Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KIMIA ORGANIK II “KARBOHIDRAT”

MAKALAH KIMIA ORGANIK II “KARBOHIDRAT” Disusun Oleh: Nama : Shiba Meike Indira NPM : A1F015003 Mata

Disusun Oleh:

Nama

: Shiba Meike Indira

NPM

: A1F015003

Mata Kuliah

: Kimia Organik II

Dosen Pengampu: Dr. Agus Sundaryono, M.Si Dewi Handayani, M.Si

Hari, Tanggal

: Selasa, 25 April 2017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU

2017

Kata Pengantar

Puji syukur penulis tuliskan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia- Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang karbohidrat ini.

Salawat beriring salam penulis tuliskan kepada Nabi Besar, Nabi Agung Muhamad SAW, karena berkat beliaulah kita semua dapat merasakan kehidupan yang berpendidikan dan penuh teknologi seperti saat ini.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang teah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini dalam rangka upaya pemenuhan tugas kimia organik II.

Penulis meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan di dalam makalah yang berjudul karbohidrat ini, diharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun kedepannya, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Bengkulu ,11 maret 2017 Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar...............................................................................................................i

Daftar Isi.........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1

  • 1.1 Latar Belakang...........................................................................................................1

  • 1.2 Rumusan masalah.......................................................................................................1

  • 1.3 Tujuan.........................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................3

  • 2.1 Pengertian Karbohidrat..............................................................................................3

  • 2.2 Fungsi dan Sifat-sifat Karbohidrat.............................................................................3

  • 2.3 Klasifikasi dari karbohidrat........................................................................................4

  • 2.4 Reaksi Pengenalan Karbohidrat................................................................................10

BAB III PENUTUP.......................................................................................................13

  • 3.1 Kesimpulan................................................................................................................13

Daftar Pustaka...............................................................................................................14

BAB I

  • 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN

Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam, banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH 2 O ; misalnya, rumus molekul glukosa ialah C 6 H 12 O 6 (enam kali CH 2 O). Senyawa ini pernah disangka “ hidrat atau karbon” sehingga disebut karbohidrat. Dalam tahun 1880-an disadari bahwa gagasan “hidrat dan karbon” merupakan gagasan yang salah dalam karbohidrat sebenarnya adalah polihidroksi aldehida dan keton atau turunan mereka.

Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana melalui proses fotosintesis, dengan reaksi sebagai berikut.

6 CO2 + 6 H2O

Sinar Matahari

klorofil

1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam, banyak

C6H12O6 + 6 O2 Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa penting yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari dan sangat vital peranannya dalam proses fisiologi di dalam sel makhluk hidup.Karbohidrat sangat beraneka ragam sifatnya. Misalnya, sukrosa( gula pasir) dan kapas, keduanya adalah karbohidrat. Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe karbohidrat ialah ukuran molekulnya. Monosakarida( sering disebut gula sederhana) adalah satuan karbohidrat yang tersederhana; mereka dapat terhidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer,trimer, dan sebagainya dan akhirnya polimer. Dimer-dimer ini disebut disakarida.

Karbohidrat yang tersusun dari dua sampai delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai olisakarida ( yunani, oligo-, =beberapa). Jika lebih dari delapan satuan monosakarida diperoleh dari hidrolisis, maka karbohidrat itu disebut polisakarida.

1.

Apa pengertian karbohidrat?

  • 2. Apa fungsi dan sifat-sifat dari karbohidrat?

  • 3. Apa saja klasifikasi dari karbohidrat?

  • 4. Apa saja reaksi pengenalan karbohidrat?

1.3 . Tujuan

  • 1. Dapat mengetahui pengertian karbohidrat.

  • 2. Dapat mengetahui fungsi dan sifat-sifat dari karbohidrat.

  • 3. Dapat mengetahui klasifikasi dari karbohidrat

  • 4. Dapat mengetahui reaksi apa saja dalam pengenalan karbohidrat.

