Anda di halaman 1dari 13

Nama : FAJAR DWIPANGESTU

NIM : 10613702
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
KELAS : PWK 1
JADWAL: (JADWAL KWU SENIN 07:00 s/d 09:15)

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Entrepreneur?


Definisi Entrepreneur menurut para ahli :
a) Entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri,
ulet & tekun, rajin, siap menghadapi risiko, jeli melihat dan meraih peluang,
piawai mengelola sumber daya, dalam membangun, mengembangkan, emajukan
& menajdikan usaha atau perusahaannya unggul.
(Eddy soeryanto Soegoto, 2009)
b) Entrepreneur adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang
dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan
yang tepat, guna memastikan kesuksesan.
(Geoffrey G, Maredith et Al, 1995)

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Wiraswasta?


Wiraswasta adalah orang yang berjiwa pejuang, gagah. Luhur, berani dan layak
menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri di atas kaki sendiri.
(wira = utama, gagah, berani. Luhur, teladan atau pejuang; swa = sendiri; sta =
berdiri)

3. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara Wirausaha dan Wiraswasta?


Persamaannya : Adalah seseorang yang mempu melihat suatu peluang dengan
mengunakan sumberdaya yang ada guna memperoleh keuntungan , dengan
melalui tindakan yang tepat guna meraih sukses.
Perbedaanya : bila usahanya stagnan atau tidak berkembang maka pengusaha
tersebut disebut sebagai Wiraswasta sedangkan bila usahanya tumbuh
berkembang dan maju maka pengusaha tersebut disebut sebagai Wirausaha.

4. Untuk menjadi seorang Entrepreneur, sifat apa yang harus saudara miliki?
1. Percaya Diri
Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan
rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan sudah
mencapai tingkat maturity. karakteristik kematangan seseorang adalah ia yang
tidak tergantung pada orang lain, dia yang memiliki rasa tanggung jawab yang
tinggi, obyektif, dan kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak
gampang tersinggung dan naik pitam. Juga tingkat sosialnya tinggi, mau menolong
orang lain, dan yang paling tinggi adalah kedekatannya dengan sang pencipta
Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan wirausahawan seperti ini betul-betul dapat
menjalankan usahanya secara mandiri, jujur, dan disenangi oleh semua relasinya.
2. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
Orang ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestasi kemudian. Akan tetapi, ia
gandrung pada prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik.
Anak muda yang hanya memikirkan prestisenya lebih dlu dan prestasi kemudian,
tidak akan mengalami kemajuan. berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika
kita berusaha menyingkirkan prestise. kita akan mampu bekerja keras, enerjik,
tanpa malu dilihat tean, asal yang kita kerjakan itu adalah pekerjaan halal.
3. Pengambilan Resiko
banyak anak muda yang senang mencari resiko atau tantanga, seperti olah raga
panjat tebing, balap-balapan motor dijalan raya, kebut-kebutan, dll. Ciri-ciri dan
watak seperti ini dibawa kedalam wirausaha yang juga penuh dengan resiko dan
tanangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebagainya.
Namun semua tantangan ini harus dihadapai dengan penuh perhitungan. Jika
perhitungan sudah matang, membuat pertimbangan dari segala macam segi,
maka berjalanlah terus dengan tidak lupa berlindung kepada-NYA.
4. Kepemimpinan
Sifat kepemimpinan memang ada dalam setiap diri individu. Namun sekarang ini,
sifat kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Ini tergantung pada
masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang
yang dia pimpin.
Ada pemimpin yang disenangi bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia
diikuti, dipercaya oleh bawahannya. Namun adapula pemimpin yang tidak
disenangi bawahan, atau ia tidak disenangi bawahan, ia curiga kepada
bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tetapi ia tidak ada waktu untuk itu.
Menanam kecurigaan kepada orang lain, pada suatu ketika kelak akan berakibat
tidak baik pada usaha yang dijalankan. Pemimpin yang baik harus mau menerima
kritik dari bawahan, ia harus bersifat rensonsif.
5. Keorisinilan
Sifat orisinil ini tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Yang dimaksud orisinil
disini iala ia yang tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat
sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melakukan sesuatu. Orsinil
tidak berarti harus baru sekali,m tetapi produk tersebut mencerminkan hasil
kombinasi baru atau reintegrasi dari komponen-komponen yang sudah ada,
sehingga melahirkan sesuatu yang baru.
6. Berorientasi ke Masa Depan
seorang wirausaha haruslah perspektif mempunyai visi kedepan, apa yang hendak
ia lakukan, apa yang ingin ia capai ? sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk
sementara, tetapi untuk selamanya. oleh karena itu, faktor kontinuitasnya harus
dijaga dan pandangan harus ditujukan ke depan.
7. Jujur dan tekun
Mengutamakan kejujuran dalam bekerja dan tekun dalam menyelesaikan kerja.

