Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

Puskesmas Langsa Lama diresmikan pada 18 Februari 2011 dan terletak di Desa
Meurandeh Dayah Kecamatan Langsa Lama. Adapun Visi Puskesmas Langsa Lama
dirumuskan berdasarkan potensi sumber daya yang ada, tantangan yang dihadapi serta hasil
yang diharapkan pada masa yang akan datang yaitu Terwujudnya pelayanan kesehatan
berkualitas dan terjangkau menuju Langsa Lama sehat dan Mandiri.

Untuk mencapai rumusan visi di atas, maka misi Puskesmas Langsa Lama adalah
sebagai berikut :

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat Langsa Lama dalam bidang kesehatan.


2. Mendorong kemandirian hidup sehat masyarakat Langsa Lama.
3. Mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat langsa Lama.
4. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau seluruh lapisan
masyarakat Langsa Lama.
5. Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan 5 S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan,
Santun)
6. Meningkatkan kemitraan internal dan eksternal untuk mencapai tujuan bersama.
7. Meningkatkan mutu pelayanan seluruh program Puskesmas Langsa Lama.
8. Menyelenggarakan sistem informasi Puskesmas Langsa Lama yang bermutu.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.00.SJ.SK.VI.1997 tentang Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota
ditetapkan bahwa data dan informasi kesehatan itu perlu dikemas dalam bentuk Profil
Kesehatan, baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Profil Kesehatan
merupakan salah satu pendukung Sistem Informasi untuk Daerah (SIKDA) yang berisi data-
data hasil kegiatan pembangunan Kesehatan di wilayah Kab/Kota selama satu tahun.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama berisi data data serta informasi tentang
pelaksanaan pembangunan untuk mencapai visi dan misi rencana strategi Depkes tahun 2010
2014. Visi Rencana Strategis yang ingin dicapai Depkes adalah Masyarakat Yang Mandiri
dan Berkeadilan. Visi ini dituangkan menjadi 4 misi yaitu (1) Meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat
madani, (2) Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan
yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan, (3) menjamin ketersediaan dan pemerataan
sumberdaya kesehatan, serta (4) Menciptakan tata kelola keperintahan yang baik.

Visi dan Misi ini akan diwujudkan melalui 6 Rencana Strategi Tahun 2010 2014,
yaitu:

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 1


1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam
pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global.

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis
bukti dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif

3. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk mewujudkan jaminan


sosial kesehatan nasional.

4. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan


bermutu.

5. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta
menjamin keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan
makanan.

6. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan


berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggung jawab.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 ini merupakan suatu wadah
integrasi berbagai data yang telah dikumpulkan melalui berbagai sistem pencatatan dan
pelaporan yang ada yang berisikan data-data kesehatan, yang meliputi data tentang derajat
kesehatan, upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan. Disamping itu, Profil Kesehatan
Puskesmas Langsa Lama ini juga menyajikan data pendukung lain yang berhubungan dengan
kesehatan, seperti data umum tentang geografis Kecamatan Langsa Lama, kependudukan,
data sosial ekonomi, lingkungan, keluarga berencana dan data-data lain. Data dianalisis secara
sederhana dengan bentuk tampilan tabel dan grafik serta naratif.

BAB II
TUJUAN DAN RUANG LINGKUP

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 2


A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum diterbitkannya profil ini adalah untuk memberikan gambaran
kesehatan yang menyeluruh dalam rangka meningkatkan kualitas Manajemen Kesehatan
untuk menciptakan SDM Kesehatan yang berkualitas serta memberikan informasi kepada
penentu kebijakan agar dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta dan kondisi yang
ada pada wilayah kerja Puskesmas .

2. Tujuan Khusus :
1. Diperolehnya data/informasi tentang keadaan umum Puskesmas Langsa Lama tahun
2013 yang meliputi situasi kependudukan, sosial ekonomi, lingkungan, status
kesehatan masyarakat, upaya-upaya kesehatan, dan data/ informasi lain yang
berhubungan dengan kesehatan.

2. Tersedianya acuan untuk pemantauan dan evaluasi tahunan program- program


kesehatan di Puskesmas Langsa Lama.

3. Tersedianya data/informasi yang dibutuhkan dalam mewujudkan visi dan misi


Puskesmas Langsa Lama dan menciptakan pelayanan kesehatan berkualitas dan
terjangkau menuju Langsa Lama sehat dan Mandiri.

4. Tersedianya data/informasi yang dibutuhkan penentu kebijakan dalam pengambilan


keputusan berdasarkan fakta yang ada (evidence based decision making).

5. Tersedianya alat untuk memacu penyempurnaan sistem pencatatan dan pelaporan


kesehatan dalam rangka mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas
Langsa Lama.

6. Tersedianya bahan untuk menyusun Profil Kesehatan Kota Langsa.

B. Ruang Lingkup
1. Jenis Data/Informasi

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 3


Data yang dikumpulkan untuk Penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa
Lama adalah:

a. Data Umum meliputi data geografi, kependudukan dan sosial ekonomi.


b. Data Derajat Kesehatan yang meliputi data kematian, data kesakitan dan data status
gizi.
c. Data Pelayanan Kesehatan, antara lain data pemanfaatan Puskesmas, data pelayanan
kesehatan ibu dan anak, data pemberantasan penyakit, data pelayanan kesehatan
Gakin, data penanggulangan KLB, dan data pelayanan kesehatan lainnya.
d. Data Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat, meliputi data air
bersih, data rumah sehat, data tempat-tempat umum, dan data perilaku hidup sehat.
e. Data Sumber Daya Kesehatan yang meliputi data sarana kesehatan, data tenaga
kesehatan, data obat dan perbekalan kesehatan, serta data pembiayaan kesehatan.
f. Data lainnya.

2. Sumber Data

Data untuk Penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama diperoleh dari:

a. Catatan Kegiatan Puskesmas Langsa Lama baik untuk kegiatan dalam gedung
maupun luar gedung.
b. Catatan hasil kegiatan seluruh pengelola Program di Puskesmas Langsa Lama
c. Catatan Bidan Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Lama.
d. Dokumen Kantor Camat Langsa Lama.
e. Dokumen Kantor Statistik Kota Langsa.

3. Periode Data dan Jadwal Penyusunan


Periode data yang disajikan dalam Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama
adalah periode Januari sampai dengan Desember tahun Profil. Dengan demikian Profil
Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2014 berisi data/informasi tahun 2013.

Periode penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama dibagi dalam dua
tahap yaitu tahap pertama berupa tabel lampiran (draf awal : Desember 2013) dan tahap
kedua berupa narasi dan tabel (finalisasi : Januari 2014).

BAB III
MEKANISME KERJA PENGELOLAAN DATA

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 4


A. PENGUMPULAN DATA

Data untuk penyusunan Profil Kesehatan Kota Langsa ini dikumpulkan dengan
dua macam cara, yaitu secara pasif dan secara aktif. Secara pasif artinya petugas
pengelola data di Puskesmas Langsa Lama menunggu laporan yang berasal dari
Pengelola Program dan Bidan Desa di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama yang
merupakan laporan hasil kegiatan Program yang dilaksanakan setiap bulan. Sedangkan
pengumpulan data secara aktif berarti petugas pengelola data di Puskesmas Langsa Lama
berupaya aktif mengumpulkan data ke Desa, Kantor Camat Langsa Lama dan ke Instansi
Dinas Kota Langsa terkait.

Ditinjau dari metode pengumpulan data, Profil Kesehatan Puskesmas Langsa


Lama menggunakan metode rutin. Pengumpulan data metode rutin dilakukan secara terus
menerus yang merupakan kegiatan pengelolaan data harian. Data ini dikumpulkan dari
catatan kegiatan harian atau rekam medik pasien baik yang berkunjung ke Puskesmas
maupun Puskesmas pembantu serta catatan kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung
Puskesmas. Pengumpulan data metode rutin dilakukan oleh petugas unit kesehatan dan
kader kesehatan yang melakukan pencatatan kegiatan di Posyandu atau lainnya.

B. PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Data yang telah dikumpulkan tersebut, kemudian dientri ke dalam format tabel
profil yang telah disediakan, sebagaimana tercantum pada lampiran pedoman ini.
Berdasarkan data yang ada pada tabel-tabel kemudian dilakukan analisis. Terdapat empat
jenis analisis data Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama, yaitu:
1. Analisis Deskriptif adalah upaya menggambarkan/menjelaskan data yang terdapat
dalam tabel sesuai karakteristik data yang ditampilkan, termasuk angka rata-rata,
angka minimum dan maksimum. Misalnya nilai rata-rata cakupan imunisasi bayi,
kisaran cakupan imunisasi bayi.
2. Analisis Komparatif adalah upaya menjelaskan data dengan membandingkan
karakteristik data wilayah yang satu dengan wilayah lainnya atau perbandingan data
antar waktu, antar jenis kelamin, antar kelompok umur. Misalnya perbandingan
cakupan K4 antara Desa A dengan Desa B.
3. Analisis Kecenderungan adalah upaya untuk menjelaskan data dengan
membandingkan data antar waktu dalam periode yang relatif panjang. Misalnya
kecenderungan jumlah penderita DBD selama lima tahun terakhir.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 5


4. Analisis Hubungan adalah upaya untuk menjelaskan hubungan/keterkaitan antara
variabel yang satu dengan variabel lainnya, misalnya cakupan K4 dengan pemberian
90 tablet Fe.

Kegiatan analisis data tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pengemasan informasi.
Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama dikemas dalam berbagai macam bentuk sajian
informasi, antara lain dalam bentuk teks, tabel, grafik atau kombinasinya.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 6


BAB IV
SISTEMATIKA DAN DISTRIBUSI

A. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Sistematika penyajian Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2011
dapat diuraikan sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan
Bagian ini berisi tentang latar belakang penerbitan Profil Kesehatan Puskesmas
Langsa Lama Tahun 2013.

Bab II Tujuan dan Ruang Lingkup

Bagian ini berisikan tentang tujuan umum dan tujuan khusus penyusunan Profil
Kesehatan Puskesmas Langsa Lama serta ruang lingkup Profil Kesehatan Puskesmas
Langsa Lama, yang meliputi jenis data, sumber data dan periode data serta jadwal
penyusunan.

Bab III Mekanisme Kerja Pengelolaan Data


Bab ini berisikan tentang cara dan metode pengumpulan data Profil Kesehatan
Puskesmas Langsa Lama serta pengolahan dan analisis data.

Bab IV Sistematika dan Distribusi

Bab ini berisikan tentang sistematika penyajian dan distribusi Profil Kesehatan
Puskesmas Langsa Lama.

Bab V Indikator Kesehatan pada Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama

Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kecamatan Langsa Lama. Selain
uraian tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya yang
berpengaruh terhadap kesehatan misal kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial
budaya dan lingkungan. Bab ini juga menguraikan indikator- indikator yang
mempengaruhi derajat kesehatan, status gizi masyarakat Kecamatan Langsa Lama, upaya
kesehatan dan sumber daya kesehatan Kecamatan Langsa Lama.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 7


Lampiran

Sebagai lampiran adalah seluruh tabel induk yang telah diisi dan digunakan
sebagai sumber data dalam penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun
2013 ini.

B. DISTRIBUSI PROFIL KESEHATAN

Distribusi Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama adalah sebagai berikut :

o Puskesmas Langsa Lama

o Dinas Kesehatan Kota Langsa

o Kecamatan Langsa Lama

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 8


BAB V
INDIKATOR KESEHATAN PADA PROFIL KESEHATAN
KOTA LANGSA

A. GAMBARAN UMUM
1. GEOGRAFI
Kecamatan Langsa Lama merupakan bagian dari Kota Madya Langsa. Wilayah
kerja Puskesmas Langsa Lama terdiri dari 12 (Dua Belas) desa dengan luas wilayah
keseluruhan 44,00 km.

NO NAMA DESA LUAS ( km)


1 Seulalah 0.43
2 Seulalah Baru 0.21
3 Pondok Keumuning 9.17
4 Pondok Pabrik 1.33
5 Sekajadi 10.67
6 Sidodadi 0.32
7 Sidorejo 0.31
8 Gampong Baro 0.23
9 Meurandeh 9.42
10 Meurandeh Dayah 1.16
11 Meurandeh Tengah 1.82
12 Meurandeh Aceh 0.21
Jumlah 35.28
Sumber : Kecamatan Langsa Lama Dalam Angka

Batasan Wilayah Kecamatan Langsa Lama sebagai berikut :


- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Langsa Kota
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Langsa Timur
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur.

2. KEPENDUDUKAN
a. Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk di Kecamatan Langsa Lama tahun 2013 untuk
masing-masing Desa tidak merata. Desa Sidorejo memiliki penduduk terbanyak
yaitu sebanyak 3.348 jiwa sementara Desa yang paling sedikit dihuni oleh
penduduk adalah Desa Meurandeh Aceh yaitu 620 jiwa.
b. Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data hasil olahan sensus, kepadatan penduduk di Kecamatan
Langsa Lama tahun 2013 tidak merata seperti halnya persebaran penduduk.
Kepadatan penduduk di Kecamatan Langsa Lama tahun 2012 yaitu 1.385 jiwa/km2
sedangkan pada tahun 2013 kepadatan penduduk sebesar 641.07 jiwa/km2 ,ini

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 9


artinya terjadi peningkatan yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk
akibat terjadinya perpindahan penduduk masuk ke dalam wilayah Kecamatan
Langsa Lama dan akibat pertumbuhan penduduk Kecamatan Langsa Lama sendiri.
Jika di rinci menurut Desa di Wilayah Kecamatan Langsa Lama kepadatan terbesar
di Desa Seulalah Baru sebesar 12.228 jiwa/km2 dan terendah adalah Desa Sukajadi
Kebun Ireng yaitu 67 jiwa/km2. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel V.1
berikut :

Tabel V.1
Luas Wilayah, Jumlah Desa, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga, dan Kepadatan
Penduduk Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Luas Jumlah Jumlah Rata-rata Kepadatan


Jumlah
No Desa Wilayah Desa Kelurahan Desa + Rumah Jiwa/ Rumah Penduduk
Penduduk
(km2) Kelurahan Tangga Tangga Per km2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Seulalah 0.43 1 1 2 2.186 579 3.78 5083.72

2 Seulalah Baru 0.21 1 1 2 2.568 610 4.21 12228.57

3 Pondok Keumuning 9.17 1 1 2 2.338 674 3.47 254.96

4 Pondok Pabrik 1.33 1 1 2 2.094 525 3.99 1574.44

5 Sukajadi 10.67 1 1 2 724 182 3.98 67.85

6 Sidodadi 0.32 1 1 2 3.211 652 4.92 10034.38

7 Sidorejo 0.31 1 1 2 3.348 761 4.40 10800.00

8 Gampong Baro 0.23 1 1 2 2.007 612 3.28 8726.09

9 Meurandeh 9.42 1 1 2 1.046 271 3.86 111.04

10 Meurandeh Dayah 1.16 1 1 2 1.149 297 3.87 990.52

11 Meurandeh Tengah 1.82 1 1 2 1.326 361 3.67 728.57

12 Meurandeh Aceh 0.21 1 1 2 620 128 4.84 2952.38

Jumlah (Kab/ Kota) 35.28 12 12 24 22.617 5.652 4.00 641.07

Sumber : - Bidan Desa PKM Langsa Lama Tahun 2013


- Badan Pusat Statistik Kota Langsa Tahun 2013

c. Distribusi Penduduk
Komposisi penduduk menurut golongan umur di Kecamatan Langsa Lama
tahun 2013 terbesar berada pada kelompok usia produktif 15-44 tahun sebesar
51.88 %. Hal ini menunjukkan bahwa usia produktif sangat dominan. Disusul
kelompok umur 45-64 tahun sebesar 17.29 % dan kelompok umur 5-14 tahun
(16.11%). Data rincinya terlihat pada grafik di bawah ini.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 10


Grafik V.1
Distribusi Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin
Tahun 2011

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa proporsi terbesar penduduk


Kecamatan Langsa Lama menurut jenis kelamin adalah laki-laki (sex ratio
100:97,5).

