Anda di halaman 1dari 12

I.

Kompetensi :
1. Membongkar dan memasang rem cakram dengan prosedur yang benar
2. Menganalisa kondisi benda kerja yang digunakan untuk praktikum
II. Alat dan Bahan :
1. Unit rem cakram pada kendaraan
2. Alat-alat tangan/ kunci yang diperlukan
3. Alat-alat ukur yang diperlukan
III. Langkah Kerja :
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengendorkan baut roda (hanya dikendorkan sedikit saja, tidak sampai lepas.
Mendongkrak mobil dan memasang jack stand pada bagian yang aman di
dekat roda yang akan di lepas.
3. Melepaskan roda
4. Membersihkan debu dan kotoran yang ada dengan udara bertekanan dan
majun
5. Membongkar unit rem cakram dan melepaskan sepatu rem dengan melepas
penguncinya terlebih dshulu (jangan membongkar silinder roda/ mengeluarkan
pistonnya jika tidak macet bocor atau korosi)
6. Lakukan pemeriksaan terhadap sepatu rem, cakram, kondisi karet penutup
debu wheel silinder dan kebocoran wheel silinder
7. Mendiskusikan mengenai kondisi komponen, kemungkinan penyebab
kerusakan, kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan
terjadi dan dibiarkan
8. Melakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang dibongkar secara
efektif dan efisien
9. Mendiskusikan inovasi usaha yang bisa dikembangkan setelah mengetahui
rem cakram
10. Mengembalikan alat dan bahan kerja serta membersihkan tempat kerja.
11. Membongkar dan memasang kembali unit rem cakram pada kendaraan dengan
prosedur yang benar

IV. Analisis dan pembahasan


a. Dasar Teori
Pada kendaraan umumnya menggunakan sistem rem tromol dan cakram.
Dengan dilakukan pengereman yang berulang-ulang akan timbul panas
karena gesekan antara tromol dan sepatu rem. Hal ini akan menyebabkan
kemampuan rem menurun. Kejadian diatas disebut dengan FADING.
Pada tromol dan sepatu bekerjanya rem dengan adanya gesekan dan
merubah energi dinamik yang terkandung pada mobil menjadi energi
panas dan kemudian radiasi panasnya disalurkan ke udara.
Penurunan koefisien di tromol rem dan kanvas menyebabkan hilangnya
pengereman, dapat terjadi pada tipe-tipe tromol tertentu. Oleh karena itu
kenaikan temperatur akan mengurangi kemampuan pengereman.

Hilangnya pengereman dapat dicegah dengan jalan memperbaiki panas


yang terjadi di tromol, dengan menggunakan bahan atau bentuk yang dapat
merubah bentuk sekecil-kecilnya akibat perubahan panas atau
menggunakan kanvas rem yang mempunyai perubahan koefisien gesek
yang kecil dengan kenaikan temperatur.
Dipergunakannya rem piringan untuk menghilangkan gejala fading dan
menjaga stabilitas serta keamanan pada saat kecepatan tinggi.
Dibandingkan dengan penggunaan rem tromol, rem piringan terbuat dari
baja campuran dimana piringan berputar bersama-sama roda. Pengereman
dapat diperoleh dengan adanya gaya gesek dari pad rem pada kedua sisi
piringan dengan tekanan piston hidrolik.

b. Komponen-komponen Rem Cakram


Fungsi komponen:

1. Plat pendukung
Sebagai dudukan pad pada sistem rem cakram agar tidak
bersinggungan langsung dengan kaliper.
2. Pad / rem piringan/ kampas
Kampas, digunakan sebagai komponen yang dikorbankan dengan
bergesekan dengan piringan, yang bila mana kampas bergesekan
dengan piringan akan menghambat dan memperlambat gerak putar
roda.
3. Pegas anti berisik

Pegas anti brisik, digunakan sebagai peredam yang berada pada celah
kampas saat dipasang pada mountingnya, karena tanpa pegas anti brisik
kampas dapat majumundur(kocak) karena celah kampas lebih lebar
dari pada dudukannya.

4. Silinder/piston

Piston, digunakan untuk menekan pad atau rem piringan supaya


bergesekan dengan piringan.
5. Cakram/ piringan

Piringan, digunakan sebagai tempat bergesekan dengan kampas untuk


menghambat(memperlambat)(memberhentikan) putaran roda, karena
piringan menyatu dengan poros axle.

