Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB II
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG PEMBANGKIT
LISTRIK TENAGA PANAS BUMI

2.1 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Penggunaan panas bumi sebagai pembangkit listrik di Indonesia diawali dengan
berdirinya Unit PLTP Kamojang tahap I sebesar 30 MW yang ,merupakan hibah dari
pemerintahan New Zealand dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada 7 Februari
1983. Pendirian unit pembangkit ini didasarkan atas hasil dari beberapa tahapan
penelitian, antara lain pre-feasibility study kawah kamojang bersamaan dengan
lapangan panas bumi Darajat pada tahun 1972. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa
luas area panas bumi kamojang diperkirakan sebesar 14 km2. Hasil dari pre-feasibility
study ini ditindak lanjuti dengan melakukan pengeboran 5 buah sumur di kamojang
dengan kedalaman menengah pada periode September 1974 sampai dengan Agustus
1975, dimana 2 diantara dari sumur sumur tersebut menghasilkan uap dengan
temperatur dan potensi yang cukup baik, kemudian disimpulkan bahwa resevoir di
Kamojang mampu memasok suatu pembangkit sebesar 100-200 MW dalam waktu
lebih dari 25 tahun. Sedangkan di area panas bumi di Darajat dilakukan pengeboran 3
buah sumur (DRJ-1, 2 dan 3) pada kedalaman 760-1520 m.

Pendirian pembangkit panas bumi selalu dilakukan secara bertahap, hal ini
dilakukan untuk mengantisipasi asanya kemungkinan kerugian ekonomi yang besar
apabila terjadi ketidaktepatan dalam memperkirakan besarnya potensi resevoir dengan
kenyataan yang ada, maka pada waktu itu tahap awal di area panas bumi Kamojang
diputuskan untuk melakukan pengeboran beberapa buah sumur lain hingga memasok
sebuah unit pembangkit dengan kapasitas 30 MW dan selesai hingga Agustus 1979.
Pada saat itu juga telah diketahui adanya indikasi bahwa potensi panas bumi yang ada di
kamojang melebihi kebutuhan pembangkit unit I. Untuk itu pada Juni 1982 didatangkan
kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Geothermal Energy New Zealand
(GELNZ) untuk membangun dua buah unit pembangkit tambahan sebesar 2 x 55 MW.
4
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Pembangunan unit 2 dan 3 dilakukan hampir bersamaan. Unit 2 telah mulai beroprasi
pada bukan Juli 1987 dan unit 3 beroprasi pada november tahun yang sama.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia semakin
intensif dengan berdirinya Unit PLTP Kamojang. Hal ini dibuktikan dengan segera
dibangunnya Unit PLTP Darajat sebesar 55 MW pada tahun 1993 yang beroprasi pada
bulan Desember dan Unit PLTP Gunung Salak 1 dan 2 (2 x 55MW) yang beroprasi
pada bulan November 1994 (unit 1) dan awal 1995 (unit 2). Bahkan pengembangan unit
3 segera dimulai pada pertengahan 1996 dan diharapkan selesai pada tahun 1997.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan


Adapun Visi dan Misi perusahaan adalah sebagai berikut

2.2.1 Visi
Menjadi perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan
lingkungan.

2.2.2 Misi
Melakukan usaha dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan
mengembangkan usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri
dan niaga yang sehat, guna menjamin keberadaan dan pengembangan
perusahaan dalam jangka panjang.

2.2.3 Motto perusahaan


Bersama kita maju

2.2.4 Paradigma Perusahaan


Bekerja dan berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan bagi kepentingan
stakeholder (pihak terkait)

5
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

2.3 Tata Nilai Perusahaan


"IP-HAPPI" sebagai tata nilai perusahaan

I = Integritas P = Peduli
P = Profesional P = Pembelajar
Ha = Harmoni I = Inovatif
P = Pelayanan prima

5S Diadopsi dari disiplin standar perusahaan negara Jepang, atau jika dalam
istilah Indonesia 5R
S = Seiri (ringkas) S = Seiketsu (rawat)
S = Seiton (rapi) S = Shitsuke (rajin)
S = Seiso (resik)

2.4 Wilayah Kerja


Pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah sumberdaya yang berbeda, di
indonesia sendiri terdapat di daerah Jawa Barat pada era tahun 1972 dilakukan
pengeboran sumur uap panas, yang terdapat di Kamojang, Darajat, dan Gn.salak. dan
pada tahun 1985 diresmikan lah Unit pembangkitan Kamojang, disususul pada tahun
1993 Unit pembangkit Darajat dan Unit pembangkit Gn.Salak. lokasi dari PLTP di
kawasan tersebut seperti terlihat pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Peta lokasi Pembangkit Listrik tenaga Panas bumi

6
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

2.5 Susunan Organisasi


Perusahaan Indonesia Power memiliki struktur organisasi yang digunakan untuk
mempermudah pembagian tugas antar bagian dalam perusahaan tersebut. Antara lain
struktur bidang enjiniring, bidan Produksi, bidang keuangan & SDM.

2.5.1 Bagan Susunan Organisasi PT. Indonesia Power UBP Kamojang


Bagan di bawah ini menjelaskan tentang susunan jabatan Unit Bisnis Pembangkit
Kamojang.

Gamabar 2.2 Bagan susunan organisasi PT. Indonesia Power UBP Kamojang

7
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

2.5.2 Bagan Struktur Bidang Enjiniring


Bidang enjiniring dalam perusahaan Indonesia Power UBP Kamojang sangat
penting untuk pengoperasian perangkat dalam pembangkit. Sehingga perlu pembagian
tugas, seperti yang ditunjukan dalam bagan berikut.

