Anda di halaman 1dari 11

PEMANFAATAN KULIT PISANG MENJADI MASKER ALAMI PADA

WAJAH SEBAGAI PENANGANAN TERHADAP LIMBAH KULIT


PISANG

Oleh :
Nama : Dian Angreani
Nim : 1414441006
Prodi : Pend. Biologi Bilingual (ICP B)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pisang merupakan tanaman buah tropis yang keberadaanya


berlimpah di sekitar kita. Hal ini dikarenakan tanaman buah pisang dapat
berkembang dengan baik di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia.
Pisang menjadi buah yang penting di masyarakat Indonesia, karena pisang
merupakan buah yang sering dikonsumsi dibandingkan dengan buah yang
lain dan dikonsumsi tanpa memperhatikan tingkat sosial.

Bukan buah pisangnya saja yang memiliki manfaat dan kandungan


gizi yang tinggi, tetapi bagian lain dari pohon pisang juga memiliki
manfaat. Kulit pisang merupakan limbah pertanian yang cukup banyak
ditemukan, sehingga dalam hal ini kulit pisang berpotensi untuk
dimanfaatkan lagi menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Buah ini mengandung vitamin c, vitamin a, sejumlah serat dan


berbagai mineral yang penting untuk tubuh. Bahkan buah pisang cocok
untuk segala usia dari bayi sampai orang tua. Itu karena teksturnya yang
lembut dan rasanya yang manis. Siapa sangka, kulit buah pisang ternyata
dapat dimanfaatkan. Kandungan gizi kulit pisang masih cukup tinggi.

Di sebagian kota, khususnya di Surabaya kulit pisang di buang


begitu saja, dianggap sebagai barang yang tak berguna. Kulit pisang
merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak
jumlahnya, yaitu sekitar 1/3 dari buah pisang yang belum dikupas.Menurut
data Badan Pusat Statistik (2009) volume produksi pisang di Indonesia
dari tahun 2007 hingga tahun 2009 berturut turut sebesar 5.454.226 ton,
5.741.351 ton,dan 6.373.533 ton. Sedangkan sampai saat ini kulit pisang
belum dimanfaatkan secara nyata, hanya dibuang sebagai limbah organik
saja atau digunakan sebagai makanan ternak seperti kambing, sapi, dan
kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual
yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku
makanan. Padahal kulit pisang mengandung gizi yang tidak kalah
banyaknya dari buah pisang.

Era globalisasi saat ini banyak perempuan yang mengiginkan


segala sesuatu berjalan serba cepat, termasuk dalam hal perawatan wajah.
Banyak perempuan lebih memilih kosmetik berbahan dasar kimia karena
praktis dan lebih cepat hasil yang dapat dirasakan. Bahkan perempuan-
perempuan lebih memilih perawatan wajah di salon dari pada di rumah.
Sebagian besar mengetahui efek menggunakan kosmetik ber bahan dasar
kimia tersebut. Oleh karena itu, makalah ini disusun agar perempuan lebih
mengenal tentang kosmetik yang mereka gunakan sehari-hari dan mau
menggunakan bahan-bahan alami untuk perawatan wajah dan tubuh.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi kekinian tanaman pisang dikehidupan masyarakat?
2. Apakah saja manfaat dan kandungan tanaman pisang?
3. Bagaimana pemanfaatan kulit pisang dalam pembuatan masker pada
wajah?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Keberadaan Tanaman Pisang dikehidupan sehari-hari


Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang bias dijumpai hampir di
setiap pekarangan rumah, kebun, atau tegalan. Ada yang tertanam rapih dan
dirawat dengan baik, tetapi ada pula yang hanya ditanam secara asal dan
dibiarkan hidup secara alami (Suyanti, 2011: 3).
Pisang ini dapat kita jumpai pada hampir setiap tanah pekarangan rumah,
pematang-pematang tegalan ataupun sawah, dan di sepanjang tepi sungai
(Bambang, 2011 : 7).
Keberadaan buah pisang yang berlimpah ini menyebabkan banyak limbah
kulit pisang yang dihasilkan karena dikonsumsi oleh banyak kalangan. Kulit
pisang merupakan bahan buangan (limbah pisang) yang cukup banyak
jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang dimanfaatkan secara nyata, hanya
dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan ternak
seperti kambing, sapi, dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak
akan memeiliki nilai jual yang menguntungkan. Menurut data Badan Pusat
Statistik (2009) volume produksi pisang di Indonesia dari tahun 2007 hingga
tahun 2009 berturut turut sebesar 5.454.226 ton, 5.741.351 ton,dan 6.373.533
ton (Zhillullahi, 2013 : 6)
Berdasarkan sumber-sumber di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa
tanaman pisang adalah tanaman yang mudah berkembang di daerah tropis
seperti indonesia, contohnya banyak masyarakat yang menanam tanaman
pisang di pekarangan rumah, di tepi sungai ataupun disawah hal inilah yang
membuktikan bahwa tanaman pisang sangat cepat perkembangannya di daerah
tropis. Tanaman pisang yang perkembangannya cepat sehingga meningkatkan
konsumsi masyarakat akibatnya banyak limbah kulit pisang yang tidak di daur
ulang.

