Anda di halaman 1dari 8

24

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Kerangka Konsep

Variabel Terkendali

Durasi konsumsi kombinasi Coenzyme q10


dan Selenium (7 minggu)
Kondisi subjek OHI-S (sedang)
Dosis Coenzyme q10 dan Selenium
Variabel Bebas Variabel Terikat

Konsumsi Coenzyme q10 Kadar


dan Selenium malondialdehyde (MDA)
saliva antara pemakai dan
Variabel Tak Terkendalibukan pemakai peranti
ortodonti cekat
Diet subjek
Gambar 3.1.rongga
Mikroorganisme Kerangka Konsep
mulut
B. Hipotesis
Hipotesis dari penelitian ini adalah:
1. Ada perbedaan kadar MDA saliva sebelum dan setelah

mengkonsumsi kombinasi coenzyme q10 dan selenium pada

kelompok pemakai peranti cekat.


2. Ada perbedaan kadar MDA saliva sebelum dan setelah

mengonsumsi kombinasi coenzyme q10 dan selenium pada

kelompok bukan pemakai peranti cekat.


3. Ada perbedaan selisih kadar MDA saliva antara kelompok pemakai

peranti ortodonti cekat dan kelompok bukan pemakaiperanti

ortodonti cekat setelah mengonsumsi kombinasi coenzyme q10 dan

selenium.
4. Ada perbedaan selisih kadar MDA saliva antara kelompok pemakai

peranti ortodonti cekat yang mengonsumsi kombinasi coenzyme


25

q10 dan selenium dengan kelompok pemakai peranti ortodonti

cekat yang tidak mengonsumsi kombinasi coenzyme q10 dan

selenium.

C. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental


klinis yaitu penelitian eksperimen terencana yang memberikan
perlakuan pada subjek penelitian yang kemudian hasil dari perlakuan
tersebut diukur dan dianalisa secara cermat di laboratorium.
Rancangan penelitian yang digunakan berupa Pretest-posttest Control
Group Design. Rancangan ini memiliki desain sebagai berikut:

Kelompok O1 - O2
ortodonti cekat O1 X 02

Kelompok bukan O3 - O4
ortodonti cekat O3 X O4

Kelompok ortodonti cekat O1 X O2

Kelompok bukan ortodonti cekat O3 X O4

Keterangan:
O1 : Hasil pemeriksaan kadar MDA saliva awal pada kelompok
pemakai peranti ortodonti cekat.
O2 : Hasil pemeriksaan kadar MDA saliva akhir pada kelompok
pemakaian peranti ortodonti cekat.
O3 : Hasil pemeriksaan kadar MDA saliva awal pada kelompok bukan
pemakai peranti ortodonti cekat.
O4 : Hasil pemeriksaan kadar MDA saliva akhir pada kelompok bukan
pemakai peranti ortodonti cekat.
X : Perlakuan konsumsi kombinasi coenzyme q10 dan selenium.

D. Lokasi dan Waktu Penelitian


26

Pengukuran kadar MDA dilakukan di Laboraturium Teknik Kimia


UMP purwokerto. Waktu penelitian ini adalah Januari 2016.

E. Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
Pemberian Kombinasi coenzyme q10 dan selenium.
2. Variabel Terikat
Kadar malondialdehyde (MDA) saliva antara pemakai dan bukan
pemakai peranti ortodonti cekat.
3. Variabel Terkendali
a. Durasi waktu konsumsi (7hari).
b. Subjek memiliki skor OHI-S sedang.
c. Dosis Kombinasi coenzyme q10 dan selenium.

4. Variabel Tak Terkendali


a. Diet subjek.
b. Jumlah mikroorganisme rongga mulut.

F. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam penelitian ini disajikan dalam Tabel 3.1,

sebagai berikut.

Tabel 3.1 Definisi Operasional


No Variabel Definisi Alat ukur Satuan Skala
Data
1. Saliva Hasil sekresi glandula Mikropi Rasio
salivarius mayor, pet
minor, dan aksesoris
dalam bentuk cairan
yang berfungsi untuk
menjaga homeostasis
di dalam mulut
2. Malondial senyawa yang Spektofoto Rasio
dehyde (M menggambarkan metri
DA) aktivitas radikal bebas panjang
di dalam sel sehingga gelomban
dijadikan sebagai g 532 nm
salah satu petunjuk
terjadinya stres
27

oksidatif akibat
radikal bebas.
3. OHI-S Pemeriksaan Indeks 0 : Baik Rasio
kesehatan gigi dan OHI-S
Sekali
mulut dengan
menjumlahkan 0,1-1,2:
Debris Index dan
Baik
Calculus Index
1,3-3,0:
Sedang
3,1-6,0:
Berat

G. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi Penelitian
Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal
Soedirman Purwokerto.
2. Sampel Penelitian
Penentuan besar sampel minimal subjek penelitian
menggunakan rumus Frederer sebagai berikut:

(t-1) (n-1) 15
(t-1) (n-1) 15
(4-1) (n-1) 15
3 (n-1) 15
3n 18
n 6
Keterangan:
t = Kelompok perlakuan
n = Besar sampel

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus


tersebut, maka didapatkan nilai besar sampel adalah 6, untuk
mengantisipasi sampel yang gugur maka ditambahkan 10% dari
total sampel yaitu 1 orang sehinga besar sampel menjadi 7 orang.
28

3. Kriteria Sampling
a) Kriteria Inklusi
1) Pemakai peranti ortodonti cekat lebih dari 3 bulan untuk
kelompok pemakai peranti ortodonti cekat dengan skor
OHI-S sedang
2) Bukan pemakai peranti ortodonti cekat dengan skor OHI-S
sedang
3) Berumur 19-23
4) Memiliki minimal 20 gigi
b) Kriteria eksklusi
1) Penderita penyakit kronis sistemik seperti gangguan
lambung, gangguan ginjal, alergi, serta penyakit kelainan
darah dan keganasan yang diperoleh dari hasil waawancara
2) Penderita yang mengkonsumsi rokok
3) Penderita yang mengkonsumsi alkohol

H. Sumber Data
Sumber data yang digunakan adalah data primer dimana data
diambil secara langsung meliputi indeks OHI-S, saliva dan kadar
MDA.

