Anda di halaman 1dari 10

PENENTUAN LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN METODE

GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA SUNGAI


JATI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR
KALIMANTAN SELATAN

Dinisa Hanifa1, Ibrahim Sota1, Simon Sadok Siregar1

Abstrak. Telah dilakukan penelitian untuk mencari lapisan akuifer air tanah di Desa
Sungai Jati sebagai dasar dalam perencanaan dalam pembuatan sumur bor. Salah satu
cara untuk mengetahui potensi keberadaan air tanah adalah melakukan pengukuran
geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian geolistrik konfigurasi
Schlumberger menunjukkan struktur lapisan batuan di Desa Sungai Jati pada titik
pengukuran GL1, GL2, GL3, GL4, GL5 dan GL6 terdiri dari lapisan lapuk, batu pasir,
lanau, lempung, dan lempung gampingan karena Sungai Jati termasuk kedalam formasi
Keramaian (Kak). Sebaran akuifer air tanah tersebar pada lapisan batu pasir dengan
kedalaman akuifer air tanahnya bervariasi. Hasil interpretasi diketahui tebal lapisan
berkisar antara 2 11 meter dengan kedalaman sekitar 6 40 meter dengan nilai
resistivitas 100 450 m. Secara keseluruhan semakin ke bawah jenis batuanya
semakin padat, lapisan ini kurang bersifat sebagai lapisan pembawa air (akuifer).
Lapisan air tanah yang berpotensi untuk pembuatan sumur bor dengan kualitas dan
kuantitas yang cukup baik terdapat lapisan impermeable pada bagian atas dan bawah
sedangkan pada Desa Sungai Jati merupakan akuifer bebas dimana lapisan
impermeable hanya terdapat pada lapisan di bawah lapisan akuifer.

Kata kunci: geolistrik, konfigurasi schlumberger, akuifer

PENDAHULUAN tidak adanya layanan jaringan PDAM


Desa Sungai Jati merupakan salah ke Sungai Jati semakin menyulitkan
satu desa di Mataraman yang sebagian masyarakat sekitar memperoleh air
besar masyarakatnya memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari meskipun
air sungai untuk keperluan seharihari, beberapa warga ada yang memperoleh
sebagian juga menggunakan sumur bor air dari pegunungan tetapi jarak yang
akan tetapi sumur yang mereka ditempuh cukup jauh sekitar 700 m dari
gunakan dangkal. Masyarakat Sungai rumah warga dengan menempuh
Jati sangat mengalami kesulitan air perjalanan yang menanjak dan
bersih bila musim kemarau tiba karena melewati semak belukar serta
membuat sumur-sumur warga perkebunan karet.
mengalami kekeringan. Akses jalan Air tanah sampai saat ini masih
yang cukup jauh dari perkotaan dengan menjadi solusi untuk mengatasi
kondisi jalan yang kurang baik serta permasalahan kekurangan air bersih.

1 Program Studi Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

30
Hanifa, D,. dkk. Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah ...31

Selain murah, air tanah juga mudah Berdasarkan peta Geologi,


didapat, namun tidak selalu tersedia Kecamatan Mataraman terdiri dari
dalam jumlah yang melimpah, bahkan beberapa formasi yaitu formasi
di beberapa tempat tertentu sumur- Tanjung (Tet), Berai (Tomb), Warukin
sumur warga sering mengalami (Tmw), Dahor (TQd), Aluvium (Qa),
kekeringan pada saat musim kemarau Keramaian (Kak), Gabro (Mgb),
yang berkepanjangan. Eksplorasi Ultramafik (Mub) dan manuggal (Km).
keberadaan lapisan akuifer dalam Sungai Jati berada pada formasi
rangka mengetahui potensi air bersih Keramaian (Kak) merupakan
sangat menolong warga Sungai Jati. perselingan batu pasir berwarna
Metoda geolistrik merupakan salah kelabu kehitaman sangat padat,
satu metode geofisika yang dengan batu lanau dan batu lempung
dimanfaatkan dalam eksplorasi sumber setempat sisipan batu gamping
daya alam bawah permukaan. Metode konglomerat, tebal perlapisan 2-50 cm,
geolistrik digunakan untuk mengetahui berasosiasi dengan rijang. Formasi ini
karakteristik lapisan batuan bawah merupakan endapan plysich dan
permukaan sampai kedalaman ratusan berstruktur turbidit.
meter sangat berguna untuk
mengetahui kemungkinan adanya
lapisan akuifer yaitu lapisan pembawa
air. Metode geolistrik tahanan jenis
dengan konfigurasi schlumberger
diharapkan mampu menentukan
lapisan pembawa air (akuifer) di Desa
Sungai Jati Kecamatan Mataraman.

