Anda di halaman 1dari 141

STUDI KASUS INFEKSI AKUT PADA DEWASA

MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK DI


PUSKESMAS KECAMATAN
CEMPAKA PUTIH

KELOMPOK 1
Aisyah Mayang Wulan 1102012012
Hendra Hermadin Rasad 1102012112
Razwa Maghvira 1102012232
Tesha Islami Monika 1102012293
Zakirah B F A 1102012316

Pembimbing :
Dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur Kami panjatkan Kehadirat Allah SWT atas Karunia dan
Hidayah-Nya sehingga tugas Studi Kasus Pasien dengan menggunakan penerapan
pendekatan Ilmu Kedokteran Keluarga dengan tema Studi Kasus Infeksi Akut
Pada Dewasa Melalui Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih dapat diselesaikan.
Tujuan pembuatan Studi Kasus Pasien dengan penerapan pendekatan
Kedokteran Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam menjalani Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI untuk periode
24 April - 26 Mei 2017. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Dr. Erlina Wijayanti, M.PH, selaku dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu


Kedokteran Keluarga sekaligus koordinator Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas YARSI.

2. dr. Dini Widianti, M.KK, selaku kepala bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas YARSI.

3. DR. Rifqatussaadah, SKM, M.Kes, selaku sekretaris dan staf pengajar


Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.

4. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, selaku Bendahara dan staf pengajar
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.

5. dr. Citra Dewi, M.Kes, DipIDK, dr. Sugma Agung Purbowo, MARS,
DipIDK, dr. Yusnita, M.Kes, dr. Dian Mardhiyah, M.KK, dr. H. Sumedi
Sudarsono, M.PH, dr. Hj. Sophianita G.T. Aminy, MKK, PKK, selaku staf

i
pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI.

6. Drg. Ati Sukmaningsih, MKM selaku kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka


Putih yang telah memberi masukan yang bermanfaat selama berada di Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih.

7. Dr. Sinta selaku pembimbing di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.


8. Ibu. Murti selaku penanggung jawab kepaniteraan di Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih.

9. Seluruh staf & tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih,


Jakarta Pusat yang telah memberikan bimbingan dan data kepada penulis untuk
kelancaran proses penulisan laporan ini.

10. Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama sehingga
tersusun laporan ini.

Jakarta, Mei 2017

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

ISI HAL

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI .......................................................................................... iii
KASUS 1: Studi Kasus Pasien Suspek Demam Dengue Pada Dewasa Dan
Masalah Aspek Eksternal (Lingkungan Yang Padat Dan Kumuh) Melalui
Pendekatan Holistik Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ............ 1
KASUS 2: Penanganan Herpes Pada Pasien Dewasa Dengan Faktor Risiko
Eksternal Bekerja Pada Fasilitas Layanan Kesehatan Melalui Pendekatan
Holistik Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ................................ 30
KASUS 3: Otitis Eksterna pada Dewasa Dengan Kebiasaan Mengorek
Telinga Menggunakan Cotton Buds Dalam Pendekatan Holistik
di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih............................................... 57
KASUS 4: Studi Kasus Pasien Faringitis Akut Pada Dewasa Dengan
Masalah Aspek Risiko Internal (Pola Makan Tidak Sehat) Melalui
Pendekatan Holistik Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ........... 83
KASUS 5: Infeksi Diare Akut Pada Dewasa Dengan Masalah Kebiasaan
Mencuci Tangan Tidak Memakai Sabun Melalui Pendekatan Holistik
di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih............................................... 111

iii
`

STUDI KASUS PASIEN SUSPEK DEMAM DENGUE PADA DEWASA


DAN MASALAH ASPEK EKSTERNAL (LINGKUNGAN YANG PADAT
DAN KUMUH) MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK
DI PUSKESMAS KECAMATAN
CEMPAKA PUTIH

KELOMPOK 1
Aisyah Mayang Wulan 1102012012

PEMBIMBING:
Dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017

1
`

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul Suspek Demam Dengue
pada Dewasa dan Masalah Aspek Eksternal (Lingkungan yang Padat dan
Kumuh) Melalui Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih pada periode 24 April 26 Mei 2017 ini telah disetujui oleh pembimbing
untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam
Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing,

dr. Erlina Wijayanti, MPH

2
`

BAB I
LAPORAN KASUS

BERKAS PASIEN
I. Identitas Pasien
Nama : Sdr. MR
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 17 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jl. Rawa Tengah, III, RT.007/RW.004, No 11, Kel.
Galur, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat.
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pelajar
Suku Bangsa : Betawi
Status : Belum menikah
Tanggal Berobat : 26 April 2017

II. Anamnesis
Dilakukan secara Autoanamnesis dan Alloanamnesis pada tanggal 26 April
2017 pada pukul 11.00 WIB dan tanggal 28 April 2017 pukul 14.00 di rumah
pasien.

1. Keluhan Utama :
Demam sejak 4 hari sebelum datang ke Puskesmas.
2. Keluhan Tambahan :
Nyeri kepala, nyeri otot, badan lemas, mual
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dengan
keluhan utama demam sejak 4 hari sebelum datang ke Puskesmas. Demam
dirasakan terus menerus. Keluhan disertai nyeri kepala yang memberat sejak 1
hari sebelum datang ke puskesmas. Pasien juga mengeluh nyeri otot dan badan
terasa lemas. Keluhan batuk, pileh, dan nyeri tenggorokan disangkal. Pasien

3
`

mengatakan merasa mual baik sebelum maupun sesudah makan. Keluhan


muntah dan nyeri perut disangkal oleh pasien.
Keluhan muncul ruam / bintik bintik merah di tubuh, mimisan, gusi
berdarah, nyeri sekitar mata disangkal pasien. Buang air kecil dalam batas
normal, lancar, tidak nyeri, tidak ada lendir, tidak ada darah dan tidak keruh.
Buang air besar dalam batas normal.
Pasien sebelumnya sudah mengkonsumsi obat penurun panas yang
dibeli di warung, tetapi keluhan tidak berkurang, dan nyeri kepala tetap
dirasakan memberat dan mengganggu aktivitas pasien. Kemudian pasien
memutuskan untuk berobat ke puskesmas.
Pasien dan orang tua pasien khawatir jika penyakit ini akan mengarah
ke penyakit yang lebih serius. Pasien mengharapkan keluhan tersebut dapat
segera berkurang dan dirinya dapat sembuh dari penyakit tersebut dengan
mengkonsumsi obat-obatan yang didapat dari dokter di Puskesmas. Persepsi
pasien saat ini yaitu pasien merasa sakit dan penyakit yang dideritanya dapat
sembuh apabila mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat.

4. Riwayat Penyakit Dahulu:

a. Riwayat penyakit serupa disangkal oleh pasien


b. Riwayat penyakit demam tifoid 3 tahun yang lalu
c. Riwayat hipertensi disangkal oleh pasien
d. Riwayat penyakit DM disangkal pasien
e. Riwayat alergi obat disangkal pasien

5. Riwayat Penyakit Keluarga :

a. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga disangkal.


b. Riwayat hipertensi : ayah pasien menderita hipertensi
c. Riwayat penyakit asma pada keluarga disangkal
d. Riwayat penyakit DM dalam keluarga disangkal pasien
e. Riwayat alergi di keluarga pasien disangkal.

4
`

6. Riwayat Pengobatan :
Pasien minum obat penurun panas di warung, namun demam hanya
turun sesaat, kemudian demam kembali, dan sakit kepala tetap dirasakan
memberat.

7. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah. Saat ini pasien tinggal di
rumah milik orang tuanya. Pasien tinggal bersama kedua orang tua, satu orang
kakak dan satu orang adik. Jika keluarga besar berkumpul lengkap, maka dalam
satu rumah tersebut dihuni oleh 18 orang yang terdiri dari 5 keluarga.
Pasien seorang siswa kelas 2 SMA. Ayah pasien seorang karyawan,
dengan penghasilan kurang lebih sekitar 4 jutah rupiah setiap bulan. Ibu pasien
seorang Ibu Rumah Tangga. Menurut pasien, dirinya merupakan seseorang
yang cukup aktif dalam bergaul di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka
sering berinteraksi dengan tetangga di sekitar rumah.

8. Riwayat Kebiasaan :
Pasien seorang siswa, datang ke sekolah pukul 7 pagi dan pulang
kerumah pukul 14.00 siang, jika ada pelajaran/kegiatan tambahan biasanya
pulang pada pukul 17.00. 1 minggu belakangan ini pasien sering kurang
istirahat karena ujian sekolah.
Pada saat sarapan dan makan malam Sdr. MR makan masakan rumah,
dengan menu nasi, telur, ayam, daging, ikan, sayur, tahu dan tempe dengan menu
yang beragam setiap harinya. Pasien makan siang di kantin sekolah. Pasien jarang
makan jajanan di pinggir jalan. Pasien jarang mengkonsumsi air mineral, pasien
lebih suka meminum air yang bewarna seperi teh dan minuman kemasan. Pasien
mengaku jarang berolahraga. Pasien mengaku tidak merokok. Pasien juga tidak
memiliki riwayat mengkonsumsi alkohol.

5
`

III. Pemeriksaan Fisik


1. Keadaan Umum
a. Kesan Sakit : Tampak Sakit Ringan
b. Kesadaran : Composmentis
2. Vital Sign
a. Tekanan darah : 110/75
b. Frekuensi nadi : 82 x/menit
c. Frekuensi napas : 20 x/menit
d. Suhu : 37,7oC
3. Status Gizi (IMT)
a. Berat badan : 56 kg
b. Tinggi badan : 162 cm
c. Berat badan ideal : (BBI) = ( TB cm - 100 ) - ( TB cm - 100 )x10 %
= (162-100 ) (62)x10 %
= 62 6,2
= 55,8 kg
d. Indeks Massa Tubuh : (IMT) = BB / TB2 (m)
= 56 / (1,62)2
= 56 / 2,62
=21,37 (Berat badan normal)
e. Status gizi : Normal

Tabel 1. Indeks Masa Tubuh

IMT STATUS GIZI


<18,5 Berat Badan Kurang
18,5 22,9 Berat Badan Normal
>23,0 Kelebihan Berat Badan
23,0 24,9 Beresiko Menjadi Obes
25,0 29,9 Obes I
>30,0 Obes II
Sumber : Center For Obesity Research and Education, 2007

6
`

4. Status Generalis
a. Kepala : Normochepal
Mata : konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
sekret mata (-/-).
Telinga : serumen (-/-), keluar sekret dari telinga (-/-)
Hidung : Septum tidak deviasi, secret hidung (-/-).
Mulut : mukosa mulut basah, Stomatitis (-), karies gigi (-), lidah
tidak kotor, tidak deviasi, tidakhiperemis
Leher : KGB tidak teraba membesar, trakea di tengah
Tenggorok : Tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis

b. Thorax
Pulmo
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri
Palpasi : Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),wheezing (-/-)
Cor
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra
Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV linea parasternalis dextra
Batas jantung kiri ICS V linea midklavikula sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea midklavikularis
sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)

c. Abdomen
Inspeksi : Datar, kelainan kulit (-), pelebaran vena (-)
Palpasi : Hepar dan lien tidak mengalami pembesaran, nyeri
tekan epigastrium (-)
Perkusi : Timpani pada seluruh kuadran abdomen , shifting
dullness (-)

7
`

Auskultasi : Bising usus normal

d. Ekstremitas
-Tidak terdapat bintik-bintik kemerahan (ptekie)
Atas : akral hangat, sianosis (-/-), CRT <2 detik,
Bawah : akral hangat, sianosis (-/-),CRT<2 detik.

V. Pemeriksaan Penunjang

Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Darah Sdr. MR

Pemeriksaaan 26 April 27 April 29 April Nilai rujukan


Hb 13,8 14,0 14,0 12-16 g/dl
Hematokrit 44,0 44,8 44,8 37-43 Vol%
Leukosit 6.430 4.940 5.000 4000-10.000/uL
Trombosit 152.000 141.000 127.000 150.000-400.000/uL
Eritrosit 5,36 5,45 5.4 4,2-5,4 Jt/uL

S. tphy 0 : -
S. Tphy H : -
S. Paratphy AO : -
S.Paratphy AH : -
S.Paratphy BO : -
S.Paratphy BH : -
S.Paratphy CO : -
S.Paratphy CH : -

VI. Usulan Pemeriksaan Penunjang


- Dengue Blood IgM dan IgG
- Cek darah rutin setiap 24 jam

8
`

BERKAS KELUARGA

A. Profil Keluarga

1. Karakteristik Keluarga

a. Identitas Kepala Keluarga :


Nama : Tn. R
Umur : 48 tahun
Agama : Islam
Alamat :Jl. Rawa Tengah, III, RT.007/RW.004, No 11, Kel. Galur,
Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat.
Suku Bangsa : Betawi
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Karyawan swasta

b. Struktur Komposisi Keluarga :


Menurut pendapat Goldenberg (1980), bentuk keluarga ini nuclear family.
Merupakan keluarga yang terdiri dari suami, istri serta anak-anak kandung. Mereka
yang tinggal dalam satu rumah adalah Tn. R sebagai ayah pasien, Ny. N sebagai
ibu pasien, Sdr. AP sebagai kakak laki-laki pasien, Sdr. MR sebagai pasien, An. S
sebagai adik perempuan pasien.

Tabel 3. Daftar Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
tambahan
1 Tn. R Kepala L 48 th SMA Wiraswasta Ayah pasien
Keluarga
2 Ny. N Istri P 41 th SMA Ibu Rumah Ibu pasien
Tangga

9
`

Tabel 3. Daftar Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah (lanjutan)


No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
tambahan
3 An. P Anak L 20 th SMA Pelajar Kakak
pasien
4 An. Anak L 17 th SMP Pelajar Pasien
MR
5 An. S Anak P 13 th SD Pelajar Adik pasien

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan Tempat Tinggal
Tabel 4. Lingkungan Tempat Tinggal
Status kepemilikan rumah Milik sendiri
Daerah perumahan Padat
Karakteristik Rumah dan
Kesimpulan
Lingkungan
Luas rumah: 10 x 8 m2 Sdr MR tinggal bersama kedua orang tua, 1
Jumlah penghuni: 5 (lima) orang. kakak laki laki, dan 1 adik perempuan dengan
Bertingkat/tidak bertingkat: lingkungan yang padat penduduk. Rumah
bertingkat terdiri dari 1 ruang keluarga merangkap jadi
Lantai rumah: keramik ruang tamu di lantai dasar, 2 kamar tidur di
Dinding rumah: tembok lantai dasar, 5 kamar tidur di lantai atas, 1
Jamban keluarga: ada kamar mandi, dan dapur. Keadaan rumah
Ketersediaan air bersih: ada (PAM) sudah cukup memadai dengan telah adanya
Tempat pembuangan sampah: ada jamban dan pembuangan sampah, serta
Penerangan listrik: 1400 watt sumber air bersih. Rumah juga memiliki
jendela dan ventilasi di depan. Kebersihan di
dalam rumah tidak terlalu baik baik, keadaan
rumah terlihat kotor dan tata letak barang-
barangnya masih berantakan. Tidak
ditemukanadanya jentik nyamuk pada
kontainer/bak penampungan air.

10
`

b. Kepemilikan Barang-Barang berharga


1 buah sepeda motor, 1 buah televisi 21 inch, 2 buah kipas angina, 1 buah
kompor gas, 3buah telepon genggam, 1buah setrika listrik.

Kepemilikan yang dimiliki keluarga Sdr. MR termasuk dalam ekonomi


menengah ke bawah karena tidak memiliki barang-barang yang mewah.

c. Denah Rumah

Gambar 1. Denah Rumah Keluarga Sdr.MR

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga

a. Perilaku keluarga terhadap sakit dan penyakit


Keluarga Sdr. MR menganggap sakit merupakan cobaan dari Tuhan
sehingga selalu berusaha mencari pengobatan. Ketika ada keluarga yang sakit,

11
`

waktu istirahat ditambah, jika keluhan tiak berkurang, maka akan membeli obat
warung terlebih dahulu. Jika keluhan belum hilang baru mereka akan berobat ke
Puskesmas.
b. Perilaku keluarga terhadap pelayanan kesehatan
Keluarga Sdr. MR. berobat ke Puskesmas karena biaya yang gratis dengan
menggunakan BPJS kesehatan, jarak antara rumah dengan Puskesmas tidak terlalu
jauh & biasanya ditempuh dengan sepeda motor atau angkutan umum. Sdr MR dan
keluarga merasa puas dengan pelayanan di Puskesmas kecamatan Cempaka Putih.
c. Perilaku keluarga terhadap makanan
Sdr.MR mempunyai kebiasaan makan sebanyak tiga kali sehari. Makanan
yang dimakan oleh keluarga Sdr. MR dimasak sendiri oleh Ibu pasien atau
terkadang membeli makanan di warung terutama pada siang hari ketika sibuk
bekerja / aktivitas di luar rumah. Keluarga Sdr. MR jarang mengkonsumsi buah dan
sayur.

d. Perilaku keluarga terhadap lingkungan


Di rumah Sdr. MR terdapat ventilasi, ketersedian air bersih, jamban
keluarga, sampah rumah tangga dikumpulkan di kantong plastik dan ketika sudah
penuh dibuang di tempat pembuangan sampah rumah. Namun keadaan rumah Sdr.
MR terlihat kumuh, dan gelap terutama pada bagian kamar dan lantai atas.
Lingkungan rumah Sdr. MR sangat padat penduduk & kumuh, keluarga Sdr. MR
jarang ikut serta mengikuti kegiatan gotong royong untuk membersihkan
lingkungan. Kegiatan gotong royong di lingkungan rumah Sdr. MR juga jarang
dilaksanakan.

Kesan: Berdasarkan penilaian perilaku kesehatan keluarga terlihat bahwa keluarga


pasien memiliki kepedulian yang cukup baik tentang kesehatan keluarganya. Pasien
memiliki kesadaran untuk membuat BPJS pada setiap anggota keluarganya.
Keluarga Sdr. MR belum menerapkan pola makan bergizi, Keluarga Sdr. MR
kurang peduli dengan rumah dan lingkungan, terlihat dari keadaan rumah yang
kotor dan jarang ikut serta dalam kegiatan gotong royong untukmembersihkan
lingkungan.

12
`

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 5. Pelayanan Kesehatan


Faktor Keterangan Kesimpulan
Aksesibilitas Kendaraan umum Jika keluarga pasien sakit, mereka akan
atau motor berobat ke puskesmas Kecamatan Cempaka
Tarif Gratis (BPJS) Putih menggunakan BPJS dan jarak yang tidak
terlalu jauh dari rumah. menuju puskesmas.
Kualitas Memuaskan Pasien merasa cukup puas dengan pelayanan
kesehatan yang ada di puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih.