I. Instrumen Penelitian
1. Alat
a. Perlakuan
1) Sarung tangan
2) Masker
3) Periodontal probe
b. Pengambilan dan Penyimpanan Sampel Saliva
1) Tabung penampung saliva
2) Kotak pendingin / ice box
3) Es batu
4) Freezer
c. Penentuan Kadar Malondialdehyde (MDA)
1) Spektofotometer (Panjang gelombang 523 nm)
2) Vortex
3) Kuvet
4) Micropippet dan micropippetes tips
5) Sentrifugator
6) Timbangan Llistrik
29

2. Bahan
a. Perlakuan (Konsumsi)
Kombinasi coenzyme q10 dan selenium/ hari
b. Penentuan Aktivitas Sampel Malondialdehyde (MDA)
1) Trichloroasetic acid (TCA 10 %)
2) Thio-Barbiturate Acid (TBA solution 0,675 %)
3) Metanol

J. Cara Pengumpulan Data


Pemeriksaan status kebersihan mulut menggunakan Oral Hygiene
Index. Gigi yang diperiksa meliputi gigi 16,11,26,36,31, dan 46.
Rumus OHI-S = Debris Indeks + Kalkulus Indeks. Kriteria debris
indeks sebagai berikut:
a. Skor 0 = Tidak ada debris atau pewarnaan ekstrinsik (stain)
b. Skor 1 = Ada debris seluas 10/3 permukaan atau adanya
pewarnaan ekstrinsik
c. Skor 2 = Ada debris antara 1/3-2/3 permukan gigi
d. Skor 3 = Ada debris lebih dari 2/3 permukan gigi

Kriteria kalkulus indeks sebagai berikut:


a. Skor 0 = Tidak ada kalkulus
b. Skor 1 = Ada kalkulus supragingiva kurang dari 1/3 permukaan
c. Skor 2 = Ada kalkulus supragingiva antara 1/3-2/3 permukaan
gigi atau kalkulus subgingiva berupa titik atau bercak
d. Skor 3 = Ada kalkulus supragingiva lebih dari 2/3 permukaan
gigi atau kalkulus subgingiva yang melingkar mengelilingi gigi

Skor untuk indekx OHI-S adalah sebagai berikut:


a. 0-1,2 = Baik
b. 1,3-3,0 =Sedang
c. 3,1-6,0 = Buruk

K. Cara Kerja
1. Pelaksanaan penelitian dilakukan setelah mendapatkan sertifikat
ethical clearence yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran
Universitas Gajahmada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan.
2. Pengambilan sampel saliva awal
30

Saliva diambil sebelum konsumsi kombinasi coenzyme q10


dan selenium pada masng-masing kelompok. Prosedur
pengambilan saliva diawali dengan subjek melakukan puasa makan
minimal 6 jam sebelum saliva diambil. Saliva diambil pagi hari
sebelum subjek menyikat gigi. Subjek diinstruksikan
menggenangkan saliva 5 menit ke dalam tabung yang sudah
disediakan. Saliva dalam tabung selanjutnya dimasukkan dalam ice
box dan disimpan pada freezer dengan suhu -20.
3. Pemberian konsumsi kombinasi coenzyme q10 dan selenium
Pemberian coenzyme q10 dan selenium berfungsi sebagai
antioksidan. Pemberian coenzyme q10 yang dianjurkan adalah 25
mg dua kali sehari dan dosis pemberian selenium untuk dewasa
sebesar 55 mcg/hari
4. Pengambilan Sampel akhir
Subjek yang telah mengonsumi kombinasi coenzyme q10
dan selenium selama 7 hari, keesokan harinya diambil sampel akhir
saliva. Pengambilan sampel akhir saliva dilakukan pagi hari
dengan ketentuan yang sama dengan pengambilan sampel awal
saliva.

5. Penentuan konsentrasi MDA saliva


Larutan Trichloroasetic acid (TCA) (10%) 2,5 ml
dimasukkan ke dalam tabung kontrol dan sampel. Tabung sampel
diisi saliva sebanyak 0,5 ml, sedangkan tabung kontrol diisi 0,5 ml
suling. Larutan Thio Barbituric Acid (TBA) (0,675%) 250 l
ditambahkan kepada kedua tabung dan ditutup raat. Tabung
dididihkan selama satu jm, kemudian tabung didinginkan dengan
air keran yang mengalir. Setelah dingin, tabung disentrifugasi
selama 10 menit dengan kecepatan 3.000 rpm. Kolum sep-Pak C18
dicuci dengan 5 ml metanol diikuti 5 ml aquabides lalu ditampung.
Absorbansi diukur dengan spektofotometri pada 532 nm.
Perhitungan daya serap bersih didapatkan dengan rumus:

MDA = Absorbansi sampel X 20.000 mol/L


31

Absorbansi standar
L. Analisis Data
Saphiro-Wilk test digunakan untuk menguji normalitas tiap
kelompok karena jumlah sampel yang digunakan kurang dari 50. Uji
homogenitas menggunakan Levenes test. Uji statistik yang digunakan
adalah analisis statistik parametrik uji paired T-test untuk menganalisis
rerata perbedaan kadar MDA dalam datu kelompok dan uji
Independent t-tes untuk menganalisa perbedaan kadar MDA dalam dua
kelompok