Gambar 1. Peta Geologi Kecamatan


Kondisi Geologi Daerah Penelitian Mataraman
Mataraman adalah salah satu
Air Tanah
kecamatan di Kabupaten Banjar,
Air tanah merupakan salah satu
Kalimantan Selatan, dengan luas
komponen dalam daur hidrologi yang
wilayah 148,40 km2. Letak Geografis
berlangsung di alam. Sumber air ini
Kecamatan Mataraman 03o1300
terbentuk dari air hujan yang meresap
sampai 03o2700 LS dan 114o5500
ke dalam tanah dan merembes melalui
sampai 115o0800 BT.
32 Jurnal Fisika FLUX, Vol. 13 No.1, Februari 2016 (30 39)

lapisan batuan, terutama lapisan memanfaatkan sifat tahanan jenis untuk


pembawa air dalam satu cekungan air mempelajari keadaan bawah
tanah yang berada di bawah permukaan bumi. Tahanan jenis
permukaan menuju ke daerah lepasan. merupakan parameter penting untuk
Proses ini dapat dipahami bahwa mengkarakterisasikan keadaan fisis
keterdapatan air tanah berkaitan erat bawah permukaan, yang
dengan kondisi lingkungan, seperti diasoasiasikan dengan material dan
iklim, geologi, dan vegetasi. (Muharis, kondisi bawah permukaan (Telford,
2011). 1998).

Akuifer
Akuifer adalah lapisan bawah
permukaan yang dapat menyimpan dan
mengalirkan air. Formasi geologi yang
mengandung air dan memindahkannya
Gambar 3. Konfigurasi elektroda
dari satu titik ke titik yang lain dalam Schlumberger (Telford, 1998).
jumlah yang mencukupi untuk
pengembangan ekonomi disebut suatu Metode geolistrik konfigurasi
lapisan akuifer (Ray et al.,1989). Schlumberger merupakan metode yang
Akuifer dapat juga diartikan sebagai banyak digunakan untuk mengetahui
lapisan pembawa air atau lapisan karakteristik lapisan batuan bawah
permeabel. permukaan untuk mencari keberadaan
lapisan akuifer. Selain biaya survei
yang relatif murah, metode geolistrik
dengan konfigurasi Schlumberger
mampu untuk mendeteksi adanya non-
homogenitas lapisan batuan bawah
permukaan. Umumnya lapisan batuan
tidak mempunyai sifat homogen
sempuna. Posisi lapisan batuan yang
Gambar 2. Lapisan Akuifer
terletak dekat dengan permukaan akan
Metode Geolistrik sangat berpengaruh terhadap hasil
Metode geolistrik tahanan jenis pengukuran. Nilai yang terukur adalah
adalah suatu metode geofisika yang tahanan jenis semu.
Hanifa, D,. dkk. Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah ...33