5. Bagaimana sikap seorang Entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya?


Disiplin
Disiplin bermakna dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan harus memiliki
ketepatan komitmen terhadap tugas dan pekerjaan secara menyeluruh antara lain
ketepatan terhadap waktu, peningkatan kualitas pekerjaan, dan sistem kerja.
Dengan kedisiplinan terhadap komitmen, wirausahawan akan selalu berupaya
meningkatkan kualitas pekerjaan dan membangun keunggulan daya saing. Oleh
karena itu, wirausahawan selalu menjaga untuk tetap memiliki kedisiplinan yang
tinggi terhadap sistem kerja yang ditetapkan. Salah satu contohnya adalah selalu
melakukan dan menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.
Komitment Yang Tingi
Dalam hal memiliki komitmen tinggi, harus disadari bahwa komitmen adalah
kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap
dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan
harus memiliki komitmen yang konkret, terarah, dan progresif (berorientasi pada
kemajuan).
Komitmen terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan proses mengidentifikasi
cita-cita dan target yang harus dicapai dalam hidup. Wirausahawan selalu
berupaya teguh menjaga komitmen terhadap konsumen untuk mendapatkan
kepercayaan mereka, sehingga kepuasan konsumen pada akhirnya memberi
keuntungan usaha.
Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku
pada kehidupan yang bersifat kompleks, kejujuran mengenai karakteristik produk
dan jasa yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, dan
kejujuran terhadap segala kegiatan terkait dengan penjualan produk. Kejujuran
merupakan salah satu kunci sukses wiraswasta yang sangat penting. Wiraswasta
berkaitan dengan relasi dengan orang lain, relasi yang baik jika didukung oleh
kejujuran setiap pihak.
Kreatif dan Inovatif
Wirausahawan juga harus memiliki daya kreativitas tinggi yang dilandasi oleh cara
berpikir yang maju dengan gagasan baru yang inovatif. Gagasan kreatif tidak dapat
dibatasi oleh ruang, bentuk, ataupun waktu. Justru sering kali ide jenius memberi
terobosan baru dalam dunia usaha yang awalnya dilandasi oleh berbagai gagasan
kreatif yang kelihatannya mustahil.
Sebagai wirausahawan juga harus melakukan keinginan yang baik tanpa
bergantung pada pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak,
termasuk mencukupi kebutuhan hidup dengan mengacu pada budaya
perusahaan. Kreatifitas dan inovasi terus menerus akan menjadi kunci penentu
sukses berwiraswasta. Wiraswasta merupakan dunia yang dinamis yang
memerlukan kreatifitas dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Mandiri
Seorang Entrepreneur harus memiliki sikap amndiri dalam mengelola usahanya,
yakni tidak bergantung pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak,
termasuk mencukupi kebutuhan usahanya.
Realistis
Wirausahawan juga selalu berpikir realistis dengan kemampuan menggunakan
fakta dan realitas sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap
pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatan. Untuk menjadi
wirausahawan sukses, syarat utamanya adalah memiliki jiwa dan watak
kewirausahawan yang sangat dipengaruhi oleh ketekunan, kemampuan, atau
kompetensi yang ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Itulah
beberapa sifat yang menjadi Kunci kesuksesan dalam wiraswasta.

