Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Akhlaq, macam-macam Akhlaq terpuji dan

penerapan Akhlaq dalam kehidupan sehari-hari


Maret 7, 2011 mihwanuddin Tinggalkan komentar Go to comments

Disusun oleh Like Rahma Dianita Pancarsari

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan akhlak berasal
dari bahasa Arab jama dari bentuk mufradnya Khuluqun yang menurut logat diartikan: budi
pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain
dengan perkataan khalkun yang berarti kejadian, serta erat hubungan Khaliq yang berarti
Pencipta dan Makhluk yang berarti yang diciptakan.

Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya
itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan
perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-
Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah laku akan
timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang
menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup
keseharian.

Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam. Namun
sebaliknya tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang dapat
menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak. Jika seseorang sudah memahami akhlak dan
menghasilkan kebiasaan hidup dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang ulang dengan
kecenderungan hati (sadar)2 .Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan
antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu
kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah
dilakukan itu akan melahirkan perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia itu sendiri
sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana
yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang cantik dan mana yang buruk.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan latar belakang dari permasalahan sebagai
berikut:

1. Pengertian dari akhlak?


2. Apa saja macam-macam dari akhlak terpuji?

3 Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:

1. Sebagai bentuk penyelesaian tugas mata kuliah Pen didikan Agama Islam.

2. Untuk menjelaskan macam-macam akhlak terpuji yang dianjurkan dan di ridhoi Allah
SWT serta penerapannya di kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat penulisan

Penyusunan berharap makalah ini mampu menambah wawasan pembaca mengenai akhlak
terpuji yang di ridhoi Allah SWT dan Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang mampu
menambah iman para pembaca.

BAB II

A.Pengertian akhlak

Diterjemah dari kitab Isaf thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.Akhlak adalah
sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat
maknawi dan rohani.Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaat hakikat
segala sesuatu tampak dihari kiamat nanti.

Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan manusia,kata khuluk
lawan kata dari kholq.

Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut dengan
akhlak.Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain,perilaku manusia
dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan hidup.

Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari disebut
akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah.Acuhannya adalah Al-Quran dan Hadist serta
berlaku universal.

B.Macam-macam akhlak terpuji

Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalah


husnuzzan,gigih,berinisiatif,rela berkorban,tata karma terhadap makhluk Allah,adil,ridho,amal
shaleh,sabar,tawakal,qonaah,bijaksana,percaya diri,dan masih banyak lagi.
Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking.Lawan dari kata
ini adalah suuzzan yang artinya berprasangka buruk ataup negative thinking.

Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya akan
hasil positif dalam segala usaha.

Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsa
melakukan kegiatan yang positif serta menhindarkan sikap terburu-buru bertindak kedalam
situasi sulit,bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah,dan selalu
menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.

Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi
seseorang.Semua ini apabila dengan maksud atau dilandasi niat dan tujuan yang baik.

Tata karma terhadap sesama makhluk Allah SWT ini sangat dianjurkan kepada makhluk Allah
karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada kaumnya.

Adil dalam bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-adl dan al-idl.Al-adl adalah
keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu atau rasio,sedangkan al-idl adalah keadilan yang
dapat diukur secara fisik dan dapat dirasakan oleh pancaindera seperti hitungan atau timbangan.

Ridho adalah suka,rela,dan senang.Konsep ridho kepada Allah mengajarkan manusia untuk
menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita.

Amal Shaleh adalah perbuatan lahir maupun batin yang berakibat pada hal positif atau
bermanfaat.

Sabar adalah tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan sikap ridho dan
menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil
dari suatu pekerjaan.

Qonaah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifat
ketidakpuasan atau kekurangan..

Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan dengan cara hati-hati dan
penuh kearifan terhadap suatu permasalahan yang terjadi,baik itu terjadi pada dirinya sendiri
ataupun pada orang lain.

Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang dalam melakukan
suatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan baik itu kelebihan postur
tubuh,keturunan,status social,pekerjaan ataupun pendidikan.

1). Akhlak kepada Pencipta


Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalah Taubat.Taubat
secara bahasa berarti kembali pada kebenaran.Secara istilah adalah meninggalkan sifat dan
kelakuan yang tidak baik,salah atau dosa dengan penuh penyesalan dan berniat serta berusaha
untuk tidak mengulangi kesalahan yang serupa.Dengan kata lain,taubat mengandung arti kembali
kepada sikap,perbuatan atau pendirian yang baik dan benar serta menyesali perbuatan dosa yang
sudah terlanjur dikerjakan.

