Anda di halaman 1dari 3

Komposisi OAT Tahap Awal

Rifampicin 150mg

Isoniazid 75 mg

Pirazinamid 400mg

Ethambutol 275 mg

Komposisi OAT Tahap Lanjutan

Rifampicin 150 mg

Isoniazid 150 mg

Berdasarkan derajat keseriusannya, efek samping OAT dibagi menjadi:

Efek samping berat yaitu efek samping yang dapat menjadi sakit serius. Dalam kasus ini maka
pemberian OAT harus dihentikan dan penderita harus segera dirujuk ke UPK spesialistik.

Efek samping ringan yaitu hanya menyebabkan sedikit perasaan yang tidak enak

Gejala-gejala ini sering dapat ditanggulangi dengan obat-obat simptomatik atau obat sederhana, tetapi
kadang-kadang menetap untuk beberapa waktu selama pengobatan. Dalam hal ini, pemberian OAT
dapat diteruskan

Efek samping OAT dapat dibagi menjadi efek samping ringan dan berat.

Efek samping ringan


Efek samping Penyebab Penatalaksanaan

tidak ada nafsu makan, Semua OAT diminum


mual, sakit perut Rifampisin malam sebelum tidur
Nyeri sendi Pirasinamid Beri aspirin

Beri vitamin B6
Kesemuatan s.d. rasa (piridoksin) 100mg per
terbakar di kaki INH hari

Tidak perlu diberi apa-


Warna kemerahan pada apa, tapi perlu penjelasan
air seni (urine) Rifampisin kepada pasien

Efek samping berat


Efek samping Penyebab Penatalaksanaan

Ikuti petunjuk
Gatal dan kemerahan penatalaksanaan di
kulit Semua jenis OAT bawah *)

Tuli Streptomisin Streptomisin dihentikan

Streptomisin dihentikan,
Gangguan keseimbangan Streptomisin ganti Etambutol

Hentikan semua OAT


Ikterus tanpa penyebab sampai ikterus
lain Hampir semua OAT menghilang

Bingung dan muntah- Hentikan semua OAT,


muntah (permulaan segera lakukan tes fungsi
ikterus karena obat) Hampir semua OAT hati

Gangguan penglihatan Etambutol Hentikan Etambutol

Purpura dan renjatan


(syok) Rifampisin Hentikan Rifampisin
Penatalaksanaan pasien dengan efek samping gatal dan kemerahan kulit:

Jika seorang pasien dalam pengobatan OAT mulai mengeluh gatal-gatal singkirkan
dulu kemungkinan penyebab lain. Berikan dulu anti-histamin, sambil meneruskan
OAT dengan pengawasan ketat.
Gatal-gatal tersebut pada sebagian pasien menghilang, namun pada sebagian pasien
malah menjadi suatu kemerahan kulit. Bila keadaan seperti ini, hentikan semua OAT.
Tunggu sampai kemerahan tersebut menghilang. Jika gejala efek samping ini
bertambah berat, pasien perlu dirujuk.
Pada unit pelayanan kesehatan rujukan (UPK Rujukan) penanganan kasus-
kasus efek samping obat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Bila jenis obat penyebab efek samping itu belum diketahui, maka pemberian
kembali OAT harus dengan cara drug challengingdengan menggunakan obat
lepas. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan obat mana yang merupakan
penyebab dari efek samping tersebut.
Efek samping hepatotoksisitas bisa terjadi karena reaksi hipersensitivitas atau
karena kelebihan dosis. Untuk membedakannya, semua OAT dihentikan dulu
kemudian diberi kembali sesuai prinsip dechallenge-rechallenge. Bila dalam
proses rechallenge yang dimulai dengan dosis rendah sudah timbul reaksi, berarti
hepatotoksisitas karena reaksi hipersensitivitas.
Bila jenis obat penyebab dari reaksi efek samping itu telah diketahui, misalnya
pirasinamid atau etambutol atau streptomisin, maka pengobatan TB dapat
diberikan lagi tanpa obat tersebut. Bila mungkin, ganti obat tersebut dengan obat
lain. Lamanya pengobatan mungkin perlu diperpanjang, tapi hal ini akan
menurunkan risiko terjadinya kambuh.
Kadang-kadang, pada pasien timbul reaksi hipersensitivitas (kepekaan) terhadap
Isoniasid (INH) atau Rifampisin. Kedua obat ini merupakan jenis OAT yang paling
ampuh sehingga merupakan obat utama (paling penting) dalam pengobatan jangka
pendek. Bila pasien dengan reaksi hipersensitivitas terhadap Isoniasid (INH) dan
atau Rifampisin tersebut HIV negatif, mungkin dapat dilakukan desensitisasi.
Namun, jangan lakukan desensitisasi pada pasien TB dengan HIV positif sebab
mempunyai risiko besar terjadi keracunan yang berat.