Anda di halaman 1dari 11

IKATAN KIMIA

SIMETRI DAN POINT GROUP

DISUSUN OLEH:

NAMA: ASMAN ARDIANSYAH

NIM: E1M 015006

PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2017
SIMETRI DAN POINT GRUOP

1. PENGERTIAN SIMETRI
Simetri berasal dari bahasa Greek symmetria yang berarti diukur bersama
atau dalam bahasa inggris measured together. Suatu objek dikatakan simetrik apabila
satu bagian atau sisinya dengan bagian atau sisi yang lainnya sama. Simetri merupakan
sebuah karakteristik dari bidang geometri, persamaan dan objek lainnya. Kita dapat
katakan bahwa objek yang simetri akan mematuhi operasi simetri, ketika diperlakukan ke
objek tidak akan muncul perubahan. Secara umum simetri ini sangat di perlukan dalam
berbagai bidang ilmu pengetahuan diantaranya ilmu kia,fisika,biologis dan matematika.

2. OPERASI SIMETRI DAN UNSUR SIMETRI


Operasi simetri
Operasi simetri merupakan suatu operasi terhadap sebuah objek dimana dari
operasi akan meghasilkan bentuk yang ekivalen atau sama seperti orientasi semulanya.
Operasi simetri dapat berupa putaran, dicerminkan atau diputar lalu dicerminkan.
Contohnya :

Pada gambar.1, diterapkan rotasi 120o pada molekul BF3 dan rotasinya menghasilkan
representrasi molekul yang tidak dapat dibedakan dari yang pertama. Pada setiap rotasi
tersebut merupakan contoh dari operasi simetri. Sehingga dapat membuktikan potongan
kalimat yang dikutip dari sebuah buku inorganic chemistry yang artinya dalam bahasa
indonesia.

Salah satu sifat operasi simetri dimana dalam satu grup atau satu molekul
memiliki kombinasi dua macam operasi simetri namun dapat dinyatakan dengan satu
operasi saja. Contohnya pada molekul air (H2O), operasi simetrinya dapat berupa C2 dan
diikuti dengan atau sigma ( menurut perjanjian dituliskan C2),namun secara otometis
dituliskan sebagai C2 = . Dan apabila kedua operasi simetri ini dibalik urutanya yaitu
kemudian diikuti operasi putar C2, hasilnya akan tetap sama yaitu sama dengan . Jadi
operasi kombinasi C2 = C2 = . Kedua macam operasi simetri ini yaitu dan C2
dikatakan bersifat komutatif, artinya dapat saling dipertukarkan urutan kombinasinya.
Hal yang diasosiasikan dengan operasi simetri adalah elemen simetri (titik/point, garis
atau bidang terhadap operasi simetri dilakukan dan meninggalkan objek yang tak
berubah). Seperti gambar dibawah

Mirror
plane/
bidang
cermin

Selain operasi simetri diatas, terdapat beberapa macam operasi simetri yang digunakan
untuk operasi suatu molekul diantarnya adalah

1. Repleksi pada bidang cermin ()


2. Rotasi melalui sumbu semu (Sn )
3. Rotasi melalui sumbu sejati (Cn)
4. Inverse melalui pusat smetri (i)
5. Unsur identitas (E)

A. Repleksi pada bidang cermin ()


Operasi simetri pada bidang cermin merupakan refleksi ( pantulan ) oleh bidang
tersebut yang berupa cermin dimana akan menghasilkan konfigurasi molekul yang
eikivalen.. Berikut ini adalah jenis-jenis bidang cermin diantaranya:
Bidang cermin yang mengandung sumbu utama rotasi (v)
Refleksi bidang cermin yang mengandung sumbu utama rotasi atau
lebih sering disebut dengan sigma v (v) menggambarkan bahwa
refleksi pada sumbu utamanya, dimana sumbu utama berupa Cn maka
harga n pada sumbu utama menggambarkan jumlah bidang cermin
yang mengandung sumbu utama rotasi yang digunakan dalam operasi
simetri suatu objek tersebut.
Bidang cermin yang tegak lurus terhadap sumbu utama rotasi (h)
operasi simetri pada bidang cermin yang tegak lurus terhadap sumbu
utama rotasi atau sering disebut dengan sigma h (h) yaitu berada tegak
lurus dengan sumbu utamanya, dimana jumlah cermin yang digunakan
dalam satu objeknya hanya berjumlah satu, serta refleksi yang
dihasilkan identik antara objek bagian atas dengan objek bagian
bawah.
bidang cermin diagonal/dehidral (d).
Operasi simetri pada bidang cermin ini yang dimana refleksi terjadi
pada bidang cermin sudut dihedral,dimana sudut yang terbentuk oleh
sumbu utama rotasi dan dua C2 yang berdekatan dengan sumbu yang
yegak lurus sumbu utama rotasi, jumlah d dalam suatu objek sama
dengan n pada sumbu utama objek tersebut. Suatu molekul dikatakan
memiliki refleksi pada bidang cermin dihedral jika bentuk molekulnya
planar ataupun segiempat.
Contoh gambar untuk bidang cermin-cermin tersebut
Gambar. Operasi bidang cermin pada molekul