Gambar 2.3 Bagan struktur bidang enjiniring

2.5.3 Bagan Struktur Bidang Produksi


Dibagian bidang produksi terdapat 4 divisi manajer beserta tugasnya yang dapat
dilihat dalam bagan berikut.

8
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Gambar 2.4 Bagan struktur bidang produksi


2.5.4 Bagan Struktur Bidang Keuangan & SDM
Hampir disemua perusahan memiliki Struktur bidang keuangan dan SDM yang
berfungsi untuk mengelola keungan dan SDM yang dimiliki. Adapun struktur bidang
keuangan dan SDM perusahan Indonesia Power UBP Kamojang sebagai berikut

Gambar 2.5 Bagan struktur bidang keuangan dan SDM

2.6 Sektor Pembangkitan


Sektor pembangkit PLTP di jawa terdiri dari :
Tabel 2.1 Pembangkit PLTP
No Pembangkit Alamat Daya
1 PLTP Kamojang Kamojang, Bandung 140 MW
2 PLTP Darajat Darajat, Garut 110 MW
3 PLTP Gn.Salak Gn.salak, Garut 110 MW

9
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

2.7 Lokasi PLTP Kamojang

PLTP Kamojang Jawa Barat, terdapat di kaki kaki pegunungan antara gungng
salak dan gunung papandayan. Berada di Kamojang Desa Laksana, Kecamatan Ibun,
Kabupaten Bandung. Lokasi PLTP Kamojang berada di perbatasan antara Kabupaten
Garut dan Kabupaten Bandung, tetapi tepatnya sudah memasuki wilayah Kabupaten
Bandung
PLTP Kamojang memiliki tiga unit pembangkit dengan kapasitas Unit I 30 MW,
dan Unit II dan III masing masing 55MW dan kapasitas total tenaga listrik. Energi
listrik yang dihasilkan PLTP Kamojang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan
Tinggi (SUTT) menuju Garut dan Bandung sebagai rangkaian aliran Jawa Bali.

Gambar 2.6 Denah lokasi PLTP Kamojang

10
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

2.8 Proses Produksi Listrik PLTP Kamojang

Sistem pembangkitan PLTP Kamojang dapat dilihat dari diagram blok seperti yang
ditunjuukkan pada gambar

Gambar 2.7 Proses Produksi Energi Listrik PLTP Kamojang

1 Steam Reciving Header 9 Condenser


2 Separator 10 Main Cooing Water Pump
3 Demister 11 Cooing Tower
4 Turbin 12 Primary Pump
5 Exiter 13 Inter Condnser
6 Generator 14 After Condenser
7 Transformator 15 Vent Structure
8 Switch Yard

11
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Uap yang berasal dari sumur produksi Pertamina dialirkan ke steam reciving
header sebagai tempat penampugan sementara dan untuk menjaga tekanan uap masuk
ke turbin tetap konstan meskipun terjadi perbedaan pasokan uap dari setiap sumur
produksi. Apabila uap dalam reciving header telah mencapai set point yang telah
ditentukan, maka kelebihan uap yang masuk akan dibuang ke udara terbuka melalui
vent structure.
Uap yang keluar dari reciving header dialirkan ke separator dan demister untuk
memisahkan partikel-parikel padat yang terbawa uap, seperti, air, silika, sodium,
potasium, boron amonia, flourida dan partikel padat lainnya. Uap yang keluar dari
demister benar - benar uap kering yang akan masuk ke turbin. Namun pada keadaan
aslinya uap yang masuk ke turbin masih memiliki partikel partikel padat lainnya yang
masuk ke sudu sudu turbin yang akan menyebabkan menurunnya kinerja turbin, maka
pada periode tertentu turbinharus mengalami pemeriksaan pada setiap sudu sudunya
dari tumpukan silika dengan cara melihat karateristik sistem kontrol chest preasure.
Uap yang kering akan masuk ke turbin dan memutar turbin pad kecepatan 3000
rpm yang dikopel terhadap secara langsung dengan generator, maka arus tiga phase
dengan frekuensi 50Hz dan tegangan 11,8 kV akan terbangkitkan dari generator. Uap
yanga keluar dari turbin masih mengandung Non Condensable Gas (NCG) maka uap
tersebut dialirkan ke condenser yang akan melalui proses kondensasi dari uap menjadi
air, air tersebut masih dalam keadaan panas maka di salurkan menuju cooling tower
dengan main cooling water pup. Air hasil kondensasi tersebut didinginkan di cooling
tower . air yang sudah didinginkan akan di salurkan kembali ke dalam condenser untuk
proses kondensasi. Itu merupakan garis besar proses dari sistem yang ada di PLTP
Kamojang.

2.9 Dampak Lingkungan


Panas bumi merupakan energi yang sangat ramah lingkungan, PT. Indonesia
Power UBP Kamojang sangat menjaga kelestarian lingkungan. Hasil buang dari
sisa daya panas bumi tidaklah berbahaya. Begitu juga untuk menjaga sumber panas
bumi, digunakan cara agar panas bumi tidak habis.

12
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Cara PT. Indonesia Power UBP Kamojang dalam melestarikan lingkungan


adalah sebagai berikut :
a) Untuk sistem pembuangan sisa panas bumi yang tidak terpakai,
digunakan vens structure atau pipa buang, yang membuang ke udara dan
itu tidak berbahaya
b) Untuk menjaga kapasitas panas bumi tetap ada level sempurna sistem
dari unit pembangkitan yang menghasilkan air dari proses pendinginan
yang di masukkan kembali kedalam bumi untuk merefil panas bumi
tersebut. Karena pada teori dasar dari panas bumi adalah, panas bumi
tidak akan habis selama masih ada air didaerah panas tersebut.

13
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG