Anda di halaman 1dari 8

Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi Syngas

sebagai Bahan Bakar Alternatif pada Pembangkit Listrik


Tenaga Gas Guna Mencapai Kaltim Mandiri Energi
Anniza Cornelia Augusty1, Asful Hariyadi1, Ikhwan Rifqi Anggara1

1
Jurusan Teknologi Industri dan Proses, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan

ABSTRAK
Krisis energi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan aktivitas di
berbagai sektor seperti rumah tangga dan industri. Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu
provinsi di wilayah Kalimantan yang mengalami krisis energi listrik sehingga timbul masalah
pemadaman listrik bergilir hampir setiap hari di wilayah tersebut. Meningkatnya daya konsumsi energi
listrik tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku dari fosil seperti minyak bumi, gas alam dan
batu bara yang jumlahnya semakin berkurang per tahunnya. Pemanfaatan bahan bakar pembangkit
listrik dari fosil perlahan kini mulai digantikan oleh sumber energi baru terbarukan yang tidak
menimbulkan emisi, salah satunya adalah biomassa. Sumber energi biomassa terdapat dapat jumlah
besar dan umumnya berasal dari limbah tanaman seperti kelapa sawit. Produk samping dari proses
pengolahan kelapa sawit yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat dimanfaatkan sebagai
biomassa untuk menghasilkan energi listrik karena memiliki selulosa, hemiselulosa dan lignin dengan
kandungan berturut-turut adalah 41,3-46,5%, 25,3-33,8% dan 27,6-32,5%. Metode yang digunakan
adalah gasifikasi biomassa dengan prinsip thermochemical conversion untuk menghasilkan energi.
Terdapat empat tahapan proses dalam pembuatan syngas yaitu pre-treatment, gasifikasi, pemurnian
dan product handling. Melalui tahapan tersebut, TKKS yang mengandung unsur C, H dan O dapat
diproses menjadi syngas. Syngas hasil pemurnian, terdiri dari campuran gas CO dan H2, kemudian
digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Dari perhitungan yang telah dilakukan, 10.248,137
ton TKKS per tahun dapat memproduksi syngas sebanyak 5.794,5345 ton per tahun untuk
menghasilkan energi listrik sebesar 6 megawatt (MW). Dengan demikian TKKS memiliki potensi
sebagai sumber energi alternatif di Kalimantan Timur.

Kata Kunci: biomassa, gasifikasi, pembangkit listrik tenaga gas, syngas, tandan kosong kelapa sawit.

PENDAHULUAN menyumbang pelanggan potensial dengan


Krisis energi listrik yang dialami oleh jumlah kebutuhan daya 153 MW dan 122 MW.
Indonesia menyebabkan penurunan aktivitas di Keadaan kelistrikan Kalimantan Timur pada
berbagai sektor, seperti industri dan rumah 2015, beban puncak Sistem Mahakam saat ini di
tangga. Tak terkecuali untuk Provinsi kisaran 380 MW. Diperkirakan 10 tahun ke
Kalimantan Timur, krisis energi listrik telah depan, kebutuhan listrik mencapai 1.000 MW
menjadi permasalahan utama. Salah satu [1]. Peningkatan daya konsumsi energi listrik
dampak yang ditimbulkan yaitu terjadinya juga tidak diimbangi oleh ketersediaan bahan
pemadaman listrik bergilir setiap hari di wilayah baku dari fosil, seperti minyak bumi, gas alam
tersebut. Menurut data dari PLN Kaltim- dan batu bara sehingga produksi energi listrik
Kaltara, saat ini, jumlah data pelanggan pun terus menurun. Selain masalah ketersediaan
potensial tercatat sebesar 305 megawatt (MW). bahan baku fosil yang semakin menurun,
Dua kota besar, Balikpapan dan Samarinda, penggunaan energi fosil juga dapat
menimbulkan isu lingkungan dalam hal emisi tersedia melimpah, murah dan terbarukan.
karbon dioksida (CO2) dan pemanasan global. Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah
Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan berlignoselulosa yang belum termanfaatkan
pasokan energi listrik dengan menggunakan secara optimal. Selama ini pemanfaatan tandan
bahan alami, salah satunya dengan kosong hanya sebagai bahan bakar boiler,
memanfaatkan sumber energi baru terbarukan pupuk kompos dan juga sebagai pengeras jalan
dari biomassa. Biomassa dipilih karena tidak di perkebunan kelapa sawit. Namun, tandan
menimbulkan emisi, ramah lingkungan, terdapat kosong kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan
dalam jumlah besar, mudah diperoleh dan sebagai bahan baku pembuatan syngas karena
umumnya terdapat pada limbah tanaman [2]. TKKS mengandung unsur karbon, hidrogen dan
Menurut data Dinas Perkebunan Provinsi oksigen yang dapat diproses menjadi syngas.
Kalimantan Timur pada tahun 2013 Hasil komposisi Tandan Kosong kelapa sawit
menunjukkan luas perkebunan kelapa sawit di dapat diperoleh menggunakan metode
Kalimantan Timur mencapai 1,1 juta Ha Thermogravimetric Analysis (TGA) melalui
sedangkan produksi kelapa sawit mencapai reaksi pirolisis dalam reaktor batch 200 cm3.
7.600.298 ton dan terus meningkat setiap Dalam pengerjaannya kira-kira 20 mg sampel
tahunnya sehingga mengakibatkan limbah dipanaskan pada 25 C sampai 600 C
kelapa sawit semakin meningkat [3]. menggunakan nitrogen sebagai gas pembersih.
Lignoselulosa biomassa merupakan salah satu Tabel 1. Proximate Analysis dari Tandan Kosong Kelapa
biomassa yang berpotensi sebagai sumber Sawit (% berat kering)

energi terbarukan. Provinsi Kalimantan Timur Parameter Nilai


menghasilkan sejumlah besar residu Moisture Content 27,2
lignoselulosa termasuk tandan kosong kelapa (Mad)
sawit (TKKS). Volatile Matters (Vad) 34,0
Penelitian ini menggunakan TKKS untuk Ash (Aad) 15,0
dikonversi menjadi syngas melalui metode Fixed Carbon (FCad) 23,8
gasifikasi yang nantinya akan dimanfaatkan Nb : ad (on air dried basis); d: on dry basis
sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga
gas di Kalimantan Timur. Melalui penelitian ini Tabel 2. Analisa Komposisi Tandan Kosong Kelapa
Sawit (% berat kering)
diharapkan akan memperoleh jumlah TKKS
yang optimal untuk memproduksi syngas Parameter Nilai
sehingga dapat menghasilkan energi listrik yang C 43,52
cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di H 5,72
Provinsi Kalimantan Timur. N 1,2
S 0,66
Tandan Kosong Kelapa Sawit O 48,9
Tandan kosong kelapa sawit merupakan
limbah utama dari industri pengolahan kelapa Syngas
sawit. Tanda kosong kelapa sawit berpotensi Synthesis gas atau Syngas ialah hasil
sebagai penghasil energi listrik karena memiliki gasifikasi batubara dan biomassa yang
selulosa, hemiselulosa dan lignin dengan merupakan campuran gas karbon monoksida
kandungan berturut-turut adalah 41,3-46,5%, (CO), hidrogen (H2), metana (CH4), karbon
25,3-33,8% dan 27,6-32,5% [4]. Tandan kosong dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya [5]. Syngas
kelapa sawit merupakan potensi biomassa dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar gas
terbesar di Kalimantan Timur karena tidak pada pembangkit listrik tenaga gas karena
berkompetensi dengan pangan atau pakan,
ramah lingkungan serta memiliki low heating adalah dominasi nitrogen dalam produk gas
value (LHV) yang besar untuk proses yang menyebabkan pembengkakan ukuran
pembakaran. peralatan di sektor hilir.
Hidrogen merupakan bahan bakar alternatif
Gasifikasi Biomassa gas yang memiliki nilai bakar yang sangat besar
Gasifikasi adalah suatu proses perubahan yakni 51.628 kJ/kg. Semakin tinggi nilai bahan
bahan bakar padat menjadi gas. Berbeda dengan bakar maka kebutuhan bahan bakar tersebut
proses pembakaran, proses gasifikasi adalah akan semakin sedikit sehingga lebih ekonomis.
proses pemecahan rantai karbon ke dalam Steam gasification akan menyuplai panas
bentuk unsur atau senyawa kimia lain. Proses gasifikasi dengan produk gas yang lebih bersih
gasifikasi memerlukan sedikit oksigen. Dengan dimana memiliki kandungan gas hidrogen lebih
mengubah bahan baku menjadi gas, maka tinggi dibandingkan gasifikasi menggunakan
material yang tidak diinginkan yang terkandung oksigen maupun udara. Oleh sebab itu, agen
dalam tandan kosong kelapa sawit seperti gasifikasi yang dipilih adalah steam karena
senyawa sulfur, karbon dioksida (CO2), dan abu diinginkan komposisi gas yang dihasilkan lebih
dapat dihilangkan dari gas dengan bersih dengan nilai bakar yang tinggi untuk
menggunakan metode tertentu sehingga dapat memenuhi spesifikasi generator di unit
dihasilkan gas bersih yang dikenal sebagai pembangkit.
synthesis gas atau syngas. Konversi
thermokimia biomassa padat menjadi bahan Seleksi Proses
bakar gas ini secara umum disebut gasifikasi Seleksi proses yang dilakukan adalah
biomassa [6]. pemilihan jenis reaktor yang tepat dalam proses
gasifikasi tandan kosong kelapa sawit. Terdapat
METODE PENELITIAN 3 jenis reaktor yang dapat digunakan yakni
Metode penelitian ini terdiri dari beberapa antara lain : fix bed reactor, fluidized bed
tahapan diantaranya yaitu seleksi bahan baku reactor dan entrained flow reactor.
dan seleksi proses. Perbandingan dari masing-masing jenis reaktor
tersebut ditunjukkan pada tabel 3.
Seleksi Bahan Baku Berdasarkan pertimbangan alternatif pilihan
Bahan baku yang digunakan adalah tandan tipe reaktor gasifikasi diatas maka dipilihlah
kosong kelapa sawit sebagai biomassa, katalis tipe reaktor gasifikasi yang digunakan adalah
padat olivine sintetik dan agen gasifikasi berupa tipe Fluidized Bed Reactor ditinjau dari aspek
suplai oksigen. Suplai oksigen sebagai media proses dan ekonomi. Pada segi proses, fluidisasi
oksidasi dapat berupa udara, oksigen murni, jenis reaktor ini membuat perpindahan panas
ataupun udara yang kaya oksigen. dan luas permukaan reaksi yang terjadi cukup
Gasifikasi dengan oksigen sebagai media cepat dan efektif. Selain itu suhunya seragam
oksidasi lebih menguntungkan dari segi ukuran pada gasifier dan hampir tidak dibutuhkan
alat di sektor hilir, energi kompresi, dan tekanan waktu tinggal sehingga proses ini dapat
parsial komponen Fischer Tropsch yang lebih berlangsung continuous. Pengontrolan kondisi
tinggi. Oksigen murni sangat mahal, akan tetapi operasi juga mudah dan fleksibel dengan
dapat diakali dengan menggunakan udara yang mengatur masukan steam atau udara dengan
kaya akan oksigen. Penggunaan udara yang jumlah feed biomassa yang diberikan. Pada sisi
kaya akan oksigen memberikan kombinasi ekonomi dengan menggunakan tipe reaktor ini
keuntungan pengurangan ukuran peralatan dan dalam skala produksi besar fixed capital
media yang tidak terlalu mahal. Kekurangan investment yang dikeluarkan akan lebih murah
dari proses gasifikasi menggunakan udara dibandingan dengan penggunaan reaktor lain.
Tabel 3. Perbandingan Jenis Reaktor Gasifikasi
Parameter Fixed/Moving Bed Fluidized Bed Entrained Bed
Ukuran umpan < 51 mm < 6 mm < 0.15 mm
Toleransi kehalusan Terbatas Baik Sangat baik
partikel
Toleransi kekasaran Sangat baik Baik Buruk
partikel
Toleransi jenis umpan Batubara kualitas Batubara kualitas Segala jenis batubara,
rendah rendah dan biomassa tetapi tidak cocok untuk
biomassa
Kebutuhan oksidan Rendah Menengah Tinggi
Kebutuhan kukus Tinggi Menengah Rendah
Temperatur reaksi 1090 C 800 1000 C > 1990 C
Temperatur gas keluaran 450 600 C 800 1000 C > 1260 C
Produksi abu Kering Kering Terak
Efisiensi gas dingin 80% 89.20% 80%
Kapasitas penggunaan Kecil Menengah Besar
Permasalahan Produksi tar Konversi karbon Pendinginan gas produk