6. Dalam membangun usaha, kompetensi apa yang harus dimiliki oleh seorang
Entepreuner?
(1) Knowing your business, yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan
dilakukan. Seorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada
hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan lakukan. Misalnya, seorang
yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan
tentang perhotelan. Untuk bisnis pemasaran komputer, ia harus memiliki
pengetahuan tentang cara memasarkan komputer.
(2) Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar
pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan
mengendalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi,
mengadministnasikan dan membukukan kegiatan- kegiatan usaha. Mengetahui
manajemen bisnis beranti memahami kiat, cara, proses, dan pengelolaan semua
sumber daya secara efektif dan efisien.
(3) Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha
yang dilakukannya. Ia harus bersikap sebagai pedagang, industriawan, pengusaha
yang sungguh- sungguh, dan tidak setengah hati.
(4) Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya
berbentuk materi, tetapi juga moril. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan
modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu cukup uang,
tenaga, tempat, dan mental.
(5) Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan mengatur/
mengelola keuangan secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan
menggunakannya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat.
(6) Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien
mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan
kebutuhannya.
(7) Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan,
menggerakan (memotivasi), dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan
perusahaan.
(8) Satisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan
kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu,
benmanfaat, dan memuaskan.
(9) Knowing how to compete, yaitu mengatahui strategi/cara bersaing. Wirausaha,
harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang
(opportunity), dan ancaman (threat) dininya dan pesaing. Ia hanus menggunakan
analisis SWOT baik terhadap dininya maupun terhadap pesaing.
(10) Copying with regulations and paperwork, yaitu membuat aturan/pedoman
yang jelas (tersurat, tidak tersirat).
(11) Technical competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang
bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. Misalnya,
kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. Ia harus betul-
betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan.
(12) Marketing competence, yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar
yang cocok, mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup
perusahaan. Ia harus mengetahui bagaimana menemukan peluang pasar yang
spesifik, misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing.
(13) Human relation competence, yaitu kompetensi dalam mengembangkan
hubungan personal, seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-
perusahaan. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat

7. Dalam menggerakan usaha, keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh
seorang entrepreuner?
(1) Technical Skill, yaitu keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas-
tugas khusus, seperti sekretaris, akuntan-auditor, dan ahli gambar.
(2) Human Relations Skill, yaitu keterampilan untuk memahami, mengerti,
berkomunikasi, dan berelasi dengan orang lain dalam organisasi.
(3) Conceptual Skill, yaitu kemampuan personal untuk berpikir abstrak, untuk
mendiagnosis dan untuk menganalisis situasi yang berbeda, dan melihat siatuasi
luar. Keterampilan konseptual sangat penting untuk memperoleh peluang pasar
baru dan menghadapi tantangan.
(4) Decision Making Skill, yaitu keterampilan untuk merumuskan masalah dan
memilih cara bertindak yang terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Ada
tiga tahapan utama dalam pengambilan keputusan, yaitu:
(a) merumuskan masalah, mangumpulkan fakta, dan mengidentifikasi alternatif
pemecahannya;
(b) mengevaluasi setiap alternatif dan memilih alternatif yang terbaik;
(c) mengimplementasikan alternatif yang terpilih, menindaklanjutinya secara
periodik, dan mengevaluasi keefektifan yang telah dipilih tersebut.
(5) Time Management Skill, yaitu keterampilan dalam menggunakan dan
mengatur waktu seproduktif mungkin.
(6) individual skills and attitudes, yaitu keterampilan dan sikap individual.
(7) Knowledge of business, yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan.
(8) Establishment of goal, yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan
perusahaan.
(9) Take advantages of the apportunities, yaitu keunggulan dalam mencari
peluang-peluang.
(10) Adapt to the change, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan
perubahan.
(11) Minimize the threats to business, yaitu kemampuan untuk meminimalkan
ancaman terhadap perusahaan