5. Pola Konsumsi Makan Keluarga

a. Kebiasaan makan
Pola makan keluarga ini tiga kali sehari terdiri dari sarapan pagi, makan siang,
dan makan malam. Keluarga ini makan dengan nasi, telor, daging, ikan, ayam, sayur,
tahu dan tempe. Keluarga ini jarang makan siang bersama, karena anggota bekerja
dan bersekolah. Buah dan susu jarang dikonsumsi keluarga ini.
b. Upaya penerapan pola gizi seimbang
Pasien mengakui bahwa keluarganya kurang memperhatikan pola gizi
seimbang dari menu yang mereka konsumsi karena kurang pengetahuan akan menu
gizi seimbang. Variasi makanan yang disediakan di rumah Sdr. MR kurang sesuai
dengan menu makanan gizi seimbang, variasi makanan kurang baik antara
kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak. Keluarga Sdr.MR tidak membatasi
konsumsi makanan yang berlemak/berminyak dan makanan yang menggunakan
bumbu penyedap.

13
`

Pola makan pasien selama tiga hari terakhir sebagai berikut :

Food recall (Pola makan dalam tiga hari terakhir).

Tabel 6. Pola makan pasien pada tanggal 25 April 2017


Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Pagi Susu 1 gelas 75 kkal 10 gr 7 gr -

Siang Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -


tumis
kangkung 25 gr 5 gr 4 gr 5 gr
Minyak kelapa 150 kkal 15 gr
sawit +/- 3 sdt
Telor dadar 127 kal 7 gr 7 gr 7 gr
Air putih
Malam Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -
Sayur bayam 50 kal 10 gr 3 gr -
Minyak kelapa 150 kkal 15 gr
sawit +/- 3 sdt
Ayam goreng 239 kal 8,48 gr 18,14gr 14,23 gr
Air putih
Total 1.166 kal 120,48 gr 47,14 gr 56,23 gr

Tabel 7. Pola makan pasien pada tanggal 26 April 2017

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak


Pagi Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -

Telur mata 89kal 0,43gr 6,24gr 6,76 gr


sapi
minyak kelapa
1 sdm 90 kal 10 gr
Teh manis 90 kal 23,44 gr - -
Siang Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -
minyak kelapa
1 sdm 90 kal 10 gr
Ikan 1 potong 50 kal 7,13 gr 7 gr 2 gr
sedang
Air putih
Malam Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -
tahu 75 kal 3 gr 5 gr 3 gr
Sayur lodeh 162 kal 14,73 gr 6,66 gr -

14
`

Tabel 7. Pola makan pasien pada tanggal 26 April 2017 (lanjutan)

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak


Malam minyak kelapa
1 sdm 90 kal 10 gr
tempe 2
potong 80 8 6 3
Air putih
Total 1.341 kal 176,73 kal 42,9 kal 44,76 kal

Tabel 8. Pola makan pasien pada tanggal 27 April 2017

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak


Pagi Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -

tempe 2 80 kal 8 gr 6 gr 3 gr
potong
minyak kelapa
1 sdm 90 kal 10 gr
Sayur buncis 31 kal 7,13 gr 1,82 gr 0,12 gr
Air putih
Siang Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -
Lele 1 potong 204kal 7,26 gr 14,93gr 12,35gr
minyak kelapa
1 sdm 90 10
Air putih
Malam Nasi putih 175 kal 40 gr 4 gr -
minyak kelapa
1 sdm 90 10
tempe 2 80 kal 8 gr 6 gr 3 gr
potong
Sayur buncis 31 kal 7,13 gr 1,82gr 0,12 gr
Air putih
Total 1.221 kal 157,52 gr 42,57 gr 48,59 gr

Keterangan: Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Sdr. MR adalah


1.242,7 kalori. Dengan rata-rata asupan karbohidrat 151,57 gr, protein 44,20 gr, dan
lemak 49,86 gr.
Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

Perhitungan jumlah kalori ditentukan oleh status gizi, umur, ada tidak nya
stress akut, dan kegiatan jasmani. Penentuan status gizi dapat dipakai indeks masa
tubuh (IMT) atau rumus brocca.

15
`

Penentuan status gizi Sdr.MR berdasarkan rumus brocca : berusia 17 tahun,


mempunyai tinggi badan 162 cm dan berat badan 56 kg , dalam kesehariannya
melakukan aktivitas ringan.
Perhitungan kebutuhan kalori:
Kebutuhan kalori:
Berat Badan Ideal : (BBI) = ( TB cm - 100 ) 10%
= ( TB cm - 100 ) - ( TB cm - 100 )x10 %
= (162- 100 ) (162-100)x100%
= 62 6,2
= 55,8 kg
Indeks Massa Tubuh : (IMT) = BB / TB2 (m)
= 56 / (1,62)2
= 56 / 2,62
=21,37 (Berat badan normal)
Status gizi = (BB aktual : BB idaman) x 100%
= (56 kg : 55,8 kg) x 100%
= 100,35 % (Berat badan normal)
Jumlah kebutuhan kalori per hari:
- Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 30 kalori (laki-laki)
= 55,8 kg x 30 kalori = 1.674 kalori

- Kebutuhan untuk aktivitas ditambah 10-20 % karena aktivitas yang


dilakukan pasien termasuk aktivitas ringan.
20% x 1.674 kalori = 334,8 kalori

Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah :


1.674 kalori + 334,8 kalori = 2.008,8 kalori.

Untuk Kebutuhan Harian :


- Karbohidrat (60-70%) = 60% x 2.008,8 70% x 2.008,8 kkal = 1.205,8
1.406,16 kal
- Protein (10-15%) = 10% x 2.008,8 15% x 2.008,8 kkal = 146,8 301,32
kal

16
`

- Lemak (20-25%) = 20% x2.008,8 25%x2.008,8 kkal = 401,76 502,2kal


- Kalori selama tiga hari = 1.166 kal + 1.341 kal + 1.221 kal = 3.728 kal
- Rata rata konsumsi kalori pasien per hari = 1.242,7 kalori/hari
- Kekurangan kalori pasien = 2.008,8 kal 1.242,7 = 766,1 kalori/ hari
Dengan mengikuti rumus penghitungan kalori, pasien mengalami
kekurangan pemenuhan asupan kalori setiap harinya. Pasien disarankan agar
memberikan tambahan makanan agar kebutuhan kalori pasien tiap harinya dapat
terpenuhi.

6. Pola Dukungan Keluarga

a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga


Pasien dan orang tua pasien peduli terhadap kesehatan keluarga. Bila pasien
terdapat keluhan pada kesehatan, pasien akan segera berobat ke Puskesmas.
Keluarga pasien tidak mengalami kesulitan dalam mencari pengobatan ke
Puskesmas karena akses, tarif, dan kualitas dari puskesmas yang memadai.
Keluarga pasien memiliki BPJS.

b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga


Pasien belum melakukan aktivitas fisik dengan rutin dan teratur.
Pasien belum dapat membagi waktu yang baik dalam hal kegiatan, belajar dan
waktu beristirahat.
Pasien dan keluarga belum dapat menjalani gaya hidup sehat yang baik.
Pasien dan keluarga tinggal di kepadatan penduduk dengan lingkungan yang
tidak bersih, membuat nyamuk Aedes aygepti hinggap di lingkungan tersebut
hingga menyebabkannya rentan terkena penyakit Demam Dengue.

17
`

B. Genogram
1. Bentuk keluarga
Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family). Keluarga
terdiri dari Tn S sebagai kepala keluarga, Ny. N sebagai istri, dan 3 orang
anak, An. P dan An. MR, An. S. Seluruh anggota keluarga ini tinggal dalam
satu rumah.
2. Tahapan siklus keluarga
Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari
Duvall (1984) tahapan siklus keluarga Tn. R dan Ny. S termasuk ke dalam
tahap V, Keluarga dengan anak remaja (anak tertua berumur 13-20 tahun)

3. Fungsi Keluarga

a. Fungsi Biologis: Fungsi biologis keluarga ini berjalan dengan baik.


Keluarga ini dapat memiliki keturunan. Keluarga Tn. R mempunyai
3 orang anak, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan sehat dan tidak
ada cacat. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan reproduksi
dalam keluarga Tn. R termasuk baik.
b. Fungsi Psikologis: Antar keluarga saling memberikan rasa kasih
sayang. Pasien adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Saat ini
pasien tinggal dengan kedua orang tua, satu orang kakak laki-laki
dan 1 orang adik perempuan. Ibu pasien tidak bekerja, sehingga
pasien tidak kehilangan perhatian dari orang tua. Pasien memiliki
semangat yang tinggi dalam sekolahnya.
c. Fungsi Sosial: Lingkungan tempat keluarga tinggal termasuk
lingkungan padat penduduk, dan terlihat kumuh. Rumah pasien
sendiri berdempetan dengan rumah yang lain, memasuki jalan yang
bisa dilewati oleh satu mobil, bahkan 1 mobil saja susah untuk
melewati jalan tersebut. Keluarga pasien dikenal sebagai keluarga
yang baik dan sopan terhadap tetangga. Mereka sesama tetangga
sekitar saling mengenal satu sama lain.
d. Fungsi Ekonomi: Penghasilan keluarga pasien dapat mecukupi
kebutuhan sehari-hari keluarga. Penghasilan keluarga ini didapat

18
`

dari pendapatan ayah pasien pasien yang bekerja sebagai wiraswasta


dengan gaji Rp. 4.000.000 per bulan. Ny. N tidak bekerja, sehingga
penghasilan tersebut lebih ditekankan untuk keperluan sekolah anak,
sementara untuk membeli pakaian atau barang-barang yang lain
ditunda dulu dan lebih baik uangnya ditabung.
e. Fungsi Pendidikan: Pendidikan terakhir pasien adalah SMP, saat
ini pasien sedang bersekolah kelas 2 SMA. Kakak pasien
berpendidikan terakhir SMA, ia tidak bisa kuliah karena tidak ada
biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Adik pasien sedang
bersekolah kelas 6 SD. Ayah pasien berpendidikan SMA, Ibu pasien
berpendidikan SMA

4. Family map

5. Dinamika Keluarga:

Hubungan keluarga satu sama lain selama ini tidak ada masalah..
Antar keluarga saling memberikan rasa kasih sayang. Anak pertama mereka
cenderung lebih dekat kepada ibunya dibandingkan ayahnya. Pasien dengan
dekat dengan ibunya jika sedang mengalami masalah, adik pasien

19
`

cenderung lebih dekat dengan ayahnya. Antara suami istri jarang


bertengkar.

C. Identifikasi Permasalahan yang Didapat dalam Keluarga


1. Pasien dan keluarga belum menerapkan pola makan sehat
2. Pasien dan keluarga belum dapat menjalani gaya hidup yang baik dan sehat.
3. Pasien dan keluarga tinggal di lingkungan yang sangat padat penduduk,
tidak bersih, membuat nyamuk Aedes aygepti hinggap di lingkungan
tersebut hingga menyebabkannya rentan terkena penyakit Demam Dengue.
4. Pasien belum dapat membagi waktu yang baik dalam hal berkegiatan,
belajar dan waktu beristirahat.

20
`

BAB II
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL DAN RENCANA
PENATALAKSANAAN

A. Diagnosis Holistik
1. Aspek personal
a. Alasan kedatangan : Pasien datang berobat ke puskesmas karena demam
tinggi terus menerus sejak 4 hari dan tidak turun dengan obat penurun panas.
Disertai nyeri kepala, nyeri otot, badan lemas, dan mual.
b. Kekhawatiran : Pasien khawatir penyakit ini akan mengarah ke penyakit
yang lebih serius.
c. Harapan : Pengobatan dan berbagai pemeriksaan yang rutin
dilakukan, dapat mencapai hasil yang baik, pasien dapat sembuh, pasien
kembali sehat
d. Anggapan : Pasien menganggap penyakitnya dapat disembuhkan
dengan penanganan dan pengobatan yang tepat dari dokter Puskesmas
kecamatan Cempaka Putih.

2. Aspek klinik
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang disimpulkan sebagai berikut :
Diagnosis kerja : Suspek Demam Dengue
Diagnosis banding : Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, Demam
Thifoid, Demam Cikungunya

3. Aspek risiko internal


a. Genetik : Tidak Ada.
b. Pola makan : Pola makan pasien tidak memenuhi pola gizi seimbang
karena kalorinya tidak sesuai. Pasien jarang mengkonsumsi air mineral dan
lebih menyukai minuman kemasan.
c. Kebiasaan : Pasien jarang berolahraga, pasien belum melakukan
aktivitas fisik dengan rutin dan teratur.

21
`

4. Aspek risiko eksternal/psikososial keluarga


a. Ujian sekolah yang harus dihadapi, membuat pasien lelah, stress dan kurang
beristirahat.
b. Lingkungan sekitar rumah yang kumuh dan padat penduduk dan tidak bersih
membuat nyamuk Aedes aygepti hinggap di lingkungan tersebut sehingga
menyebabkan rentan terkena penyakit Demam Dengue.
c. Masyarakat sekitar yang kurang peduli dengan kebersihan lingkungan.

5. Aspek fungsional
Sdr. MR keadaannya sudah sedikit lebih baik, dapat melakukan aktivitas
sendiri dan menjalankan fungsi sosial dalam kehidupannya. Menurut skala ICPC
pasien termasuk derajat 1 yang termasuk dalam aspek fungsional sakit ringan
dan pasien mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan aktivitas sehari
hari.

22
`

B. Rencana Penatalaksanaan

Tabel 8. Rencana Penatalaksanaan Sdr. MR


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Aspek Menjelaskan mengenai penyakitnya dan Pasien dan Pada saat di Pasien dapat memahami dengan baik
Personal faktor-faktor penyebab, penularan, angka keluarga Puskesmas dan tentang penyakit yang dideritanya, dan
insidensi kematian pada penyakit Demam kunjungan rumah faktor-faktor yang menyebabka Demam
Dengue Dengue.
Menjelaskan agar tidak perlu khawatir Pasien dan Pada saat di Pasien tidak mengkhawatirkan penyakitnya
terhadap penyakitnya, karena penyakit keluarga Puskesmas dan lagi
Demam Dengue dapat disembuhkan kunjungan rumah
seizin Allah dengan memantau kondisi
klinis dan perjalanan penyakit pasien
setiap hari

Menjelaskan kepada pasien agar selalu Pasien dan Pada saat di Pasien bersemangat untuk sembuh dan
mengharap kesembuhan kepada Allah keluarga Puskesmas dan selalu berdoa kepada Allah untuk diberi
kunjungan rumah kesembuhan

23
`

Tabel 8. Rencana Penatalaksanaan Sdr. MR (lanjutan)


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Menjelaskan bahwa penyakit adalah suatu Pasien dan Pada saat di Agar pasien selalu berperasangka baik
ujian dari Allah, tidak boleh keluarga Puskesmas dan kepada Allah, karena kita sebagai manusia
berperasangka buruk dan berputus asa, kunjungan rumah perlu meyakini bahwa apabila Allah
menakdirkan sakit maka kita akan sakit,
begitu pula apabila Allah menakdirkan
kesembuhan, maka dengan izin-Nya kita
sembuh

Aspek Memberitahu tentang perjalanan klinis Pasien dan Saat di puskesmas Keluarga pasien mengerti penyakit yang
Klinik penyakit pasien, dan terapi yang harus keluarga sedang diderita pasien.
diberikan.
Memberikan obat obatan berupa: Pasien Pada saat di Keluhan klinis pasien berkurang dan pasien
Puskesmas sembuh.
- PCT 3x1

- Ranitidin 2x1

Edukasi untuk mengkonsumsi / Pasien Pada saat Memperbaiki keadaan pasien, dan
minum air yang banyak Puskesmas dan memenuhi kebutuhan pasien, mencegah
kunjungan rumah terjadinya dehidrasi

24
`

Tabel 8. Rencana Penatalaksanaan Sdr. MR (lanjutan)


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Aspek Mencari tahu dengan teliti adakah Pasien dan Pada saat di Mengetahui sumber penyakit pada Sdr. MR
Risiko keluarga atau orang sekitar pasien yang keluarga Puskesmas dan dan segera menanganinya.
Internal mengalami penyakit demam kunjungan rumah

Menganjurkan pasien dan keluarga untuk Pasien dan Pada saat Pasien dan keluarga memiliki sistem imun
memperbaiki pola hidupnya keluarga kunjungan rumah yang bagus sehingga tidak mudah terserang
penyakit.

Memberitahu pola makan sehat harus Pasien dan Pada sat di Keluarga pasien mulai merubah pola makan
memenuhi syarat. keluarga Puskesmas dan sehat yang sesuai dengan kebutuhan
kunjungan rumah
Menjelaskan kepada keluarga pasien Pasien Pada saat Memperbaiki kebutuhan gizi sehingga
menu makanan untuk 2000 kkal . kunjungan rumah pasien dapat meningkatkan kualitas
(terlampir) hidupnya.

25
`

Tabel 8. Rencana Penatalaksanaan Sdr. MR (lanjutan)


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Aspek Menjelaskan mengenai kondisi rumah dan Keluarga pasien Pada saat Keluarga pasien mengerti tentang
Resiko lingkungan sekitar rumah pasien yang Puskesmas dan kebersihan rumah, dan bisa mengajak
Eksternal padat penduduk dan tidak bersih saat kunjungan masyarakat untuk tanggap dengan
rumah lingkungan dan selalu menjaga kebersihan
membuat nyamuk Aedes aygepti hinggap
lingkungan, mengikuti kegiatan gotong
di lingkungan tersebut sehingga royong, sehingga tercipta lingkungan yang
menyebabkannya rentan terkena penyakit bersih, asri dan nyaman.
demam dengue.

