Anda di halaman 1dari 20

Pembudidayaan

Jamur
Kelompok 8
Citra Fajri
Maulina Hidayah

Ranika Ruslima Dewi


Sari Rahmawati

2017

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan modul
pengembangan Biologi SMA pada konsep Pembudidayaan Jamur. Sholawat dan
salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Sallallahualaihiwasalam.
Pembuatan modul ini berdasarkan hasil telaah dan diskusi mengenai
pembudidayaan jamur. Tujuan dari penulisan modul ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Mikologi Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Riau Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan modul ini, terutama kepada
:
1. Ibu Dra. Irda Sayuti, M.Si selaku dosen mata kuliah Mikologi
2. Kelompok 8 Mikologi selaku penulis modul ini
3. Rekan-rekan kelas A yang telah memberi motivasi kami dalam menyelesaikan
modul ini.
Penulis mengharapkan modul ini dapat diterima sebagai tugas dari mata kuliah
Mikologi. Selain itu, modul inijugadapat bermanfaat sebagai bahan bacaan dan
alternatif bahan ajar pembelajaran Biologi pada konsep Fungi dan Lingkungan.

Pekanbaru, Juni 2017

Penulis

2
D aftar Isi

Kata Pengantar. ............................................................................................. ................ i

Daftar Isi. ........................................................................................................ ................ ii

Petunjuk Belajar. ........................................................................................... ............... iii

Tujuan Pembelajaran. ................................................................................... ............... iv

Peta Konsep. ................................................................................................... ................ v

Pembudidayaan Cendawan. ......................................................................... ............... 1

A. Potensi dan Prospek Budidaya Jamur. ............................................ ............... 1


a. Keuntungan Budidaya Jamur.................................................... ................ 1
b. Prospek dan Peluang Budidaya Jamur.. ................................... ............... 1
c. Jenis Jamur yang Potensial dibudidayakan. ............................ ............... 2
B. Cara Budidaya Jamur. ...................................................................... ................ 5
a. Persiapan, Alat dan Bahan. ........................................................ ................ 5
b. Proses dan Teknik Budidaya Jamur. ........................................ ................ 7

Rangkuman. ................................................................................................... .............. 10

Tes Formatif. .................................................................................................. .............. 11

Refleksi. ........................................................................................................... .............. 12

Glosarium. ...................................................................................................... .............. 13

Daftar Pustaka. .............................................................................................. .............. 14

3
Pembudidayaan Jamur

Petunjuk Belajar

Modul ini menyajikan materi dan variasinya yang berfungsi menyeimbangkan


pengalaman belajar, yaitu dari segi etika, estetika, logika maupun kinestika.

Modul ini ditulis sebagai referensi tambahan bagi mahasiswa dalam belajar
mikologi. Sehinggadengan rajin melakukan eksperimen, membaca dan
memahami materi dan soal-soal latihan mahasiswa menjadi menguasai
mikologi.
Modul ini disajikan dimulai dari pendahuluan, isi, eksperimen, konsep,
rangkuman, soal latihan, dan diakhiri dengan glosarium.
Cara mempelajari modul ini, baca dengan cermat pendahuluannya, lakukan
eksperimen,buat kesimpulan eksperimen, koreksilah apakah hasil kesimpulan
eksperimen anda samadengan hasil pada buku. Jika demikian anda telah
mampu bereksperimen. Kemudianperlu diperhatikan konsep dasar apa pada
setiap sub bab yang penting, baca rangkuman,kerjakan latihan dan cocokkan
pekerjaan anda dengan kunci yang tersedia.
Penguasaan Sains dalam kehidupan ini sangat penting. Sebab dengan produk
Sains(teknologi) hidup menjadi bahagia dan mudah serta murah.

4
Pembudidayaan Jamur

Tujuan Pembelajaran

Memahami prospek dan potensi budidaya jamur


meliputi keuntungan budidaya jamur, potensi dan
peluang budidaya serta jenis jamur yang digunakan
dalam budidaya.

Memahami cara membudidayakan jamur.