HASIL DAN PEMBAHASAN char combustor. Gasifier yang digunakan dalam


Uraian Proses Produksi analisis ini adalah gasifier dengan pemanasan
1. Pre-Treatment tidak langsung yang bertekanan rendah. Reaktor
Sebelum memasuki proses gasifikasi, Tandan ini didesain sebanyak 2 buah dengan struktur
Kosong Kelapa Sawit (TKKS) harus melalui yang identik. Suhu operasi diatur pada 870C
proses perlakuan awal (pre-treatment) seperti dan tekanan operasi 33 psia (2,275 bar). Panas
pengeringan dan pencacahan. Semakin kering untuk reaksi-reaksi yang terjadi pada gasifier
umpan biomassa, efisiensi gasifikasi akan disuplai dengan mensirkulasikan media
meningkat. Kadar air optimum untuk aplikasi pemanas (olivine) yang dibakar bersama char di
gasifikasi biomassa yang akan dilanjutkan dalam char combustor. Dalam kasus ini,
dengan siklus kombinasi berkisar antara 10-15% mediumnya adalah olivine sintetik, yang terdiri
[7]. TKKS disuplai ke pabrik dengan atas magnesium silikat yang dikalsinasi
menggunakan truk dan disimpan pada Land (Enstatite [MgSiO3], Forsterite [Mg], dan
Filled. TKKS yang diterima kemudian diangkut Hematite [Fe2O]). Adapun pada teknologi
menggunakan Scapper Conveyor menuju gasifikasi, kandungan lignin dalam ligniselulosa
Cutting Machine untuk diseragamkan tidak perlu dipisahkan dikarenakan keduanya
ukurannya lalu menuju Rotary Dryer untuk akan bereaksi membentuk senyawa hidrokarbon
dikeringkan dari kandungan air 27,2% menjadi berantai pendek (umumnya sebagai tar). Tar
12%. Selanjutnya dengan menggunakan Screw merupakan senyawa yang berbahaya dan
Conveyor TKKS dikirim ke bejana gasifier. memiliki nilai bakar rendah sehingga dengan
penambahan katalis olivine, pada temperatur
2. Proses Gasifikasi operasi gasifikasi akan mampu menguraikan
Setelah melalui metode penanganan umpan, seluruh tar menjadi senyawa hidrokarbon yang
TKKS masuk kedalam unit gasifier. Sedangkan lebih bersih dan bernilai bakar tinggi (CH4, C2H6
hasil pembakaran yang berupa char dikirim ke dan C2H4).
Sejumlah kecil MgO harus ditambahkan CO2 11,1
bersama olivine untuk mencegah pembentukan CO 46,3
aglomerasi (penggumpalan seperti kaca) yang CH4 15,7
dihasilkan dari interaksi kalium dalam TKKS C2H4 5,2
dengan komponen silika. Tanpa penambahan C2H6 0,74
MgO, kalium akan membentuk gelas atau kaca Gas Yield 0,03466 lbmol dari dry
(K2SiO4) dengan silika dalam sistem tersebut. gas / lb TKKS (dry basis)
K2SiO4 mempunyai titik lebur yang rendah Char Yield 0,221 lb/lb TKKS (dry
(930F) dan terbentuknya K2SiO4 tersebut akan basis)
menyebabkan media olivine menjadi lengket,
terjadi aglomerasi, dan cepat menjadi 3. Purifikasi
defluidisasi. Kadar abu dalam umpan Syngas keluar dari gasifier kemudian dialirkan
diasumsikan terdiri atas 0,2% berat kalium. ke Primary Gasifier Cyclone (H-141) dan
MgO ditambahkan sebanyak 2 kali aliran mol Secondary Gasifier Cyclone (H-142) untuk
dari kalium. Steam bertekanan rendah kemudian dipisahkan dari partikel solid keluar
digunakan sebagai media gasifikasi yang dari Gasifier (R-140). Partikel padat yang
diperoleh dari siklus steam. Suhu char dipisahkan yakni char dan olivine. Selanjutnya