# Menurut Ibnu Katsir

Taubat adalah Tobat adalah menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan menyesali atas dosa yang
pernah dilakukan pada masa lalu serta yakin tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada
masa mendatang.

# Menurut A.Jurjani

Tobat adalah kembali pada Allah dengan melepaskan segala keterikatan hati dari perbuatan dosa
dan melaksanakan segala kewajiban kepada Tuhan.

# Menurut Hamka

Tobat adalah kembali ke jalan yang benar setelah menempuh jalan yang sangat sesat dan tidak
tentu ujungnya.

2). Akhlak terhadap Sesama

Setelah mencermati kondisi realitas social tentunya tidak terlepas berbicara masalah
kehidupan.Masalah dan tujuan hidup adalah mempertahankan hidup untuk kehidupan
selanjutnya dan jalan mempertahankan hidup hanya dengan mengatasi masalah hidup.Kehidupan
sendiri tidak pernah membatasi hak ataupun kemerdekaan seseorang untuk bebas
berekspresi,berkarya.Kehidupan adalah saling berketergantungan antara sesama makhluk dan
dalam kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan hidup baik bersumber dari norma
kesepakatan ataupun norma-norma agama,karena dengan norma hidup kita akan jauh lebih
mewmahami apa itu akhlak dalam hal ini adalah akhlak antara sesama manusia dan makhluk
lainnya.

Dalam aklak terhadap sesama dibedakan mnjadi dua macam :

@ Akhlak kepada sesama muslim.

Sebagai umat pengikut Rasullulah tentunya jejak langkah beliau merupakan guru besar umat
Islam yang harus diketahui dan patut ditiru,karena kata rasululah yang di nukilkan dalam sebuah
hadist yang artinya sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang
mulia.Yang dimaksud akhlak yang mulia adalah akhlak yang terbentuk dari hati manusia yang
mempunyai nilai ibadah setelah menerima rangsangan dari keadaan social.Karena kondisi
realitas social yang membentuk hadirnya karakter seseorang untuk menggapai sebuah
keadaan.Contohnya:ketika kita ingin di hargai oleh orang lain,maka kewajiban kita juga harus
menghargai orang lain,menghormati orang yang lebih tua,menyayangi yang lebih
muda,menyantuni yang fakir karena hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang baik dan
terpuji.Contoh lain yang merupakan akhlak terpuji antar sesame muslim adalah menjaga lisan
dalam perkataan agar tidak membuat orang lain disekitar kita tersinggung bahkan lebih
menyakitkan lagi ketika kita berbicara hanya dengan melalui bisikan halus ditalinga teman
dihadapan teman-teman yang lain,karena itu merupakan etika yang tidak sopan bahkan
diharamkan dalam islam.

@ Akhlak kepada sesama non muslim

Akhlak antara sesama non muslim,inipun diajarkan dalam agama karena siapapun
mereka,mereka adalah makhluk Tuhan yang punya prinsip hidup dengan nilai-nilai
kemanusiaan.Namun sayangnya terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis siapa serta
keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus dirubah mumpung ada waktu untuk
perubahan diri.Karena hal ini tidak terlepas dari etika social sebagai makhluk yang hidup
social.Berbicara masalah keyakinan adalah persoalan nurani yang mempunyai asasi
kemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan hak asasi kita dengan hak merdeka orang
lain,apalagi masalah keyakinan yang terpenting adalah kita lebih jauh memaknai kehidupan
social karena dalam kehidupan ada namanya etika social.Berbicara masalah etika social adalah
tidak terlepas dari karakter kita dalam pergaulan hidup,berkarya hidup dan lain-lain.Contohnya
bagaimana kita menghargai apa yang menjadi keyakinan mereka,ketika upacara keagamaan
sedang berlangsung ,mereka hidup dalam minoritas sekalipun.Memberi bantuan bila mereka
terkena musibah atau lagi membutuhkan karena hal ini akhlak yang baik dalam kehidupan non
muslim.

@ Kesimpulan Akhlak Kepada Sesama

Setelah menelaah dan memahami akhlak kepada sesama sebagai kesimpulannya adalah
sesungguhnya dalam kehidupan,kita tidak terlepas dari apa yang sudak ada dalam diri kita
sebagai manusia termasuk salah satunya adalah akhlak.Karena akhlak adalah salah satu predikat
tang disandang oleh manusia akhlak akan berjalan setelah manusia itu sendiri berada dalam alam
social.Baik dan buruknya akhlak kepada sesama tergantung dari orang menjalani hidup,apakah
membentuk karakternya dengan akal atau dengan hati karena keduanya adalah sumber.Jadi
kesimpulan akhlak antar sesama yaitu sangat dianjurkan selama apa yang dilakukan punya nilai
ibadah .