Menasehati agar peduli dengan Keluarga pasien Pada saat Keluarga pasien lebih peduli dengan
lingkungan, dan selalu ikut serta jika ada kunjungan rumah lingkungan, keluarga pasien bisa mengajak
kegiatan gotong royong untuk kebersihan tetangg/masyarakat sekitar untuk turut aktif
lingkungan dalam kegiatan kebersihan lingkungan,
sehingga tercipta lingkungan yang bersih
dan sehat.
Aspek Menyarankan kepada keluarga pasien Keluarga Pada saat di Pasien dapat segera sembuh dari
Fungsional agar pasien beristirahat untuk sementara pasien Puskesmas dan penyakitnya
waktu kunjungan rumah
Sumber : Olah Data

26
`

Prognosis
1. Ad vitam : ad bonam
2. Ad sanasionam : dubia ad bonam
3. Ad fungsionam : dubia ad bonam

27
`

Lampiran 1

Contoh menu sehari 2000 kalori

Tabel 9. Contoh menu makan sehari 2000 kalori


Waktu Bahan Penukar Gram Ukuran Contoh menu
makanan
Roti 1 karbohidrat 70 2 potong Roti
Telur ayam 1 hewani 55 1 butir Omelet
Pagi Kacang hijau 1 nabati 10 1 sdm Sup kacang hijau
Sayuran 1 sayuran 100 1 mangkuk sawi
Selingan Pepaya 1 buah 110 1 ptg Pepaya
Siang Nasi 2 karbohidrat 200 1 gelas Nasi
Ayam 1 hewani 40 1 ptg sdg Ayam kukus
Tempe 1 nabati 50 2 ptg sdg Tempe bacem
Sayuran 1 sayuran 100 1 mangkuk Sayur asem
Buah 1 buah 50 1 buah Pisang
Selingan Jeruk 1 buah 110 2 buah Jeruk
Malam Nasi 1 karbohidrat 100 gelas Nasi
Ikan 1 hewani 40 1 ptg sdg Ikan bakar
Tahu 1 nabati 110 1 bj bsr Tahu isi
Sayuran 1 sayuran 100 1 mangkuk Sayur bayam
Melon 1 buah 190 1 ptg bsr Melon
Sumber: Daftar Bahan Makanan Penukar. 2011. Balai penerbit FKUI.

28
`

Lampiran 2

29
PENANGANAN HERPES PADA PASIEN DEWASA DENGAN FAKTOR
RISIKO EKSTERNAL BEKERJA PADA FASILITAS LAYANAN
KESEHATAN MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK DI
PUSKESMAS KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

KELOMPOK 1

HENDRA HERMADIN RASAD 1102012112

Pembimbing:

Dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017

30
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus Penanganan Herpes Pada Pasien Dewasa Dengan Faktor
Risiko Eksternal Bekerja Pada Fasilitas Layanan Kesehatan Melalui
Pendekatan Holistik Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih pada periode
24 April 26 Mei 2017 ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan
dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing

dr. Erlina Wijayanti, M.PH

31
BAB I

LAPORAN KASUS

1. BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien

Nama : Nn. R

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 27 Tahun

Agama : Islam

Alamat : Cempaka Warna, Jakarta Pusat

Suku Bangsa : Jawa

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Administrasi Poli Gigi Puskesmas

Tanggal Periksa : 2 Mei 2017

B. Anamnesis

Anamnesis dilakukan secara auto anamnesis pada 2 mei 2017 pukul 14.00 di poli
Umum Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

1. Keluhan Utama : Rasa perih di leher kanan bawah sejak 1 hari


sebelum masuk rumah sakit (SMRS)
2. Keluhan Tambahan : Demam sejak 2 hari SMRS
3. Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang ke Poli Umum Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dengan


keluhan rasa perih dan gatal di leher kanan bawah sejak 1 hari SMRS. Pasien
mengaku tidak ada trauma atau kecelakaan sebelumnya. Terdapat lesi kemerahan
di sekitar tempat gatal dan perih. Lesi seperti ini tidak ada di bagian tubuh lain. lesi
tidak ada tonjolan/bentol-bentol.

32
2 hari SMRS pasien demam. Demam muncul secara tiba-tiba. Demam naik turun
dan suhu tidak diukur. Sakit kepala tidak ada. Mual muntah tidak ada. Mimisan atau
gusi berdarah tidak ada. BAB hitam tidak ada.

3 hari SMRS pasien melakukan perjalanan ke kampung halaman di Kebumen


dengan naik kereta api. Pasien tidak tahu pasti apakah ada serangga yang menggigit
selama di perjalanan atau di kampung halaman. Rumah di kampung halaman pasien
berada di dekat sawah dan kebun.

4. Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien tidak pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya. Pasien pernah dirawat
di rumah sakit 1 tahun yang lalu selama 1 hari dengan keluhan mual muntah dan
diagnosa dyspepsia. Saat SD pasien memiliki riwayat penyakit cacar. Pasien
memiliki riwayat alergi terhadap ikan tongkol, debu dan dingin. Pasien mengaku
sering bersin jika udara pagi terlalu dingin. Pasien mengaku tidak memiliki riwayat
penyakit kronis seperti thalassemia, hipertensi, DM atau TB.

5. Riwayat Penyakit Keluarga

Pada keluarga pasien maupun tetangga tempat pasien tinggal tidak terdapat orang
yang sakit seperti pasien. Pasien mengaku di keluarga pasien terdapat riwayat asma.
Pasien mengaku keluarga pasien tidak memiliki riwayat penyakit kronis seperti
thalassemia, hipertensi, DM atau TB.

6. Riwayat Penggunaan Obat

Pasien tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pasien mengaku tidak ada
riwayat alergi terhadap suatu obat. Pasien mengaku tidak sedang mengonsumsi
vitamin atau obat tradisional tertentu.

7. Riwayat Pekerjaan, Kebiasaan dan Lingkungan Sosial

Pasien merupakan pegawai administrasi di poli gigi di puskesmas dan sering


merangkap tugas sebagai asisten dokter gigi karena minimnya staff di poli gigi.
Pasien tidak ingat apakah ada pasien yang memiliki keluhan seperti pasien dan
pernah kontak dengan pasien. Pasien mengaku selalu menggunakan alat pelindung
diri selama bekerja. Pasien tidak bekerja di luar pekerjaannya saat ini. Pasien

33
mengaku beban kerja tidak sesuai dengan posisi bekerja saat ini dikarenakan jumlah
staff yang kurang. Pasien tidak merokok dan tidak meminum alkohol. Pasien
mengaku tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Pasien mengaku
taat dalam beribadah. Pasien khawatir penyakitnya ini akan menimbulkan bekas
pada leher kanan bawah tersebut. Namun pasien yakin setiap sakit pasti ada obatnya
dan Allah SWT yang memberi kesembuhan.

8. Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien hidup sendiri di kos-kosan yang disewa tiap bulan. Gaji dari pekerjaan saat
ini berkisar Rp 3.500.000,00. Pasien mengaku dengan gaji tersebut dapat memenuhi
kebutuhan diri dan menabung untuk keperluan rumah membantu orang tua di
Kebumen.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan
2. Kesadaran : Compos Mentis
3. Vital Sign :
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Frekuensi Nadi : 72x/menit, kuat, regular
Frekuensi Nafas : 20x/menit, regular
Suhu : 37,8o C
4. Status Gizi
a. Berat Badan : 60 Kg
b. Tinggi Badan : 163 cm

c. IMT :
(BB(kg)/TB(cm)2) =

(60/(1,63)2) = 22,55 kg/cm2(Normal)

34
Tabel 1. Kriteria Indeks Massa Tubuh (IMT)

No. Kategori IMT (kg/cm2)


1. Berat Badan Kurang < 18,5
2. Berat Badan Normal 18,5 22,9
3. Kelebihan Berat Badan 23,0 24,99
4. Obes I 25,0 29,9
5. Obes II 30

5. Status Generalis:
a. Kepala : Normocephal
b. Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-), pupil bulat
isokor 2cm/2cm
c. Mulut : stomatitis (-), karies gigi (-)
d. Leher : Lihat status lokalis
e. Telinga : KGB membesar (-) serumen (+/+) pendengaran baik.
nyeri tekan tragus (-/-)
f. Hidung : Septum tidak deviasi, tidak ada secret, edema (-/-)
g. Tenggorok : Faring hiperemis (-), tonsil T1/T1
h. Paru-Paru:

Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris baik statis dan dinamis

Palpasi : Fremitus taktil dan vocal simetris kanan dan kiri

Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)

Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-) wheezing (-/-)

35
i. Jantung:

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus kordis tidak teraba

Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV linea parasternalis dextra

Batas jantung kiri ICS IV linea midclavicular sinistra

Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal regular, murmur (-), gallop

(-)

j. Abdomen:
Inspeksi : Perut datar, kelainan kulit (-), caput medusa (-) spider
navy (-)

Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan di seluruh lapang
abdomen (-)

Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen, shifting dullness


(-)

Auskultasi : Bising usus normal

k. Ekstrimitas : akral hangat, edema tidak ada, CRT < 2


l. Status Lokalis :
Regio : Coli

Gambar 1. Lokasi Status Lokalis

Inspeksi : KGB tidak terlihat membesar. Tiroid tidak terlihat membesar

36
Eflourosensi : tampak lesi macula eritematosa berukuran 2 x 5
cm sesuai dermatom C4 sinistra secara unilateral. Papul (+) Krusta
(+).

Palpasi : Kelenjar tiroid ikut bergerak saat menelan, pembesaran KGB (-),
massa (-)

D. Pemeriksaan Penunjang : Tidak ada dilakukan

37
BERKAS KELUARGA

A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. A
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 50 Tahun
Status : Menikah
Alamat : Desa Merentul, Kebumen, Jawa Tengah
Suku : Jawa
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Petani

b. Identitas Pasien
Nama : Nn. R
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 27 Tahun
Status : Belum Menikah
Alamat : Cempaka Warna, Jakarta Pusat
Suku : Jawa
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Administrasi Poli Gigi Puskesmas

c. Struktur Komposisi Keluarga : Single adult family


Bentuk keluarga ini merupakan single adult family dimana Tn. A tinggal di
kebumen bersama istri dan tiga adik pasien sedangkan pasien bekerja di
Jakarta dan hanya pulang ke rumah pada waktu tertentu seperi lebaran atau
liburan panjang. Pasien sudah tinggal sendiri di Jakarta sejak 4 tahun
terakhir.

38
Tabel 2. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah

No. Nama Kedudukan Jenis Umur Pendidikan Pekerjaan


Dalam Kelamin
Keluarga
1. Nn. R Anak Perempuan 27 thn SMA Administrasi
Poli Gigi
Puskesmas

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan Tempat Tinggal

Tabel 3. Lingkungan Tempat Tinggal

Status Kepemilikan Rumah : Menyewa Kesimpulan


Daerah Perumahan: Padat
Luas Rumah : 15 x 13 meter, 2 lantai. Nn. R tinggal di rumah dengan status
Luas Kamar Kosan : 3 x 3 meter kepemilikan menyewa satu kamar di
Jumlah Penghuni dalam Satu Rumah: 6 orang lingkungan padat. Luas rumah 15 x 13 meter
penyewa kamar (lantai 2) dan 4 orang pemilik namun kamar yang disewa 3 x 3 meter. Dengan
rumah (lantai 1) jumlah penghuni total di rumah sebanyak 10
Rumah Bertingkat dua orang. Rumah bertingkat dua. Lantai satu untuk
Lantai rumah keramik pemilik rumah dan lantai dua khusus untuk
Dinding rumah tembok kosan wanita. Lantai rumah terbuat dari
Jamban ada keramik, dinding terbuat dari tembok, terdapat
Tempat bermain tidak ada jamban, air bersih dan pembuangan sampah.
Penerangan listrik: 2000 watt Penerangan cukup.
Air bersih: PAM
Tempat Pembuangan sampah ada

B. Kepemilikan Barang-Barang Berharga

Dari kepemilikan barang berharga Nn. R memiliki 1 unit kipas, 1 unit TV, 1 unit
Laptop dan 1 unit handphone. Nn. R memiliki 1 kendaraan motor untuk bepergian
dan bekerja.

39
C. Denah Rumah

Gambar 2. Denah Rumah Kos-Kosan Pasien Lantai 1

Gambar 3. Denah Rumah Kos-Kosan Pasien Lantai 2

40
3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
a. Perilaku Berobat

Saat sakit, Nn. R selalu berobat ke dokter karena tempat kerjanya juga merupakan
fasilitas layanan kesehatan.

b. Perilaku Terhadap Makanan

Nn. R selalu makan 2-3 kali sehari. Makanan yang dimakan untuk sarapan, makan
siang hingga malam selalu beli di warung karena pasien mengaku tidak ada waktu
untuk masak sendiri. Pasien mengaku makanan sehari-hari biasanya terdiri dari
nasi, ikan kembung, sayur asem/kacang. Pasien mengaku jarang memakan buah.
Pasien mengaku agak sulit mendapatkan penjual buah dengan harga yang
terjangkau di sekitar rumah. Pasien juga mengaku sering memakan cemilan seperti
gorengan terutama saat mengerjakan tugas administrasi puskesmas yang harus
dikerjakan di kosan.

c. Perilaku Terhadap Pelayanan Kesehatan

Nn. R tidak memiliki BPJS karena keluarga besar berada di kebumen dan belum
ada yang bisa mengurus BPJS di kampung halaman. Pasien sendiri mengaku belum
ada waktu untuk mengurus BPJS. Pasien dapat ke puskesmasn dengan naik motor.
Pasien mengaku cukup puas dan nyaman oleh pelayanan di puskesmas.

Tabel 4. Pelayanan Kesehatan

Faktor Keterangan Kesimpulan


Cara Mencapai Pusat Pelayanan Motor Letak Puskesmas Kecamatan
Kesehatan dekat dari tempat tinggal pasien.
Puskesmas Kecamatan juga
tempat bekerja pasien.
Tarif Pelayanan Kesehatan Pasien Umum Pasien masih harus membayar
untuk berobat di puskesmas
namun dengan harga yang lebih
murah karena merupakan bagian
dari karyawan puskesmas. Pasien
belum memiliki BPJS.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Memuaskan

41
d. Perilaku Terhadap Lingkungan Kesehatan

Nn. R merupakan orang yang sadar akan kebersihan. Kamar dibersihkan setiap hari
sebelum berangkat bekerja. Sampah tidak pernah menumpuk dan dikumpulkan ke
tempat sampah besar di lantai 1.

4. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan Makan:

Nn. R selalu makan 2-3 kali sehari. Makanan yang dimakan untuk sarapan, makan
siang hingga malam selalu beli di warung karena pasien mengaku tidak ada waktu
untuk masak sendiri. Pasien mengaku makanan sehari-hari biasanya terdiri dari
nasi, ikan kembung, sayur sop, sayur kacang atau sayur kangkung. Pasien tidak
suka makan daging ayam dan tahu. Pasien mengaku jarang memakan buah. Pasien
mengaku agak sulit mendapatkan penjual buah dengan harga yang terjangkau di
sekitar rumah. Pasien juga mengaku sering memakan cemilan seperti gorengan
terutama saat mengerjakan tugas administrasi puskesmas yang harus dikerjakan di
kosan.

b. Menerapkan Pola Gizi Seimbang:

Menu makanan berkisar antara nasi, ikan kembung, bawal, mujaer. Lauk lain
biasanya tempe disertai sayur sop, sayur kacang atau sayur kangkung. Pasien jarang
makan buah dan makanan bersantan. Namun pasien masih sering makan gorengan.
Pasien jarang meminum susu.

42
Tabel 5. Food Recall Pasien dalam Tiga Hari

Kalori Karbohidrat Protein


Tanggal Menu Lemak (gr)
(kkal) (gr) (gr)
29 April 2017
Pagi Nasi Putih 1 porsi 175 40 4
Ikan 1 potong sedang 50 7 2
Sayur kangkung 25 5
Telur ayam 1 butir 95 10 6
Air Putih 1 gelas
Siang Nasi 1 porsi 175 40 4
Tempe 2 potong 75 7 5 8
Ikan 1 potong sedang 50 7 2
Air Putih 2 gelas
Malam Tempe 2 potong 75 7 5 8
Singkong 1 ptg sedang 175 40 4
Pisang 2 buah 100 24
Air Putih 3 gelas
Jumlah 995 163 46 26
30 April 2017
Pagi Nasi 1 porsi 175 40 4
Tempe 2 Potong 75 7 5 8
Telur 1 butir 95 10 6
Pisang 2 buah 100 24
Air Putih 2 gelas
Siang Nasi 1 porsi 175 40 4
Ikan 1 potong sedang 50 7 2
Kentang 175 40 4
Tempe 2 potong 75 7 5 8
Air Putih 2 gelas
Malam Roti Putih 4 iris 175 40 4
Tempe 2 potong 75 7 5 8
Jumlah 1170 205 93 32

43
Tabel 5. Food Recall Pasien dalam Tiga Hari (lanjutan)

Kalori Karbohidrat Protein


Tanggal Menu Lemak (gr)
(kkal) (gr) (gr)
1 Mei 2017
Pagi Nasi 1 porsi 175 40 4
Ikan 1 potong sedang 50 7 2
Telur 1 butir 95 10 6
Air Putih 1 gelas
Siang Nasi 1 porsi 175 40 4
Tempe 2 potong 75 7 5 8
Sayur kangkung 25 5
Ikan teri 2 sdm 95 10 6
Air Putih 2 gelas
Malam Singkong 1 ptg sedang 100 40 4
Kacang hijau 2 gls rbs 160 16 12 6
Air Putih 2 gelas
Jumlah 950 148 56 28

Keterangan: Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi Nn. R adalah 1038,3 kalori.
Dengan rata-rata asupan karbohidrat 172 gr, protein 65 gr dan lemak 28,6 gr.

Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

1. BBI (Berat Badan Idaman) : 90% (Tinggi Badan 100)


: 90% x (163-100) = 56,7 Kg
2. Jumlah Kebutuhan Kalori per Hari:

- Kebutuhan Kalori Basal = BB Ideal x 25 kalori (Perempuan)

= 56,7 kg x 25 kalori = 1417,5 kalori

- Kebutuhan Kalori = (Nn. R termasuk dalam aktivitas


sedang) = Kalori basal + (20% kalori basal)

= 1417,5 + 283,5

= 1701 kalori

Kesan : Jumlah kalori belum sesuai dengan kebutuhan kalori harian

44
Kebutuhan Zat Gizi:

a. Kebutuhan Karbohidrat : 60% x 1701 kalori = 1020,6 kal = 255,15 gr

(4 kalori setara dengan 1 gr karbohidrat)

b. Kebutuhan Protein : 20% x 1701 kalori = 340,2 kal = 85,05 gr

(4 kalori setara dengan 1 gr protein)

c. Kebutuhan Lemak : 20% x 1701 kalori = 340,2 kal = 37,8 gr


(9 kalori setara dengan 1 gr lemak)

Kalori selama tiga hari:

Kalori selama tiga hari = 950 + 1170 + 995 = 3115

Rata-rata konsumsi kalori pasien per hari = 3115/3 = 1038,3 kalori

Kekurangan kalori pasien:

1701 1038,2 = 662,8 kalori/hari

Kesan : Jumlah kalori belum sesuai dengan kebutuhan kalori harian yang
seharusnya. Variasi makanan juga belum bervariasi sehingga kurang memberikan
semangat untuk memenuhi kebutuhan kalori pasien dalam sehari.

5. Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga
1. Keluarga pasien sangat mengerti kondisi pasien yang harus mencari nafkah
jauh dari keluarga. Sehingga pasien dapat lebih produktif dengan dukungan
penuh bekerja jauh dari keluarga.
2. Pasien bekerja di lingkungan kesehatan sehingga jika ada masalah
kesehatan dapat segera berkonsultasi ke dokter.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga
1. Pasien tinggal jauh dari keluarga sehingga hanya dapat kontak dengan
keluarga melalui telepon.
2. Pasien belum memiliki BPJS Kesehatan.

45
D. Genogram
1. Bentuk Keluarga

Bentuk keluarga adalah single adult family dimana pasien bekerja jauh dari
keluarga dan hanya pulang ke rumah saat lebaran atau waktu liburan tertentu.
Pasien tinggal sendiri di kos-kosan yang disewa dekat tempat ia bekerja.

2. Tahapan Siklus Keluarga

Menurut Duvall (1967) keluarga Nn. R berada pada tahapan ke enam yaitu keluarga
dengan anak dewasa (pelepasan) dimana Nn. R sudah dewasa dan mandiri namun
adik-adik Nn. R masih tinggal bersama orangtua.

3. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis : Fungsi biologis keluarga ini berjalan baik. Keluarga
ini dapat memiliki keturunan
b. Fungsi Psikologis : Antar keluarga saling memberikan dukungan.
Pasien mengaku di keluarga jarang bertengkar. Jika bertengkar juga selalu
ada yang melerai dan segera kembali akur. Ayah dan Ibu pasien juga akur.
Namun pasien mengakui dengan jarak yang jauh pasien menjadi lebih sulit
mengetahui kondisi interaksi keluarga saat ditinggal pergi bekerja.
c. Fungsi Sosial : Interaksi Nn. R dengan tetangga kosan cukup baik.
Walau beberapa ada yang belum kenal karena masing-masing mengaku
sibuk bekerja dan jarang bertemu di luar jam kerja. Fungsi social keluarga
di kampung diakui baik karena rumah satu sama lain di sana saling
mengenal.
d. Fungsi Ekonomi : Penghasilan keluarga ini didapatkan Rp 3.500.000
dari pasien dan sisanya dibantu oleh orang tua pasien yang bekerja sebagai
petani. Nilai ini dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan diri pasien dan
keluarga di kampung.
e. Fungsi Pendidikan : Ayah dan Ibu pasien hanya lulus SMP namun
seluruh anak pasien dapat disekolahkan sesuai dengan yang seharusnya.
Pasien sendiri lulusan SMA namun saat ini juga sedang mengambil S1 IT.

46
4. Family Map

Gambar 4. Genogram Keluarga Nn.R

Keterangan gambar:

: Laki-Laki : Garis Perkawinan

: Perempuan : Garis Keturunan

: Dalam satu rumah

5. Dinamika Keluarga

Keluarga Nn. R saling interaksi satu sama lain walaupun dari jarak jauh dan cukup
harmonis.

E. Identifikasi Permasalah yang Didapat dalam Keluarga

Nn. R tinggal jauh dari keluarganya sehingga jarang berinteraksi secara langsung
dengan keluarga. Namun hampir setiap hari Nn. R masih menelpon ke rumah untuk
bertanya kabar kepada orang di rumah. Nn. R sendiri bekerja sebagai administrasi
di puskesmas merasa bekerja tidak sesuai dengan porsinya. Selain mengerjakan
tugas administrasi, pasien juga sering merangkap sebagai asisten dokter gigi.
Padahal pasien belum memiliki dasar bekerja sebagai petugas kesehatan dan hanya
diberikan briefing singkat selama bekerja. Namun setelah 4 tahun bekerja pasien
merasa mulai terbiasa walau beban kerjanya tidak sesuai dengan yang seharusnya.

47
BAB II

DIAGNOSIS HOLISTIK DAN RENCANA PENATALAKSANAAN

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1. Aspek Personal:
a. Alasan Kedatangan : Pasien datang dengan keluhan gatal dan perih di
leher kanan bawah.
b. Harapan : Lesi tidak meluas dan cepat sembuh.
c. Kekhawatiran : Lesi sulit sembuh dan akan meninggalkan bekas.
d. Persepsi : Pasien memiliki persepsi sakit yang ia alami berhubungan
dengan perjalanannya ke rumah dengan kereta. Pasien juga takut
penyakitnya ini karena tertular dari pasien yang sering ditangani di
tempat kerja.
2. Aspek Klinik:
a. Diagnosis Klinis : Herpes Zooster Fase Eruptif Akut. dd/ insect bite
dd/ dermatitis kontak
b. Dasar Diagnosis :
Anamnesis : Rasa nyeri dan gatal pada leher bawah kanan 1 hari
SMRS. Demam (+). Riwayat penyakit cacar saat SD, riwayat alergi (+),
riwayat melakukan perjalanan ke luar kota seminggu terakhir (+),
riwayat bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan Fisik : tampak lesi macula eritematosa berukuran 2 x 5 cm


sesuai dermatom C4 sinistra secara unilateral. Papul (+) Krusta (+).

3. Aspek Risiko Internal:


a. Risiko dari genetic terhadap penyakit : Riwayat alergi pada pasien dan
keluarga (+) riwayat asma pada keluarga (+)
b. Pola Makan : Pola makan pasien yang kurang dalam mengonsumsi
makanan yang bergizi dan kurang bervariasi dapat mempengaruhi
kesehatan dan sistem imun pasien sehingga dapat lebih mudah terserang

48
penyakit ataupun memunculkan penyakit yang sebelumnya dorman
dalam tubuh. Kalori pasien kurang 662,8 kalori/hari.
c. Kebiasaan : Pasien memiliki kebiasaan makan-makanan yang kurang
sehat seperti gorengan saat bekerja maupun saat mengerjakan tugas
pekerjaan di kosan pada malam hari. Pasien tidak merokok atau minum
alcohol. Pasien mengaku sering begadang (tidur di atas jam 10 malam)
jika sedang ada banyak tugas. Pasien jarang olahraga.
d. Spiritual/kultural : Nn.R meyakini bahwa penyakit datang dari Allah
SWT sebagai ujian.
4. Aspek Risiko Eksternal:

Pasien merupakan pegawai administrasi di puskesmas yang menjadi fasilitas


pelayanan kesehatan. Pasien mengaku beban kerja melebihi dari yang seharusnya
dimana selain mengerjakan tugas administrasi, pasien juga sering merangkap
menjadi asisten dokter gigi. Pasien mengakui dimana masih kurangnya SDM di
puskesmas terutama untuk poli gigi sehingga pasien harus juga bisa merangkap jadi
asisten dokter gigi. Pasien sendiri khawatir apakah sakitnya ditularkan dari pasien
atau tidak. Selain itu, dengan beban kerja yang tinggi pasien merasa menjadi mudah
lelah dan tidak teratur makan sehingga mempengaruhi sistem imun pasien sehingga
lebih mudah sakit.

5. Aspek Fungsional

Menurut skala ECOG termasuk derajat 0 dimana pasien dapat melakukan aktivitas
secar aktif, dapat melakukan aktivitas tanpa hambatan.

49
B. Rencana Penatalaksanaan

Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan

Hal yang
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Diharapkan
Personal - Menjelaskan Pasien Saat di - Menghilangkan
kepada pasien Puskesmas kekhawatiran
bahwa penyakit dan pasien terhadap
yang dideritanya Kunjungan penyakitnya
tidak berbahaya Rumah - Pasien minum
dan dapat dibantu dan
untuk menggunakan
menghilangkan obat pada lesi
bekas luka selama sesuai saran
pasien dokter.
menggunakan obat - Pasien paham
teratur, dapat untuk merubah
mempertahankan kebiasaan makan
kondisi imunitas menjadi lebih
tubuh dalam baik dan olahraga
keadaan baik, teratur.
mengatur pola
makan sesuai
kebutuhan kalori
dan zat gizi yang
diperlukan, serta
melakukan
olahraga teratur.

50
Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Hal yang
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Diharapkan
Klinik Non Pasien Saat di Pasien dapat
Farmakologi: Puskesmas meminum obat
- Memberikan dan yang diberikan
edukasi bagaimana Kunjungan sehingga
merawat lesi untuk Rumah mengurangi lesi
tidak digaruk saat dan keluhan.
gatal dan mencuci
tangan dengan
sabun sebelum
menyentuh
lesi/memberikan
obat pada lesi
Farmakologi:
- Acyclovir 5%
cream 4 kali sehari.
Penggunaan ke lesi
dengan tangan
yang bersih dan
sudah dicuci
dengan sabun.
Sebaiknya
digunakan setelah
mandi dan
dikeringkan.
- Cetrizine cap 3 x
10 mg
- Paracetamol tab 3
x 500 mg jika
demam

51
Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Hal yang
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Diharapkan
Risiko Internal - Menyarankan Pasien Pada saat Pasien mau untuk
pasien untuk kunjungan berolahraga
menambah jumlah ke rumah sesuai jadwal
kalori dengan bekerja, makan-
meningkatkan makanan yang
variasi makanan bervariasi dan
sebesar 662,8 bergizi sesuai
kalori/hari. Untuk kalori dan
contoh pola makan mengurangi
sesuai kalori dan mengonsumsi
gizi pada lampiran gorengan.
1.
- Menyarankan
pasien untuk
melakukan
olahraga di sela
kegiatan bekerja di
puskesmas pada
pukul 06.00
sebelum berangkat
ke puskesmas
sehingga saat
bekerja menjadi
lebih vit.
- Menyarankan
pasien untuk
mengurangi
kebiasaan

52
Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Hal yang
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Diharapkan
mengonsumsi
gorengan saat
bekerja maupun
saat mengerjakan
tugas di kosan.
Risiko - Menyarankan Pasien Saat Pasien bekerja
Eksternal pasien untuk kunjungan sesuai dengan
melakukan ke rumah fungsi dan
advokasi ke atasan pasien tugasnya serta
untuk aman dari risiko
mengembalikan infeksi dari
fungsi dan tugas wilayah kerja
pokok administrasi fasilitas layanan
dimana pasien kesehatan.
hanya mengerjakan
tugas sesuai tugas
dan fungsinya saja.
Untuk asisten
dokter gigi
diharapkan dapat
direkrut SDM yang
sesuai dengan
kompetensinya.
- Jika pasien masih
tetap harus
mengerjakan
fungsi sebagai
asisten dokter gigi

53
Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Hal yang
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Diharapkan
maka pasien
diharapkan bisa
terus aktif untuk
mempelajari
langkah
melindungi diri
dari risiko infeksi
dari pasien yang
ditangani.
Fungsional - Menyarankan Pasien Saat -
agar pasien tidak kunjungan Mempertahankan
melakukan rumah aspek
aktivitas yang fungsipersonal
mudah lelah dan pasien tetap pada
istirahat cukup gerajat 0.
- Menjaga stamina
pasien dengan
olahraga ringan
sebelum bekerja

C. Prognosis
1. Ad Vitam : ad bonam
2. Ad Functionam : ad bonam
3. Ad Sanationam : dubia

54
Lampiran 1

CONTOH MENU SEHARI 1700 KALORI

Tabel 6. Contoh Menu Sehari 1700 Kalori

Bahan Contoh
Waktu Penukar Gram URT
makanan Menu
Pagi Roti
Roti 1 Karbohidrat 70 2 potong
Panggang
Omelet
Telur Ayam 1 Hewani 55 1 butir
Sup
Kacang nabati 10 1 sdm
Kacang
merah
Merah+
Sayuran sayuran 50 mangkuk
Wortel
Selingan Pepaya 1 Buah 110 1 ptg besar Pepaya
Siang Nasi 2 Karbohidrat 200 1 gelas Nasi
Ikan 1 Hewani 40 1 ptg sdg Pepes Ikan
Tempe 1 Nabati 50 2 ptg sdg Tembe
Bacem
Sayuran Sayuran 100 1 mangkuk Sayur
Bayam
Pisang 1 Buah 85 1 buah Pisang
Selingan Apel 1 Buah 85 1 buah Apel
Malam Nasi 2 Karbohidrat 200 1 gelas Nasi
Ayam tanpa 1 Hewani 40 1 ptg sdg Ayam
kulit Bakar
Tahu 1 Nabati 110 1 bj besar Tahu Isi
Sayuran 1 Sayuran 100 1 mangkuk Brokoli
Jeruk 1 Buah 110 2 buah Jeruk

55
Keterangan:

gls = gelas sdt = sendok teh

btr = butir karbohidrat = sumber karbohidrat

ptg = potong hewani = protein hewani

bh = buah nabati = protein nabati

sdm = sendok makan

Sumber: Daftar Bahan Makanan Penukar, 2011. Balai Penerbit FKUI.

56
STUDI KASUS OTITIS EKSTERNA PADA DEWASA DENGAN
FAKTOR RISIKO INTERNAL YAITU KEBIASAAN MENGOREK
TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DALAM
PENDEKATAN HOLISTIK DI PUSKESMAS
KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

Disusun Oleh:

Razwa Maghvira 1102012232

Pembimbing :
dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017

57
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Hasil Studi Kasus Pasien dengan judul Otitis Eksterna pada Dewasa
Dengan Kebiasaan Mengorek Telinga Menggunakan Cotton Buds Dalam
Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih pada periode
24 April 26 Mei 2017 telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan
dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Kedokteran Keluarga
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing

dr. Erlina Wijayanti, M.PH

58
LAPORAN KASUS

1.1 BERKAS PASIEN


A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. YL
Umur : 36 tahun
Alamat : Jl. Paseban Timur 18 NO. 315 RT 12 RW 03,
Jakarta Pusat
Pekerjaan : Pedagang
Pendidikan terakhir : D-3
Agama : Islam
Suku bangsa : Betawi
Status : Menikah
Tanggal Berobat : 25 April 2017
Tanggal Kunjungan : 27 April 2017

B. ANAMNESIS
Dilakukan autoanamnesis pasien pada tanggal 25 April 2017 pukul
11.30 WIB di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.
1. Keluhan Utama :
Nyeri telinga sebelah kanan sejak 5 hari yang lalu.
2. Keluhan Tambahan :
Panas dingin kurang lebih 1 hari yang lalu.
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih pada
tanggal 25 April 2017 dengan keluhan utama nyeri telinga sebelah
kanan sejak 5 hari yang lalu. Nyeri dirasakan sepanjang hari, dan
semakin nyeri ketika 3 hari yang lalu, dikarenakan di korek-korek
menggunakan cotton buds. Namun, nyeri dirasakan lebih sering pada
malam hari, dan pasien mengeluhkan sulit tidur. Sehingga harus miring
terlebih dahulu, hingga pasien tertidur. Pasien juga mengeluhkan badan

59
panas dingin semenjak 1 hari yang lalu. Tidak ada cairan bewarna
kuning/hijau dan tidak ada darah yang keluar dari telinga pasien. Telinga
berdenging disangkal. Pendengaran sedikit terganggu. Telinga kiri tidak
terdapat keluhan seperti telinga kanan. Pasien mengaku sering
membersihkan telinga menggunakan cotton buds 1 minggu sekali, dan
makin dikorek setiap hari semenjak 3 hari yang lalu. Pasien mengaku
pernah mengalami keluhan seperti ini 5 tahun yang lalu kemudian
berobat ke dokter dan dinyatakan sembuh.
4. Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien pernah mengalami keluhan nyeri telinga kurang lebih 5


tahun yang lalu.
Riwayat ISPA sebelumnya disangkal
Riwayat hipertensi disangkal.
Riwayat Diabetes Mellitus (DM) disangkal.
Riwayat asma disangkal.
Riwayat alergi disangkal.
5. Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat keluhan serupa disangkal


Terdapat riwayat hipertensi dalam keluarga
Riwayat DM dalam keluarga disangkal
Riwayat Asma dalam keluarga disangkal
Riwayat alergi dalam keluarga disangkal
6. Riwayat pengobatan
Semenjak sakit, pasien belum pernah mengobati keluhannya.
7. Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah. Saat ini pasien
tinggal di rumah sendiri bersama suami, anak, dan ibunya. Pasien
bekerja sebagai penjual ayam goreng untuk biaya hidup. Penghasilan
pasien Rp. 7.000.000/ bulan.

60
8. Riwayat Kebiasaan
Pasien dan keluargnya memiliki kebiasan makan 2-3 x sehari.
Pasien juga mengatakan bahwa mereka mencuci tangannya dengan
menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan.
Pasien mengaku tidak pernah berolah raga. Kegiatan sehari hari, pada
pagi hari pasien mengantar anak sekolah, belanja di pasar dan memasak
untuk dijual pada malam harinya.

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis

2. Vital Sign
a. Tekanan darah : 120/80 mmHg
b. Respirasi : 22 x/menit
c. Nadi : 70 x/menit, reguler
d. Suhu : 37,6 C

3. Status Gizi
a. Berat badan : 62 kg
b. Tinggi badan : 158 cm
c. IMT :
IMT = BB (kg) : TB (m)2
= 62 kg : (1,58 meter) = 25,8 kg/m (Obesitas tingkat I)

4. Status Generalis
a. Kepala
a) Bentuk : Normocephal
b) Rambut : Hitam,tidak mudah dicabut
b. Mata : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-),
refleks cahaya (+/+) pupil bulat isokor
c. Hidung : Septum tidak deviasi, sekret (-/-), polip (-/-)

61
d. Tenggorokan : Tidak hiperemis, T1 T1
e. Mulut : Mukosa bibir basah, tidak sianosis, lidah tidak kotor
f. Leher : Trakea ditengah, pembesaran kelenjar getah bening
(-),
pembesaran kelenjar tiroid (-)
g. Thorak : Cor : Bunyi jantung I/II reguler, murmur (-),
gallop(-)
Pulmo : vesikuler diseluruh lapang paru,wheezing -
/-,
rhonki -/-
h. Abdomen : Datar, bising usus (+) meningkat, hepar dan
lien tidak teraba pembesaran
i. Ekstremitas : akral hangat, edema (-/-/-/-), sianosis (-/-/-/-)

5. Status Lokalis Telinga


Tabel 1. Status lokalis telinga

Bagian Telinga Telinga kanan Telinga kiri


Aurikula Deformitas (-), hiperemis Deformitas (-), hiperemis
(-), edema (-) (-), edema (-)
Daerah preaurikula nyeri tekan tragus (+), Hiperemis (-), edema (-),
Hiperemis (+), edema fistula (-), abses (-), nyeri
(+), fistula (-), abses (-), tekan tragus (-)
Daerah Hiperemis (-), edema (-), Hiperemis (-), edema (-),
retroaurikula fistula (-), abses (-), nyeri fistula (-), abses (-), nyeri
tekan (-) tekan (-)
Meatus akustikus Serumen (+), edema (+), Serumen (+), edema (-),
hiperemis (+), furunkel (- hiperemis (-), furunkel (-),
), otorea (-) otorea (-)
Membran timpani - -

62
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Tidak perlu dilakukan

SARAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


- Tidak ada saran

63
1.2 BERKAS KELUARGA
A. PROFIL KELUARGA
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Ny. YL
Umur : 41 tahun
Pekerjaan : Pedagang
Pendidikan : D-3
Agama : Islam
Alamat : Jl. Paseban Timur 18 NO. 315 RT 12 RW 03,
Jakarta Pusat

b. Struktur Komposisi Keluarga


Menurut pendapat Goldenberg (1980), bentuk keluarga ini nuclear
family. Merupakan keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak-
kandung. Mereka yang tinggal dalam satu rumah adalah Tn. S
sebagai suami pasien, Ny. YL sebagai pasien, Tn. AA dan Nn. AP
sebagai anak pasien.