3. SOSIAL EKONOMI
Jumlah penduduk miskin Kecamatan Langsa Lama tahun 2013 sebanyak
10.469 jiwa.

4. PENDIDIKAN
a. Kemampuan Baca Tulis
Kemampuan baca tulis tercermin dari angka melek huruf penduduk yang
dalam hal ini didefinisikan penduduk usia 10 tahun keatas yang dapat membaca
dan menulis huruf latin dan huruf lainnya. Persentase penduduk Kecamatan
Langsa Lama yang berumur 10 tahun keatas yang dapat membaca huruf latin
tahun 2013 sebesar 81%. Namun diharapkan pada masa yang akan datang, tidak
akan ditemukan lagi penduduk yang tidak/belum pernah sekolah.

b. Pendidikan Tinggi Yang Ditamatkan


Penyelenggaraan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan
serta pembangunan kesehatan memerlukan berbagai jenis tenaga kesehatan yang
memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat,
yakni yang lebih mengutamakan upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan
serta pencegahan penyakit. Dengan makin meningkatnya mutu tenaga kesehatan

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 11


yang dibutuhkan, diperlukan tenaga pendidik yang memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang tinggi, disamping memiliki pula kemampuan mendidik yang
andal berdasarkan teknologi pendidikan. Pendidikan yang ditamatkan merupakan
indikator pokok kualitas pendidikan formal.
Penduduk Kecamatan Langsa Lama mayoritas berpendidikan SLTA/MA,
untuk laki-laki sebanyak 2952 jiwa dan untuk perempuan sebanyak 2878 jiwa
sedangkan tingkat pendidikan minoritas yaitu tingkat perguruan tinggi untuk
laki-laki sebanyak 856 jiwa, dan perempuan sebanyak 771 jiwa.

B. DERAJAT KESEHATAN

Di Indonesia, indikator derajat kesehatan dapat dilihat dari Umur Harapan Hidup,
Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Ibu melahirkan, dan
Angka Kesakitan/ Kematian karena penyakit tertentu serta Status Gizi Masyarakat.
Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur
mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi. Adapun target
masing-masing indikator untuk menggambarkan derajat kesehatan yang optimal sebagai
berikut :

No Derajat Kesehatan Percapaian 2013


1 Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 Kelahiran Hidup 0.22

2 Angka Kematian Balita (AKABA) per 1000 Balita 0

3 Angka Kematian Pneumonia Balita per 1000 Balita 0

4 Angka Kematian Diare Balita per 1000 Balita 0

5 Angka Kematian Ibu per 1000 Kelahiran Hidup 0

6 Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 1000 penduduk 1,19

7 Angka Kesakitan Malaria per 1000 Penduduk 3,00

8 Persentase Kesembuhan TB Paru 163,64

9 Persentase Penderita HIV/AIDS terhadap Penduduk Berisiko 0

10 Persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 0

11 Persentase Balita dengan Gizi Baik 90

B.1. ANGKA KEMATIAN


1. Angka Kematian Bayi (AKB)
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk
menentukan derajat kesehatan suatu daerah. Tabel berikut memperlihatkan laporan
jumlah kematian bayi menurut Desa di Kecamatan Langsa Lama tahun 2013.

Tabel V. 2

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 12


Jumlah Kematian Bayi Per 1000 Kelahiran Hidup di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Jumlah
% Bayi Jumlah
No Desa Puskesmas Lahir Lahir Hidup +
Lahir Mati Mati Bayi Mati
Hidup Lahir Mati
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Seulalah Langsa Lama 44 1 45 0 1

2 Seulalah Baru 47 0 47 0 0

3 Pondok Keumuning 41 1 41 1 1

4 Pondok Pabrik 39 0 39 0 0

5 Sukajadi 15 1 16 0 1

6 Sidodadi 39 0 39 0 0

7 Sidorejo 59 0 59 0 0

8 Gampong Baro 28 0 28 0 0

9 Meurandeh 20 0 20 0 0

10 Meurandeh Dayah 15 0 15 0 0

11 Meurandeh Tengah 28 2 30 1 2

12 Meurandeh Aceh 13 0 13 0 0

Jumlah (Kab/ Kota) 388 5 393 2 5

Sumber : Pengelola KIA PKM Langsa Lama Tahun 2013

Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Langsa Lama adalah sebesar


8,75 per1000 kelahiran hidup. AKB ini belum dapat menggambarkan angka
kematian sebenarnya di populasi karena jumlah kematian yang dilaporkan hanya
berasal dari fasilitas kesehatan dasar di puskesmas melalui bidan dan kader di
wilayah kerja masing-masing.

2. Angka Kematian Balita (AKABA)


Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah kematian anak umur
0 4 tahun per 1000 Kelahiran Hidup. AKABA menggambarkan tingkat
permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap
anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit infeksi, dan kecelakaan.
Angka Kematian Balita yang dilaporkan adalah sebesar 0 per1000
kelahiran hidup. Secara rinci dapat dilihat dari tabel berikut :

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 13


Tabel V. 3
Jumlah Kematian Balita Per 1000 Kelahiran Hidup diKecamatan Langsa Lama Tahun 2013

No Desa Puskesmas Jumlah Balita Jumlah Balita Mati

1 2 3 4 5
1 Seulalah Langsa Lama 210 0
2 Seulalah Baru 207 0
3 Pondok Keumuning 308 1
4 Pondok Pabrik 235 0
5 Sukajadi 98 1
6 Sidodadi 265 0
7 Sidorejo 425 0
8 Gampong Baro 222 0
9 Meurandeh 122 0
10 Meurandeh Dayah 76 0
11 Meurandeh Tengah 181 0
12 Meurandeh Aceh 138 0
Jumlah (Kecamatan) 2.487 2
Sumber : Pengelola KIA PKM Langsa Lama Tahun 2013

3. Angka Kematian Ibu (AKI)


Angka Kematian Ibu atau AKI adalah mencerminkan besaran masalah
kesehatan yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan kelahiran. Kondisi sosial
ekonomi, kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil
merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kematian ibu maternal di
Kecamatan Langsa Lama.

Angka Kematian Ibu (AKI) yang dilaporkan di Kecamatan Langsa Lama


tahun 2013 adalah sebesar 0 per1000 kelahiran hidup.

Tabel V. 4
Jumlah Kematian Ibu Per 1000 Kelahiran Hidup di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Jumlah Jumlah Kematian Ibu Maternal


No Desa Puskesmas Kematian Kematian Kematian Jumlah
Lahir Hidup
Ibu Hamil Ibu Bersalin Ibu Nifas
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Seulalah Langsa Lama 44 0 0 0 0

2 Seulalah Baru 47 0 0 0 0

3 Pondok Keumuning 41 0 0 0 0

4 Pondok Pabrik 39 0 0 0 0

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 14


5 Sukajadi 15 0 0 0 0

6 Sidodadi 39 0 0 0 0

7 Sidorejo 59 0 0 0 0

8 Gampong Baro 28 0 0 0 0

9 Meurandeh 20 0 0 0 0

10 Meurandeh Dayah 15 0 0 0 0

11 Meurandeh Tengah 28 0 0 0 0

12 Meurandeh Aceh 13 0 0 0 0

Jumlah (Kab/ Kota) 388 0 0 0 0

Sumber : Pengelola KIA PKM Langsa Lama Tahun 2013

Data di atas didapat dari unit pelayanan puskesmas, sedangkan data dari
unit pelayanan kesehatan lain seperti Rumah Sakit, Bidan Praktek Swasta dan
Klinik Bersalin belum diperhitungkan secara keseluruhan sehingga ada
kemungkinan terjadi perubahan angka.