Dengan demikian orang yang berakal dan beriman wajib untuk mengerahkan segala
kemampuannya untuk meluruskan akhlaknya dan berperilaku dengan perilaku yang dicintai
Allah SWT.Serta melaksanakan maksud dan tujuan dari terutusnya baginda Rasullulah SAW
yang bersabda:

Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlak

Dari penjelasan ini menunjukkan bahwa: kesempurnaan akhlak yang hanya untuk itu Rasullulah
diutus,merupakan ukuran baik dan tidaknya seseorang baik di dunia ini atau di akhirat nanti.Oleh
karena itu wajib bagi setiap kaum muslimin agar budi pekertinya.Baik kepada
dirinya,keluarga,dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

3). ADIL

Pengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.Adil juga berarti tidak berat
sebelah,tidak memihak.Dengan demikian berbuat adil adalah memerlukan hak dan kewajiban
secara seimbang tidak memihak dan tidak merugikan pihak manapun.Sebagai contoh seseorang
yang adil akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kedudukannya,menghukum orang yang
bersalah melakukan tindak pidana,membarikan hak orang lain sesuai dengan haknya tanpa
mengurngi sedikitpun.

Firman Allah di dalam Al-Quran yang mamarintahkan berbuat adil antara lain:

Al-Quran surat Al-Maidah ayat 8

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan
(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil
itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Berlaku adil harus diterapkan kapada siapa saja tanpa membedakan suku,agama atau status
sosial.Bahkab perlaku adil diterapkan kepada keluarga dan kerabat sendiri.Sebagaimana firman
Allah berikut ini

Al-Quran surat An-nisa Ayat 135

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.
Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar
balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha
Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada hambanya yang beriman supaya menjadi
orang yang benar-benar menegakkan keadilan ditengah masyarakat.Berani menjadi saksi akrena
Allah,walaupun yang menjadi tergugat dan terdakwa adalah diri sendiri,orang tua dan kerabat.
Oleh karena itu hukum harus diterapkan secara adil kepada semua masyarakat,karena sekali ada
pihak yang merasa dizalimi dengan cara diperlakukan secara tidak adil,maka akan menimbulkan
gejolak.Firman Allah lain tentang dali terdapat dalam surat An Nahl ayat 90

Artinya:

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku ADIL dan berbuat kebajikan, memberi kepada
kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepadamu agar kamu daoat mengambil pelajaran.

4). RIDHO

Ridho menurut bahasa artinya rela,sedangkan menurut istilah ridha artinya menerima dengan
senang hati segala sesuatu yang diberikan Allah SWT.Yakni berupa ketentuan yang telah
ditetapkan baik berupa nikmat maupun saat terkena musibah.Orang yang mempunyai sifat tidak
mudah bimbang,tidak mudah menyesal ataupan menggerutu atas kehidupan yang diberikan olaeh
Allah,tidak iri hati atas kelebihan orang lain,sebab dia berkeyakinan bahwa semua berasal dari
Allah SWT,manusia hanya berusaha.Ridho bukan ebrarti menyerah tanpa usaha namanya putus
asa.Dan sikap putus asa tidak dibenarkan dalam agama islam.

Firman Allah dalam Al-quran surat A-baqarah ayat 153

Artinya:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu

Bagaimanakah caranya agar seseorang bisa memunculkan rasa ridho ketika menerima kenyataan
pahit yang tidak dikehendaki?Caranya yang paling jitu adalah dengan menyadari bahwa Allah
SWT maha adil dan bijaksana dalam setiap ketetapan dan keputusannya.hendaklah seseorang
yakin bahwa Allah tidak pernah salah dalam memutuskan suatu hal.

Sebenarnya sikap ridho adalah perasan hati yang senantiasa merasa bahagia ketika menerima
takdir baik apapun.Melalui sikap ridho seseorang akan mudah bersabar menghadapi berbagai
macam cobaan.

