). Keberadaan komite p. 3), and the continuing commitment by business to
audit dalam perusahaan dapat memberikan pengawasan behave ethically and contribute to economic
yang lebih terhadap kinerja manajemen dan memberikan development while improving the quality of life of the
informasi yang akurat dan tepat terhadap laporan workforce and their families as well as of the local
keuangan perusahaan. Adanya komunikasi formal antara community and society at large (Holme and Watts,
komite audit, auditor internal, dan auditor eksternal akan 2006, p. 10).
menjamin proses audit internal dan eksternal dilakukan
dengan baik. Taxes are a motivating factor in many corporate
decisions. Managerial actions designed solely to
minimize corporate taxes through tax aggressive

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1496
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

activities are becoming an increasingly common feature estimates are inconsistent and the usual tests of
of the corporate landscape all over the world.2 significance cannot be applied (Long, 1997).
Nevertheless, corporate tax aggressiveness can
generate significant costs and benefits. From a societal
perspective, the payment of corporate taxes ensures Bagaimanakah kesesuaian antara hipotesis, definisi
the financing of public goods (Freise et al., 2008). Thus, operasional, konsep dan teorinya? Bagaimanakah logika
a corporations tax aggressive policies may have a penulisnya, hubungan antar premis dan konklusinya?
negative effect on society (Freedman, 2003; Slemrod,
2004; Landolf, 2006). Moreover, when a corporation is Peneliti membuat hipotesis berdasarkan konsep dan
considered to be overtly tax aggressive (see, e.g., teori yang telah ia jabarkan :
Gilders et al., 2004), it is generally not deemed to be
paying its fair share of corporate taxes to the When a corporation chooses to engage in CSR activities
government to ensure the financing of public goods it is less
(Freedman, 2003; Freise et al., 2008) likely to be overtly tax aggressive. Thus, a corporation
with a higher CSR profile (as measured by its
Apakah argumen tersebut berkesesuaian dengan teori engagement in CSR activities) is expected to be more
yang sudah ada, atau menggunakan teori baru atau cautious about undertaking tax aggressive activities
berasal dari ranah yang berbeda? because this would be inconsistent with its other CSR
engagements and could potentially counteract the
Argumen yang dibuat adalah pengembangan dari teori positive effects associated with its CSR activities.
yang sudah ada: Overall, it is reasonable to expect that the more a
corporation engages in CSR activities, the lower the
Tax aggressive activities affect ETRs in at least two ways. likelihood that it will be tax aggressive in nature. Our
First, tax aggressive activities frequently generate book- study thus empirically tests the following research
tax differences, which are both temporary and hypothesis:
permanent differences between a corporations
financial accounting income and taxable income. Book- H1: All else being equal, the higher the level of CSR
tax differences produce variation in ETRs as the activity of a corporation, the lower is the level of tax
numerator is based on taxable income while the aggressiveness.
denominator is based on financial accounting income.
Tax-motivated transactions (e.g., foreign sales, tax Peneliti menjabarkan hubungan antara premis dan
exempt income, tax credits and deferral of income konklusinya :
recognition) typically reduce ETRs (Rego, 2003). Second,
corporations often use their foreign operations to avoid This study investigates the association between CSR and
taxes and ETRs capture this form of tax aggressiveness. corporate tax aggressiveness. Based on a sample of 408
For instance, shifting income from a high-tax jurisdiction publicly listed Australian corporations for the
to a low-tax jurisdiction reduces a corporations 2008/2009 financial year, our regression results indicate
ETR (Rego, 2003).6 Overall, corporations that avoid that the higher the level of CSR disclosure of a
corporate taxes by reducing their taxable income while corporation, the lower is the level of tax aggressiveness.
maintaining their financial accounting income have We find that a negative and statistically significant
lower ETRs, making ETRs an appropriate measure of tax association between CSR disclosure and tax
aggressiveness aggressiveness holds across a number of different
regression model specifications, so more socially
responsible corporations are likely to be less tax
aggressive in nature. Finally, the regression results from
Bagaimanakah penggunaan asumsi-asumsinya? Apakah our additional analysis show that the social investment
terlalu menyederhanakan fenomena yang ada? commitment, and corporate and CSR strategy (including
the ethics and business conduct) of a corporation are
Peneliti melakukan pembatasan dalam menetapkan fundamental elements
asumsi contohnya dalam penetapan prosedur uji of CSR activities that have a negative impact on tax
hipotesis dengan regresi : aggressiveness.
Overall, our study provides unique insights into the
We use Tobit regression analysis (see, e.g., Tobin, 1958; association between CSR and corporate tax
Amemiya, 1973) in this study because our dependent aggressiveness. In so doing, it helps to extend the
variable (proxied by ETR1 and ETR2) is truncated literature on this topic. Our findings should also be of
(limited) to the 01 range. Tobit regression analysis value to tax policymakers who seek to identify the
provides more efficient estimates of parameters and circumstances under which the risk of corporate tax
more accurate estimates of the expected value of the aggressiveness is higher. Finally, this study provides
dependent variable than can be obtained from ordinary further evidence for an emerging research paradigm
least squares (OLS) regression analysis when the regarding CSR and corporate tax aggressiveness (see,
dependent variable is truncated. OLS regression analysis e.g., Sikka, 2010).
assumes a constant variance of the error term between
all observations. However, this assumption does not
necessarily hold with a truncated dependent variable
(Tobin, 1958; Amemiya, 1973). Thus, heteroskedasticity
exists, which means that the standard errors of the

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1497
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

b1. Replicablity artinya hasil pengujian hipotesis bisa memperngaruhi kualitas audit seperti rotasi audit, tenure
diulang dengan situasi yang sama oleh peneliti lain, yang audit, dan lain lain.
akan berefek meningkatnya tingkat confidence pada
penelitian tersebut 3.5. Penjelasan lingkup penelitian yang mencakup Setting
Generalizability mengacu pada tingkat generalisasi Penelitian,unit analisis,dan periode penelitian
penelitian untuk diterapkan di organisasi berbeda, semakin Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
besar tingkat generalisasinya maka riset tersebut semakin perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama
berguna bagi orang banyak tiga periode sejak 2006 sampai 2008. Data yang digunakan
b2. Bisa. Karena kemungkinan replikasi sebuah penelitian adalah data sekunder dari website Bursa Efek Indonesia,
menunjukkan bahwa penelitian itu bisa diterapkan oleh www.idx.co.id,Indonesia Capital Market Directory (ICMD),
penelitian lain sehingga teori dan hasil penelitian bisa OSIRIS dan Laporan KAP yang dikirim ke Depkeu.
diterapkan secara luas (Generalizability).Misalnya seorang Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive
akuntan ingin mengetahui beberapa faktor yang dapat sampling. Sampel yang digunakan merupakan perusahaan
mempengaruhi keputusan seorang manajemen melakukan go public yang terdaftar di BEI dari tahun 2006 hingga
earning management,peneliti lain yang mengikuti tahap 2008. Adapun kriteria-kriteria dalam pemilihan sampel
penelitian tersebut bisa mengulanginya dan menghasilkan model pertama adalah merupakan perusahaan yang
hasil yang tidak jauh berbeda dan penelitian tersebut bisa bergerak pada semua jenis industri yang terdaftar di BEI
diadaptasi di kasus tertentu misalnya perusahaan kecuali perusahaan yang bergerak di bidang finance
manufaktur, organisasi yang mengalami financial (perbankan, jasakeuangan, dan asuransi, memiliki laporan
distress,dan lain sebagainya tahunan yang lengakap dan disertai laporan komite audit,
memiliki laporan keuangan yang lengkap untuk
SOAL 3 pengukuran keseluruhan variabel.
3.1. Judul Penelitian
PENGARUH WORKLOAD DAN SPESIALISASI AUDITOR 3.6. Tinjauan pustaka
TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN KOMITE AUDIT Arens, Alvin A. Loebecke, James K. 2000. Auditing an
SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Liswan Setiawan W, integrated approach , Ed. 8. New Jersey: Prentice Hall.
Fitriany - 2011) Boediono, Gideon SB., (2005). Kualitas Laba: Studi
Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan
3.2. Motivasi dan pentingnya dilakukan penelitian Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan Analisis Jalur. Paper presented at Simposium Nasional
bagi pimpinan Kantor Akuntan Publik untuk menjaga Akuntansi 8, Solo.
tingkat workload dan spesialisasi auditor. Bagi regulator, Dennis.M and Sam.M (2005). The Effect of Workload
penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan Compression on Audit Quality. Doctoral dissertation at
perlu tidaknya mengatur workload pada suatu KAP dalam the University of Arkansas.
rangka menjaga kualitas audit pada suatu KAP. Hansen C. S, Kumar K.R and Sullivan M.W.,2007 Auditor
Capacity Stress and Audit Quality: Market-Based
3.3. Identifikasi pertanyaan dan tujuan penelitian Evidence from Andersens Indictment Journal of
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris Accounting and Economics : 10-49.
tentang pengaruh beban kerja dan spesialisasi auditor Hermawan, Ancella A (2009) Pengaruh efektivitas Dewan
terhadap kualitas audit dengan kualitas komite audit Komisaris dan Komite Audit, Kepemilikan oleh keluarga
sebagai variabel moderasi. Dalam penelitian ini, proxy dan peran monitoring Bank terhadap Kandungan
kualitas audit dengan discretionary accrual dan kualitas Informasi Laba. Unpublished Disertation FEUI, Graduate
komite audit dinilai berdasarkan nilai yang berasal dari Program in Accounting, Universitas Indoenesia
peran, kegiatan dan tanggung jawab komite audit.
3.7. Kerangka Konspetual penelitian
3.4. Kontribusi penelitian
Hasil penelitian ini menemukan bahwa workload yang
dihadapi oleh auditor dapat menurunkan kualitas audit.
Oleh karena itu KAP harus memperhatikan beban kerja dari
seorang auditor. Pemerintah perlu mempertimbangkan
untuk mulai mengatur workload pada setiap KAP. Selain itu
peran komite audit juga perlu ditingkatkan karena terbukti
dapat mengurangi hubungan negative antara workload
dan kualitas audit.Keterbatasan penelitian ini antara lain
adalah bahwa penelitian ini hanya menggunakan salah satu
pegukuran kualitas laba yaitu akural diskresioner model
untuk mengukur kualitas audit. Penelitian selanjutnya
dapat menggunakan pengukuran akrual diskresioner
lainnya dan berbagai pengukuran kualitas audit lainnya
misalnya hasil peer review, ketaatan pada SPAP dan lain
lain. Rentang waktu penelitian hanya 3 tahun (2006
2008), penelitian selanjutnya dapat memperpanjang
periode pengamatan. Penelitian ini hanya mamasukkan
variabel workload dan spesialisasi auditor sbagai faktor
yang mempengaruhi kualitas audit. Penelitian selanjutnya
dapat menambah variabel independen lain yang

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1498
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