2.1. Pengertian Karbohidrat

BAB II PEMBAHASAN

Karbohidrat berasal dari bahasa latin karbo=karbon dan hidrat= air. Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida, berasal dari istilah saccharum (latin) yang artinya gula. Karbohidrat tersusun dari 3 jenis unsur yaitu Karbon(C), Oksigen(O) dan Hidrogen(H) dengan rumus umum Cn(H 2 O)n. Melihat rumus empiris tersebut, maka senyawa ini dapat diduga sebagai ”hidrat dari karbon”, sehingga disebut karbohidrat. Oleh karena itu suatu senyawa termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat pada molekul karbohidrat yaitu gugus fungsi karbonil (aldehid

dan keton). Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat dapat didefiniskan sebagai polihidroksialdehida dan polihidroksiketon.

  • 2.2. Fungsi dan sifat-sifat dari karbohidrat

    • Fungsi dari karbohidrat

Karbohidrat sangat vital berperan dalam proses fisiologis di dalam sel makhluk hidup,

berdasarkan fungsinya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi:

  • Karbohidrat sederhana sebagai sumber energi di dalam sel.

  • Karbohidrat rantai panjang sebagai cadangan energi.

  • Karbohidrat rantai panjang sebagai komponen struktural organel dan bagian sel lainnya.

  • Sebagai sumber kalori atau energi

  • Sebagai bahan pemanis dan pengawet

  • Sebagai sumber flavor (karamel)

  • Sebagai sumber serat

    • Sifat-sifat dari karbohidrat

  • 1. Semua kartbohidrat bersifat optis aktif

  • 2. Monosakarida dan disakarida rasanya manis dan larut pada air, sedangkan polisakarida rasanya tawar dan tidak larut pada air

  • 3. Sifat mereduksi Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi , terutama dalam suasana basa. Sifat berbagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat reduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Sifat-sifat ini tampak pada pereaksi-pereaksi tertentu.

  • 2.3. Klasifikasi dari karbohidrat

Berdasarkan jumlah molekul sakarida pembentuknya, karbohidrat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida , dan polisakarida. 1. Monosakarida Monosakarida

Berdasarkan jumlah molekul sakarida pembentuknya, karbohidrat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida , dan polisakarida.

1.

Monosakarida

Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang namanya ditentukan oleh jumlah atom C pada molekulnya. Dapat berupa aldosa atau ketosa. Golongan aldosa mempunyai satu gugus aldehid (-CHO) beberapa gugus hidroksil (-OH), sedangkan golongan ketosa mempunyai satu gugus keton (-CO-) dan beberapa gugus hidroksil. Contoh monosakarida adalah triosa, pentosa dan heksosa. 1). Triosa, memiliki 3 atom C, terdapat di dalam sel sebagai hasil atau metabolit pada oksidasi heksosa dan pentosa. Contohnya adalah gliseraldehid dan dihidroksi aseton.

Berdasarkan jumlah molekul sakarida pembentuknya, karbohidrat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida , dan polisakarida. 1. Monosakarida Monosakarida

2) Pentosa, memiliki lima atom C, terdapat pada asam nukleat( DNA dan RNA) dan beberapa koenzim. Contohnya adalah ribosa, deoksiribosa, dan ribulosa.

3) Heksosa , memiliki enam atom C. Contohnya adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.  Beberapa Monosakarida

3)

Heksosa, memiliki enam atom C. Contohnya adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

3) Heksosa , memiliki enam atom C. Contohnya adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.  Beberapa Monosakarida
  • Beberapa Monosakarida yang lazim

Glukosa, monosakarida yang terpenting, kadang-kadang disebut gula darah (karena dijumpai dalam darah) , gula anggur (karena banyak dijumpai dalam buah anggur), atau deokstrosa (karena memutar bidang polarisasi ke kanan). Suatu organisme dalam hal ini mamalia dapat mengubah sukrosa,laktosa(gula susu), maltosa, dan pati menjadi glukosa, yang kemudian dapat digunakan sebagai energi oleh organisme itu, atau disimpan sebagai glikogen (suatu polisakarida), dan bila organisme itu memerlukan energi, glikogen diubah lagi menjadi glukosa. Karbohidrat yang berlebiih dapat diubah menjadi lemak. Karbohidrat

dapat juga diubah menjadi steroid (seperti kolestrol) dan secara terbatas , menjadi protein (untuk sisntesis protein diperlukan juga sumber nitrogen). Sebaliknya suatu organisme dapat mengubah lemak dan protein menjadi karbohidrat.

