Anda di halaman 1dari 12

NILAI PERSONAL DAN NILAI LUHUR

PROFESI DALAM
PELAYANAN KEBIDANAN
20 Januari 2015 | wiwikspl

NILAI PERSONAL DAN NILAI LUHUR PROFESI DALAM PELAYANAN


KEBIDANAN

Pengertian Nilai

Nilai nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu
standar atau pegangan yang mengarah pada sikap atau perilaku seseorang. Sistem nilai dalam
suatu organisasi adalah tentang nilai nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai
perilaku personal.

Nilai merupakan milik setiap pribadi yang mengatur langkahlangkah yang seharusnya
dilakukan karena merupakan cetusan dari hati nurani yang dalam dan di peroleh seseorang sejak
kecil. Nilai dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, yang mendapat perhatian khusus,
terutama bagi para petugas kesehatan karena perkembangan peran menjadikan mereka lebih
menyadari nilai dan hak orang lain.

Klasifikasi nilai- nilai adalah suatu proses dimana seorang dapat menggunakannya untuk
mengidentifikasi nilai-nilai mereka sendiri. Seorang bidan dalam melaksanakan asuhan
kebidanannya. Selain menggunakan ilmu kebidanan yang ia miliki juga diperkuat oleh nilai yang
ada didalam diri mereka

Penyerapan / Pembentukan Nilai

1. Pengertian Dasar Etika

Istilah atau kata etika sering kita dengar, baik di ruang kuliah maupun dalam kehidupan sehari-
hari tidak hanya dalam segi keprofesian tertentu, tetapi menjadi kata-kata umum yang sering
digunakan, termasuk diluar kalangan cendekiawan. Dalam profesi bidan etika lebih dimengerti
sebagai filsafat moral.

Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani etos dalam bentuk tunggal
mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap
dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak kata etha mempunyai arti adat kebiasaan. Menurur filsuf
Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Sehingga
berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti : ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu
tentang adat kebiasaan.

1. Pengenalan Etika Umum

2. Hati Nurani

Hati nurani akan memberikan penghayatan tentang baik atau buruk berhubungan dengan tingkah
laku nyata kita. Hati nurani memerintahkan atau melarang kita untuk melakukan sesuatu
sekarang dan disini. Ketika kita tidak mengikuti hati nurani berarti kita menghancurkan integritas
kepribadian kita dan mengkhianati martabat terdalam kita. Hati nurani berkaitan erat dengan
kenyataan bahwa manusia mempunyai kesadaran.

Terdapat hubungan timbal balik antara kebebasan dan tanggung jawab, sehingga pengertian
manusia bebas dengan sendirinya menerima juga bahwa manusia itu bertanggung jawab tanpa
kebebasan.

Batas-batas kebebasan meliputi :

Faktor internal

Lingkungan

Kebebasan orang lain.

Generasi penerus yang akan datang

2. Nilai dan Norma

Nilai merupakan sesuatu yang baik , sesuatu yang menarik, sesuatu yang dicari, sesuatu yang
menyenangkan, sesuatu yang disukai, sesuatu yang diinginkan. Sedangkan Norma adalah aturan-
aturan yang menyertai nilai.

3. Hak dan Kewajiban

Hak berkaitan degan kewjiban yang bebas, terlepas dari segala ikatan dengan hukum objek.

4. Amoral dan Immoral

Menurut Oxford Dictionary kata amoral dijelaskan sebagai unconcerned with, out of spere of
moral, non moral, diluar etis,Non moral. Sedangkan Immoral berarti opposed to morality,
morally evil, yang berarti bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk, tidak
etis.

5. Moral dan Agama


Agama mempunyai hubungan erat dengan moral. Dasar terpenting dari tingkah laku moral
adalah agama. Mengapa perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, dasarnya adalah agama
melarang untuk melakukannya. Agama mengatur bagaimana cara kita hdup. Setiap agama
mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi setiap penganutnya. Dalam agama
kesalahan moral adalah dosa, tetapi dari sudut filsafat moral , kesalahan moral adalah
pelanggaran prinsip etis,. Bagi penganut agama, Tuhan adalah jaminan berlakunya tatanan moral.

1. Kode Etik Bidan Indonesia

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/ Mengkes/SK/III/2007


Tentang Standar Profesi Bidan, didalamnya terdapat Kode Etik Bidan Indonesia. Deskripsi Kode
Etik Bidan Indonesia adalah merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal
dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang
memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi.