objek studi kasus haruslah masuk akal, sehingga dapat


3.8. Setidaknya tiga hipotesis (lengkap dengana Argumen diselesaikan dengan batas waktu dan sumbersumber yang
hipotesis) yang salah satunya menguji variabel moderasi tersedia;
H1: Beban kerja (Workload) auditor berpengaruh negatif 2.) Pengumpulan data: terdapat beberapa teknik dalarn
terhadap kualitas audit. pengumpulan data, tetapi yang lebih dipakai dalarn
Konsekuensi yang mungkin timbul dari adanya workload penelitian kasus adalah observasi, wawancara, dan analisis
adalah turunnya kualitas audit dan juga berdampak pada dokumentasi. Peneliti sebagai instrurnen penelitian, dapat
menurunnya kualitas laba .Penelitian ini ingin melihat menyesuaikan cara pengumpulan data dengan masalah
apakah workload atau audit capacity stress, akan dan lingkungan penelitian, serta dapat mengumpulkan
memengaruhi kualias audit. Diprediksi bahwa jika data yang berbeda secara serentak;
workload meningkat, kualitas audit akan turun. 3.) Analisis data: setelah data terkumpul peneliti dapat
mulai mengagregasi, mengorganisasi, dan mengklasifikasi
H2: Spesialisasi auditor berpengaruh positif terhadap data menjadi unit-unit yang dapat dikelola. Agregasi
kualitas audit. merupakan proses mengabstraksi hal-hal khusus menjadi
perusahaan dengan kualitas laba yang tinggi memilih untuk hal-hal umum guna menemukan pola umum data. Data
menyewa spesialis industri agar dapat mempertahankan dapat diorganisasi secara kronologis, kategori atau
kualitas laba. Secara keseluruhan dari penelitian dimasukkan ke dalam tipologi. Analisis data dilakukan sejak
penelitian diatas menyatakan bahwa auditor yang memiliki peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data dan
spesialisasi dalam industri tertentu lebih memiliki setelah semua data terkumpul atau setelah selesai dan
kemampuan dan pemahaman yang mendalam dalam lapangan;
memahami karakteristik dan resiko bisnis klien disbanding 4.) Perbaikan (refinement): meskipun semua data telah
dengan auditor yang tidak memiliki spesialisasi. Pernyataan terkumpul, dalam pendekatan studi kasus hendaknya
ini menunjukkan bahwa auditor yang memiliki spesialisasi clilakukan penvempurnaan atau penguatan
lebih mampu dan bisa untuk mendeteksi kekeliruan dan (reinforcement) data baru terhadap kategori yang telah
penyimpangan yang terjadi pada laporan keuangan klien. ditemukan. Pengumpulan data baru mengharuskan
peneliti untuk kembali ke lapangan dan barangkali harus
H3: Komite audit yang berkualitas akan berengaruh positif membuat kategori baru, data baru tidak bisa
terhadap kualitas audit perusahaan dikelompokkan ke dalam kategori yang sudah ada;
ciri-ciri yang menunjang efektivitas komite audit adalah 5.) Penulisan laporan: laporan hendaknya ditulis secara
keahlian mereka akan permasalahan akuntansi dan komunikatif, rnudah dibaca, dan mendeskripsikan suatu
keuangan, independensi serta komitmen mereka untuk gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga
melaksankan tugas secara efektif. kemampuan ahli rnernudahkan pembaca untuk mernahami seluruh
keuangan dalam memahami substansi dari beraneka informasi penting. Laporan diharapkan dapat membawa
ragam transaksi dalam laporan keuangan dan kompleksitas pembaca ke dalam situasi kasus kehiclupan seseorang atau
kasus keuangan memposisikan para ahli keuangan yang kelompik.
menjadi anggota komite audit tersebut membantu auditor
dalam melakukan audit atas laporan keuangan
perusahaan. UAS SEMESTER GASAL 2013/2014
METODE PENELITIAN AKUNTANSI
SOAL 4
a. Kelebihan Studi Kasus
-- Studi kasus mampu mengungkapkan hal-hal yang 150 menit (Open Book)
spesifik,unik dan hal-hal yang amat mendetail yang tidak
dapat diungkap oleh studi yang lain. Studi kasus mampu
mengungkap makna di balik fenomena dalam kondisi apa SOAL 1 (25%)
adanya atau natural. Pertanyaan nomor 1 dan nomor 2 di bawah ini terkait
-- Studi kasus tidak sekedar memberi laporan faktual,tetapi erat dengan jurnal Evren Dilek Sengur, Auditors
juga memberi nuansa,suasana kebatinan dan pikiran- Perception of Fraud Prevention measures. 1. Tipe skala
pikiran yang berkembang dalam kasus yang menjadi bahan jenis apakah data yang diperoleh dari questionnaire atas
studi yang tidak dapat ditangkap oleh penelitian kuantitatif research questions peneliti ? Jelaskan tujuan utama
yang sangat ketat. peneliti menggunakan tipe skala tersebut ! (5%)
2. Teknik rating skala apakah yang akan digunakan
Kelemahan Studi Kasus peneliti tersebut Dan bagaimanakah teknik rating skala
Dari kacamata penelitian kualitatif,studi kasus di yang digunakan tersebut memberikan kontribusi penting
persoalkan dari segi validitas,reliabilitas dan generalilsasi. terhadap literatur akademik penelitian akuntansi (5%)
Namun studi kasus yang sifatnya unik dan kualitatif tidak 3. Jika anda bermaksud melakukan analisa regresi dan
dapat diukur dengan parameter yang digunakan dalam memiliki suatu variabel dengan skala nominal-
penelitian kuantitatif,yang bertujuan untuk mencari dichotomous,teknik analisa statistika atau ekonometrika
generalisasi. apakah yang anda lakukan jika variabel dengan rasio
nominal tersebut adalah : (10%)
b. Langkah-langlah ntuk membuat studi kasus : a. Variabel independen (explanatory variable ) ?
1.) Pemilihan kasus: dalam pemilihan kasus hendaknya b. Variabel dependen (explained variable) ?
dilakukan secara bertujuan (purposive) dan bukan secara Jelaskan jawaban anda tersebut !
random. Kasus dapat dipilih oleh peneliti dengan 4. Mengapa data jenis skala interval hanya dapat diukur
menjadikan objek orang, lingkungan, program, proses, dan dispersinya melalui rataan aritmatika.,tidak bisa diukur
masvarakat atau unit sosial. Ukuran dan kompleksitas dengan rataan geometrika ? (5%)

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1499
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

SOAL 2(20%)
Berdasarkan penelitian-penelitian berikut :
1. Fisher, J.G. ,Frederickson,J.R. ,& Peffer,S.A (2000).. The
Accounting review, 75 (1), 93-114
2. Evren Dilek Sengur, Auditors Perception of Fraud
Prevention measures (2012)
Jawablah soal-soal berikut :
1. Jelaskan bagaimana sampel yang digunakan dalam Variabel independen dalam penelitian tersebut adalah
kedua penelitian di atas dapat menjawab tujuan luas pengungkapan sukarela asset tak berwujud (the
penelitian dari masing-masingpenelitian tersebut ! (8%) extent of IA voluntary disclosure or IASD) yang diukur
2. Jelaskan tahapan-tahapan pengumpulan data dan menggunakan indeks pengungkapan berdasrkan Value
koleksi data dari masing-masing penelitian (8%) Chain Scoreboard, yang dibagi menjadi 3 bagian ,yaitu
3. Berdasarkan cara koleksi data dan sampel,menurut Discovery and learning,implementation,dan
pendapat anda penelitian mana yang dapat lebih commercialization. Pengukuran variabel tersebut adalah
mendekati tercapainya aspek Generaliability dalam suatu persentase jumlah kata terkait pengungkapan asset tak
penelitian ilmiah (4%) berwujud dibanding totak jumlah pengungkapan naratif
Soal 3(20%) yang ada di laporan tahunan
Terlampir (lihat lampiran setelah soal) adalah sebuah
proposal riset yang akan menggunakan pendekatan
desain eksperimen
Tugas :
1. Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
validitas desain eksperimen yang diusulkan (10%)
2. Berikan usulan alternatif desain eksperimen untuk riset
tersebut dan jelaskan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi validitas usulan alternatif tersebut !
Soal 4(35%)
Kang and Gray (2011) melakukan penelitian mengenai
pengungkapan sukarela aset tak berwujud (intangible
asset voluntary disclosure) dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya pada peruahaan di negara
berkembang. Berikut adalah hipotesis dalam penelitian
mereka :
H1 There is a positive association between firm size and
the level of intangibles asset voluntary disclosure
H2 There is a negative association between owenership
concentration and the level of IA voluntary disclosure
H3 There is a positive association between leverage and
the level of IA voluntary disclosure
H4 The level of IA voluntary disclosure is lower for
meerging market companies adopting IFRS or US GAAP
H5 The Level of IA Voluntary disclosure is higher for
emerging market companies listed on foreign stock
exchanges
H6 The level of IA Voluntary disclosure is higher for
emerging market companies in I related consumer
services and product industries
H7 There is a positive association between the price-to-
book ratio and the level of IA voluntary disclosure
H8 There is an association between the level of IA
recognition and the level of IA voluntary disclosure
H9 There is a postivie association between the age of the
company and the level of IA Voluntary disclosure
H10 There is an associtation between the economic risks
faced by the company in its country of origin and the level
of IA voluntary disclosure
H11 There is an association between the legal system
risks faced by the company in its country of origin and the
level of IA voluntary disclosure
H12 Thee is an association between the regulatory risks
faced by the company in its country of origin and the level
of IA vluntary disclosure Pengukuran untuk variabel independen dapat dilihat di
tabel 1 berikut :
Model penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis
tersebut adalah :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1500
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

H4 Adoption of 180 0 1
IFRS or US GAAP
Listing status 181 0 1
Industry types 181 0 1
Price-to-book 181 0.00 17.10 2.14 1.85
ratio
IA Recognition 177 0.00 28.00 1.898 4.59
Age of firm 180 0.00 171.00 37.66 36.75
Economic policy 179 20 90 33.18 12.06
risks
Legal System 179 24 68 39.60 9.05
risks
Regulatory 179 18 49 31.20 8.52
system risks
Final sample size 144
for multiple
regression

Samples companies by country


Country # of Country # of
companies companies
Argentina 2 Mexico 12
Brazil 15 Pakistan 1
Chile 7 Peru 1
China 17 Philippines 1
Czech 3 Poland 4
Republic
Hungary 3 Russia 12
India 11 South Africa 16
Indonesia 4 Taiwan 19
Israel 5 Thailand 8
Jordan 1 Turkey 6
Korea 19 Venezuela 1
Malaysia 13

Descriptive statistics of Independent variables


IA Item Mean Min. Max. SD
Total Disclosure 0.317 0.00 0.76 0.158
(100%)
Discovery and 0.201 0.00 0.64 0.123
learning (63.4%)
Implementation 0.018 (5.7%) 0.00 0.13 0.025
Commercialization 0.099 0.00 0.44 0.078
(31.2%)

#of Min Max Mean SD Diminta :


firms 1. Berikan analisis singkat atas hasil statistik deskriptif
H1 Firm size 181 3.27 4.65 3.63 0.32 yang ada di tabel dan (15%)
H2 Ownership 148 0.00 0.99 0.57 0.23 2. Berikan analisis singkat atas hasil regresi berganda di
concentration tabel Multiple regression analysis. Analisis tersebut
H3 Leverage 181 0.42 93.49 5.42 8.81

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1501
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

minimal diakitkan dengan diterima atau tidak hipotess judgements be different from US accountants when faced
penelitian yang dijelaskan di atas (20%) with the same circumstances ? Although there are
published studies analyzing the empirical impact of
LAMPIRAN convergence of accounting standards on US Company
financial statements, this research will advance
AN EXPERIMENTAL ANALYSIS OF ACCOUNTING knowledge by furthering the understanding of the
JUDGMENT BETWEEN US GAAP AND IFRS judgement process and resulting outcomes when trained
ACCOUNTANTS under a rule based versus principled approach. In
Anne M. Wilkins Kennesaw State University addition,, additional training in judgement and decision-
making may be suggested for US Accountants prior to full
Abstract : European and US based accountants will be implementation of IFRS as summarized by Joel
given a case experiment requiring an accounting Osnoss,lead partner,Deloitte and Touche Global IFRS and
judgement. We hypothesie that the US accountants will offering serivces ,who stated : While there will be much
be more conservative than their European counterparts change ,the biggest change for CFOs and companies, will
in applying judgemet under uncertainty . As the US moves be around getting people to get off the bright-line
toward the adoptin of International accounting bandwagon and really starting to think about judgements
standards, which are more principle than rule based, the (Marshall : 2008)
importance of judgements in decision making and their
financial statement impac will increase Literature review
There has been limited research on impact of accounting
Key Words : accouning, judgmenet ,IFRS, GAAP, decision judgments under uncertainty when faced with principle
making guidance versus prescriptive. In fact, in the prior
literature tha exists, there is conflicting research results
Introduction when accounting judgments are made based on rule
Accounting is often described as the language of business based versus principle based standards.
and as such,accounting is the means by which organiation Cuccia,Hackenbrack and Nelson (1995) found that
communicate their financial position. Just as different stringent numerical tax standards did not result in less
countries have developed their own conversational aggresive tax judgements than vague verbal
languages, over the years countries have also developed standards,while research by Psaros and Trotman (2004)
their own accounting languages or standards. Two sets found that when incentives are hels equal. The rules
of accounting standards having substantial economic based: standards resulted in more aggressive accounting
clout throughout the globe are the United States than the substance over form standards
Generally Accepted Accounting Principles (US GAAP) and
International Financial Reporting Standards (IFRS). Since Theory and hypothesis development
2002, the capital markets ,global public accounting In an ten year perspective on positive accounting
professional firms,and multinational corporation have theory,Watts and immerman (1990) reviewed literature
recognized the benefit of a single set of global accounting that explained accounting nas a nexus of contract,social
standards. A Single global accounting standard would ,political,economic, environmentaletc. In which
facilitate financial comparisons companies based in individuals rationally make decisions based on their own
different countries, increases aduti efficiency, and enable self interests. Positive accounting theory has generated a
easier transfer of top accounting talent worldwide lot of empirical research by providing evidence
(Fosbre, Kraft,and Fosbre 2009) supporting the understanding of actual managerial
behaviour in judgement choice. Prospect theory adds a
Althouh US GAAP and IFRS are based on the same psychological or behavoural element to positive
underlying general accounting principles and conceptual accounting decision making theory. In The empirical
framework and often application of either standard will research supporting positive accounting theory,
produce the same accounting results,there are significant researchers observed individuals may not always act in a
differences in the standards as well as the approach for rational manner based on known informastion particulary
standard setting. US GAAP,although grounded in when there was uncertainty in outcomes. Kahneman and
principles,is considered to have a rule based approach. Tversky (1979) found that individuals makung decisions
These differences in approach have resulted in US GAAP under the risk of uncertain outcomes will overestimate
having specialied accounting standards and interpretation the probabilities of the negative outcomes while
of standards by Industry while IFRS typically does not. US underestimating the risk of the positive outcomes. These
GAAP is also considered more conservative than IFRS in errors in maximization of utility gains make positive
that US GAAP often delays revenue recognition and accounting experimental research important in analyzing
accelerates the recognition of potential liabilites (Ernst & the behaviour of actual accountants .
Young,2009)
US accountants and US GAAP are generally considered to
This proposed approach would use an experimental be more conservative due to the litigious nature of the US
research setting to examine the differences of accounting Legal environment, US Accountants prefer a bright line
judgements between US trained accountants versus rule in decision makung rahter than using professional
European Union (EU) accountants when applying an judgments Judgmenets may result in different accountant
accounting judgements in a situation where there is not a reaching different conclusions,a ll of which are
bright line right or wrong answe. Since EU accountant supportable but potentially problem areas in litigation.
have practised longer in an environment that relies Since prospect theory suggest that US Accountant will
strongly on auditor judgement (IFRS),will their overestimate the risk of legal liability and will be more

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1502
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

conservative in preparing financial statement than their


European accountant counterparts, In addition, US
Accountants have less experience and thus increased
uncertainty in applying judgment in accounting decisions ;
therefore, the following is hypothesized :
H1 : US Accountant (European accountants) will be less
likely (more likely) to delay an annual expense to increase
current year income
The EU is composed of both common law and code-law
countries. Common law countries,such as the UK,have
legal environments that are geared toward the protection
of the public investor due in part to the wide dispersion
of ownership of companies found in those countries. In
contrast, code-law countries such as France and Germany
have legal environments that are havily influenced by Research method
governments,bak and labor unions, insiders rather tahn A 2x2 research experimental case design is proposed . An
outsiders due in part to the closely held of ownership of earnings management case previously developed and
companies found in those countries, Ball ,Kothari and tested using accounting students would be given to two
Robin (2000) found that accounting judgements were groups of accountants, US accountants and EU
more conservative in common law countries rather tahn accountants, see Clike and Henning (2000) . Translation
code law countries, Since insiders dominate firm services will be performed on the case by translating the
ownership in code-law countries, methods to become case back to English to verify the case is correctly
aware of potential gains and losses are already available interpreted in the applicable language. We will either use
to the insider investor. Therefore,it seems reasonable to an online survey or a mail survey. Either way, second
posit that countries with code lwa ownership orientations requests will be mailed two weeks after the original
will be less conservative in their accounting judgments request to recipients who have not yet responded. We
versus their common law counterparts, This lead to the will analye
nd
the responses from the 1 st request to those
second hypothesis : from 2 request to verify there are no significant
differences due to environment or situational differences
H2 : Accountants from common law (code law) countries in timing between the 1st request and the 2nd request. We
whre ownership of firms i widely dispersed (closely held) will include a manipulation check in the demographic
will be less likely (more likely) to delay an annual expense section of the survey to verify the respondent read the
to increase current year income. case.

