Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KERJA PRAKTIK DI LABORATORIUM

KIMIA ANALISIS PELUMAS (OLI) DAN AIR PT.


KRAKATAU STEEL

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan

DIPLOMA III PROGRAM STUDI ANALIS KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

Oleh

Azharuddin Fahri 141431008

Mizanul Islam 141431023

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2017
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTIK DI LABORATORIUM


KIMIA ANALISIS PELUMAS (OLI) DAN AIR PT.
KRAKATAU STEEL

Penulis:
1. Aharuddin Fahri 141431008
2. Mizanul Islam 141431023
Penguji
1. Ketua : Riniati, S.Pd., M.Si.
2. Anggota : Drs. Edi Wahyu Sri Mulyono, MS., Apt., MT.

Kerja Praktek ini telah disidangkan dan disahkan


pada hari Kamis, 14 April 2016 sesuai dengan ketentuan.

Pembimbing I, Pembimbing II,

Drs. Edi Wahyu Sri Mulyono MS., Apt,. MT. Dede Syamudin
NIP. 19690203 199303 1 002 NIK. 0910341
Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Kimia

Iwan Ridwan, S.T., M.T


NIP. 197707142006041001
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan
rahmat dan hidayah-Nya laporan kerja praktik yang berjudul Kerja Praktik Di
Laboratorium Kimia Analisis Pelumas (Oli) dan Air Pt. Krakatau Steel
dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Tak lupa Shalawat serta Salam semoga
tercurah limpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.

Penyusunan laporan kerja praktik ini dimaksudkan untuk memenuhi salah


satu syarat menyelesaikan pendidikan Program Studi Diploma III Analis Kimia,
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung. Selain itu juga sebagai bukti
telah melaksanakan kerja praktik di Divisi Quality Control PT. Krakatau Steel
yang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2017.

Pada proses penyusunan laporan kerja praktik ini tidak lepas dari
dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu diantaranya:

1. Kedua orangtua penulis yang selalu mendukung dan mendoakan setiap


waktu
2. Bapak Iwan Ridwan, ST., MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung.
3. Ibu Dra. Endang Widiastuti, M.Si. selaku Ketua Program Studi
Diploma III Analis Kimia.
4. Bapak Drs. Edi Wahyu Sri Mulyono, M.S., Apt., MT selaku dosen
pembimbing kerja praktik yang telah membimbing selama kerja
praktik berlangsung.
5. Ibu Annisa selaku Kepala Laboratorium Instrumen
6. Ibu Ristika selaku Kepala Laboratorium Kimia Analitik dan
pembimbing lapangan yang telah membimbing selama kerja praktik
berlangsung
7. Bapak Dede Syamsudin selaku pembimbing lapangan yang telah
membimbing selama kerja praktik berlangsung.
8. Bapak Bambang selaku Manajer Admistrasi Balai Besar Kimia dan
Kemasan (BBKK)
9. Seluruh pegawai dan rekan kerja yang ada di Balai Besar Kimia dan
Kemasan (BBKK).
10. Ibu Dra. Mentik Hulupi , MS selaku koordinator kerja praktik yang
telah membantu dalam mengkoordinasi pelaksanaan kerja praktik.
11. Rekan-rekan Analis Kimia angkatan 2014 yang senantiasa
memberikan masukan, dukungan, dan bantuan dalam penyusunan
laporan kerja praktik ini.
12. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penyusunan
laporan kerja praktik ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan kerja praktik ini


masih terdapat kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan kerja
praktik ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca baik di masa sekarang
maupun di masa yang akan datang.

Bandung, April 2017

Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

.5 Latar Belakang

Seorang analis kimia dituntut untuk mampu bekerja dalam menganalisa


bahan- bahan kimia baik secara konvensional ataupun secara instrumental atau
baik secara kualitatif ataupun kuantitatif. Sehingga, D III Analisis Kimia
Politeknik Negeri Bandung mengadakan adanya mata kuliah Kerja Praktik yang
dilakukan di instansi- instansi yang memiliki laboratorium uji kimia, Mata kuliah
ini merupakan sarana untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan dalam
perkuliahan sebelumnya yang telah dilaksanaan di kampus, serta merupakan bekal
untuk para mahasiswa setelah lulus dari D III Analisis Kimia ini dan mampu
bersaing di lapangan kerja.

Ranah kerja untuk analis kimia begitu banyak,baik itu dalam industri proses,
lembaga pemerintahan ataupun penyedia jasa analisis. Pada industri proses tenaga
analis kimia sangat dibutuhkan terutama dalam menganalisis kualitas dari bahan
belum jadi sampai dengan produk yang dihasilkan. Untuk lembaga penyedia jasa
analisispun sangat membutuhkan tenaga seorang analisis kimia untuk menganalisa
barang- barang yang berasal dari permintaan konsumen (client). Salah satu
lembaga yang bergerak dalam penyedia jasa analisis yaitu Balai Besar Kimia dan
Kemasan yang terletak di Jalan Balai Kimia 01 Pekayon Jakarta timur. Balai
Besar Kimia dan Kemasan bergerak dalam bidang analisis untuk berbagai macam
produk dari industri dan kemasan serta adanya kalibrasi alat yang tergantung dari
permintaan konsumen. Kerja praktik ini dilaksanakan di instansi tersebut untuk
memenuhi salah satu mata kuliah kerja praktik pada semester VI Program Studi
D III Analisis Kimia.
.2 Tujuan Kerja Praktik

Kerja praktik dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:

a. Memenuhi salah satu syarat pendidikan Program Studi DIII Analisis


Kimia Politeknik Negeri Bandung;

b. Menerapkan ilmu pengetahuan, baik teori atau praktek yang diperoleh


selama kegiatan perkuliahan;

c. Dapat beradaptasi terhadap lingkungan kerja serta perkembangan


teknologi baik dalam kawasan regional maupun internasional;

d. Mengetahui ruang lingkup analisis di Laboratorium Kimia Analitik dan


Instrumen di Balai Besar Kimia dan Kemasan.

.4 Manfaat

Adapun manfaat yang diperoleh mahasiswa, antara lain:

a. Meningkatkan keterampilan di bidang analisis;

b. Memperoleh wawasan baru serta pengalaman kerja sebagai analis;

c. Memperluas jaringan serta mengetahui situasi dan kondisi dunia kerja;

d. Mengetahui aktivitas Balai Besar Kimia dan Kemasan khususnya di


Laboratorium Kimia Analitik dan Instrumen, mulai dari memverifikasi
prosedur atau suatu metoda agar dapat digunakan pada laboratorium di Balai
Besar Kimia dan Kemasan sampai dengan pengukuran sampel dengan metoda
yang telah terverifikasi.

.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Tempat pelaksanaan di Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) di jalan
Balai Kimia No.1, RT.7/RW.9, Pekayon, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 13710. Mulai bekerja dari 1 Februari 2017 sampai dengan
31 Maret 2017, bekerja pada hari kerja dan jam kerja yaitu Senin Kamis pukul
07.30 16.00 dan Jumat pukul 07.30 16.30.

.5 Jadwal Kegiatan Serta Alokasi Waktu per Hari

tanggal waktu kegeiatan


1 Februari 2017 07:30 15.30 Pengenalan lingkungan
laboratorium
2 Februari 2017 07:30 15.30 Pembuatan Instruksi
Kerja
6 Februari 2017 07:30 15.30 Menguji alat pemasak
portable dan
pembakarnya
Tabel I.1 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek
BAB II TINJAUAN UMUM OBJEK PKL

II. 1 Sejarah Instansi Tempat PKL

Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) merupakan salah satu lembaga
pemerintah yang memberikan pelayanan jasa teknis bidang kimia dan kemasan
berupa litbang terapan, rancang bangun dan perekayasaan industri, pengujian,
kalibrasi, sertifikasi produk, standardisasi, konsultansi dan pelatihan.

Secara struktural, saat ini BBKK berada di bawah Badan Penelitian dan
Pengembangan Industri(BPPI), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BBKK didukung dengan


sarana dan prasarana yang meliputi lahan seluas 42.830 m2, bangunan seluas 8000
m2, laboratorium riset dan uji, laboratorium kalibrasi, workshop/bengkel, test
house, SDM yang kompeten, jaminan mutu berupa status akreditasi dari KAN,
KNAPP danTUV Rheinland, perpustakaan dan pusat informasi, wisma cempaka
serta masjid

Pada tahun 1938 Balai Besar Kimia dan Kemasan didirikan di Jakarta
dengan nama Centrale Institute Technishe Onder Zoekingen (CITO) berlokasi di
daerah Jakarta Pusat. Kemudian sempat mengalami beberapa kali perubahan
yaitu:

Balai Penyelidikan industri (1950)

Balai Penelitian industri (1960), bernaung di bawah PN. PR MUPIKSA


YASA Departemen.

