Anda di halaman 1dari 7

MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD

1945 yang diamandemen Hukum, terdiri dari:

Pemahaman Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum

Pemahaman Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana

telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang

Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan

Pemberhentian Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah beberapa kali

diubah terkahir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga

Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan,

Dan Pemberhentian Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Pengetahuan Kepemiluan Kode

Etik Penyelenggara Pemilu Penilaian tes wawancara: Kepemimpinan (leadership) Bekerja dalam

Team Work Loyalitas dalam pekerjaan kepemiluan Pengalaman dan Pengetahuan Kepemiluan

C. Materi

1. Pengetahuan tentang pemilihan Umum, tugas dan kewajiban PPK

2. Syarat dukungan calon perseorangan

3. Teknis pemungutan suara

4. Perhitungan perolehan suara dan rekapitulasi penghitungan perolehan suara

5. Pengetahuan kewilayahan. Prediksi Soal Tes Tulis dan Wawancara Calon Anggota PPK dan

Soal Tes Tulis PPS

1. Siapakah Pelaksana pemungutan suara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada

tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dan tempat pemungutan suara? o

Jawaban : PPK, PPS, KPPS


2. Kegiatan apa yang dilaksanakan pada Kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala

daerah? o

Jawaban: adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan para pemilih. dengan menawarkan visi,

misi, dan program pasangan calon.

3. Partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon apabila

bagaimana? o

Jawaban: yaitu apabila memenuhi persyaratan perolehan sekurang- kurangnya 15% dari jumlah

kursi DPRD atau 15% dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilihan Umum anggota

DPRD di daerah yang bersangkutan.

2. 4. Apa Tugas dan wewenang KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan

wakil kepala daerah? o

Jawaban: Tugas KPUD adalah

(a.) merencanakan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah;

(b.) menetapkan tata cara pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai

dengan tahapan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan;

(c.) mengkoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan

pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah;

(d.) menetapkan tanggal dan tata cara pelaksanaan kampanye, serta pemungutan suara pemilihan

kepala daerah dan wakil kepala daerah;

(e.) meneliti persyaratan partai politik atau gabungan partai politik yang mengusulkan calon;

(f.) meneliti persyaratan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusulkan;

(g.) menetapkan pasangan calon yang telah memenuhi persyaratan;

(h.) menerima pendaftaran dan mengumumkan tim kampanye;


(i.) mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye;

(j.) menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil pemilihan kepala

daerah dan wakil kepala daerah;

(k.) melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala

daerah;

(l.) melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur oleh peraturan perundang-undangan;

(m.) menetapkan kantor akuntan publik untuk mengaudit dana kampanye dan mengumumkan

hasil audit.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang

Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Penjelasan, Tugas, Wewenang, dan Kewajiban PPK

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sesuai UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM adalah

panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di tingkat

kecamatan atau nama lain.

Pada pasal 40 disebutkan : PPK (1) Untuk menyelenggarakan Pemilu di tingkat kecamatan,

dibentuk PPK. (2) PPK berkedudukan di ibu kota kecamatan. (3) PPK dibentuk oleh KPU

Kabupaten/Kota paling lambat 6 (enam) bulan sebelum penyelenggaraan Pemilu dan dibubarkan

paling lambat 2 (dua) bulan setelah pemungutan suara. (4) Dalam hal terjadi penghitungan dan

pemungutan suara ulang, Pemilu susulan, dan Pemilu lanjutan, masa kerja PPK diperpanjang dan

PPK dibubarkan paling lambat 2 (dua) bulan setelah pemungutan suara. Di pasal 41 : (1)

Anggota PPK sebanyak 5 (lima) orang berasal dari tokoh masyarakat yang memenuhi syarat

berdasarkan Undang-Undang ini. (2) Anggota PPK diangkat dan diberhentikan oleh KPU

Kabupaten/Kota. (3) Komposisi keanggotaan PPK memperhatikan keterwakilan perempuan


sekurang- kurangnya 30% (tiga puluh persen). (4) Dalam menjalankan tugasnya, PPK dibantu

oleh sekretariat yang dipimpin oleh sekretaris dari pegawai negeri sipil yang memenuhi

persyaratan. (5) PPK melalui KPU Kabupaten/Kota mengusulkan 3 (tiga) nama calon sekretaris

PPK kepada bupati/walikota untuk selanjutnya dipilih dan ditetapkan 1 (satu) nama sebagai

sekretaris PPK dengan keputusan bupati/walikota.