B. Manfaat Tanaman Pisang


Beberapa contoh pemanfaatan limbah tanaman pisang yaitu meliputi jantung
pisang, bonggol pisang, dan kulit buah pisang adalah sebagai berikut :
dendeng jantung pisang, selai kulit pisang dan lain-lain (Rukmana, 2010 : 27).
Tanaman pisang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk
berbagai macam keperluan hidup. Selain buahnya bagian tanaman lain mulai
dari akar hingga daunnya banyak dimanfaakan orang untuk berbagai macam
keperluan. Umbi batang atau yang lebih dikenal sebagai bonggol dapat
dimanfaatkan sebagai soda dalam pembuatan sabun serta sebagai pupuk
tanaman. Batang tanaman pisang juga dapat digunakan sebagai obat penawar
racun dan obat penyakit kencing panas. Buahnya dapat dijadikan sebagai obat
penyakit kuning, obat diare dan obat gangguan pencernaan seperti maag
(Bambang, 2011 : 9).
Bunga pisang dapat dijadikan sebagai sayur karena memiliki kandungan
protein, vitamin, lemak dan karbohidrat yang tinggi. Selain dibuat sayur juga
dapat dijadikan manisan, acar, maupun lalapan (Suyanti, 2011: 12).
Daun pisang, oleh masyarakat jawa,dimanfaatkan sebagai pembungkus
makanan. Sementara daun-daun yang rusak dan tua dijadikan sebagai pakan
kambing, atau sapi karena banyak mengandung unsure yang diperlukan untuk
hewan (Suyanti, 2011: 12).
Berdasarkan sumber-sumber di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman
pisang memiliki banyak manfaat dari batang sampai daunnya. Seluruh bagian
tumbuhan dari jantung pisang, bonggol pisang, dan kulit buah pisang dapat
dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk-produk yang bermanfaat
sebagai obat ataupun berbagai manfaat lainnya.
C. Kandungan dari buah pisang
Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain
menyediakan energy yang cukup inggi di bandingkan dengan buah-buahan
yang lain. Pisang kaya akan mineral sperti kalium, magnesium, besi fosfor,
dan kalium, mengandung vitamin B,B6 dan vitamin C, serta mengandung
serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran otak (Suyanti,
2011: 15).
Kandungan vitamin buah pisang pun sangat tinggi, terutama provitamin A
berupa betakaroten ( 45 mg per 100 gram berat kering). Pisang juga
mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan B6 (piridoksin).
Kandungan B6 pisang yang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 g.
selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme,
vitamin B6 berperan dalam proses sintesis dan metabolisme protein,
khususnya serotin. Serotin diyakini berperan aktif sebagai neutransmitter
untuk kelancaran otak. Vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energy
bagi otak untuk aktivitas sehari-hari (Suyanti, 2011: 16).

Berbagai khasiat dari buah pisang dan kulitnya ini dapat :


Saat kulit anda terasa kasar dan kering, maka cobalah masker dengan
menggunakan buah pisang. Dengan rutin menggunakannya serta diilakukan
dengan cara yang tepat, manfaat dari buah pisang bisa menghasilkan wajah
yang anda idam-idamkan selam aini, yakni wajah yang halus dan kencang.
Caranya, hancurkan satu buah pisang utuh hingga menjadi halus kemudian
tambahkan satu sendok madu alami dan aduk hingga merata. Setelah ramuan
selesai, maka aplikasikan pada wajah anda sebagai masker. Lakukan juga cara
seperti ini secara rutin dalam beberapa minggu agar kulit terasa lebih halus
dan lembut (Zhilullah, 2013: http://repository.upi.edu/3517/4/S, diunduh 30
April 2015).
Kulit terlihat tampak kotor dan berminyak salah satu penyebabnya bisa
saja karena sel kulit mati yang menumpuk pada permukaan wajah. Tak perlu
khawatir atau mencari-cari dokter kecantikan untuk mengobatinya, cukup
dengan buah pisang, anda dapat dengan mudah menghilangkannya. Caranya,
ambil buah pisang utuh, hancurkan hingga halus merata. Oleskan pada bagian
permukaan wajah, kemudian diamkan hingga kering, setelah itu lanjutkan
dengan membilasnya dengan air bersih (Zhilullah, 2013:
http://repository.upi.edu/3517/4/S, diunduh 30 April 2015).
Pisang kaya akan kandungan vitamin E yang begitu berlimpah amat baik
untuk kulit. Kandungan vitamin E dalam buah pisang mampu menjaga kulit
agar tetap kencang. Semakin bertambahnya usia pada manusia, maka kualitas
kekencangan kulit termasuk kulit wajah akan mengalami penurunan,
akibatnya kulit akan semakin mengendur. Untuk mendapatkan manfaat
mengencangkan kulit wajah yang bisa didapat dari buah pisang, perhatikan
cara berikut (Zhilullah, 2013: http://repository.upi.edu/3517/4/S, diunduh 30
April 2015).
Siapkan buah pisang utuh, madu, mangkuk dan sendok kecil. Setelah itu,
haluskan pisang hingga menjadi bubur, campurkan madu dan aduk hingga
merata. Campuran ini bisa digunakan sebagai masker wajah, caranya
aplikasikan hingga merata ramuan tadi, kemudian diamkan dan tunggu hingga
mengering. Lalu bilas terlebih dahulu dengan air hangat, fungsinya agar pori-
pori wajah terbuka dan kandungan manfaat dari ramuan tadi meresap hingga
ke rongga pori wajah, hingga kotoran dan partikulat debu yang halus bisa
terangkat kemudian lanjutkan dengan membilasnya menggunakan air dingin.
Untuk hasil yang maksimal lakukan cara ini minimal satu kali dalam
seminggu secara teratur (Zhilullah, 2013: http://repository.upi.edu/3517/4/S,
diunduh 30 April 2015).
Memiliki wajah yang cerah, berseri serta putih tentunya menjadi dambaan
bagi setiap wanita. Tak perlu bantuan pemutih atau vitamin-vitamin dengan
harga yang fantastis untuk mewujudkannya. Kini, hanya dengan
memanfaatkan buah pisang, wajah cerah, putih dan berseri-seri bisa kamu
dapatkan. Tentunya dengan cara ini selain lebih murah, manfaatnya lebih
aman untuk kesehatan anda, karena bahan herbal tidak akan memiliki efek
samping bagi tubuh (Zhilullah, 2013: http://repository.upi.edu/3517/4/S,
diunduh 30 April 2015).
Saat orang lain berlomba-lomba mencari obat jerawat paling ampuh
mengapa tidak mencoba cara alami yang lebih aman. Ternyata manfaat buah
pisang juga bisa diaplikasikan pada wajah sebagai penghilang jerawat.
Caranya, ambilah buah pisang yang telah masak atau berwarna kuning, setelah
itu pilih bagian dagingnya dan hancurkan. Sebagaimana cara yang terdahulu,
oleskan juga pada bagian wajah, diamkan beberapa saat setelah itu bilas
dengan air bersih. Cara seperti ini sudah banyak dibuktikan oleh banyak orang
dan terbukti ampuh enyahkan jerawat, namun tentunya dengan pemakaian
yang teratur (Zhilullah, 2013: http://repository.upi.edu/3517/4/S, diunduh 30
April 2015).
Berdasarkan sumber-sumber di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
tanaman pisang sangat beragam. Salah satunya dapat dijadikan masker pada
wajah yang alami, sehingga mengurangi pemakaian bahan kimia yang
berbahaya bagi kesehatan.
D. Pemanfaatan Kulit Pisang Dalam Pembuatan Masker Pada Wajah
Masker adalah alat penutup muka termasuk topeng, kain penutup hidung,
penutup mulut dan hidung dengan tali yang terkait ke telinga, lazimnya
digunakan oleh dokter dan perawat rumah sakit (KBBI). Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa definisi masker wajah memiliki arti serupa dengan
masker pada umumnya, yakni penutup yang dipakai untuk menutupi wajah
dengan maksud-maksud tertentu. Misalnya masker kecantikan adalah masker
wajah yang digunakan untuk tujuan kecantikan wajah (Putri, 2012 : 17).
Kulit pisang dapat digunakan sebagai masker wajah untuk menghilangkan
jerawat pada wajah. Menurut Studi literature yang kami lakukan cara-cara
membuat masker dari kulit pisang adalah:
1. Pilih kulit pisang yang masih bagus.
2. Cuci kulit pisang tersebut.
3. Haluskan kulit pisang tersebut.
4. Campurkan dengan yogurt, susu dengan perbandingan 1 sendok makan
setiap 2 kulit pisang.
5. Setelah adonan jadi bisa diterapkan pada wajah di malam hari (Widya,
2012 : 14).
Siapkan buah pisang utuh, madu, mangkuk dan sendok kecil. Setelah itu,
haluskan pisang hingga menjadi bubur, campurkan madu dan aduk hingga
merata. Campuran ini bisa digunakan sebagai masker wajah, caranya
aplikasikan hingga merata ramuan tadi, kemudian diamkan dan tunggu hingga
mengering. Lalu bilas terlebih dahulu dengan air hangat, fungsinya agar pori-
pori wajah terbuka dan kandungan manfaat dari ramuan tadi meresap hingga
ke rongga pori wajah, hingga kotoran dan partikulat debu yang halus bisa
terangkat kemudian lanjutkan dengan membilasnya menggunakan air dingin.
Untuk hasil yang maksimal lakukan cara ini minimal satu kali dalam
seminggu secara teratur (Zhillullahi, 2013:http://repository, .upi.edu/3517/4/S,
diunduh 30 April 2015).
Berdasarkan sumber-sumber di atas dapat disimpulkan bahwa masker
yaitu alat penutup muka atau mulut yang dipakai dengan maksud tertentu.
Berdasarkan definisi masker sendiri, maka dibuatlah masker kulit pisang yang
tentunya memiliki maksud dalam pemakaiannya untuk kecantikan wajah.
Pengolahan masker kulit pisang dimulai dengan memilih kulit pisang yang
masih bagus, kemudian setelah itu di cuci bersih kemudian kulit pisang
dihaluskan lalu setelah halus ditambahkam yogurt, susu dengan perbandingan
1 sendok makan untuk 2 kulit pisang kemudian tahapan terakhir dalam
pembuatan kulit pisang yaitu oleskan pada wajah dimalam hari sebelum tidur.
Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut diharapkan dapat memudahkan
dalam membuat masker kulit pisang di rumah.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil studi literature yang kami lakukan dan pembahasan yang
dibahas pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa kulit
pisang benar- benar dapat dimanfaatkan sebagai alternative kosmetik yang
khasiatnya tidak kalah dengan kosmetik lainnya.

