Anda di halaman 1dari 1

IKA BELLA REZQI JAYA

XI. IPA RUTHERFORD

Brain drain adalah fenomena dimana berimigrasinya penduduk dari suatu negara yang
memiliki tingkat pendidikan dari skill yang tinggi ke negara lain yang diharapkan mampu
memberikan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan negara asalnya.

Apa pengaruh brain drain bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ?
Pengaruh brain drain bagi NKRI yaitu :
1. Brain drain akan menguras bahkan menghabiskan uang negara. Dimna, ada sebagaian
orang-orang pintar yang dibiayai oleh negara untuk belajar dan sekolah diluar negeri
agar menjadi lebih ahli. Namun setelah selesai masa pendidikannya, bukannya mereka
kembali ke Indonesia untuk mengabdikan atau mengamalkan hasil pendidikannya,
mereka malah tidak mau kembali. Mereka sudah diberi fasilitas oleh negara tetapi tidak
tau balas budi, mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dan malah memberikan
sumbangan keahliannya dalam mempertinggi pertumbuhan ekonomi negara-negara
yang sudah maju. Contohnya, di Indonesia dalam 13 tahun belakangan, di UGM ada 50
orang dosen dan peneliti mengundurkan diri. Universitas jelas rugi, padahal ada
seratusan cendikiawan yang hijrah ke manca dan terbanyak di Malaysia.
2. Brain drain akan membawa implikasi negatif yang tidak sedikit, seperti kondisi di mana
kurangnya tenaga terlatih dan terdidik dari suatu negara, serta terjadinya
ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi yang sulit untuk diprediksi.
3. Orang terbaik yang hijrah ke luar negeri pasti akan digantikan oleh para ekspatriat
(dengan kemampuan yang sama) yang umumnya minta bayaran berkali lipat lebih
mahal. Yang terjadi selanjutnya adalah proses inefisiensi perekonomian dalam negeri.
4. Brain drain akan memperlemah struktur ketanagakerjaan, dimana hal ini merupakan
faktor utama penghambat industri untuk maju.