Jumlah kematian ibu berdasarkan Audit Maternal Perinatal (AMP) yang


diperoleh dari Puskesmas Langsa Lama adalah sebanyak 0 kematian.

B.2. ANGKA KESAKITAN


Angka kesakitan adalah banyaknya penduduk yang mengeluh sakit pada
selang waktu tertentu. Bagi kelompok usia produktif kesakitan sangat berpengaruh
dalam produktifitas dan pendapatan keluarga.

1. Malaria
Malaria masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat Asia
Tenggara, begitu juga di Indonesia penyakit ini menjadi ancaman dan
mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian.
Penyakit malaria di Kecamatan Langsa Lama merupakan salah satu
permasalahan yang kronis. Luasnya perkebunan dan kurang efektifnya
pemberantasan vektor merupakan suatu pra kondisi yang menyebabkan malaria
masih merupakan masalah.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 15


Jumlah penderita malaria di Kecamatan Langsa Lama pada tahun 2013
adalah malaria klinis 131 kasus dan yang positif sebanyak 1 kasus. Penderita
malaria Klinis terbanyak terdapat di desa Seulalah sebanyak 24 Kasus. Jumlah
Penderita Malaria Klinis menurut Desa di Kecamatan Langsa Lama dapat dilihat
pada grafik berikut:

Grafik V. 2
Kasus Malaria Klinis Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah
kesehatan masyarakat di Kecamatan Langsa Lama. Sejalan dengan meningkatnya
mobilitas dan kepadatan penduduk, penyakit DBD selalu ditemukan setiap tahun
di Kecamatan Langsa Lama. Selain kondisi geografis dan musim yang tidak
menentu juga kurang efektifnya fogging fokus dengan fogging sebelum penularan
serta belum memasyarakatnya pemberantasan sarang nyamuk merupakan kondisi
yang menyebabkan DBD masih merupakan masalah Kecamatan Langsa Lama.

Tabel V. 5
Jumlah Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Desa
Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

No Desa Puskesmas DBD

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 16


Jumlah Kasus Ditangani % Ditangani
1 2 3 4 5 6
1 Seulalah Langsa Lama 16 16 100
2 Seulalah Baru 6 6 100
3 Pondok Keumuning 2 2 100
4 Pondok Pabrik 5 5 100
5 Sukajadi 0 0 0
6 Sidodadi 8 8 100
7 Sidorejo 6 6 100
8 Gampong Baro 4 4 100
9 Meurandeh 1 1 100
10 Meurandeh Dayah 3 3 100
11 Meurandeh Tengah 1 1 100
12 Meurandeh Aceh 0 0 0
Jumlah (Kab/ Kota) 52 52 100
Sumber : Pengelola DBD PKM Langsa Lama Tahun 2013

Pada tabel V.5 di atas dapat dilihat jumlah penderita DBD Tahun 2013
sebanyak 52 kasus dengan Angka Kesakitan sebesar 2,29 %. Insiden penyakit
Demam Berdarah Dengue dari tahun ke tahun cenderung menyebar, namun tidak
seluruh desa merupakan daerah endemis.

3. Diare
Penyakit Diare dapat menimbulkan KLB di beberapa wilayah dengan
jumlah penderita dan kematian yang cukup tinggi. Penyakit Diare banyak
menyerang golongan umur anak-anak terutama balita dimana hal ini dapat
mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan serta status gizi anak. Meskipun
demikian Diare ternyata bukan merupakan salah satu penyebab utama kematian
pada semua golongan umur. Tetapi penyakit diare merupakan penyakit yang harus
diwaspadai, artinya penanganan yang tepat di Rumah sakit dan sarana pelayanan
kesehatan yang lain seperti Puskesmas dan lain-lain, sangat penting peranannya
dalam pencegahan kematian akibat diare.
Jumlah kasus diare di Kecamatan Langsa Lama tahun 2013 dapat dilihat
dari tabel di bawah ini :

Tabel V. 6
Jumlah Penderita Diare Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

DIARE
No Desa Puskesmas Jumlah Jml Diare % Ditangani
Kasus Pada Balita
1 2 3 4 5 6
1 Seulalah Langsa Lama 47 74 100
2 Seulalah Baru 55 23 100
3 Pondok Keumuning 50 27 100
4 Pondok Pabrik 45 50 100
5 Sukajadi 15 6 100

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 17


6 Sidodadi 69 71 100
7 Sidorejo 72 52 100
8 Gampong Baro 43 44 100
9 Meurandeh 22 55 100
10 Meurandeh Dayah 25 19 100
11 Meurandeh Tengah 28 17 100
12 Meurandeh Aceh 13 28 100
Jumlah (Kab/ Kota) 484 466 100
Sumber : Pengelola Diare PKM Langsa Lama Tahun 2013

Jumlah penderita diare pada tahun 2013 sebanyak 484 kasus, dan balita
yang menderita diare sebanyak 466 kasus.
4. Tuberkulosis (TB) Paru
Kasus TB Paru di Kecamatan Langsa Lama pada tahun 2013 sebanyak 11
kasus positif dengan persentase kesembuhan sebesar 163,64 %. Puskesmas
Langsa Lama belum mencapai target kesembuhan nasional kasus TB Paru yaitu
sebesar >85%. Diharapkan pada masa yang akan datang target ini dapat tercapai
seiring peningkatan sarana dan prasana di Puskesmas Langsa Lama.
5. Kusta
Penyakit kusta merupakan penyakit kulit dengan bercak putih atau
kemerahan/kelumpuhan pada otot tangan, kaki dan mata, kulit kering serta
pertumbuhan rambut yang terganggu. Upaya pelayanan terhadap penderita kusta
antara lain adalah melakukan penemuan penderita melalui berbagai survei anak
sekolah, survei kontak dan pemeriksaan intensif penderita yang datang ke
pelayanan kesehatan dengan keluhan atau kontak dengan penderita penyakit
kusta.
Untuk wilayah Puskesmas Langsa Lama pada tahun 2013 ditemukan kasus
Kusta sebanyak 1 kasus di Desa Pondok Pabrik.
6. Penyakit menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
Tabel V. 7
Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan
Imunisasi (PD3I) Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013
JUMLAH KASUS PD31
No Desa Tetanus Hep
Difteri Pertunis Tetanus Campak Polio
Neonatorum B
1 2 3 4 5 6 8 9 10
1 Seulalah 0 0 0 0 0 0 0
2 Seulalah Baru 0 0 0 0 0 0 0
3 Pondok Keumuning 0 0 0 0 0 0 0
4 Pondok Pabrik 0 0 0 0 0 0 0
5 Sukajadi 0 0 0 0 0 0 0
6 Sidodadi 0 0 0 0 0 0 0
7 Sidorejo 0 0 0 0 0 0 0
8 Gampong Baro 0 0 0 0 0 0 0
9 Meurandeh 0 0 0 0 0 0 0
10 Meurandeh Dayah 0 0 0 0 0 0 0
11 Meurandeh Tengah 0 0 0 0 0 0 0

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 18


12 Meurandeh Aceh 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah (Kab/ Kota) 0 0 0 0 0 0 0
Sumber : Pengelola Imunisasi PKM Langsa Lama Tahun 2013

B.3. STATUS GIZI


Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain
bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi Wanita Usia Subur
(WUS), Kurang Energi Kronis (KEK) dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
(GAKY) serta pemantauan berat badan balita secara teratur.
Berikut kegiatan pemantauan berat badan yang dilakukan di fasilitas
pelayanan puskesmas dan jaringannya.

1. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)


Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama
yang berhubungan dengan kematian perinatal dan neonatus. BBLR dibedakan
dalam 2 (dua) kategori yaitu : BBLR prematur (usia kandungan kurang dari 37
minggu) dan BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR) yaitu bayi
lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Penyebab utama bayi IUGR
adalah karena ibu berstatus gizi buruk dengan kondisi anemia, malaria dan
menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat
hamil.

Tabel V. 8
Jumlah Kasus BBLR Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013
JUMLAH KASUS PD31
No Desa Jml
% BBLR % BBLR
Lahir Ditimbang BBLR % BBLR
Ditimbang Ditangani Ditangani
Hidup
1 2 3 4 5 6 8 9 10
1 Seulalah 44 44 100 0 0 0 0
2 Seulalah Baru 47 47 100 0 0 0 0
3 Pondok Keumuning 41 40 95,0 0 0 0 0
4 Pondok Pabrik 39 39 100 0 0 0 0
5 Sukajadi 15 15 100 0 0 0 0
6 Sidodadi 39 39 100 0 0 0 0
7 Sidorejo 59 59 100 0 0 0 0
8 Gampong Baro 28 28 100 0 0 0 0
9 Meurandeh 20 20 100 0 0 0 0
10 Meurandeh Dayah 15 15 100 0 0 0 0
11 Meurandeh Tengah 28 28 100 0 0 0 0
12 Meurandeh Aceh 13 13 100 0 0 0 0
Jumlah (Kab/ Kota) 388 387 99.7 0 0 0 0
Sumber : Pengelola Gizi PKM Langsa Lama Tahun 2013

Pada tahun 2013 persentase BBLR adalah 0 % dari jumlah kelahiran hidup yang
ditimbang. Meskipun demikian pelatihan manajemen kasus BBLR dan asfiksia perlu
ditingkatkan agar petugas kesehatan yang langsung berhubungan dengan permasalahan
ini bisa kompeten. Upaya ini secara bertahap dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
petugas yang akhirnya akan dapat menurunkan kematian akibat kasus BBLR.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 19


2. Balita Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM)
Balita BGM adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis
merah atau di bawah garis merah pada KMS. Pada tahun 2013 terdapat 32 balita
BGM (1,7%) dari seluruh balita yang ditimbang. Kasus Balita BGM paling banyak
ditemukan di desa Gampong Baro yaitu 6 kasus di setiap desa tersebut. Sebagai
gambaran dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik V.3

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 20


Jumlah kasus BGM Menurut Desa Di Kecamatan Langsa Lama 2013

3. Balita Gizi Buruk


Jumlah kasus gizi buruk yang ditemukan di Kecamatan Langsa Lama
sebanyak 5 orang. Sementara cakupan vitamin A tahun 2013 untuk umur 1 4
tahun sebesar 85,56%. Dengan cakupan vitamin A tersebut diharapkan tidak
dijumpai lagi kasus Xeropthalmia di lapangan. Berikut tabel status gizi balita di
Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013.

Tabel V. 9

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 21


Status Gizi Balita di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Jumlah Balita
No Desa Puskesmas Balita
Ditimbang BB Naik BGM Gizi Buruk
yang ada
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Seulalah Langsa Lama 189 166 138 2 0
2 Seulalah Baru 203 184 162 2 1
3 Pondok Keumuning 253 210 163 2 0
4 Pondok Pabrik 220 196 171 2 1
5 Sukajadi 73 68 59 2 0
6 Sidodadi 256 231 181 4 0
7 Sidorejo 403 282 168 4 2
8 Gampong Baro 210 167 128 6 1
9 Meurandeh 102 90 64 1 0
10 Meurandeh Dayah 126 93 41 3 0
11 Meurandeh Tengah 138 113 73 3 0
12 Meurandeh Aceh 108 43 21 1 0
Jumlah (Kab/ Kota) 2.281 1.843 1369 32 5
Sumber : Pengelola Program Gizi PKM Langsa Lama Tahun 2013

C. UPAYA KESEHATAN
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat telah dilakukan
berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan situasi upaya-
upaya kesehatan pada tahun 2013.

C.1 PELAYANAN KESEHATAN DASAR


Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat
penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tepat
dan cepat, memberi makna bahwa sebagian besar masalah kesehatan masyarakat
dapat diketahui dan diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan
oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Perbaikan Gizi Masyarakat


Salah satu bentuk kegiatan program gizi tahun 2013 adalah
penanggulangan balita dengan BGM dan gizi buruk. Kegiatan yang dilakukan
adalah memberikan asupan gizi tambahan berupa MP-ASI kepada bayi 6-24
bulan dan vitamin A pada balita. Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat
menurunkan angka kasus balita BGM dan gizi buruk.
2. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 22


Ibu hamil, bayi dan anak balita adalah kelompok umur yang mendapat
perhatian lebih dalam program pelayanan kesehatan. Banyak program-program
kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan kelompok umur
ini. Diantaranya pelayanan kesehatan ibu pada masa hamil, bersalin dan nifas;
pelayanan kesehatan bayi; dan deteksi tumbuh kembang balita.

a. Pelayanan Kesehatan Antenatal


Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga
profesional (dokter umum, bidan, pembantu bidan dan perawat bidan) untuk
ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standart pelayanan Antenatal
yang meliputi 5 T yaitu ; Timbang berat badan, ukur Tinggi badan, ukur
Tekanan darah, pemberian imunisasi TT, ukur Tinggi fundus uteri dan
pemberian Tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan.
Cakupan pelayanan antenatal dapat dipantau melalui kunjungan baru
ibu hamil (K1) atau disebut juga akses dan pelayanan ibu hamil yang telah
melakukan kunjungan pertama ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan
pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran besar ibu hamil yang
telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar serta paling sedikit
empat kali kunjungan dengan distribusi sekali pada triwulan pertama, sekali
pada triwulan dua dan dua kali pada triwulan ketiga. Angka ini digunakan
untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Tabel berikut
memberi gambaran pencapaian K4 menurut Desa di Kecamatan Langsa
Lama Tahun 2013.

Tabel V.10
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil Menurut Desa di Kecamatan Langsa Lama
Tahun 2013
IBU HAMIL
No Desa Puskesmas
Jumlah K1 % K4 %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Seulalah Langsa Lama 55 51 92,7 47 85,5
2 Seulalah Baru 64 49 76,6 48 75,0
3 Pondok Keumuning 59 49 83,1 44 74,6
4 Pondok Pabrik 52 47 90,4 47 90,4
5 Sukajadi 18 15 83,3 17 94,4
6 Sidodadi 80 43 53,8 40 50,0
7 Sidorejo 83 70 84,3 65 78,3
8 Gampong Baro 50 39 78,0 24 48,0
9 Meurandeh 26 26 100 20 76,9
10 Meurandeh Dayah 29 23 79,3 22 75,9
11 Meurandeh Tengah 33 30 90,9 31 93,9
12 Meurandeh Aceh 15 21 140 18 120
Jumlah (Kab/ Kota) 564 463 82,1 423 75,0
Sumber : Pengelola Program KIA PKM Langsa Lama Tahun 2013

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 23


Dari tabel di atas terlihat bahwa Desa Meurandeh Aceh mempunyai pencapaian
cakupan pelayanan ibu hamil (K4) yang paling tinggi. Sementara Desa Gampong Baro
mempunyai angka pencapaian yang paling rendah untuk tahun 2013. Secara umum cakupan
K4 Kecamatan Langsa Lama pada tahun 2013 cukup baik sebesar 75,0%.

