Anda di halaman 1dari 13

PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR

SIMPLISIA DAN EKSTRAK

PERCOBAAN V
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR SIMPLISIA DAN
EKSTRAK
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menetapkan kadar abu dan kadar
air simplisia dan ekstrak.
B. BAHAN
1. Klasifikasi Tanaman
a. Jambu biji (Psidii guajava L.)
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classes : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Familia : Myrteceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava L.
b. Kunyit (Curcuma domestica Val)
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Classes : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma domestica Val
c. Jahe (Zingiber officinale Rocs.)
Regnum : Plantae
Diviso : Magnoliophyta
Classes : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus : Zingiber

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

Spesies : Zingiber officinale Rocs.


d. Johar
Regnum : Plantae
Diviso : Magnoliophyta
Classes : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Cassia
Spesies : Cassia siamea Lamk
e. Kersen
Regnum : Plantae
Diviso : Magnoliophyta
Classes : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Elaeocarpaceae
Genus : Muntingia
Spesies : Muntingia calabura L.

2. Deskripsi Tanaman
a. Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Terna dengan batang berwarna semu hijau atau agak keunguan,
rimpang terbentuk dengan sempurna, bercabang-cabang, berwarna
jingga. Setiap tanaman berdaun 3 sampai 8 helai, panjang tangkai
daun beserta pelepah daun sampai 70 cm, tanpa lidah-lidah, berambut
halus jarang-jarang helaian daun berbentuk lanset lebar, ujung daun
lancip berekor, keselurahannya berwarna hijau atau hanya bagian atas
dekat tulang utama berwarna agak keunguan, panjang 28 cm sampai
85 cm, lebar 10 cm sampai 25 cm. perbungaan terminal, ganggang
berambut, bersisik, panjang ganggang 16 cm sampai 40 cm; tenda
bunga, panjang 10 cm sampai 19 cm, lebar 5 cm sampai 10 cm; daun
kelopak berambut, berbentuk lanset, pangjang 4 cm sampai 8 cm,
lebar 2 cm sampai 3,5 cm, daun kelopak yang paling bawah berwarna

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

hijau, berbentuk bundar telur, makin ke atas makin menyempit serta


memanjang, warna semu putih atau keunguan, kelopak berbentuk
tabung, panjang 9 mm sampai 13 mm, bergigi tiga dan tipis seperti
selaput; tajuk bagian bawah berbentuk tabung, pangjang lebih kurang
20 mm, berwarna krem, bagian dalam tabing berambut; tajuk bagian
ujung berbelah-belah, warna putih atau merah jambu, panjang 10 mm
sampai 15 mm, lebar 11 mm sampai 14 mm; bibir berbentuk bundar
telur, panjang 16 mm sampai 20 mm, lebar 15 mm sampai 18 mm,
warna jingga atau kuning keemasan dengan pinggir berwarna coklat
dan di tengahnya berwarna kemerahan.

b. Jambu biji (Psidium guajava L.)


Semak atau pohon, tinggi 3 meter sampai 10 m, kulit batang
halus permukaannya, berwarna coklat dan mudah mengelupas. Daun
berhadapan, bertulang menyirip, berbintik, berbentuk bulat telur agak
menjorong atau agak bundar sampai meruncing, panjang helai daum 6
cm sampai 14 cm, lebar 3 cm sampai 6 cm, panjang tangkai 3 mm
sampai 7 mm, daun yang muda berambut, daun yang tua permukaan
atasnya menjadi licin. Perbungaannya terdiri dari 1 sampai 3 bunga,
panjang ganggang perbungaan 2 cm sampai 4 cm ; panjang kelopak 7
mm sampai 10 mm; ajuk berbentuk bundar sungsang panjang 1,5 cm
sampai 2 cm. Buah bentuk bulat atau bulat telur, kalau masak
berwarna kuning, panjang 5 cm sampai 8,6 cm, berdaging yang
menyelimuti biji-biji daam massa berwarna kuning atau merah jambu.
c. Jahe (Zingiber officinale Rosc.)
Tema berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 meter, rimpang
bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15
mm sampai 23 mm, lebar 8 mm sampai 15 mm. tangkaidaun
berambut, panjang 2-4 mm. bentuk lidah daun memanjang, panjang
7,5 mm-1 cm, tidak berambut, seludang agak berambut. Perbungaan
berupa mulai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau
bulat telur yang sempit 2,75-3 kali lebarnya, sanat tajam, panjang

