Anda di halaman 1dari 7

1.

Ringkasan Kasus

Pada tanggal15 Juli 2008, Peter Lewiston, senior karyawan maintenis dipecat oleh
anggota dewan Pine Circle Unified School District (PCUSD) karena dianggap melanggar
kebijakan pelecehan seksual. Beverly Gilbury selaku, 28 tahun, merupakan korban yang bekerja
sebagai guru kelas lima di Advanced Learning Program. ketika insiden terjadi, Peter Lewinston
dan Beverly Gillbury bekerja satu atap di Simpson Elemntary School.

Laporan menunjukan mula Gilbury menjalin hubungan dengan Lewiston bermula pada
tahun 2007-2008. Gilbury pada awalnya meyakini bahwa Lewiston merupakan pribadi yang baik
dan selalu memberikan perhatian kepadanya. Namun sikap perhatian tersebut dinilai semakin
lama semakin berlebihan. Pada tanggal 28 Mei 2008, Lewiston mengutarakan ketertarikannya
kepada Gilbury, namun GIlburry dengan tegas menjelaskan bahwa mereka hanyalah rekan kerja.

Pada tanggal 7 Juni 2008, Gilburry menerima bunga , kartu dan ajakan makan siang
dengan Lewiston. Namun Gilburry merasa terganggu dengan sikap Lewiston dan bersikeras
menjelaska kepadanya bahwa mereka hanya rekan kerja. Esok hari, Gilburry kembali menerima
kartu yang isinya adalah harapan Lewiston untuk membalas cintanya. Pada hari yang sama,
Lewinston kembali mengajak Gilburry makan sinag bersama. Namun kali ini Gilburry menolak
permintaan tersebut dengan menjelaskan bahwa ia sudah menikah. Kemudian pada akhir hari,
ketika Gilburry akan pulang, tiba-tiba Lewinston muncul dan menghampirinya. Namun ketika
Lewinston akan menepuk pundak Gilburry, tanpa sadar ia malah menyentuh kepala Gilburry.
Giburry sangat marah dan berpikiran bahwa ia akan menjambak rambutnya.

Pada tanggal 9 Juni, Gilburry kembali menerima kartu dari Lewinston yang isinya adalah
permintaan maaf dan berharap masih memiliki ikatan sebagai rekan kerj a dengan Gilburry. Pada
tanggal 11 Juni 2008, Gilburry menerima surat peringatan kekerasan seksual yang dilakukan oleh
Lewinston dari Western Justice Couert. Lewinston segera mengajukan banding terhadap surat
peringatan tersebut. Gilburry memberikan tanggal untuk pengajuan banding, namun Lewinston
tidak menepati jadwal yang telah ditentukan. Kemudian Gilburry mengisi formulir complain
pelecehan seksual yang dilakukan oleh Lewinston kepada petugas EEOC. Hasil investigasi
menunjukan bahwa Lewinston menciptakan suasana yang tidak nyaman sebagai rekan kerja
terhadap Gilburry dan merekomendasikan untuk pemecatan Lewinston.
2. Permasalahan

Pelecehan seksual merupakan salah satu isu yang paling diperhatikan dalam bisnis.
Berdasarkan Statistik Lapoan Pelecehan Seksual yang dilakukan oleh EEOC pada Tahun
2016, terdapat 12.860 laporan mengenai pelecehan seksual.

Tabel 1. Laporan Pelecehan Seksual EEOC

Berdasarkan tabel diatas, kasus pelecehan seksual paling tinggi terjadi pada tahun 2016.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kasus pelecehan yang dilakukan oleh Peter
Lewinston terhadap Gilburry. Peter Lewinston adalah dianggap rekan kerja sebagai pribadi
yang kesepian namun memiliki sifat ramah. Semasa bekerja dengan Gilburry, Peter selalu
memberikan perhatian kepada Gilburry. Namun sebaliknya, Gilburry merasa dilecehkan oleh
Peter karena selalu memberikan perhatian yang berlebihan kepadanya. Namun tanpa disadari
Peter, Gilburry adalah seseorang yang sudah menikah.