Program pelayanan ibu hamil terdiri dari kegiatan pemberian tablet penambah darah
(Fe) ke-1 dan ke-3, dan pemberian imunisasi TT-1 dan TT-2. Pencapaian kegiatan ini terlihat
pada tabel di bawah ini.
Tabel V. 11
Pencapaian Program Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013
No Pelayanan Kesehatan Pencapaian (%)
1 2 3
1 Pemberian Fe - 1 82,1 %
2 Pemberian Fe - 3 75,0 %
3 Imunisasi TT - 1 33,3 %
4 Imunisasi TT - 2 29,1 %
Sumber: Pengelola KIA dan IMUNISASI PKM Langsa Lama Tahun 2013
b. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
Pertolongan persalinan merupakan salah satu indikator kualitas
pelayanan kesehatan. Tingginya angka kematian ibu salah satunya
disebabkan oleh rendahnya angka pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan, disamping keterlambatan pemberian pertolongan dan kondisi
kesehatan pada masa kehamilan ibu. Untuk Kecamatan Langsa Lama tahun
2013, persentase cakupan pertolongan persalinan oleh Nakes adalah 72,4 %
dari perkiraan jumlah seluruh persalinan sementara target nasional SPM
adalah 90%. Ini menunjukkan bahwa target nasional belum tercapai, hal
ini disebabkan masih kurangnya jumlah bidan dan rendahnya kesadaran
masyarakat melakukan persalinan pada tenaga kesehatan. Untuk ini
diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan persalinan
kepada tenaga kesehatan.

c. Pelayanan Kesehatan Bayi


Pelayanan kesehatan bayi digambarkan melalui jumlah kunjungan
neonatus dan bayi ke sarana pelayanan kesehatan dan jumlah bayi dengan
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang ditangani. Persentase jumlah
neonatus yang datang ke sarana pelayanan kesehatan selama tahun 2013
adalah 84,7 % dari total neonatus. Penanganan BBLR, dan 0 bayi yang
BBLR tahun 2013 yang ditangani oleh petugas kesehatan adalah sebesar 0%.

d. Pelayanan Kesehatan Balita


Pelayanan kesehatan balita yang disajikan dalam profil ini adalah
cakupan deteksi tumbuh kembang anak balita dan anak prasekolah yang

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 24


dilakukan selama tahun 2013. Angka yang diperoleh berdasarkan laporan
pengelola bahwa jumlah anak balita dan prasekolah di Kecamatan Langsa
Lama 2.281 orang dan pada tahun ini belum diperiksa/dideteksi tumbuh
kembangnya.

e. Pelatihan Kader Posyandu


Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama
program gizi masyarakat yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan
peningkatan status gizi anak. Pemantauan pertumbuhan anak di posyandu
dilakukan oleh kader, namun karena masih kurangnya kemampuan kader
dalam melakukan pemantauan maka sering terjadi kesalahan dalam
melakukan penilaian pertumbuhan anak. Kesalahan dalam menilai
pertumbuhan anak akan menyebabkan kesalahan dalam melakukan
klasifikasi status gizi anak dan intervensinya (penatalaksanaan).
Dalam melakukan tugasnya, kader harus dibekali dengan prinsip dasar
dalam melakukan pemantauan pertumbuhan, sehingga perlu dilakukan
pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu. Puskesmas
Langsa Lama telah melaksanakan pelatihan kader pada bulan Desember
2013, diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan
kader dalam melaksanakan tugasnya.

f. Pemberian Makanan Tambahan Pendamping ASI (MP-ASI)


Pemberian makanan tambahan dilakukan untuk meningkatkan intake
gizi anak terutama yang teridentifikasi kurang gizi agar tidak menjadi lebih
buruk lagi. Kegiatan ini diprioritaskan pada kelompok keluarga miskin dalam
rangka meningkatkan kesehatan dan status gizi keluarga miskin. Sasaran MP-
ASI adalah anak usia 6-24 bulan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara lokal
dimana pemberian MP-ASI diberikan kepada anak balita selama 90 hari
berturut-turut. Pelaksana kegiatan ini adalah kader posyandu, PKK desa,
bidan desa dengan bimbingan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas
Puskesmas Langsa Lama.
Hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat dari tabel V.11 berikut ini :

Tabel V.12
Cakupan Pemberian MP-ASI pada Anak BGM 6-24 Bulan
di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013
ANAK BGM 6-24 BULAN
No Desa Puskesmas
Jumlah MP-ASI %
1 2 3 4 5 6
1 Seulalah Langsa Lama 0 0 100
2 Seulalah Baru 2 2 100
3 Pondok Keumuning 2 2 100
4 Pondok Pabrik 1 1 100
5 Sukajadi 1 1 100

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 25


6 Sidodadi 0 0 100
7 Sidorejo 2 2 100
8 Gampong Baro 0 0 100
9 Meurandeh 0 0 100
10 Meurandeh Dayah 0 0 100
11 Meurandeh Tengah 1 1 100
12 Meurandeh Aceh 2 2 100
Jumlah (Kab/ Kota) 11 11 100
Sumber : Pengelola Gizi PKM Langsa Lama Tahun 2013

3. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


Tingkat pelayanan Keluarga Berencana (KB) dapat digambarkan melalui
cakupan peserta KB yang ditunjukkan melalui kelompok sasaran program yang
sedang menggunakan alat kontrasepsi, tempat pelayanan serta jenis kontrasepsi
yang digunakan akseptor.
Salah satu indikator pencapaian pelayanan keluarga berencana (KB)
adalah persentase peserta KB baru. Untuk tahun 2013, dari total jumlah pasangan
usia subur (PUS) yaitu 4.022 yang merupakan peserta KB baru adalah sebanyak
2.839 akseptor dengan berbagai alat kontrasepsi yang digunakan. Cakupan
secara lengkap menurut Desa di Kecamatan Langsa Lama tahun 2013 dapat
dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik V.4
Proporsi Peserta KB Baru Berdasarkan Alat Kontrasepsi
di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 26


Dari diagram di atas terlihat bahwa jenis kontrasepsi yang paling banyak
digunakan adalah pil 1.485 akseptor baru (52,3 %) dan suntikan 1.224 akseptor
baru (43,1%).

Sementara untuk peserta KB Aktif dapat dilihat pada diagram 2 berikut :

Grafik V.5
Proporsi Peserta KB Aktif Berdasarkan Alat Kontrasepsi
di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Jumlah Pasangan Usia Subur di Kecamatan Langsa Lama tahun 2013


sebanyak 4.022 diantaranya adalah peserta KB aktif yang mayoritas
menggunakan pil 1.347 akseptor (49,3 %) dan suntikan 1.140 akseptor (41,7%).

4. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (USILA)


Secara prinsip fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk kelompok usia lanjut. Hal ini
tentunya berpegang pada konsep bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 27


sehingga setiap orang tanpa membedakan usia, etnis, dan strata sosial akan
mendapatkan pelayanan yang sama sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)
yang ada.
Berikut tabel cakupan pelayanan Usila di Kecamatan Langsa Lama Tahun
2013 :

Tabel V.13
Cakupan Pelayanan Kesehatan USILA Menurut Desa
Di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013
PRA USILA (45-59 THN) USILA (60 THN +)
No Desa Puskesmas Dilayani Dilayani
Jumlah % Jumlah %
Kes Kes
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Seulalah Langsa Lama 124 122 98,3 62 60 96,7
2 Seulalah Baru 146 144 98,6 72 71 98,6
3 Pondok Keumuning 133 130 97,7 66 64 96,9
4 Pondok Pabrik 119 118 99,1 59 58 98,3
5 Sukajadi 31 31 100 31 30 96,7
6 Sidodadi 182 178 97,8 91 89 97,8
7 Sidorejo 190 188 98,9 95 93 97,8
8 Gampong Baro 114 110 96,4 57 54 94,7
9 Meurandeh 60 57 95 29 28 96,5
10 Meurandeh Dayah 66 62 93,9 32 31 96,8
11 Meurandeh Tengah 76 73 96 37 36 97,2
12 Meurandeh Aceh 36 30 83,3 17 15 88,2
Jumlah (Kab/ Kota) 1277 1243 97,3 648 629 97,0
Sumber : Pengelola Usila PKM Langsa Lama Tahun 2013

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa pelayanan kesehatan usia lanjut


dimulai dari pelayanan kesehatan pra usila (45-59 tahun) dan usila (60 tahun +).
Selama tahun 2013 di Kecamatan Langsa Lama pelayanan kesehatan usila
adalah sebagai berikut: dari total pra usila (1.277 jiwa) yang mendapat pelayanan
kesehatan 1.243 jiwa (97,3%). Sedangkan dari total usila yang ada (648 jiwa),
yang mendapat pelayanan kesehatan 629 jiwa (97%).

5. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut


Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dibagi menjadi pelayanan kesehatan
dasar gigi (untuk masyarakat umum/semua golongan umur) dan pelayanan
kesehatan gigi untuk anak sekolah. Pada tahun 2013 pelayanan kesehatan gigi
dan mulut Puskesmas Langsa Lama belum aktif karena keterbatasan tenaga dan
alat.

C.2 AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 28


Tabel V.15
Jumlah Sarkes Menurut Kemampuan Labkes dan Memiliki 4 Spesialis Dasar
JUMLAH YANG
% YANG MEMILIKI
MEMILIKI
NO SARANA KESEHATAN JUMLAH 4 (EMPAT) 4 (EMPAT)
LABKES SPESIALIS LABKES SPESIALIS
DASAR DASAR
1 2 3 4 5 6 7

1 Puskesmas Langsa Lama 1 1 0 100 0

JUMLAH (Kecamatan) 1 1 0 100 0

Puskesmas Langsa Lama memiliki labkes hanya 1 (satu) unit karena


merupakan puskesmas perawatan dasar.

C.3 PERILAKU HIDUP MASYARAKAT


Komponen perilaku sehat merupakan tugas utama dari Promosi kesehatan.
Promosi kesehatan adalah upaya untuk memampukan atau memberdayakan
masyarakat agar dapat memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya
(WHO).
Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan bukan merupakan pekerjaan yang
mudah, hal ini disebabkan menyangkut aspek perilaku yang erat kaitannya dengan
sikap, kebiasaan, kemampuan, potensi dan faktor budaya pada umunya. Disamping
itu perilaku kesehatan adalah hal-hal yang dilakukan oleh manusia yang didasari
oleh pengetahuan, sikap dan kemampuan yang dapat berdampak positif atau negatif
terhadap kesehatan.
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap
stimulus/rangsangan yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan
kesehatan, makanan/gizi dan lingkungan.
Becker (1979) mengklasifikasikan prilaku yang berhubungan dengan
kesehatan (health related behavior) sebagai berikut :
1. Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan
tindakan dan kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatannya. Termasuk juga tindakan-tindakan untuk mencegah penyakit,
kebersihan perorangan, memilih makanan, sanitasi, dan sebagainya.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 29


2. Perilaku sakit (illness behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang individu yang merasa sakit, untuk merasakan dan
mengenal keadaan kesehatannya.

3. Perilaku peran sakit (the sick role behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan
yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan.
Perilaku ini disamping berpengaruh terhadap kesehatan/kesakitannya sendiri,
juga berpengaruh terhadap orang lain, terutama kepada anak-anak yang belum
mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatannya.

Perilaku masyarakat dalam hal kesehatan yang disajikan pada Profil


Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 ini adalah Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS), pemberian ASI ekslusif, pemanfaatan sarana kesehatan, asuransi
kesehatan dan JPKM, dan kegiatan posyandu.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan


paradigma sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga & masyarakat yang
berorientasi sehat. Bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan melindungi
kesehatan baik fisik, mental, spiritual maupun sosial.

Intervensi program PHBS antara lain melaksanakan penyuluhan Perilaku


Hidup Sehat & Pemberdayaan Masyarakat dibidang Kesehatan. Hasil yang dicapai
adalah terbentuknya kegiatan kesehatan bersumber daya masyarakat. Berdasarkan
data dari Pengelola Kesling PKM Langsa Lama dari 5.577 rumah tangga yang
dipantau diperoleh sekitar 89,9 % rumah tangga yang ber PHBS.

Peran serta masyarakat berbentuk upaya kesehatan bersumber masyarakat


dikembangkan dan disesuaikan dengan pelaksanaan program Peningkatan dan
Pemberdayaan Masyarakat antara lain : Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes
(Pondok Bersalin Desa), POD (Pondok Obat Desa), TOGA (Tanaman Obat
Keluarga), Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja), serta Dana sehat.

Posyandu merupakan jenis peran serta masyarakat yang paling memasyarakat


dengan 5 program prioritas yaitu KB, KIA, Gizi, Imunisasi, Penanggulangan Diare.
Kegiatan posyandu disamping menggambarkan tingkat kemandirian dan peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan, juga menggambarkan kepedulian (perilaku)
masyarakat akan pentingnya menjaga dan memelihara kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 30


Ada empat kriteria penggolongan posyandu yang dilihat berdasarkan jumlah
kader, frekuensi kegiatan selama setahun, pencapaian kegiatan, dan adanya program
tambahan selain program dasar. Penggolongan itu adalah sebagai berikut :

Posyandu Pratama : jumlah kader <5 orang, frekuensi kegiatan 8 kali / tahun

Posyandu Madya : jumlah kader 5 orang, frekuensi kegiatan 12 kali / tahun ,


cakupan 5 program dasar <50%

Posyandu Purnama : jumlah kader 5 orang, frekuensi kegiatan 12 kali / tahun ,


cakupan 5 program dasar >50%, ada program tambahan , misalnya program
kesehatan gigi dan mulut.

Posyandu Mandiri : jumlah kader 5 orang, frekuensi kegiatan 12 kali / tahun ,


cakupan 5 program dasar 50%, ada program tambahan, ada dana sehat / dana
bersumber dari swadaya masyarakat.

Jumlah Posyandu di Kecamatan Langsa Lama sebanyak 18 Posyandu Purnama.

Pemberian ASI eksklusif juga termasuk salah satu bentuk perilaku


masyarakat dalam hal kesehatan. Program ASI eksklusif ini sangat dipengaruhi oleh
kepatuhan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan tidak memberikan
makanan tambahan lain.
Untuk tahun 2013 terdapat 32 bayi yang diberi ASI eksklusif atau sebesar
13,0%. Angka ini masih sangat rendah sehingga untuk tahun berikutnya diperlukan
adanya dari program yang terkait agar angka ini meningkat.

C.4 KEADAAN LINGKUNGAN


Menurut teori Blum, lingkungan adalah faktor terbesar yang mempengaruhi
derajat kesehatan masyarakat. Banyak masalah kesehatan, terutama penyakit, yang
timbul disebabkan oleh lingkungan yang buruk/tidak sehat, diantaranya penyakit pada
saluran cerna, saluran nafas, kulit, mata, dan penyakit lainnya. Sebaliknya, bila
lingkungan terpelihara dengan baik (sehat), penyakit ini dapat dicegah atau dikurangi.

Keadaan lingkungan Fisik dan Biologik suatu daerah menjadi salah satu
faktor yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan daerah itu sendiri, khususnya
terhadap angka kesakitan yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, bakteri
dan lainnya. Kondisi lingkungan yang buruk dapat meningkatkan angka kesakitan,
karena itu untuk menekan lonjakan kasus penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi
lingkungan yang buruk adalah dengan meningkatkan cakupan program.

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 31


1. Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat
kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih,
tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik,
kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari
tanah. Rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan beresiko
menjadi sumber penyebab penularan berbagai jenis penyakit.
Cakupan rumah sehat pada tahun 2013 mencapai 89,9% dan secara
nasional target yang ditetapkan adalah 80%.