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

mulai 3,5 cm sampai 5 cm, lebar 1,5 cm-1,75 cm. gagang bunga
hampir tidak berambut, panjang 25 cm, rahis berambut jarang sisik
pada ganggang terdapat 5 buah sampai 7 buah, berbentuk lanset,
berdekatan atau rapat, hamper tidak berambut, pangjang sisik 3 cm-5
cm. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bulat pada
ujungnya, tidak berambut, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar
1 cm - 1,75 cm; mahkota bunga berbentuk tabung, panjang tabung 2
cm-2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam berwarna kuning
kehijauan, panjang 1,5 mm-2,5 mm, lebar 13 mm, kepala sari
berwarna ungu, panjang 9 mm, tangkai putik 2.
d. Johar (Cassia siamea Lamk)
Cassia siamea merupakan pohon berukuran sedang dengan
cabang yang kuat dan halus. Daunnya terdiri dari 7-10 pasang anak
daun, petiole (tangkai daun) mempunyai panjang 2-3 cm, dan tulang
daunnya sepanjang 10-25 cm. Kelopaknya berwarna kuning dan
panjangnya 1,5-2 cm. Buahnya seperti kacang polong sebanyak 20-30
buah dengan ukuran 1-1,5 cm. Bunga Johar memiliki panjang 15-60
cm dengan 10-60 kuntum bunga. Setiap bunga memiliki benang sari
10. Biji berwarna coklat terang mengkilap, bundar telur pipih dengan
ukuran 6,5-8 mm x 6 mm.
e. Kersen (Muntingia calabura L.)
Habitus : Pohon, tahunan, tinggi 2-10 m, berkayu, tegak, bulat,
percabangan simpodial, cabang berambut halus, coklat keputih-
putihan. Daun : Tunggal, berseling, bulat telur bentuk lanset, panjang
6-10 cm, ujung dan pangkal runcing, bergerigi, berbulu, pertulangan
menyirip, hijau, mudah layu. Bunga : tunggal, berkelamin 2, bunga 1-
3 menjadi satu di ketiak daun, mahkota lonjong, tepi rata, bulat telur
terbalik, gundul, putih, panjang 8-11 mm, tonjolan dasar bunga bentuk
cawan, benang sari panjang 0,5 cm, kuning, putik kecil, berlekuk 5-
6, putih. Buah : Buni, bulat, berdiameter 1 cm, merah. Biji : Bulat,

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

kecil, putih kekuningan, tiap buah mengandung ratusan biji. Akar :


Tunggang, putih kotor.

3. Deskripsi Simplisia
a. Jambu biji (Psidium guajava L.)
Bentuk berupa lembaran daun, warna hijau, bau khas aromatik,
rasa kelat. Daun tunggal, bertangkai pendek, panjang tangkai daun
0.5-1 cm, helai daun berbentuk bundar menjorong, panjang 5-13 cm,
lebar 3-6 cm, pinggir daun rata agak menggulung ke atas, permukaan
atas agak licin, warna hijau kecoklatan, ibu tulang daun dan cabang
menonjol pada permukaan bawah, bertulang menyirip.
b. Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Kepingan ringan, rapuh, warna kuning jingga, kuning jingga
kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan, bau khas, rasa agak
pahit, agak pedas lama kelamaan menimbulkan rasa tebal, bentuk
hampir bundar sampai bulat panjang, kadang-kadang bercabang, lebar
0.5-3 cm, panjang 2-6 cm tebal 1-5 mm, umumnya melengkung tidak
beraturan, kadang-kadang terdapat pangkal upih daun dan pangkal
akar. Batas korteks dan silinder pusat kadang-kadang jelas.Bekas
patahan agak rata, berdebu, warna kuning jingga sampai coklat
kemerahan.
c. Jahe (Zingiber officinale Rosc.)
Rimpang agak pipih, bagian ujung bercabang pendek, warna
putih kekuningan bau khas, rasa pedas. Bentuk bundar telur terbalik,
pada setiap cabang terdapat parut melekuk ke dalam. Dalam bentuk
potongan, panjang umumnya 3-4 cm, tebal 1-6.5 mm. Bagian luar
berwarna coklat kekuningan, beralur memanjang, kadang-kadang
terdapat serat bebas. Bekas patahan pendek dan berserat menonjol.
Pada irisan melintang terdapat berturut-turut korteks sempit yang
tebalnya lebih kurang sepertiga jari-jari dan endodermis. Berkas