6. Seal anti debu


Seal anti debu, mencegah masuknya kotoran ke silinder piston, karena
jika silinder kemasukan kotoran akan mengganggu gerak piston yang
menekan kampas sehingga pengereman tidak maksimal dan permukaan
piston menjadi tergores.
7. Klip ring
Klip ring berfungsi untuk menahan gerakan piston agar tidak sampai
lepas dari rumahannya.
8. Kaliper

Kaliper, digunakan untuk menjepit kampas dan sekaligus dudukan dari


kampas itu sendiri. Dan juga sebagai penahan kampas agar tidak lepas
saat mendapatkan gaya pengereman.

9. Shim anti cicit

Berfungsi mencegah timbulnya suara dari kampas akibat terjadi


gesekan.
c. Analisis Kondisi komponen
1. Piringan/ Cakram dan Kaliper

Piringan/cakram

Kaliper

2. Kampas rem

3. Pegas anti berisik


4. Mengukur run-out cakram

5. Pemeriksaan kondisi seal anti debu

6. Silinder/piston

piston
7. Melepaskan piston

d. Data Praktik

No. Uraian Hasil Pemeriksaan/pengukuran spesifikas


i
1 Kondisi kampas baik
2 Kondisi piringan Baik
3 Kondisi pegas Kotor, namun masih baik
4 Kondisi piston Berkarat
5 Kondisi seal Sobek
6 Ketebalan rata-rata 7,46 mm Min: 1 mm
kampas rem sisi Max:10 mm
dalam
7 Ketebalan rata-rata 6,6 mm Min: 1 mm
kampas rem sisi luar Max:10 mm
8 Run-out piringan 0,1 mm Max 0,15

