Anda di halaman 1dari 6

BAB I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga pada dasarnya mempunyai peran sangat penting dan strategis bagi
upaya pembentukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk
pembangunan. Olahraga dirasa penting guna mendukung pembentukan watak dan
kepribadian, disiplin, sportivitas yang tinggi, serta peningkatan prestasi yang dapat
membangkitkan rasa kebanggaan dan persatuan nasional. Olahraga mempunyai peran
lain yang sama pentingnya yaitu untuk membentuk manusia yang utuh secara lahir dan
batin. Olahraga secara umum dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya : (1)
olahraga rekreasi yaitu olahraga yang dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang saja,
untuk bersenang-senang, santai, dan dilakukan secara tidak formal baik sarana maupun
peraturannya. (2) Olahraga pendidikan yaitu olahraga untuk mendidik seperti olahraga
yang dilakukan di sekolah-sekolah di ampu oleh guru olahraga yang bertujuan untuk
mendidik dan membentuk karakter siswa sejak usia dini. (3) Olahraga prestasi untuk
pencapaian suatu prestasi sebagai tujuan akhirnya.
Tujuan seseorang untuk melakukan kegiatan olahraga berbeda-beda, banyak
pilihan dalam melakukan olahraga, dan tentunya pemilihan tersebut tergantung pada
minat masing-masing individu. Ikut aktif dalam berolahraga, berarti melatih diri untuk
meningkatkan kualitas berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat eksis ditengah-
tengah masyarakat yang semakin dinamis. Kesadaran akan makna strategis olahraga
harus mengejawantahkan melalui perencanaan pembangunan yang berpihak pada
kemajuan olahraga secara menyeluruh. Harus menyeluruh karena olahraga memiliki
berbagai potensi yang berisikan suatu semangat dan kekuatan untuk membangun,
karena ia sebenarnya merupakan sense of spirit dari suatu proses panjang suatu
pembangunan (Kristiyanto, 2012 : 2-3).
Berdasarkan nilai yang terkandung dalam olahraga, maka sudah selayaknya
olahraga ditempatkan pada posisi paling tinggi atau prioritas, karena nilai-nilai tersebut
sangat diperlukan oleh suatu bangsa jika ingin bertambah maju. Olahraga prestasi