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

pengangkut tersebar barwarna keabu-abuan. Sel kelenjar berupa titik


yang lebih kecil berwarna kekuningan.
d. Johar (Cassia siamea Lamk)
Serbuk berwarna hijau. Berbau lemah dan rasa tawar. Fragmen
pengenal adalah fragmen rambut penutup terdiri dari satu sel, dinding
tampak keriting; fragmen lamina daun; hablur kalsium oksalat bentuk
prisma; fragmen epidermis atas; fragmen epidermis bawah terpotong
tangensial dengan stomata dan rambut penutup; fragmen serabut
hablur; fragmen berkas pembuluh.
e. Kersen (Muntingia calabura L.)
Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris,
bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing, 1-4 4-14
cm, sisi bawah berambut kelabu rapat; bertangkai pendek. Daun
penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang, lk. 0,5 cm, agak
lama lalu mengering dan rontok, sementara sebelah lagi rudimenter.

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

C. HASIL PENGAMATAN
1. Tabel Pengamatan
a. Penetapan Kadar Air
No. Nama Ekstrak Kadar air (%)
1. Kunyit (Curcuma domestica Val.) 25
2. Daun Jambu buji (Psidium guajava L.) 37
3. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) -
4. Daun Kersen (Muntingia calabura L.) -
5. Daun Johar (Cassia siamea Lamk) -

b. Penetapan Kadar Abu


No. Nama Ekstrak Kadar Abu (%)
1. Kunyit (Curcuma domestica Val.) 4
2. Daun Jambu buji (Psidium guajava L.) 32
3. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) -
4. Daun Kersen (Muntingia calabura L.) -
5. Daun Johar (Cassia siamea Lamk) 3,45

2. Perhitungan
a. Penentuan Kadar Air
Ekstrak kunyit
Dik :
Berat cawan porselin = 26,0366 gram
Berat ekstrak = 1 gram
Berat cawan + sampel setelah pemijaran = 26,78 gram
Dit. Kadar air = .???
Penyelesaian :

Kadar air = x 100%

(26,03 + 1) (26,78)
= x 100% = 25%
1

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

Ekstrak Daun Jambu Biji


Dik :
Berat cawan porselin = 30,01 gram
Berat ekstrak = 1 gram
Berat cawan + sampel setelah pemijaran = 31,38 gram
Dit. Kadar air = .???
Penyelesaian :

Kadar air = x 100%

31,38 30,01
= x 100% = 37%
1

b. Penentuan Kadar Abu


Ekstrak kunyit
Dik.
Berat cawan porselin = 27,02 gram
Sampel + cawan setelah pemjaran = 27,06 gram
Dit. Kadar abu = ..??
Penyelesaian :

Kadar abu = x 100%
( + )( )
= x100%

27,06 27,02
= x 100%
1

= 4%
Ekstrak daun johar
Dik.
Berat cawan porselin = 26,2490 gram
Sampel + cawan setelah pemjaran = 26,2835 gram
Dit. Kadar abu = ..??
Penyelesaian :

Kadar abu = x 100%
( + )( )
=
x100%

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

26,283526,2490
= x 100 %
1 gram

= 3,45 %

Ekstrak Daun jambu biji


Dik.
Berat cawan porselin = 30,72
Sampel + cawan setelah pemijaran = 31,04
Dit. Kadar abu =.....??
Penyelesaian:


Kadar abu = x 100%
( + )( )
= x100%

31,0430,72
= x 100
1

= 32%

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

D. PEMBAHASAN
Penetapan fisis dari simplisia dan ekstrak dilakukan berupa penetapan
kadar abu sisa pemijaran (kadar abu total) dan kadar air. Pemeriksaan ini
digunakan untuk mengidentifikasi suatu simplisia karena tiap simplisia
mempunyai kandungan air atau kadar abu yang berbeda-beda, dimana bahan
anorganik yang terdapat dalam simplisia tersebut ada yang terbentuk secara
alami dalam tumbuhan. Prinsipnya adalah bahan dipanaskan pada temperature
dimana senyawa oraganik dan turunannya terdekstruksi dan menguap hingga
tersisa unsur mineral organik.
Kadar air merupakan banyaknya air yang terkandung dalam bahan yang
dinyatakan dalam persen. Kadar air merupakan salah satu karakteristik yang
sangat penting pada suatu bahan simplisia atau ekstrak, karena air dapat
mempengaruhi penampakan, tekstur, dan cita rasa pada bahan tersebut.
Penentuan kadar air sangat penting dalam banyak masalah industri, misalnya
dalam evaluasi kehilangan selama pengolahan. Kita harus tahu kandungan air
untuk pengolahan optimum suatu bahan simplisia dan ekstrak. Sebab, kadar air
yang tinggi mengakibatkan mudahnya bakteri, kapang, dan khamir untuk
berkembang biak, sehingga akan terjadi perubahan pada suatu sediaan.
Kadar air dapat ditetapkan dengan metode oven. Prinsip dari metode
oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan
menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu tinggi selama waktu
tertentu. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan merupakan
kadar air. Suhu yang digunakan untuk menguapkan air tersebut adalah 1050C
Kelebihan metode ini adalah prosedurnya yang sederhana dan data yang
diperoleh cukup baik dan akurat.. Sebelum dipanaskan dalam oven, cawan
kosong dan simplisia yang akan ditentukan kadar airnya ditimbang untuk
mengetahui beratnya. Cawan dan simplisia yang telah dioven kemudian
ditimbang beratnya. Pemanasan dalam oven dilakukan berulang hingga bahan
mencapai berat yang konstan. Hasil penimbangan dirata-ratakan dan ditentukan
banyak air yang menguap. Jumlah air yang menguap setara dengan kadar air
yang terkandung pada simplisia. Dari hasil pengukuran, diperoleh kadar air