Schlenker ,Britt, Pennington ,Murphy and Doherty (1994) The Independent hypothesied variables would be US or
refer to accountability as occuring when an individual or EU accountant and common law versus code law
organization is held responsible and judged by the accountant as well ass manipulating whether the
stakeholders of that decision. The indvidual or accountant was required to justify the decision to her
organization is held responsible and judged by the supervisor. Control independent variables would include
stakeholders of that decision. If an individual could have experience, country, age,education,licenses and industry.
and should have made a different decision with a better The dependent variable would be measured on a likert
outcome for the stakeholders,that individua will be held type scale as to the degree of accountant support for or
accountable. Accountability is the mechanism fro opposition to delaying a material recurring annual
consequences resulting from an unfavorable outcome. expense
Tetlock (1985) and Tetlock and ana (1992) showed
accountable decision makers are motivated by the Descriptive statistics will be analyzed using SPSS
realzation they may have to justify their decision to software. Firs, we will examine our data looking for
others ,m therefore, they use more cognitive decision outliers and missing datal. Next, we will run one tail t
making processes in reaching their judgements, tests to verify the manipulations are in the direction
Therefore, we postir taht accountant requred to justify hypothesized and if the results are significant. An ANOVA
their decision will be less likely to delay a material annual will enable us to partial out the explanatory variances
recurring expense explained from multiple independet variables. Post hoc
Scheffe tests will be performed to analye which
H3 : Accountant required to justify their decision to a comparisons among groups have significant differences.
supervisor will be less likely to delay an annual expense
to increase current year income Conclusion
This research will provide guidance to the capital markets
Model and companies during the convergence of accounting
systemns between the United Stated GAAP and IFRS. If
US accountants using the same standards still make more
conservative judgements,the financial statement of US
Based companies will continue to be different from their
Europena counterparts even though prepared under the
same standards

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1503
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

JAWABAN - Fraud pada laporan keuangan


- Penyalahgunaan aset
SOAL 1 - Korupsi
1.1.Sampel penelitian terdiri dari 54 auditor eksternal dan
92 auditor internal. Data untuk studi ini dilakukan melalui 1.4. Skala interval memberikan kita cara menentukan jarak
survey kuesioner. 14 tindakan pencegahan fraud antara dua titik dalam skala. Skala interbal diukur dengan
dipaparkan di dalam kuesioner dan responden ditanyakan rataan aritmatik karena tidak memiliki titik nol mutlak
untuk menyatakan opininya pada tingkat efektivitas dari (absolute zero) atau arbitrary origin point yang merupakan
setiap tindakan pencegahan fraud. Setiap item kuesioner di ciri khas dari rataan geometris. Pada rataan gemometris
beri nilai pada skala Likert empat poin (1= sangat tidak ,titik nol bisa menjadi penanda sehingga sebuah rataan
efektif, 2=tidak efektif, 3=efektif,4 =sangat efektif). Tujuan memiliki titik awal sehingga setiap angka bisa memilki
peneliti menggunakan skala likert adalah agar bisa kelipatan dengan jarak yang sama,pada rataan aritmatik
menggunakan skala empat poin yang digunakan untuk tidak diperlukan kesamaan jarak kelipatan karena kenihilan
memkasa partisipan memilih tingkat efektifitas karena opsi titik origin point tidak mempengaruhi pengukuran pada
tengah seperti tidak efektif dan tidak inefektif tidak deret hitung
tersedia. Total dari 1556 kuesioner didistribusikan , 166
kuesioner dikumpulkan, 20 kuesioner dieliminasi karena
jawaban yang tidak valid, membuat hanya 146 kuesioner SOAL 2
yang bisa dipakai untuk analisis empiris 2.1 Penelitian Fisher :
Sampel yang digunakan adalah dengan melakukan
1.2. Teknik skala rating yang digunakan adalah teknik Skala eksperimen dimana subjek diberi peran pada tugas sebagai
likert. Dirancang untuk memeriksa seberapa kuat subjek atasan atau bawahan pada pembuatan budget atau
setuju atau tidak setuju dengan pernyataan pada skala lima anggaran. Eksperimen ini mengindikasikan bahwa
titik.Namun untuk penelitian ini hanya dipakai empat titik pembuatan anggaran melalui proses negoisasi berbeda
dan menghilangkan titik tengah agar partisipan dipaksa dengan penetapan budget secara unilateral dan bahwa
untuk memilih kesetujuan atau ketidak setujuan. Skala ini atasan dan bawahan dalam kondisi negoisasi mengadopsi
berkontribusi untuk mengidentifikasi persepsi auditor strategi negoisasi berbeda. Atasan pada kondisi negoisasi
terkait tindakan pencegahan fraud. Secara ,pada walnya mengambil posisi inisiatif yang tidak
khusus,penelitian ini berfokus pada perbedaa persepsi signifikan berbeda dengan anggaran yang seharusnya
pada efektivitas tindakan pencegahan raud diantara tiga (penetapan anggaran unilateral) tapi kemudian membuat
kategori fraud : konsesi pada proses negoisasi sebelumnya, yang
- Fraud pada laporan keuangan mengarahkan mereka menjauh dari anggaran yang
- Penyalahgunaan aset seharusnya dibuat. Secara keseluruhan, hasil
- Korupsi mengindikasikan bahwa negoisasi menghasilkan negoisasi
Responden yang merupakan auditor akan memberikan yang membuat anggaran berbeda dan adanya konsekuensi
opini mereka mengenai efektifitas tindakan pencegahan ekonomis dibanding sebuah proses penetapan anggaran
pada ketiga jenis fraud di atas unilateral
1.3 Skala dichotomous digunakan untuk memunculkan Penelitian Evren :
Jawaban ya atau tidak. Jika skala ini dipilih maka analisa Sampel penelitian terdiri dari 54 auditor eksternal dan 92
statistika atau ekonometrika yang akan dipilih adalah :Uji auditor internal. Data untuk studi ini dilakukan melalui
Hipotesis R2 untuk mengukur seberapa jauh kemampuan survey kuesioner. 14 tindakan pencegahan fraud
model dalam menerangkan variasi variebel dependen. dipaparkan di dalam kuesioner dan responden ditanyakan
Variabel kategorik dengan dua tingkatan (ya dan tidak) bisa untuk menyatakan opininya pada tingkat efektivitas dari
secara langsung dimasukkan sebagai prediktor atau setiap tindakan pencegahan fraud. Sampel dapat
variable yang akan diprediksi dalam model regresi memenuhi tujuan penelitian untuk mengetahui secara
berganda. Penggunaannya pada regresi berganda adalah pasti respon dari responden dengan menggunakan skala
perluasan langsung pada penggunaannya pada regresi empat titik sehinga bisa diketahui persepsi pasti
linear sederhana. Saat dimasukkan sebagai variabel kesetujuan atau ketidaksetujuan responden atas tindakan
prediktor, bobot interprestasi regresi tergantung pencegahan fraud yang dipaparkan peneliti dalam
bagaimana variabel dikodifikasi. Jika variable dichotomous kuesioner
di kodifikasi 0 dan 1, maka bobot regresi ditambahkan atau
dikurangkan terhadap nilai yang akan diprediksi dari Y 2.2 Tahapan pengumpulan data penelitian fisher
tergantung apaah nilainya positif atau negatif. Jika variabel (Eksperimen laboratorium)
dichotomous dikodifikasi sebagai -1 dan 1,maka jika bobot - Subjek-subjek diberi peran sebagai atasan dan bawahan
regresi adalah positif maka akan dikurangkan dari dalam tugas pembuatan anggaran (unit penelitian
kelompok yang dikodifikasi sebagai -1 dan ditambahkan ke berbentuk dyads)
kelompok yang memiliki kode 1. Jika bobot regresi adalah - Bentuk pembuatan anggaran dijbagi dalam dua situasi :
negatif maka penambahan dan pengurangan dilakukan 1. Anggaran dengan negoisasi
sebaliknya 2. Penetapan anggaran secara unilateral
Peneliti ingin mengetahui keduanya berdampak
Model Regresi Berganda mempengaruhi level anggaran dan menimbulkan
Y'i = b0 + b1X1i + b2X2i + b3X3i + ei konsekuensi ekonomis (misalnya budgetary slack dan
Variabel Dependen = Persepsi auditor atas efektivitas subordinate performance) .
pencegahan fraud
Variabel Independen =

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1504
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Peneliti memasukkan survey literatur dari penelitian di - Superiors (atasan) menggunakan anggaran hanya sebagai
bidang ilmu akuntansi dan perilaku organisasi untuk input terhadap kontrak subordinate (bawahannya) , bukan
membandingkan kedua jenis situasi anggaran sebagai basis alokasi sumber daya
- Peneliti memeriksa efek kekuasaan (power) pada - Eksperimen menggunakan satu periode penganggatann
negoisasi : - Untuk mengendalikan berbagai faktor,subjek hanya
1. Anggaran yang ditetapkan secara unilaeral oleh mengkomunikasikan proposal anggatan melalui formulir,
bawahan VS anggaran yang ditetapkan melalui proses padahal pada prakteknya negoisasi anggaran melibatkan
negoisasi dimana bawahan memiliki kuasa untuk interaksi personal antara negosiator dan pertukaran
mempengaruhi anggaran final (final budget) informasi yang lebih besar (misalnya justifikasi anggaran
2. Anggaran yang ditetapkan secara unilateral VS yang diajukan atau alasan untuk menolak anggaran yang
anggaran yang diajukan)
ditetapkan melalui proses negoisasi dimana atasan
tersebut memiliki Aspek generalizability pada penelitan evren :
otoritas final Keterbatasan utama dalam studi ini adalah kecilnya sampel
- Peneliti memeriksa perjanjian negoisasi anggaran (budget yang membatasi generalizability hasilnya tehadap populasi
negoitation agreement) dan proposal anggaran (budget yang lebih luas . Keterbatasan lain adalah terkait
proposal) : pengalaman para partisipan. Komposisi sampel bisa
1. Faktor yang terkait apakah negoisasi anggatan berpotensi membatasi generalizability dari hasil karena
berakhir pada sebuah 45,2% partisipan memiliki pengalaman kuang dari lima
perjanjian tahun. Akan tetapi, hasil yang didapat dari analisis tipe
2. Bagaimana perjanjian mempengaruhi budgetary sampel ini bisa tetap memberikan hasil yang signifikan .
slack dan
subordinate performance Kesimpulan : pada kedua penelitian di atas ,
- Hasil eksperimen di generalisasi dengan mengkaitkan generalizability penelitian fisher lebih valid dibanding
dengan penelitian sebelumnya (Trade-offs antara aspek generalizability penelitian Evren. Fisher memang memiliki
perencanaan dan motivasional dari anggaran) keterbtasan komparasi eksprimen dengan praktik di dunia
nyata,seperti bentuk komunikasi partisipan,adanya
pengabaian konsekuensi ekonomi pada negoisasi anggaran
Tahapan pengumpulan data penelitian evren : dan adanya perbedaannya konsisten sepanjang kondisi
- Peneliti melakukan klasifikasi bentuk-bentuk fraud : eksperimen dan seharusnya tidak mempengaruhi hasil jika
. - Fraud pada laporan keuangan informasi kinerja rata-rata secara merata mempengaruhi
- Penyalahgunaan aset ekspektasi subjek. Namun ,Jika ekspektasi subjek
- Korupsi terpengaruh secara merata,maka generalizability dari
-survey literatur untuk menentukan tindakan-tindakan beberapa hasil tidak akan terbatasi. . Evren memiliki
preventif untuk mencegah terjadi fraud : keterbatasan dalam jumlah ampel dan karakteristik
-Membentuk budaya kejujuran dan beretika tinggi respondennya yang memiliki pengalaman kurang dari lima
-Mengevaluasi proses dan kontrol antifraud tahun sebagai auditor ,evran seharusnya menggunakan
- Membentuk proses pengawasan yang tepat sampel yang lebih besar dari populasi dan karakteristik
- Survey literatur yang berfokus terhadap opini auditor sampel yang lebih representatif
terhadap pencegahan dan deteksi fraud
- Menentukan mtodologi penelitian dan pembentukan SOAL 3
hipotesis 3.1 Desain ekperimen dibentuk untuk memeriksa
- Melakukan pemilihan sampel melalui survey kouesioner hubungan sebab akibat di antara variabel,desain
dengan skala likert eksperimen itu sendiri terbagi atas dua kategori yaitu
ekperimen laboratorium dan eksperimen lapangan. Bentuk
3. Aspek generalizability pada penelitan fisher : hubungan sebab akibat antara X dan Y ,maka ada tiga
Studi ini memiliki beberapa keterbatasan : kondisi yang harus dipenuhi :
- Hasil dari eksperimen laboratorium tergantung kepada - X dan Y harus covary (jika salah satu naik,maka yang lain
tugas eksperimental, treatments,dan nilai parameter yang juga naik,dan sebaliknya)
digunakan - X (faktor kasual) harus mendahului Y, Dala kata lain, harus
- Kontrak kerja adalah fenomena pasar dimana pekerja ada urutan dimana keduanya terjadi.
dan pemberi kerja memiliki input dalam terms and - Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi perubahan
conditions. Tetapi kontrak yang dipakai dalam studi ini daripada variabel dependen Y
meskipun umum pada praktiknya,cenderung eksogenous
- Biaya negoisasi bervariasi tergantung panjangnya Validitas merupakan asalah satu prinsip pengukuran, yang
negoisasi, studi ini mengabaikan konsekuensi ekonomi menunjukkan seberapa baik instrumen teknik atau proses
terkait anggaran dengan negoisasi pengukuran sebagai konsepsi.
- Kinerja masa lalu subjek secara rata-rata lebih tinggi Validitas terbagi atas dua :
daripada proyeksi yang dibuat oleh subordiantes - Content validity : seberapa baik dimensi dan elemen dari
(bawahan) , meskipun berdasarkan individu yang ditarik konsep yang telah digambarkan
dari populasi yang sama dengan subjek. Perbedaannya - Criterion-related validity : seberapa baik penguuran pada
konsisten sepanjang kondisi eksperimen dan seharusnya sebuah kriteria yang ingin diprediksi , bisa dilakukand
tidak mempengaruhi hasil jika informasi kinerja rata-rata engan concurrent validity (memberikan skor berbeda pada
secara merata mempengaruhi ekspektasi subjek. Jika instrumen untuk membedakan individu yang diketahui
ekspektasi subjek tidak terpengaruh secara merata,maka memang berbeda
generalizability dari beberapa hasil akan terbatas