Tabel 2. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah

Kedudukan Keterangan
dalam Tambahan
No Nama Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
Keluarga

1. Tn. S Kepala L 41th D-3 Pedagang Suami


Keluarga pasien

2. Ny. Istri P 36Th D-3 Pedagang Pasien


YL

64
Tabel 2. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah (lanjutan)

Kedudukan Keterangan
dalam Tambahan
No Nama Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
Keluarga

3. Tn. Anak L 16 th SD Pelajar Anak pasien


AA
4. Nn. Anak P 4th Belum Belum Anak pasien
AP sekolah sekolah

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal
Status Kepemilikan Rumah : Rumah milik sendiri

Daerah Perumahan : Padat bersih


Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
Luas rumah : 4x10
Keluarga Ny. YL, tinggal di rumah
Jumlah penghuni dalam rumah : 4 orang
milik sendiri bersama suami dan kedua
Luas halaman rumah : pasien tidak
anaknya. Rumah Ny. YL berada di
memiliki halaman rumah
lingkungan padat penduduk sehingga
Tingkat rumah : tidak ada
tidak memiliki halaman rumah. Rumah
Lantai rumah : keramik
yang ditempatinya bersih dan nyaman
Dinding rumah : tembok
untuk 4 orang yang tinggal
Jamban keluarga : ada
didalamnya. Adanya air bersih, tempat
Penerangan listrik : 900 watt
pembuangan sampah dan jamban
Ketersediaan air bersih : ada (sumur)
keluarga cukup baik, tetapi sangat
Tempat pembuangan sampah : ada
dekat dengan dapurnya.

65
b. Kepemilikan barang-barang berharga
Keluarga Ny. YL memiliki satu buah sepeda motor dan memiliki
barang-barang elektronik antara lain satu buah televisi yang terletak di ruang
keluarga, satu buah lemari es di dapur, tiga buah handphone dan dua buah
kipas angin yang terletak di kamar tidur dan ruang tamu. Peralatan rumah
tangga yang dimiliki keluarga pasien antara lain magic jar,
kompor gas, dispenser, dan setrikaan.
c. Denah rumah

Gambar 1. Denah Rumah Keluarga Ny. YL

Kesan : berdasarkan Depkes RI (2002) mengenai kriteria rumah sehat,


rumah Ny. YL termasuk dalam kriteria rumah sehat, karena terdapat ventilasi
dan pencahayaan yang cukup baik. Keluarga pasien juga memiliki jamban
dan sarana air PAM. Melihat lingkungan tempat tinggal dan denah rumah
yang dimiliki keluarga pasien tergolong keluarga dengan ekonomi cukup.

66
3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
a. Perilaku terhadap sakit dan penyakit
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit keluarga Ny. YL selalu
berobat ke Puskesmas.
b. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan
Keluarga Ny. YL memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS)
c. Perilaku terhadap makanan
Keluarga Ny. YL mempunyai kebiasaan makan sebanyak dua
sampai tiga kali dalam sehari. Ny. YL selalu menyiapkan sarapan buat
suami dan anaknya, walaupun sarapannya beli di warung, karena ketika pagi
hari Ny. YL tidak sempat untuk memasak. Saat siang hari keluarga Ny. YL
makan yang dimasak oleh Ny. YL. Keluarga Ny. YL jarang memakan buah.
d. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan
Ny. YL mempunyai rumah yang terang dan bersih. Rumah yang
mempunyai ventilasi yang cukup baik, ketersedian air bersih, jamban
keluarga serta tempat pembuangan sampah yang cukup baik di kumpulkan
di depan rumah dan terdapat tukang yang mengambil sampahnya.

Kesan : Berdasarkan penilaian perilaku kesehatan keluarga, dapat disimpulkan


bahwa keluarga pasien memiliki kepedulian yang baik tentang kesehatannya,
karena pasien memiliki BPJS dan keluarga pasien sadar apabila merasa tidak
enak badan langsung ke puskesmas terdekat. pasien kurang menjaga
makanannya karena pasien jarang makan buah. Pasien juga memiliki rumah
yang bersih berdasarkan kriteria rumah sehat.

67
4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan
Cara mencapai pusat Motor Letak Puskesmas Kecamatan tidak
pelayanan kesehatan jauh dari tempat tinggal pasien,
sehingga untuk mencapai puskesmas
pasien mengendarai motornya
sendiri
Tarif pelayanan kesehatan Gratis Untuk biaya pengobatan diakui
murah, bahkan tidak membayar
karena ditanggung oleh BPJS.
Kualitas pelayanan Kurang memuaskan Pasien merasa kurang puas, karena
kesehatan saat pelayanan di loket mengantri
sangat lama.

5. Pola konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan
Keluarga Ny. YL mempunyai kebiasaan makan sebanyak dua
sampai tiga kali dalam sehari. Ny. YL selalu menyiapkan sarapan buat
suami dan anaknya, walaupun sarapannya beli di warung, karena ketika
pagi hari Ny. YL tidak sempat untuk memasak. Saat siang hari keluarga
Ny. YL makan yang dimasak oleh Ny. YL. Pada malam hari, terkadang
Ny. YL membeli nasi goreng di pinggir jalan karena Ny. YL dan
suaminya sibuk jaga warung makannya yang buka pada malam hari.
Keluarga Ny. YL jarang memakan buah..
Makanan yang dimakan oleh keluarga Tn. S adalah makanan
buatan Ny. YL. Ny. YL sering memasak lauk, tetapi kadang beli di
warung, menu makanan yang dimasak adalah ayam, ikan pepes, telur,
sayuran. Keluarga Ny. YL jarang memakan buah.
Pasien dan keluarganya mencuci tangan sebelum makan dan
sesudah makan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

68
b. Menerapkan pola gizi seimbang
Keluarga Ny. YL belum menerapkan gizi seimbang sesuai
dengan pedoman gizi karena, mereka sering sarapan dengan beli
sarapan di warung. Sehingga makanan yang dimakan juga tidak sesuai
dengan menu makan gizi seimbang, keluarga Ny. YL tidak membatasi
konsumsi makanan yang berlemak dan berminyak, masih
mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet dan tidak
pernah melakukan olah raga. Menu makanan yang biasa dibeli Ny. YL
saat sarapan adalah lontong sayur. Dan untuk malam harinya pasien
juga sering membeli nasi goreng. Ny. YL tidak membiasakan
keluarganya memakan junk food, tetapi sering beli makanan diwarung
keluarga Ny. YL juga tidak memiasakan makan buah. Sehingga pola
gizi seimbang belum diterapkan oleh keluarga Ny. YL.

Pola makan pasien selama 3 hari terakhir sebagai berikut :


Tabel 4. Pola makan pasien pada tanggal 25 April 2017
Menu Porsi Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Pagi Lontong 1 porsi 357 kal 59,1 gr 11,11 gr 8,39 gr
sayur
Telur bulat 1 butir 89 kal 0,43 gr 6,24 gr 6,76 gr

Siang Nasi putih 1 porsi 175kal 40gr 4gr 0gr


Ikan teri 5 ikan 42 kal 0gr 5,78gr 1,94gr
Sayur lodeh 1 porsi 162kal 14,73gr 6,66gr 0,47gr
Malam Bakso 1 Mangkok 283 kal 10,61gr 17,37gr 18,43gr
malang
Total 1108 124,87gr 51,16gr 35,99
Total kalori pada tanggal 25 April 2017 : 1108 kalori

69
Tabel 5. Pola makan pasien pada tanggal 26 April 2017

Menu Porsi Kalori Karbohidrat Protein Lemak


Pagi - - - - - -
Siang Nasi putih 1 porsi 175 40gr 4gr 0gr
kal
Sayur lodeh 1 162kal 14,73 6,66 9,47
mangkok
Tempe 2 potong 156 2gr 16gr 10gr
kal

Malam Nasi goreng 1 porsi 329kal 41,82gr 12,45gr 11,96gr


ayam
Total 822 98,55gr 39,11gr 31,43
kal gr
Total kalori pada tanggal 26 April 2017: 822 kalori

Tabel 6. Pola makan pasien pada tanggal 27 April 2017


Menu Porsi Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Pagi Mie goreng 1 bungkus 420kal 57gr 7gr 18gr
instan
Siang Nasi putih 1 porsi 175kal 40gr 4gr 0gr
Ayam goreng 1 potong 260kal 10,76gr 21,93gr 14,55gr
Malam gorengan 3 potong 411 kal 20,22gr 5,97gr 34,77gr
bakwan
Total 1266kal
Total kalori pada tanggal 27 April 2017: 1266 kalori

Kalori selama tiga hari = 1108 kal + 822 kal + 1266kal = 3.196 kal

Rata rata konsumsi kalori pasien per hari = 1066 kalori/hari

70
Status Gizi

Berat badan : 62 kg
Tinggi badan : 158 cm
IMT : BB/(TB)2= 62 kg / (1,58 meter) = 25,8 kg/m
Status Gizi : Gizi normal
BB Ideal : (158-100) x 90% x 1 kg = 52.2kg

Kriteria Indeks Massa Tubuh (IMT)


IMT dihitung berdasarkan pembagian berat badan (dalam kilogram) dibagi
dengan tinggi badan (dalam meter kuadrat).

Tabel 7. Indeks Masa Tubuh


IMT STATUS GIZI

<18,5 Berat Badan Kurang

18,5 22,9 Berat Badan Normal

>23,0 Kelebihan Berat Badan

23,0 24,9 Beresiko Menjadi Obes

25,0 29,9 Obes I

>30,0 Obes II

Sumber : Center For Obesity Research and Education, 2007


Kesimpulan : Status Gizi Pasien normal

Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca


BB Ideal : 90 % x ( TB dalam cm 100 ) x 1 kg
90 % x ( 158 100 ) x 1 kg = 52,2 kg.

Jumlah kebutuhan kalori perhari :


- Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 25 kalori
= 52,2 kg x 25 kalori = 1305 kalori

71
- Kebutuhan untuk aktivitas ditambah 30 % karena aktivitas
yang dilakukan pasien termasuk aktivitas sedang.
30% x1305 kalori = 391 kalori
Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah :
1305 kalori + 391 kalori = 1696 kalori.

Untuk Kebutuhan Harian :


Karbohidrat (45-60%) = 45 % x 1696 kkal 60%x 1696 kkal = 763,2 kal
1017 kal
Protein (10-15%) = 10 %x 1696 kkal 15 % x 1696 kkal = 169,6 254,4 kal
Lemak (20-25%) = 20 % x 1696 kkal 25 % x 1696 kkal = 339,2 424 kal

Kalori selama tiga hari =


Kalori selama tiga hari = 1108 kal + 822 kal + 1266kal = 3.196 kal

Rata rata konsumsi kalori pasien per hari = 1066 kalori/hari

Kekurangan kalori pasien : 1696 kal 1066kal = 630 kalori/ hari

Setelah menghitung jumlah BBI pasien, kebutuhan kalori serta kebutuhan


zat gizi pada pasien, dengan cara melihat food recall pasien selama 3 hari sebelum
dan sesudah datang ke puskesmas maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya
menu makan pasien kurang dari jumlah kalori yang dibutuhkan setiap harinya dan
belum mencakupi gizi yang seimbang.

Pasien disarankan agar memberikan tambahan makanan agar kebutuhan


kalori pasien tiap harinya dapat terpenuhi, termasuk melakukan variasi makanan
yang mengandung protein seperi daging, ayam, telur. Serta mengurangi makanan
instan seperti mie goreng karena tidak baik untuk kesehatan tubuh pasien. Dan
pasien seharusnya memakan buah dan olah raga teratur.

72
6. Pola Dukungan Keluarga

a. Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga

1. Ny. YL sadar, tidak akan mengorek ngorek telinganya lagi.


2. Segala sesuatu penyakit yang dideritanya, Ny. YL selalu mengkomunikasikan
dengan suaminya
3. Ny. YL berkecukupan, sehingga memiliki BPJS
4. Ny. YL sadar, harus menggunakan dan meminum obat secara rutin yang
diberikan oleh dokter untuk penyembuhannya.

b. Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga

1. Karena Ny. YL bekerja sebagai penjual makanan pada malam hari,


sehingga Ny. YL harus memasak pada pagi harinya, sehingga Ny.
YL terkadang malas untuk berobat ke Puskesmas.
2. Ny. YL sangat sibuk memasak untuk dijual pada malam hari, dan
terkadang malas memasak untuk keluarganya, sehingga kalau
malam hari keluarga Ny. YL sering beli makan di pinggir jalan
dekat dengan warungnya.
B. Genogram
a. Bentuk Keluarga
Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family)

b. Tahapan Siklus Keluarga


Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari
Duvall (1984) tahapan siklus keluarga Tn. S dan Ny. YL termasuk ke dalam
tahap V, yaitu keluarga dengan anak yang berumur remaja. Tugas dari orang
tua untuk memberikan tanggung jawab serta kebebasan yang lebih besar
untuk mempersiapkan diri menjadi orang dewasa.

73
c. Family Map

d. Dinamika Keluarga:
Keluarga Ny. YL merupakan keluarga yang harmonis.

e. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis
Keluarga Ny. YL merupakan keluarga dengan dua anak
tanpa cacat. Menandakan fungsi biologis baik.
b. Fungsi Psikologis
Pasien adalah anak pertama dari empat bersaudara, pasien
menikah dengan Tn. S dan dikaruniani dua orang anak. Ny. YL dulu
bekerja di bagian customer service dan suami bekerja sebagai Disc
Jokey disalah satu perusahaan entertain di Jakarta. Namun,
perusahaan tersebut bangkrut sehingga Ny. YL dan suaminya
berjualan ayam goreng pada malam hari untuk menghidupi
kebutuhan keluarganya.
c. Fungsi Ekonomi
Penghasilan sehari-hari hasil berjualan cukup untuk
kebutuhan sehari-hari keluarga. Penghasilan keluarga ini didapat

74
dari pendapatan berjualan sudah mencukupi kebutuhan
keluarganya, yaitu Rp. 7.000.000 per bulan.
d. Fungsi Sosial
Keluarga Ny. YL dikenal sebagai keluarga yang baik
terhadap tetangganya. Lingkungan tempat tinggal pasien termasuk
lingkungan padat penduduk sehingga tidak memiliki halaman dan
rumah pasien cukup bersih dan rapi.
e. Edukasi
Pendidikan terakhir Ny. YL dan Tn. S adalah D-III.
f. Budaya
Sebagian besar penduduk disekitar rumah Ny. YL adalah
suku betawi dan beragama Islam. Pasien dan keluarga dapat
tinggal dan bersosialisasi dengan baik kepada warga sekitar.

6. Identifikasi Permasalahan yang Didapat Dalam Keluarga

1. Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit pasien, yang salah


satunya dapat disebabkan kebiasaan mengorek ngorek telinga.
2. Pasien bekerja berdagang di pinggir jalan, sehingga sering terpapar
debu dari udara luar dan suara kendaraan yang berada diluar.
3. Keluarga kurang cukup mengerti akan pentingnya kesehatan,
sehingga apabila merasa kurang sehat badannya langsung ke
puskesmas, namun keluarga Ny. YL kurang memerhatikan pola
makan yang kurang teratur dan usaha dalam merubah pola makan
dan gaya hidup kurang diperhatikan.
4. Kurangnya konsumsi sayur dan buah buahan pada keluarga pasien.
5. Pasien dan keluarganya kurang sadar pentingnya berolahraga.

75
B. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
a. Alasan kedatangan
Pasien datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri telinga sebelah
kanan yang dirasakan sudah 5 hari yang tidak sembuh dan badan terasa
meriang.
b. Harapan
Pasien berharap mengetahui informasi mengenai kondisi
kesehatanya dan pasien berharap rasa sakit yang di rasa oleh pasien
segera berkurang serta sembuh.
c. Kekhawatiran
Pasien khawatir terhadap rasa sakit yang bertambah bila tidak segera
di obati yang menyebabkan susah tidur dan makin memburuk nyeri
telinganya.
d. Persepsi
Pasien mengira sakit yang di derita oleh pasien tidaklah berat,
sehingga pasien mengkorek telinganya, tetapi takut karena makin hari
makin sakit telinganya.
e. Religi
Pasien rajin solat, berdoa dan berusaha untuk berobat serta
bertawakal kepada Allah SWT atas penyakitnya, pasien juga percaya
dan yakin bahwa penyakit itu merupakan ujian dari Allah SWT agar
meningkatkan kadar keimanan dan suatu bentuk penggugur dosam
pasien juga yakin setiap penyakit pasti ada obatnya dan pasien berusaha
untuk mengatur pola hidup sehat.

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang disimpulkan sebagai berikut :
Diagnosis kerja :
Otitis eksterna

76
Diagnosis Banding :
a. Otomikosis
b. Otitis Media Akut Stadium Hiperemis

3. Aspek Risiko Internal


a. Genetik : Tidak Ada.
b. Kebiasaan :
Pasien memiliki kebiasaan mengorek ngorek telinga.
c. Livestyle :
Pasien berjualan buah di pinggir jalan sehingga terpapar debu dari udara
luar..

4. Aspek Resiko Psikososial keluarga ( faktor faktor eksternal yang


mempengaruhi masalah kesehatan pasien)
a. Pasien sibuk dengan dagangannya, sehingga tidak sempat memikirkan
kesehatannya
b. Keluarga pasien menganggap penyakit pasien hanya sakit telinga saja.