Berikut ini merupakan kode etik Bidan Indonesia :

1. Mukadimah

Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan yang luhur demi
tercapainya :

1945. Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-
undang Dasar 1945.

1946. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

1947. Tingkat kesehatan yang optimal bagi setiap warga Negara Indonesia.

Maka Ikatan Bidan Indonesia sebagai organisasi profesi kesehatan yang menjadi wadah
persatuan dan kesatuan para bidan di Indonesia Menciptakan Kode Etik Bidan Indonesia yang
disusun atas dasar penekanan keselamatan klien diatas kepentingan lainnya.

Terwujudnya kode etik ini merupakan bentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan
untuk memberikan pelayanan kesehatan pada umumnya, KIA/KB dan Kesehatan Keluarga pada
khususnya. Mengupayakan segala sesuatu agar kaumnya pada detik-detik yang sangat
menentukan pada saat menyambut kelahiran insan generasi secara selamat, aman dan nyaman
merupakan tugas sentral dari para bidan.

1. Etika Moral dan Nilai Dalam Praktik Kebidanan

Kemajuan ilmu pngetahuan dan teknologi dalam segala bidang berpengaruh terhadap
meningkatya kritis masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan terutama pelayanan
kebidanan. Menjadi tantangan bagi profesi bidan untuk mengembangkan kompetensi dan
profesionalisme dalam menjalankan praktik kebidanan serta dalam memberikan pelayanan
berkualitas.
Sikap etis profesional bidan akan mewarnai dalam setiap langkahnya, termasuk dalam
mengambil keputusan dalam merespon situasi yang muncul dalam usaha. Pemahaman tentang
etika dan moral menjadi bagian yang fundamental dan sangat penting dalam memberikan asuhan
kebidanan. dengan senantiasa menghormati nilai-nilai pasien.

Etika merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah,
kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Etika berfokus pada prinsip dan
konsep yang membimbang manusia berfikir dan bertindak dalam kehidupannya dilandasi nilai-
nilai yang dianutnya.

1. Perilaku Etis Profesional Bidan

Bidan harus memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan kebidanan yang
berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan kebidanan. Pengetahuan
tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan bidan dan berlanjut pada forum atau kegiatan
ilmiah baik formal atau non formal dengan teman, sejawat, profesi lain maupun masyarakat.
Salah satu perilaku etis adalah bila bidan menampilkan prilaku pengambilan keputusan yang etis
dalam membantu memecahkan masalah klien. Dalam membantu memecahkan masalah ini bidan
menggunakan dua pedekatan dalam asuhan kebidanan, yaitu :

1. Pendekatan berdasarkan prinsip

Pendekatan berdasarkan prinsip sering dilakukan dalam etika kedokteran atau kesehatan untuk
menawarkan bimbingan tindakan khusus.

2. Pendekatan berdasarkan asuhan atau pelayanan

Bidan memandang care atau asuhan sebagai dasar dan kewajiban moral. Hubungan bidan dengan
pasien merupakan pusat pedekataan berdasarkan asuhan, dimana memberikan perhatian khusus
kepada pasien.

Nilai Personal Dan Nilai Luhur Profesi

1. Pengertian nilai profesi

Nilai personal merupakan nilai yang timbul dari pengalaman pribadi seseorang, nilai tersebut
membentuk dasar perilaku seseorang yang nyata melalui pola prilaku yang konsisten dan
menjadi control internal bagi seseorang, serta merupakan komponen intelektual dan emosional
dari seseorang.

1. Pengertian nilai luhur


Nilai luhur Merupakan suatu keyakinan dan sikap-sikap yang dimiliki oleh setiap orang, dimana
sikap-sikap tersebut berupa kebaikan, kejujuran, kebenaran yang berorientasi pada tindakan dan
pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang.

Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan yaitu suatu penerapan fungsi nilai dalam etika profesi
seorang bidan, dimana seorang bidan yang professional dapat memberikan pelayanan pada klien
dengan berdasarkan kebenaran, kejujuran, serta ilmu yang diperoleh agar tercipta hubungan yang
baik antara bidan dan klien.

Kebijaksanaan Dan Nilai-Nilai

1. Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan

2. Pengertian

Issue adalah suatu berita yang tidak belum tentu benar kerjasamanya, dimana berita itu bisa
benar atau salah. Issue dapat menimbulkan pro dan kontra terhadap suatu hal, yang masing-
masing memiliki argumentasi/issue merupakan topic yang menarik untuk didiskusikan,
argumentasi yang timbul akan bervariasi, issue muncul karena adanya perbedaan nilai-nilai dan
kepercayaan.Isu merupakan gosip atau kabar yang belum pasti, bukan merupakan kenyataan dan
lebih kearah negatif.