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1505
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Construct validity : Testifikasi terhadap seberapa baik - Statistika Deskriptif menggunakan SPSS, Uji hipotesis
hasil yang didapatkan dalam mengunakan pengukuran menggunakan tail t test,ANOVA,dan hocshceffe tests.
cocok terhadap teori dimana test itu dirancang. Ini dinilai
melalui Convergent validity ( skor dua instrumen berbeda Dari desain eksperimen diatas maka hal-hal yang dapat
memiliki korelasi tinggi) dan discriminant validity (skor dua mempengaruhi validitas dari desain ekperimen adalah :
instrumen berbeda tidak memiliki korelasi tinggi)
Faktor yang Potensi pengaruh terhadap validitas
Nama penelitian : Analisis eksperimen Accounting mempengaruhi desain eksperiman
Judgement antara akuntan yang menerapkan standar US 1. Validitas Studi ini melakukan survey terhadap dua
GAAP dan IFRS eksternal kelompok akuntan eropa dan AS dengan
konsiderasi earning management case,
Hipotesisnya adalah Akuntan di Amerika serikat akan lebih tentunya validitas bisa berpotensi
konservatif dibanding akuntan di Eropa,dalam hal terpengaruh apakah kasus earning
melakukan judgement dalam kondisi uncertainty ,karena management mewakili perbedaan
Amerika serikat bergerak kepada adopsi standar akuntansi adopsi US GAAP dan IFRS secara
internasional yang lebik cenderung rule based ,pentingnya keseluruhan
judgment dalam pengambilan keputusan dan dampak 2. Validitas Apakah hasil bisa digeneralisasi dari
pada pelaporan keuangan tentunya akan meningkat . populasi sampel terhadap kelompok yang lebih
H1 : Akuntan Amerika serikat (Akuntan Eropa) akan kurang besar, Sampel akuntan pengadopsi IFRS
cenderung (cenderung) menunda annual expense untuk seharusnya tidak hanya dari Eropa
meningkatkan current year income ,namun juga akuntan dari Asia dan
H2 : Akuntan dari negara common law (code law) dimana Amerika latin agar hasil studi ini bisa
kepemilikan perusahaan tersebar luas (dipegang tertutup digeneralisasi lebih luas
akan kurang cenderung (cenderung) untuk menunda Kasus earning management harusnya
annual expense untuk meningkatkan current year income. tidak hanya diuji pada mahasiswa
H3 : Akuntan yang menjustifikasi keputusannya kepada akuntansi,namun juga pada praktisi
supervisor akan kurang cenderung menunda annual berupa akuntan korporasi
expense untuk meningkatkan current year income 3. Validitas Internal
Studi ini kurang bisa direplikasi serupa karena tidak
Model penelitian dipaparkan bagaimana kriteria responden survey yaitu
akuntan AS dan eropa
Explicit Kurangnya rincian perlakuan
description eksperimen agar peneliti lain bisa
mereplikasinya
Multiple- Partisipan dipaparkan pada lebih dari
treatment satu treatment karena penelitian ini
interference menggunakan 2x2 factorial design
Testing Tidak adanya treatment pretest (
akuntan AS dan Eropa hanya disruvey
Desain eksperimen : setelah membaca kasus,tidak ada
- Diajukan desain kasus eksperimen 2x2 factorial design treatment survey sebelum membaca
,yaitu desain trial yang dimaksudkan agar bisa menguji kasus)
secara efisien pada dua intervensi terhadap satu sampel. Instrumentation Karena tidak adanya pretest maka
- Dibentuk kasus earning management dan diujikan pada learning gain (perubahan dari pretest ke
mahasiswa akuntansi, kemudia kasus ini diberikan sebagai posttest) tidak dapat diobservasi
konsiderasi survey kepada dua kelompok akuntan Statistical Karena tidak adanya pretest dan
(Amerika serikat dan Eropa) regression posttest makan tidak bsia diukur
- Suvey ang diterapkan melalui online survey dan mail tendensi partisipan dalam bentuk skor
survey . Jika request survey tidak ditanggapi akan mendekati mean saat posttest (jika
dikirimkan lagi dua minggu setelahnya dilakukan pretest sebelumnya)
- Akan dilakukan analisa respons pada request pertama
terhadap request kedua (dua minggu setelah request Differential Pemilihan partisipan tertentu bisa
pertama tidak ditanggapi) selection berefek pada hasil, jika penyebaran
- Dilakukan pemeriksaan manipulasi pada bagian kuesioner tidak dilakukan secara acak
demografis dari sruvey untuk memverifikasi bahwa Experimental Adanya kemungkinan partisipan tidak
responden membaca kasusnya Mortality menanggapi survey sehingga dikirim
- Variabel independen : Akuntan Amerika serikat, akuntan kembali dua minggu setelahnya bisa
eropa, akuntan di negata common law, akuntan di negara berdampak pada hilangnya partisipan
code law. (2x2 design experiment)
- Variabel kontrol : pengalaman ,negara ,umur, pendidikan dalam studi
,lisensi dan industri
- Variabel dependen (annual expense untuk meningkatkan 3.2. Usulan alternatif Desain eksperimen :
current year income.) diukur menggunakan skala likert - Diajukan desain kasus eksperimen 2x3 multifactorial
untuk memihat preferensi berupa dukungan atau design ,yaitu desain trial yang dimaksudkan agar bisa
penolakan pada variabel dependen tersebut menguji secara efisien pada tiga intervensi terhadap satu
sampel.
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1506
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

kasus selain eraning management


sebagai konsideran responden pada
kuesioner di tahap post-test
Validitas Partisipan dipaparkan pada lebih dari
Internal - satu treatment karena penelitian ini
Multiple- menggunakan 2x3 factorial design
treatment
interference

SOAL 4
4.1. Analisis pada statistik deskriptif

- Dibentuk kasus earning management dan diujikan pada


mahasiswa akuntansi ,praktisi akuntansi, dan standard
setters ,kemudia kasus ini diberikan sebagai konsiderasi
survey kepada dua kelompok akuntan (Amerika serikat
mewakili IFRS dan Asia,Eropa,dan Amerika latin mewakili
IFRS)
- Suvey yang diterapkan melalui online survey dan mail
survey .Penerapan survey harus menggunakan jasa
surveyor swasta agar efisien dan request kedua atas survey
berkaitan dengan pre-test dan post test bukan arena
adanya kenihilan respons dari responden yang bisa Descriptive statistics of Independent variables (Tabel 3)
menimulkan lag pada result
- Dilakukan pemeriksaan manipulasi pada bagian IA Item Mean Min. Max. SD
demografis dari survey untuk memverifikasi bahwa
responden membaca kasusnya tapi didesain kuesioner Total Disclosure 0.317 0.00 0.76 0.158
sebelumnya sudah dirancang agar responden membaca (100%)
kasusnya,yaitu dengan penerapan pre-test dan post-test. Discovery and 0.201 0.00 0.64 0.123
Pre-test : Survey tanpa disertai penjabaran kasus earning learning (63.4%)
management di kuesioner Implementation 0.018 (5.7%) 0.00 0.13 0.025
Post-test : Survey disertai penjabaran kasus earning Commercialization 0.099 0.00 0.44 0.078
management di kuesioner (31.2%)
-Karakteristik penerima kuesioner dijabarkan agar bisa
direplikasi oleh peneliti lain Tabel 4
- Variabel independen : Akuntan pengadopsi US GAAP ( #of Min Max Mean SD
Amerika serikat), akuntan pengadopsi IFRS (Eropa,Asia,dan firms
Amerika latin), akuntan di negata common law, akuntan di H1 Firm size 181 3.27 4.65 3.63 0.32
negara code law,serta akuntan di negara mixed H2 Ownership 148 0.00 0.99 0.57 0.23
jurisdicitons concentration
- Variabel kontrol : pengalaman ,negara ,umur, pendidikan H3 Leverage 181 0.42 93.49 5.42 8.81
,lisensi dan industri H4 Adoption of 180 0 1
- Variabel dependen (annual expense untuk meningkatkan IFRS or US GAAP
current year income.) diukur menggunakan skala likert Listing status 181 0 1
untuk memihat preferensi berupa dukungan atau Industry types 181 0 1
penolakan pada variabel dependen tersebut Price-to-book 181 0.00 17.10 2.14 1.85
- Statistika Deskriptif menggunakan SPSS, Uji hipotesis ratio
menggunakan tail t test,ANOVA,dan hocshceffe tests. IA Recognition 177 0.00 28.00 1.898 4.59
Age of firm 180 0.00 171.00 37.66 36.75
hal-hal yang dapat mempengaruhi validitas dari desain Economic policy 179 20 90 33.18 12.06
ekperimen adalah : risks
Legal System 179 24 68 39.60 9.05
Faktor yang Potensi pengaruh terhadap validitas risks
mempengaruhi desain eksperiman Regulatory 179 18 49 31.20 8.52
Validitas Studi ini melakukan survey terhadap dua system risks
eksternal kelompok akuntan eropa dan AS dengan Final sample size 144
konsiderasi earning management case, for multiple
tentunya validitas bisa berpotensi regression
terpengaruh apakah kasus earning
management mewakili perbedaan adopsi Singkatnya, jumlah perusahaan di emerging market
US GAAP dan IFRS secara keseluruhan. mengungkapkan informasi IA dalam laporan tahunan
Penelitain harusnya mempertimbangkan mereka cukup tinggi dan yang mengejutkan, sebagian

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1507
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

besar perusahaan (18 perusahaan) mengngkapkan IA


information. Hal ini dapat dilihat dari Tabel 2 bahwa hanya
tiga dari 181 perusahaan sampel ditemukan tidak
mengungkapkan informasi IA dalam laporan tahunan
mereka. Sebagian besar perusahaan mengungkapkan
informasi tentang IA berasal dari Fase Discovery and
learningr dan fase Komersialisasi dari Rantai Nilai yaitu
masing - 95,03% dan 93,92% dari perusahaan sampel,
sementara itu hanya 67,40% dari 181 perusahaan sampel
secara sukarela mengungkapkan informasi tentang IA yang
berasal dari fase Implementasi .
Penelitian ini menggunakan persentase pengungkapan
narasi jumlah yang dialokasikan untuk setiap item IA
menjadi ukuran sejauh mana dilakukannya pengungkapan
IA. Tabel 3 merangkum tingkat pengungkapan IA dalam
laporan tahunan perusahaan sampel. Rata-rata, 31,70%
dari pengungkapan narasi total laporan tahunan mengenai
IA dan sejauh mana pengungkapan yang terbesar untuk
Fase discovery and learning (63,40% dari 24 pengungkapan
IA). Dalam Fase discovery and learning, item Renewal
internal seperti R & D dan Pelatihan Karyawan, serta item
Jaringan seperti hubungan pelanggan dan kolaborasi bisnis,
yang item yang paling diungkapkan dalam laporan tahunan
perusahaan. Kedua fase yang paling diungkapkan dari
rantai nilai adalah Komersialisasi, yang merupakan 31.20%
dari total pengungkapan. Sebagian besar pengungkapan
dalam fase itu karena pengungkapan tentang bagaimana
korporasi meningkatkan kesadaran pelanggan perusahaan
melalui nama merek dan strategi pemasaran yang inovatif.
Keengganan perusahaan mengungkapkan bagaimana
mereka melakukan pengungkapan IA mereka cukup jelas
,ini terlihat dari hanya 5,70% dari pengungkapan IA
didasarkan pada tahap Pelaksanaan rantai nilai. Fase
tertentu terdiri studi kelayakan, properti intelektual, lisensi
dan persetujuan pemerintah - proses yang diperlukan oleh
perusahaan untuk mengubah sumber daya mereka
berwujud menjadi manfaat. Memang, sementara itu
perusahaan-perusahaan bersedia untuk mengungkapkan
informasi tentang apa yang mereka miliki dalam sumber
daya berwujud dan apa yang mereka telah menerima
imbalan dengan komersialisasi sumber daya tak berwujud
(intagible asset), mereka kurang dalam pengungkapan
informasi tentang bagaimana mereka menerapkan atau
apa yang terlibat dalam melaksanakan IA mereka. Hal ini
mungkin tidak mengejutkan mengingat sifat sensitif dari
item dalam tahap implementasi. Misalnya, perusahaan
akan bersedia mengungkapkan terlalu banyak informasi
yang dapat mengungkapkan keunggulan kompetitif
mereka.