Rumusan Masalah:

1. Apakah sikap Peter Lewinston bertentangan dengan definisi pelecehan seksual oleh
EEOC?

2. Kapan sikap Peter Lewinston terhadap Gilburry dapat diidentifikasikan sebagai


pelecehan seksual?

3. Sebagai petugas EEOC, Solusi apa yang dapat diterapkan terhadap sikap Peter?

3. Landasan Teori

Equal Employment Opportuniti atau EEO adalah sebuah sebuah peraturan yang menjaga
agar setiap karyawan selalu menerima hal sama. Serta menjaga dari setiap hal-hal yang tidak di
inginkan di antara karyawan. Sedangkan EEOC Equal Employment Opportunity Commission
sebuah federal agency yang mendukung sebuah negara memiliki ketenaga kerjaan yang adil.
Pelecehan seksual mengacu pada kemajuan seksual yang tidak diinginkan, permintaan
untuk melayani seks, dan pelecehan verbal atau fisik lainnya yang bersifat seksual. Namun,
menurut EEOC, dapat juga mencakup pernyataan ofensif tentang seks seseorang. Kedua korban
dan pelaku dapat berupa seorang wanita atau laki-laki, dan korban dan pelaku dapat menjadi
jenis kelamin yang sama.

Dalam buku manajemen sumber daya manusia ( snell dan Bohlander ) menjelaskan
bahwa terdapat dua jenis pelecehan sexual dalam dunia kerja. Pertama, quid pro quo harassment,
yaittu pelecehan seksual yang digunakan sebagai dasar untuk keputusan kerja. Jenis pelecehan
ini melibatkan konsekuensi yang nyatan seperti penurunan pangkat hingga kehilangan gaji.
Kedua, hostile environment, hal ini dapat membuat lingkungan kerja yang tidak nyaman atau
tidak bersahabat, bisa terjadi saat sesorang menginginkan perilaku seksual memiliki tujuan atau
efek tidak wajar yang dapat mengganggu kinerja pekerjaan atau menciptakan lingkungan yang
mengintimidasi, bermusuhan, atau bersinggungan.

4. Pembahasan

Dari fakta yang di dapatkan peter Lewiston secara tidak langsung telah melakukan
perilaku tidak menyenangkan terhadap Gilburry. Berawal dari persahabatan mereka di sekolah
yang ternyata Peter lama kelamaan menjadi suka tetapi Gilburry telah menjelaskan bahwa
dirinya telah menikah. Hal ini membuat Gilburry tidak nyaman dan terus menolak ajakan Peter
untuk makan siang. Sampai pada akhirnya Peter tidak sengaja melakukan suatu hal yang
membuat Gilburry semakin tidak nyaman yaitu dengan terus memaksa dia untuk membalas
cintanya.

Hal ini sejalan dengan teori yang di dapatkan dari buku manajemen sumber daya manusia
bahwa perilaku yang dapat menyebabkan tidak nyaman di lingkungan kerja dapat disebut
sebagai suatu hal yang illegal apalagi dalam kasus ini lebih dekat dengan pelecehan seksual
karena secara tidak langsung selalu memaksa Gilburry untuk membaas cintanya dan hal ini dapat
menurunkan kinerja. Apalagi peter secara sengaja menghabiskan waktu dalam kelas dimana
Gilburry mengajar shingga ini dapat mengganggu kinerja Gilburry

Jika dilihat perilaku Peter tidak ada niatan untuk melakukan pelecehan seksual terhadap
Gilburry karena menurut kami ini merupakan rasa suka peter tehadap Gilburry. Tetapi kesalahan
dari Gilburry membiarkan peter masuk lebih jau kedalam kehidupannya yang membuat peter
semakin suka dan terus memberikan bunga atau mengajaknya makan siang. Peter mulai bisa
dikatakan melakukan pelecehan seksual ketika Gilburry mengatakan bahwa dirinya telah
menikah tetapi peter tetapi saja mencoba untuk mengajaknya makan siang. Titiknya pada saat
peter memaksa masuk kedalam mobil Gilburry tetapi dia malah menyentuh kepala dari Gilburry
yang itu di anggap sebagai hal yang tidak menyenangkan bagi Gilburry.