combustor di set pada 1754 F (956,62 C). syngas ini kemudian didinginkan sampai suhu
Udara pembakaran dalam simulasi ini adalah 120C dengan menggunakan Waste Heat Boiler
12% udara berlebih (excess air). Pemisahan (E-144) dan Syngas Cooler (E-145). Pendinginan
partikel dilakukan melalui cyclone separator. menggunakan kedua alat tersebut diintegrasikan
Mayoritas dari olivine dan char (99,9% dari pemanfaatannya dalam sistem pertukaran panas
keduanya) dipisahkan dalam Primary Gasifier (Heat Exchanger Network) untuk memanaskan air
Cyclone (H-142) dan selanjutnya dikirim ke sebagai steam yang digunakan sebagai feed pada
char combustor. Primary Combustor Cyclone gasifikasi dan kelebihan steam yang dihasilkan
digunakan untuk utilitas listrik pabrik [9].
(H-134) memisahkan olivine (99,9%) dari
Setelah proses pendinginan, selanjutnya syngas
pembakaran gas dan olivine akan dikirim
dimurnikan dari fase liquid untuk memperoleh
kembali menuju gasifier. Abu dan banyak
syngas dalam kondisi kering (dry basis). Adapun
partikel pasir yang dipindahkan dan dikirim
aliran syngas selanjutnya dikompresi hingga 751,3
menuju tempat pengolahan limbah [8].
kPa menggunakan Compressor (G-143) lalu
dimasukkan ke dalam Knock Out Drum (F-146)
Tabel 4. Parameter Operasi Gasifier
yang terjadi pemisahan fase uap dan liquid (Vapor
Variabel Nilai
Liquid Equilibrium) dimana fase liquid
Gasifier (kondensat) sebagian besar terdiri dari air
Tipe Gasifier BCL (Batelle Collumbus dialirkan ke unit pengolahan limbah. Selanjutnya
Laboratory) air akan dimanfaatkan kembali sebagai make up
Temperatur 1598 F (870 C) pada utilitas. Pemisahan kondensat dari syngas
Operasi dilakukan dikarenakan air yang terbentuk akan
Tekanan Operasi 33 psia (2,275 bar) menghambat laju pembakaran pada ruang bakar
Steam per 0,39725 lb/lb TKKS (combustor generator) serta dapat mengurangi
umpan TKKS (basis kering) efisiensi hingga merusak generator.
Olivine recycle 26,92652 lb/lb TKKS
(basis kering) 4. Product Handling
Komposisi Gas % mol (basis kering) Syngas yang telah dimurnikan selanjutnya
H2 20,96 langsung dialirkan ke unit pembangkit listrik.
Sistem pembangkit listrik yang digunakan
adalah pembangkit listrik tenaga gas. Siklus Adapun pada generator 6 MW memerlukan
sederhana dari PLTG yaitu kompresor akan heat flow sebesar 9.991 kJ/kWh dengan
menghisap udara dari luar dan kemudian konversi panas overall adalah 36% LHV.
ditekan dan dialirkan ke ruang pembakaran, Sehingga jumlah syngas yang diperlukan dalam
dimana bahan bakar gas dan udara panas 1 jam adalah:
dibakar selanjutnya dialirkan sebagai heat rate Syngas (kg) =
untuk memutar sudu-sudu turbin gas. Exhaust
gas masih memiliki panas yang tinggi sehingga Syngas (kg) =
masih memiliki potensi untuk memanaskan air
untuk menjadi steam yang dapat = 731,633 kg/jam
menggerakkan steam generator. Prinsip seperti Kebutuhan syngas dalam 1 tahun
ini disebut sistem Pembangkit Listrik Tenaga = 731,633 kg/jam x 24 jam x 330 hari
Gas-Uap (PLTGU) [10]. Adapun diagram alir = 5.794,534 ton/tahun
pemanfaatan syngas dengan sistem PLTGU Konversi overall TKKS menjadi syngas adalah
adalah sebagai berikut : sebesar 55,56 % sehingga bahan baku yang
diperlukan yakni :
Massa TKKS (kg) =

