Anda di halaman 1dari 2

PENGUKURAN DENGAN MULTIMETER ANALOG

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Multimeter adalah suatu alat perhitungan yang berfungsi untuk mengukur tegangan,
hambatan dan arus serta untuk mengetahui baik atau tidaknya suatu komponen tertentu.
Dalam pratikum ini kita akan membahas Multimeter Analog.
Multimeter Analog selain di gunakan untuk menghitung besarnya nilai dari suatu
tegangan,hambatan dan arus, multimeter ini juga di gunakan untuk mengetahui baik atau
tidaknya suatu komponen seperti komponen dioda, kapasitor, dan transistor serta mengukur
tegangan AC 1 phasa.
Dalam perhitungan menggunakan multimeter analog kita harus melakukan kalibrasi
pada multimeter analog yang kita gunakan. Kalibrasi adalah mengembalikan kedudukan
jarum pada kedudukan nol, hal ini dilakukan agar perhitungan kita menjadi akurat. Baik
dalam pengukuran ohm meter, volt meter dan amp meter.
Pada pratikum ini kita harus bisa mengukur sebuah resistor dan mengetahui baik atau
tidaknya suatu komponen dioda, transistor PNP dan NPN dan kapasitor polar dan bipolar.
Resistor adalah terminal dua komponen elektornik yang menghasilkan tegangan pada
terminal yang sebanding dengan arus listrik. Komponen resistor termasuk ke dalam
komponen pasif yaitu komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Pada
komponen resistor biasanya terdapat 4 warna. 3 warna sebagai nilai dan 1 warna sebagai
toleransi. Apabila kita ingin mengukur besarnya nilai dari suatu komponen resistor terlebih
dahulu kita harus mengatur tombol putar pada multimeter yang kita gunakan sesuai dengan
kapasitas nilai dari resistornya, setelah itu lakukan kalibrasi supaya dapat menghasilkan nilai
yang baik. Sedangkan untuk pemasangan probenya kita dapat memasangnya secara bolak
balik.
Dioda adalah jenis komponen pasif yang berfungsi terutama sebagai
penyearah. Dioda memiliki dua kutub yaitu kutub anoda sebagai kutub positif dan kutub
katoda sebagai kutub negatif. Pada pratikum yang kami lakukan kami menggunakan dioda
jenis 1N4007. Pengecekan dioda dilakukan untuk mengetahui baik atau rusaknya dan bocor
atau tidaknya skomponen dioda tersebut. Sebelum melakukan pengecekan pada sebuah dioda
kita harus mengatur tombol putarnya pada x1. Setelah itu kita lakukan kalibrasi pada
multimeter analog, kemudian atur probe hitam ke anoda dan probe merah ke katoda untuk
mengetahui baik atau tidaknya suatu komponen setelah itu atur probe hitam ke katoda dan
probe merah ke anado untuk mengetahui bocor atau tidaknya komponen dioda tersebut.
Selanjutnya pada pratikum ini kita juga mengukur komponen kapasitor, nama lain
dari komponen kapasitor adalah condensator. Sama hal nya dengan komponen resistor,
komponen kapasitor termasuk ke dalam komponen pasif yaitu komponen yang bekerja tanpa
memerlukan arus panjar. Kapasitor menurut polaritasnya terbagi atas dua yaitu kapasitor
polar dan kapasitor bipolar.
Perbedaan kapasitor polar dan bipolar adalah pada kapasitor polar memiliki polaritas
positif dan negativ sehingga dalam pemasangannya maupun pengukurannya harus
memperhatikan kaki kakinya. Sedangkan pada kapasitor bipolar tidak sehingga dalam
pemasangannya maupun pengukurannya dapat di ukur dan di pasang bolak balik.
Dalam pengecekan komponen kapasitor kita hanya untuk mengetahui baik atau
tidaknya komponen kapasitor. Cara pengecekannya sama dengan pengecekan dioda yang
berbeda pada komponen kapasitor kita dapat mengatur probe sesuai dengan keinginan kita.
Dalam pratikum ini kita juga melakukan pengecekan pada transistor. Transistor
adalah suatu komponen alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit
pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai
fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus
inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat
akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Pada umumnya transitor memiliki 3 terminal yaitu basis,emitor dan kolektor.
Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan
tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus
output Kolektor. Transistor terbagi atas 2 jenis yaitu transistor PNP (positif negatif positif)
dan transistor NPN (negatif positif negatif).
Dalam pegecekan transistor sama halnya dengan pengecekan kapasitor tetapi yang
berbeda adalah pada transistor PNP letak probe hitam di hubungkan pada kaki emitor atau
kaki kolektor sedangkan probe merah di hubungkan pada kaki basis. Sedangkan pada
transistor NPN letak probe hitam di hubungkan pada kaki basis sedangkan pada probe merah
di hubungkan pada kaki emitor dan kolektor.
Pada pengukuran tegangan 1 phasa kita atur tombol putar pada posisi 500 ACV,
setelah itu kita lakukan kalibrasi. Letakkan probe pada lobang stop kontak dan lihatlah
nilainya pada display multimeter. Setelh kita mengetahui nilai pada multimeter kita
masukkan ke dalam rumus yang telah di beritahukan supaya mendapatkaan nilai dari hasil
pengukurannya.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN.
1. Multimeter dapat di operasikan dengan sakelar banyak posisi, meter dapat di ubah menjadi
Ampmeter, Voltmeter dan Ohmmeter secara cepat dan mudah.
2. Multimeter analog biasanya di gunakan untuk mengetahui baik atau tidaknya suatu
komponen di karenakan apabila mengukur nilai suatu komponen, multimeter analog kurang
akurat dalam hasil pengukurannya.
3. Kalibrasi adalah cara yang di lakuakan untuk mengembalikan kedudukan jarum pada
kedudukan nol.