Anda di halaman 1dari 7

BAB III

KERANGKA KONSEP PENELITIAN

A. KERANGKA KONSEP
Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap
konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti. Berdasarkan landasan teori yang telah
diuraikan dalam teori terkait, maka pada BAB ini peneliti menentukan kerangka konsep
penelitian yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen
(variabel bebas) merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya
variabel dependen (terikat).
Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap dan
perilaku pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Sedangkan variabel
dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam
menjalani program terapi hemodialisa.

31
32

Kerangka Konsep Penelitian

Variabel Independen Variabel dependen

1. Pengetahuan (X1)

X1

X1+X2
Kepatuhan pasien
X2 dalam menjalani
2. Sikap (X2) program terapi X1+X3
X1+X2+X3 hemodialisa (Y)

X2+X3

X3

3. Perilaku (X3)

Karakteristik Responden :

1. Umur
2. Jenis Kelamin
3. Pendidikan
4. Penghasilan

Variabel Perancu :

1. Kemudahan untuk
mencapai RS
2. Jarak tempat tinggal pasien
dengan RS
3. Motivasi keluarga
33

Ket : Dihubungkan

Tidak dihubungkan

Diteliti

Tidak diteliti

B. HIPOTESIS
Hipotesis adalah suatu pernyataan asumsi tentang hubungan antara dua atau lebih
variabel yang di harapkan bisa menjawab suatu pertanyaan dalam penelitian. Setiap
hipotesis terdiri dari suatu unit atau bagian dari permasalahan (Nursalam, 2008)
Terdapat dua macam hipotesa yaitu hipotesa nol (H0) dan Hipotesa alternatif
(Ha). Hipotesa nol adalah hipotesis yang menyatakan hubungan yang definitif dan tepat
diantara dua variabel. Secara umum hipotesis nol diungkapkan sebagai tidak terdapatnya
hubungan (signifikan) antara dua variabel. Hipotesis alternative (Ha) menyatakan ada
hubungan antara dua variabel atau lebih.
Dalam penelitian ini hipotesa yang dirancang peneliti adalah :
Ha : Diduga ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kepatuhan
pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program terapi hemodialisa.
H0 : Diduga tidak ada hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kepatuhan
pasien gagal ginjal kronok dalm menjalani program terapi hemodialisa.
34

C. DEFINISI OPERASIONAL
Definisi operasional adalah mendefinisikan secara operasionak berdasarkan
karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau
pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Aziz, 2008).
Tabel 3.1 Definisi Operasional
N Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Hasil ukur Skala
o Operasional ukur

1 Pengetahuan Pemahaman Menggunakan skala Kuesioner 1. Tingkat Ordinal


Pasien GGK dan Guttman yaitu pengetahuan pengetahuan
tentang pengetahuan multiple choise. baik, jika
hemodialisa responden Setiap jawaban yang median.
tentang dijawab dengan
definisi, benar diberi nilai 1, 2. Tingkat

tujuan serta setiap jawaban pengetahuan


hemodialisa. yang salah diberi tidak baik,
nilai 0. Nilai ini jika
selanjutnya menjadi <
standar. median
2 Sikap pasien Merupakan Menggunakan skala Kuesioner 1. Sikap positif Ordinal
GGK suatu Likert, yaitu dengan Sikap jika nilai
terhadap tindakan atau menggunakan sangat jawaban
hemodialisa sikap tidak setuju (STS), yang benar
responden tidak Setuju (TS), median.
terhadap Setuju (S), sangat
terapi setuju (SS), Jumlah 2. Sikap

hemodialisa skor sikap negative,


seluruhnya adalah jika nilai
poin. Untuk nilai jawaban
tertinggi yaitu 4 dan benar
nilai terendah yaitu <
1. median.
35

3 Perilaku Merupakan Menggunakan skala Kuisioner 1. Perilaku Ordinal


pasien GGK perilaku yang likert, pertanyaan perilaku baik jika
dalam sesuai dan untuk perilaku jumlah skor
menjalani tidak sesuai menjalani program median
program dengan terapi.
terapi ketentuan Untuk nilai tertinggi 2. Perilaku

hemodialisa dalam nilainya 4 dan nilai buruk jika


menjalani terendah yaitu 1. jumlah skor
program < median.
terapi
hemodialisa

4 Kepatuhan Tindakan Menggunakan skala Kuisioner 1. Patuh = jika Ordinal


dalam pasien likert, pertanyaan ini kepatuhan jumlah
menjalankan menjalankan untuk variabel skor
hemodialisa. hemodialisa. kepatuhan. Untuk responden
nilai tertinggi median
nilainya 4 dan nilai
terendah yaitu 1. 2. Tidak

dikatakan patuh jika patuh jika


jumlah skor jumlah skor
median, dan tidak responden
patuh jika jumlah < median
skor < dari median.
36

5 Usia Lamanya Menjawab Kuisioner 1. < 40 th Ordinal


hidup dari pertanyaan dengan usia pasien 2. 40 th
responden checklist () pada
yang dihitung kolom yang telah
dengan tahun tersedia.
mulai dari
lahir sampai
saat
dilakukan
penelitian.

6 Jenis kelamin Perbedaan Menggunakan skala Kuisioner 1. Laki laki Nominal


fisik seperti Guttman yaitu jenis kelamin 2. perempuan
laki-laki dan mengisi pilihan jenis pasien
perempuan. kelamin laki laki
atau perempuan
7 Tingkat Jenjang Menjawab Kuisioner 1. rendah Ordinal
pendidikan pendidikan pertanyaan dengan tingkat (SD,SMP)
terakhir yang checklist () pada pendidikan 2. tinggi
telah kolom yang telah (SMA,perg
ditamatkan tersedia. uruan
responden tinggi)
37

8 Penghasilan Besar Responden diminta Kuesioner 1. Penghasilan Ordinal


penghasilan Menjawab tinggi ( bila
responden pertanyaan dengan Rp.
berdasarkan checklist () pada 1.400.000)
Upah kolom yang telah 2. Penghasilan
Minimum tersedia. rendah (bila
Region < Rp.
(UMR) yang 1.400.000)
didapat dari
pekerjaannya
saat
megadakan
penelitian