Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penulisa makalah ini di buat untuk pemenuhan kebutuha belajar dan mengajar di
fakultas teknik jurusan teknik mesin mata kuliah Agama. Dan untuk pemenuhan nilai
formatif ,sesuai dengan kontrak perkuliahan di mata kuliah Agama ini, yang membahas
tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang berpusat kepada Pandangan IPTEK
dari segi Non alkitab dan dari sudut pandang Alkitab. Serta cara-cara menguasai IPTEK yang
baik dan positif.

B. Rumusan Masalah
Dari pemaparan di atas , hal-hal yang menjadi peranyaan adalah :
1. Apakah pengertian IPTEK itu ?
2. Bagaimanakah menggunakan IPTEK menurut Alkitab?
3. Apasajakah cara untuk Menguasai IPTEK itu ?
4. Aturana apa sajakah yang mesti di lalui untuk menggunakan IPTEK yang tidak
menyimpang ?
5. Bagai manakah cara menggunakan IPTEK yang Positif ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Menetahui apa itu IPTEK.
2. Mengetahui cara penggunaan IPTEK meenurut Alkitab.
3. Mengetahui cara untuk Menguasai IPTEK.
4. Mengetahui aturan Untuk menggunakan IPTEK yang Positif.
5. Mengetahui cara menggunakan IPTEK yang Positif .

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PANDANGAN NON ALKITAB TENTANG IPTEK


1. Pengertian Iptek

Ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pengetahuan. Pengetahuan pada hakikatnya


merupakan segala sesuatu yang kita ketahui. Cara mendapatkan pengetahuan dapat melalui
berbagai kesempatan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja dan secara spontan. Ilmu
merupakan hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari pengalamannya. Ilmu pengetahuan
adalah pengetahuan yang bersifat metodis, sistematis, dan logis. Jadi, ilmu adalah
pengetahuan yang diperoleh melalui metode keilmuan, yakni diperoleh dengan menggunakan
cara kerja yang rinci, sistematis, dan logis. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat
dikatakan sebagai pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan yang merupakan ilmu memiliki syarat dan ciri-ciri, antara lain memiliki
objek, memiliki tujuan dan metode, bersifat empiris, rasional, dan objektif. Berkaitan dengan
objek kajiannya, pengetahuan ilmiah memiliki cabang-cabang yang bersifat khusus, antara
lain biologi, fisika, antropologi, geografi, sosiologi, dan sejarah. Di Indonesia ilmu lazim
disebut ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, di lingkungan pendidikan dikenal IPA (Ilmu
Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).

Teknologi (ilmu teknik) adalah ilmu terapan. Teknologi mendorong diciptakan atau
dikembangkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju. Jadi, Iptek (ilmu pengetahuan dan
teknologi) itu saling berkaitan. Teknologi juga diartikan perangkat dan metode-metode untuk
membuat sesuatu. Harvey Brooks mengartikan teknologi sebagai pemakaian pengetahuan
ilmiah untuk memproduksi barang-barang dengan jalan reproduksi.

Sementara Schon mengartikan teknologi adalah suatu cara dan suatu proses untuk
membuat sesuatu yang dapat mengembangkan keterampilan manusia. Dalam kaitan ini
teknologi merupakan kekuatan otonom yang mampu mengubah kehidupan manusia. Akan
tetapi, teknologi juga dapat menambah dan memperbanyak kemampuan dan
kekuasaan/kekuatan manusia. Jadi, dengan teknologi manusia dapat dipengaruhi/dikuasai
oleh teknologi. Ciri-ciri teknologi antara lain rasionalisasi, tidak alami (artificial) dan
otomatis universal.

2
2. Perkembangan IPTEK

Permulaan dari IPTEK dapat ditelusuri sejak keberadaan manusia. Manusia purba
telah memiliki pengetahuan tentang keadaan alam. Usaha mula-mula di bidang keilmuan
yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan oleh bangsa Mesir Kuno. Banjir Sungai
Nil yang terjadi setiap tahun telah mendorong berkembangnya sistem almanak, geometri, dan
kegiatan pengamatan serta penelitian. Kegiatan keilmuan kemudian diikuti oleh orang-orang
Babilonia dan orang-orang Hindu. Kegiatan keilmuan pengembangan iptek berlangsung
sampai zaman modern.