Etik atau Etika berasal dari bahasa yunani dari kata Ethos yang berarti kebiasaan kebiasaan
atau tingkah laku manusia.dalam bahasa inggris disebut Ethisyang mempunyai pengertian
sebagai ukuran tingkah laku atau peri laku manusia yang baik,yakni tindakan yang tepat,yang
harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. Istilah etik yang kita gunakan
sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah,dan moral yaitu mengenai apa yang
dianggap baik atau buruk dimasyarakat dalam kurun waktu tertentu,sesuai dengan perubahan /
perkembangan norma/nilai dikatakan kurun waktu tertentu,karena etik dan moral bisa berubah
dengan lewatnya waktu. Etik sebagai kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak,
nilai benar dan salah yang dianut suatu organisasi atau masyarakat Kebidanan adalah seni dan
praktek yang mengkombinasikan keilmiahan, filosofi dan pendekatan pada manusia sebagai
syarat atau ketetapan dalam pemeliharaan kesehatan wanita dan proses reproduksinya yang
normal, termasuk kelahiran bayi yang mengikutsertakan keluarga dan atau orang yang berarti
lainnya. (Lang,1979.)

1. Istilah Etik Dalam Masalah Kebidanan

Legislasi (liebberman, 1970)

Ketetapan hukum yang mengatur hak dan kewajiban seseorang yang berhubungan erat dengan
tindakan.

Lisensi
Pemberian ijin praktek sebelum diperkenankan melakukan pekerjaan yang telah
ditetapkan.tujuannya untuk membatasi pemberian kewenangan dan untuk meyakinkan klien.

Deontologi/tugas

Keputusan yang diambil berdasarkan keterikatan/hubungan dengan tugas.dalam pengambilan


keputusan,perhatian utama pada tugas.

Hak

Keputusan berdasarkan hak seseorang yang tidak dapat diganggu.hak berbeda dengan
keinginan,kebutuhan dan kepuasan.

Instutionist

Keputusan diambil berdasarkan pengkajian dari dilema etik dari kasus per kasus.dalam teori ini
ada beberapa kewajiban dan peraturan yang sama pentingnya.

Beneficience keputusan yang diambil harus selalu menguntungkan klien.

Mal-eficience : keputusan yang diambil merugikan pasien.

Malpraktek/lalai

Mal praktek terjadi karena :

Ceroboh

Lupa

Gagal mengkomunikasikan

Pertimbangan Nilai-Nilai

Pada tahun 1985, The American Association Colleges Of Nursing melaksanakan suatu proyek
termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai nilai personal dalam praktik kebidanan
profesional. Perkumpulan ini mengidentifikasikan tujuh nilai-nilai personal profesional, yaitu :

1. Aesthetics (keindahan).

Kualitas obyek suatu peristiwa / kejadian, seseorang memberikan kepuasan termasuk


penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan kepedulian.

2. Alturisme (mengutamakan orang lain).


Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk keperawatan atau kebidanan,
komitmen, asuhan, kedermawanan / kemurahan hati serta ketekunan.

3. Equality (kesetaraan).

Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap kejujuran, harga diri dan
toleransi.

4. Freedom (kebebasan).

Memiliki kafasitas untuk memiliki kegiatan termasuk percaya diri, harapan, disiplin, serta
kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.

5. Human digrity (martabat manusia).

Berhubungan dengan penghargaan yang melekat terhadap martabat manusia sebagai individu,
termasuk didalamnya yaitu kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan, dan penghargaan penuh
terhadap kepercayaan.

6. Justice ( keadilan).

Menjunjung tinggi moral dan prinsip prinsip legal. Temasuk objektifitas, moralitas, integritas,
dorongan dan keadilan serta keawajaran.

7. Truth (kebenaran).

Menerima kenyataan dan realita. Termasuk akontabilitas, kejujuran, keunikan, dan reflektifitas
yang rasional.