Fruktosa disebut juga levulosa karena memutar bidang polarisasi ke kiri, adalah gula yang termanis. Terdapat pada buah-buahan dan madu, maupun dalam sukrosa. Galaktosa terdapat dalam disakarida laktosa, dalam keadaan terikat dengan glukosa. Ribosa dan deoksiribosa membentuk sebagian kerangka polimer dari asam-asam nukleat. Awalan deoksi berarti “minus suatu oksigen”, struktur ribosa dan deoksiribosa adalah sama, kecuali bahwa deoksiribosa tidak mempunyai oksigen pada karbon 2.

dapat juga diubah menjadi steroid (seperti kolestrol) dan secara terbatas , menjadi protein (untuk sisntesis protein
  • Konfigurasi Monosakarida Struktur

monosakarida

mirip

satu

sama

lain

. beberapa monosakarida berbeda

strukturnya, misalnya, glukosa adalah suatu aldehida dan fruktosa suatu keton. Monosakarida lain yang lazim ternyata adalah diastereomer (stereoisomer yang tidak

enantiomerik) satu sama lain , misalnya glukosa dan galaktosa adalah epimer satu terhadap yang lain. Epimer ialah diastereomer yang konfigurasinya berbeda hanya pada satu dari atom-atom karbon kiralnya.

Sistem D dan L

Dalam sistem D dan L. (+)-gliseraldehida secara sebarang diberi konfigurasi dengan OH-nya pada karbon 2 berada di sebelah kanan dalam proyeksi Fisher( suatu pengandaian yang kelak terbukti benar). Suatu monosakarida merupakan anggota deret-D jika gugus hidroksil pada karbon kiral yang terjauh dari karbon 1 juga terletak di sebelah kanan dalam proyeksi fisher.(Hampir semua karbohidrat alamiah merupakan anggota deret-D). Di samping itu, tiap monosakarida diberi nama sendiri.

Misalnya dua aldopentosa diastereomerik. Berikut ini diberi nama D-gliserida dan L- gliserida.

Misalnya dua aldopentosa diastereomerik. Berikut ini diberi nama D-gliserida dan L- gliserida.  Struktur terbuka O
 Struktur terbuka O H C—H H—C—OH H—C—OH C==O HO—C—H HO—C—H H—C—OH H—C—OH
Struktur terbuka
O
H
C—H
H—C—OH
H—C—OH
C==O
HO—C—H
HO—C—H
H—C—OH
H—C—OH

H—C—OH H—C—OH

H—C—OH H—C—OH

H

D-Glukosa

H

D-Fruktosa

O

O

O

C—H

C—H

COH

H—C—OH

HO—C—H

 

H—C—OH

HO—C—H

H—C—OH

H—C—OH

HO—C—H

 

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H—C—OH

H

H

H

D-Galaktosa

D-Manosa

D-Ribosa

2.2 Struktur Terbuka Monosakarida

 Struktur Cincin CH 2 OH O H OH H OH OH H OH
Struktur Cincin
CH 2 OH
O
H
OH
H
OH
OH
H
OH

CH 2 OH O

CH OH O OH
CH OH O OH

OH

CH 2 OH

OH CH OH

OH

OH CH OH

CH 2 OH

 
HO O OH OH
HO
O
OH
OH

OH

OH

D-Glukosa

D-Fruktosa

D-Galaktosa

 

CH 2 OH

CH2OH

O

O
O O OH

O

O OH

OH

O OH
 

H

OH

HO

OH

OH

D-Manosa

H OH HO OH OH D-Manosa OH OH D-Ribosa 2.3 Struktur Cincin Monosakarida 2. Disakarida [C

OH

OH

D-Ribosa

2.3 Struktur Cincin Monosakarida

2.

Disakarida[C n (H 2 O) n-1 ]

Disakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda. Ada tiga disakarida penting, yaitu:

  • a. Sukrosa

Sukrosa merupakan disakarida yang terdiri atas glukosa dan fruktosa.