Pada kenyataannya tanah terdiri ( L2 l 2 ) V


S (3)
dari lapisan-lapisan bebatuan dan 2l I
memiliki resistivitas yang bervariasi
dengan sebagai tahanan jenis (m), K
dengan posisi elektroda. Nilai yang
sebagai faktor koreksi, I sebagai arus
terukur adalah tahanan jenis semu (a).
listrik yang mengalir (A), V sebagai
Hubungan diatas dapat dilihat dari
beda potensial listrik (V), s sebagai
Persamaan (1), (2), dan (3).
resistivitas semu, L sebagai jarak

V antarelektroda, dan l sebagai panjang


K (1)
I bahan (m) (Hendrajaya, 1990).
Resistivitas yang didapatkan akan
K ( L I ) / 2 I
2 2
(2)
ditentukan jenis bahan dengan merujuk
pada Tabel 1 sebagai bahan acuan.

Tabel 1. Resistivitas batuan dan fluida (Telford et al, 2004)


Bahan Resistivitas Bahan Resistivitas
(m) (m)
Tanah 1-104 Granit 3x102-3x106
Tanah Lempung 1,5-3,0 Gabro 103-106
Lempung 3-20 Adesit 100-2000
Lempung Lanauan 3,0-15 Batugamping 50-107
Tanah Lanau Pasiran 150-300 Batupasir 1-103
Silt-lempung 10-200 Serpih 20-2x105
Pasir kerikil 100-10000 Konglomerat 2x103-104
Pasir kerikil kelanauan 300 Alluvial dan pasir 10-800
Batulumpur 20-200 Lanau 15-150
Air permukaan 80-200

BAHAN DAN METODE menganalisa data, interpretasi untuk


Dalam penelitian ini dilakukan menentukan lapisan akuifer air tanah.
beberapa tahapan yaitu survei Bahan yang digunakan dalam
lapangan yaitu perencanaan panjang penelitian ini adalah GPS, satu set
lintasan, penentuan titk awal peralatan Resistivitymeter Nanuira
pengukuran serta target kedalaman NRD 300 HF (High Frequency), serta
penelitian, kemudian pengambilan data Software Ipi2Win. Prosedur penelitian
lapangan, pengolahan data secara garis besar terlihat seperti
menggunakan software Ipi2Win, Gambar 4.
34 Jurnal Fisika FLUX, Vol. 13 No.1, Februari 2016 (30 39)

Gambar 4. Diagram alur penelitiaan

HASIL DAN PEMBAHASAN horizontal sehingga diketahui ketebalan


Hasil yang diperoleh dari penelitian dan kedalaman lapisan serta dapat
ini berupa nilai tahanan jenis batuan. mengetahui potensi akuifer yang ada
Nilai tahanan jenis tiap batuan yang pada lokasi penelitian. Penampang
berbeda-beda tergantung pada jenis tersebut menunjukkan adanya
dan kondisi batuannya. Pengukuran perbedaan lapisan atau batuan bawah
geolistrik dilakukan sebanyak enam titik permukaan berdasarkan variasi nilai
pengukuran di Desa Sungai Jati. Data tahanan jenis yang ditandai dengan
yang diperoleh dari enam titik perbedaan warna.
pengukuran berupa nilai tahanan jenis
dan diketahui ketebalan dan Penentuan Lapisan Batuan
kedalaman dari tiap titik pengukuran Pengambilan data pengukuran
secara vertikal (1D). Data-data tersebut geolistrik di Desa Sungai Jati dilakukan
kemudian dikorelasikan antara titik di enam lokasi dengan koordinat
terdekat dan menghasilkan penampang masing-masing titik seperti Tabel 2.
Geolistrik 2D yang memperlihatkan Berdasarkan nilai tahanan jenis yang
lapisan bawah permukaan secara diperoleh dari pengukuran lapangan,
Hanifa, D,. dkk. Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah ...35