Spesifikasi piringan :
Minimal: 19 mm
Standar: 20 mm
Pembahasan
1. Kampas Rem/ Pad
Kondisi dari komponen ini masih baik, dan masih pada batas
spesifikasi. Perawatan yang dilakukan adalah dengan melakukan
pengecekan secara berkala. Selain itu juga membersihkan kampas rem
dari debu-debu dan kotoran dengan menyemprotkan udara bertekanan.
Apabila komponen ini rusak maka akan terjadi antara cakram dan besi
pada kampasnya yang tentu saja akan menyebabkan keausan pada
cakramnya.
2. Kaliper
Kaliper masih dalam kondisi bagus dan belum ada rusak. Perawatan
yang mungkin dilakukan dengan pengecekan secara berkala pada
komponen ini, sekaligus memastikan tidak ada kecacatan pada
komponen ini. Jika kerusakan terjadi maka kemungkinan kampas bisa
lepas dari kaliper karena tidak tercengkeram dengan kuat.
3. Cakram/ piringan
Kondisi dari komponen ini masih bagus dan belum terjadi keauan
melebihi spesifikasi. Perwatan yang mungkin dilakukan adalah dengan
melakukan pengecekan secara berkala dan juga penggantian komponen
kampas rem secara berkala agar cakram tidak bergesekan dengan besi
pada kampas(karena kampas habis).
4. Pegas anti berisik
Kondisi dari komponen ini masih baik namun kotor. Kemungkinan
kerusakan karena jarang dilakukannya perawatan pada komponen
tersebut sehingga keadaannya kurang terawat. Perbaikannya dengan
membersihkan bagian yang kotor dengan bensin kemudian
mengeringkannya dan memasangnya kembali.
5. Piston/silinder
Kondisi komponen ini sudah berkarat. Kemungkinan kerusakan ini
terjadi karena adanya air yang masuk ke piston karena seal bocor.
Selain itu juga jarang dilakukan perawatan menyebabkan komponen ini
menjadi berkarat. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan
membersihkan karat yang ada pada piston, atau jika sudah terlalu parah
mengganti komponen dengan yang baru.
6. Seal anti debu
Komponen ini sudah sobek. Hal ini terjadi dimungkinkan karena pada
saat melepas tidak hati-hati atau memang umur pemakaian yang sudah
lama. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengganti komponen
ini dengan yang baru.
7. Shim anti cicit
Pada komponen ini kondisinya masih bagus dan baik. Perawatan yang
dilakukan dengan menjaga agar komponen ini tidak berkarat dan tidak
melengkung agar tetapa berjalan normal.
8. Klip ring
Pada praktik, pada saat membongkar unit piston tidak ditemukan klip
ring.
e. Cara membongkar daan memasang kampas rem cakram
1. Siapkan kampas rem baru atau brake pads dan kendorkan semua mur
roda yang mau di bongkar brake pad atau kampas rem nya.
2. Dongkrak mobil bagian depan, di belakang roda yang mau di buka
kampas rem nya
3. Lepas semua mur roda dengan kunci roda, mobil ada yang
menggunakan 4 atau 5 mur roda
4. Buka roda,lepaskan dari hub roda,sehingga akan tampak gambar disc
brake seperti di bawah ini
5. Gunakan kunci 12 atau 14 untuk buka pen caliper bagian bawah dan
bukapegangan slang minyak rem karena terkadang ada tipe mobil
susah buka caliper tanpa buka pegangan slang minyak rem.
6. Tarik Caliper ke atas setelah baut pen caliper terbuka, seperti gambar di
bawah ini
7. Buka dengan tarik kampas rem keluar ke arah samping dan jangan lupa
cek kondisi pelumasan pen caliper, pen caliper harus dengan mudah
bisa ditarik atau didorong. Jika pen caliper terasa keras saat di tarik
atau di dorong kemungkinan pelumasnya kering. Buka pen caliper
bersihkan dengan kain dan beri pelumasan yang tipis.Perhatikan posisi
plat yang ada di belakang kampas rem, kampas rem ada yang
menggunakan wear limit tertanam pada brake pads tetapi ada juga yang
menggunakan plat di belakang kampas rem untuk indikator wear limit
atau indikator ketebalan kampas rem.
8. Setelah kampas rem di buka, biar tidak lupa pindahkan plat yang ada di
kampas rem lama ke kampas rem baru.
9. Dorong piston kaliper ke belakang, hal ini untuk menyesuaikan dengan
ketebalan kampas rem baru, saat mendorong piston jangan lupa
perhatikan minyak rem yang ada di reservoir minyak rem. Karena
minyak rem akan naik ketika piston rem di dorong ke belakan,
bertujuan agar tidak sampai tumpah supaya tidak merusak cat yang ada
di bawah reservoir minyak rem. Alat untuk mendorong piston rem tidak
harus memakai track seperti gambar dibawah. Tetapi juga bisa
menggunakan bekas kampas rem yang mau diganti untuk mendorong
atau memundurkan piston rem dengan bantuan kunci roda,seperti
gambar di bawah ini. Dorongan pelan sesuai arah panah pada kunci
roda, akan membuat piston mundur, kalau di dorong keras akan
percuma karena piston rem akan melawan. Video di bawah juga
terdapat sst - spesial service tool lain untuk mendorong piston rem pada
caliper.
10.Pasang Brake pad yang baru, langkahnya kebalikan dari saat melepas
pada point no 7 diatas, catatan jika brake pad menggunakan indikator
jadi satu dengan kampas rem, taruh kampas rem dengan indikator
ketebalan ini di bagian dalam. Jika kampas rem tidak terdapat indikator
artinya indikator ketebalan kampas rem ini berupa plat yang di pasang
di belakang kampas rem,bisa di taruh sembarang entah bagian luar atau
bagian dalam.
11. Turunkan caliper atau pasang kaliper dan terakhir adalah memasang
baut pen caliper.
12.Pasang roda dan hidupkan mesin,jangan langsung jalankan mobil,
kemudian tekan pedal rem beberapa kali, sampai pedal rem terasa
keras, yang artinya rem sudah bekerja dengan baik. Point ini penting
karena jika mobil langsung di jalankan sebelum pedal rem terasa keras,
kita akan kaget karena rem akan kosong seperti blong.
a. Cara Kerja rem Cakram
Rema cakram yang dipakai adalah rem piringan tipe mengambang (tipe
satu silinder). Cara kerja dari rem ini adalah sebagai beikut:
Ketika tekanan hidrolik bekerja, maka piston akan bergerak dengan arah
yang ditunjukkan dengan arah panah A dan selanjutnya piston akan
menekan pad rem terhadap piringan. Dalam saat yang bersamaan akan
bekerja suatu tekanan yang besarnya sama besarnya pada bagian silinder
untuk mendorong kaliper dalam arah yang yang diperlihatkan oleh tanda
panah B sehingga kaliper menekan pad rem terhadap piringan dari bagian
sisi yang lain.
Ketika tekanan dalam silinder dibebaskan, maka karet ring yang menempel
pada piston akan akan mengembalikan piston pada kedudukan semula,
kerja ring karet ini ditunjukkan oleh anak panah. Oleh karena itu posisi
piston akan kembali pada semula dengan adanya ring karet yang eastis dan
ring karet dan ring karet ini menjaga agar renggang antara pad rem dengan
piringan tetap pada spesifikasi yang tepat.