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

pada simplisia kunyit sebesar 25% dari 1 gram simplisia. Kadar ini masih di
bawah batas yang telah ditetapkan, sehingga bahan simplisia kunyit merupakan
bahan yang baik untuk digunakan sebagai bahan olahan sediaan obat.
Kadar abu merupakan campuran dari komponen anorganik atau mineral
yang terdapat pada suatu bahan pangan. Penetapan kadar abu bertujuan
memberi gambaran kandungan mineral internal dan eksternal dalam simplisia,
mulai dari proses awal sampai terbentuknya ekstrak. Kadar abu diperiksa untuk
menetapkan tingkat pengotoran oleh logam-logam dan silikat. Dalam
penetapan kadar abu, kadar yang yang terukur merupakan bahan-bahan
anorganik yang tidak terbakar dalam proses pengabuan, sedangkan bahan-
bahan organik terbakar. Kadar abu dalam suatu bahan sangat mempengaruhi
sifat dari bahan tersebut. Kandungan abu dan komposisinya bergantung pada
macam bahan dan cara pengabuan yang digunakan.
Penetapan kadar abu dalam suatu bahan dapat ditentukan dengan metode
tanur. Prinsip dari pengabuan cara langsung yaitu dengan mengoksidasi semua
zat organik pada suhu tinggi, yaitu sekitar 500600oC dan kemudian
melakukan penimbangan zat yang tertinggal setelah proses pembakaran
tersebut. Pengabuan dilakukan melalui 2 tahap yaitu pemanasan pada suhu
300oC yang dilakukan dengan maksud untuk dapat melindungi kandungan
bahan yang bersifat volatil dan bahan berlemak hingga kandungan asam hilang.
Pemanasan dilakukan sampai asap habis. Kemudian pemanasan pada suhu
800oC yang dilakukan agar perubahan suhu pada bahan maupun porselin tidak
secara tiba-tiba agar tidak memecahkan krus yang mudah pecah pada
perubahan suhu yang tiba-tiba. Setelah pemanasan, ditimbang bobot yang
berkurang setelah pengabuan. Kadar abu yang diperoleh dinyatakan dalam %
abu. Kadar abu yang diperoleh pada simplisia kunyit sebesar 4%. Kadar ini
masih di bawah batas yang telah ditetapkan, sehingga bahan simplisia kunyit
merupakan bahan yang baik untuk digunakan sebagai bahan olahan sediaan
obat.

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

E. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kadar air
yang terkandung dalam simplisia dan ekstrak kunyit sebesar 25%. Sedangkan
kadar abu yang terkandung dalam simplisia dan ekstrak kunyit sebesar 4%.

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036
PENETAPAN KADAR ABU DAN KADAR AIR
SIMPLISIA DAN EKSTRAK

DAFTAR PUSTAKA
BPOM RI, 2010, Acuan Sediaan Herbal, Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia, Jakarta.

Dalimartha, Setiawan, 1999, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, Trubus


Agriwidya, Jakarta.

Ditjen POM, 1989, Materi Medika Indonesia Jilid 5, Departemen Republik


Indonesia, Jakarta.

Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid 3, Departemen Kehutanan,


Jakarta.

Steenis, Van, C.G.G.J., 1978, Flora, P.T. Pradnya Paramita, Jakarta.

Tjitrosoepomo, Gembong, 2001, Morfologi Tumbuhan, UGM Press, Yogyakarta.

ISTAR FEBRIANTI RINA ANDRIANI, S.Farm., Apt.


F1F1 12 036