Jika kami menjadi petugas dari EEOC tentu hal ini adalah sebuah pelecehan seksual
dimana Gilburry merasa dibuatnya tidak nyaman dengan perilaku peter . selain itu hal ini
membuat kinerja dari Gilburry terpengaruh. Tidakan hukum yag diambil sesuai dengan
keputusan pengadilan yaitu memberhentikan atau dipecatnya peter oleh anggota dewan Pine
Circle Unified School District (PCUSD)

5. Alternatif penanganan masalah yang terjadi

Pelecehan seksual dalam dunia kerja seharusnya tidak boleh terjadi. Perusahaan bertanggung
jawab menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan melindungi hak-hak pekerja. Oleh karena
itu, perusahaan harus memiliki kebijakan yang mengatur mengenai masalah tersebut. Pelecehan
seksual dalam dunia kerja tidak tergantung pada besar kecilnya perusahaan, tetapi mengenai
bagaimana perusahan memiliki kebijakan yang tegas untuk melindungi para pegawainya. Berikut
ini mekanisme penanganan pelecehan seksual dalam perusahaan:

Kebijakan Perusahaan/Pemberi Kerja tentang Pelecehan Seksual


Peran dan Tanggung jawab Koordinator Khusus
Prosedur Penanganan Aduan

6. Keputusan dan tindakan yang dilakukan

Berdasarkan altenatif solusi dalam penanganan masalah kekerasan seksual dalam perusahaan
diatas, keputusan dan tindakan yang diambil adalah melakukan semua alternatif solusi diatas
secara berkesinambungan.

7. Rencana implementasi

Implementasi dalam penanganan kasus pelecehan seksual dalam perusahaan adalah:

Kebijakan Perusahaan/Pemberi Kerja tentang Pelecehan Seksual


Perusahaan harus memiliki pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh petinggi
perusahaan mengenai pelecehan seksual yang menunjukkan komitmen perusahaan
dalam mencegah pelecahan seksual untuk menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif.
Untuk memastikan seluruh karyawan tahu dan memahami kebijakan mengenai
pelecehan seksual, maka kebijakan tersebut perlu disosialikasikan secara terus-
menerus. Kebijakan akan lebih mengikat jika dimasukkan kedalam peraturan
perusahaan.
Peran dan Tanggung jawab Koordinator Khusus
Sebagus apapun peraturan dibuat tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik jika
dalam penegakannya lemah. Oleh karena itu untuk menegakkan peraturan,
perusahaan perlu menunjuk seorang koordinator atau pegawai khusus yang
bertanggung jawab mengenai masalah pelecehan seksual. Koordinator tersebut
bertanggung jawab tentang:
o Menyelenggarakan pelatihan mengenai pencegahan pelecehan seksual.
o Membuat jejaring yang berisi kontak semua pegawai, dan dalam jejaring ini
memberikan informasi mengenai perkembangan dalam hal penanganab
pelecehan seksual.
o Membuat prosedur aduan formal dan informal.
o Memantau kebijakan dan memberikan laporan secara teratur kepada atasan.
Prosedur Penanganan Aduan
Prosedur merupakan sistem yang dikembangkan perusahaan yang mengatur
dimana dan harus kemana jika pegawai mengalami pelecehan seksual untuk meminta
perlindungan dan penanganan mengenai masalah yang sedang terjadi. Prosedur
tersebut meliputi prosedur internal yaitu perlindungan dan penanganan kasus
pelecehan seksual di dalam perusahaan/organisasi dan prosedur eksternal yaitu
penanganan yang melibatkan pihak luar jika pengaduan atau penanganan kasus tidak
dapat diselesaikan secara internal di tempat kerja.
1. Tahap Pengaduan Formal:
Jika pegawai mengalami pelecehan seksual, maka membuat pernyataan
tertulis (formal) dengan menyebutkan kepada siapa surat itu ditujukan dan
menyebutkan dengan jelas adanya sikap/pernyataan/perlakuan yang tidak
dikehendaki/mengganggu/tidak menyenangkan, bahkan merendahkan
korban, serta akibat yang ditimbulkan dari tindakan pelecehan tersebut.
2. Tahap Penanganan Formal
Semua aduan harus ditangani dengan segera, serius, simpatik, prosedural,
serta adil.
3. Tahap Penyelidikan Aduan
Dalam penyelidikan masalah pelecehan seksual haruslah ditangani oleh
orang yang sudah berpengalaman. Penyelidik akan melakukan: (1)
Wawancara dengan pembuat aduan dan atau korban; (2) memberitahu
tersangka pelaku; (3) mewawancara tersangka pelaku; dan (4) wawancara
saksisaksi; (5) wawancara dan penyelidikan lanjutan. Penyelidik harus
mencatat hasil penyelidikan sebagai dasar untuk penyelidikan lanjutan.
4. Tahap Pembuatan Laporan dan Rekomendasi
Setelah tahap penyelidikan, selanjutnya pembuatan laporan dan
rekomendasi yang akan diberikan kepada pengambil keputusan. Laporan
tersebut berisi (1) tuduhan yang diadukan; (3) menunjukkan terjadi/tidaknya
pelecehan seksual, dan (3) rekomendasi mengenai keputusan atas kasus yang
terjadi.
5. Tahap Pembuatan Keputusan
Dalam pengambilan keputusan, ada tiga kemungkinan yang terjadi yaitu:
a. Diterima, artinya tindakan pelecehan seksual terbukti
terjadi.Komunikasikan pada kedua belah pihak mengenai keputusan
tsb. Sampaikan dengan cara tatap muka. Tunjukkan atau berikan
keputusan tertulisnya, beserta alasannya. Sampaikan pada pelaku
konsekuensi atas tindakannya.
b. Tidak ditangani, artinya aduan tidak dapat dibuktikan benar atau
salah. Hal ini dapat terjadi jika kurangnya bukti terhadap tuduhan
yang dibuat.
c. Ditolak, aduan ditolak karena mungkin bukti kurang mencukupi atau
mungkin tindakan yang dilakukan bukan termasuk pelecehan seksual.
6. Tahapan Pasca Penanganan
Perusahaan harus mampu menangani situasi setelah pengaduan dan
penanganan, baik dari pihak pengadu maupun pelaku. Perusahaan harus
mampu adil terhadap kedua belah pihak.

8. Kesimpulan dan Rekomendasi


Dari pembahasan ini bahwa untuk menciptakan kenyamanan pada lingkungan kerja
terutama dalam hal pelecehan seksual yang sering terjadi pada dunia kerja. Perusahaan harus
memberikan perlindungan hak-hak terhadap pekerjanya. Sehingga perusahaan memiliki
kebijakan dalam mengatur masalah ini. Diantaranya adalah kebijakan perusahaan dalam
memberikan pernyataan tertulis mengenai pelecehan seksual yang terjadi didalam suatu
perusahaan, peran dari coordinator yang bertanggung jawab terhadap peraturan, kemudian
mengadakan prosedur penganganan aduan.

Adapun rekomendasi yang disarankan adalah dengan memberikan sebuah peraturan atau
sanksi yang sama terhadap setiap karyawan, bersikap tegas dalam memberikan hukum
kemudian memberikan perhatian kepada karyawan serta seminar mengenai dampak bahaya
dalam pelecehan seksual.