Gambar. Operasi gambar bidang cermin pada molekul lurus


B. rotasi melalui sumbu semu (Sn)
operasi sumbu melalui sumbu rotasi semu atau sering juga dikenal dengan rotasi
(putar) tak sempurna, adalah rotasi 360o/n dengan sumbu sembarang a kemudian diikuti
dengan operasi pantul pada bidang yang tegak lurus sumbu sembarang a ini. Operasi ini
disebut juga sumbu rotasi refleksi atau sumbu bergantian, yang melibatkan rotasi objek
melalui sumbu utama (Cn) yang kemudian dilanjutkan dengan refleksi melalui bidang
cermin yang posisinya tegak lurus dengan sumbu utama (Cn). Perlu diingan bahwa
molekul yang tidak mempunyai sumbu simetri Cn dan bidang simetri yang tegal lurus
dengan Cn bukan berarti tdiak memiliki Sn.
C. Rotasi melalui sumbu sejati (Cn).
Suatu objek dikatakan memiliki unsur simetri berupa sumbu rotasi sejati (Cn)
apabila suatu objek mempunyai putaran (rotasi) sebesar 360o/n dengan sumbu putar (Cn)
terhadap objek tersebut yang menghasilkan konfigurasi objek yang ekivalen (tidak dapat
dibedakan). Ada dua cara operasi simetri putar, yaitu pertama, objek diputar searah
jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan sementara itu sumbu-sumbu utama
tetap diam. Untuk cara kedua, sumbu-sumbu utama diputar berlawanan arah putaran
jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan sementara objek tetap diam. Dalam
hal ini, cara pertama yang dipilih menunjukkan terjadinya operasui simetri terhadap
objek yang bersagkutan. Berikut contoh rotasi untuk molekul trigonal planar:

Rotasi C3 bergantian pada molekul trigonal piramidal

D. Inverse melalui pusat simetri (i)


Operasi pusat simetri (i) adalah refleksi atau refleksi suatu objek terhadap titik
pusat inversi, dimana dapat berupa suatu titik pada jarak yang sama dari pusat simetrinya
tetapi berlawanan arah. Hal ini juga dapat diterapkan dengan cara menarik garis lurus
dari sembarang titik( atom)melalui titik pusat simetri molekulnya dan pada arah yang
berlawanan dengan jarak yang sama relatif terhadap pusat simetri ini sehingga diperoleh
titik(atom ) yang sama pula.

E. Unsur identitas (E)


Identitas merupakan operasi simetri yang tidak merubah suatu objek, yang
dimana apabila suatu objek, ion atau molekul, tidak dioperasikan sama sekali, maka jelas
bahwa objek tersebut akan mempunya konfigurasi yang tidak dapat dibedakan antara
sebelum dengan sesudah operasi simetri dilakukan. Dengan demikian tidak dioperasikan
sama sekali suatu objek yang dapat dipertimbangkan sebagai operasi semetri seprti pada
gambar.1.
Unsur unsur simetri
Untuk suatu benda yang berbentuk bola atau benda berbentuk bundar telah memiliki
kesepakatan bahwa benda tersebut memiliki simetri yang sempurna.oleh karna itu dapat
dikatakan bahwa benda- benda tersebut merupakan benda yang paling simetri daripada
bentuk benda-benda yang lain seperti halnya octagon.heksagon,gembok dan sebagainya
seperti gambar berikut:

Gambar ini menggambarkan berbagai bentuk objek yang melukiskan tingkat kesimetrian

Jumlah Unsur Simetri

Jumlah unsure simetri adalah notasi-notasi yang digunakan untuk menjelaskan


nilai-nilai yang ada dalam sebuah Kristal, nilai sumbu-sumbunya, jumlah bidang
simetrinya, serta titik pusat dari Kristal tersebut. Dengan menentukan nilai jumlah unsur
simetri, kita akan dapat mengetahui dimensi-dimensi yang ada dalam Kristal tersebut,
yang selanjutnya akan menjadi patokan dalam penggambarannya.

Unsur simetri yang diamati adalah sumbu, bidang dan pusat simetrinya. Cara
penentuannya adalah sebagai berikut:

Pada posisi Kristal dengan salah satu sumbu utamnya, dilakukan pengamatan
terhadap nilai sumbu simetri yang ada. Pengamatan dapat dilakukan dengan cara
memutar Kristal dengan poros pada sumbu utamnya.
Perhatikan keterdapatan sumbu simetri tambahan, jika ada tentukan jumlah serta
nilainya. Menentukan nilainya sama dengan pada sumbu utama.
Amati keterdapatan bidang simetri pada setiap pasangan sumbu simetri yang ada pada
Kristal
Amati bentuk Kristal terhadap susunan persilangan sumbunya, kemudian tentukan ada
tidaknya titik pusat Kristal
Jumlahkan semua sumbu dan bidang simetri yang bernilai sama yang ada.