Bisa dilihat pada tabel di atas bahwa model regresi


berganda pada Overall Extent Measure of Intangible Asset
Disclosure (IAVD EO) sebagai variabel dependen pada
model 1 melaporkan statistik-F tertinggi (F=4,464 ,dan p
=0,000) dan memiliki explanatory power paling signifikan
(adjusted R2=22,5%). Sementara itu model lalinnya juga
signifikan, namun explanatory powers nya yang dinyatakan
oleh R2 tidak setinggi model 1.
Faktor-faktor yang terkait dengan IA disclosure level
Hasil pengujian dari 12 hipotesis yang dibuat untuk
memeriksa hubungan antara tingkat IA Voluntary
disclosure dan perusahaan yang dipilih dengan faktor
spesifik berdasarkan negara yang dijabarkan dibawah ini :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1508
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

value chain : Fase discovery- learning dan Fase


H1: Ukuran perusahaan (Firm size) komersialisasi. Ada hubungan negatif signifikan antara
Ukuran perusahaan,dihitung berdasarkan logaritma dari adopsi IFRS atau US GAAP dan IA voluntary disclosure,
kapitalisasi pasar, ditemukan tidak signifikan terkait perusahaan yang mengadopsinya ditemukan secara
dengan tingkat pengukuran IA dislosure. Sementara ini sukarela mengungkapkan secara signifikan lebih sedikit
berlawanan dengan kebanyakan dari studi empiris yang informasi IA di aqnnual reportsnya. Hipotesis 2 maka dari
memeriksa praktik voluntary disclosure, ini bisa dijelaskan itu diterima bukan hanya untuk mdel 1 ,tetapi juga untuk
dengan dua alasan dua fase value chain : Discovery and learning(Model 2) dan
Pertama, pemilihan 200 perusahaan di negara berkembang Commercialisation (Model 4)
bisa saja bias terhadap perusahaan sampel yang telribat
dalam praktik voultary disclosure dan memiliki sumber H5 : Status terdaftar di bursa (Listing status)
daya finansial untuk melakukannya. Maka dari itu, Dri tabel,bisa dilihat bahwa status trdaftar tidak signifikan
perusahaan teratas di negara emerging market akan berhubungan dengan IA disclosure (model 1 sampai 4) .
memiliki berbagai macam alasan untuk mengungkapkan Hipotesis 5 tidak terpenuhi terkait IA voluntar disclosure
informasi tambahan tentang perusahaan untuk
meningkatkan citra dan profilnya di pasar global .Jika ada H6 : Jenis industri (Industry type)
perusahaan di negara berkembang akan Sebagaimana dihipotesiskan, IA disclosure secara signifikan
mempertimbangkan kesukarelaan melakukan berhubungan dengan jenis industri (Model 1 sampai 3).
pengungkapan informasi IA, maka perusahaan teratas ini Tabe menunjukkan bahwa perusahaan di negara
yang akan melakukannya berkembang di bidang IT atau telekomunikasi dan industri
produk konsumen dan industri jasa (Intensif menggunakan
Kedua,apapaun ukurannya, perusahaan akan melewati tiga IA) mengungkapkan informasi IA lebih ekstensif (IAVD EO)
fase dari sebuah value chain, mereka akan menemukan dibanding perusahaan di bidang energi , dan insudtri
(discover) ,menerapkan (implement) ,dan keuangan. Hasil ini merefleksikan proposisi bahwa
mengkomersilkan (commercialise) IA-nya untuk perusahaan yang beroperasi di industru manufaktur secara
menciptakan value,karena perusahaan sampel cenderung banyak terpengaruh oleh sumber daya intangible akan
memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk terlibat memiliki IA lebih banyak,dan maka dari itu akan secara
dalam praktik pengungkapan secara sukarela, mereka juga sukarela menungkpaan informasi IA lebih banyak sebagai
akan melakukannya dalam membuat annual report. Maka hasilnya. Lebih jauh lagi,perusahaan ini mungin tidak bisa
dari itu, tidak seperti jenis laindari informasi perusajaan mengenal Aset intangiblenya kebanyakan di laporan
yang secara sukarela diungkapkan oleh perusahaan, tingkat keuangan karena kurangnya standar akuntansi yang
infromasi IA yang diungkapkan di annual reports tidak akan memperbolehkan mereka melakukan demikian. Secara
terpengaruh oleh ukuran perusahaan. Maka dari itu, natural,mereka akan mengungapkan IA infromation dalam
ukuran perusahaan tidak secara statistik terkait dengan IA annual reports . Mempertibangan fakta bahwa mereka
voluntary disclosue, hipotesis 1 tidak terpenuhi. juhga akan dinilai dipaar berdaarkan IA nya,perusahaan ini
maaka akan terlibat dalam pratik pengungkapan IA. Lebih
H2 : Konsentrasi kepemilikan (ownership concentration) jauh lagi ,perusahaan yang intensif dengan IA akan
Konsentrasi kepemilikan ditemukan tidak signifikan terkait menungkapkan informasi IA dari fase discovery and
dengan IA disclosure levels. Ini berlawanan dengan learning dan fase implementasi (model 2 dan 3). Hipotesis
argumen toeritis, sebagaiamana temuan empiris 6 maka akan diterima untuk model 1 ,dan keseluruhan dari
sebelumna dimana voluntary disclosure dianggap secara IA disclosure, sebagaimana model 2 dan model 3 (Fase
negatif berasosiasi dengan konsentrasi kepemilikan. discovery and learning dan fase implementasi)
Temuan yang berlawanan memunculkan pertanyaan yang
menarik terkait kemungkinan aplikasi struktur kepemilikan H7 : Rasio harga terhadap buku (price to book ratio)
sebagai prediktor dari praktik IA disclosure oelh Seperti yang diduga, price-to-book-ratio ditemukan secara
perusahaan di negara berkembang positif berhubungan dengan keseluruhan dari IA disclosure
(Model 1). Maka dari itu,saat ada hubungan potensial
H3: Solvabilitas (Leverage) antara price-to-book-ratio dan keberadaan IA tidak diakui
Sebagaiaman ditunjukkan oleh tabel regresi berganda, ada di dalam pembukuan, maka mungkin saja perusahaan
hubungan negatif antara leverage dengan IA disclosure dengan price-to-book-ratio yang tinggi akan merasa perlu
level secara keseluruhan (model 1),sebagaimana dengan IA menyesuaikan adanya gap yang timbul. Lebih jauh lagi,
disclosure yang datang dari discovery dan fase learning ditemukan adanya korelasi tinggi antara price-to-book-
(Model 2). Maka dari itu, perusahaan di negara ratio dengan profitabilitas perusahaan, Maka dar itu
berkembang dengan lower debt financing akan melakukan perusahaan berfroit tinggi akan dihargai lebih oleh
pengungkapan IA infromation lebih banyak di bagian pasar,sebagai gantinya, perusahaan ini akan secara
naratif di annual report-nya. Dalam kata lain,seperti yang sukarela mengungkapkan IA nya untuk menginformasikan
telah diduga tingkat IA voluntary disclosure meningkat berbagai pemangku kepentingan dari aktivitas IA nya,dan
dalam proporsi jumlah aset yang didanai dari ekuitas untuk emastikan para pemaku kepentingan tidak melihat
dibandng dengan utang. Sejalan dengan itu, hipotesis 3 perusahaan secara overvalue.
didukung oleh regresi berganda pada model 1 dan model 2 Lebih jauh lagi ada hubungan pisitif yang signifian antara
price-to-book-ratio dan IA infromation dari fase discovery
H4 : Adopsi IRFS atau US GAAP and learning (Model 2). Berdasaran berbagai analisis
Tabel menunjukkan bahwa adopsi IFRS atau US GAAP regresi linier berganda, hipotesis 7 terpenuhi untuk model
sebagai dasar mempersiapkan laporan keuangan adalah 1, dan IA disclosure secara eseluruah pada fase discovery
signifikan secara statistik terkait dengan IA voluntary and learning (Model 2)
disclosure secara keseluruhan ,dan untuk dua fase dalam

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1509
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

H8 : Tingkat pengakuan Aset intangible (Level of IA fase implementasi (model 3) tapi dari arah yang
recognition) berlawanan
Pada tabelo statistika deskriptif,ditunjukkan ada sedikit IA .
diakui di neraca oleh perusahaan di negara berembang. H12 : Resiko regulasi (Regulatory risk)
Secara rata-rata 1,9% dari total aset di neraca terkait Tidak ada hubungan yang terjadi ,baik positif ataupun
dengan aset intangible. Mayoritas dari IA yang diakui di negatif, antara resiko reulasi dan IA disclosure, Maka dari
neraca terdiri dari paten, lisensi,hak cipta, dan properti itu hipotesis 12 ditolak.
intelektual yang dihasilkan fase impelementasi dari rantai
nilainya. Berdasarkan analisis regresi berganda, hipotesis 8
tidak didukung untuk IA disclosure keseluruhan (model 1) . UAS SEMESTER GASAL 2010/2011
Ada hubungan positif antara pengakuan IA dan METODE PENELITIAN AKUNTANSI
pengungkapan IA secara sukarela terkait fase implementais
dar rantai nilai (model 3). Hubungan positif ini tidak
mengherankan sebab mayoritas IA yang diakui berasal dari 150 menit (Open Book)
fase implementasi rantai nilainya. Hipotesis 8 hanya akan
didukung untuk model 3, yaitu pengungkapan IA dari fase
implementasi SOAL 1 (25%)
1. Apakah perbedaan antara rating scales dan ranking
H9 : Usia perusahaan (Age of firm) scales. Berikan contoh penggunaannya ! (5%)
Usia perusahaan yang dihitung dengan jumlah tahun 2. Mengapa skala rasio dianggap paling unggul dinatara
perusahaan beroperasi,tidak signifikan berhubungan skala-skala lain yang ada Jelaskan (5%)
dengan tindakan IA disclosure. Maka dari itu, hipotesis 9 3. Bacalah ringkasan artikel di bawah ini dan kemudian
tidak terpenuhi untuk tindakan IA disclosure berikan penjelasan mengenai penggunaaan skala dalam
penelitian tersebut ! (10%)
H10 : Resiko ekonomis
Berdasarkan analisis regresi berganda,ada hubungan Artikel ini diambil dari SNA 11 Tahun 2008 dengan judul
negatif yang muncul antara tingkat resiko ekonomu dan Faktor-faktor yang mempengaruhi peusahaan berpindah
kesleuruhan IA voluntary dislcosure (Model 1). Maka dari kantor akuntan publik (Damayanti dan Sudarma,2008) .
itu,perusahaan yang bersal dari negara dengan resiko Berikut ini adalah ringkasan dari paper tersebut terkait
ekonomi lebih tinggi Penemuan akan mendukung proposisi dengan metode penelitian yang digunakan.
bahwa resiko berhubungan dengan kebijakan ekonomi Penelitian ini tergolong sebagai Hypothesis testing .
yang berujung pada masalah transparansi karena Dalam penelitian ini diteliti hubungan Pengaruh
kurangnya pengungkapan yang releban dan mendalam. pergantian manajemen perusahaan,opini akuntan,fee
Hipoesis 10 maka terpenuhi untuk IA voluntary disclossure audit ,kesulitan keuangan perusahaan,ukuran KAP,dan
(Model 1) persentase perubahan ROA sebagai variabel
independen,terhadap keputusan perusahaan go public di
H11 :Resiko sistem hukum (Legal system risks) Indonesia berpindah KAP sebagai variabel dependennya.
Sesuai dengan tabel regresi berganda,perusahaan di
negara berkembang berasal dengan beresiko hukum tinggi Indentifikasi variabel
secara sukarela menungkapkan informasi IA lebih ekstensif
(model 1) ,begitupun pada fase discovery and learning Keterangan Jenis Penjelasan
(Model 2). Hungn positif itu disebabkan arena perusahaan X1 Pergantian independen Pergantian direksi
di negara berembang yang melakukan praktik IA disclosure manajemen perusahaan yang
untuk meminimalisit masalah dengan negara asalnya. (CEO) terutama disebabkan
Maka dari itum perusahaan ini akan lebih ekstensif oleh keputusan rapat
meungapkan IA infromation untuk memastikan pemangku umum pemegang
kepentingan di luar negeri mengetahui bahwa resiko saham dan direksi
terkait sistem hukum telah diatasi dengan melakukan berhenti karena
pengungkapan secara sukarela atas IA information.Secara kemauan sendiri
mengejutkan, ada hubungan signifikan antara IA disclosue X2 Opini independen Pernyataan pendapatan
dari fase implementasi dan resiko terkait sistem hukum Akuntan yang diberikan oleh
dalam arah berlawanan. (OPINI) auditor dalam menilai
kewajaran penyajian
Maka dari itu, perusahaan yang berasal dari negara laporan keuangan
berkembang dengan resiko sistem hukum lebih tinggi akan perusahaan yang
kurang cenderung mengungkapkan IA information secara diauditnya
sukarela dari fase impelemntasi. Hasil yang berlawanan X3 Fee audit independen Besaran atau jumlah fee
bisa disebabkan karena resiko tinggi terkait perjanjian (CHG yang ditawarkan oleh
kontrak dan hak properti, yang merupakan bagian dari fase CLASS) suatu KAP kepada
implementasi,bisa mencegah perusahaan secara sukarela perusahan yang
mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai item ini berkaitan dengan
di annual reports karena adanya masalah yang potensial d pekerjaan audit
kemudian hari. Hipotesis 11 terpenuhi untuk X4 Kesulitan independen Kondisi keuangan
pengungkapan IA information (model 1) ,dan fase keuangan perusahaan yang
discovery and learning (Model 2) serta juga didukung pada perusahaan ditunjukkan oleh rasio
(DEBT) keuangan yang

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1510
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

terutama adalah menggunakan prpbabilitas sampling dan nonprobabilitas


solvabilitas sampling (5%)
X5 Ukuran independen Besar kecilnya KAP yang 2. Beri contoh systematic sampling untuk penelitian
KAP (KAP dibedakan dalam dua bidang akuntansi (5%)
Size) kelompok,yaitu KAP 3. Beri contoh convenience sampling dan simple random
yang berafiliasi dengan sampling untuk penelitian di bidang akuntansi. Apa
The Big Four dan KAP perbedaan mendasar dari keuda jenis penelitian tersebut
yang tidak berafiliasi (10%)
dengan The Big Four 4. Sebutkan metode pemilihan sampel jika pada sebuah
X6 Persentase independen Dihitung dengan penelitian disebutkan bahwa metode pemilihan sampel
perubahan membagi selisih antara adalah : (5%)
ROA (ROA) ROA tahun tertentu dan -perusahaan terdaftar di BEI selama periode observasi
tahun sebelumnya -tidak termasuk dalam industri keuangan (bank,sewa
dengan ROA tahun guna usaha ,asuransi ,investasi) Karena industri tersebut
sebelumnya itu memiliki sruktur laporan keuangan yang berbeda
kemudian sehingga ukuran kualoitas laba yang digunakan tidak
mengalikannya dengan dapat disamakan dengan industri lainnya.
100% -mempunyai tanggal tutup buku 31 desember
y Keputusan dependen Perpindahan kantor -mempunyai data yang lengkap untuk pengukuran
berpindah akuntan publik oleh keseluruhan variabel
auditor perusahaan
SOAL 3 (35%)
Model Analisis Challen (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh
Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis dari kualitas audit terhadap manajemen laba. Kulitas
regresi logit (logistic regression). Berikut adalah kerangka audit diukur menggunakan dua variabel,yaitu ukuran KAP
penelitian terkait : dan spesialisasi industri. Semakin besar ukuran KAP
diasumsikanmempunyai kualitas audit yang lebih baik
dibandingkan KAP yang tidak mempunyai spesialisasi
industri,karena KAP tersebut mempunyai pengetahuan
yang memadai mengenai industru dari perusahaan yang
diauditnya. Challen juga memasukkan dua vriabel
control,yaitu ukuran perusahaan dan leverage.