Balai Penelitian industri (1968), bernaung di bawah Lembaga


Penelitiandan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri kimia/BBIK (1980), di
bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen
Perindustrian, dengan fungsi dan tugas diarshkan pada penelitian dan
pengembangan sektor industri kimia, khususnya industri pupuk,
petrokimia dan fermentasi kimia organik. Pada tahun 1985 BBIK pindah
ke jalan Pekayon, Pasar Rebo

Pada Tahun 2002 berubah menjadi Balai Besar Kimia dan Kemasan
(BBKK),

Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) merupakan unit pelaksana


teknis di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri,
Kementerian Republik Indonesia. Berpotensi besar dalam mendukung
pertumbuhan industri nasional guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan
internasional.

II. 2 Kegiatan Instansi Tempat PKL


Adapun kegiatan yang ada di Balai Besar Kimia dan Kemasan adalah
litbang terapan bidang kimia dan kemasan, pengujian bahan dan produk industri,
kalibrasi peralatan, standarisasi dan sertifikasi, serta rancang bangun dan
perekayasaan industri.

II.3 Struktur Instansi Tempat PKL

1. Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan


2. Kepala Bagian Tata Usaha
Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
Kepala Sub Bagian Keuangan
Kepala Sub Bagian Kepegawaian
Kepala Sub Bagian Umum
3. Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknis
Kepala Seksi Pemasaran
Kepala Seksi Kerjasama
Kepala Seksi Informasi
4. Kepala Bidang Sarana Riset dan Standardisasi
Kepala Seksi Sarana Riset Kimia
Kepala Seksi Sarana Riset Kemasan
Kepala Seksi Standardisasi
5. Kepala Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi
Kepala Seksi Pengujian
Kepala Seksi Sertifikasi
Kepala Seksi Kalibrasi
6. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Alih Teknologi
Kepala Seksi Alih Teknologi dan Inkubasi
Kepala Seksi Pelatihan
Kepala Seksi Konsultansi

II.4 Tujuan dan Fungsi Instansi yang Terkait dengan Bidang Kajian

Tujuan dari Balai Besar Kimia dan Kemasan dilihat dari visi dan misi
instansi yaitu dengan visi; tahun 2020 Balai Besar Kimia dan Kemasan menjadi
institusi terkemuka di Indonesia dalam pelayanan jasa teknis bidang kimia dan
kemasan, dan misi yaitu; melakukan litbang terapan dan standaridisasi bagi
industri dibidang kimia dan kemasan yang berwawasan lingkungan, memberikan
jasa layanan teknis di bidang litbang terapan, rancang bangun dan perekayasaan
industri, pengujian, kalibrasi, standarisasi, sertifikasi, dan konsultasi serta
pelatihan secara professional sesuai dengan kebutuhan pasar, dan menyediakan
informasi teknologi di bidang industri kimia dan kemasan.

Tujuan dari Balai Besar Kimia dan Kemasan yaitu untuk menjalankan tugas
kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standarisasi, pengujian, sertifikasi,
kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kimia dan kemasan sesuai
kebijakan teknis yang ditetapkan oleh kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim
dan Mutu Industri.

Beberapa fungsi dari Balai Besar Kimia dan Kemasan yaitu :


1. Pelaksanaan pemasaran, kerja sama, pengembangan, dan pemanfaatn
teknologi informasi
2. Pelaksanan perencanaan, pengelolaan dan koordinasi sarana dan prasaran
kegitan dan pengembangan di lingkungan Balai Besar Kimia dan Kemasan
serta penyusun dan penerapan standardisasi industri kimia dan kemasan.
3. Pelaksanaan, pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan pembantu dan
produk industri kimia kemasan serta kegiatan kalibrasi mesin dan
peralatan. Pelaksanaan pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku,
bahan pembantu, proses produk peralatan dan pelaksanaan pelayanan
pembinaan manajemen dan produktivitas, pelayanan jasa konsultasi,
pengujian untuk produk, dan kalibrasi peralatan laboratorium serta
berfungsi sebagai pusat informasi guna mendukung industri menghadapi
pasar global.

II. 5 Sistem Kerja

Beberapa sistem kerja di Balai Besar Kimia dan Kemasan yaitu melakukan
penelitian- penelitian terkait bidang kemasan dan yang berkaitan dengan industri,
serta memberikan pelayanan konsultasi untuk industri- industri yang
membutuhkan. Selain itu juga sistem kerja yang berkaitan dengan pengujian pada
suatu komoditi yaitu:

1. Pelanggan menyerahkan atau mengirimkan contoh, serta melakukan


registrasi

2. Pelanggan mengisi form pengiriman contoh dan menandatangani form


kaji ulang

3. Contoh diperiksa dan diberikan nomer kode

4. Pendistribusian contoh ke laboratarium

5. Contoh diuji atau dikalibrasi


6. Pembuatan konsep laporan hasil

7. Pemeriksaan hasil konsep laporan hasil dan pengetikan sertifikat

8. Sertifikat siap untuk diserahkan