= 10.248,137 ton/tahun
Hal ini membuktikan bahwa nilai kalor
pembakaran syngas dari TKKS menjadi lebih
besar dibandingkan apabila TKKS langsung
dibakar sebagai bahan bakar boiler dengan low
heating value sebesar 17 MJ/kg sehingga panas
yang dimanfaatkan akan lebih optimal dan
kebutuhan bahan baku menjadi lebih sedikit.
Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi
yang dilakukan oleh penulis diperoleh hasil
Gambar 1. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas - Uap sebagai berikut :
Investasi : Rp 64.322.763.055
Analisa Ekonomi dan Kelayakan Harga Penjualan : Rp 1.219,388/kWh
Penulis mencoba melakukan uji kelayakan Return of Investment : 14,7%
pembangkit listrik tenaga syngas dari TKKS Pay Out Time : 4,92 tahun
dengan kapasitas 6 MW. Berdasarkan Break Even Point : 43,23%
perhitungan yang dilakukan diperoleh Hal ini menunjukkan bahwa pembangkit
spesifikasi syngas yakni sebagai berikut : listrik tenaga syngas dengan bahan baku tandan
Tabel 5. Nilai Bakar Syngas dari TKKS kosong kelapa sawit sangat prospektif untuk
LHV LHV dikembangkan di Kalimantan Timur
Komponen
(BTU/lb) (kJ/kg) dikarenakan tidak membutuhkan investasi yang
H2 51.628 22.196,045 besar dengan profit yang menguntungkan.
CO 10.159,968 4.368
21.433 9.214,531 KESIMPULAN
CH4
Berdasarkan perhitungan pada hasil dan
C2H4 20.525 8.824,167
pembahasan diatas, dari 10.248,137 ton TKKS
C2H6 20.295 8.725,28 dapat menghasilkan energi listrik sebesar 6
Total 124.040,968 53.328,017 megawatt (MW). Dengan demikian, Biomassa
dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sangat Technical Report NREL/TP-510-37408, 2005, pp.
berpotensi untuk menghasilkan syngas sebagai 10-12.
[9] Smith, Robin, Chemical Process Design and
bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga gas
Integration, John Wiley and Sons, Ltd., Manchester,
dan sumber energi alternatif guna membantu 2005, pp. 412-415.
krisis energi di Kalimantan Timur. [10] Syahrir, Muh, Cahyadi, F. dan Suryani, Analisis
Efektifitas Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas
UCAPAN TERIMAKASIH dan Uap pada PT Energi Sengkang, Jurnal ILTEK
Vol. 1, 2006, hal 125-129.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada kedua
orang tua serta seluruh civitas akademika di
Insitut Teknologi Kalimantan diantaranya
kepada Rektor ITK, Wakil Rektor bidang
Akademik ITK, dosen pembimbing kami serta
teman-teman yang telah mendukung dan
mendoakan kami sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Anonim, Pembangkit Teluk Balikpapan Terus Molor,


