Anda di halaman 1dari 4

Prinsip Kerja Tensimeter

Posted by idiot on duty 6 Agustus 2012 0 comments

Tekanan darah merupakan parameter yang dapat menunjukkan beberapa kelainan yang terjadi
pada tubuh manusia. Alat pengukur tekanan darah atau yang juga biasa disebut dengan
tensimeter dan sfigmomanometer biasa digunakan oleh para praktisi kesehatan untuk mengetahui
kondisi tekanan darah pasiennya. Cara kerja alat pengukur tekanan darah ini sebenarnya cukup
sederhana. Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah sama dengan U-Tube Manometer.
Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi
cairan yang disebut cairan manometrik untuk menentukan tekanan cairan lainnya yang akan
diukur. Dan berikut penjelasan singkat bagaimana cara kerja alat pengukur tekanan darah

Prinsip Kerja Alat Pengukur Tekanan Darah


U-Tube manometer dapat digunakan untuk mengukur tekanan dari cairan dan gas. Nama U-Tube
diambil dari bentuk tabungnya yang menyerupai huruf U seperti pada gambar di bawah ini.
Tabung tersebut akan diisi dengan cairan yang disebut cairan manometrik. Cairan yang
tekanannya akan diukur harus memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding cairan
manometrik, oleh karena itu pada alat pengukur tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan
manometrik karena air raksa memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat
jenis darah. Berikut skema pengukuran tekanan menggunakan manometer.
Tekanan dalam fluida statis adalah sama pada setiap tingkat horisontal (ketinggian) yang sama
sehingga:

Untuk lengan tangan kiri manometer

Untuk lengan tangan kanan manometer

Karena disini kita mengukur tekanan tolok (gauge pressure), kita dapat menghilangkan
PAtmosfer sehingga

Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tekanan pada A sama dengan tekanan
cairan manometrik pada ketinggian h2 dikurangi tekanan cairan yang diukur pada ketinggian h1.
Dalam kasus alat pengukur tekanan darah yang menggunakan air raksa, berarti tekanan darah
dapat diukur dengan menghitung berat jenis air raksa dikali gravitasi dan ketinggian air raksa
kemudian dikurangi berat jenis darah dikalikan gravitasi dan ketinggian darah.
C. Prinsip Kerja Tensimeter secara Fisika
Prinsip kerja Tensimeter merujuk pada prinsip kerja U-Tube Manometer. Nama U-Tube
diambil dari bentuk tabungnya yang menyerupai huruf U.
Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang
berisi liquid statik untuk menentukan tekanan. Manset dipasang mengikat mengelilingi lengan
dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian
secara perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung
manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).
Tabung manometer akan diisi dengan cairan yang disebut cairan manometrik. Cairan yang
tekanannya akan diukur harus memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding cairan
manometrik, oleh karena itu pada alat pengukur tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan
manometrik karena air raksa memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat
jenis darah. Berikut skema pengukuran tekanan menggunakan manometer.

Tekanan pada titik A sama besarnya dengan pada titik 1. Tekanan di titik 2 adalah tekanan
di titik 1 ditambah dengan Y1h1. Tekanan di titik 2 sama dengan tekanan di titik 3, yaitu Y2h2.
Berdasarkan persamaan besar tekanan di titik 2 dan titik 3, dapat dituliskan sebuah persamaan :
PA + Y1h1 = Y2h2
Fluida pada A dapat berupa liquid atau gas. Bila fluida pada A berupa gas, pada umumnya
tekanan Y1h1 dapat diabaikan, karena berat dari gas sangat kecil sehingga P2 hampir sama
dengan PA. Oleh karena itu berlaku persamaan :
PA=Y2h2
Dalam kasus alat pengukur tekanan darah, h2 adalah tinggi cairan merkuri pembacaan pada
kaca tabung dan Y2 adalah berat spesifik dari merkuri.
Berikut ini adalah tambahan penjelasan teknis :
Stetoskop biasanya diletakkan diantara lengan (arteri pembuluh darah) dekat siku dan bebatan
kain bertekanan yang mengikat lengan. Tujuan bebatan kain dipompa (diberi tekanan) agar
aliran darah yang melewati pembuluh darah arteri di lengan jadi terhenti. Pada saat tekanan
dalam bebatan kain dilepaskan perlahan-lahan, dan kemudian darah mulai dapat mengalir lagi
melalui pembuluh darah arteri, maka dari stetoskop akan terdengar suara wussshhhh(suara
sedkit menghentak). Hal itu merupakan pertanda untuk mencatat penampakan ukuran pada
manometer, yang merupakan tekanan darah systolic. Dan seterusnya sampai suara (wushhh)
tidak terdengar kembali yang mana itu merupakan ukuran tekanan darah dyastolic (dilihat dari
displai manometer).
Ukuran tekanan darah normal untuk manusia dewasa (dengan kondisi saat pengukuran
normal, tidak setelah berolahraga):
* Systolic : kurang dari 120 mmHg (2,32 psi atau 15 kPa)
* Diastolic : kurang dari 80 mmHg (1,55 atau 10 kPa)