3. Selanjutnya di pasal 42 : Tugas, wewenang, dan kewajiban PPK meliputi:

a. membantu KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran

data pemilih, daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih tetap;

b. membantu KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu;

c. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu di tingkat kecamatan yang telah

ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota;

d. menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota;

e. mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah kerjanya;

f. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada huruf e dalam

rapat yang harus dihadiri oleh saksi peserta Pemilu;

g. mengumumkan hasil rekapitulasi sebagaimana dimaksud pada huruf f;

h. menyerahkan hasil rekapitulasi suara sebagaimana dimaksud pada huruf f kepada seluruh

peserta Pemilu;

i. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan

wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kecamatan, dan KPU

Kabupaten/Kota;

j. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu

Kecamatan;
k. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah

kerjanya;

l. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan

wewenang PPK kepada masyarakat; m. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain

yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan

perundang-undangan; dan n. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain sesuai

ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengertian Pemilu Menurut UU No. 3 Tahun 1999

tentang Pemilu. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam negara kesatuan RI

yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA PPS

UNTUK PEMILIHAN KEPALA DAN WAKIL KEPALA DAERAH Untuk melaksanakan

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan

masing-masing dibentuk PPK dan PPS. PPK dan PPS sebagaimana dimaksud dibentuk oleh

KPU Kabupaten/Kota. PPS merupakan pelaksana pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah di tingkat desa/kelurahan dan berkedudukan di desa/kelurahan atau sebutan lainnya.

Tugas dan wewenang PPS adalah : melakukan pendaftaran pemilih; mengangkat petugas

pencatat dan pendaftar pemilih; menyampaikan daftar pemilih kepada PPK; membentuk KPPS di

wilayah kerjanya melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah

kerjanya dan membuat berita acara serta melakukan rekapitulasi jumlah suara untuk tingkat

desa/kelurahan dalam Rapat Pleno PPS yang dapat dihadiri oleh Ketua KPPS di wilayah

kerjanya, pengawas, pemantau, serta warga masyarakat yang berhak memilih; dan membantu

tugas-tugas PPK. Keanggotaan PPS sebanyak 3 (tiga) orang berasal dari tokoh masyarakat yang

independen, terdiri dari : 1 (satu) orang ketua merangkap anggota; dan


4. 2 (dua) orang anggota. Ketua PPS dipilih dari dan oleh anggota PPS. Anggota PPS diangkat

dan diberhentikan oleh PPK atas usul Kepala Desa/Lurah. Dalam melaksanakan tugasnya, PPS

dibantu sekretariat yang dipimpin oleh seorang sekretaris dari pegawai desa/kelurahan yang

ditunjuk Kepala Desa/Lurah. Sekretariat PPS, terdiri dari seorang sekretaris dan dibantu oleh staf

sekretariat yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Sekretaris dan staf

sekretariat, sebagaimana dimaksud diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Desa/Lurah atas usul

PPS. Syarat untuk menjadi anggota PPK, PPS dan KPPS adalah sebagai berikut : warga negara

Republik Indonesia; berumur sekurang-kurangnya 17 (tujuh belas) tahun; berdomisili di wilayah

kerja PPK, PPS dan KPPS; terdaftar sebagai pemilih; dan tidak menjadi pengurus partai politik.

Masa tugas PPS dan Sekretariat PPS dimulai selambat-lambatnya 4 (empat) bulan sebelum hari

pemungutan suara, dan berakhir selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah hari pemungutan

suara. Hubungan kerja antara PPK dengan PPS : mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan

PPS di wilayah kerjanya; memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang pendaftaran pemilih dan

pemungutan dan penghitungan suara; dan memfasilitasi pendistribusian logistik. Tugas ketua

PPS adalah: memimpin kegiatan PPS; mengundang anggota untuk mengadakan rapat pleno PPS;

melaksanakan kegiatan lain yang dipandang perlu untuk kelancaran penyelenggaraan pemilihan

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh PPK.

Tugas anggota PPS adalah: membantu ketua PPS dalam melaksanakan tugas; melaksanakan

tugas yang ditentukan oleh Ketua PPS; dan memberikan pendapat dan saran kepada Ketua PPS

sebagai bahan pertimbangan. Tugas Sekretariat PPS adalah : membantu pelaksanaan tugas PPS;

melaksanakan tugas yang ditentukan oleh PPS; memberikan pendapat dan saran kepada ketua

PPS; dan dalam melaksanakan tugas sekretariat PPS bertanggung jawab kepada PPS. Hubungan

kerja antara PPS dengan PPK : melaporkan hasil pelaksanaan tugas PPS sesuai dengan bidang
tugasnya; mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran;

memberikan saran dan pertimbangan. Hubungan kerja antara PPS dengan KPPS : mengawasi

dan mengkoordinasikan kegiatan KPPS di wilayah kerjanya; memberikan pelatihan dan

sosialisasi tentang pendaftaran pemilih dan pemungutan dan penghitungan suara; dan

memfasilitasi pendistribusian logistik. Dalam melaksanakan tugas dan kewenangan PPK, PPS,

dan KPPS sebagaimana dimaksud dilakukan dalam rapat pleno PPK dan PPS, serta rapat KPPS.

Ketentuan mengenai tugas dan kewenangan PPK, PPS, dan KPPS secara rinci diatur lebih lanjut

dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota tentang Pendaftaran

Pemilih, Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS, serta Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil

Penghitungan Suara dari PPS sampai dengan KPU Provinsi/Kabupaten/Kota.