Anda di halaman 1dari 3

Kecenderungan perubahan pembelajaran sains-biologi seiring perkembangan IPTEK

dan sosio ekonomi

Pengaruh positif

- Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka


- Sistem pengolahan data mgn pemnafaatan teknologi
- Pemenuhan kebutuhan
- Munculnya media massa
- Munculnya media / metode pembelajaran baru

Pengaruh negatif

- Siswa menjadi malas belajar


- Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam

Faktor yg mempengaruhi perkembangan IPTEK

- Kemauan berinovasi
- Munculnya penemuan baru dan teori-teori baru
- Gaya hidup instan (mudah)
- Peran pemerintah lewat setiap kebijakan terkait perkembangan IPTEK
- Munculnya kaum modernis yg intelek dan terampil
- Persaingan antar negara dalam bidang pertahanan dan keamanan

Sosio Ekonomi Pendidikan

Peran sosio budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam
suatu masyarakat. Kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan

Review

Pembelajaran sains biologi karena pembaruan IPTEK membuat kita bisa mengetahui
segalanya, karena semua sudah tersedia. Ilmu ttg DNA sebelum IPTEK betkembang masih
sulit, ttp dengan kemajuan IPTEK hal itu menjadi mudah.

E-learning ada pembatasan, tidak semua dilakukan melalui e-learning. Di UT full e-learning,
tetapi ada tatap muka sesekali.

Faktor yg menjadikan 20% tidak digunakan scr maksimum. Tarik ulur antara kementrian lain
dgn kementrian pendidikan juga tidak mudah. SDM harus bisa mengikuti perkembangan
zaman

PERTANYAAN

Kaitan orang lebih menyukai yang instan dan mudah dnegn pembelajaran Biologi?
Contohnya adalah ada tidaknya lift. Jika dosen atau guru naik tangga maka akan menghambat
pembelajaran, sdgkn apabila ada lift maka akan membantu dosen untuk datang tepat waktu.
Selain itu gaya hidup juga akan terkesan mewah sehingga terjadi perubahan dalam biologi

Bagaimana efektivitas e-learning?

Dapat memantau dari jarak jauh, jika diterapkan terus tanpa tatap muka itu tdk baik. Tapi jika
guru berhalangan hadir lebih baik digunakan e-learning, dibanding tidak ada pelajaran.
Efektif tidaknya tergantung mahasiswa. Keefektifan tergantung penggunaannya.

Bagaimana mengatasi ketergantungan teknologi?

Peranan teknologi sangat membantu pembelajaran, jika bisa memanfaatkan teknologi dengan
baik bisa mendapatkan jurnal yg mutakhir sehingga proses pembelajaran dapat berkembang.
Hal yg tidka boleh ketika ketergantungan dalam teknologi dan mengesampingkan sumber-
sumber selain buku, misal malas membaca buku. Padahal buku merupakan media belajar yg
sangat penting. Karena dalam kegiatan reading masih lemah masyarakat kita. Adanya
teknologi tidak juga akan menghilangkan sumber lain misal buku. Pada saat PDB resume
akan dijadikan portofolio sehingga dapat dijadikan sebagai bahan mengajar.

Kenapa dgn dana yang besar dan pembangunan yg maju tetapi indeks pembangunan
manusia masih rendah?

Banyak penyelewengan dana pendidikan, sehingga penyebaran dana untuk masyarakat


menjadi berkurang yg mengakibatkan indeks pembangunan manusia rendah. Indonesia
banyaak orang pintar, tetapi cara mempertahankan orang yg pintar itu yang penting.
Contohnya ketidaktepatan penempatan dana pada saat pembuatan PKM, dimana waktu
pembuatan PKM untuk menulis dana yang besar karena akan ada potongan dari instansi yg
lebih atas sehingga membuat peneliti akan malas untuk meneliti. IPM tidak hanya dilihat dari
anggaran APBN, yaitu produktivitas, kesinambungan, pemberdayaan, dan pemerataan.

Bagaimana cara mengatasi efek dari berkurangnya interaksi seorang siswa dengan
siswa lain beriringan dengan perkembangan teknologi?

Misal dalam e-learning ada tugas untuk mensurvey orang lain, ini dapat dilakukan untuk
berinteraksi dengan individu lain. Karena sebelum pembuatan e-learning sudah ada
pemikiran tentang pengaruh dari e-learning itu sendiri. Meksipun menggunaka e-learning,
Interaksi antara guru dan siswa begitupun siswa dengan siswa harus tetap terjadi.
Menggunakan metode pembelajaran, berbasis proyek, berkelompok, problem solving dapat
digunakan untuk mengatasinya

Kualitas pendidikan tidak merata. Bagaimana pendapat pemateri ttg mengoptimalkan


20% warga indonesia yg mau belajar?

Kualitas pendidikan tidka merata. Dengan adanya KJP+ dan KJP normal, KJP+ diberikan
kepada seluruh anak yang sekolah maupun tidak sekolah, dari segi politik baik karena dapat
memberi bantuan anak yg tidak mampu. Tetapi dari segi pendidikan itu tidak baik, karena
akan memberikan sifat ketergantungan anak untuk berusaha. Jadi sedangkan KJP normal dari
segi pendidikan itu baik karena akan memacu anak untuk sekolah karena biaya sekolah sudah
ditanggung pemerintah, dan uang sisa pemberian dapat digunakan untuk biaya di luar sekolah