5
Peta Konsep

PEMBUDIDAYAAN
JAMUR

terdiri atas

Keuntungan Prospek dan Peluang Jenis Jamur Cara Budidaya Jamur

Volvariella volvaceae
Persiapan Proses dan teknik
Terdiri atas
budidaya jamur
Pleurotus sp
Terdiri atas
Ruang persiapan
Auricularia Polytricha
Persiapan bahan
Ruang inokulasi

Lentinula endodes pengayakan


Ruang inkubasi

Ganoderma pencampuran
Ruang penanaman
lucidumGanoderma
lucidumGanoderma pengomposan
lucidum

pembungkusan

sterilisasi

Inkubasi dan inokulasi

6
PEMBUDIDAYAAN JAMUR

A. POTENSI DAN PROSPEK BUDIDAYA JAMUR


Jamur berkembang biak ditempat yang memiliki kondisi lingkungan dan
kelembapan udara serta cahaya yang cukup. Jamur tidak memerlukan cahaya matahari
yang banyak. Di tempat yang lembab jamur akan cepat tumbuh. Pada budidaya jamur
udara sangat penting agar pertumbuhan jamur tumbuh dengan baik.Jamur
berkembang biak dengan dua cara yaitu vegetatif dan generatif. Vegetatif dengan cara
fragmentasi, konidium, zoospore sedangkan secara generatif yaitu melalui konjugasi.

a. Keuntungan Budidaya Jamur


1. Budidaya jamur memanfaatkan limbah organik
yang banyak melimpah, murah dan mudah Sekilas Info
didapat di sekitar kita sehingga menjadikan
Jamur (Fungi) adalah
lingkungan bersih, indah dan sehat. organisme eukariotik yang
tidak berklorofil. Jamur
2. Budidaya jamur tidak memerlukan lahan yang bersifat uniseluler dan
luas. 100 m2 bisa menampung 7500 baglog, multiseluler. Cabang ilmu
dengan estimasi pendapatan Rp. 200.000/hari. biologi yang mempelajari
tentang jamur disebut
3. Produk Jamur dapat dimanfaatkan untuk dengan mikologi.

menambah gizi atau menu serta dapat


menambah pendapatan keluarga.

4. Kompos bekas media tanam dapat langsung


digunakan untuk pupuk kolam ikan, makanan
ikan dan untuk memeliha cacing.

b. Prospek dan Peluang Budidaya Jamur


1. Permintaan jamur yang standar di pasaran, karena jamur sebagai
jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, cita rasa
yang lezat, bergizi tinggi dan bisa digunakan sebagai makanan
alternative untuk pengobatan.

7
Mengandung 9 jenisdari 10 asam amino essensial: arginin,
histidin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan,
danvalin, serta 72% lemaknya tidak jenuh,

Mengandung vitamin: B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasindan


biotin.

Mengandung elemen makro, antara lain K, P, Ca, Na, dan Mg.

Mengandung elemen mikro seperti Cu, Zn dan lain-lain,

Jamur juga terbukti ampuh untuk menghambat HIV-AIDS,


kolesterol, gula darah dan juga kanker (Widodo, 2007).

2. Budidaya jamur menggunaan modal yang relatif kecil dan


terjangkau oleh segala lapisan masyarakat,

3. Teknologi tepatguna yang murah & sederhana sehingga lapisan


masyarakat pedesaan bisa melakukan budidaya jamur.

4. Budidaya jamur fleksibel sehingga dapat dilakukan siapasaja,


dimanasaja, kapansaja dan tidak mengenal musim, dapat dijalankan
dalam skala rumah tangga /kecil, menengah bahkan dengan
teknologi modern.

5. Budidaya jamur mempunyai waktu panen yang singkat 1,5 bulan


sudah memetik hasil, tidak membutuhkan biaya pakan, obat-
obatan, dan pupuk.

c.Jenis Jamur yang Potensial di Budidayakan


1. Jamur Merang (Volvariella volvaceae)
Banyak ditemukan di tumpukan jerami
atau pada saat musim panen padi.
Jamur merang memiliki cita rasa yang
nikmat dan kandungan gizi yang cukup
baik untuk kesehatan, sehingga
menjadi alternatif bahan pangan.

2. Jamur Tiram (Pleurotus sp)


Jamur tiram mengandung protein,
lemak, fospor, besi, thiamin dan

8
riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur
tiram mudah dikembangkan, media tumbuh dan bahan spora mudah
didapat, dan harga jual cukup tinggi.
Jamur tiram banyak mengandung protein nabati 10-30%, dikonsumsi
dalam bentuk segar sebagai campuran sup, salad, pepesan tau diolah
menjadi keripik.

3. Jamur Kuping (Auricularia Polytricha)

Jamur kuping memiliki bentuk tubuh yang melebar seperti bentuk daun telinga
manusia.
Jenis-jenis jamur kuping yang banyak yang dibududayakan adalah:
Jamur kuping hitam
Jamur kuping merah
Jamur kuping agar
Jamur kuping hitam bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol
dan menurukan anti pendaharahan.