Tabel V.16
Persentase Rumah Sehat Menurut Desa di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

RUMAH
No Desa Puskesmas Jumlah % %
Rumah Rumah
Seluruh Rumah Rumah
Sehat di Bina
Rumah Sehat di Bina
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Seulalah Langsa Lama 547 570 93,3 0 0
2 Seulalah Baru 608 508 83,6 0 0
3 Pondok Keumuning 670 659 98,4 0 0
4 Pondok Pabrik 521 521 100 0 0
5 Sukajadi 180 180 100 108 981,8
6 Sidodadi 649 649 100 0 0
7 Sidorejo 740 941 127,2 510 3684,2
8 Gampong Baro 610 610 100 0 0
9 Meurandeh 268 268 100 0 0
10 Meurandeh Dayah 288 288 100 0 0
11 Meurandeh Tengah 341 341 100 0 0
12 Meurandeh Aceh 109 109 100 0 0
Jumlah (Kab/ Kota) 5.558 5.644 101.55 618 468.18
Sumber : Pengelola Kesling PKM Langsa Lama

Tabel tersebut di atas memberi informasi bahwa cakupan hidup sehat


tertinggi adalah Desa Sidorejo yaitu sebesar 127,2 %. Kondisi ini menunjukkan
bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat telah
meningkat.

2. Akses Terhadap Air Minum


Sumber air minum yang digunakan rumah tangga di kategorikan menjadi
2 (dua) kelompok besar yaitu sumber air terlindung dan tidak terlindung. Sumber
air terlindung terdiri dari air kemasan, ledeng, pompa dan sumur terlindung
sedangkan sumber air tidak terlindung terdiri dari sumur tidak terlindung, mata
air tak terlindung, air sungai dan lainnya.
Air merupakan kebutuhan utama yang tidak terlepas dari kehidupan
manusia. Oleh sebab itu bagaimana usaha kita dalam menjaga kualitas air agar

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 32


air yang kita konsumsi sehari-hari dapat memberikan perlindungan dan bukan
menjadi bumerang. Air yang sehat adalah air yang memenuhi syarat fisik,
biologis dan kimia. Syarat fisik artinya bahwa air yang sehat harus bebas dari
rasa, bau, dan warna. Sedangkan syarat biologis artinya bahwa air yang sehat
harus bebas dari bakteri, dan syarat kimia artinya air bebas dari zat radioaktif.
Pada tahun 2013 jumlah keluarga di Kecamatan Langsa Lama yang
mengakses air minum adalah sumur bor dengan pompa sebanyak 12.132, sumur
gali dengan pompa sebanyak 4.600, sumur gali terlindungi sebanyak 1.024,
perpipaan (PDAM, BPSPAM) sebanyak 4.860. Persentase (%) jumlah keluarga
terhadap akses air minum dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik V.6
Persentase Keluarga Memiliki Air Bersih Tahun 2013

3. Keluarga dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar


Keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan
air bersih, kepemilikan jamban keluarga.
Hasil pendataan dari Program Kesling menggambarkan ketersediaan
jamban leher anggsa 100%, jamban Komunal 0 %, jamban plengsengan 0%,
jamban Cemplung 0 %. Dan jumlah penduduk dengan sanitasi layak sebanyak
22.032 (97,4 %).

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 33


4. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM)
Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering
membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat
pengolahan makanan (TPM) khususnya jasa boga, rumah makan dan makanan
jajanan yang pengolahannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi
lingkungan. Sehingga upaya pengawasan terhadap TUPM amat penting. Hasil
pengawasan TUPM pada tahun 2013 menunjukkan hampir semua fasilitas
tempat-tempat umum dan pengolahan makanan khususnya restoran dan rumah
makan yang diperiksa telah memenuhi syarat kesehatan.

D. SUMBER DAYA KESEHATAN


Sumber daya kesehatan merupakan unsur terpenting dalam meningkatkan
pembangunan kesehatan secara menyeluruh. Sumber daya kesehatan terdiri dari tenaga,
sarana dan dana yang tersedia untuk pembangunan kesehatan.

1. Tenaga Kesehatan
Penyelenggaraan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan serta
pembangunan kesehatan memerlukan berbagai jenis tenaga kesehatan yang memiliki
kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yakni yang lebih
mengutamakan upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan serta pencegahan
penyakit. Peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama mengingat tenaga
kesehatan saat ini belum sepenuhnya berpendidikan D-III serta S-1 sedangkan yang
berpendidikan SPK serta sederajatnya minim terhadap pelatihan tehnis. Hal ini agar
dapat perhatian serius dari semua pihak terutama Dinas Kesehatan Kota Langsa
mengingat semakin besar tuntutan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan
kesehatan yang berkualitas.
Dalam pembangunan kesehatan diperlukan berbagai jenis tenaga kesehatan
yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat,
yang mengutamakan upaya peningkatan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan
penyakit. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui pendidikan dan
pengembangan tenaga melalui pelatihan tenaga oleh Pemerintah maupun masyarakat.
Secara rasio tenaga kesehatan dinilai atas kecukupan tenaga kesehatan terhadap
jumlah penduduk yang dilayani. Jumlah tenaga kesehatan saat ini terdiri dari tenaga
kesehatan yang langsung melayani masyarakat dan tenaga kesehatan yang berada pada
pelayanan administrasi. Untuk tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel V.17
Jenis Tenaga Berdasarkan Ratio di Kecamatan Langsa Lama Tahun 2013

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 34


RASIO/100000
NO JENIS TENAGA KESEHATAN JUMLAH
PDDK
1 2 3 4
1 Tenaga Medis 5 22,11
2 Tenaga Kefarmasian/ Apoteker 6 26,53
3 Tenaga Gizi 2 8,84
4 Tenaga Keperawatan 27 119,4
5 Tenaga Kebidanan 37 336,5
6 Tenaga Kesmas 6 26,53
7 Tenaga Sanitasi 2 8,84
8 Tenaga Teknisi Medis 0 0
Total 85
Sumber : Bag. Kepegawaian PKM Langsa Lama

Dari data di atas menunjukkan bahwa tenaga kesehatan keperawatan saat ini
masih dominan dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan
bahwa pelayanan kesehatan Puskesmas Langsa Lama mengalami peningkatan.

2. Sarana Kesehatan
Ketersediaan sarana kesehatan yang cukup secara jumlah/kuantitas dan kualitas
bangunan merupakan salah satu komponen lain di dalam sumber daya kesehatan.
Pembangunan sarana kesehatan harus dilengkapi dengan peralatan medis, peralatan
non medis, peralatan laboratorium beserta reagensia, alat pengolah data kesehatan,
peralatan komunikasi, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.
Di dalam kesehatan unit pelayanan kesehatan di bagi atas beberapa kategori
yaitu Pondok Bersalin Desa (Polindes), Puskesmas Pembantu (Pustu), Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum dan unit pelayanan tehnis lainnya.
Setiap unit-unit pelayanan yang ada harus dapat memenuhi keterjangkauan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Pembangunan unit tersebut harus
berpedoman terhadap populasi penduduk yang akan dilayani sehingga fungsi unit
pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai target yang diharapkan.

Situasi sarana kesehatan dasar di Kecamatan Langsa Lama pada tahun 2013
sesuai dengan tabel berikut :

Tabel V.18
Jumlah Puskesmas, Pustu, Desa Siaga, Poskesdes, Polindes dan Posyandu di Kecamatan
Langsa Lama 2013

JUMLAH
NO KECAMATAN DESA/ DESA
POSKESDES POLINDES POSYANDU
KELURAHAN SIAGA
1 2 3 4 5 6 7

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 35


1 Langsa Lama 12 0 6 3 20

JUMLAH
12 0 6 3 20
Kecamatan)
Sumber : PKM Langsa Lama

Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Lama Tahun 2013 36