Anda di halaman 1dari 23

Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

LAPORAN RESMI
WORKSHOP SISTEM ANTARMUKA
(Scanning Input/Output: 7 Segmen)

NAMA : MUHAMMAD LUTFI RAHMATULLOH


KELAS : 2 D3 ELEKTRONIKA B
NRP : 1103151050

PRODI TEKNIK ELKTRONIKA


POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2017/2018

Program Studi Teknik Elektronika 1


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Praktikum 2
Scanning Input/Output: 7 Segmen

A. TUJUAN
Setelah dilaksanakan praktikum diharapkan:
1. Praktikan mengenal jenis-jenis 7 segmen yang sering digunakan
2. Praktikan dapat menjelaskan cara menampilkan data pada 7 segmen tunggal
3. Praktikan dapat menjelaskan secara singkat metode scanning pada 7 segmen multi
4. Praktikan dapat merancang dan merealisasikan aplikasi menggunakan media tampilan
berupa 7 segmen multi

B. DASAR TEORI
Seven Segment (7s atau 7 segmen)
7 segmen merupakan salah satu jenis media display yang cukup banyak digunakan dalam
berbagai aplikasi elektronika, khusunya untuk aplikasi outdoor. Sebuah 7 segmen tunggal
terdiri dari kumpulan LED yang disusun sedemikian rupa membentuk tampilan tertentu.
Konsep dasar tampilan dibentuk oleh 7 segmen dan 1 segmen tambah. 7 segmen tersebut
adalah a,b,c,d,e,f,g dan 1 segmen tambahan berupa dot.

Gambar 2.1 Contoh 7 segmen yang tersedia di pasaran

Secara umum di pasaran terdapat 2 jenis 7 segmen berdasarkan bentuk tampilan dan
kemampuan tampilan yang di-support. Kedua jenis tersebut adalah 7 segmen biasa (standar)
dan alfanumerik (alphanumeric). Sebenarnya jenis 7 segmen alfanumerik sama seperti tipe
standar namun ditambah dengan beberapa segmen untuk mengakomodasi beberapa tampilan
lain. Namun saat ini penggunaan 7 segmen tipe alfanumerik sudah mulai tergeser dengan
kehadiran dot matriks yang lebih banyak mendukung berbagai jenis karakter. Di pasaran saat
ini tersedia berbagai jenis warna tampilan dan ukuran yang menyesuaikan jenis-jenis aplikasi
yang ingin dibangun.

Gambar 2.2 Contoh aplikasi yang menggunakan 7 segmen

Program Studi Teknik Elektronika 2


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Pin-out LCD 7 Segmen


7 segmen yang digunakan pada praktikum kali ini adalah jenis 7 segmen standar yang terdiri
dari 7 segmen utama dan 1 segmen tambahan (dot: .). Berikut ini contoh deskripsi pin-out
untuk 7 segmen standar dalam konfigurasi tunggal dan multi.

Tabel 2.1 Pin-out 7 Segmen Tunggal

Tabel 2.2 Pin-out 7 Segmen Multi

Konfigurasi 7 Segmen
Secara umum, terdapat 2 jenis konfigurasi 7 segmen yaitu Common Anoda dan Common
Cathoda.
Common Anoda
Pada configurasi common anoda, anoda dari masing-masing LED penyusun pada
seluruh segmen terhubung menjadi 1 ke dalam 1 pin anoda. Pada jenis ini, yang
keluar pada masing-masing kaki untuk setiap segmen adalah kaki cathoda. Untuk
lebih memudahkan analoginya adalah 7 segmen jenis ini adalah 7 segmen jenis active
LOW untuk menampilkan data pada setiap segmen-nya. Arus yang mengalir pada
sistem adalah tipe SINK melalui unit penyedia data (misal mikrokontroler atau
mikroprosesor via interface I/O).

Gambar 2.3 7 segmen dengan konfigurasi common anoda

Program Studi Teknik Elektronika 3


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Common Cathoda
Pada configurasi common cathoda, cathoda dari masing-masing LED penyusun pada
seluruh segmen terhubung menjadi 1 ke dalam 1 pin cathoda. Pada jenis ini, yang
keluar pada masing-masing kaki untuk setiap segmen adalah kaki anoda. Untuk lebih
memudahkan analoginya adalah 7 segmen jenis ini adalah 7 segmen jenis active
HIGH untuk menampilkan data pada setiap segmen-nya. Arus yang mengalir pada
sistem adalah tipe SOURCE melalui unit penyedia data (misal mikrokontroler atau
mikroprosesor via interface I/O).