. 4. Jamur shitake (Lentinula endodes)

Jamur shitake berasal dari negeri china biasa di sebut Chinese Black
Mushroom.
Jamur shitake biasa diolah menjadi sup, miso, acar digoreng sebagai
tempura, keripik dan campuran chawanmusi.
Memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Harga jamur yang segar dipasaran bisa
mencapai 30.000.00-70.000.00/kg.

9
5. Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum)

Mengandung protein, polisakarida (Ganodela A, Ganodela B


dan beberapa glukans), triterpenoid (asam garnodemi, Sekilas Info
ganodermadiol) yang strukturnya mirip dengan hormon
Dewasa ini budidaya jamur
steroid germanium,ergosterol, caumarin, manitol, alkaloid,
yang dapat dimakan telah
asam lemak tak jenuh adenosin dan vitamin(B,C,D) serata
banyak dilakukan orang yaitu
mineral (Na, Ca,Zn, Fe dan P). dengan menggunakan limbah
Dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mampu menejaga pertanian sebagai media
dan mengembalikan keseimbangan tubuh dan aman tumbuhnya. Budidaya jamur
dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping. yang dapat dimakan (edible
mushroom) merupakan salah
satu cara mengatasi
kekurangan pangan dan gizi
serta menganekaragamkan pola
komsumsi pangan rakyat. Dari
analisa menunjukkan bahwa
kandungan mineral jamur lebih
tinggi daripada gading sapi dan
domba, bahkan hampir dua kali
lipat jumlah garam mineral
dalam sayuran.
Jumlah proteinnya dua kali
lipat protein asparagus, kol,
kentang dan empat kali
lipat daripada tomat dan wortel
serta enam kali lipat dari jeruk.
Selain itu jamur
juga mengandung zat besi,
tembaga, kalium dan kapur,
kaya vitamin B dan D,
sejumlah enzim tripsin yang
berperan sangat penting pada
proses pencernaan, kalor
dankolesterolnya rendah.

10
B. CARA BUDIDAYA JAMUR
A. Persiapan Alat Dan Bahan
Bangunan untuk budidaya jamur terdiri dari

1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruang yang berfungsi untuk melakukan
pengayakan, pencampuran,pewadahan dan sterilisasi

2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruang yang berfungsi untuk menanam bibit
pada media tanam, ruang ini harus dibersihkan, tidak banyak
fentilasi untuk menghindari kontaminasi(mikroba lain).

3. Ruang Inkubasi
Ruang ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan meselium jamur
pada media tanam yang sudah diinkulasi (spawning). Kondisi ruang
diatur pada suhu 22-28 derajat celcius dengan kelembaban
60%/80%. Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk
menempatkan media tanam dalam kantong plastik.

Ayo Berdiskusi !

Seperti yang kita ketahui, salah


satuhal yang harus diperhatikan
pada waktu proses membuat
baglog adalah bibit jamur yang
baik/berkualitas. Bagaimana
caranya untuk mendapatkan bibit
4. Ruang Penanaman jamur yang baik/berkualitas?
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh Bagaimana komposisi untuk
buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman membuat baglog (media tanam)?
dan alat penyemprot/ pengabutan.Pengabutan berfungsi untuk Diskusikan dengan teman
menyiram dan mengatur suhuudara pada kondisi optimal 16-22 sekelompokmu!
dreajat celcius dengan kelembaban 80-90%.

11
Cobalah !

BUDIDAYA JAMUR

Tujuan :
1. Mengetahui cara budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dan jamur kuping (Auricularia
polytricha)
2. Mengetahui hal-hal yang mempengaruhi perkembangan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan
jamur kuping (Auricularia polytricha)

Alat dan Bahan :


1. Alat
a. Timbangan b. Ember
c. Drum sterilisasi d. Alas pencampur
e. Alat pencampur f. Plastik log
g. Cincin paralon h. Kapas
i. Karet gelang j. Spatula
k. Rak l. Semprotan
m. Pembakar spiritus n. Korek api
2. Bahan
a. Serbuk kayu b. Bekatul
c. Serbuk kapur d. Air
e. Bibit jamur tiram dan jamur kuping f. Alkohol

Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Menimbang bahan yang digunakan media (serbuk kayu, bekatul, serbuk kapur) dengan
perbandingan serbuk kayu (100) : Bekatul (10) : Serbuk kapur (1).
3. Mencampur bahan yang ada sesuai takaran dan mengaaduknya secara merata.
4. Menambahkan air ke dalam campuran secukupnya dan memperhatikan ketika bahan diperas tidak
keluar airnya (kandungan air 80 % dari bahan kering).
5. Bahan campuran tersebut selanjutnya dimasukan ke dalam plastik transparan tetapi jangan
sampai penuh. Masukan sisa plastik ke ring cincin paralon lalu ikat dengan karet gelang,bagian
yang berlubang ditengah cincin diisi kapas secukupnya kemudian ditutup kertas koran dan diikat
dengan kater gelang.
6. Bahan yang sudah dibungkus plastik dimasukan kedalam drum untuk proses sterilisasi .Air untuk
mengukus hanya 25 cm dari dasar drum. Lamanya proses pengukusan 3 jam dengan suhu 100C .
7. Setelah selesai sterilisasi ,media-media tersebut didinginkan minimal 5 jam kemudian buka
cincinnya untuk memasukan bibit jamur menggunakan spatula yang sudah diberi alkohol dan
telah dipanaskan untuk mensterisasi alat (spatula) yang digunakan.
8. Setelah selesai memasukan bibit jamur,media didiamkan selama 2-3 bulan dengan penyiraman
secara rutin (3x sehari) sampai jamur tumbuh dan siap dipanen.

12
Alat dan Bahan yang diperlukan :

Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya: Mixer,


Cangkul, Sekop, Filter, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit,
kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik dan centong. Bahan-bahan
yang diperlukan dalam budidaya jamur adalah serbuk kayu,
bekatul(dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijian),
glukosa.

B. Proses Dan Teknik Budidaya Jamur

1. Persiapaan bahan
Bahan yang harus disiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan
glukosa.

2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang
baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhanmeselia kurang merata dan kurang baik.Mengatasi hal
tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan mengayak pasir (ram ayam),
pengayakan harus menggunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan
pasir

3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji
selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi
tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

13
4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang
dilakukan dengan cara membumbuncampuran serbuk gergaji
kemudian menutupinya dengan plastik.

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)


Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP)
dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu
dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian
dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian
disimpan.

6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan
mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam.
Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 100 derajat C selama 12 jam.

7. Inokulasi (Pemberian Bibit)

Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit
diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian
diikat dengan karet & ditutup dengan kapas. Bibit Jamur yang baik yaitu:
Varitas unggul
Umur bibit optimal 45 60 hari
Warna bibit merata
Tidak terkontaminasi

14
8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium)
Inkubasi Jamur dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu.
Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih
merata antara 40 60 hari.

9. Panen Jamur

Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan
biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahan-kan kesegarannya &
mempermudah pemasaran.
Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
Media tidak boleh terangkat.

15
RANGKUMAN
Jamur berkembangbiak dengan baik dikondisi yang lembab dan tanpa
memerlukan cahaya matahari yang banyak. Jamur berkembangbiak dengan dua
cara yaitu vegetatif dan generatif.

Keuntungan dari budidaya jamur itu sebagai mengurangi produk limbah,


dalam budidaya tidak memerlukan lahan yang luas. Produk jamur dapat
dimanfaatkan dalam menambah gizi, menu serta meningkatkan pendapatan
ekonomi. Kompos bekas media tanam dapat langsung digunakan untuk pupuk
kolam ikan, makanan ikan dan untuk memeliha cacing.

Jenis jamur yang potensisal di budidayakan seperti jamur merang, jamur


tiram, jamur kuping, jamur shitake dan jamur lingzhi.

Cara membudidayakan jamur dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan


seperti ruang persiapan, ruang inokulasi, ruang inkubasi, ruang penanaman.
Kemudian menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Proses dan teknik dalam
budidaya jamur yaitu persiapan bahan, pengayakan bahan, pencampuran,
pengomposan, pembungkusan (pembuatan baglog), sterilisasi, inokulasi
(pemberian bibit), inkubasi (masa pertumbuhan miselium), kemudian jamur
akan tumbuh disetiap celah yang diberikan, dalam beberapa bulan setelah
penanaman dilakukanlah panen jamur

16
TES FORMATIF

A. Pilihlah satu jawaban yang tepat !


1. Jamur berkembangbiak secara....
a. Vegetatif
b. Generatif
c. Vegetatif dan generatif
d. Semua jawaban penar
2. Jamur dapat berkembangbiak dikondisi lingkungan yang....
a. Lembab
b. Bercahaya
c. Kering
d. Ekstrim
3. Berikut pernyataan yang tepat dari keuntungan budidaya jamur, kecuali ...
a. Tidak memerlukan lahan yang luas
b. Mengurangi produksi limbah
c. Kompos yang dapat dimanfaatkan kembali dalam bidang perikanan
d. Jamur mengandung toksik
4. Jenis jamur yang umum dibudidayakan berasal dari Jepang yaitu.....
a. jamur kuping
b. jamur merang
c. jamur linzhi
d. jamur shitake
5. Bahan yang digunakan dalam pembuatan media tanam jamur yaitu.....
a. Tanah dan udara
b. Serbuk gergaji dan pasir
c. Pasir dan udara
d. Serbuk gergaj dan dedak

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !


1. Sebutkanlah keuntungan dari pembudidayaan jamur !
2. Sebutkanlah potensi dan peluang dari budidaya jaur !
3. Sebutkanlah jenis jamur yang berpotensi dalam budidaya jamur !
4. Jelaskanlah proses budidaya jamur !
5. Bagaimanakah pendapat anda mengenai pembudidayaan jamur dalam segi
ekonomi masyarakat !

17
Refleksi

Pernahkah kamu membayangkan organis apa yang didunia ini keberadaannya tidak
dibutuhkan? Tidak, mengapa? Karena Tuahan menciptakan organisme selalu bermanfaat bagi
organisme. Tahukah kamu sebagian jamur mengandung toksik? Bagaimana dengan jamur
yang tidak mengandung toksik? Bisakah kita memanffatkannya? Dapatkah jamur dijadikan
bahan komersial berpotensi tinggi? Dapat, karena jamur memiliki keuntungan yang dapat
tubuh dimedia yang cocok tanpa menggunakan lahan yang besar seperti perkebunan. Jamur
dapat tumbuh pada baglog yang disediakan dan baglok dapat ditumpukkan dengan
penempatan yang teratur dan sesuai untuk pertumbuhan jamur. Takjublah kamu sekalian,
sebagaimana Tuhan telah menciptakan berbagai macam organisme yang memiliki manfaat
dalam kehidupan. Diciptakannya jamur yang dapat tumbuh tanpa menggunakan sinar yang
banyak dan kelembapan yang tinggi dan jamur ini dapat tumbuh dengan lahan yang relatif
kecil. Sehingga kekurangan lahan tidak menjadi penghambat dalam budidaya. Banyaknya
orang membudidayakan jamur, maka makin meningkatlah peluang kerja dan pendapatan
masyarakat. Namu, seberapa banyakkah orang yang telah terbuka pikirannya untuk
membudidayakan jamur sebagai suatu lllahan perekonomian dan nilai gizi?

18
Glosarium
Jamur : Tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof.

Vegetatif : Vegetatif dengan cara fragmentasi, konidium, zoospore.

Generatif : Generatif yaitu melalui konjugasi.

Baglog : Istilah untuk media jamur kayu yang terdiri dari serbuk gergaji, tepung
tapioka, bekatul /dedak dan kapur dll.

Sterilisasi : Pemusnahan atau eliminasi semua mikroorganisme, termasuk spora

bakteri, yang sangat resisten.

Inokulasi : Merupakan kegiatan pemindahan mikroorganisme baik berupa bakteri

maupun jamur dari tempat atau sumber asalnya ke medium baru yang

telah dibuat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan aseptis.

Inkubasi : Praktik keagamaan tidur di tempat yang disucikan agar mengalami


mimpi atau kesembuhan ajaib. Inkubator (mikrobiologi), proses
memelihara kultur bakteri dalam suhu tertentu selama jangka waktu
tertentu untuk memantau pertumbuhan bakteri.

19
Daftar Pustaka
Alexopoulos, Constantine John, John Willey & Sons. Inc. (1964). Introduction mycology.
Fourth edition. New York: Published Simultaneusly.

Champbell, N A, Reece, J. B, and Mitchell, L, G. (2003). Biologi Edisi kelima Jilid 2.


Jakarta : Erlangga.

Gandjar, Indrawati & Wellyzar Syamsuridzal. (2006). Mikologi dasar dan terapan. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia

Gembong,T. (2005). Taksonomi Tumbuhan Obat Obatan. Yogyakarta : Universitas Gajah


Mada Press.

Gregory,M. (2004). Biodiversity Of Fungi. London: Elsevier Academic Press.

H. Parjimo dan Hardi Soenanto. (2008). Jamur Ling Zhi; Raja Herbal, Seribu Khasiat.
Jakarta : AgroMedia Pustaka.

Kimball, John W. (2001). Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Muchroji, Ir. Bahrun. (2005). Bertanam jamur merang. Jakarta : PT. Musi Perkasa Utama.

Sanjaya, Ridwan. (2007). Membuat blog dengan Blogspot. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo Kelompok Gramedia.

Suriawiria, Unus. (2002). Budidaya Jamur Tiram. Yogyakarta : Kanisius.

20