H1a: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap


manajemen laba akrual
H1b: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap abnormal
CFO
H1c: ukuran KAP berpengaruh positif terhadap abnormal
production
H1d: ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap abnormal
discretionary expenses.
H2a: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif
terhadap manajemen laba akrual.
H2b: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif
terhadap abnormal CFO
H2c: spesialisasi industri auditor berpengaruh positif
terhadap abnormal production
H2d: spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif
terhadap abnormal discretionary expenses
H3a: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap
manajemen laba akrual.
H3b: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap
abnormal CFO
H3c: audit capacity stress berpengaruh negatif terhadap
abnormal production
H3d: audit capacity stress berpengaruh positif terhadap
4. Menurut anda,untuk melakukan penelitian di atas abnormal discretionary expenses
apakah memerlukan data primer atau data sekunder H4b: Pendidikan Profesi Lanjutan berpengaruh negatif
Jelaskan alasan anda serta berikan penjelasan bagaimana terhadap abnormal CFO
anda akan memperoleh data tersebut ! (5%) H4c: Pendidikan Profesi Lanjutan berpengaruh positif
terhadap abnormal production
SOAL 2 (25%)
1. Jelaskan perbedaan antara probabilitas dan non Berikut adalah statistik deskriptif dan hasil regresi dari
probabilitas sampling. Dalam kondisi apa perlu model penelitian untuk menguji hipotesis penelitian :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1511
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Statistik deksriptif : Adjusted 0.0196


R2
Vari N Mea Medi Max. Min. Std Ske Prob (F- 0.0235**
abel n an dev. w- Stat)
nes
s Keterangan : DACC = Absolute Discretionary Accruals;
DAC 52 0.079 0.055 0.5057
0.000 0.081 2.5 ASTAFF = Ukuran KAP; SPEC =Spesialisasi Industri Auditor;
C 2 349 457 68
017 452 62 ACS = Audit Capacity Stress; PPL = Pendidikan Profesi
ABN 52 0.008 0.001 0.3952
- 0.113 - Lanjutan; LEV = Leverage; LMVE = Logaritma Natural dari
CFO 2 408 916 65
0.382 352 0.0 Market Value of Equity; ROA = Return on Assets; Tenure =
764 33 Jangka Waktu Penugasan Audit KAP; MTB = Market-to-
ABN 52 0.007 0.019 1.0392 - 0.262 - Book Ratio; *signifikan pada =10%, **signifikan pada
PRO 2 179 330 94 1.030 046 0.1 =5%, ***signifikan pada =1%
D 787 39 Diminta :
ABN 52 - - 0.8905 - 0.234 0.8 1. Sebelum mengolah data,peneliti harus mempersiapkan
DE 2 0.001 0.019 20 0.870 134 40 data sehingga siap untuk diolah . Selain itu sebelum
4 3 450 menganalisis hasil regresi (seperti yang ditampilkan
35 32 diatas) juga harus dilakukan beberapa perhitungan dan
ACS 52 59.27 130.3 130.33 3.000 30.65 0.4 uji telrebih dahulu. Jelaskan apa saja yang perlu dilakukan
2 268 333 33 000 218 24 sebelum mengolah data dan menganalisis hasil regresi !
PPL 52 44.56 95.24 95.243 0.000 16.39 0.2 (5%)
2 023 344 44 000 265 71 2. Berdasarkan penjelasan latarbelakang penelitian dan
LEV 52 0.535 1.442 1.4426 0.004 0.226 0.0 tabel di atas,buatlah pengembangan hipotesis (one-tail)
2 441 610 10 019 335 96 untuk penelitian tersebut dan model penelitiannya (10%)
LMV 52 5131 4510 20426 4482 1864 6.8 3. Berikan penjelasan mengenai variabel penelitian
E 2 099 00 4000 5936 41 berdasarkan statistik deksriptif di atas (10%)
(Rp 4. Jelaskan hasil penelitian berdasarkan hasil regresi di
juta) atas (kaitkan denga hipotesis nyang anda buat di poin 1 )
ROA 52 0.047 0.028 0.4523 - 0.096 1.0 (10%)
2 703 700 07 0.352 688 27
664 SOAL 4 (15%)
Ten 52 6.065 4.000 21.000 1.000 5.062 1.1 Literatur terahulu mendokumentasikan bahwa KAP big 4
ure 2 134 000 000 000 334 06 dianggap memiliki kualitas yang lebih dibandingkan
MTB 52 2.599 1.093 144.02 0.100 9.859 12. dengan KAP non Big4. Buatlah prosedur penelitian untuk
2 300 801 88 000 046 63 event study yang bertujuan untuk meneliti reaksi pasar
terhadap pergantian auditor dari KAP big 4 menjadi KAP
N Kategori Jumlah Persentase non Big 4 (Asumsikan Bapepam-LK mewajibkan
perusahaan yang terdaftar di BEI untuk melaporkan
ASIZE 522 3 KAP besar 219 41,95% pergantian auditor maksimal 4 hari setelah pergantian).
2 KAP 198 37,93% Prosedur penelitian setidaknya terdiri dari :
medium 1) Kejadian yang ingin diamati (the event)
1 KAP kecil 105 20,12% 2) Event date dan event window
SPCL 522 1 Auditor 195 37,36% 3) pemilihan sampel
spesialisasi 4) pengukuran pengaruh dari kejadian (event impact or
industri abnormal return)
0 Auditor 327 62,64% 5) pengujian statistik yang digunakan
non
spesialisasi JAWABAN
industri SOAL 1
1.1 Rating scale merupakan skala yang digunakan untuk
Hasil regresi memunculkan respon terkait subek ,kejadian,atau orang
Variabel Prediksi Koefisien t-stat Prob. Sig. yang menjadi objek studi, sedangkan Ranking scale
Konstanta 0.0452 1.8832 0.0553 merupakan skala yang membuat perbandingan antara
ASTAFF + 0.0128 1.7723 0.0385 ** objek,kejadian atau orang dan memunculkan preferensi
SPEC - -0.0169 - 0.0462 ** pilihan dan membuat ranking diantara pilihan tersebut
1.6862 Contoh rating scale :
ACS + 0.0001 - 0.1607 Numerical stapel scale , Skala yangsecara simultan
0.9923 menghitung arah dan intensitas dari attitude terhadap
PPL - -0.0001 - 0.2632 item yang menjadi objek studi. Karakteristik interest pada
0.6340 studi diletakkan ditengah dan dibuat range angka pada
LEV + 0.0162 0.8832 0.1887 skala,misalnya dari +3 ke -3 :
LMVE +/- 0.0006 0.9379 0.2487
ROA - 0.1062 2.5615 0.0054 ***
Tenure +/- -0.0007 - 0.4398
0.7331
MTB + 0.0005 1.3950 0.0818 *

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1512
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Dorongan untuk berpindah KAP dapat disebabkan oleh fee


audit yang relatif tinggi yang ditawarkan oleh suatu KAP
pada perusahaan sehingga tidak ada kesepakatan antara
perusahaan dengan KAP tentang besarnya fee audit dan
dapat mendorong perusahaan untuk berpindah kepada
KAP yang lain . Karena Fee audit adalah monetary
unit,maka skala yang tepat adalah skala ordinal
Contoh ranking scale : Kesulitan keuangan perusahaan
There are 4 product lines, the manager seeks information Ada dorongan yang kuat untuk berpindah auditor pada
that would help decide which product line should get the perusahaan yang terancam bangkrut. Kesulitan keuangan
most attention. signifikan mmempengaruhi perusahaan yang terancam
Assume: bangkrut untuk berpindah KAP.Kesulitan keuangan
35% of respondents choose the 1st product. perusahaan ditunjukkan oleh Zmijewski (1984) dalam Kadir
25% of respondents choose the 2nd product. (1994) salah satunya adalah dengan menggunakan
20% of respondents choose the 3rd product. solvabilitas. Solvabilitas ditunjukkan dengan
20% of respondents choose the 4th product. membandingkan total kewajiban dengan total aktiva. Rasio
100% solvabilitas memiliki titik nol mutlak maka dari itu tepat
menggunakan skala rasio
1.2. Skala rasio memiliki kelebihan dibanding skala yang Ukuran KAP
lain,karena memiliki titik nol mutlak (absolute zero) yang Perusahaan akan mencari KAP yang kredibilitasnya tinggi
berguna sebagai titik perhitungan. Beberapa skala yang untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan di mata
lai,misalnya skala interval memiliki titik awal yang acak pemakai laporan keuangan itu. Expertise KAP merupakan
(arbitrary origin poit), kelemahan ini yang bisa ditutupi salah satu atribut dalam servis KAP besar . Adanya faktor
oleh skala rasio. skala yang memiliki titik nol mutlak seperti expertise itu akan menentukan perubahan auditor oleh
skala rasio lebih informatif untuk kalkulasi ,misalnya satu perusahaan sehingga perusahaan lebih memilih KAP besar.
objek memiliki panjang dua kali dari titik awalnya , contoh Ukuran KAP dikelompokkan menjadi dua yait KAP besar
skala rasio yang memiliki titik nol mutlak adalah satuan dan Kecil sehingga skala yang tepat adalah skala nominal
temperatur Kelvin. Persentase perubahan ROA
Persentase perubahan ROA (Return on Assets) merupakan
1.3 Analisis mengenai skala yang akan digunakan untuk salah satu proksi atas reputasi klien/client reputation .
mengumpulkan data dapat dilihat dari variabel-variabel Selain itu perubahan ROA juga dapat digunakan sebagai
independennya. Dari tabel berikut bisa dilihat apakah data- indikator kondisi keuangan perusahaan (Kartika, 2006).
data itu bisa dikumpulkan dalam bentuk skala ROA merupakan indikator keuangan untuk melihat prospek
nominal,ordinal,interval,atau rasio) bisnis dari perusahaan tersebut. Semakin tinggi nilai ROA
berarti semakin efektif pula pengelolaan aktiva perusahaan
Keterangan Rasio untuk dan semakin baik pula prospek bisnisnya. ROA memiliki
mengumpulkan data titik nol mutlak maa dari itu tepat menggunakan skala rasio
X1 Pergantian manajemen Nominal
(CEO) 1.4 Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa
X2 Opini Akuntan (OPINI) Ordinal laporan keuangan auditan perusahaan publik dari situs
X3 Fee audit (CHG CLASS) Rasio resmi BEJ .Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah
X4 Kesulitan keuangan Rasio perusahaan go public yang merupakan emiten di Bursa
perusahaan (DEBT) Efek Jakarta (BEJ) selama periode 2003-2005. Sampai akhir
X5 Ukuran KAP (KAP Size) Nominal tahun 2005 terdapat sebanyak 341 perusahaan yang
X6 Persentase perubahan Rasio terdaftar sebagai emiten di BEJ. Karena populasi penelitian
ROA (ROA) bersifat heterogen, maka teknik penarikan sampel
dilakukan dengan menggunakan stratified random
Pergantian manajemen sampling. Untuk mendapatkan ukuran sampel minimal
Pergantian manajemen perusahaan dapat diikuti oleh dipergunakan rumusan sebagai berikut :
perubahan kebijakan dalam bidang akuntansi, keuangan,
dan pemilihan KAP.Perusahaan akan mencari KAP yang ?
selaras dengann kebijakan dan pelaporan akuntansinya . Dengan menggunakan model rumusan di atas, maka
Karena pergantian manajemen bersifat pengelompokkan jumlah sampel diperoleh sebanyak 78. Selanjutnya,
data yaitu : Adanya pergantian manajemen dan tidak dilakukan alokasi unit ke dalam strata menggunakan
adanya pergantian manajemen,maka skalanya adalah prinsip alokasi proporsional dengan rumus sebagai berikut:
nominal
Opini akuntan
Jika auditor tidak dapat memberikan opini wajar tanpa
pengecualian (tidak sesuai dengan harapan perusahaan),
perusahaan akan berpindah KAP yang mungkin dapat
memberikan opini sesuai dengan yang diharapkan
perusahaanKarena adanya tingkatan dalam opini ini (Wajar
tanpa pengecualian ,Wajar dengan pengecualian,tidak
wajar, tidak memberikan pendapat) maka skala yang tepat Dari sejumlah 78 sampel tersebut, selama periode 2003-
adealah skala ordinal 2005 terdapat sebanyak 41 perusahaan yang tidak
Fee Audit melakukan perpindahan KAP sehingga dikeluarkan dari
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1513
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