dianalisa untuk menduga jumlah Sungai Jati. Keadaan material bawah


lapisan, kedalaman dan ketebalan tanah sangat mempengaruhi aliran dan
litologi tiap-tiap titik ukur. Secara potensi air tanah. Potensi air tanah yang
lengkap hasil pengukuran dan dapat disimpan dalam batuan sangat
interpretasi litologi tiap titik ukur bergantung pada permeabilitas dan
disajikan pada Tabel 3. porositas. Permeabilitas sangat penting
untuk mengetahui besarnya cadangan
Tabel 2. Koordinat Lokasi Pengukuran fluida yang dapat diproduksi.
Geolistrik
Batuan penyusun daerah penelitian
Titik Koordinat Penelitian Elev Ketera
Peneli asi ngan
dan sekitarnya berada pada formasi
LS BT
tian
GL 01 03022.460 115003.200 41 m RT 02
keramaian (Kak). Elevasi pengambilan
GL 02 03022.465 115003.067 29 m RT 02 data di daerah ini berkisar dari 29 67
GL 03 03022.072 115003.476 50 m RT 01
GL 04 03022.114 115003.279 59 m RT 01 meter dengan kondisi daerah dataran
GL 05 03021.631 115003.510 67 m RT 06 tinggi, sebagian besar wilayahnya
GL 06 03021.767 115003.867 58 m RT 06
didominasi oleh pohon karet. Sebagian

Pendugaan jenis litologi pada tiap- besar jalan di Sungai Jati merupakan

tiap titik ukur didasarkan pada nilai jalan aspal dan kerikil.

tahanan jenisnya dan jenis formasi Berdasarkan struktur batuan bawah

geologi pada lokasi pengukuran. permukaan yang diperoleh dari hasil

Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, lapisan yang bertindak

yang diketahui bahwa lokasi penelitian sebagai perangkap air tanah (akuifer)

didominasi oleh batuan sedimen. diperkirakan lapisan yang nilai

Lapisan batuan secara umum di daerah resistivitasnya 30-150 m berupa

penelitian terdiri dari lapisan penutup, lapisan batu pasir.

lempung, lanau, batu pasir, dan Hasil korelasi dari titik satu ke titik

lempung sisipan gamping. yang satunya dengan jarak terdekat


dekat menghasilkan penampang
Penentuan Ketebalan dan Kedalaman Geolistrik 2D yang memperlihatkan
Akuifer Air Tanah
lapisan bawah permukaan serta
Berdasarkan pada hasil interpretasi
kedalamannya. Penampang tersebut
dan didukung dengan tabel nilai
menunjukkan adanya perbedaan
resistivitas batuan dapat diketahui
lapisan atau material yang terdapat di
struktur lapisan batuan bawah
bawah permukaan berdasarkan variasi
permukaan yang terdapat di Desa
nilai tahanan jenis yang ditandai
36 Jurnal Fisika FLUX, Vol. 13 No.1, Februari 2016 (30 39)

dengan perbedaan warna. Penampang tabel tahanan jenis dan geologi daerah
model 2D ini kemudian pengukuran berdasarkan hasil
diinterpretasikan dengan cara penelitian. Hasil penampang 2D dari
membandingkan nilai tahanan jenis pengolahan data geolistrik dapat dilihat
pada penampang model 2D dengan pada Gambar 5, 6, dan 7.

Tabel 3. Hubungan jumlah lapisan, kedalaman, ketebalan nilai tahanan jenis, perkiraan
lithologi terhadap air bawah tanah