8. Kunci sukses dalam menjalankan usaha antara lain ditentukan oleh bagimana
kemampuan kita memanage waktu. Jelaska strategi saudara dalam memanfaatkan
waktu tersebut agar hari saudara bisa broduktif!
Dalam dunia bisnis, manajemen waaktu memiliki peranan yang sangat penting
sehingga orang yang sedang menjalankan bisnis usaha bisa lebih efektif dan
produktif. Namun tidak sedikit pula yang sedang menangkap peluang bisnis
apapun banyak yang melupakan persoalan manajemen waktu ini.
1. Atur Waktu Untuk Cek dan Balas Email
Saat ini email menjadi salah satu media yang cepat dan juga hemat serta efisien
bagi para pelaku bisnis dalam mengirim dan menerima pesan dari klien ataupun
customer. Realtime email dimana dan kapan saja membuat bisnis seperti berjalan
dimana saja, dikantor, dijalan, di waktu liburan semua pesanan atau pesan bisnis
melalui email bisa dibaca. Namun terkadang hal ini bisa membuat ritme kita
menjadi agak kurang efektif, banyak orang yang selalu mengecek email antara 5-
10 menit jika waktu Anda dalam sehari habis hanya untuk mengecek email dengan
rentang 5-10 menit maka waktu Anda akan habis dan banyak yang tidak efisien.
Mungkin sudah saatnya kita mengatur waktu bahwa cek dan balas email adalah di
pagi hari, siang hari, seore atau dan juga malam hari. Waktu sudah tersusun rapi
dan terjadwal sehingga waktu Anda tidak banyak terbuang hanya untuk urusan
email padahal bisnis dan usaha Anda harus tetap jalan sedemikian rupa. Dan perlu
diingat pengaturan jadwal cek email ini juga melatih kedisiplinan kita. Jadi Anda
mulai sekarang sudah bisa mempertimbangkan untuk memanajemen waktu Anda
dengan baik dan tidak mengecek email dalam rentang waktu 5-10 menit dalam
aktivitas sehari-hari Anda.
2. Jangan Mengerjakan Banyak Tugas/Pekerjaan dalam Satu Waktu (Multi Tasking)
Nah untuk urusan menjalankan pekerjaan atau bisnis, terkadang kita ingin
mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu, terkadang kita ingin
memanfaatkan semua peluang usaha yang ada di sekitar kita secara bersamaan.
Hal ini ada baiknya dan ternyata ada hal yang kurang baik juga. Ada penelitian
bahwa para ahli mengatakan bahwasanya orang yang melakukan multi tasking
tersebut hanya berkisar 2.5% saja yang mampu menjalankannya dengan baik dan
sisanya malah membuat kacau dan amburadul karena tidak fokus. Begitupun juga
dalam berbisnis dan memanfatakan ide ide usaha yang ada bahwa semua perlu
fokus tidak mengerjakan semua bisnis usaha dalam waktu waktu sehingga malah
tidak memberikan efektifita dan juga tidak produktif dalam berbisnis. Manajemen
waktu sangat penting disini sehingga kita bisa fokus menyelesaikan pekerjaan satu
demi satu.
3. Menentukan Tujuan dan Target di Setiap Peluang Usaha yang diambil
Ketika kita berbicara bisnis dan ide ide usaha yang akan dan sedang kita jalankan,
maka manajemen waktu akan erat kaitannya dengan setting goal dan tujuan serta
target dari bisnis tersebut. Ketika goal sudah di sett, maka kita bisa mengatur
dengan baik waktu untuk mencapai tujuan/goal tersebut. Dari kedua point diatas
sebelum point ketiga ini jelas menjadi beberapa bagian yang bisa dipertimbangkan
untuk mencari target-target dari semua ide peluang bisnis yang sedang kita
jalankan. Targt dan Goal yang jelas harus disinergikan dengan pengaturan waktu
yang tepat.
4. Tulislah Jadwal dan Kegiatan Bisnis Anda
Kadang dalam setiap langkah berbisnis, menuliskan langkah dan setiap aktivitas
yang akan dijalankan, biasanya dalam bentuk To Do List itu memang merupakan
satu hal yang sangat penting, apalagi dalam rangka manajemen waktu agar dalam
memanfaatkan setiap peluang bisnis itu ritmenya bisa lebih teratur dan tertata
rapi. Ketika setiap hal atau tindakan yang akan di ambil dituliskan maka kita akan
bisa lebih teratur dan terencana sehingga dalam setiap action bisnis bisa
menghasilkan suatu hal ayng lebih baik. Mencoba memanage setiap kegiatan
dengan To Do List merupakan hal yang mudah namun dalam menjalankannya
perlu latihan dan kedisiplinan yang ketat sehingga Anda menjadi sudah terbiasa
ketika menjalankan seuatu bisnis dan usaha.

9. Suatu organisasi akan survive apabila mampu beradaptasi dengan lingkungan


dan perubahan yang terjadi. Jelaskan startegi yang saudara terapkan terkait hal ini
agar perusahaan saudara tetap survive!
Agar dapat survive (bertahan), sustainable dan berkembang, perusahaan perlu
melakukan berbagai macam perubahan untuk berdaptasi dengan lingkungan
eksternal maupun mempertimbangkan kondisi internal perusahaan. Perusahaan
perlu menghitung manfaat dan biaya pada setiap jenis perubahan (cost benefit
analysis). Agar perubahan efektif dan produktif membuahkan peningkatan
shareholder value, maka berbagai perubahan perlu dikelola dengan sistematis.
Untuk mengelola perubahan, diperlukan manajemen perubahan (Change
Management), yaitu proses mengidentifikasi jenis perubahan berdasarkan
besarnya masalah dan ketersediaan waktu dalam eksekusi:
a.Evolutionary Change (small and long).
b.Managerial Intervention (small and short).
c.Sequential Change (large and long).
d.Complex Change (large and short).