.1 Pengertian Nilai dan Pelayanan Kebidanan


2.2.1 Nilai
Nilai nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu
standar atau pegangan yang mengarah pada sikap / prilaku seseorang. System nilai dalam suatu
organisasi adalah tentang nilai nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai
perilaku personal.
Nilai merupakan milik setiap pribadi yang mengatur langkah langkah yang seharusnya
dilakukan karena merupakan cetusan dari hati nurani yang dalam dan di peroleh seseorang sejak
kecil.
Nilai dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, yang dewasa ini mendapat perhatian khusus,
terutama bagi para petugas kesehatan karena perkembangan peran menjadikan mereka lebih
menyadari nilai dan hak orang lain.
Klasifikasi nilai- nilai adalah suatu proses dimana seorang dapat menggunakannya untuk
mengidentifikasi nilai- nilai mereka sendiri. Seorang bidan dalam melaksanakan asuhan
kebidanannya. Selain menggunakan ilmu kebidanan yang ia miliki juga diperkuat oleh nilai yang
ada didalam diri mereka
Nilai Menurut para Ahli
1. Kimball Young
Mengemukakan nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang
dianggap penting dalam masyarakat.
2. A.W.Green
Nilai adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
3. Woods
Mengemukakan bahwa nilai merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
4. M.Z.Lawang
Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang pantas,berharga,dan
dapat memengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.
5. Hendropuspito
Menyatakan nilai adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna
fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.
6. Karel J. Veeger
Menyatakan sosiologi memandang nilai-nilai sebagai pengertian-pengertian (sesuatu di dalam
kepala orang) tentang baik tidaknya perbuatan-perbuatan. Dengan kata lain, nilai adalah hasil
penilaian atau pertimbangan moral.
2.1.2 Pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui asuhan kebidanan kepada klien
yang menjadi tanggung jawab bidan, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, BBL, keluarga
berencana (KB), termasuk kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan keshatan masyarakat.

2.2 Ciri Ciri dan klasifikasi Nilai Sosial


2.2.1 Ciri ciri nilai sosial
Ciri nilai sosial di antaranya sebagai berikut.
Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
Cenderung berkaitan satu sama lain
2.2.2 Klasifikasi nilai sosial
Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan
nilai mendarah daging (internalized value)
Nilai dominan
Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan
tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut.
Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contoh, sebagian besar anggota masyarakat
menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi,
hukum, dan sosial.
Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat.
Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh, orang
Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan,
seperti Lebaran atau Natal.
Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil
dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.
Nilai mendarah daging (internalized value)
Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga
ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi
(bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila
nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang
kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai
kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guu yang melihat siswanya gagal
dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.
Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku
dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang
dalam masyarakat.
Menurut Notonegoro,nilai sosial terbagi 3, yaitu:
1) Nilai Material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi fisik/jasmani seseorang.
2) Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang mendukung aktivitas seseorang.
3) Nilai Kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jiwa/psikis seseorang.
2.3 Nilai personal dalam pelayanan kebidanan
2.3.1 Pengertian Nilai personal
Nilai personal merupakan nilai yang timbul dari pengalaman pribadi seseorang, nilai tersebut
membentuk dasar prilaku seseorang yang nyata melalui pola prilaku yang konsisten dan menjadi
control internal bagi seseorang, serta merupakan komponen intelektual dan emosional dari
seseorang.

2.3.2 Nilai personal profesi


Pada tahun 1985, The American Association Colleges Of Nursing melaksanakan suatu proyek
termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai nilai personal dalam praktek kebidanan
profesional. Perkumpulan ini mengidentifikasikan tujuh nilai-nilai personal profesi, yaitu :
1) Aesthetics (keindahan)
Kualitas obyek suatu peristiwa / kejadian, seseorang memberikan kepuasan termasuk
penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan kepedulian.
2) Alturisme (mengutamakan orang lain)
Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk keperawatan atau kebidanan,
komitmen, asuhan, kedermawanan / kemurahan hati serta ketekunan.
3) Equality (kesetaraan)
Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap kejujuran, harga diri dan
toleransi.
4) Freedom (kebebasan)
Memiliki kafasitas untuk memiliki kegiatan termasuk percaya diri, harapan, disiplin, serta
kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.
5) Human digrity (martabat manusia)
Berhubungan dengan penghargaan yang melekat terhadap martabat manusia sebagai individu,
termasuk didalamnya yaitu kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan, dan penghargaan penuh
terhadap kepercayaan.
6) Justice ( keadilan)
Menjunjung tinggi moral dan prinsip prinsip legal. Temasuk objektifitas, moralitas, integritas,
dorongan dan keadilan serta keawajaran.
7) Truth (kebenaran)
Menerima kenyataan dan realita. Termasuk akontabilitas, kejujuran, keunikan, dan reflektifitas
yang rasional.
2.3.3 Kewajiban personal seorang bidan
Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir)
1. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya
dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.
2. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat
kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan.
3. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan
tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat.
4. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien, menghormati hak
klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
5. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,
keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
kemampuan yang dimilikinya.
6. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan -
tugasnya, dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya
secara optimal.
Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) :
1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien, keluarga dan
masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien,
keluarga dan masyarakat.
2. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil
keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan.
3. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan
kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien.
Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) :
1. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana
kerja yang serasi.
2. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya
maupun tenaga kesehatan lainnya.
Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) :
1. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan
menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada
masyarakat.
2. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya
seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang
dapat meningkatkan mute dan citra profesinya.
Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) :
1. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya
dengan baik.
2. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kewajiban bidan terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air (2 butir) :
1. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan
pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan
keluarga dan masyarakat.
2. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada
pemerintah untuk- meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan
KIA/KB dan kesehatan keluarga.