5. Aspek Fungsional
Pasien masih mampu melakukan pekerjaan sebelum pasien sakit.
Pasien masih bisa merawat dirinya sendiri, pasien masih berjualan dan
masih bisa mengurus rumah tangganya.

77
C. Rencana Penatalaksanaan
Tabel 7. Rencana Penatalaksanaan

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek - Menjelaskan kepada pasien Pasien Pada saat di - Pasien dapat mengerti dan memahami
Personal mengenai penyakit otitits Puskesmas tentang apa yang dideritanya. Pasien
eksterna yang dideritaya, (Ny. YL) diharapkan dapat menjaga kebersihan
faktor-faktor yang menyebab- telinga dan apabila mengorek ngorek
kan terjadinya otitis eksterna, jangan terlalu dalam. Sehingga tidak akan
dan bagaimana cara pencega- terjadi komplikasi dan tidak terjadi
hannya kekambuhan.

- Menjelaskan kepada pasien - Pasien dapat berfikiran positif terhadap


untuk tidak usah khawatir kare- penyakitnya, karena penyakitnya dapat
na penyakit otitis eksterna ini dikurangi dan sembuh dengan pemakaian
dapat sembuh dilihat dari obat obatan yang teratur. sehingga pasien
penyebabnya. tidak menjadikan penyakitnya menjadi
beban fikiran pasien.
- Menjelaskan ke pasien
bagaimana cara pencegahan - Pasien harus mengerti mengenai
berulang pada otitis eksterna penanganan dan pencegahan dengan
menghindari factor risiko yang dapat
- Selalu mengingatkan kepada menyebabkan penyakit otitis eksterna.
pasien bahwa semua penyakit
datangnya dari Allah SWT, dan
ini merupakan ujian dari Allah
SWT.

78
Tabel 7. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di harapkan

Aspek - Memberikan obat obatan Pasien Pada saat di - Obat yang diberikan diharapkan dapat
Klinis untuk menunjang kesembuhan Puskesmas mengurangi keluhan pasien, sehingga dapat
dari pasien ini dapat diberi: (Ny. YL) beraktivitas sehari hari dan mencegah
keadaan yang lebih parah serta mencegah
Antibiotik : komplikasi.
Chloramphenicol- - Memberikan analgesik untuk mengurangi
dexametasone otic 4 tetes nyeri agar pasien dapat tidur nyenyak.
2x sehari selama 7 hari
- Pasien diharapkan mengkonsumsi makanan
Analgesik : yang lunak.
Paracetamol 3x 500 mg

- Menganjurkan makanan
dengan konsistensi lunak

Aspek - Menganjurkan pasien untuk Pasien Pada saat di - Pasien makan 3x sehari dengan pilihan
Risiko memperbaiki pola hidupnya dan puskesmas dan menu yang sehat dengan mengkonsumsi
Internal keluarga home visit sayur dan buah dan berolahraga untuk
- Menganjurkan pasien untuk hidup yang lebih sehat.
tidak mengkorek korek teli-
nga sampai kedalam dengan - Mengurangi faktor predisposisi terjadinya
benda apapun serta mengan- penyakit berulang pada pasien dengan tidak
jurkan menjaga telinga tetap mengorek telinga dan menjaga keber-
kering, jangan sampai mema- sihanya.
sukan air ke liang telinga.

79
Tabel 7. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)

Aspek - Kegiatan Sasaran Waktu - Hasil yang di harapkan

Aspek - Menyarankan kepada pasien Pasien Pada saat home - Pasien dapat menjaga kebersihan telinga
Psikososial jangan terlalu sibuk denga dan visit dengan menghindari mengkorek korek
Keluarga dagangannya, agar lebih sering keluarga telinga dengan benda bendapaparan debu
menghabiskan waktu di rumah dari udara luar
berkumpul dengan keluarga
- Keluarga pasien lebih memperhatikan dan
- Menyarankan kepada keluarga memberikan saran kepada pasien, apabila
agar memperhatikan kesehatan terdapat keluhan yang sama agar segera
keluarganya. dating ke puskemas untuk pengobatan lebih
lanjut.

Aspek - Menyarankan kepada keluarga Pasien Pada saat home - Pasien memiliki waktu beristirahat hingga
Fungsional pasien agar pasien beristirahat visit sembuh
untuk sementara waktu

80
D. Prognosis
1. Ad vitam : ad bonam
2. Ad sanactionam : ad bonam
3. Ad fungsionam : ad bonam

81
LAMPIRAN

82
STUDI KASUS PASIEN FARINGITIS AKUT PADA DEWASA DENGAN

MASALAH ASPEK RISIKO INTERNAL (POLA MAKAN TIDAK SEHAT)

MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK DI PUSKESMAS

KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

Disusun Oleh :

KELOMPOK 1

Tesha Islami Monika 1102012293

Pembimbing:

dr. Erlina Wijayanti, M.PH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017

83
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus FARINGITIS AKUT PADA DEWASA DENGAN


MASALAH ASPEK RISIKO INTERNAL (POLA MAKAN TIDAK SEHAT)
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
CEMPAKA PUTIH periode 24 April 26 Mei 2017 ini telah disetujui oleh
pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing

dr. Erlina Wijayanti, M.PH

84
BAB I
IDENTITAS PASIEN

I. Berkas Pasien
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. E
Jenis Kelamin : Wanita
Tempat Tanggal Lahir: Kuningan, 25 September 1979
Umur : 38 tahun
Agama : Islam
Alamat : RT 006 RW 011 Cempaka Putih Barat
Suku Bangsa : Betawi
Tempat berobat : Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih - Jakarta
Pusat
Tanggal berobat : 26 April 2017

B. Anamnesis
Dilakukan secara Autoanamnesa pada Kamis tanggal 27 April 2017
pukul 16.00 WIB di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.
1. Keluhan Utama :
Batuk sejak 3 hari yang lalu
2. Keluhan Tambahan :
Demam dan nyeri menelan
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan keluhan batuk sejak 3 hari yang lalu.
Pasien mengatakan batuk berdahak dengan dahak berwarna putih.
Pasien juga mengeluhkan demam yang tidak tinggi dan nyeri
menelan. Makan dan minum pasien baik. Keluhan pilek, suara serak,
mual, dan muntah disangkal pasien.
Pasien menganggap penyakitnya dapat disembuhkan dan
berharap penyakitnya dapat sembuh dengan biaya yang sedikit.

85
Pasien mengaku merasa khawatir bahwa biaya untuk penyakitnya
membutuhkan biaya yang besar.
Keluarga pasien yakin keadaan pasien dapat disembuhkan
dengan pengobatan yang diberikan, karena menurut ia dan
keluarganya kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih cukup baik.
Pasien percaya bahwa sehat dan sakit datangnya hanya dari
Allah SWT. Keluarga pasien yakin bahwa Allah SWT akan selalu
membantu dalam proses penyembuhan pasien
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien mengaku mengalami keluhan yang serupa 2 minggu
yang lalu. Riwayat batu ginjal (+) 2 tahun yang lalu dan telah
dilakukan terapi laser. Riwayat alergi debu dan makanan (-) Riwayat
alergi obat (-) Riwayat hipertensi (-) Riwayat DM (-) Riwayat
penyakit jantung (-)
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
Dalam keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan
yang sama.
6. Riwayat Berobat :
Pasien mengaku saat mengalami keluhan yang sama 2
minggu lalu, pasien berobat ke Puskesmas Cempaka Putih dan
mengaku membaik setelah kurang lebih 5 hari setelah minum obat.
Pasien tidak ingat nama obatnya namun pasien mengatakan obat
tersebut diantaranya antibiotik dan obat batuk.
7. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke
bawah. Pasien tinggal di rumah kontrakan bersama suami dan
seorang anaknya. Pasien merupakan ibu rumah tangga dan
mendapatkan biaya kehidupan sehari-hari dari suaminya. Suami
pasien bekerja sebagai seorang teknisi disebuah perusahaan. Pasien
mengaku penghasilan suaminya cukup untuk membiayai kehidupan

86
sehari-hari. Anak pertama pasien adalah seorang pelajar yang sedang
bersekolah di tingkat Sekolah Dasar.
8. Riwayat Kebiasaan :
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan 3x
sehari dan meminum secangkir teh setiap pagi. Pasien mengaku
setiap hari pasien sering jajan goreng-gorengan dan minum-minuman
dingin. Pasien mengatakan jarang meminum air putih, dalam sehari
pasien hanya menghabiskan air putih kurang lebih sebotol minum
berukuran 650 ml. Pasien mengaku sebelum sakit pasien rajin
berolahraga seminggu 3x, namun dalam sebulan ini pasien
mengatakan jarang berolahraga.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Kesadaran : Compos Mentis
2. Keadaan Umum : Baik
3. Vital sign
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 15
Tek. Darah : 110/80 mmHg
Frek. Nadi : 80 x/menit
Frek Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 37.5 C
BB : 63 kg
Tinggi Badan : 147 cm

4. Status Gizi :
Berat badan : 63 kg
Tinggi badan : 147 cm

IMT : BBkg/(TBm)2 = 63/2,16 = 29.16


Berdasarkan IMT, maka pasien termasuk kategori overweight

87
Metode Brocca

BB Ideal : 90% (Tinggi badan 100)


: 90% (47)
: 42,3 kg

5. Status Generalis :
- Kepala : Normocephal
- Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
isokor.
- THT : Tonsil T1/T1 hiperemis (-), Uvula edema (+) hiperemis
(+),
Faring hiperemis (+)
- Leher : Pembesaran KGB (-), JVP meningkat, trakea berada di
tengah.
- Paru-paru
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri
Palpasi : Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),wheezing (-/-)
- Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra
Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra
Batas jantung kiri ICS V linea midklavikula sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)
- Abdomen
Inspeksi : Simetris, datar, kelainan kulit (-), pelebaran vena (-)
Auskultasi : Bising usus normal, bising aorta abdominalis terdengar
Palpasi : Nyeri tekan (-), nyeri lepas (-), nyeri ketuk (-),
hepatomegali (-), splenomegali (-)

88
Perkusi : Timpani di semua lapang abdomen, nyeri ketuk (-)

- Ekstremitas : Akral hangat, edema

D. Usulan Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

89
II. BERKAS KELUARGA
A. Profil
Keluarga
Karakteristik Keluarga
1. Identitas Kepala Keluarga : Ny. E
2. Identitas Pasangan : Tn. N
3. Struktur Komposisi Keluarga

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
dalam
Keluarga

1. Tn. N Kepala L 48 SMA Teknisi


Keluarga

2. Ny. E Istri P 38 D3 Ibu Rumah


Tangga

Pelajar
3. An. S Anak P 9 SD

B. Genogram

90
1. Bentuk Keluarga
Keluarga Tn. M terdiri dari 3 orang, yaitu Tn. N sebagai kepala
keluarga; Ny. E sebagai istrinya; dan satu orang anaknya yang tinggal
serumah. Dengan demikian, keluarga ini termasuk dalam keluarga inti
(nuclear family).
2. Tahapan Siklus Keluarga
Menurut Duvall (1977) keluarga Tn. N berada pada tahapan
keempat yaitu keluarga dengan anak usia sekolah.
3. Fungsi Keluarga
a. Biologis
Secara aspek biologis keluarga Tn. N telah menjalankan
fungsinya dengan baik. Tn. N dan Ny. E telah memiliki satu anak
perempuan yang bersekolah SD kelas 3 dan tinggal bersama Tn.
N dan Ny. E.
b. Psikologis
Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi satu
sama lain. Tn. N dan Ny. E sangat menyayangi dan mendukung
sekolah anak mereka.

91
c. Sosial
Tn. N dan Ny. E sudah mulai mengajarkan norma-norma
agama dan sopan santun terhadap orang lain sejak kecil kepada
anaknya. Tn. N dan Ny. E aktif bersosialisasi dengan tetangga
sekitar.
d. Ekonomi :
Tn. N bekerja sebagai teknisi disebuah perusahaan.
Penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Ny. E adalah seorang ibu rumah tangga. Anaknya
adalah seorang pelajar.
4. Dinamika Keluarga
Hubungan keluarga satu sama lain selama ini tidak ada
masalah. anaknya lebih dekat dengan ibunya dibanding dengan
ayahnya. Pasien dengan suaminya tergolong dekat namun pasien
terdapat pertengkaran kecil namun dapat diselesaikan setelah
dilakukan diskusi.

GAMBAR

C. Penilaian Status Kesejahteraan Keluarga


a. Lingkungan Tempat Tinggal
Status kepemilikan rumah : Kontrakan
Daerah perumahan : Padat penduduk

92
Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal

Status kepemilikan rumah : Kontrak


Daerah perumahan : Padat penduduk

Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan

Luas rumah : 6 x 3 m2 Keluarga Tn. N tinggal di rumah


kontrakan di daerah perumahan yang
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 3 orang
padat penduduk. Luas rumah Tn. N 6 x
Lantai rumah dari: Keramik 3 m2 dengan jumlah penghuni rumah 3
Dinding rumah dari: Tembok orang. Lantai rumah terbuat dari
keramik, dinding rumah dari tembok,
Jamban keluarga: Ada
ada jamban keluarga dan dengan
Tempat bermain: Tidak ada penerangan yang cukup.

Penerangan listrik: Cukup

Ketersediaan air bersih: Ada

Tempat pembuangan sampah: Ada

b. Kepemilikan barang barang berharga


- Satu unit televisi
- Dua unit kipas angin
- Satu unit kompor gas
- Satu unit kulkas
- Satu unit rice cooker
- Satu unit motor

93
c. Denah Rumah

6. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku Berobat
Apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, Tn. N
membawa keluarganya berobat ke Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih.
b. Perilaku Terhadap Makanan
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan 3x
sehari dan meminum secangkir teh setiap pagi. Pasien mengaku
setiap hari pasien sering jajan goreng-gorengan dan minum-
minuman dingin. Pasien mengatakan jarang meminum air putih,
dalam sehari pasien hanya menghabiskan air putih kurang lebih
sebotol minum berukuran 650 ml.
c. Perilaku Terhadap Pelayanan
Kesehatan

94
Keluarga Ny. E menggunakan asuransi kesehatan berupa BPJS.

d. Perilaku Terhadap Lingkungan


Kesehatan
Ny.E merupakan orang yang sadar akan
kebersihan. Keluarga Ny. E sering ikut kerja bakti
membersihkan lingkungan di sekitar temnpat tinggal.
7. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 3. Pelayanan Kesehatan

Faktor Keterangan Kesimpulan

Ny. E berobat ke
Aksesibilitas Motor Puskesmas menggunakan
motor.

Tarif pelayanan kesehatan Gratis Ny. E berobat dengan


gratis di puskesmas
dengan menggunakan
BPJS
Kualitas pelayanan kesehatan Memuaskan Pelayanan serta kualitas
pelayanan dirasakan Ny.
E cukup baik

8. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


A. Kebiasaan makan:
Keluarga Tn. N makan sebanyak 2-3 kali sehari; makan pagi,
siang, malam hari dengan menu makanan yang bervariasi dan
dimasak sendiri oleh Ny. E. Menu makanan seperti ikan, tempe, tahu,
telur, sayuran dan sesekali mengonsumsi buah-buahan. Keluarga Tn.

95
N memiliki kebiasaan meminum secangkir teh setiap pagi dan sering
jajan goreng-gorengan dan minum-minuman dingin.

B. Menerapkan pola gizi seimbang:


Menu makanan keluarga yang selalu ada setiap harinya adalah nasi,
lauk pauk seperti ayam, ikan, dan kadang disertai sayur atau tahu dan
tempe yang digoreng. Ny. E biasanya menyertai makan dengan minuman
seperti teh manis.

Tabel 4. Food Recall Pasien Dalam Tiga Hari


24 April 2017
PAGI
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Tumis 25 kkal 5 gr
kangkung

Tempe 75 kkal 7 gr 4 gr 8 gr
goreng 2 buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

SIANG
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ikan 1 potong 50 kkal 7 gr 2 gr


sedang

96
SIANG
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Tahu goreng 2 75 kkal 7 gr 4 gr 5 gr


buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

Air putih 1
gelas

MALAM
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ayam 1 50 kkal 7 gr 2 gr
potong

Sayur bayam 25 kkal

Tempe 75 kkal 7 gr 4 gr 8 gr
goreng 2
buah

Air putih 2
gelas

JUMLAH 1085 kkal 174,6 gr 38 gr 20 gr

97
25 April 2017
PAGI
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ikan 1 potong 50 kkal 7 gr 2 gr


sedang

Tempe 75 kkal 7 gr 4 gr 8 gr
goreng 2
buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

SIANG
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ayam 1 50 kkal 7 gr 2 gr
potong

Tahu goreng 75 kkal 7 gr 4 gr 5 gr


2 buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

Air putih 1
gelas

98
MALAM
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ayam 1 50 kkal 7 gr 2 gr
potong

Sayur buncis 25 kkal

Tempe 75 kkal 7 gr 4 gr 8 gr
goreng 2
buah

Air putih 2
gelas

JUMLAH 1110 kkal 169,6 gr 45 gr 27 gr

26 April 2017
PAGI
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi uduk 1 260 kkal 32,8 gr 4 gr 12,5 gr


porsi

Bakwan 1 281 32,5 gr 6,5 gr 7,5 gr


buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

99
SIANG
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Ayam 1 50 kkal 7 gr 2 gr
potong

Tahu goreng 75 gr 7 gr 4 gr 5 gr
2 buah

Teh manis 1 55 kkal 14,3 gr


gelas

Air putih 1
gelas

MALAM
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kal 40 gr 4 gr

Ikan 1 potong 50 kkal 7 gr 2 gr


sedang

Air putih 2
gelas

JUMLAH 1226 kkal 180,9 gr 36,5 gr 29 gr

Keterangan : Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Ny. E pada


tanggal 24-26 April 2017 adalah 1.090 kalori.