Perusahaan pada umumnya lebih sering menggunakan sequential change, yang


mempunyai keuntungan sebagai berikut:
a.terencana, rasional.
b.mengikuti tahapan dan metodologi.
c.peluang untuk sukses tinggi dan risiko gagal rendah.
d.keengganan berubah (resitance to change) dari pekerja dapat dikendalikan.
e.perubahan yang bertahap dapat dicapai (incremental). Namun kerugiannya,
membutuhkan waktu yang lama, upaya harus dilakukan terus menerus,
membutuhkan energi yang konstan (sulit tercapai jika ditengah proses ada
perubahan manajemen), masa transisi dapat menurunkan semangat perubahan
oleh pekerja, dan prosesnya dapat menimbulkan kebosanan pekerja.
Untuk mengetahui peranan statistik dalam pengembangan rencana strategis
perusahaan dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar , dibutuhkan Analisis
untuk melihat lingkungan ekstenal sampai dengan kemampuan internal
perusahaan.

Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan


Perusahaan dan pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan
masyarakat semuanya beroperasi dilingkungan kekuatan dan kecenderungan
makro yang membentuk peluang dan menimbulkan ancaman. Kekuatan-kekuatan
itu bersifat tidak dapat dikendalikan, dan harus dipantau serta ditanggapi oleh
perusahaann. Dalam arena ekonomi, perusahaan dan konsumen semakin
dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan global.
Dalam situasi global yang berubah cepat, perusahaan harus memantau kekuatan
utama: demografi, ekonomi, alam, teknologi.Yang harus diperhatikan yaitu
interaksi kausal antar kekuatan itu, karena kekuatan tersebut menjadi dasar bagi
peluang dan ancaman baru. Contohnya, ledakan pertumbuhan penduduk
(demografi) menyebabkan peningkatan konsumsi sumber daya dan polusi
(lingkungan alam), yang menyebabkan konsumen menuntut lebih banyak
peraturan (politik-hukum).
Lingkungan Demografi
Kekuatan ekonomi makro pertama yang dipantau oleh pemasar adalah populasi,
karena oranglah yang membentuk pasar. Pemasar sangat tertarik pada ukuran dan
tingkat pertumbuhan penduduk dikota, wilayah dan negara yang berbeda,
distribusi umur dan bauran etnis, tingkat pendidikan, pola rumah tangga, serta
karakteristik dan pergerakan regional.
Populasi-populasi nasional beragam dalam bauran usia. Satu kasus yang ekstrem
adalah China, sebuah negara dengan populasi terbanyak yang sangat besar dan
pertumbuhan populasi yang sangat pesat. Kasus ekstrem lainnya adalah Jepang,
sebuah negara yang merupakan salah satu populasi dunia yang paling tua.
Sebuah populasi dapat dipecah menjadi enam kelompok umur; prasekolah, anak
usia sekolah, remaja, dewasa muda berumur 23 sampai 40 tahun, dewasa separuh
baya berumur antara 40 sampai 62 tahun, dan manula berumur 65 tahun atau
lebih. Bagi pemasar kelompok usia yang paling banyak orangnya itu merupakan
lingkungan pemasarannya.

Faktor Ekonomi
Berkaitan dengan sifat dan arah perkembangan ekonomi dimana perusahaan
beroperasi baik pada tingkat nasional maupun tingkat internasional. Perusahaan
harus mempertimbangkan kecendrungan pertumbuhan pendapatan,
kecendrungan orang untuk mengeluarkan uang, suku bunga dan sebagainya.
Dengan kata lain daya beli yang tersedia dalam suatu perekonomian bergantung
pada pendapatan, harga, tabungan, hutang, dan ketersediaan kredit saat ini.
Pemasar harus memperhatikan dengan cermat trend utama dalam pendapatan
dan pembelanjaan konsumen.