Titik duga Lapisan Kedalaman Tebal Tahanan Jenis lithology


(m) (m) jenis (m)
GL1 1 0,00 1,5 1,5 636 Lapisan Lapuk
2 1,5 8,32 6,82 201 Batu pasir
3 8,32 29,9 21,6 66,2 Lanau
4 29,9 121 90,9 15,7 Lempung
5 121 - 2744 Lempung sisipan Gamping
GL2 1 0,00 1,25 1,25 277 Lapisan Lapuk
2 1,25 7,63 6,38 139 Batu Pasir
3 7,63 37,1 29,5 32,1 Lanau
4 37,1 151 114 11 Lempung
5 151 - 1938 Lempung sisipan Gamping
GL3 1 0,00 1,7 1,7 855 Lapisan Lapuk
2 1,7 6,49 4,79 366 Batu Pasir
3 6,49 26,9 20,4 49,7 Lanau
4 26,9 70,3 43,4 974 Lempung sisipan Gamping
5 70,3- 17,5 Lempung
GL4 1 0,00 3,03 3,03 690 Lapisan Lapuk
2 3,03 14,7 11,7 106 Batu Pasir
3 14,7 30,9 16,2 38 Lanau
4 30,9 50,7 19,8 2689 Lempung sisipan Gamping
5 50,7 15,2 Lempung
GL5 1 0,00 1,71 1,71 874 Lapisan Lapuk
2 1,71 7,76 1,45 462 Batu Pasir
3 7,76 39,4 31,7 57,5 Lanau
4 39,4 70 30,5 1231 Lempung sisipan Gamping
5 70 - 15,4 Lempung
GL6 1 0,00 1,02 1,02 743 Lapisan Lapuk
2 1,02 5,09 4,06 395 Batu Pasir
3 5,09 - 35 29,9 67,6 Lanau
4 35 - 70,3 35,3 1072 Lempung sisipan Gamping
5 70,3 - 12,3 Lempung
Hanifa, D,. dkk. Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah ...37

Gambar 5 adalah penampang


geolistrik 2D untuk lintasan 1 dengan
lintasan 2 yang memperlihatkan adanya
lapisan bawah permukaan sepanjang
lintasan 1 dan 2.

Gambar 6. Hasil interpretasi GL3 dan GL4

Gambar 6 merupakan hasil


gabungan dari titik sounding 3 dan
sounding 4, titik sounding ini berada
pada jarak 889 meter dari sounding 1

Gambar 5. Hasil interpretasi GL1 dan GL2 dan sounding 2. Potensi terdapatnya air
pada lapisan ini cukup besar
Pada Gambar 5 telihat adanya dibandingkan sounding 1 dan sounding
citra perlapisan berwarna, sumbu 2. Lapisan paling atas merupakan
vertikal mewakili kedalaman (m) dan lapisan penutup dengan nilai resistivitas
citra berwarna mewakili besarnya yang tinggi dengan citra warna merah
resistivitas (m). Lapisan paling atas sampai warna kuning. Lapisan
dengan citra warna merah muda berwarna hijau merupakan lapisan batu
sampai kuning merupakan lapisan pasir bersifat sebagai akuifer yang
lapuk bersifat kering dan tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air.
berpotensi ada air karena memiliki Lapisan berwarna biru merupakan
nilai resistivitas tinggi. Lapisan lapisan lanau yang bersifat sebagai
selanjutnya yang berwarna hijau akuiklud atau sering disebut sebagai
sampai biru merupakan lapisan batu lapisan impermeable atau lapisan
pasir yang bersifat sebagai akuifer kedap air.
yang dapat menyimpan air dan
mengalirkan air. Lapisan berwarna
hitam merupakan lapisan lanau yang
dapat menyimpan dan dapat
mengalirkan air tetapi dalam jumlah
terbatas.
Gambar 7. Hasil interpretasi GL5 dan GL6
38 Jurnal Fisika FLUX, Vol. 13 No.1, Februari 2016 (30 39)