Gambar 2.4 7 segmen dengan konfigurasi common cathoda

Pada 7 segemen yang memiliki ukuran yang relatif besar, setiap segmen umumnya terdiri
lebih dari 1 LED dengan konfigurasi tertentu (bisa seri atau paralel) untuk memenuhi
kebutuhan intensitas yang cukup, sesuai dimensi 7 segmen. Oleh karena itu ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan jika ingin menghubungkan 7 segmen ke dalam sistem, antara lain:
Konfigurasi segmen pada 7 segmen yang digunakan, common anoda atau anoda?
Kemampuan tampilan 7 segmen yang digunakan, tunggal atau multi?
Jumlah LED penyusun pada setiap segmen baik segmen utama maupun segmen
pendukung (ada kalanya jumlah LED yang digunakan pada segmen utama dan
pendukung/dot berbeda)
Konsumsi arus dari masing-masing LED penyusun (umumnya informasi tsb terdapat
pada datasheet, kadang warna juga mempengaruhi konsumsi arus, jika tidak ada
asumsikan dengan konsumsi arus normal LED)

Teknik Scanning pada 7 Segmen Multi


Sebenarnya, 7 segmen multi terdiri dari gabungan beberapa 7 segmen tunggal yang digabung
menjadi 1, pin-pin pada setiap segmen digabung menjadi 1 dalam sebuah bus yang terdiri
dari 8 jalur dan dilengkapi dengan masing-masing pin common sesuai dengan jumlah
karakter yang mampu ditampilkan.

Misal pada 7 segmen multi yang berisi 2 7 segmen tunggal (mampu menampilkan 2
karakter), maka akan terdapat 8 pin untuk data (yang akan ditampilkan) + 2 pin common
untuk masing-masing tampilan karakter.

Secara umum prinsip dari teknik scanning ini adalah mengaktifkan masing-masing bagian
(per 7 segmen) secara bergantian dengan interval waktu tertentu secara terus menerus. Jadi
sebenarnya, masing-masing 7 segemn aktif secara bergantian dengan kecepatan tertentu
sehingga akan nampak seolah-olah semua 7 segmen aktif bersamaan.

Program Studi Teknik Elektronika 4


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Gambar 2.5 Ilustrasi teknik scanning pada 7 segment

C. REFERENSI
Berikut ini referensi penunjang praktikum ini:
1. Datasheet Atmega16A
http://www.atmel.com/images/atmel-8154-8-bit-avr-atmega16a_datasheet.pdf
2. Manual DT-HiQ AVR-51 USB ISP
http://www.innovativeelectronics.com/index.php?pg=ie_pdet&idp=78
3. CodeVisionAVR User Guide
http://www.hpinfotech.ro/cvavr_documentation.html

D. PERALATAN DAN BAHAN


Berikut ini peralatan dan bahan yang digunakan dalam praktikum:
1. Modul Mikrokontroler AVR (koper) 1x
2. DT-HiQ AVR-51 USB ISP 1x
3. Komputer (terinstal software CodeVisionAVR) 1x

E. KESELAMATAN KERJA
1. Sesuaikan tegangan kerja dari masing-masing modul.
2. Hubungkan antar modul sesuai setting percobaan atau modifikasi sesuai prosedur
praktikum (jika diperlukan).
3. Perhatikan kembali langkah-langkah pemasangan downloader dan prosedur
pengujian koneksi antara modul mikrokontroler dengan komputer via downloader
pada Lampiran 1: Prosedur Pemasangan Downloader.
4. Saat melepas/memperbaiki koneksi antar modul, pastikan supply OFF, hindari
HOT PLUG!!!
F. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Merancang Tampilan pada 7 Segmen Tunggal
a) Deskripsi
Praktikum ini menjelaskan secara sederhana cara merancang tampilan pada
7 segmen tunggal dengan konfigurasi common anoda dan common anoda.

b) Instruksi

Program Studi Teknik Elektronika 5


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Saudara akan merancang tampilan heksadesimal pada 7 segmen


tunggal yang dapat menampilkan karakter
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,a,b,c,d,e,f
Ingat bahwa pada koneksi hardware pin-out setiap segmen
terhubung dengan pin mikrokontroler melalui resistor (R)
Pada konfigurasi common anoda, pin-out setiap segmen harus
memperoleh logika LOW agar segmen tersebut menyala
Pada konfigurasi common catoda, pin-out setiap segmen harus
memperoleh logika HIGH agar segmen tersebut menyala
Rancanglah bagaimana nilai logika yang harus dikeluarkan oleh
pinout mikrokontroler untuk menampilkan karakter tersebut pada 7
segmen tunggal
Catat hasil desain saudara pada tabel berikut ini:

Tabel 2.1 Tabel desain tampilan pada 7 segmen tunggal common anoda tanpa dot

Karakter D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D1 D0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
a
b
c
d
e
f

Tabel 2.2 Tabel desain tampilan pada 7 segmen tunggal common cathoda tanpa dot

Karakter D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D1 D0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
a
b
c
d
e
f

2. Menampilkan Desain Tampilan pada 7 Segmen Tunggal


a) Deskripsi

Program Studi Teknik Elektronika 6


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Praktikum ini menjelaskan secara sederhana teknik menampilkan karakter


pada 7 segmen tunggal common anoda berdasarkan desain yang sudah
dibuat

b) Mapping I/O

Tabel 2.3 Tabel konfigurasi pin I/O


Mikrokontroler
7 Segmen Tunggal
(ATMEGA16)
GND (pin 1) Pin 1 (GND)
VCC (+5VDC) (pin 2) Pin 2 (VCC)
PORTA.0 (pin 3) Pin 3 (segmen a)
PORTA.1 (pin 4) Pin 4 (segmen b)
PORTA.2 (pin 5) Pin 5 (segmen c)
PORTA.3 (pin 6) Pin 6 (segmen d)
PORTA.4 (pin 7) Pin 7 (segmen e)
PORTA.5 (pin 8) Pin 8 (segmen f)
PORTA.6 (pin 9) Pin 9 (segmen g)
PORTA.7 (pin 10) Pin 10 (segmen dot)
PORTC.0 (pin 3) Pin 3 (AN1)

c) Pseudo Code
Pseudo code dalam bahasa C terdapat pada Lampiran 2.2: C Code
Praktikum 2.1

d) Instruksi
Hubungkan modul praktikum sesuai dengan mapping I/O yang
sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya
Ketik program pada CVAVR, kemudian lakukan kompilasi dan
download ke mikrokontroler pada modul praktikum
Amati dan catat data hasil percobaan pada tabel berikut ini:

Tabel 2.4 Tampilan pada 7 segmen tunggal


Nilai Biner
Karakter Bentuk Display
(segmen)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
a
b
c
d
e
f

3. Scanning 7 Segmen
a) Deskripsi
Praktikum ini menjelaskan secara sederhana teknik scanning 7 segmen
untuk menampilkan karakter-karakter pada 7 segmen multi digit (4 digit)
melalui contoh program

Program Studi Teknik Elektronika 7


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

b) Mapping I/O

Tabel 2.5 Tabel konfigurasi pin I/O


Mikrokontroler
7 Segmen Tunggal
(ATMEGA16)
GND (pin 1) Pin 1 (GND)
VCC (+5VDC) (pin 2) Pin 2 (VCC)
PORTA.0 (pin 3) Pin 3 (segmen a)
PORTA.1 (pin 4) Pin 4 (segmen b)
PORTA.2 (pin 5) Pin 5 (segmen c)
PORTA.3 (pin 6) Pin 6 (segmen d)
PORTA.4 (pin 7) Pin 7 (segmen e)
PORTA.5 (pin 8) Pin 8 (segmen f)
PORTA.6 (pin 9) Pin 9 (segmen g)
PORTA.7 (pin 10) Pin 10 (segmen dot)
PORTC.0 (pin 3) Pin 3 (AN1)
PORTC.1 (pin 4) Pin 3 (AN2)
PORTC.2 (pin 5) Pin 3 (AN3)
PORTC.3 (pin 6) Pin 3 (AN4)
c) Pseudo Code
Pseudo code dalam bahasa C terdapat pada Lampiran 2.2: C Code
Praktikum 2.2

d) Instruksi
Hubungkan modul praktikum sesuai dengan mapping I/O yang
sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya
Ketik program pada CVAVR, kemudian lakukan kompilasi dan
download ke mikrokontroler pada modul praktikum
Amati dan catat 8 jenis contoh tampilan pada 7 segemn yang
dihasilkan
Selanjutnya ubah nilai OCR1AH dan OCR1AL menjadi 10x lebih
besar dan 10x lebih kecil dengan nilai set saat ini.
Lakukan kompilasi dan download program kembali
Amati hasil dan catat sebagai data percobaan
Pada laporan sementara berikan komentar atau tanggapan mengenai
fenomena yang terjadi berkenaan dengan perubahan nilai OCR1AH
dan OCR1AL