Ridho mencerminkan puncak ketenangan jiwa seseorang.Orang yangtelah menempati tingkatan


ridho tidak akan mudah tergoncang apapun yang dihadapinya.Baginya apapun yang terjadi
dialam ini merupakan kodrat atau kekuasaan dan irodat kehendak Allah.Segalanya harus
diterima dengan rasa tenang danikhlas karena hal tersebut adalah pilihan Allah SWT yang berarti
pilihan terbaik.

5). AMAL SHALIH

Amal berasal dari bahasa arab yang terbantuk masdar yaitu yamal yang artinya segala
pekerjaan atau perbuatan.Sedangkan shalih artimya bagus.Amal shalih berarti segala
perbuatan/pekerjaan yang bagus yang berguna bagi pribadi,keluarga,masyarakat dan manusia
secara keseluruhan.Kebalikan dari amal shalih adalah amalan sayyian atau amal jelek yaitu
perbuatan yang mendatangkan madhorot,baik bagi pelaku maupun orang lain.

Secara garis besar amal shalih dapat dibagi dua macam:

1. Amal shalih yang bersifat vertikal,dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk ibadah
ritual kepada Allah SWT

2. Amal shalih ag bersifat horisontal yakni segala bentuk aktivitas sosial


kemasyarakatan,bentuk politik yang diniati untuk bekal kehidupan alam akhirat.

Islam merupakan agama yang sama sekali tidak membadakan nilai ibadah yang terkandung
dalam amal shalih yang barsifat vertikal maupum horisontal.Karena islam menghendaki umatnya
menjadi penganut agama yang memiliki kedua keshalihan tersebut yaitu keshalihan individual
setelah menunaikan amal shalih vertikal dan sekaligus manjadi anggota masyarakat yang
memiliki keshalihan sosial setelah melakukan amal shalih horisontal.

Perintah Allah agar kita mangerjakan amal shalih terdapat dalam Ai-Quran anara lain:

Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 82

Artinya:

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di
dalamnya.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari
disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah

Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalah


husnuzzan,gigih,berinisiatif,rela berkorban,tata karma terhadap makhluk
Allah,adil,ridho,amal shaleh,sabar,tawakal,qonaah,bijaksana,percaya diri,dan masih
banyak lagi.

Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalah Taubat.
Pengertian dan Macam-macam Akhlak Mahmudah (Akhlak Terpuji)

Akhlak mahmudah segala bentuk perbuatan, ucapan, dan perasaan seseorang yang bisa
menambah iman dan mendatangkan pahala.

PelangiBlog.Com Akhlak mahmudah adalah akhlaq yang terpuji, yaitu segala macam bentuk
perbuatan, ucapan, dan perasaan seseorang yang bisa menambah iman dan mendatangkan pahala.
Akhlak mahmudah merupakan akhlak yang mencerminkan ajaran Rosulullah SAW,
sebagaimana Beliau bersabda :

Artinya :


Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah SWT) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Sebelumnya baca : Pengertian Akhlak Menurut Para Pakar dan Ahli.

Macam-macam Akhlak Mahmudah :


Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan mendapatkan banyak sekali contoh akhlak mahmudah
atau akhlak yang terpuji, seperti berikut ini :

1. Afwu atau Pemaaf


Sifat pemaaf adalah akhlak yang sangat dianjurkan dalam berhubungan sosial, karena
memaafkan kesalahan orang lain adalah sesuatu yang berat untuk dilakukan. Untuk itulah,
memaafkan atas kesalahan orang lain jauh lebih baik dari pada meminta maaf atas kesalahan
sendiri.
2. Haya atau Malu
Maksud malu di sini adalah memiliki sifat malu untuk melakukan sebuah keburukan, baik
untuk diri sendiri maupun kepada orang lain. Orang yang mempunyai sifat tidak hanya dari
perasaan hati saja, tetapi uga ditunjukkan pada perkataan dan perbuatan. Sifat haya atau malu
merupakan salah satu cari 99 cabang iman :



Artinya :
Malu adalah sebagian dari iman.

3. Taawun atau Saling Menolong


Komunitas manusia yang sifatnya homogen pastinya menuntut mereka untuk saling
membutuhkan satu sama lain, inilah mengapa manusia disebut homo sapien, yaitu tidak bisa
hidup tanpa manusia lain. Di sinilah fungsi saling menolong dan saling membantu sesama.