Ditarget Desember, 2015. Website:http://kaltim.prokal
.co/read/news/243206-terus-molor-ditarget-desember.
html, diakses tanggal 2 Februari 2016.
[2] Widodo, Teguh Wikan, Asari, A., Ana N. dan Elita, R,
Bio Energi Berbasis Jagung dan Pemanfaatan
Limbahnya, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi
Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Departemen
Pertanian, Serpong, 2013, hal. 1-2.
[3] Anonim, Komoditi Kelapa Sawit,2013. Website:http://
disbun.kaltimprov.go.id/statis-35-komoditi-kelapa-
sawit.html, diakses tanggal 2 Februari 2016.
[4] Lestari, Dini dan Sembiring, Emenda, Komposting
dan Fermentasi Tandan Kosong Kelapa Sawit, Jurnal
Teknik Lingkungan, 2012, hal. 2.
[5] Wahyu, Haifa, Djunaedi, Imam, Affendi, A.,
Sugiyatno, Utomo, Yusuf Suryo, Perancangan dan
Pengembangan Model Reaktor Circulating Fluidized
Bed Untuk Gasifikasi Biomassa, Pusat Penelitian
Fisika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2013,
hal. 1-2.
[6] Iskandar, T., Siswati, N D., Pemanfaatan Limbah
Pertanian sebagai Energi Alternatif melalui Konversi
Thermal, Buana Sains Vol. 12, No. 1, 2012, hal. 117-
118.
[7] Ahmad, Murni M. Dkk, Simulation of Oxygen-steam
Gasification with CO2 Adsorption for Hydrogen
Production from Empty Fruit Bunch. Journal of
Applied Science ISSN 1882-5654, 2011, hal. 2171-
2178.
[8] Spath, P. Dkk, Biomass to Hydrogen Production
Detailed Design and Economics Utilizing the Battelle
Columbus Laboratory Indirectly Heated Gasifier,

Beri Nilai