Sukrosa + HCl

hidrolisis(+HCl)

H OH HO OH OH D-Manosa OH OH D-Ribosa 2.3 Struktur Cincin Monosakarida 2. Disakarida [C

glukosa + fruktosa

  • b. Maltosa Maltosa tersusun oleh dua buah molekul glukosa. Maltosa

hidrolisis

  • glukosa + glukosa

  • c. Laktosa Laktosa tersusun oleh molekul glukosa dan galaktosa.

Laktosa hidrolisis glukosa + galaktosa
Laktosa
hidrolisis
glukosa + galaktosa

Suatu disakarida adalah suatu karbohidrat yang tersusun dari dua satuan monosakarida yang dipersatukan oleh suatu hubungan glikosida dari karbon 1 dari satu satuan ke suatu OH satuan lain. Suatu cara ikatan lazim ialah suatu hubungan glikopsida α atau β dari satuan pertama ke gugus 4-hidroksil dari satuan kedua.

3.

Hubungan ini disebut suatu ikatan 1,4’α atau 1,4’β, bergantung pada stereokimia pada karbon glikosida. Polisakarida Polisakarida memiliki rumus molekul (C 6 H 10 O 5 ) n .Ada dua macam polisakarida, yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida. Homopolisakarida dibentuk oleh monosakarida yang sama, sedangkan heteropolisakarida dibangun oleh bermacam- macam monosakarida, nitrogenamino, dan sulfur. Yang termasuk polisakarida adalah amilum, selulosa, glikogen, dekstrin, dan lain-lain.

Pembentukan Hemiasetal & Hemiketal

Aldehida dapat bereaksi dengan alkohol membentuk hemiasetal. Keton dapat bereaksi

dengan alkohol membentuk hemiketal.

3. Hubungan ini disebut suatu ikatan 1,4’α atau 1,4’β, bergantung pada stereokimia pada karbon glikosida. Polisakarida

Fruktosa dapat membentuk :

  • Cincin piranosa, melalui reaksi antara gugus keton atom C2 dengan OH dari C6.

  • Cincin furanosa, melalui reaksi antara gugus keto atom C2 dengan OH dari C5.

3. Hubungan ini disebut suatu ikatan 1,4’α atau 1,4’β, bergantung pada stereokimia pada karbon glikosida. Polisakarida
2.4. Reaksi pengenalan karbohidrat Untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat dalama bahan makanan, maka perlu dilakukan tes

2.4. Reaksi pengenalan karbohidrat

Untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat dalama bahan makanan, maka perlu dilakukan

tes identifikasi dengan beberapa pereaksi, di antaranya:

1.

Pereaksi Iodium

Bahan + Iodium

warna biru, berarti bahan mengandung pati/amilum

warna biru, berarti bahan mengandung pati/amilum

Bahan + Iodium mengandung amilopektin.

Bahan + Iodium mengandung amilopektin. ungu atau

ungu

atau

merah

lembayung,

berarti

bahan

2.

Pereaksi Fehling

Bahan + larutan Fehling glukosa

Bahan + larutan Fehling glukosa  endapan merah bata, berarti bahan mengandung

endapan merah bata, berarti bahan mengandung

3.

Pereaksi Benedict

 Bahan + Benedict endapan merah bata. Endapan merah bata menunjukkan bahwa bahan mengandung glukosa.

Bahan + Benedict endapan merah bata. Endapan merah bata menunjukkan bahwa bahan mengandung glukosa.

4.

Pereaksi Tollens

Bahan + Tollens

  • cermin perak. Adanya cermin perak menunjukkan

bahwa bahan mengandung glukosa. Pemisahan dan identifikasi karbohidrat dapat dilakukan dengan teknik kromatografi. Secara kualitatif, karbohidrat dapat dikenali dengan beberapa uji, yaitu:

  • 1. Uji Molish Uji ini merupakan uji yang paling umum untuk pengetesan adanya karbohidrat dan senyawa organik lainnya.Karbohidrat memberikan reaksi positif dengan uji ini.Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. Pada uji ini asam sulfat pekat berfungsi untuk menghidrolisis ikatan glikosidik, menghasilkan monosakarida yang akan didehidrasi menjadi furfural dan turunannya. Furfural mengalami sulfonasi dengan alpha naftol yang akan menghasilkan cincin warna ungu kompleks (merah-ungu) yang menunjukan adanya karbohidrat.

