Anda di halaman 1dari 2

Nama : I Putu Dody Suarnatha

Nim : 12101372
M.K : Manajemen Pemasaran

ANALISA PERSAINGAN, BRANDING KONSEP, STRATEGI


PEMASARAN PADA PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI TBK

1. ANALISA PERSAINGAN
Kebutuhan masyarakat akan air minum meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan
penduduk. Kesadaran masyarakat akan butuhnya air minum yang bersih dan menyehatkan
berpengaruh pada persepsi masyarakat akan konsumsi Air Minum Dalam Kemasan. Atas dasar
itulah, banyak pemain baru yang masuk dalam industri ini. Pemain dalam Industri butuh usaha
ekstra keras untuk meningkatkan produk yang berbeda, kualitas yang terjamin dan brand
image. Kondisi persaingan sangat ketat karena banyak pesaing menjual produk AMDK yang
sama. Untuk itu diperlukan informasi pasar dan kondisi pesaing terutama kelemahan dan
kekuatan pesaing. Informasi itu penting berhubungan dengan penggunaan kebijakan tentang
produk, harga, promosi dan distribusi. Pada PT.AQUA GOLDEN MISSISSIPPI saya rasa
tidak mempunyai ancaman yang cukup serius dalam persaingan baik dalam industry maupun
pendatang baru, karena orientasi konsumen cenderung terhadap kualitas produk. Dan hanya
sebagian kecil dari konsumen yang orientasinya terhadap harga.

2. BRANDING KONSEP
Perusahaan yang baik adalah yang memiliki ekuitas merek(brand equity) yang tinggi
dibandingkan dengan perusahaan pesaingnya. Ekuitas merek adalah usaha dimana perusahaan
melakukan penambahan atau pengurangan nilai dari suatu produk yang dihasilkan. Ekuitas
merek dari produk aqua memang terbilang tinggi, hal ini dapat digambarkan/dilihat dari
pemenuhan komponen-komponen brand ekuitasnya:
a. Brand Awareness (Kesadaran nama)
Pada komponen ini terlihat seberapa besar kesadaran konsumen mengenai brand dari suatu
produk. Pada brand awareness, aqua telah memasuki kontinum top of mind (puncak
pikiran), sebagian konsumen menyebutkan aqua sebagai produk yang secara spontan
menyebutkan aqua sebagai produk pertama yang disebut, sehingga tidak perlu pengingatan
khusus
b. Assosiasi Merek (Brand Association)
Brand association adalah segala kesan yang muncul yang terkait dengan ingatan mengenai
suatu merek. Pada tahap ini aqua telah memiliki brand association, yang didukung dengan
iklan yang ada di televisi, radio, media cetak, yang menjelaskan bahwa aqua adalah sebuah
produk minuman dalam kemasan.
c. Persepsi Kualitas (Percived Quality)
Aqua telah memiliki persepsi kualitas yang baik dengan cara, air yang terdapat dalam
kemasan berasal dari sumber mata air murni. Dan telah memiliki anti-sipasi mengenai air
aqua palsu. Dengan cara menjemurnya, jika air nya kuning berarti aqua palsu tetapi jika
airnya jernih setelah dijemur berarti benar-benar produksi aqua. Sehingga konsumen dapat
mengenali sebuah produk yang akan digunakan. Selain itu aqua telah memiliki cap dari
Depkes, sehingga aman untuk dikonsumsi. Hal ini bisa menambah nilai plus dalam sebuah
brand
d. Loyalitas Merek (Brand Loyalty)
Loyalitas merek merupakan ukuran kedekatan/keterkaitan pelanggan pada sebuah merek.
Dalam hal ini Aqua terdapat dalam tingkatan brand loyality yang ber-Committed Buyer,
dimana konsumen banyak yang setia mengkonsumsi aqua karena merasa puas
menggunakan produk tersebut

Dalam komponen brand ekuitas, produk aqua selalu berada ditingkat yang paling tinggi, jika
dibandingkan dengan produk sejenisnya. Hal ini dikarenakan produk aqua adalah produk
minuman dalam kemasan pertama, sehingga dapat dikatakan produk aqua telah mencuri start
terlebih dahulu jika dibandingkan dengan produk sejenisnya. Jika diurutkan memang produk
aqua adalah produk pertama yang hadir dikonsumen.

3. STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran pada PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI terbagi menjadi 3 komponen,
yaitu:
a. Segmentation
Variabel yang digunakan untuk membagi pasar berdasarkan demografi, perilaku, dan
kebiasaan konsumen. Pembagian pasar berdasarkan demografi, yang memilih pasar
berdasarkan siapa yang membeli (who to buy). Berdasarkan variabel psikologi yang
menunjukkan faktor mengapa mereka membeli (why they buy) dan variabel perilaku yang
menunjukan faktor bagaimana mereka membeli. Kebanyakan konsumen yang membeli
aqua adalah orang yang telah lelah melakukan aktifitas sehingga ia memerlukan air sebagai
penghilang rasa lelah dan haus, hal ini termasuk kedalam variabel who to buy. Konsumen
biasanya membeli aqua untuk menghilangkan rasa haus, dan untuk menjaga kestabilan
tubuh setelah beraktivitas, hal ini termasuk variabel why they buy. Biasanya saat haus
konsumen lebih menyukai minum air putih, karena air putih bisa langsung menghilangkan
rasa haus, atau mencari minuman dingin. Konsumen melakukan pembelian produk aqua di
warung-warung yang menjajakan aqua, dan kebanyakan konsumen menyesuaikan dengan
kebutuhan sekitar 250ml. Hal ini menunjukan variabel how they buy dan memusatkan pada
perilaku pembelian yang terjadi secara aktual.
b. Targeting
Perusahaan akan memilih orang-orang yang cocok (suitable ones) yang diyakini mampu
membeli produk yang dibuat. Perusahaan menganggap setiap pelanggan sebagai seseorang
yang penting bagi perusahaan, karena target pasar bisa menghasilkan pendapatan bagi
perusahaan
c. Possitioning
Perusahaan harus bisa memposisikan produk yang ia hasilkan. Perusahaan dapat
memposisikan dirinya sebagai salah satu diantara situasi berikut ini yaitu lebih baik dari
perusahaan lain, berbeda dari perusahaan lain, atau menempati posisi berbeda pada tiap
fragmen pasar yang berbeda pula.