Perkembangan Iptek didunia juga sejalan dengan laju peradaban manusia. Seiring
dengan berkembangnya Zaman iptek yang pada awalnya adalah suatu kebudayaan manusia
berkembang menjadi sesuatu alat untuk membantu aktivitas manusia. Manusia yang selalu
ingin berkarya menyebabkan manusia berlomba-lomba dalam penciptaan Iptek sehingga lupa
dengan perubahan yang diakibatkan dari Iptek itu sendiri. Dengan demikian perkembangan
Iptek sudah dimulai pada zaman purba dan berkembang sampai sekarang.

Perkembangan IPTEK dapat dibuat periodisasi sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai berikut .

1) Zaman Purba (4 Juta tahun yang lalu)

Di dalam kehidupan prasejarah dikenal adanya zaman batu. Ciri-ciri ilmu yang
dikembangkan adalah kemampuan mengamati, kemampuan membedakan, kemampuan
memilih, dan kemampuan melakukan percobaan, sekalipun masih terbatas pada proses trial
dan error. Berdasarkan proses tersebut lambat laun terjelma suatu kemampuan dalam
melakukan pekerjaan, misalnya pembuatan alat-alat batu yang tadinya lunak sampai akhirnya
terbuat dari batu yang keras. Kemudian bentuk alat-alat itu lebih disempurnakan.

Semula penduduk masih nomaden, berburu dengan berburu dan mengumpulkan


makanan. Kemudian melalui trial dan error, mulai mengenal api untuk memasak. Hal ini
mendorong mereka membuat periuk dan barang pecah belah lainnya. Dalam
perkembangannya mereka juga mulai mengenal bercocok tanam dan bertani dengan segala
peralatannya yang meningkat dari batu sampai alat-alat perunggu dan besi.

3
Hal yang bersifat khusus lagi adalah kemampuan menulis dan berhitung yang
mendorong perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu. Mereka juga mulai mengenal
hal-hal yang berkaitan dengan perbintangan dalam sistem kalender. Pada fase ini
dikembangkan, antara lain oleh orang-orang Mesir Kuno, Sumeria, dan Babilonia. Kemudian
menyusul orang-orang Hindu.

2) Zaman Yunani (600 - 200 SM)

Sementara itu antara masa 600 SM hingga 200 SM sejarah mencatat adanya kemajuan
berpikir umat manusia dalam lapangan ilmu dan teknologi yang berpusat di Yunani. Pada
waktu itu terjadi perubahan besar pada cara berpikir umat manusia. Sebelum itu manusia
cukup puas dengan menerima kenyataan sehari-hari, bahwa di alam ini terdapat tanah, air,
api, awan, tumbuhan, hewan, dan sebagainya.

Tetapi kemudian manusia mulai mengajukan pertanyaan yang amat sangat penting,
yaitu dari apakah benda-benda yang berjenis-jenis itu dibuat? Mungkinkah ada bahan dasar
yang menjadi inti dari sekalian benda-benda yang ada di alam itu? Dengan pertanyaan itu,
maka manusia mulai berpikir dan berusaha mengungkap kabut rahasia alam dan tersusunlah
ilmu serta teknologi. Sementara itu Pythagoras (580-500 SM) seorang ahli filsafat berhasil
menemukan berbagai dasar ilmu. Dia telah menemukan Hukum atau Dalil Pythagoras, yaitu
a+b = c yang berlaku bagi segitiga siku-siku, sedangkan jumlah sudut suatu segitiga siku-siku
adalah 180. Penemuan Pythagoras itu mendasari ilmu matematika.

Sedangkan Socrates (470-399 SM) melalui percakapan atau dialog dengan murid-
muridnya telah meletakkan metode berpikir. Socrates merumuskan suatu perkataan atau
pengertian, mengadakan analisa sosial dengan diskusi dan memantapkan suatu norma dalam
bidang etika.