Faktor Teknologi
Adaptasi teknologi yang kreatif dapat memunculkan produk baru, perbaikan
produk yang ada atau terobosan-terobosan lain yang pada dasarnya dapat
mengatasi keusangan, dengan demikian kemampuan mengantisipasi arah
perkembangan sangat diperlukan didalam memformulasikan strategi masa depan
perusahaan untuk bersaing.

Faktor Politik
Kebijakan politis dari suatu negara dalam tatanan perdagangan dan industri dalam
kacamata perusahaan dapat dianggap sebagai kendala, dan disisi lain juga dapat
dianggap sebagai perlindungan. Bentuk kebijakan politis tersebut antara lain:
peraturan tentang perdagangan, pajak, harga, lingkungan hidup, hak paten,
subsidi pemerintah, dan sebagainya. Hal-hal tersebut biasanya ditujukan untuk
melindungi masyarakat umum, konsumen, lingkungan dan kepentingan negara
lainnya.
Faktor Sosial
Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan meliputi nilai-nilai,
keyakinan-keyakinan, sikap, opini, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan
eksternal perusahaan. Seandainya sikap sosial berubah, maka permintaan untuk
berbagai produk, aktifitas yang menyenangkan, dan lain-lain berubah juga. Ini
berarti hal-hal tersebut akan mempengaruhi dalam permintaan produk.
Identifikasi Lingkungan Internal Perusahaan
Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pembatasan masalah, lingkungan
internal terdiri dari :

Bidang Organisasi
Apabila sebuah perusahaan mempunyai keunggulan manajemen yang baik, maka
pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan baik pula. Faktor-faktor yang
menyangkut bidang ini adalah: kepemimpinan yang mampu dan berpandangan ke
depan, struktur organisasi, suasana organisasi, fleksibel/responsif.
Bidang Aspek Sumber Daya Manusia
Faktor-faktor eksternal mempengaruhi kebijakan SDM yang ada, antara lain
berupa perkembangan pendidikan, jumlah penawaran tenaga kerja,
perkembangan sosial, perburuhan, adat, agama, budaya, dan sistem nilai
masyarakat lainnya. Sedangkan faktor-faktor internal SDM akan dipengaruhi oleh
manajemen SDM itu sendiri, yang terdiri atas tiga fungsi utama. Pertama, yaitu
fungsi manajerial yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian SDM. Fungsi kedua, yaitu fungsi operasional yang terdiri atas
pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan
pemutusan hubungan kerja. Terakhir, fungsi ketiga, yaitu kedudukan SDM dalam
rangka pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.

Bidang Produk
1. Kualitas Produk
Produk adalah segala nilai potensial bagi target pasar untuk keuntungan atau
kepuasan yang dapat diberikan, termasuk objek, pelayanan, organisasi, tempat,
orang, dan ide. Meningkatkan Kualitas produk merupakan tantangan bersaing
yang cukup kritis untuk daya bersaing perusahaan didalam persaingan pasar.
Dikarenakan dengan peningkatan kualitas produk akan mengurangi biaya dan
meningkatkan keunggulan dalam bersaing. Dalam hal ini perlu diperhatikan
keinginan dari konsumen.
2. Harga Produk
Menentukan harga dari suatu produk memainkan peran kunci strategi dalam
banyak perusahaan, disebabkan peraturan pemerintah, ketatnya persaingan
global, pertumbuhan yang lambat dari pasar, dan peluang dari perusahaan untuk
menguatkan posisinya dipasar. Harga suatu produk akan mempengaruhi finansial
dari perusahaan dan merupakan pengaruh yang kuat bagi pandangan konsumen
dan penempatan dari merk produk itu sendiri. Harga dapat mewakili dari ukuran
kualitas dari suatu produk pada saat pembeli kesulitan dalam melakukan penilaian

3. Volume Penjualan
Volume penjualan merupakan studi mendalam, tentang masalah penjualan bersih
dari keadaan keuangan perusahaan, sehingga dalam penganalisa volume
penjualan pimpinan perusahaan dapat membandingkan penjualan dengan
sasaran perusahaan dan juga dengan peroduknya yang terjual. Untuk mengetahui
keuntungan yang dihasilkan perusahaan, tentu terlebih dahulu harus mengetahui
jumlah produk dan beberapa volume penjualannya, hasil penjualan perusahaan
dengan sasarannya merupakan cara yang bermanfaat dalam evaluasi penjualan.