3. GRUP POIN (POINT GROUP)


Setiap molekul mempunyai satu paket (kumpulan) operasi simetri yang
mendiskrpsikan keseluruhan karakteristik simetri molekul tersebut. Kumpulan operasi
simetri itu disebut dengan point group. Karna disadarinya kesulitan untuk mengingat
notasi-notasi yang digunakan pada berbagai macam unsur pada operasi simetri sehingga
perlu adanya klasifikasi dalam bentuk grup poin atau grup titik atau kelompok titik. Hal ini
mengingat bahwa apabila dalam jumlah besar berbagai macam molekul diselidiki, pada
kenyataannya terdapat sedikit perbedaan dari kombinasi unsur-unsur simetrinya. Setiap
kombinasi unsur-unsur simetri dikenal dengan satu kelomok titik, istilah ini dipakai karena
setiap operasi simetri yang manapun yang selalu meninggalkan poin tertentu yang tetap
tak berubah pada kedudukan dalam suatu ruang.

Langkah-langkah untuk seleksi point dari bentuk suatu melekul :


i. Menentukan bentuk dengan menggunakan struktur Lewis dan teori VSEPR
ii. Selanjutnya menggunakan flow chart untuk menentukan point group.
Menggunakan flow chart merupakan skema yang paling baik untuk menentukan
point group pada suatu objek, ion atau molekul. Langkah prosesnya sebagai
berikut:
a. Tentukan apakah simetrinya spesial (sperti oktahedral) setelah diteliti
b. Tentukan apakah terdapat sumbu rotasi principal (utama)
c. Tentukan apakan terdapat sumbu rotasi yang tegak lurus terdapat sumbu
principal (utama)
d. Tentukan apakah adanya bidang cermin (mirror planes)
e. Tentukan point group

Teori grup
Teori grup dikembangkan dalam ilmu matematika, hal ini sangat diperlukan
untuk mengidentifikasi sifat-sifat simetri dari suatu molekul. Misalnya teori ini dapat
menjelaskan operasi simetri dan dapt digunakan untuk menarik kesimpulan yang
berkenan dengan sifat vibrasi, sifat-sifat elektronik dn transisi elektronik sejumlah besar
molekul-molekul tertentu.
4. APLIKASI SIMETRI
A. Momen dipol permanen
jika suatu molekul tidak memiliki momen dipol permanen, maka :
o Molekul ini tidak mengabsorpsi radiasi microwave
o Molekul itu hanya akan mengabsorpsi radiasi inframerah jika ada gerakan
vibrasi yang mendidtorsi simetri dan menghasilkan momen dipol.

Jika molekul memiliki sumbu Cn ditambah sumbu C2 yang tegak lurus dengan Cn,
atau sumbu Cn yang bersama-sama dengan bidang h maka molekul itu polar.

B. Kiralitas
Suatu molekul pasti tidak kiral jika memiliki pusat inversi atau bidang cermin
dari jenis apapun (h, v atau d) tetapi jika unsur- unsur simetri yang absen molekul
harus diperiksa dengan cermat untuk sumbu Sn sebelum diasumsi menjadi kiral.
5. APLIKASI TEORI GRUP

Manfaat dari teori grup untuk kimia, antara lain :

a. Menyajikan penjelasan kualitatif mengenai prilaku meteri dengan sederhana.


Misalnya mengapa keadaan elektron didalam atom dapat diklasifikasikan dengan
aproksimasi yang baik oleh empat bilamgan kuantum n, l, ml, ms ? komputasi yang
panjang yang dapat menyajikannya dengan tepat tetapi jawabanya tidak informatif
untuk pertanyaan tersebut, teori grup dapat menyediakan penjelasan mengenai faktor
untuk menentukan jawaban tersebut.
b. Pada level yang lebih tinggi, teori grup dapat membantu menuliskan kaidah bahasa
yang kita gunakan untuk menjelasjan dunia fisik. Prinsip mekanika kuantum dapat
dimyatakan dengan ringkas, jelas, dan menyakinkan karena sifat fungsi gelombang
dan operator linear dikakterisasi dengan baik oleh matematika.

Inti atau pengtamaan dari aplikasi teori grup itu sndiri adalah bagaimana kita dapat
menjelaskan ,mengkalsifikasi dan megkarakterisasi struktur elektron didalam atom
dan molekul, serta sifat spektroskopi atom dan molekul yaitu pertukaran energi
dengan radiasinya.
DAFTAR PUSTAKA

Apriyanti, fini. 2107. Bagaimana cara menentukan point group suatu molekul. Diakses dari
https://www.academia.edu/27549774/Bagaimana_cara_menentukan_point_grup_suatu
_molekul (pada tanggal 14 september 2017 pukul 14:32)

Pranoto. 2011. Simetri dan grup titik. Diakses dari


http://prananto.lecture.ub.ac.id/files/2011/12/Simetri-dan-Grup-Titik-Ponco.pdf (pada
tanggal 14 september 2017 pukul 16:27)