4. Khifdul Lisan atau Menjaga Lisan


Lisan merupakan salah satu faktor besar yang bisa memecah tali persaudaraan, bahkan tidak
jarang terjadi permusuhan, perkelahian, pembunuhan, dan lain sebagainya karena bersuber dari
ketidakmampuan dalam menjaga lisan. Dalam sebuah hadist, Rosulullah SAW bersabda :





Artinya :
Keselamatan manusia tergantung dari bagaimana menjaga lisannya

5. Amanah atau Dapat Dipercaya


Sifat amanah berarti memberikan kepercayaan diri kepada orang lain melalui ucapan dan
tindakan yang dilakukan, di mana ucapan dan tindakan tersebut berkesesuaian. Lawan dari sifat
amanah adalah sifat khianah (berhianat) yang merupakan salah satu tanda orang munafik.

6. Sidqu atau Benar


Sidqu diartikan sebagai benar dan jujur, baik dalam perkataan, perbuatan, dan hati. Kejujuran
adalah akhak yang sangat penting dan harus dilestarikan dalam mengiringi berbagai macam
aktivitas kehidupan kita, karena praktek-praktek kejujuran sudah mulai punah dari masa ke masa.

7. Adil
Sifat adil memang bisa diartikan dengan berbagai macam versi, yaitu tidak berat sebelah, tidak
memihak, mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, seimbang, dan lain-lain. Sifat adil
merupakan akhlak yang harsu dimiliki oleh setiap muslim, terutama bagi pemimpin, karena sifat
inilah yang bisa menjadi salah satu faktor kerukunan dan perdamaian.

8. Tadhim atau Menghormati Orang Lain


Dalam berhubungan sosial, semua orang pasti ingin dihormati dan dihargai. Di sinilah tempat
sifat tadhim kepada orang lain, yaitu menghormati orang lain apalagi kepada orang yang lebih
tua. Sedangkan orang yang lebih tua juga harus mampu menghargai orang yang lebih muda.
Dengan demikian, maka akan tercipta saling tolerasi antara sesama.

9. Tawadhu atau Sopan Santun


Sifat tawadlu adalah perwujudan dari sifat tadhim. Demikian, orang yang bisa menghormati
orang lain pasti akan bertindak sopan santun kepadanya, tidak berbuat sesuka hati, tidak
semenah-menah, dan mampu memberikan hak orang lain dalam berhubungan sosial.

10. Tadarru atau Rendah hati


Orang yang memiliki sifat rendah hati pasti mampu menghargai orang lain dan karyanya, tidak
merasa lebih baik melebihi orang lain, tidak suka menyombongkan diri, dan tidak suka
membanggakan diri. Sedangkan lawan dari sifat rendah hati adalah sifat tinggi hati atau
sombong.

11. Muhasabatun Nafsi atau Intropeksi Diri


Manusia adalah tempat salah dan lupa, tidak ada manusia sempurna tanpa melakukan kesalahan.
Tetapi sebaik-baik manusia yang berbuat salah adalah manusia yang bisa mengevaluasi
kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Intropeksi diri sangat penting untuk menyongsong
masa depan ukhrowi dan duniawi, yaitu intropeksi diri atas dosa-dosa dan mengevaluasi diri atas
sebuah kegagalan.

Baca : 7 Manfaat dan Hikmah Koreksi (Intropeksi) Diri.

12. Tafakkur atau Berpikir


Tafakkur adalah memanfaatkan waktu untuk banyak berpikir tentang keagungan Allah SWT atas
apapun yang telah Dia ciptakan. Tafakkur sangat bermanfaat untuk memberikan kekaguman diri
atas keagungan Allah SWT, semakin bersyukur atas rohmat dan nikmat-Nya, semakin
menguatkan hati dalam beraqidah, dan juga menambah luasnya wawasan pengetahuan. Namun,
kita sebagai makhluk-Nya hanya boleh bertafakkur atas ciptaan-Nya, bukan bertafakkur atas
Dzat-Nya.

13. Khusnudzan atau Berprasangka Baik


Berprasangka baik kepada orang lain sangatlah dianjurkan karena manusia tidak mengetahui
seberapa besar kebaikan orang tersebut di sisi Allah SWT, hanya Allah SWT sendirilah yang
mengetahuinya. Sifat berprasangka baik juga menumbuhkan dampak-dampak positif kepada
orang lain, misalnya menghindari sifat sombong, tidak mudah menyalahkan orang lain, dan lain-
lain.

14. Sakho atau Pemurah


Sifat pemurah adalah suka memberi adan berbagi atas apa yang dimiliki kepada orang lain, baik
jika diminta maupun tanpa diminta. Sifat ini memiliki banyak fadhilah dan keutamaan sebagai
orang yang ahli bershodaqoh.