  • 2. Uji Benedict Uji ini merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas, seperti yang terdapat pada laktosa atau maltosa. Uji ini digunakan untuk pengetesan adanya gula pereduksi. Uji Benedict berdasarkan reduksi Cu 2+ menjadi Cu + oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis, biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tartat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO 3 . Hasil tes ini memberikan endapan warna hijau, kuning atau merah jingga yang memberikan perkiraaan semikualitatif adanya sejumlah gula yang mereduksi.

  • 3. Uji Barfoed Uji ini digunakan untuk membedakan monosakarida, disakarida, dan polisakarida.Barfoed merupakan pereaksi yang bersifat asam lemah dan hanya direduksi oleh monosakarida. Disakarida akan dapat dihidrolisis sehingga bereaksi positif dengan pemanasan yang lebih lama. Dengan kata lain untuk membedakan monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung berapa lama pemanasan sampai terbentuk endapan tembaga oksida yang berwarna merah bata.

  • 4. Uji Bial Uji ini digunakan untuk menguji adanya gula pentosa. Pemanasan pentosa dengan HCL pekat akan menghasilkan furfural yang berkondensasi dengan orcinol dan ion feri . Hasil pemanasan akan menghasilkan warna biru-hijau yang menunjukan adanya gula pentosa.

  • 5. Uji Selliwanof Uji ini merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa.Ketosa akan didehidrasi lebih cepat dari aldosa. Furfural akan berkondensasi dengan recorcinol (1,3- dihidroksi benzena) yang akan memberikan warna merah kompleks (merah-cherry).

Uji ini digunakan untuk menguji adanya polisakarida. Pada uji iodium, kondensasi iodine dengan karbohidrat, selain monosakarida dapat menghasilkan warna yang khas. Pembentukan warna biru menunjukan adanya pati, sedangkan warna merah menunjukan adanya glikogen atau eritrodekstrin.

3.1 Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Karbohidrat merupakan senyawa yang sangat berperan vital dalam fisiologi makhluk hidup, karbohidrat adalah senyawa yang sangat dibutuhkan oleh manusia, karena senyawa ini adalah penentu kelangsungan hidup manusia.

berdasarkan lokasi gugus (–C=O), monosakarida digolongkan menjadi 2 yaitu:

  • 1. Aldosa ( berupa aldehid)

Berdasarkan jumlah molekul sakarida penyusunanya, karbohidrat digolongkan menjadi 3 golongan utama yaitu

Monosakarida( terdiri atas 1 unit gula)

 

Disakarida( terdiri atas 2 unit gula)

Polisakarida( terdiri lebih dari 10 unit gula)

 

Dalam

mengidentifikasi

adanya

karbohidrat,

dapat

digunakan

beberapa

pereaksi,yaitu:

 

Pereaksi Iodium

Bahan + Iodium

 Bahan + Iodium warna biru, berarti bahan mengandung pati/amilum

warna biru, berarti bahan mengandung pati/amilum

Bahan + Iodium mengandung amilopektin.

Bahan + Iodium mengandung amilopektin.

ungu

atau

merah

lembayung,

berarti

bahan

Pereaksi Fehling

Bahan + larutan Fehling glukosa

Berdasarkan jumlah molekul sakarida penyusunanya, karbohidrat digolongkan menjadi 3 golongan utama yaitu  Monosakarida( terdiri atas

endapan merah bata, berarti bahan mengandung

Pereaksi Benedict

Bahan + Benedict

Bahan + Benedict

endapan

merah

bata.

Endapan

merah

bata

menunjukkan bahwa bahan mengandung glukosa.

 

Pereaksi Tollens

 

Bahan + Tollens

Bahan + Tollens

cermin

perak.

Adanya

cermin

perak

menunjukkan

bahwa bahan mengandung glukosa.

Daftar Pustaka

Anonymous B.2012. Karbohidrat. www.wikipedia.org. (diakses tanggal 17 Maret 2017) Yuniarba, Firman, dkk. Makalah Biokimia Karbohidrat. http://www. Makalah-karbohidrat- ub.ac.id (diakses 11 Maret 2017) Fessenden dan Fessenden. 1986. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga