Anda di halaman 1dari 8

My World

KAMIS, 17 OKTOBER 2013

Contoh Makalah Kimia Tentang Reaksi Redoks dalam Fotografi

Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., karena
dengan petunjuk dan ridhonya kami dapat menyelesaikan
makalah kimia yang akan dipresentasikan di kelas kami.
Makalah ini disusun bersama rekan-rekan kami. Penyajian
materi yang terdapat didalam makalah ini dijelaskan secara
rinci dan disertai contoh reaksi redoks dilengkapi pula dengan
ilustrasi untuk menambah wawasan siswa, kami juga
menyusun berbagai pembahasan didalam materi kami.
Harapan kami makalah ini dapat dijadikan pelajaran dan
pengetahuan untuk kami maupun siswa yang ada dikelas kami
dan dapat diterapkan dalam kehidupan siswa sehari-hari .
Kami telah berusaha menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya namun setiap manusia tak luput dari kesalahan oleh
karena itu jika terdapat kesalahan pada makalah ini yang
disebabkan kekhilafan kami, maka kami mohon maaf dari
para pembaca yang budiman ,terimakasih.
Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar .......2
Daftar Isi ... 3
Daftar Gambar
Gambar 1.1 .. 7
Gambar 1.2 .. 7
Bab I Pendahuluan ..
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Tujuan Penulis .... 5
1.3 Rumusan Masalah .. 5
Bab II Kajian Teori ....
2.1 Pengertian Reaksi Redoks.... 6
2.2 Peranan Reaksi Redoks ...6
2.3 Proses Pencetakan Film Hitam Putih ..7
Bab III
3.1 Gambaran Bagan Alir/Cara Kerja....9
3.2 Bagan Alir/Cara Kerja. ...11
Bab IV Penutup.
Kesimpulan .12
Daftar Pustaka 13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara
berurutan dari suatu atom, ion, atau molekul ke atom, ion,atau molekul lainnya, yang
sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda , yaitu oksidasi (kehilangan elektron)
dan reduksi (memperoleh elektron). Reaksi ini merupakan pasangan, sebab elektron yang
hilang pada reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi.
Oksidasi : a. Melepas Elektron
b. Mengikat Oksigen
c. Penaikan Bilangan Oksidasi
Reduksi : a. Mengikat Elektron
b. Melepas Oksigen
c. Penurunan Bilangan Oksidasi
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, pengikatan oksigen dan mengalami
penaikan bilangan oksidasi.
Reduksi adalah reaksi pengikatan elektron, pelepasan oksigen dan mengalami
penurunan bilangan oksidasi.
Baik oksidasi maupun reduksi tidak dapat terjadi sendiri , harus keduanya .
Ketika electron tersebut hilang , sesuatu harus mendapatkannya . Sebagai contoh ,
reaksi terjadi antara logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat dapat dinyatakan dalam
persamaan reaksi berikut :

Zn(s) + CuSO4(aq) > ZnSO4(aq) + Cu(s)


Zn(s) + Cu2+ (aq) > Zn2+ (aq) + Cu(s) (persamaan ion bersih)

Sebenarnya, reaksi keseluruhannya terdiri atas dua reaksi:

Zn(s) > Zn2+(aq) + 2e-


Cu2+(aq) + 2e- > Cu(s)

1.2 TUJUAN
Untuk mengetahui pengertian dari proses reduksi oksidasi.
Untuk mengetahui proses reaksi redoks dalam dunia fotografi.
Untuk mengetahui reaksi yang terbentuk dalam proses pencetakan film hitam-putih.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Apakah yang dimaksud dengan proses reduksi oksidasi?
Bagaimanakah proses reaksi redoks dalam dunia fotografi?
Apakah dengan pengetahuan kimia kita dapat memperindah proses pencetakan hitam-putih?
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 PENGERTIAN REAKSI REDUKSI OKSIDASI


Reduksi Oksidasi (Redoks) adalah suatu reaksi serah terima elektron dan reaksi serah
terima oksigen yang disertai perubahan bilangan oksidasi.

Contoh: 4Fe(s) + 3O2(g) 2Fe2O3(s)

Cl2 + 2e- 2Cl-

Fe2O3

Biloks O = -2
2 (biloks Fe) + 3 (biloks O) = 0
2 (biloks Fe) + 3 (-2) = 0
Biloks Fe =
2.2 PERANAN REAKSI REDOKS DALAM DUNIA FOTOGRAFI
Film hitam putih maupun kertas foto mengandung partikel-partikel perak bromida,
AgBr yang tersebar pada lapisan tipis film/kertas foto. Apabila film / kertas foto terkena
cahaya, akan terjadi reaksi :
AgBr AgBr*
Tanda * menyatakan AgBr tereksitasi oleh cahaya. Apabila film yang telah
digunakan dan terkena cahaya tersebut dicuci dalam larutan pengembang
(developer), akan terjadi reaksi :

2AgBr*(s) + C6H6O2(aq) 2Ag(s) + 2HBr (aq) + C6H4O2 (aq)

Cairan pengembang C6H6O2 atau disebut hidrokuinon, dalam hal ini bertindak sebagai
zat pereduksi. Jadi dalam reaksi itu terjadi proses reaksi redoks.

Oksidasi : C6H6O2(aq) C6H4O2 (aq) + 2H+(aq) + 2e-


Reduksi : 2Ag+ + 2e- 2Ag (s)

Di samping hidrokuinon , dalam larutan pengembang perlu ditambahkan metol


(N-metil-p-aminofenol sulfat). Metol berfungsi sebagai zat superaditif, yang efeknya tidak
dapat digantikan dengan memberikan jumlah yang berlebih pada hidrokuinon yang sudah
ada. Metol ini bertindak sebagai zat pereduksi juga. Aktivitas hidrokuinon dapat dipacu
dengan menambahkan sedikit phenidone (1-phenyl-3-pyrazolidinone). Karena larutan
pengembang/ developer ini bekerja efektif pada lingkungan basa, maka kita perlu
mencampurkan larutan potasium karbonat (atau sodium karbonat) sebagai aktivator untuk
memperoleh lingkungan basa dengan pH 9,5 - 10,5; larutan sodium sulfit, sebagai pengawet
dan potasium bromida sebagai restainer.

2.3 PROSES PENCETAKATAN FILM HITAM-PUTIH

Proses penetralan
Setelah film dicelupkan pada larutan pengembang, maka tahap berikutnya adalah
tahap penghentian reaksi sekaligus menetralkan sifat basa yang berasal dari larutan
pengembang. Caranya dengan mencelupkan kertas/film pada larutan asam asetat yang telah
diberi larutan sodium sulfat untuk mencegah adanya efek swelling. pH larutan dijaga pada
kondisi 4 - 5,5.

Proses fiksasi
Proses fiksasi ini menggunakan cairan yang disebut fixer (sodium tiosulfat), bertujuan
melarutkan perak bromida yang tidak tereduksi menjadi perak (kalau tidak dihilangkan, jika
kertas

foto terkena cahaya, akan timbul bayangan hitam tambahan. Pada proses ini terjadi reaksi :
AgBr + 3 Na2S2O3 Ag(S2O3)35- + 6Na+ + Br-

Proses pembilasan
Tahap akhir setelah fixing
adalah pembilasan dengan guyuran air mengalir supaya
terbentuk bayangan yang permanen. Proses pembilasan ini bertujuan membuang kompleks
perak tiosulfat dan ion tiosulfat. Jika ion tiosulfat masih tertinggal pada film/kertas foto,
maka zat ini akan bereaksi dengan perak yang sudah terbentuk foto/gambar, sehingga
bayangan foto akan menjadi kecoklatan/kekuningan karena akan terbentuk noda-noda perak
sulfida. Jadi pembilasan dengan air yang mengalir itu sangat perlu supaya kualitas
foto/gambar menjadi prima.
S2O3 2- + 2 Ag SO3 2- + Ag2S
Tentu saja masih banyak keterampilan yang menunjang agar proses cuci cetak film
hitam putih menjadi lebih indah, apalagi bila ditunjang dengan pengetahuan kimia untuk
meramu zat pengembang/developer yang cocok dan mengontrol proses-proses yang terjadi.

BAB III
CARA KERJA

3.1. GAMBARAN BAGAN ALIR/CARA KERJA


3.2. BAGAN ALIR/CARA KERJA
A. Tahapan Pembentukan Gambar/Foto
Pada proses cuci dan cetak film hitam putih, ternyata ada reaksi kimia, yakni reaksi
oksidasi dan reduksi. Film hitam putih maupun kertas foto mengandung partikel-partikel
perak bromida, AgBr yang tersebar pada lapisan tipis film/kertas foto.
Pada teknik fotografi konvensional atau hitam putih, digunakan sebuah film yang
digunakan untuk menghasilkan foto. Film foto merupakan emulsi perak bromide (AgBr)
dalam gelatin dengan tahapan-tahapan pembentukan gambar/foto seperti berikut:
a. Proses pengambilan gambar, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah proses pemotretan
menggunakan kamera.
b. Film foto dikenakan cahaya. Dengan cara, film dipasang di bawah enlarger, lalu cahaya 100
watt dinyalakan. Akan tampak bayangan film itu di atas kertas.
Apabila film/kertas foto terkena cahaya, maka akan terjadi reaksi :
AgBr AgBr*
- Tanda (*) menyatakan AgBr tereksitasi oleh cahaya.
Kalau bayangan itu sudah tepat, maka lampu yang digunakan untuk mengeksitasi AgBr,
kertas diganti dengan kertas cetak foto dan dinyalakan kembali lampu selama sekian detik.
c. Film foto yang sudah terkena cahaya, kemudian diletakkan dalam larutan pengembang
(misal metol, amidol atau hidrokuinon {C6H4(OH)2}) kemudian ganti celupkan ke dalam
larutan stop batch untuk menghentikan reaksi hingga menghasilkan butir perak bromida yang
teraktifkan membentuk logam perak bromida hitam. Apabila film yang telah digunakan dan
terkena cahaya tersebut dicuci dalam larutan pengembang (developer), akan terjadi reaksi :
2 AgBr *(s) + C6H6O2 (aq) 2 Ag(s) + 2 HBr (aq) + C6H4O2 (aq)
Cairan pengembang C6H4O2 (hidrokuinon), dalam hal ini bertindak sebagai zat pereduksi.
Jadi dalam reaksi itu terjadi proses reaksi redoks.
Oksidasi :
C6H6O2 (aq) C6H4O2 (aq) + 2 H+ + 2e-

Reduksi:
2 Ag+ + 2 e- 2 Ag (s)
Disamping hidrokuinon, dalam larutan pengembang perlu ditambahkan metol (N-metil-p-
aminofenol sulfat). Metol berfungsi sebagai zat superaditif, yang efeknya tidak dapat
digantikan dengan memberikan jumlah yang berlebih pada hidrokuinon yang sudah ada.
Metol ini bertindak sebagai zat pereduksi juga. Aktivitas hidrokuinon dapat dipacu dengan
menambahkan sedikit phenidone (1-phenyl-3-pyrazolidinone). Karena larutan
pengembang/developer ini bekerja efektif pada lingkungan basa, maka kita perlu
mencampurkan larutan potasium karbonat (atau sodium karbonat) sebagai aktivator untuk
memperoleh lingkungan basa dengan pH pH 9,5 - 10,5; larutan sodium sulfit, sebagai
pengawet dan potasium bromida sebagai restainer.
d. Butir-butir yang tidak teraktifkan pada bagian yang tidak terkena cahaya tidak terpengaruh.
Hal ini menghasilkan bayangan foto. Butir-butir perak bromida yang tidak teraktifkan dapat
tereduksi menjadi logam perak hitam bila terkena cahaya. bayangan film harus difiksasi. Hal
ini menyebabkan logam perak hitam yang dihasilkan dari pengembangan melekat pada film
dan perak bromida dihilangkan (dicuci). Senyawa yang dapat mengikat bayangan foto adalah
natrium thiosulfat, Na2(SO4)3. Thiosulfat mudah diperoleh dengan mendidihkan larutan silfit
dengan sulfur. Asam bebasnya tidak stabil pada suhu biasa. Orang fotografi biasa menyebut
hipo. Pada proses pengikatan terjadi reaksi sebagai berikut : AgBr (s) larut dalam larutan
fikser terbentuk ion perak kompleks.
AgBr + 2S2O3 > [Ag(S2O3)2]2- + Br-
Dengan mereaksikan perak bromide dengan tiosulfat, maka menghasilkan senyawa kompleks
berupa ion ditiosulfatoperak (II) dan ion bromide. Ion ditiosulfatoperak (II) dapat digunakan
untuk proses mencetak gambar yang diperoleh dengan metode fotografi.
e. Setelah film dicelupkan pada larutan pengembang, maka tahap berikutnya adalah tahap
penghentian reaksi sekaligus menetralkan sifat basa yang berasal dari larutan pengembang.
Caranya dengan mencelupkan kertas/film pada larutan asam asetat yang telah diberi larutan
sodium sulfat untuk mencegah adanya efek swelling. pH larutan dijaga pada kondisi 4 5,5.
f. Selanjutnya kertas foto itu dicelupkan pada larutan fixer, lalu kertas foto dibilas dengan air
mengalir. Jadilah sebuah foto yang indah, yang kualitasnya bergantung pada lama
pencahayaan, jauh dekatnya film dengan kertas foto, waktu pencelupan, kualitas kertas foto,
setelah memakai cairan, pembilasan, dan sebagainya, termasuk keterampilan operatornya.
Proses fiksasi ini menggunakan cairan yang disebut fixer (sodium tiosulfat), bertujuan
melarutkan perak bromida yang tidak tereduksi menjadi perak (kalau tidak dihilangkan, jika
kertas foto terkena cahaya, akan timbul bayangan hitam tambahan. Pada proses ini terjadi
reaksi :
AgBr + 3 Na2S2O3 [Ag(S2O3) 3]5- + 6 Na+ + Br-
g. Tahap akhir setelah fixing adalah pembilasan dengan guyuran air mengalir supaya terbentuk
bayangan yang permanen. Proses pembilasan ini bertujuan membuang kompleks perak
tiosulfat dan ion tiosulfat. Jika ion tiosulfat masih tertinggal pada film/kertas foto, maka zat
ini akan bereaksi dengan perak yang sudah terbentuk foto/gambar, sehingga bayangan foto
akan menjadi kecoklatan/kekuningan karena akan terbentuk noda-noda perak sulfida. Jadi
pembilasan dengan air yang mengalir itu sangat perlu supaya kualitas foto/gambar menjadi
prima.
(S2O3)2- + 2 Ag (SO3)2- + Ag2S

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara
berurutan dari suatu atom, ion, atau molekul ke atom, ion, atau molekul lainnya, yang
sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda, yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan
reduksi (memperoleh elektron).
Oksidasi : a. Melepas Elektron
b. Mengikat Oksigen
c. Penaikan Bilangan Oksidasi
Reduksi : a. Mengikat Elektron
b. Melepas Oksigen
c. Penurunan Bilangan Oksidasi
Dalam dunia fotografi terdapat reaksi redoks. Film hitam putih maupun kertas foto
mengandung partikel-partikel perak bromida, AgBr yang tersebar pada lapisan tipis
film/kertas foto.
Dalam dunia fotografi ada beberapa larutan yang dipakai, yaitu:
a) Cairan pengembang C6H6O2 atau disebut hidrokuinon, sebagai zat pereduksi
b) Metol, sebagai zat pereduksi
c) Larutan potasium karbonat (atau sodium karbonat) sebagai aktivator untuk memperoleh
lingkungan basa dengan pH 9,5 - 10,5
d) Larutan sodium sulfit, sebagai pengawet
e) Larutan potasium bromida sebagai restainer.

Reaksi redoks dalam dunia fotografi terjadi apabila kertas foto terkena cahaya dan juga dalam
proses fiksasi dan pembilasan.
a) Dalam proses fiksasi cairan fixer (sodium tiosulfat) digunakan untuk melarutkan perak
bromida yang tidak tereduksi menjadi perak.
b) Jika kertas foto terkena cahaya akan terjadi reaksi :
AgBr AgBr*
Tanda * menyatakan AgBr tereksitasi oleh cahaya.
c) Dalam proses pembilasan pembilasan dengan guyuran air mengalir supaya terbentuk
bayangan yang permanen. Proses ini bertujuan membuang kompleks perak tiosulfat dan ion
tiosulfat. Jika ion tiosulfat masih tertinggal pada film/kertas foto, maka zat ini akan bereaksi
dengan perak yang sudah terbentuk foto/gambar, sehingga bayangan foto akan menjadi
kecoklatan/kekuningan karena akan terbentuk noda-noda perak sulfida.

DAFTAR PUTAKA

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung : Penerbit ITB

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 2. Bandung : Penerbit ITB

Sunardi. 2007. Kimia bilingual untuk SMA/MA Kelas X Semester 1 dan 2. Bandung: Yrama
Widya
Diposkan oleh Gama Permata di 02.01
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
ARSIP BLOG

2013 (5)
o Oktober (5)
Contoh Makalah Kunjungan ke PT. Yakult
Contoh Makalah Penelitian Makanan Tahu Gejrot dan ...
Taylor Alison Swift
Contoh Makalah Kimia Tentang Reaksi Redoks dalam F...
Contoh Proposal Jurnalistik

MENGENAI SAYA

Gama Permata
Lihat profil lengkapku

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.