Bidang Keuangan
Kondisi suatu perusahaan dapat diketahui dengan meihat kondisi keuangan,
bahwa apakah sebuah perusahaan tersebut mampu melaksanakan strategi
tertentu, agar tujuan perusahaan terlaksana sesuai dengan kondisi keuangan yang
mendukungnya, sehingga perusahaan tersebut dapat bertahan ataupun
berkembang lebih baik lagi. Yang termasuk bidang ini antara lain:
biaya/ketersediaan modal, arus kas, dan stabilitas keuangan.

10. Dalam menjalankan organisasi perusahaan, factor sumber daya manusia


sangat menentukan keberhasilan usaha kita. Apa Kiat saudara untuk memacu agar
karyawan berprestasi? Startegi apa yang akan dilakukan untuk meminimalkan
pelanggaran di perusahaan saudara ?
Berikut adalah kiat memacu karyawan agar berprestasi :
Beri kesempatan karyawan untuk berkreasi
Banyak karyawan yang sebenarnya memiliki potensi dan kemampuan yang lebih,
namun mereka kadang takut untuk mengembangkan ketrampilan.
Mereka takut jika atasan menolak hasil karyanya, atau takut pada seniornya.
Sebagai pemimpin, berikan kesempatan pada semua karyawan untuk berkreasi
dan mengembangkan ketrampilan mereka. Seandainya anda tidak menyukai hasil
karya mereka, jangan langsung menolaknya. Beri masukan pada karyawan agar
memperbaiki hasil karyanya dan berikan saran yang lebih baik.
Pelatihan
Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan anda bisa memberikan pelatihan
dengan bantuan trainer atau anda sendiri. Pelatihan ini berfungsi untuk
meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan ketrampilan pada mereka
terutama pada karyawan yang masih baru.Pilihlah metode pelatihan yang efektif
agar karyawan bisa menguasai materi dengan baik.
Beri reward pada karyawan
Setelah karyawan mendapatkan pelatihan, berikan mereka reward untuk
keberhasilannya. Dengan memberikan penghargaan pada mereka, mereka akan
lebih meningkatkan ketrampilannya dan bersemangat dalam bekerja.
Berikan fasilitas pada karyawan
Saat mereka sukses dan berkarya, berikan fasilitas pada mereka agar mereka lebih
berkreasi dan mau meningkatkan ketrampilannya seperti kenaikan gaji, tunjangan
dan fasilitas lainnya.
Cara meminimalkan pelanggaran karyawan :
Buatlah peraturan perusahaan secara tertulis ataupun lisan
Benamkan budaya perusahaan di setiap jiwa karyawan
Peringatan Tertulis (pertama, ke dua dan ke tiga).
Pemindahan lingkungan tugas.
Pengurangan gaji/penghasilan.
Penurunan strata/golongan/skala gaji.
Pencabutan tunjangan/kompensasi tertentu.
Penurunan status karyawan.
Diberhentikan sementara.
Diberhentikan dengan hormat.
Diberhentikan secara tidak hormat.
a. Ancaman
Dalam rangka menegakkan kedisiplinan kadang kala perlu adanya ancaman
meskipun ancaman yang diberikan tidak bertujuan untuk menghukum, tetapi
lebih bertujuan
untuk mendidik supaya bertingkah laku sesuai dengan yang kita harapkan.
b. Kesejahteraan
Untuk menegakkan kedisiplinan maka tidak cukup dengan ancaman saja, tetapi
perlu kesejahteraan yang cukup yaitu besarnya upah yang mereka terima,
sehingga minimal mereka dapat hidup secara layak.
c. Ketegasan
Jangan sampai kita membiarkan suatu pelanggaran yang kita ketahui tanpa
tindakan atau membiarkan pelanggaran tersebut berlarut-larut tanpa tindakan
yang tegas.
d. Partisipasi
Dengan jalan memasukkan unsur partisipasi maka para karyawan akan merasa
bahwa peraturan tentang ancaman hukuman adalah hasil persetujuan bersama.
e. Tujuan dan Kemampuan
Agar kedisiplinan dapat dilaksanakan dalam praktek, maka kedisiplinan hendaknya
dapat menunjang tujuan perusahaan serta sesuai dengan kemampuan dari
karyawan.
f. Keteladanan Pimpinan
Mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menegakkan kedisiplinan sehingga
keteladanan pimpinan harus diperhatikan