1
2
adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahraga secara terencana,
berjenjang, dan berkelanjutan. Kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan
ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan (UU RI No.3 tahun 2005 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional pasal 1 ayat 13). Olahraga prestasi pada mulanya dan pada
umumnya hanya dilakukan oleh orang normal saja, akan tetapi seiring dengan
berkembangan jaman dan banyaknya kemajuan teknologi sebagai dampak dari adanya
globalisasi, olahraga prestasi juga dilakukan oleh para atlet diffabel sebagai suatu ajang
olahraga yang dipertandingkan guna meraih suatu prestasi yang setinggi-tingginya dan
dapat membanggakan bangsa Indonesia.
Pembinaan prestasi olahraga seharusnya dilakukan secara sistematis,
berjenjang, dan berkelanjutan. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang
Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 20 ayat 3 yang
berbunyi Olahraga prestasi dilaksanakan melalui proses pembinaan dan pengembangan
secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan dengan dukungan ilmu pengetahuan dan
teknologi keolahragaan. Proses pencapaian prestasi maksimal dalam olahraga
memerlukan jangka waktu yang panjang dan biaya yang besar untuk untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.
Keikutsertaan para atlet diffabel pada pesta olahraga Internasional seperti
ASEAN Paragames, ASIAN Paragames, dan Paralympic Games telah memberikan
bukti bahwa olahraga prestasi bagi para penyandang diffabel atau paralympian mulai
berkembang dan maju di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya olahraga prestasi
untuk paralympian ini maka dibutuhkan sebuah organisasi untuk menanungi segala
sesuatu untu kebutuhan dan mendukung prestasi para atlet paralympian. Oleh karena itu
terbentuklah National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
Dengan demikian NPC (National Paralympic Committee) Indonesia
merupakan satu-satunya induk organisasi dari olahraga pestasi untuk para penyandang
difabel di Indonesia. Di dalam NPC (National Paralympic Committe) Indonesia terdapat
banyak cabang olahraga yang dibina serta dipertandingkan di dalam olahraga
internasional. Prestasi dari setiap olahraga yang dibina oleh NPC (National Paralympic
Committee) Indonesia berbeda-beda karena tergantung pada jumlah event yang
dipertandingkan dalam satu cabang olahraga, dan salah satunya adalah olahraga renang
3
yang mana dalam satu cabang olahraga ini terdapat banyak nomor event yang
dipertandingkan, serta dinilai baik perkembangannya dalam memberikan prestasi untuk
Indonesia dalam kancah internasional. Pada cabang olahraga renang sendiri telah
menempatkan beberapa perenangnya menjadi atlet terbaik dalam event Asian
Paragames, dan mampu lolos kualifikasi untuk mengikuti event olahraga difabel
tertinggi yaitu Paralympic Games, bahkan pada tahun 2014 Indonesia berhasil menjadi
juara umum dalam salah satu event internasional yaitu Asean Paragames.
Pembinaan di dalam NPC (National Paralympic Committee) Indonesia
didasarkan pada tingkat diffabel, kemauan,dan kemampuan para atlet di setiap cabang
olahraga yang mereka tekuni untuk meraih prestasi yang tinggi. Cabang olahraga renang
merupakan salah satu cabang yang memiliki tingkat diffabel tertentu dan mempunyai
tingkat kompleksitas tersendiri dalam melakukan keterampilan gerak renang mengingat
beraneka ragamnya tinggak diffabel setiap calon atltet.
Prestasi atlet paralympian Indonesia tentunya sudah tidak diragukan lagi pada
setiap pertandingan internasional yang diikuti. Dalam melaksanakan latihan pada NPC
(National Paralympic Committee) Indonesia utamanya pada cabang olahraga renang
tentunya tidak terlepas dari adanya manajemen yang baik. Manajemen merupakan
komponen integrital dan tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan dan latihan
secara keseluruhan karena tanpa pengelolaan manajemen yang baik, akan terasa sangat
sulit prestasi atlet paralympian terutama dalam olahraga renang dapat terwujud.
Manajemen serta program latihan yang baik merupakan unsur yang tidak dapat
dipisahkan dalam perkembangan prestasi olahraga. Unsur-unsur tersebut saling
berkaitan satu sama lain. Apabila unsur tersebut dalam kondisi baik, maka kegiatan
pembinaan olahraga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal.
Namun sebaliknya, jika unsur-unsur tersebut dalam kondisi yang tidak sehat atau
kurang stabil maka kegiatan olahraga tidak dapat berjalan sesuai yang diharapkan
sehingga tidak dapat mencapai prestasi yang optimal.
Manajemen pada hakikatnya adalah bagaimana seseorang pemimpin mampu
memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya seoptimal mungkin, sehingga ia dapat
mencapai tujuan organisasinya. Suatu institusi akan efektif apabila pengelolaannya
4
menggunakan prinsip-prinsip yang tepat dan benar sehingga berbagai kegiatan di dalam
lembaga tersebut dapat mencapai tujuan sebgaimana yang telah direncanakan.
Untuk menunjang manajemen ada beberapa aspek yang harus diperhatikan,
seperti struktur organisasi, pola rekrutmen, sarana prasarana, pendanaan, dan
pelaksanaan latihan. Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuantujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya,
dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Rekrutmen adalah
proses mencari dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun luar sebagai calon
dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber
daya manusia. Pelaksanaan rekrutmen tentu saja melalui seleksi dan kualifikasi secara
terbuka. Sarana prasarana dapat menunjang proses latihan dan diharapkan dapat
menciptakan kenyamanan bagi atlet sehingga latihan lebih efektif dan efisien. Sebagai
penunjang manajemen yang penting lainnya yaitu pendanaan yang merupakan sumber
vital yang harus dikelola dengan baik terprogram dan terawasi agar dapat mencapai
tujuan sesuai rencana. Selanjutnya, penunjang manajemen yang terakhir adalah
pelaksanaan latihan yang harus disusun melalui program latihan guna mendapatkan
hasil yang optimal.
Untuk mengetahui bagaimana manajemen NPC (National Paralympic
Committee) Indonesia khususnya pada cabang olahraga renang, sehingga dapat
memberikan kontribusi prestasi yang simultan dan berkelanjutan untuk bangsa
Indonesia pada setiap pertandingan internasional, maka perlu dilakukan penelitian
dengan menggali unsur-unsur utama manajemen pada olahraga renang tersebut.
Penggalian informasi dipusatkan pada keadaan struktur organisasi pada cabang olahraga
renang, sistem rekrutmen, manajemen sarana prasarana, manajemen pendanaan, serta
pelaksanaan latihan pada pusat pelatihan NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia khususnya pada cabang olahraga renang, maka perlu dilakukan penelitian
dengan judul, Manajemen Pembinaan Prestasi Olahraga Renang Pada NPC (National
Paralympic Committee) Indonesia.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarakan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah struktur organisasi NPC (National Paralympic Committee) Indonesia
pada pembinaan prestasi olahraga renang?
2. Bagaimana sistem rekrutmen NPC (National Paralympic Committee) Indonesia
pada pembinaan prestasi olahraga renang?
3. Bagaimana manajemen sarana prasarana NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang?
4. Bagaimana manajemen pendanaan NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang?
5. Bagaimana manajemen pelaksanaan latihan NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, penelitian ini mempunyai


tujuan untuk mengetahui:
1. Mendiskripsikan struktur organisasi NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang.
2. Mendiskripsikan sistem rekrutmen NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang.
3. Mendiskripsikan manajemen sarana prasarana NPC (National Paralympic
Committee) Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang.
4. Mendiskripsikan manajemen pendanaan NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang.
5. Mendiskripsikan manajemen pelaksanaan latihan NPC (National Paralympic
Committee) Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang.

D. Manfaat Penelitian
6
Penelitian ini penting untuk dilakukan dengan harapan dapat memberikan
manfaat antara lain:
1. Secara teoritis dapat dijadikan sebagai bahan dan sumber informasi tentang
manajemen pengelolaan yang dilakukan NPC (National Paralympic Committee)
Indonesia pada pembinaan prestasi olahraga renang sehingga dapat dimanfaatkan
oleh siapapun saja yang membutuhkan khasanah karya ilmiah.
2. Secara praktis dapat dijadikan sebagai petunjuk dan bahan perbandingan serta
masukan bagi NPC (National Paralympic Committee) Indonesia untuk lebih
meningkatkan manajemen yang sudah ada.