Masih banyak pemikir-pemikir Yunani yang berjasa menyusun ilmu. Plato (427-347
SM) adalah seorang pemikir yang menganggap bahwa yang berada di balik semua benda di
alam ini adalah ide, yang bersifat abadi. Kemudian Aristoteles (384-322 SM) sebagai murid
Plato, telah berjasa menulis banyak buku yang berisi berbagai ilmu.

Buku peninggalan Aristoteles yang penting bagi ilmu dan teknologi antara lain
Logika, Biologi, dan Metafisika. Sebenarnya Aristoteles masih banyak menulis kitab-kitab
yang penting dalam bidang politik, etika, dan estetika. Pada bidang Biologi Aristoteles telah

4
mempelajari embriologi, khususnya mengenai perkembangan telur ayam sampai
terbentuknya kepala ayam. Demikian pula anatomi badan hewan sudah diselidiki.

Aristoteles mengamati alam sekitar dengan teliti dan hasilnya dituliskannya dalam
sebuah ensiklopedi. Aristoteles tidak hanya mempelajari logika dan biologi tetapi juga
memikirkan masalah filsafat dan keagamaan. Untuk jangka waktu yang lama karya-karya
Aristoteles itu dipelajari orang. Pengaruhnya besar sekali, sehingga selama lebih dari 2000
tahun pikirannya dianut masyarakat. Sebenarnya tidak semua pikiran Aristoteles itu benar.
Pandangannya tentang bumi dan hubungannya dengan matahari ternyata tidak tepat.
Aristoteles beranggapan bahwa matahari mengitari bumi sesuai dengan asas geometrisme,
padahal bumi yang mengitari matahari (heliosentris).

Salah satu ilmu yang hingga sekarang masih penting ialah ilmu ukur bidan datar atau
planimetri. Ilmu ukur itu disusun secara cermat oleh Eulid (330 SM) dengan mendasarkan
pada definisi, aksioma dan pembuktian menurut dalil-dalil. Salah satu dalil Eulid yang
terkenal ialah antara dua titik hanya dapat ditarik dalam satu garis lurus. Archimides (287-
212 SM) tercatat sebagai penemu hukum alam, yaitu benda yang terapung atau terendam
dalam air kehilangan berat sesuai dengan berat air yang dipindahkan. Arkhimides juga
terkenal sebagai seorang ahli teori yang membuktikan teorinya dengan percobaan atau
eksperimen. Dia adalah juga seorang ahli teknologi, karena menerapkan sebagian
penemuannya pada usaha membuat alatalat.

Selanjutnya Ptolemeus ( + 200 M) juga menyusun peta bumi sebagaiman dikenalnya


pada zamannya itu dengan mencantumkan 5000 tempat berdasarkan koordinat-koordinat
yang hingga sekarang masih berlaku. (Sardiman , 1996: 76)

3) Zaman Pertengahan (31 SM-628 M)

Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad Kegelapan. Hal
ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-
Romawi menjadi terhenti di Eropa. Pada waktu itu agama Kristen berkembang di Eropa..
Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua
kehidupan harus diatur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak
memberikan kebebasan berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan
ilmu pengetahuan.

5
Apabila di Eropa mengalami Abad Kegelapan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi
di timur, di dunia Islam mengalami perkembangan. Perkembangan kekuasaan Islam di timur
(di Asia Barat) telah membawa perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia Islam mulai menonjol


terutama setelah terjadi masa penerjemahan yang terjadi pada tahun 750-850 di masa
kekhalifahan Abasiyah. Pada waktu itu para cendekiawan muslim dan cendekiawan Barat
melakukan penerjemahan karya-karya klasik dari Yunani, Romawi Kuno, dan Persia. Setelah
dipadu dengan pemahaman terhadap kandungan Al-Quran telah melahirkan pemikiran-
pemikiran baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Para cendekiawan itu juga melakukan
penyelidikan. Fase ini mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa
berikutnya.

Pada zaman Islam itu karya-karya Yunani terutama karya Aristoteles banyak
diterjemahkan oleh ahli-ahli Arab, Yahudi dan Persia. Penterjemahan itu kemudian
disebarluaskan, sehingga menjadi dasar perkembangan dan kemajuan ilmu teknologi di dunia
Barat dewasa ini. Para ahli Islam menaruh perhatian besar terhadap ilmu kedokteran, ilmu
obat-obatan, astronomi, ilmu kimia, ilmu bumi, ilmu tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
Demikian pula ilmu pasti berkembang, terutama sekali perhitungan sistem desimal dan dasar-
dasar aljabar.

Tokoh ahli ilmu Islam itu antara lain ialah Al Khawarizmi (825 M), yang menyusun
buku Aljabar, yang menjadi standar hinga dewasa ini. Ia juga menegaskan dan memantapkan
perhitungan desimal, dengan mengganti angka Romawi dengan angka Arab seperti yang
dipakai dewasa ini. Penulisan desimal jauh lebih unggul daripada penulisan angka Romawi.
Sebenarnya Al Khawarizmi mengembangkan perhitungan desimal itu dari para ahli
matematika Hindu seperti Aryabhata (476 M) dan Brahmagupta (628 M). Pada bidang aljabar
Al Khawarizmi menemukan perhitungan akar negative. Kemudian Omar Khayam (1043-
1132), juga seorang ahli sastra (penyair) dan matematikus. Ia berhasil menemukan
pemecahan persamaan pangkat tiga.

Selama zaman Islam itu, penelitian kimia mulai dirintis, walaupun mula-mula
dimaksudkan untuk percobaan membuat logam emas. Percobaan itu sendiri tidak pernah
berhasil, tetapi efek sampingnya menumbuhkan ilmu kimia atau al Kimia, umpamanya
pembuatan salmiak yang berguna bagi ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran pada zaman Islam
memang mengalami kemajuan. Nama-nama seperti Al Razi (Razes, 850-923 M), dan Ibnu

6
Sina (Avicenna, 980-1037 M), menghiasi dunia kedokteran. Ibnu Sina menulis kitab
kedokteran yang sampai tahun 1650 menjadi buku standar. Abu Qasim juga menulis
ensiklopedi kedokteran dan telah mendalami ilmu bedah.

Ibnu Rusd (Averoes,1126-1198) telah menterjemahkan kitab-kitab Aristoteles. Pada


zaman Islam cabang-cabang ilmu lainnya seperti astronomi, matematika, dan filsafat juga
berkembang. Sebuah peta yang memuat 70 daerah yang dikenal waktu itu sudah disusun oleh
Al Idrisi (1100-1166).

4) Zaman Modern (658 M-Sekarang)

Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern didorong atau diawali dengan


berkembangnya zaman Renaissans. Masa ini merupakan fase lahir dan berkembangnya
kembali budaya Yunani - Romawi Kuno. Perkembangan Renaissance tidak terlepas dari fase
sebelumnya yakni, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa penerjemahan di masa Islam.
Setelah zaman Romawi, ilmu pengetahuan tidak hanya mengklasifikasikan atau
menentukan sesuatu itu termasuk kelas atau kelompok tertentu, tetapi memahami sesuatu atau
benda-benda itu memiliki susunan dan aturan yang ada hukum-hukumnya. Leonardo Pisa ahli
aljabar dari Italia, terus melakukan penyelidikan sehingga menemukan tiga akar dari
persamaan pangkat tiga. Ilmu-ilmu alam terus berkembang. Kemudian tampil ilmuawan-
ilmuwan seperti Copernicus, Galileo, dan Keppler. Mereka telah melakukan penelitian
tentang tata surya.

Copernicus dan Galileo telah memantapkan prinsip heliosentris (matahari sebagai


pusat tata surya), merombak teori geosentrisme (bumi sebagai pusat). Bumi ini bulat, bukan
datar. Francis Bacon juga merupakan ilmuwan penting saat itu. Ia telah mengembangkan
ilmu alam dan kegiatan eksperimental (empiriame). Perkembangan di zaman Renaissans
terus bertambah maju. Memasuki zaman Aufklarung (zaman Penceharan), perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Orang mulai mengandalkan kekuatan
akal dan meninggalkan dogma-dogma agama. Fase zaman Aufklarung merupakan fase yang
amat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Para filsuf dan ilmuwan besar pada masa Aufklarung, antara lain Issac Newton. Ia
telah mengembangkan ilmu pengetahuan alam berdasarkan prinsip-prinsip matematika.
Newton yang mendorong perkembangan teori gravitasi, perhitungan Calculus, dan Optika.
Tokoh lain, seperti Montesquieu, J.J Rousseau.Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan

7
seolah-olah tidak dapat dikendalikan oleh manusia, mengingat begitu cepat kemajuannya.
Aplikasi dari ilmu pengetahuan yang mengembangkan teknologi pun semakin berkembang.
Pada abad ke-20, perkembangan iptek semakin menakjubkan. Dari zaman atom dan nuklir,
berkembang pula teknologi informasi, komunikasi, telekomunikasi, dan kini kita kenal zaman
komputer dan internet.

B. PANDANGAN ALKITAB TENTANG IPTEK


1. Pandangan alkitab tentang ilmu pengetahuan
Kalau kita perhatikan dengan teliti, Alkitab sebenarnya menjelaskan asal-usul
pengetahuan. Makna kesegambaran dengan allah adalah menunjukan kesempurnaan
penciptaan manusia. Jadi manusia sudah diperlengkapi dengan ilmu pengetahuan sejak mula
diciptakan. Sebelum manusia jatuh kedalam dosa, manusia dalam hal ini adam telah mampu
mengamati , memberi nama, dan memimpin. Adam tidak dapat melakukan tugas ini tanpa
pengetahuan (baca Kejadian 1 : 27-28 ; 2 : 19-20;23).

Jadi ilmu pengetahuan dimiliki manusia bukan karna jatuh ke dalam dosa. Pohon
pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah adalah pohon yang benar-benar pernah ada dan
hanya satu. Pohon ini bukan pohon ilmu pengetahuan tetapi pohon pengetahuan tenang
dosa dan tidak dosa. Sebelum adam dan hawa memakan buah pohon itu, mereka telah
memiliki ilmu pengetahuan ; tetapi mereka baru mengenal dosa dan mengalami akibatnya
setelah memakanbuahnya. Pohon yang baik dan yang jahat bukan lah gambaran atau kiasan
persetubuhan manusia. Manusia telah diperintahkan untuk bersetubuh sejak dinikahkan
Tuhan (Kejadian 2 : 23-25).

Alkitab menjelaskan ada 3 jenis pohon di taman eden :


1) Pohon yang baik untuk di makan (masih ada sampai sekarang dan masih kita
konsumsi)
2) Pohon kehidupan masih tersimpan untuk kita kelak disorga (wahyu 22: 2; yoh 47:2)
3) Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Tidak ada lagi, tetapi dosa yang
diakibatkan masih tetap ada di dunia (baca kejadian 1 : 11; 2 : 9).

8
Jadi ilmu pengetahuan adalah berkat Tuhan kepada manusia ; bukan kutuk atau akibat
kejatuhan manusia kedalam dosa. Lihat dan simak lah ayat-ayat Alkitab berikut ini :

1) Amsal 1 : 7 : Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan...


2) Mazmur 94 : 10 : Dia mengajarkan pengetahuan kepada manusia
3) Mazmur 139 : 6 : terlalu ajaib bagiku ilmu pengetahuan itu
4) Amsal 1 : 4 :Untuk memberikan kecerdasan ....dan pengetahuan....
5) Amsal 8 : 10 : ....didikan lebih daripada perak dan pengetahuan
lebih dari pada emas pilihan
6) Amsal 10 :14 : Orang bijak menyimpan pengetahuan...
7) Amsal 15 : 2 : Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan.
8) Amsal 17 : 27 :orang yang berpengetahuan menekan perkataannya...
9) Pengkhotbah 9 : 10 : ...karena tidak ada.... pengetahuan dan hikmat dalam
dunia orang mati...
10) Daniel 1 : 17 : ...Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian...

Dalam perjanjian baru, Yesus memberiakan penerangan kepada akal budi manusia. Ia
memperbaiki atau meluruskan pengetahuan manusia (Lukas 2:4 -42 ; Yohanes 14:6 ; Matius
15:1-20 ; Markus 12 : 13-17 ; Lukas 9 : 1-6).

2. Pandanga kristen tentang teknologi

Dalam alkitab didapat penggunaan atau pengembangan teknologi; sesuai keadaan atau
perkembangan pengetahuan manusia pada masa itu sebagaimana dijelasakan sebelumnya.
Baca dan simaklah ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan penggunaan atau pengembangan
teknologi dibawah ini :

1) Kejadian 4:20 : Yabal membuat kemah pertama.


2) Kejadian 4:21 : Yubal membuat kecapi dan suling pertama.
3) Kejadian 4:22 : Tubal- Kain pengguna besi dan tembaga pertama
4) Kejadian 6:14 : Nuh membuat perahu besar pertama
5) Kejadian 25:8 : Musa mendirikan kemah suci.

Masih banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab yang menjelaskan kepada kita bahwa
teknologi telah dikembangkan sejak manusia pertama.

9
Teknologi adalah sarana, bukan tujuan. Teknologi adalah pisau ditangan kita; kita
bisa menggunakannya kepada hal-hal yang berguna mempermuliakan Tuhan atau kepada
hal-hal yang lain, yang tidak berkenan kepada Tuhan; tetapi kepada kita akan diminta
pertanggung jawaban tentang semua ini. Yang mempergunakanTeknologi kepada perkara-
perkara yang baik dan berkenan kepada Tuhan tentu akan diberkati oleh Tuhan;
sebagaimana orang yang menyalah gunakan tekologi akan mendapat hukuman atau balasan
yang setimpal.

3. Hubungan iman dengan IPTEK

Sesudah diterangkan sebelumnya bahwa teknologi tidak terpisahkan dari ilmu


pengetahuan. Keduanya seperti dua sisi mata uang. Tetapai bagaimanakah hubungannya
dengan iman keristen ? Simaklah pendapat-pendapat para filusuf dibawah ini :

1) Albert Einstein : Religion Without Science is Blind, science without


religion is lame. Artinya : Agama tanpa ilmu
pengetahuan adalah buta; ilmu pengetahuan tanpa
agama adalah lumpuh.
2) Frans Bacom : A little philosophy in clineth mans mind to atheish, but
depth in philosophy bringeth mans mind about to relegion.
Artinya : Orang yang sedikit memiliki falsafah atau
pengetahuan akan cenderung menjadai atheis; tetapi yang
memiliki falsafah yang tinggi akan cenderung beriman.
3) David Cuples : ilmu pengetahuan akan menjadi sia-sia atau tidak berarti bila
pemiliknya tidak berada pada jalur Tuhan.
4) Agustinus : sciencia ilmu pengetahuan memerlukan metanoia
(pertobatan).

Kita lihat disini bahwa kaum awam bahkan filsuf mengakui bahwa IPTEK tidak dapat
berjalan sendiri tanpa diamanahi dengan keagamaan atau iman. Dapat disimpulkan bahwa
ilmu pengetahuan dan teknologi adalah lukisannya, iman sebagai bingkainya; ilmu dan
teknologi adalah kereta apinya; iman adalah rel nya. Jadai keduanya sesuatu yang berbeda
dan memang sangat berbeda tetapi harus saling melengkapi; apabila berjalan sendir-sendiri,
maka sudah pasti akan terjadi kecelakaan, yang sudah barang tentu merugikan manusia
dari mendukakan hati Tuhan.

10
4. Sikap kristen terhadap pengembangan IPTEK

Ada orang yang berkata ; sykurlah adam dan hawa jatuh ke dalam dosa, sehingga
kita memiliki pengeyahuan. Ini pendapat yang salah. Seperti yang diterangkan sebelumnya
bahwa adam sudah memiliki ilmu pengetahuan sejak mula diciptakan atau sesudah jatuh
kedalam dosa. Kita harus membedakan antara Ilmu Pengetahuan dan pengetahuan tentang
yang baik dan yang jahat. Ilmu pengetahuan lebih berarti kepada penalaran pikiran atau akal
budi; sedangkan pengetahuan yang baik dan jahat lebih berarti kepada moral dan pengenalan
akan dosa. Adam dan Hawa baru mengenal dosa dan akibatnya setelah memakan buah
pengetahuan yang baik dan yang jahat, sedangkan ilmu pengetahuan sudah mereka miliki
sejak diciptakan. Sikap keristen terhadap pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut :

1. IPTEK adalah Sarana Melayani

Ilmu pengetahuan harus menjadi saarana untuk melayani; mewujutkan kasih kepada
Tuhan, sesama dan lingkungan. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk melayani
bukan untuk dilayani. Perkembagan apapun yang sudah di capai harus bermuara pada
pelayanan atau perwudutan ibadah kepada Tuhan.

2. Bertanggung jawab

Pengembangan IPTEK secara bertanggung jawab adalah keharusan bagi umat


manusia; makhluk yang segambar dengan Allah sebagai penerima atau pemegang mandat
ilahi untuk kebudayaan, harus siap setiap waktu untuk mempertanggung jawabkan segala
yang bersangkut paut dengan UPTEK; baik di hadapan manusia, terlebih dihadapan Tuhan
(1 petrus 3:16; Pengkhotbah 12:14)

Takut akan Tuhan

Sikap takut akan Tuhan harus menjadi dasar dan tujuan dari pengembangan IPTEK.
Apapun yang dihasilkan manusia. Jika tidak dilandasi takut akn Tuhan, maka itu adalah
kesia-siaan belaka dan akan menuai kebinasaaan.

Simaklah ayat-ayat di bawah ini yang mengajaar kita untuk takut akan Tuhan :

1) Ulangan 6:13 : engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu...


2) Ulangan 10:12 : Takut akan Tuhan Allahmu, hidup menurut segala
jalan yang ditunjukanNya....

11
3) 1 Sam 12:14 : asal saja kamu takut akan Tuhan, dan beribadah
kepadaNya...
4) Amsal 28:28 : ...sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat..
5) Mazmur 19:10 : Takut akan Tuhan itu suci...
6) Amsal 1:7 : Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan...
7) Amsal 10:27 : Takut akan Tuhan memperpanjang umur...
8) Pengkhotbah 8:12 : ...Takut akan Allah beroleh kebahagiaan...
9) Pengkhotbah 12:13 : akhir kata dari setiap yang didengar ialah : takut akan
Allah...
10) 2 Kor 5:11 : Kamu tau artinya takut akan Tuhan...
11) Wahyu 14:7 : ...Takut akan Tuhan dan muliakan lah Dia...

Sikap rendah hati

Perwujuda dar takut akan Tuhan adalah rendah hati. Takut akan Tuhan bukan dengan
kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata yang rendah hati. Kerajaan manusia pertama yang
dipimpin Nimrod telah dibubar kan di kacaukan Allah karena kesombongan mereka saan
mendirikan menara Babel (Kejadian 11:1-9).

Kesombongan adalah awal dari kejatuhan atau kehancuran. Adam dan hawa jatuh
karena kesombongan yang ingin menjadi seperti Allah. Yesus Kristus berfirman : barang
siapa terbesar diantar kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barang siapa yang
meninggikan diri, ia akan direndahkan (Matius 23:11-12).

Cerdik pandai atau cendikiawan Kristen harusberani tampil dipanggung-pangging


kebudayaan, ekomoni, politik, dan IPTEK; tetapi harus dengan sikap rendah hati. Sebab
dengan demikianlah kita menjadi garam dan terang bagi dunia.