100
Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca
Jumlah kebutuhan kalori perhari :
- Kebutuhan kalori basal = (perempuan)
BB ideal x 25 kalori = 42,3 kg x 25 kalori = 1.057 kalori
- Koreksi
Aktivitas (ringan) = + (15% x 1.057) = + 158.5 kalori
BB lebih = - (20% x 1.057)= - 211.4
Stress metabolik (sedang) = + (20% x 1.057) = + 211.4 kalori
Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah:
1.057 + 158.5 - 211.4 + 211.4 = 1.215,5
- Kebutuhan Karbohidrat : 60% x 1.215,5 = 729.3 Kal = 182.3
gr
(4 kalori setara dengan 1 gr Karbohidrat)
- Kebutuhan Protein : 20% x 1.215,5 = 243.1 Kal = 60.7 gr
(4 kalori setara dengan 1 gr Protein)
- Kebutuhan Lemak : 20% x 1.215,5 = 243.1 Kal = 27 gr
(9 kalori setara dengan 1 gr lemak)
Kesan : Jenis yang dikonsumsi sudah sesuai, namun jumlah jenis dan
jumlah kalori yang dikonsumsi masih berlebih
9. Pola Dukungan Keluarga
1. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga
Pasien masih ditemani berkomunikasi oleh suami dan anaknya
walaupun jarang karena kesibbukannya masing-masing. Sarana
pelayanan kesehatan cukup memuaskan dan jarak dari rumah pasien
tidak terlalu jauh. Biaya pelayanan kesehatan pasien yang bersumber
dari BPJS dirasa sangat membantu pasien berobat sampai keluhan
berkurang.
2. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga
Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam kesembuhan
Ny. E antara lain, kebiasaan jajan goreng-gorengan dan minum-
minuman dingin yang tetap tidak dihindari pasien saat sakit, jarangnya
pasien meminum air putih, dan pasien jarang berolahraga. Keluarga

101
kurang mendukung atas kesembuhan pasien. Kurangnya komunikasi
suami dengan pasien dikarenakan waktu yang terbatas karena
pekerjaan.
Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga
Kebiasaan jajan goreng-gorengan dan minum-minuman dingin yang
tetap tidak dihindari Ny. E saat sakit, jarangnya meminum air putih, dan
jarang berolahraga
Komunikasi yang kurang baik antara Ny. E dengan suami karena
kesibukan pekerjaannya

102
BAB II

DIAGNOSIS HOLISTIK

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)

1. Aspek personal:
a. Kedatangan: Batuk sejak 3 hari SMRS
b. Anggapan: Pasien menganggap penyakitnya dapat
disembuhkan
c. Harapan: Pasien berharap penyakitnya dapat sembuh
dan hanya memerlukan biaya yang sedikit.
d. Kekhawatiran: Pasien khawatir bahwa biaya untuk
penyakitnya membutuhkan biaya yang besar.
e. Persepsi: Keluarga pasien yakin keadaan pasien dapat
disembuhkan dengan pengobatan yang diberikan, karena
menurut ia dan keluarganya kualitas pelayanan
kesehatan di Puskesmas Kecamatana Cempaka Putih
cukup baik.
f. Religi: Pasien percaya bahwa sehat dan sakit datangnya
hanya dari Allah SWT. Keluarga pasien yakin bahwa
Allah SWT akan selalu membantu dalam proses
penyembuhan pasien.

2. Aspek klinik:
a. Diagnosis kerja: Faringitis akut
b. Dasar diagnosis: Didapatkan dari anamnesis, riwayat
penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, serta
pemeriksaan fisik.

103
3. Aspek risiko internal:
a. Pola makan: Pasien memiliki pola makan yang bergizi
namun tidak seimbang.

b. Kebiasaan: Pasien sering jajan goreng-gorengan dan


minum-minuman dingin. Selain itu pasien juga jarang
minum air putih dan jarang berolahraga.

4. Aspek psikososial keluarga:


Karena terbatasnya waktu oleh pekerjaan, Suami pasien
kurang memperhatikan kesehatan Ny. E baik dari segi asupan
makanan hingga aktivitas pasien.

5. Aspek fungsional:

Menurut skala ICPC pasien termasuk derajat 2 yaitu


terbatas dalam melakukan aktivitas berat tapi masih bisa
dirawat jalan dan bisa melakukan pekerjaan yang ringan
seperti pekerjaan rumah tangga

104
B. Rencana Pelaksanaan
Table 5. Rencana Penatalaksanaan
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hal yang diharapkan

Aspek - Menjelaskan pasien bahwa batuk yang diderita pasien Pasien Saat di Pasien paham untuk
Personal merupakan faringitis atau yang biasa dikenal radang Puskesmas merubah kebiasaan
tenggorokan dan saat makan, minum, minum
- Menjelaskan pasien bahwa penyakit pasien dapat sembuh kunjungan obat secara teratur, serta
selain dengan minum obat teratur, pasien harus menghindari rumah rajin berolahraga.
sementara faktor risiko seperti makan goreng-gorengan dan
minum-minuman dingin.
- Menjelaskan kepada pasien karena pasien telah memiliki kartu
BPJS sehingga biaya ditanggung oleh BPJS
- Menjelaskan pasien bahwa untuk kesehatan pasien dibutuhkan
minum air putih yang banyak dan memerlukan diet agar berat
badan pasien ideal dibantu dengan berolahraga selama jam
dalam 3-4x/minggu

105
Table 5. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hal yang diharapkan

Aspek - Farmakologi Pasien Saat di Pasien mau meminum


Klinis Cefadroxil 2x200 mg tab X Puskesmas obat secara teratur dan
Loratadine 1x10 mg tab V dan saat menghindari faktor risiko
- Non Farmakologi kunjungan agar tidak memperberat
Edukasi untuk menghindari minum-minuman dingin rumah ataupun berukangnya
dan makanan berminyak dan manis. penyakit.

Aspek - Menyarankan pasien untuk memiliki pola makan dengan Pasien Saat di Pasien mau merubah pola
Risiko gizi seimbang (terlampir) dan Puskesmas makan dengan gizi
Internal - Menyarankan pasien untuk berolahraga, seperti jalan cepat keluarga dan saat seimbang dan rutin
keliling perumahan selama 30 menit dalam 3-4x/minggu pasien kunjungan berolahraga untuk
- Menyarankan pasien untuk meminum lebih banyak air putih rumah mencegah berulangnya
sekitar 8 gelas per hari. penyakit

106
Table 5. Rencana Penatalaksanaan (lanjutan)
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hal yang diharapkan

Aspek - Menyarankan suami pasien untuk meluangkan waktu sebelum Pasien dan Saat di Keluarga pasien lebih
Psikososial berangkat atau sesudah pulang kerja agar lebih keluarga Puskesmas memperhatikan mengenai
Keluarga memperhatikan pola makan dan aktivitas pasien pasien dan saat pola makan dan aktivitas
- Menyarankan pasien untuk lebih aktif mengikuti kegiatan kunjungan pasien sehari-hari
olahraga yang ada di lingkungan tempat tinggal pasien rumah

Aspek - Menyarankan pasien untuk meminum obat secara teratru, Pasien Saat di Pasien dapat sembuh dari
Fungsional menghindari faktor risiko berupa makan goreng-gorengan, Puskesmas penyakit ini dan tidak
menjaga pola makan dengan gizi seimbang dan rutin dan saat terulang kembali
berolahraga kunjungan
rumah

107
C. Prognosis

1. Ad vitam: ad bonam

2. Ad sanactionam: dubia ad bonam

3. Ad Functionam : dubia ad malam

108
Lampiran I

10 pola gizi seimbang yaitu


1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan;
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein
tinggi;
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok;
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
6. Biasakan sarapan pagi;
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan
normal

109
Lampiran II

110
STUDI KASUS PASIEN INFEKSI DIARE AKUT PADA DEWASA
DENGAN MASALAH KEBIASAAN MENCUCI TANGAN TIDAK
MEMAKAI SABUN MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK DI
PUSKESMAS KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

KELOMPOK 1

Zakirah B F A 1102012316

Pembimbing :
Dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE APRIL - MEI 2017

111
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus Infeksi Diare Akut Pada Dewasa Dengan Masalah
Kebiasaan Mencuci Tangan Tidak Memakai Sabun Melalui Pendekatan
Holistik di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih pada periode 24 April 26
Mei 2017 ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka
memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing

dr. Erlina Wijayanti, M.PH

112
BAB I
IDENTITAS PASIEN

I. Berkas Pasien
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. T
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir: Cilacap, 27 Juli 1962
Umur : 54 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jl. Rawa Sari Timur
Suku Bangsa : Jawa
Tempat berobat : Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih - Jakarta
Pusat
Tanggal berobat : Rabu, 26 April 2017

B. Anamnesis
Dilakukan secara Autoanamnesa pada hari Rabu tanggal 26 April
2017 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dan pada hari Jumat tanggal
28 April 2017 pukul 16.00 WIB di Rumah pasien.
1. Keluhan Utama :
BAB cair sejak 3 hari yang lalu
2. Keluhan Tambahan :
Sakit perut, mual, muntah, dan demam sejak 3 hari yang lalu
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Seorang perempuan dewasa datang ke Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih dengan keluhan BAB cair sebanyak 5 kali perhari sejak
3 hari yang lalu. Buang air besar bervolume kurang lebih setengah gelas
aqua, dengan konsistensi cair bercampur dengan sedikit ampas dan
lender, namun tidak ditemui adanya darah. Warna tinja tidak seperti air
cucian beras dan tidak berbau busuk. Pasien juga mengeluhkan demam
disertai sakit perut melilit dan mual muntah. Demam dirasa tidak sampai

113
dengan meriang, naik perlahan-lahan dan dominan di sore hari. Muntah
sebanyak 2 kali perhari berisi makanan yang dimakan, tidak disertai
darah. Nafsu makan pasien pun dirasa menurun.
Tidak ada keluhan pada saluran kencing pasien. Pasien mengaku
sering tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Pasien
mengaku 3 hari yang lalu makan bersama-sama tetangga nya pada acara
arisan di rumahnya, namun pasien tidak mencuci tangannya terlebih
dahulu menggunakan sabun sebelum makan, padahal pada saat itu
pasien sehabis beres-beres rumah. Tidak ada tetangganya yang
mengalami keluhan yang sama dengan pasien.
Pasien menghawatirkan sakitnya ini membutuhkan pemulihan yang
lama. Pasien berharap dengan berobat kedokter sakitnya ini akan segera
sembuh dan Ia dapat kembali berjualan sehingga dapat membantu
pemasukan keluarga. Selama sakit ini pasien tetap rajin beribadah dan
selalu berdoa untuk kesembuhannya.

4. Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku tidak pernah mengalami keluhan yang sama
sebelumnya. Adanya riwayat DM, penyakit jantung, kolesterol, dan
sakit ginjal disangkal oleh pasien.
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga pasien yang memiliki sakit yang sama.
Riwayat penyakit DM, hipertensi, kolesterol, sakit ginjal, dan sakit
jantung disangkal.
6. Riwayat Berobat :
Pasien belum pernah berobat sebelumnya untuk sakitnya ini.
7. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke
bawah. Pasien tinggal di rumah milik sendiri bersama keempat
anaknya dan seorang mantunya. Pasien bekerja sebagai pedagang
bakso di rumahnya. Suami pasien sudah meninggal. Pasien dan
keluarga mendapatkan biaya kehidupan sehari-hari dari hasil
dagangannya dan dari hasil kerja anak pertamanya.

114
Penghasilan pasien Rp.300.000,-/bulan. Anak pertama
pasien bekerja sebagai pegawai swasta dengan penghasilan
Rp2.400.000,-/bulan. Anak kedua pasien telah menikah dan bekerja
sebagai supir odong-odong keliling dengan penghasilan Rp.100.000
200.000,-/bulan yang cukup digunakan untuk kebutuhannya dan
istri. Menantu pasien, yang mana merupakan istri dari anak
keduanya, bekerja sebagai pegawai swasta dengan penghasilan tidak
diketahui oleh pasien. Anak ketiga dan keempat pasien melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi. Kedua nya bekerja sambil kuliah
dengan penghasilan yang masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari
keduanya, sehingga sesekali keduanya masih meminta uang kepada
kakak pertamanya.
8. Riwayat Kebiasaan :
Kegiatan sehari-hari pasien sebelum sakit adalah pedagang
bakso dirumahnya sendiri. Pasien juga rutin mengikuti arisan RT nya.
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan mencuci tangan tidak
memakai sabun ketika akan makan dan pasien juga jarang berolah
raga.

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis

2. Vital Sign
a. Tekanan darah : 130/80 mmHg
b. Respirasi : 20 x/menit
c. Nadi : 80 x/menit, reguler
d. Suhu : 37,9 C

3. Status Gizi
a. Berat badan : 86 kg
b. Tinggi badan : 165 cm

115
c. IMT : BB(kg) : TB(m)2 = 86 kg : (1,65 meter) = 31,5
kg/m (Obes II)
d. Status gizi : Obesitas grade II

4. Status Generalis
a. Kepala
a) Bentuk : Normocephal
b) Rambut : Hitam sudah mulai ditumbuhi uban
b. Mata : pupil bulat, isokor, RCL+/+, RCTL +/+,
konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
ataupun hiperemis, cekung -/-.
c. Telinga : Normotia, tidak ada secret yang keluar.
d. Hidung : Septum tidak deviasi, sekret tidak ada
e. Bibir : Tidak kering, warna merah muda.
f. Mulut : Mukosa buccal kemerahan.
g. Tenggorokan : Tonsil (T1-T1), Faring tidak hiperemis
h. Leher : Trakea ditengah, pembesaran kelenjar getah bening
(-), pembesaran kelenjar tiroid (-)

i. Thorak :

Dinding thorax
Inspeksi: simetris pada keadaan statis dan dinamis
PARU
o Inspeksi : kedua lapang paru bergerak simetris saat bernapas,
tak ada retraksi
o Palpasi : gerakan dinding dada simetris kanan dan kiri, vocal
fremitus teraba sama kuat di kedua lapang paru.
o Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru.
o Auskultasi : suara napas vesikuler dikedua lapang paru, tidak
ada rhonki ataupun wheezing

116
JANTUNG
o Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat.
o Palpasi : Iktus cordis teraba di linea midklavikularis kiri
setinggi ICS V.
o Perkusi :
Batas kiri jantung : linea midklavikularis sinistra
setinggi ICS V
Batas pinggang jantung : linea parasternal sinistra setinggi
ICS III
Batas kanan jantung : linea sternalis dekstra setinggi ICS
IV
o Auskultasi : BJ I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)

j. Abdomen

o Inspeksi : cembung, tidak tampak adanya massa, bekas luka,


ataupun pelebaran pembuluh darah
o Auskultasi : BU (+) meningkat
o Palpasi : Nyeri tekan (+), turgor baik, tidak teraba
pembesaran hati dan lien
o Perkusi : timpani pada ke-4 kuadran abdomen

k. Ekstremitas : akral hangat, edema (-/-/-/-), sianosis (-/-/-/-)

D. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Darah rutin
- Analisa feses

117
II. BERKAS KELUARGA

A. Profil Keluarga

1. Karakteristik Keluarga
1. Identitas Kepala Keluarga : Ny. T
2. Identitas Pasangan : Tn. H (cerai mati)
3. Struktur Komposisi Keluarga :
Bentuk keluarga ini merupakan tipe single parent family dengan Ny.
T sebagai kepala keluarga. Dari hasil pernikahan Tn. H dan Ny. T, memiliki
4 orang anak yang bernama Tn. W, Tn. Y, Tn.S, dan Tn. K. Anak pertama
Ny.T belum menikah, bekerja sebagai pegawai swasta. Anak kedua telah
menikah dan bekerja sebagai supir odong-odong keliling, sedangkan
istrinya, Ny. I, bekerja sebagai pegawai swasta. Anak ketiga dan keempat
adalah anak kembar yang mana kedua nya sedang melanjutkan sekolah di
perguruan tinggi sambil bekerja sambilan

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
dalam
Keluarga

1. Ny. T Kepala Keluarga P 54 SMA Pedagang


bakso dan Ibu
Rumah Tangga

2. Tn. W Anak pertama L 26 S1 Pegawai


akuntansi Swasta

3 Tn. Y Anak kedua L 21 SMA Penarik odong-


odong keliling

4 Ny. I Istri Tn.Y P 20 SMA Pegawai


swasta

118
Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah (lanjutan)
No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
dalam
Keluarga

5 Tn. S Anak ketiga L 18 S1 Mahasiswa


akuntansi

6 Tn. K Anak keempat L 18 S1 IT Mahasiswa

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2. Karakteristik Rumah Dan Lingkungan Tempat Tinggal


Karakteristik Rumah dan Kesimpulan
Lingkungan

Luas rumah : 8 x 6 m2 Keluarga Ny. T tinggal di rumah milik sendiri di


Jumlah penghuni dalam satu daerah perumahan yang padat penduduk.
rumah : 6 orang Rumah Ny. T tepat menghadap ke jalan raya,
Lantai rumah dari: Keramik sehingga penghuni rumah sering terpapar polusi
Dinding rumah dari: Tembok udara. Luas rumah Ny.T 8 x 6 m2 dengan jumlah

Jamban keluarga: Ada penghuni rumah 6 orang. Lantai rumah terbuat


dari keramik, dinding rumah dari tembok, ada
Penerangan listrik: kurang
jamban keluarga dan dengan penerangan yang
Ketersediaan air bersih: Ada
masih kurang. kebersihan rumah Ny. T masih
Tempat pembuangan sampah:
kurang karena sering terdapat tikus di dapur
Ada

b. Kepemilikan barang-barang berharga


Satu unit kulkas Dua unit rice cooker
Satu unit dispenser Satu unit motor
Satu unit kipas angin
Satu unit kompor gas

119
c. Denah Rumah

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku keluarga terhadap sakit dan penyakit
Seluruh anggota keluarga yang sakit selalu berobat ke Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih
b. Perilaku keluarga terhadap pelayanan kesehatan
Seluruh anggota keluarga Ny. T berobat menggunakan asuransi
kesehatan beupa BPJS
c. Perilaku keluarga terhadap makanan
Ny. T memiliki kebiasaan makan 2x sehari, yaitu makan pagi dan siang,
sedangkan malam hari Ny. T sesekali makan buah-buahan. Anak-anak
Ny.T beraktifitas di luar rumah sehingga kebiasaan makannya kurang
diketahui Ny.T.
d. Perilaku keluarga terhadap lingkungan

120
Sebelum sakit, Ny. T sering membersihkan rumahnya sendiri tidak di
bantu oleh anggota keluarga lainnya. Semenjak sakitnya ini Ny.T tidak
lagi membersihkan rumahnya, sehingga terlihat sangat tidak terawat.