Gambar 7 merupakan hasil lapisan yang mempunyai potensi air


gabungan dari titik sounding 5 dan tanah dengan kualitas dan kuantitas
sounding 6, titik sounding ini berada yang cukup baik yaitu berada pada
pada jarak 822 meter dari sounding 3. lapisan yang mengandung pasir.
Lapisan paling atas merupakan lapisan Lapisan pasir mempunyai potensi air
penutup dengan nilai resistivitas yang tanah yang cukup besar karena lapisan
tinggi dengan citra warna merah tersebut berupa lapisan yang dapat
sampai warna kuning. Lapisan menyimpan cadangan air dalam jumlah
berwarna hijau merupakan lapisan batu besar.
pasir bersifat sebagai akuifer yang
dapat menyimpan dan mengalirkan air. KESIMPULAN
Lapisan berwarna biru merupakan Kesimpulan dari penelitian ini
lapisan lanau yang bersifat sebagai adalah:
akuiklud atau sering disebut sebagai 1. Struktur lapisan batuan di Desa
lapisan impermeable atau lapisan Sungai Jati pada titik pengukuran
kedap air. GL1, GL2,GL3, GL4, GL 5 dan GL6
Menurut susunan lapisan geologi pada umumnya hampir sama yaitu
dan harga kelulusan air, air tanah pada terdiri dari beberapa lapisan antara
keadaan ini dapat disebut air tanah lain lapisan lapuk, batu pasir, lanau,
atau akuifer setengah terkekang (Semi lempung dan lempung sisipan
Confined Akuifer) yaitu akuifer yang gamping karena Sungai Jati
sepenuhnya jenuh air, bagian atasnya termasuk kedalam formasi
dibatasi oleh lapisan setengah kedap Keramaian (Kak).
air (Semi Impermeable) yaitu pasir dan 2. Jenis lapisan akuifer yang terdapat
bagian bawahnya terletak pada dasar di Desa Sungai Jati adalah akuifer
yang kedap air (Impermeable) yaitu bebas merupakan lapisan yang
lempung. hanya sebagian terisi oleh air dan
Hasil interpretasi diatas berada di atas lapisan kedap air.
menunjukkan bahwa sebagian besar 3. Lapisan yang bersifat akuifer
batuan di dominasi oleh lapisan batuan terdapat pada lapisan batu pasir
yang mempunyai nilai resistivitas atau dengan tebal lapisan berkisar antara
tahanan jenis tinggi. Lapisan ini kurang 2 11 meter dengan kedalaman
mempunyai sifat sebagai lapisan sekitar 6 40 meter dengan nilai
pembawa air (akuifer). Pada umumnya resistivitas 100 450 m. Secara
Hanifa, D,. dkk. Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah ...39

keseluruhan semakin ke bawah Daerah Padang Sarai Kecamatan


Koto Tangah Kota Padang.
jenis batuanya semakin padat,
Jurusan Teknik Sipil Politeknik
lapisan ini kurang bersifat sebagai Negeri Padang Kampus Limau
Manis Padang. Rekayasa Sipil
lapisan pembawa air (akuifer).
Vol. VII, No. 1. ISSN: 1858-3695
Lapisan air tanah yang berpotensi
Ray, L.K.J.R., M. A. Kohler & J.L.H.
untuk pembuatan sumur bor dengan
Paulus. 1989. Hidrologi untuk
kualitas dan kuantitas yang cukup Insinyur 3ed. Erlangga.
baik terdapat lapisan impermeable
Suharyadi. 1984. Geohidrologi.
(lempung) pada bagian atas dan Fakultas Teknik Universitas Gajah
Mada. Yogyakarta
bawah sedangkan pada Desa
Sungai Jati lapisan impermeable Telford, W.M., L.P. Geldart, R.E.
Sheriff, & D.A. Keys 1998. Applied
hanya terdapat pada lapisan di
Geophysics. Edisi 1. Cambridge
bawah lapisan akuifer. University Press. Cambridge.

_____.2004. Applied Geophysics


DAFTAR PUSTAKA 2nd Edition, Cambridge University
Press. Cambridge
Hendrajaya, L. & I. Arif. 1990. Geolistrik
Tahanan Jenis. Laboratorium
Todd, D.K. 1980. Groundwater
Fisika Bumi. Jurusan Fisika
Hydrology Second Edition.
FMIPA ITB, Bandung.
New York: John Wiley & Sons.
Inc.
Muharis, C. & E. Alfansyuri. 2011.
Pendugaan Potensi Airtanah Di