Baca : Fadhilah dan Keutamaan Shodaqoh.

15. Itsar atau Mengutamakan Kepentingan Orang Lain


Agama islam sangat menyerukan untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas
kepentingan sendiri dalam berhubungan sosial, tanpa memandang siapa orang tersebut.
Sebagaimana Allah SWT menceritakan sahabat Anshor dan sahabat Muhajirin dalam potongan
Surat Al-Hasyr ayat 9 berikut ini :




Artinya :
Dan mereka (sahabat Anshor) mengutamakan (kepentingan sahabat Muhajirin) di atas diri
mereka sendiri, sekalipun mereka sangat membutuhkan (atas apa yang mereka berikan itu).

16. Sabar
Sabar diartikan sebagai sifat tabah dalam menghadapi segala macam bentuk cobaan hidup dan
musibah yang menimpa. Sifat sabar memang sangat berat kecuali bagi orang-orang yang
memiliki pondasi hati kuat, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 45 :





Artinya :
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhya hal itu
sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.

17. Qonaah atau Menerima Dengan Lapang


Qonaah adalah menerima dengan lapang baik apapun takdir yang dituliskan Allah SWT, baik
itu baik ataupun buruk, misalnya kebahagiaan, penderitaan, kesejahteraan, musibah, nasib baik,
dan nasib buruk. Tentu saja sangat berat untuk mempraktekkan sifat ini di dalam hati, kecuali
bagi mereka yang memiliki keyakinan kuat untuk mendapatkan ridlo Allah SWT.

18. Syukur
Syukur diartikan sebagai wujud dari rasa berterima kasih kepada Allah SWT atas segala rohmat
dan nikmat yang Dia berikan dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-
Nya. Wujud rasa syukur diungkapkan dengan perkataan, perbuatan, dan hati. Sedangkan lawan
dari syukur adalah kufur.

19. Ikhlas
Ikhlas dalam bahasa diartikan sebagai tulus atau murni, yaitu melaksanakan setiap aktivitas (baik
aktivitas yang berhubungan dengan dunia maupun aktivitas yang berhubungan dengan akhirat)
semata-mata hanya untuk mendapatkan ridlo Allah SWT. Sebagaimana pada doa iftitah dalam
sholat yang sering kita baca :




Artinya :
"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah milik Allah Tuhan semesta
alam".

20. Taqwa
Taqwa adalah memelihara diri dari murka dan siksa Allah SWT dengan senantiasa menjalankan
segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia larang.

21. Tawakkal atau Berpasrah Diri


Tawakkal diartikan sebagai berpasrah diri kepada Allah SWT. Berpasrah diri di sini bukan
berarti 100% pasrah tanpa melakukan usaha, justru tawakkal adalah bentuk kepasrahan diri tanpa
menghilangkan nilai-nilai usaha.

22. Ikhtiyar atau Berusaha


Manusia diwajibkan untuk berusaha dalam hal-hal yang bersifat ukhrawi dan duniawi,
sedangkan usaha manusia harus disertai dengan tawakkal. Artinya, manusia berusaha dengan
diiringi keyakinan bahwa Allah SWT yang memberikan ketentuan atas usaha tersebut.

23. Zuhud
Zuhud adalah mengutamakan kepentingan akhirat di atas kepentingan dunia. Orang-orang yang
zuhud adalah orang-orang yang enggan berurusan dengan urusan dunia kecuali urusan dunia
yang bisa mendukung urusan akhirat, seolah-olah mereka benar-benar tidak perduli atas segala
macam kemewahan dunia yang bersifat semu, serta menghabiskan segenap waktu untuk
beribadah, berdzikir, bermunajah, dan lain-lain.

24. Roja atau Berharap


Roja adalah keinginan untuk mendapatkan rohmat, ampunan, dan ridlo Allah SWT sebagai
bentuk harapan di dalam hati. Bahkan bagi orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar
sekalipun, roja adalah harapan disertai keyakinan kuat bahwa rohmat dan ampunan Allah SWT
lebih luas. Lawan dari roja adalah yasu atau putus asa atas rohmat Allah SWT.

25. Wirai atau Berhati-hati


Wirai adalah menjaga diri dengan senantiasa menghindari hal-hal yang bersifat dosa, haram, dan
syubhat. Orang yang memiliki sifat wirai senantiasa meneliti serta berhati-hati untuk tidak
melakukan perbuatan dosa, memakan barang haram dan barang syubhat, orang seperti ini disebut
wara.