sampel. Berdasarkan penggunaan kriteria tersebut di atas, bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang
maka jumlah akhir dari sampel diperoleh sebanyak 37 dibutuhkan,sehingga karakteristiknya bisa digeneralisasi.
perusahaan.
2.4 Contoh penelitian :
SOAL 2 Analisis Variabel yang mempengaruhi struktur modal
2.1 Probability sampling merupakan skema dimana setiap perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek
unit pada populasi memiliki probabilitas lebih besar dari Indonesia (BEI)
nol untuk dipilih sebagai sampel dan probabilitas ini bisa
ditentukan secara akurat. Metode ini dilakukan dalam Metode pemilihan sampel
kondisi jika elemen di dalam populasi sesudah diketahui Banyaknya populasi yang digunakan adalah sebanyak 17
dan memiliki kesempatan besar yang sama untuk dipilih perusahaan
(Equal Probability selection-EPS) ,desain ini disebut juga otomotif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive
Self-weighting karena stiap unit sampel diberi bobot yang sampling, yaitu
sama menetapkan sampel yang dipilih melalui kriteria-kriteria
Nonprobability sampling merupakan Sebuah metode tertentu yang ditetapkan yakni sampel merupakan
sampling dimana beberapa elemen populasi tidak memiliki perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek
kesempatan untuk dipilih (undercovered). Metode ini Indonesia dan mengeluarkan laporan keuangan secara
dilakukan jika diperlukan untuk memilih elemen lengkap dari tahun 2008-2012 sehingga jumlah sampel
berdasarkan asumsi terkait populasi yang diberikan kriteria yang terpilih adalah sebanyak 12 perusahaan. Sumber data
tertentu untuk dipilih. Karena pemilihan elemen tidak dari penelitian ini menggunakan data sekunder berupa
bersifat acak ,maka estimasi sampling error tidak bisa laporan keuangan khususnya berupa total aktiva, aktiva
dilakukan tetap, modal
sendiri/ekuitas diunduh melalui www.idx.co.id dalam
2.2. Contoh systematic sampling di bidang akuntansi : bentuk Indonesian Capital Market Directory (ICMD)
Misalnya seorang Analis kredit ingin mengetahui
bagaimana debt management dari seorang debitur SOAL 3
(Perusahaan X) yang ingin mengajukan pinjaman 3.1. Hal yang harus dilakukan sebelum melakukan
kepadanya. Maka Bank itu melihat daftar utang debitur Pengolahan data danmenganalisis hasil regresi :
tersebut terhadap kreditur lain ataupun terhadap supplier a. Membentuk model penelitian
material produksinya. Maka analis itu mencoba melakukan b. Operasionalisasi Variabel
sampling dengan melihat pengelolaan utangnya ,dengan -Variabel Dependen :
mengecek kelancaran perusahaan X pembayaran cicilan -Manajemen Laba Akrual
utang dan bunganya ke kreditur lain,dari daftar-daftar -Manajemen Laba melalui manipulasi aktivitas riil
tersebut diambil sampel yaitu setiap data ke-10 dan -Variabel Independen
kelipatannya untuk dicek kelancaran -Ukuran KAP
pembayarannya.,namun titik awalnya dipilih terlebih -Spesialisasi Industri auditor
dahulu secara acak. - Audit capacity Stress
- Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL)
2.3 Contoh convenience sampling di bidang akuntansi : -Variabel Kontrol
Seorang Akuntan manajemen sebuah perusahaan c.Rancangan dan pengumpulan data
multinasional ingin mengetahui apakah sistem Activity - Metode pengolahan data
Based Costing lebih unggul dari pada sistem alokasi biaya - Metode analisis data
berdasarkan volume tradisional. Untuk meneliti - Analisis data panel
efektifitasnya,maka ia meneliti profitabilitas sebelum dan - Uji Pemilihan model analisis data panel
sesudah perusahaannya menerapkan metode ABC. -Uji Asumsi klasik
Namun,untuk melakukan sampel, akuntan manajemen itu -Uji Multikolinearitas
hanya memilih beberapa pabrik di wilayah Asia tenggara -Uji Autokorelasi
yang dekat dengan kantor pusatnya di Singapura,meskipun -Uji Heteroskedasitas
perusahaan ini memiliki banyak pabrik di luar kawasan Asia -Uji statistik
tenggara. Sampel ini tidak representatif dan tidak bisa -Analisis statistik deskriptif
digeneralisasi secara ilmiah.
Pada sistem simpel random sampling, akuntan manajemen 3.2 Hipotesis (one-tail) dan model penelitiannya :
itu memilih secara acak sampel pabrik yang akan diteliti. Ia Hipotesis one tail (satu arah ) untuk penelitian diatas
memilih 3 pabrik di asia tenggara, 1 pabrik di Eropa, 1 adalah diduga ada pengaruh signifikan antara variabel X1
Pabrik di Amerika latin, 5 Pabrik di Asia timur ,dan 2 Pabrik dan X2 terhadap Y :
di Amerika serikat. Pada prosedur ini, setiap elemen sudah Model penelitian pertama digunakan untuk menguji
diketahu dan memiliki kesempatan sama untuk dipilih. variabel independen
Karakternya mudah dipahami dan merupakan frame dari dan kontrol terhadap absolute discretionary accruals.
populasi yang memang dibutuhkan Model pertama digunakan
untuk menguji hipotesis 1a, hipotesis 2a, hipotesis 3a, dan
Perbedaannya, convenience sampling menekankan hipotesis 4a.
conformity pada saat mengumpulkan sampel, yang dipilih DACCit = 0 + 1ASTAFFit + 2SPEClt + 3ACSlt + 4PPLlt +
hanya karena faktor kedekatan lokasi meskipun sampelnya 5LEVI,t-1 + 6LMVEI,t-1 + 7ROAI,t-1 + 8Tenurelt + 9MTBlt-1 +
tidak representatif dan terdistribusi merata. Pada simple Elt
random sampling,sampel dipilih acak berdasarkan framing Keterangan:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1514
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

DACCit = Nilai absolute discretionary accruals sesuai model


Modified N Kategori Jumlah Persentase
Jones (1995) dengan pengendalian untuk kinerja ASIZE 522 3 KAP besar 219 41,95%
perusahaan seperti 2 KAP 198 37,93%
yang disarankan Kothari et al. (2005) dalam Chi et al. medium
(2011) untuk 1 KAP kecil 105 20,12%
perusahaan i tahun t SPCL 522 1 Auditor 195 37,36%
ASTAFit = Ukuran KAP dengan operasionalisasi variabel spesialisasi
berdasarkan industri
jumlah staf di KAP (Soedibyo, 2010; Adityasih, 2010) untuk 0 Auditor 327 62,64%
perusahaan i tahun t non
SPECit = Dummy spesialisasi industri auditor untuk spesialisasi
perusahaan i tahun t industri
ACSit = Audit capacity stress untuk perusahaan i tahun t
PPLit = Pendidikan Profesi Lanjutan auditor untuk Berdasarkan tabel , nilai rata-rata absolute discretionary
perusahaan i tahun t accruals
Levit-1 = Leverage untuk perusahaan i awal tahun t sampel perusahaan adalah 0.079349 dengan standar
LMVEit-1 = Logaritma natural market value of equity untuk deviasi sebesar 0.081452, yang menunjukkan bahwa
perusahaan i tingkat absolute discretionary accruals di perusahaan
awal tahun t cukup bervariasi. Nilai rata-rata tersebut juga
ROAit-1 = Return on assets untuk perusahaan i awal tahun menunjukkan bahwa sampel perusahaan mempunyai
t tingkat manajemen laba akrual sebesar 7,93% dari total
Tenureit = Tenure real KAP untuk perusahaan i tahun t aset yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
MTBit-1 = Market-to-book ratio untuk perusahaan i awal
tahun t Nilai rata-rata dari abnormal CFO (ABNCFO) menunjukkan
angka 0.008408 dan standar deviasi sebesar 0.113352,
3.3 Statistik deksriptif : yang menunjukkan bahwa ratarata sampel perusahaan
tidak melakukan manajemen laba melalui manipulasi
Varia N Mea Medi Max. Min. Std Ske penjualan seperti penawaran diskon dan potongan harga,
bel n an dev. w- perusahaan terindikasi melakukan manajemen laba riil
nes melalui manipulasi penjualan jika nilai abnormal CFO
s rendah secara tidak wajar. Hal ini diperkirakan terjadi
DACC 5 0.079 0.055 0.5057 0.000 0.081 2.5 karena manajemen laba riil melalui manipulasi penjualan
2 349 457 68 017 452 62 memiliki risiko di masa depan konsumen perusahaan akan
2 cenderung meminta harga yang murah dari ,sehingga
ABNC 5 0.008 0.001 0.3952 - 0.113 - banyak perusahaan kurang tertarik untuk melakukan
FO 2 408 916 65 0.382 352 0.0 manajemen laba melalui manipulasi penjualan. Dari nilai
2 764 33 minimum abnormal CFO sebesar -0.382764 yang di bawah
ABNP 5 0.007 0.019 1.0392 - 0.262 - angka nol, dapat dilihat bahwa beberapa perusahaan
ROD 2 179 330 94 1.030 046 0.1 terindikasi melakukan manajemen laba riil melalui
2 787 39 manipulasi penjualan.
ABND 5 - - 0.8905 - 0.234 0.8
E 2 0.001 0.019 20 0.870 134 40 Nilai rata-rata dari abnormal production (ABNPROD)
2 4 3 450 menunjukkan angka 0.007179 yang berarti bahwa rata-rata
35 32 sampel perusahaan melakukan
ACS 5 59.27 130.3 130.33 3.000 30.65 0.4 manajemen laba riil melalui manipulasi produksi kurang
2 268 333 33 000 218 24 dari 1% produksi normal perusahaan. Hal ini
2 mengindikasikan adanya perilaku manajemen riil, ketika
PPL 5 44.56 95.24 95.243 0.000 16.39 0.2 perusahaan melakukan manajemen laba riil melalui
2 023 344 44 000 265 71 manipulasi produksi, nilai abnormal production akan
2 positif. Nilai standar deviasi sebesar 0.262046
LEV 5 0.535 1.442 1.4426 0.004 0.226 0.0 menunjukkan bahwa tingkat manajemen laba riil melalui
2 441 610 10 019 335 96 manipulasi produksi cukup bervariasi.
2
LMVE 5 5131 4510 20426 4482 1864 6.8 Nilai rata-rata dari abnormal discretionary expenses
(Rp 2 099 00 4000 5936 41 (ABNDE) menunjukkan angka -0.001435 yang berarti
juta) 2 bahwa rata-rata sampel perusahaan melakukan
ROA 5 0.047 0.028 0.4523 - 0.096 1.0 manajemen laba riil melalui manipulasi biaya diskresioner
2 703 700 07 0.352 688 27 sebesar kurang dari 1% biaya diskresioner normal
2 664 perusahaan. Hal ini mengindikasikan adanya perilaku
Tenur 5 6.065 4.000 21.000 1.000 5.062 1.1 manajemen laba riil, karena sesuai dengan Roychowdury
e 2 134 000 000 000 334 06 (2006) yang mengatakan bahwa ketika perusahaan
2 melakukan manajemen laba riil melalui manipulasi biaya
MTB 5 2.599 1.093 144.02 0.100 9.859 12. diskresioner, nilai abnormal discretionary expenses akan
2 300 801 88 000 046 63 negatif. Nilai standar deviasi sebesar 0.234134
2 menunjukkan bahwa tingkat manajemen laba riil melalui