B. Saran
1. Penulis seharusnya melakukan penelitian sendiri agar mengetahui secara
pasti apa saja hasil penelitiannya.
2. Seharusnya penulis juga melakukan praktek proses pembuatan masker dan
kapsul kulit pisang.
DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, Bambang. 2011. Pisang Usaha Tani Dan Penanganan Pascapanen.


Yogyakarta : Kanisius

Dewati Retno. 2008. Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku
Pembuatan Ethanol. UPN Veteran Jatim.

Jeni, Zhillullahi. 2013. Pemanfaatan Kulit Pisang.http


http://repository.upi.edu/3517/4/S_KIM_1105717_Chapter1.pdf. diakses 30
April 2015

Kustiyah, Lili. 2011. Membuat Aneka Olahan Pisang. Jakarta : Gramedia

Martiningsih Endang. 2012. Pemanfaatan Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca


L. var sapientum) sebagai Substrat Fermentasi Etanol menggunakan
Saccharomyces cerevisiae. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah
Surakarta : Surakarta.

iNuramanah Eva. 2012. Kajian aktivitas antioksidan kulit pisang raja bulu (musa
paradisiaca L. Var Sapientum) dan produk olahannya. diakses tanggal 30
FApril 2015.

Putri, Pratamaningrum. 2012. Pemanfaatan Pisang Keprok, http://journal.unair


ac.id/article. diakses 30 April 2015

Rukmana, Rahmat. 2010. Aneka Olahan Limbah : Tanaman Pisang, Jambu Mete
Dan Rosella. Yogyakarta : Kanisius

Suyanti dan Ahmad Supriyadi. 2011. Pisang Edisi Resivi. Jakarta : Penebar
Swadaya.

Widya, Novita. 2012. Merawat Kecantikan Di Rumah. Jakarta : PT Gramedia


Pustaka Utama