Anda di halaman 1dari 2

Analisa Percobaan

Pada percobaan kali ini membahas tentang modulasi sinyal. Modulasi merupakan
pencampuran dua sinyal atau lebih agar menjadi satu buah sinyal. Sinyal yang dicampur
berupa sinyal yang berfrekuensi rendah dengan sinyal yanf berfrekuensi tinggi. Selain itu
modulasi juga dapat mengirimkan sinyal informasi ke tempat lain dengan menumpangkan
sinyal informasi tersebut ke sinyal lain. Sinyal yang menumpangkan sinyal informasi berupa
sinyal carrier atau sinyal pembawa. Macam-macam modulasi antara lain adalah modulasi
amplitudo dan modulasi frekuensi.

Modulasi amplitudo merupakan proses penumpangan sinyla informasi ke sinyal


pembawa atau yang disebut dengan sinyal carrier. Dimana proses modulasi amplitudo
membuat amplitudo dari gelombang pembawa atau gelombang carrier mengikuti perubahan
amplitudo dari sinyak informasi. Namun pada modulasi amplitudo frekuensi dari sinyal
informasi dan sinyal carriernya tetap. Bentuk modulasi amplitudo atau sinyal AM dapat
dilihat pada gambar 1, dibawah ini. Gambar 1 merupakan bentuk sinyal AM dalam domain
waktu. Berdasarkan gambar tersebut terbukti bahwa amplitudo dari sinyal AM berubah-ubah
dan frekuensi sinyalnya tetap.

-5
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
5
Gambar 1
0
Gambar 2 dibawah ini merupakan bentuk sinyal AM dalam bentuk spektrum. Dari
gambar tersebut terlihat bahwa ada dua buah sinyal informasi dan dua buah sinyal pembawa
-5
atau carriernya.0 Masing-masing
0.2 0.4 sinyal0.8
0.6 pembawa
1 atau
1.2 sinyal
1.4 carrier
1.6 membawa
1.8 2 satu buah
sinyal informasi.
1 Oleh karena itu pada gambar terlihat bahwa ada dua buah kubu sinyal AM
yang berdiri secara masing-masing namun berdekatan. Masing-masing sinyal AM tersebut
memiliki frekuensi
0 USB dan frekuensi LSB. Secara teori frekuensi LSB merupakan
pengurangan fc dengan fm secara matematisnya f LSB = fc fm. Frekuensi USB merupakan
penjumlahan -1fc dengan fm secara matematisnya f USB = fc + fm. Dari gambar 2 terlihat
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4
bahwa fc merupakan side band yang ditengah sedangkan f LSB1.6 1.8
merupakan 2
side band yang
ada disebelah kiri fc atau yang nilai frekuensinya rendah dari fc dan f USB merupakan side
band yang ada di sebelah kanan fc atau yang nilainya besar dari fc.
2

0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

2
Gambar 2
1
Selanjutnya merupakan modulasi amplitudo DSBFC atau AM DSBFC.
Amplitudo Modulasi Side Band Full Carrier merupakan modulasi amplitudo yang dimana
05
sinyal carriernya
0 dapat
5 terlihat.
10 15 AM20 DSBFC
25 juga
30 disebut
35 40sebagai
45 full
50 AM dimana
spektrumnya yang sipancarkan adalah spektrum frekuensi AM yaitu frekuensi USB dan
frekuensi LSB10 serta frekuensi Carriernya. Gambar 3 merupakan bentuk sinyal AM DSBFC
pada domain waktunya. Prinsipnya juga sama dengan sinyal AM dimana amplitudo sinyal
carriernya mengikuti
0.5
-5 amplitudo sinyal informasinya.
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
05
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
frequency
0

-5
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
1 Gambar 3

Gambar 4 merupakan
0
bentuk spektrum dari sinyal AM DSBFC. Dari gambar tersebut terlihat
bahwa pada AM DSBFC ini terdapat satu buah sinyal carrier dengan dua buah sinyal
informasinya. Seperti sinyal AM terdapat frekuensi carrier yang ditengah dan frekuensi LSB
-1
yang frekuensinya kurang dari frekuensi
2 0 0.2 0.4 0.6 0.8carriernya
1 serta frekuensi
1.2 1.4 1.6 USB
1.8 yang2 frekuensinya
besar dari frekuensi carriernya. Namun pada AM DSBFC frekuensi LSB nya ada dua secara
teori frekuensi1 LSB1 (fLSB) = fc fm dan frekuensi LSB2 (fLSB) = fc fm2. Frekuensi
USB nya ada dua secara teori frekuensi LSB2 (fLSB)= fc + fm dan frekuensi USB2 (fUSB) =
fc + fm2. 0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

1 Gambar 4

0.5

0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
frequency