4. Pola konsumsi makan keluarga


a. Kebiasaan makan
Menu makanan sehari-hari keluarga Ny. T kurang bervariasi. Ny.T
sering memasak sendiri makanannya tetapi terkadang Ny.T membelinya.
Menu makanan yang sering dimakan terdiri dari nasi, sayur, dan lauk.
Lauk yang sering dimasak berupa tahu, tempe ayam, dan sesekali ikan.
Keluarga ini jarang memakan daging dikarenakan harganya yang cukup
mahal. Ny.T makan sehari 2x di pagi dan siang hari, pada malam hari
Ny.T sesekali memakan buah.
b. Upaya penerapan pola gizi seimbang

Tabel 3. Food Recall pada Tanggal 25 April 2017


Karbo
Kalori Protein Lemak
Waktu Makanan hidrat
(kkal) (gr) (gr)
(gr)
25 April 2017
Pagi 1 porsi nasi uduk 260 32,84 4,07 12,5
(160gr)
Snack pagi 2 potong tempe 68 3,58 4 4,56
goreng tepung
3 potong tahu goreng 77 2,97 4,87 5,72
tepung
Siang 1 porsi nasi putih 135 29,3 2,7 0,29
1 potong Ayam 211 7,49 16,03 12,58
tumis kangkung 25 5 4 5
minyak kelapa 1 sdm 90 10
Snack sore 1 porsi indomie 380 54 8 14
goreng
Malam Buah pepaya 55 13,73 0,85 0,2
Total 1301 148,91 52,52 64,85

121
Tabel 4. Food Recall pada Tanggal 26 April 2017
Waktu Makanan Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(kkal) (gr) (gr) (gr)
26 April 2017
Pagi 1 porsi nasi uduk 260 32,84 4,07 12,5
(160gr)
Snack pagi 2 potong tempe 68 3,58 4 4,56
goreng tepung
3 potong tahu goreng 77 2,97 4,87 5,72
tepung
Siang 1 porsi nasi putih 135 29,3 2,7 0,29
1 potong ikan goreng 200 2,38 20,59 11,41
1 porsi sayur bening 37 3,39 2,69 2,07
Total 777 74,46 38,92 36,61

Tabel 5. Food Recall pada Tanggal 27 April 2017


Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Waktu Makanan
(kkal) (gr) (gr) (gr)
27 April 2017
Pagi 1 porsi nasi putih 135 29,3 2,7 0,29
1 porsi tempe orek 165 2 6 3,5
Siang 1 porsi bakso 218 8,18 13,4 14,22
2 potong tempe 68 3,58 4 4,56
goreng tepung
Snack sore 1 porsi indomie 380 54 8 14
goreng
Malam Buah pepaya 55 13,73 0,85 0,2
Total 1021 110,79 34,95 36,77

Keterangan: Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Ny.T adalah 1033
kalori. Dengan rata-rata asupan karbohidrat 111,38 gr, protein 42,12gr, dan
lemak 138,23 gr.

122
Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

Perhitungan jumlah kalori ditentukan oleh status gizi, umur, ada


tidak nya stress akut, dan kegiatan jasmani. Penentuan status gizi dapat
dipakai indeks masa tubuh (IMT) atau rumus brocca.
Penentuan status gizi Ny.T berdasarkan rumus brocca : berusia 54
tahun, mempunyai tinggi badan 165 cm dan berat badan 86 kg, dalam
kesehariannya melakukan aktivitas sedang.

Menghitung berat badan ideal menurut rumus Broca


Perhitungan Berat Badan Ideal Ny. T= (TB-100)-([TB-100] x 10%)
= (165-100)-([165-100] x 10%)
= 65 6, 5 = 58, 5
Menghitung Index Massa Tubuh menurut WHO
IMT = BB (kg) : TB (m)2
= 86: 1.652 = 31,5 (obes II)
Estimasi Kebutuhan Energi Basal Ny. T
= BB ideal x 25 kalori/kg = 58,5 x 25 = 1462,5 kkal

Kebutuhan energy 20% (berat badan gemuk) + 20% (aktivitas sedang (ibu
rumah tangga) =1462,5 292,5 + 292,5 = 1462,5 kkal/hari 1400 kkal/hari
Kebutuhan Karbohidrat Ny.T = 60 % x kebutuhan energi
= (60 % x 1400 kalori) : 4 = 210 gr
Kebutuhan Protein Ny.T = 15% x kebutuhan energi
= (15% x 1400 kalori) : 4 = 53 gr
Kebutuhan Lemak Ny.T = 25% x kebutuhan energi
= (25% x 1400 kalori) : 9= 39 gr
Interpretasi terhadap food recall pasien:

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Ny.T mendapat rata-rata total
kalori per hari masih dibawah energi/kalori total yang dibutuhkan.

Kesan : Jumlah kalori belum sesuai dengan kebutuhan kalori harian, rendah
karbohidrat, rendah protein, dan tinggi lemak. Makanan yang dihidangkan juga
belum bervariasi.

123
5. Pola dukungan keluarga
a. Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga
Ketika sakit Ny.T terkadang dianter oleh keluarganya untuk
berobat ke puskesmas cempaka putih. Namun, Ny.T lebih sering
berobat sendiri tanpa dianter oleh anggota keluarganya.
Anak-anak Ny.T selalu mengingatkan NY. T untuk kontrol
kesehatannya di puskesmas ketika Ny.T jatuh sakit.

b. Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga


Ny. T sering ditinggal sendiri di rumah nya karena seluruh
anaknya sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas luar rumah dari pagi
hingga sore hari. Sehingga, ketika jatuh sakit tidak ada yang dapat
menemani Ny.T di rumah.
Ketika sakit tidak ada yang dapat membantunya membersihkan
rumah, sehingga rumah terlihat berantakan dan kurang terawatt
ketika Ny.T sakit.

B. Genogram
1. Bentuk Keluarga
Bentuk keluarga ini adalah The single-parent family karena keluarga ini
terdiri dari satu orang tua (ibu) dengan anak-anaknya.
2. Tahapan Siklus Keluarga
Menurut Duvall (1977) keluarga Ny.T berada pada tahapan ke VI yaitu
keluarga melepas anak usia dewasa (mulai meninggalkan rumah).
3. Fungsi Keluarga

a. Fungsi biologis
Keluarga ini dapat meneruskan keturunan, memelihara dan
membesarkan keturunan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pernikahan
Ny. T dan suami mempunyai 4 orang anak.
b. Fungsi psikologis
Intensitas bertemu Ny. T dengan keempat anaknya tergolong jarang.
Karena keempat anak dan menantunya nya akan kembali pulang

124
kerumah selepas kerja ataupun aktivitas kampus selsai sekitar sore
hingga malam hari. Namun, menururt pengakuan Ny.T Ia dan keempat
anaknya memeiliki komunikasi yang baik satu sama lain ketika berada
di rumah.
c. Fungsi sosial
Ny.T sering bersosialisasi dengan tetangga dekat rumahnya, sering
mengikuti arisan RT, dan pertemuan warga. Anak pertama Ny.T
kurang baik interaksi dengan tetangga karena sering menghabiskan
waktu di luar rumah. Anak kedua nya jarang berinteraksi dengan
tetangga, sepulang kerja Ia hanya menyindiri dikamar. Anak ketiga dan
keempat memiliki hubungan social yang baik dengan tetangga dan
sering mengikuti aktivitas di kampusnya.
d. Fungsi ekonomi
Penghasilan keluarga ini terutama didapatkan dari gaji Tn.W. Gaji
yang didapatkan per bulan kurang lebih Rp. 2.400.000 cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari selama 1 bulan, sedangkan
penghasilan yang di dapatkan oleh Tn Y dan Ny.I hanya cukup untuk
membiayai kebutuhan keluarga kecilnya saja. Kebutuhan biaya
berobat keluarga Ny.T dapat di selesaikan oleh BPJS.
e. Fungsi pendidikan
Seluruh anak-anak Ny. T mencapai pendidikan tinggi minimal setara
SMA hingga perguruan tinggi.
5. Family map

125
Identifikasi Masalah yang Terdapat dalam Keluarga
1. Pasien memiliki kebiasaan yang buruk dalam menjaga kebersihan
tangannya dapat dilihat dari kebiasaan tidak mencuci tangan dengan
sabun sebelum makan.
2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan yang baik dan benar
dalam menjaga kebersihan rumah
3. Pasien masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai makanan
gizi seimbang.

126
BAB II

DIAGNOSIS HOLISTIK

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1. Aspek personal:
a. Alasan kedatangan: BAB cair sejak 3 hari SMRS
b. Harapan: Pasien berharap penyakitnya dapat sembuh
dengan segera
c. Kekhawatiran: Sakitnya membutuhkan waktu yang lama
untuk sembuh
d. Anggapan: Pasien menganggap penyakitnya dapat
disembuhkan dengan berobat ke dokter.

2. Aspek klinik:
a. Diagnosis kerja: Gastroenteritis akut ec suspect bacterial
b. Dasar diagnosis: Didapatkan dari anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

3. Aspek risiko internal:

a. Pola makan: Pasien memiliki pola makan yang kurang


bergizi dan tidak seimbang yaitu rendah karbohidrat dan
protein tetapi tinggi lemak.
b. Kebiasaan: Kebiasaan makan makanan tiggi lemak
seperti goreng-gorengan, kebiasaan tidak mencuci
tangan dengan sabun sebelum makan, dan kurangnya
berolah raga.

4. Aspek psikososial keluarga:


Pasien dan anggota keluarga lainnya jarang bertemu,
sehingga pasien kurang inten mendapat perhatian dan perawatan
ketika sakit dari anak-anaknya. Namun, menurut pasien
komunikasi antar keluarga cukup baik.

127
5. Aspek fungsional:
Menurut ICPC pasien termasuk derajat 3 yaitu terdapat
beberapa kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari,
hanya dapat melakukan pekerjaan ringan dan masih dapat
merawat diri.

128
B. Rencana Penatalaksanaan
Tabel 6. Rencana penatalaksaan berdasarkan 5 aspek diagnosis holistik
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek Memberikan pengertian kepada pasien agar Pasien Saat pasien Pasien yakin bahwa sakitnya ini
Personal tidak perlu khawatir terhadap sakitnya, karena berobat ke insyaAllah akan sembuh
setiap penyakit Allah pasti menyediakan Puskesmas Pasien mengetahui bahwa penyebab
obatnya. dan saat sakitnya juga disebabkan oleh pola
Menjelaskan kepada pasien bahwa untuk kunjungan hidup tidak sehat
dapat sembuh, tidak hanya dengan meminum ke rumah
obat dokter saja tetapi juga dengan pasien
menerapkan pola hidup sehat.

Aspek Menjelaskan mengenai penyakit infeksi diare Pasien Saat pasien Pasien memahami dan mengerti
klinik akut, faktor-faktor yang dapat menyebabkan berobat ke tentang penyakitnya dan menghindari
terjadinya diare dan cara pencegahannya. puskesmas faktor resiko yang dapat
Memberikan obat berupa: dan saat menyebabkan diare
- Nifuroxazide 200mg(4x1) kunjungan Mengurangi keluhan pasien sehingga
ke rumah pasien dapat melakukan aktivitas
pasien tanpa gangguan dan mencegah
timbulnya komplikasi

129
Tabel 6. Rencana penatalaksaan berdasarkan 5 aspek diagnosis holistik (lanjutan)
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan
- Loperamide 2 mg
diminum pertama kali dua tablet, kemudian
diminum satu tablet tiap kali BAB. Tidak boleh
melebihi 8 tablet dalam sehari.
- Domperidone 10 mg diminum 3 x 1 tablet sebelum
makan
-Parasetamol 500 mg diminum 3 x 1 tablet
- Perbanyak minum air mineral 2L/hari untuk
mencegah dehidrasi.
Aspek Menjelaskan menu gizi seimbang sesuai Pasien Saat pasien Pasien dan keluarga mengkonsumsi
risiko kebutuhan kalori pasien (terlampir) dan berobat ke makanan dengan menu yang lebih sehat
internal Mengajarkan cara cuci tangan yang baik dan keluarga puskesmas dan bergizi sesuai kebutuhan kalori
benar dengan 6 langkah WHO dan menjelaskan pasien. dan saat Pasien dan keluarga rajin mencuci
waktu-waktu diharuskan mencuci tangan kunjungan tangan menggunakan sabun pada waktu
menggunakan sabun. ke rumah waktu yang ditentukan.
pasien.

130
Tabel 6. Rencana penatalaksaan berdasarkan 5 aspek diagnosis holistik
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan
Menjelaskan kepada pasien pentingnya Kondisi tubuh pasien selalu fit
berolahraga rutin setidaknya 30 menit/ hari
Aspek Menjelaskan kepada keluarga bahwa pasien Keluarga Saat pasien Keluarga pasien lebih memperhatikan
psikososial membutuhkan perhatian dan perawatan lebih pasien berobat ke dan memebrikan dukungan kepada
keluarga ketika sakit puskesmas pasien
dan saat
kunjungan
ke rumah
pasien
Aspek Menjelaskan kepada pasien agar beristirahat Pasien Saat pasien Mencapai kondisi kesehatan yang
fungsional yang cukup berobat ke optimal dan agar dapat beraktivitas
puskesmas seperti biasa
Menyarankan agar pasien tidak melakukan
dan saat
aktivitas yang membuatnya mudah lelah
kunjungan
Meminum obat secara teratur ke rumah
pasien

131
C. Prognosis
1. Ad vitam: ad bonam
2. Ad Functionam : dubia ad bonam
3. Ad sanactionam: dubia ad malam

132
Lampiran I : Gizi Seimbang Sesuai Usia Dan Kalori
Pesan gizi seimbang untuk usia lanjut (Kementerian Kesehatan RI, 2014):
1. Menu gizi seimbang sesuai kebutuhan kalori pasien. Banyak makan sayuran dan
cukup buah-buahan. Secara umum sayur dan buah merupakan sumber berbagai
vitamin, mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung
dalam sayur dan buah berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat
dalam tubuh. Berbeda dengan sayur, buah juga menyediakan karbohidrat terutama
berupa fruktosa dan glukosa. Sayur tertentu juga menyediakan karbohidrat, seperti
wortel dan kentang sayur. Sementara buah tertentu juga menyediakan lemak tidak
jenuh seperti buah alpokat dan buah merah. Oleh karena itu konsumsi sayuran dan
buah-buahan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang.
2. Biasakan mengonsumsi makanan sumber kalsium seperti ikan dan susu. Kepadatan
tulang usia lanjut mulai berkurang sehingga beresiko mengalami pengeroposan
tulang/osteoporosis. Selain itu sistim gigi geligi tidak sempurna dan rapuh sehingga
untuk mencegah kondisi yang lebihparah dianjurkan untuk mengkonsumsi pangan
sumber kalsium terutama dari ikan dan susu.
3. Batasi mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi natrium/garam. Natrium
merupakan elektrolit dalam tubuh yang mempunyai peran yang sangat penting,
namun apabila jumlah natrium dalam tubuh meningkat akan mengakibatkan kondisi
yang disebut hipernatriumia. Pada kondisi tersebut akan terjadi ketidakseimbangan
elektrolit di dalam dan di luar sel yang akan mengakibatkan oedema/pembengkakkan
pagian bagian tertentu tubuh. Oleh karena itu, kelompok usia lanjut harus berusaha
mempertahankan kondisi natrium darah tetap normal dengan cara mengonsumsi air
sesuai dengan kebutuhan dan mengonsumsi makanan yang rendah natrium. Kadar
natrium yang tinggi akan memicu terjadinya hipertensi. (Contoh makanan tinggi
natrium terdapat di lampiran8).
4. Minumlah air putih sesuai kebutuhan. Sistem hidrasi pada usia lanjut sudah menurun
sehingga kurang sensitif terhadap kekurangan maupun kelebihan cairan. Akibat
dehidrasi pada usia lanjut adalah demensia, mudah lupa, kandungan Natrium darah
menjadi naik sehingga berisiko terjadi hipertensi. Sebaliknya bila kelebihan cairan
akan meningkatkan beban jantung dan ginjal.Oleh karena itu kelompok usia lanjut
perluair minum yang cukup (1500-1600ml/hari).
5. Tetap melakukan aktivitas fisik. Sel-sel otot pada usia muda mempunyai kelenturan
yang optimal dan mulai menurun pada usia lanjut. Kontraksi dan relaksasi otot
menjadi berkurang akibatnya usia lanjut sering mengalami kekakuan otot. Oleh

133
karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan, seperti
berjalan-jalan, bersepeda, berkebun dan melakukan olah raga ringan, seperti yoga,
senam usia lanjut yang berfungsi membantu kelenturan otot dan relaksasi otot.
Aktivitas fisik yang dilakukan usia lanjut akan menambah kesehatah jantung dan
kebugaran tubuh.
6. Batasi konsumsi gula, garam dan lemak. Banyak mengonsumsi makanan berkadar
gula, garam, lemak bagi kelompok usia lanjut meningkatkan risiko terhadap
timbulnya penyakit seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker dan penyakit
kencing manis (diabetes melitus). Usia lanjut berisiko mengalami gout (tinggi asam
urat) oleh karena itu, konsumsi pangan dengan kandungan purin tinggi seperti jeroan
dan emping melinjo agar dibatasi.

Tabel 7. Contoh Menu Sehari 1400 Kalori


Total
Penukar
URT kalori
Bahan
Waktu Gram
makanan Karbohdirat Protein Lemak 1400

(gram) (gram) (gram)

Pagi Tempe 2ptg sdg 50 8 6 3 80

Nasi gelas 100 40 9 - 175

Telur 1 btr 55 - 7 2 50

Ikan asin 1 ptg 15 - 7 2 50

Minyak 2 sdt - - - 10 100


kelapa

Selingan Jus alpukat 1 gelas 50 29 - - 137

Siang Nasi gls 100 40 9 - 175

Ayam 1 ptng 40 - 7 2 50

Sayuran 1 gls 100 5 1 - 25

Pisang 2 ptng 90 20 - - 100

Minyak 3 sdt - - - 15 150


kelapa

134
Tabel 7. Contoh Menu Sehari 1400 Kalori (lanjutan)
Penukar Total
URT kalori
Bahan
Waktu Gram
makanan Karbohdirat Protein Lemak 1400

(gram) (gram) (gram)

Selingan Papaya 2 ptg 200 20 - - 100

Malam Nasi gelas 100 40 9 - 175

Tahu 2 ptg 100 8 6 3 80

Sayuran 1 gls 100 5 1 - 25

Susu 1 gls 200 - 7 2 50

Keterangan :
gls = gelas
btr = butir
ptg = potong
sdg = sedang
bh = buah
sdt = sendok teh

135
Lampiran 2 :Cara Cuci Tangan Yang Baik Dan Benar

Waktu yang tepat untuk mencuci tangan dengan sabun adalah:


1. Setelah buang air besar
2. Sebelum makan
3. Sebelum menyusui
4. Sebelum menyiapkan makanan
5. Setelah bersentuhan dengan hewan

Cara yang benar mencuci tangan dengan sabun adalah dengan 6 langkah berikut

136
Lampiran 3: Dokumentasi

137