2.4 Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan


2.4.1Pengertian nilai luhur
Merupakan suatu keyakinan dan sikap-sikap yang dimiliki oleh setiap orang, dimana sikap-sikap
tersebut berupa kebaikan, kejujuran, kebenaran yang berorientasi pada tindakan dan pemberian
arah serta makna pada kehidupan seseorang.
Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan yaitu suatu penerapan fungsi nilai dalam etika profesi
seorang bidan, dimana seorang bidan yang professional dapat memberikan pelayanan pada klien
dengan berdasarkan kebenaran, kejujuran, serta ilmu yang diperoleh agar tercipta hubungan yang
baik antara bidan dan klien.
2.4.2 Penerapan nilai luhur
Seorang bidan harus mampu menerapkan nilai nilai luhur dimanapun dan kapanpun dia
memberikan pelayanan kebidanan. Karena nilia luhur dalam praktek kebidanan sangat
menunjang dalam proses pelayanan serta pemberian asuhan pada klien.
Nilai luhur yang dimiliki oleh setiap orang mempunyai kadar yang berbeda. Nilai luhur
tergantung oleh setiap individu, bagaimana cara individu menerapakan dan mengelola dalam
kehidupannya.
Nilai luhur bukan hanya diterapkan pada klien saja, tetapi juga pada rekan rekan seprofesi,
tenaga kesehatan lainnya, serta masyarakat secara umum. Sebab hubungan yang dijalin
berdasarkan nilai nilai luhur dapat membantu dalam peningkatan paradigma kesehatan,
khususnya dalam praktek kebidanan.

Nilai nilai luhur yang sangat diperlukan oleh bidan yaitu :


Kejujuran
Lemah lembut
Ketetapan setiap tindakan
Menghargai orang lain
2.4.3 Dasar pelayanan kebidanan yang baik
1. Rasa kecintaan pada sesama manusia
2. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tolong menolong dalam menghadapi pasien
3. Mengembangkan sikap tidak semena mena terhadap orang lain
4. Menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan
5. Memberi pelayanan kesehatan pada ibu dan anak
6. Berani membela kebenaran dan keadilan
7. Mengmbangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain
8. Bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Nilai nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu
standar atau pegangan yang mengarah pada sikap / prilaku seseorang. System nilai dalam suatu
organisasi adalah tentang nilai nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai
perilaku personal.
Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui asuhan kebidanan kepada klien
yang menjadi tanggung jawab bidan, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, BBL, keluarga
berencana (KB), termasuk kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan keshatan masyarakat.
Nilai personal merupakan nilai yang timbul dari pengalaman pribadi seseorang, nilai tersebut
membentuk dasar prilaku seseorang yang nyata melalui pola prilaku yang konsisten dan menjadi
control internal bagi seseorang, serta merupakan komponen intelektual dan emosional dari
seseorang.
Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan yaitu suatu penerapan fungsi nilai dalam etika profesi
seorang bidan, dimana seorang bidan yang professional dapat memberikan pelayanan pada klien
dengan berdasarkan kebenaran, kejujuran, serta ilmu yang diperoleh agar tercipta hubungan yang
baik antara bidan dan klien.

3.2 Saran
Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan
Kode Etik Bidan Indonesia. Dan bisa menerapkan nilai nilai personal serta nilai luhur profesi
dalam pelayanan kebidanan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://pustakapinkpink.blogspot.com/2010/11/nilai-personal-dan-nilai-luhur-dalam.html