5. Menggembangkan Diri Melalui IPTEK

Sebagai makhluk yang berbudaya, manusia akan selalu dan terus berkembang, baik
dalam jumlah, ilmu pengetahuan, teknologi dan peradapan peradapan lainnya. Setiap
hubungan akan berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Nilai-nilai kristiani yang kita milikipun harus bersinggung dengan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK). Seperti diterangkan sebelumnya, Kekristenan bukan lah agama yang
kolokan atau terlalu mengutamankan sakramen-sakramen dari pada pengembangan manusia

12
itu sendiri. Agama Kristen mengajarkan keseimbangan. Keseimbangan IPTEK dengan iman,
keseimbangan iman dan perbuatan, keseimbangan jasmani dan rohani, keseimbangan kerja
dan ibadah, dan sebagainya. Keseimbangan bukan berarti suam-suam kuku, sikap suam-suam
kuku, sikap suam-suam kuku justru sangat dibenci oleh Tuhan; Wahyu 3:16 berkata : jadi
karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan
engkau dari mulutku. Keseimbangan yang dimaksud disini ialah pertumbuhan IPTEK harus
diikuti denga pertumbuhan iman atau kerohanian.

Anak-anak Tuhan, baik secara individu atau kelompok harus mengembangkan


dirinya, dengan memanfaatkan atau bahkan menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi
terbaru atau termutahir. Anak-anak Tuhan harus selalu tampil sebagai yang terdepan dalam
segala hal baik yang berkenan kepada Tuhan. Ia telah berfirman bahwa anak-anak Nya
menjadi kepala dan bukan ekor (Keluaran 18:25).

Ingat IPTEK adalah melayani kita, bukan kita yang melayani IPTEK. IPTEK harus
kita manfaatkan sebagai sarana untuk membangun diri dihadapan Tuhan. Si Budi seharian
bermaian Play Stasion (PS), bahkan sampai lupa makan; si Lina berusaha menabung uang
untuk beli komputer guna belajar. Siapa yang melayani IPTEK dari keduanya dan siapa yang
menempatkan IPTEK menjadi sarana ? tentu terlihat jelas bahwa Budi telah diperbudak oleh
teknologi; sedangkan Lina menjadikan terkologi sebagai sarana untuk mengembangkan
dirinya.

Simaklah firman Tuhan dalam 1 Korintus 6:12 : Segala sesuatu halal bagiku, tetapi
bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halah bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku
diperhamba oleh suatu apapun. Jadi dalam pemanfaatan dan penggunaan IPTEK bukan
perkara halal atau haram; tetapi apakah berguna atau tidak berguna bagi kerohanian kita.
Panggilan kita untuk menjadi anak-anak Tuhan atau orang-orang tebusannya harus kita
tempatkan sebagaiprioritas utama.tuhan, dan persekutuan kita secara priadi denganNya,
haruslah menjadi prioritas pertama dan terutama. Segala hasil budaya termasuk IPTEK harus
bermuara pada prioritas itu.

13
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Ilmu Pengetahuan adalah berkat yang sudah ada sejak pertama kali manusia
diciptakan oleh Tuhan.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak akan terlepas dari kehidupan manusia.
Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan kemajuan Teknologi ke arah yang baik akan
menyenangkan hati Tuhan.
Setiap anak Tuhan hendaknya berlomba untuk menciptakan Teknologi sebagai sarana
untuk melayani Tuhan.

B. SARAN
Hendaknya kita sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dan yang paling berharga
dibandingkan segala yang ada di dunia ini, menjadikan Ilmu Pengetahuan dan
kemajuan Teknologi yang sangat pesat ini menjadi jembatan untuk lebih semangat
lagi dalam mengagung agungkan Tuhan kita yang memang pantas untuk di
agungkan.
Marilah kita belajar menjadi pelopor Teknologi yang berarah ke arah yang Positif,
meskipun itu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Siahaan, T. Pdt dan Simanjuntak, W. Pdt, Sahabat Siswa, Jakarta : CV. Cipta Sarana
Mandiri
Bakthiar, A. Dr, Prof, Filsafat Ilmu, Jakarta : Rajawali Pers
Salam, B. Drs, Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi , Jakarta : Rineka Cipta

15