Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

1. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI, 2002. Buku Ajar Infeksi & Pediatri
Tropis Edisi 2. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, h. 466-468.

2. Berman, Kevin, 2011. Jock itch. Available from: http://


nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000876.htm [Accessed 6 Februari
2017].

3. Adam S. Hygiene perseorangan. Jakarta: Bhratara karya aksara; 1987.

4. Sarudji, D. Kesehatan lingkungan. Bandung: Karya Putra Darwati; 2010.

5. Graham-Brown, Robin, 2002. Lecture Notes on Dermatology 8th Ed. UK:


Blackwell Science, p. 33-34

6. Adiguna, MS. Epidemiologi Dermatomikosis di Indonesia. Edisi ke 5.


Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;
2001.p.1-5.

7. Pesantren on the internet [Internet].2013 [cited 2017 Jan 27] Available


from: http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren.

8. Budimulja, Unandar & Wasitaatmadja, Sjarif, 1999. Ilmu Penyakit Kulit


Kelamin Edisi 3. Jakarta: Balai Penerbit FK UI, h. 92-93.

9. Wiederkehr, Michael. 2012. Tinea Cruris. Available from:


http://emedicine.medscape.com/article/1091806 [Accessed 6 Februari 2017].

10. Adiguna, Swastika & Goedadi, M.H., 2001. Dermatomikosis Superfisialis.


Jakarta: Balai Penerbit FK UI, h. 33-35.

11. Boel, Trelia, 2003. Mikosis Superfisial. Tersedia dari:


http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1174/1/fkg-trelia1.pdf
[Diakses 6 Februari 2017].

12. Nasution, M.A., 2005. Mikologi dan Mikologi Kedokteran Beberapa


Pandangan Dermatologis. Tersedia dari: http://library.usu.ac.id/download/e-
book/Mansur%20Amirsyam%20Nasution.pdf [Diakses 6 Februari 2017]

13. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI, 2002. Buku Ajar Infeksi & Pediatri
Tropis Edisi 2. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, h. 466-468.
14. Siregar, R.S., 2004. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit Edisi 2. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC, h. 29-31.

15. Departemen Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair, 2009. Atlas Penyakit
Kulit & Kelamin Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press, h. 66-73.

16. Cholis, M. Tinea corporis dan kruris penyakit jamur. Jakarta : FKUI; 1999
.p. 47-9.

17. AG, Kobayashi GS. Superficial fungal infection. Deratophytosis,


Tinea Nigra, Piedra Dermatology in general medicine. 4th ed. New york :
MC Graw Hill; 2002.p. 2436-47.

18. Bagian Farmakologi FK UI, 1995. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Jakarta:
Gaya Baru, h. 560-570.

19. Hakim, Zainal, 1993. Era Baru Pengobatan Dermatofitosis. Tersedia dari:
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/91963133.pdf [Diakses 6 Februari
2017].

20. Notoatmodjo, Soekidjo, 2005. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, h.


20-22.

21. Sastroasmoro, Sudigdo, 2002. Dasar - Dasar Metodologi Penelitian Klinis


Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto, h. 97-108

22. Notoatmodjo, Soekidjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:


Rineka Cipta, h. 121-123.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2011. Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta,
. 147-154.