G. TUGAS PRAKTIKUM
1. Modifikasilah sistem counter yang saudara bangun pada praktikum sebelumnya
menggunakan tampilan 7 segmen 2. Gunakan 2 digit saja fasilitas tampilan pada 7
segmen modul praktikum untuk membangun counter 00-99 dengan ketentuan:
Saat sudah mencapai 99, counter tidak akan bertambah
Saat sudah mencapai 00, counter tidak akan berkurang
Saat ditekan reset tampilan kembali ke 00
2. Buatlah tampilan running text dengan arah pergeseran ke kiri dengan tampilan :
ELKA ORRA ARISTO

H. DATA PRAKTIKUM
(Terlampir)

Program Studi Teknik Elektronika 8


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

I. ANALISA PRAKTIKUM

Pada workshop antarmuka kali ini dilakukan percobaan mengenai seven segment serta
penggunaan metode scanning pada seven segment multi. 7 segmen merupakan salah satu media
display yang digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika. Sebuah 7 segmen tunggal terdiri
dari kumpulan LED yang disusun sedemikian rupa membentuk tampilan tertentu. Konsep dasar
tampilan dibentuk oleh 7 segmen dan 1 segmen tambah. 7 segmen tersebut adalah a,b,c,d,e,f,g
dan 1 segmen tambahan berupa dot
Praktikum dimulai dengan pengaturan terlebih dahulu pemasangan PORT pada module.
PORTA dipasangkan pada SLOT data dalam module seven segment sedangkan PORTC
dipasangkan pada SLOT control dalam module seven segment. Pada praktikum pertama,
dilakukan perancangan tampilan 7 segmen tunggal dengan konfigurasi common anoda. Pada
konfigurasi common anoda, pin-out setiap segmen harus memperoleh logika LOW agar segmen
tersebut menyala. Output pada percobaan ini merupakan tampilan heksadesimal 7 segmen
tunggal yang menampilkan karakter 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,a,b,c,d,e,f.
Percobaan kedua dilakukan percobaan yang hampir sama dengan percobaan pertama yaitu
dengan menggunakan konfigurasi anoda. Arus yang mengalir pada sistem adalah tipe SINK
melalui unit penyedia data. Program kedua ini merupakan program counter otomatis yang
menghitung mulai dari 00 hingga 99 kemudian kembali lagi ke 00 setelah mencapai nilai 99
Selain kedua program diatas, terdapat 2 program tambahan. Program pertama merupakan
modifikasi dari sistem counter otomatis pada praktikum sebelumnya. Namun untuk kali ini,
program yang ditulis merupakan program counter manual dengan hanya menggunakan 2 digit
untuk menampilkan counter 00-99. Selain itu terdapat penambahan push button yaitu PB0, PB1,
dan PB2. Tampilan yang dihasilkan dari program counter ini menunjukkan penghitungan maju
hingga mencapai 99 ketika PB0 ditekan, namun saat sudah mencapai 99, counter tidak
bertambah. Kemudian counter akan melakukan perhitungan mundur ketika PB1 ditekan dan
counter tidak akan berkurang jika sudah mencapai 00. Serta ketika PB2 ditekan seven segment
akan mengalami reset dan tampilan akan kembali ke 00.

Program kedua tugas ini merupakan program running text dengan arah pergeseran ke kiri
dengan tampilan : elka orra aristo. Sama seperti percobaan sebelumnya, PORT yang digunakan
pada program ini adalah PORTA dan PORTC. Hasil output yang dihasilkan dimulai dengan
tampilnya huruf e dari segment yang paling kanan. Kemudian e ini akan bergeser satu segment
ke kiri dan segment sebelumnya akan diisi denganl. Begitu seterusnya terjadi looping sehingga
terlihat seperti teks yang berjalan.

J. KESIMPULAN
Dari workshop antarmuka ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :

1. Dalam penulisan program diperlukan ketelitian, karena kesalahan sedikit saja dapat
menyebabkan error pada program
2. Seven segment mempunyai 2 konfigurasi kaki yaitu common anoda dan common cathoda
3. Seven segment common anoda mempunyai segmen jenis active low untuk menampilkan
data pada setiap segmen-nya. Arus yang mengalir pada sistem adalah tipe SINK melalui
unit penyedia data
4. Seven segment common cathode mempunyai segmen jenis active high untuk
menampilkan data pada setiap segmennya. Arus yang mengalir pada sistem adalah tipe
SOURCE melalui unit penyedia data
Program Studi Teknik Elektronika 9
Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

K. LAMPIRAN

Program Studi Teknik Elektronika 10


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 11


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 12


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 13


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 14


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 15


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 16


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 17


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 18


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 19


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 20


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 21


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 22


Praktikum Mikroprosesor dan Teknik Antarmuka 2 2017

Program Studi Teknik Elektronika 23