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1515
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

manipulasi biaya diskresioner cukup bervariasi antar berusaha agar perusahaannya tetap dinilai baik di mata
sampel perusahaan. investor.
Nilai rata-rata dari variabel audit capacity stress (ACS) Masa penugasan audit (tenure) riil KAP bernilai maksimum
menunjukkan 21 tahun dan
angka 59.27268, yang berarti satu auditor dalam satu KAP bernilai minimum 1 tahun, yang berarti ada beberapa
rata-rata menangani 59 klien dalam setahun. Angka perusahaan yang diaudit oleh KAP yang sesungguhnya
minimum ACS sebesar 3,0000 dan angka maksimum ACS melebihi batas waktu penugasan audit enam tahun sesuai
sebesar 130.3333 menunjukkan bahwa kapasitas KAP dengan Peraturan Menteri Keuangan No.17 tahun 2008.
sangat tidak merata, ada satu auditor dalam satu KAP yang Nilai rata-rata tenure 6.065134 dengan standar deviasi
menangani hanya satu klien dalam setahun dan ada KAP 5.062334 yang berarti masa penugasan audit tidak jauh
yang masing-masing auditornya menangani hingga 130 berbeda antar perusahaan dan rata-rata KAP mematuhi
klien dalam satu tahun. KAP yang berkapasitas tinggi PMK No. 17 tahun 2008 untuk masa penugasan audit
menurut Hansen et al. (2007) dapat membuat kualitas maksimal 6 tahun.
audit KAP tersebut menurun.
Tingkat pertumbuhan perusahaan (MTB) rata-rata adalah
Nilai rata-rata dari variabel PPL menunjukkan angka 2.599300 yang
44.56023, yang menunjukkan nilai pasar perusahaan 2,6 kali lebih besar
mengindikasikan bahwa sebagian besar auditor sudah daripada nilai ekuitas perusahaan. Standar deviasi dari
memenuhi ketentuan sampel menunjukkan angka 9.859046 mengindikasikan
minimal 30 SKP PPL yang harus ditempuh dalam waktu bahwa tingkat sebaran pertumbuhan perusahaan cukup
satu tahun. Nilai standar deviasi sampel menunjukkan besar. Hal tersebut menunjukkan adanya perilaku
angka 16.39265, sehingga jumlah SKP PPL yang ditempuh manajemen laba dalam perusahaan sampel.
oleh auditor cukup bervariasi. Terdapat beberapa auditor
yang memiliki SKP PPL nol, yang ditunjukkan oleh angka Sampel perusahaan terbanyak diaudit oleh KAP besar,
minimum PPL sebesar 0.00000, yang berarti auditor yakni 41,95 %.
tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum SKP PPL Proporsi sampel perusahaan yang diaudit oleh KAP
dan tidak mendapat tambahan pengetahuan dari menengah dan kecil (non-Big 4) lebih banyak daripada KAP
penyelenggaran PPL dalam masa satu tahun. besar, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar
perusahaan sampel tidak diaudit oleh KAP besar. Sampel
Tingkat leverage perusahaan menunjukkan angka rata-rata perusahaan yang diaudit oleh auditor spesialis industri
0.535441 yang sebesar 37,36 % dari total perusahaan, sehingga
berarti tingkat utang rata-rata sampel perusahaan adalah mengindikasikan bahwa sebagian besar perusahaan tidak
separuh dari total diaudit oleh auditor spesialis industri.
ekuitasnya. Ada beberapa perusahaan yang memiliki
tingkat utang 144% dari total ekuitas yang mengindikasikan 3.4 Hasil Pengujian Hipotesis (Model Discretionary
perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang buruk Accruals)
dalam membayar utang-utangnya. Beberapa perusahaan DACCit = 0 + 1ASTAFFit + 2SPEClt + 3ACSlt + 4PPLlt +
tampak memiliki tingkat utang cukup kecil, yaitu hanya 5LEVI,t-1 + 6LMVEI,t-1 + 7ROAI,t-1 + 8Tenurelt + 9MTBlt-1 +
sebesar 0,4% dari total ekuitas yang mengindikasikan Elt
sebagian besar pendanaan di perusahaan tersebut berasal Variabel Prediksi Koefisien t-stat Prob. Sig.
dari ekuitas. Konstanta 0.0452 1.8832 0.0553
ASTAFF + 0.0128 1.7723 0.0385 **
Ukuran perusahaan yang diproksikan dengan market value SPEC - -0.0169 - 0.0462 **
of equity 1.6862
menunjukkan angka rata-rata 5.131.099 juta yang ACS + 0.0001 - 0.1607
menunjukkan bahwa ukuran perusahaan rata-rata 0.9923
perusahaan sampel cukup besar. Ukuran perusahaan juga PPL - -0.0001 - 0.2632
bervariasi dengan standar deviasi sebesar 18.645.936 juta. 0.6340
Angka tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar LEV + 0.0162 0.8832 0.1887
sampel perusahaan berada pada kisaran perusahaan LMVE +/- 0.0006 0.9379 0.2487
berukuran sedang jika dibandingkan dengan nilai ROA - 0.1062 2.5615 0.0054 ***
maksimum dan nilai minimum sampel perusahaan. Tenure +/- -0.0007 - 0.4398
0.7331
Tingkat profitabilitas perusahaan (ROA) menunjukkan MTB + 0.0005 1.3950 0.0818 *
angka rata-rata
0.047703 yang menunjukkan bahwa dari 1 rupiah aset Adjusted 0.0196
perusahaan akan R2
menghasilkan sekitar 4,77 rupiah laba bersih sebelum Prob (F- 0.0235**
kejadian luar biasa. Angka tersebut juga menunjukkan Stat)
bahwa sebagian besar sampel perusahaan merupakan
perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang positif. Nilai Keterangan : DACC = Absolute Discretionary Accruals;
minimum dari ROA sebesar -0.352664 dapat ASTAFF = Ukuran KAP; SPEC =Spesialisasi Industri Auditor;
mengindikasikan adanya tindakan manajemen laba di ACS = Audit Capacity Stress; PPL = Pendidikan Profesi
beberapa perusahaan, karena manajer perusahaan akan Lanjutan; LEV = Leverage; LMVE = Logaritma Natural dari
Market Value of Equity; ROA = Return on Assets; Tenure =
Jangka Waktu Penugasan Audit KAP; MTB = Market-to-
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1516
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Book Ratio; *signifikan pada =10%, **signifikan pada terhadap manajemen laba akrual sehingga hipotesis 4a
=5%, ***signifikan pada =1% ditolak. Tidak berpengaruhnya PPL terhadap manajemen
laba akrual karena sebagian besar auditor di Indonesia
Berdasarkan hasil regresi model discretionary accruals, ditemukan sudah memenuhi ketentuan minimum 30 SKP
diperoleh nilai PPL dalam satu tahun. Bentuk dan materi PPL yang
probability F-stat sebesar 0.0031 yang lebih kecil dari diterima oleh auditor yang mengikuti SKP PPL umumnya
tingkat signifikansi =1%. Nilai tersebut menunjukkan serupa untuk auditor dengan PPL tinggi dan PPL rendah
bahwa variabel-variabel independen dalam model secara karena sebagian besar diselenggarakan oleh IAPI dan
bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen PPAJP. Bentuk PPL antara lain meliputi pelatihan,
discretionary accruals pada tingkat kepercayaan 95%. workshop, diskusi panel, seminar, konferensi, konvensi,
Koefisien adjusted R2 menunjukkan seberapa besar variasi dan sosialisasi peraturan. Auditor-auditor yang mengikuti
dalam variabel dependen mampu dijelaskan oleh variabel PPL memperoleh pengetahuan tambahan yang mirip
independen. Dari hasil regresi di tabel Pengujian Hipotesis berdasarkan bentuk dan materi PPL yang hampir serupa.
(Model Discretionary Accruals), dapat dilihat bahwa 1,96% Hal tersebut dapat menyebabkan tidak adanya perbedaan
variasi antara auditor dengan PPL tinggi dan PPL rendah.
dalam variabel discretionary accruals mampu dijelaskan
oleh variabel SOAL 4
independen. Hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variabel 4.1 Kejadian yang ingin diamati (The event)
ASTAF, SPEC, ROA Studi peristiwa (Event study) merupakan studi yang
dan MTB yang signifikan terhadap variabel discretionary mempelajari reaksi pasar
accruals. terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya
dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Studi peristiwa
Pengaruh Ukuran KAP Terhadap Manajemen Laba Akrual dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dari
Hasil uji regresi pada tabel menunjukkan bahwa variabel suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk
ukuran KAP menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian
(ASTAFF) memperbesar manajemen laba akrual, sehingga kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi
hipotesis 1a ditolak. Ini menunjukkan bahwa perusahaan dari suatu pengumuman,
yang diaudit oleh KAP besar jika pengumuman mengandung informasi maka
memiliki tingkat manajemen laba akrual yang lebih tinggi diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman
daripada KAP tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditujukan
menengah dan kecil di Indonesia. dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang
bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan
Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor Terhadap menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau
Manajemen Laba dengan menggunakan abnormal return. Jika menggunakan
Akrual abnormal return, maka dapat dikatakan bahwa suatu
Hasil uji regresi pada tabel di atas menunjukkan bahwa pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan
variabel memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya
spesialisasi industri auditor (SPEC) dengan = 5% memiliki yang tidak mengandung informasi tidak memberikan
pengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba abnormal return kepada pasar CAR (Cumulative Abnormal
akrual sehingga hipotesis 2a diterima.Penelitian ini Return) atau akumulasi return tidak normal (ARTN)
menemukan bahwa spesialisasi industri auditor terbukti merupakan penjumlahan abnormal return selama periode
dapat membatasi manajemen laba akrual di kliennya. tertentu. CAR dapat digunakan sebagai salah satu indikator
pasar yang dapat menggambarkan adanya perubahan
Pengaruh Audit Capacity Stress Terhadap Manajemen Laba abnormal return secara terus-menerus.
Akrual
Hasil uji regresi pada tabel atas menunjukkan bahwa 4.2. Event date dan event window
variabel audit Penelitian ini menggunakan periode pengamatan selama 7
capacity stress (ACS) tidak memiliki pengaruh terhadap (tujuh) hari, yaitu dari t-3 sampai t+3, dimana t adalah
manajemen laba akrualsehingga hipotesis 3a ditolak. Saat tanggal pengumuman penunjukkan akuntan publik baru
masa-masa sibuk KAP-KAP di Indonesia umumnya oleh perusahaan dan periode estimasi selama 100 hari
mengupah pekerja temporer untuk membantu sebelum periode pengamatan yaitu dari t-4 hingga hari t-
menyelesaikan pekerjaan auditnya. Hal tersebut 103.
diperkirakan merupakan salah satu strategi KAP-KAP di
Indonesia dalam menghadapi tingginya audit capacity 4.3 Pemilihan sampel
stress, sehingga tidak ada perbedaan antara KAP besar, Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menengah, dan kecil dalam mendeteksi manajemen laba seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
akrual di Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode
purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan
kriteria tertentu. Adapun kriteria yang digunakan dalam
Pengaruh Pendidikan Profesi Lanjutan Terhadap memilih sampel penelitian adalah sebagai berikut:
Manajemen Laba perusahaan yang melakukan pergantian KAP, baik dari dan
Akrual ke KAP Big Four maupun pergantian KAP yang termasuk
Hasil uji regresi pada tabel di atas menunjukkan bahwa dalam level atau tingkatan yang sama selama kurun waktu
variabel 2002 hingga 2008, dan perusahaan tersebut
Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) memiliki tanda sama menyampaikan laporan keterbukaan informasi mengenai
dengan hipotesis, namun tidak berpengaruh signifikan penunjukkan KAP baru kepada Bursa Efek Indonesia dan

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1517
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Bursa Efek Indonesia mengeluarkan pengumuman berupa nilai rata-rata (mean), nilai maksimum dan
keterbukaan informasi tersebut. Selain itu, perusahaan minimum serta nilai deviasi standar.
tersebut memiliki data saham yang lengkap tersedia
database ISMD untuk kurun waktu 2002 hingga 2008. 2.) Uji asumsi klasik
Berdasarkan kriteria yang digunakan diatas, maka terdapat - Uji autokorelasi
80 sampel penelitian dalam penelitian ini. - Uji multikolinearitas
- Uji heteroskedasitisitas (Uji Glesjer)
4.4 Pengukuran pengaruh dari kejadian (event impact or - Uji Normalitas
abnormal return)
Pengukuran pengaruh dibuktikan dengan Hipotesis yang 3.) Menilai Goodness of fit model
ada diuji dengan menggunakan analisis regresi, Analisis ini Ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai aktual dapat
digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi variabel diukur dari Goodness of fit-nya. Secara statistik, setidaknya
independen dengan model sebagai berikut: ini dapat diukur dari nilai :
- koefisien determinasi R2 : mengukur seberapa jauh
CARit = a + b1NtB + b2BtN + b3Sizeit + b4 Tenureit + b5 kemampuan model
Timingit + eit dalam menerangkan variasi variebel dependen
Dimana: - nilai statistik F : menunjukkan apakah semua variabel
CARit = Return tidak normal kumulatif (cumulative independen atau bebas yang dimasukkan dalam model
abnormal return) selama 7 (tujuh) hari untuk perusahaan i, mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap
dalam waktu t-3 sampai t+3 dimana t adalah tanggal variabel dependen atau terikatnya.
pengumuman pergantian akuntan publik. Nilai return - nilai statistik t : pengujian hipotesis , untuk menguji
ekspektasi untuk mendapatkan nilai CAR dihitung dengan tingkat signifikansi abnormal return yang ada di periode
menggunakan market model. peristiwa. Signifikansi yang dimaksud adalah abnormal
NtB = Variabel dummy dimana 1 jika perusahaan return tersebut secara signifikan tidak sama dengan nol.
melakukan pergantian dari KAP Non-Big Four kepada KAP
Big Four, dan 0 untuk selain itu.
BtN = Variabel dummy dimana 1 jika perusahaan
melakukan pergantian dari KAP Big Four kepada KAP Non-
Big Four, dan 0 untuk selain itu.
Size = Natural Log dari total asset di tahun sebelum
pergantian KAP sebagai sebuah proksi untuk ukuran
perusahaan.
Tenure = Variabel dummy dimana 1 jika perusahaan telah
diaudit oleh KAP terdahulu selama 5 tahun atau lebih, dan
0 bila sebaliknya.
Timing = Variabel dummy dimana 1 jika perusahaan
pengumumkan pergantian KAPnya di trisemester terakhir
dari tahun fiskal atau setelah berakhirnya tahun fiskal, dan
0 bila sebelumnya.
e = Ukuran error bagi perusahaan i, waktu t
Untuk menguji data yang akurat suatu persamaan regresi
sebaiknya terbebas dari asumsiasumsi klasik yang harus
dipenuhi yaitu asumsi autokorelasi, asumsi
heteroskedastisitas, asumsi multikolinearitas dan asumsi
normalitas. Setelah model regresi yang diperoleh dikenai
uji asumsi klasik maka selanjutnya model regresi tersebut
digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Pengujian
hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan uji t, yang
bertujuan untuk menguji tingkat signifikansi abnormal
return yang ada di periode peristiwa. Signifikansi yang
dimaksud adalah abnormal return tersebut secara
signifikan tidak sama dengan nol.
Hipotesis 1: - H01: b1 0
- Ha1: b1 > 0
Hipotesis 2: - H02: b2 0
- Ha2: b2 < 0
Penelitian ini menggunakan level signifikan 95% atau =
5%.
- Jika P-Value < 5% maka Ho ditolak atau Ha diterima.
- Jika P-Value > 5% maka Ho diterima atau Ha ditolak.
4.5 Pengujian Statistik yang digunakan
1.) Uji statistik deskriptif
Statistik deskriptif untuk variabel-variabel yang digunakan
dalam penelitian disajikan dalam tabel statistika deskriptif

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1518
PE1