Anda di halaman 1dari 9

KAPASITAS WADUK

Penetapan kapasitas untuk suatu waduk biasanya disebut suatu penelaahan operasi
(operation study) dan merupakan suatu simulasi dari pengoperasian waduk untuk
suatu jangka waktu yang sesuai dengan seperangkat aturan yang ditetapkan. Suatu
penelaahan operasi hanya dapat menganalisis suatu masa kritis yang dipilih, yaitu pada
waktu aliran sangat rendah. Data bulanan paling umum dipergunakan, tetapi untuk
waduk besar yang menyimpan tampungan untuk beberapa tahun, interval tahunan
akan cukup memuaskan. Kapasitas waduk ditentukan berdasarkan besarnya inflow,
release yang diharapkan serta kehilangan-kehilangan yang terjadi akibat evaporasi dan
rembesan.

A. Pentingnya mengetahui kapasitas tampungan waduk dalam perencanaan


bendungan.

Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa dalam perencanaan bendungan,


sangat perlu diperhitungkan volume air yang akan kita tampung agar perencanaan
yang kita lakukan dapat terselesaikan dengan optimal, sehingga tidak menjadi masalah
pada kemudian hari pada saat pengoperasian. Selain itu, kapasitas tampungan waduk
ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu dasar atau acuan untuk memilih suatu lokasi
dari beberapa alternatif pilihan lokasi. Yang dalam hal ini perlu dilakukan
pertimbangan-pertimbangan yang menyangkut ke optimalan bendungan yang
direncanakan dari berbagai perspektif. Oleh karena itu, kapasitas tampungan waduk ini
sangat perlu untuk di tinjau.
B. Tampungan-tampungan Dalam Waduk

Bagian-bagian pokok sebagai ciri fisik suatu waduk adalah sebagai berikut:

1. Tampungan berguna (usefull storage), menurut Seyhan (Seyhan, 1979:24), adalah


volume tampungan diantara permukaan genangan minimum (Low Water Level =
LWL) dan permukaan genangan normal (Normal Water Level = NWL).

2. Tampungan tambahan (surcharge storage) adalah volume air diatas genangan


normal selama banjir. Untuk beberapa saat debit meluap melalui pelimpah.
Kapasitas tambahan ini biasanya tidak terkendali, dengan pengertian adanya han ya
pada waktu banjir dan tidak dapat dipertahankan untuk penggunaan selanjutnya
(Linsey, 1985:65).

3. Tampungan mati (daed storage) adalah volume air yang terletak dibawah
permukaan genangan minimum, dan air ini tidak dimanfaatkan dalam pengoperasian
waduk.

4. Tampungan tebing (valley storage) adalah banyaknya air yang terkandung di dalam
susunan tanah pervious dari tebing dan lembah sungai. Kandungan air tersebut
tergantung dari keadaan geologi tanah.
5. Permukaan genangan normal (normal water level/NWL), adalah elevasi maksimum
yang dicapai oleh permukaan air waduk.

6. Permukaan genangan minimum (low water level/LWL), adalah elevasi terendah bila
tampungan dilepaskan pada kondisi normal, permukaan ini dapat ditentukan oleh
elevasi dari bangunan pelepasan yang terendah.

7. Permukaan genangan pada banjir rencana adalah elevasi air selama banjir
maksimum direncanakan terjadi (flood water level/FWL).

8. Pelepasan (realese), adalah volume air yang dilepaskan secara terkendali dari suatu

waduk selama kurun waktu tertentu.

9. Periode kritis (critical periode), adalah periode dimana sebuah waduk berubah dari
kondisi penuh ke kondisi kosong tanpa melimpah selama periode itu. Awal periode
kritis adalah keadaan waduk penuh dan akhir periode kritis adalah ketika waduk
pertama kali kosong.

C. Cara mengetahui kapasitas tampungan waduk

Ada beberapa cara yang sering digunakan untuk menghitung kapasitas waduk
diantaranya adalah metode Rippl dan metode Sequent peak.

1. Metode Rippl

Metode ini dikemukakan oleh Ripple (1883) untuk menghitung besarnyakapasitas


tampung reservoir yang memadai pada tingkatt kebutuhan airtertentu (efektif untuk
kebutuhan air yang konstan). Prosedur hitungan sebagai berikut :

a. Data debit digambarkan sebagai garis massa debit (massa curve).

b. Kebutuhan air dianggap konstan, sehingga kebutuhan kumulatif bisa digambarkan


dengan kemiringan tertentu.

c. Jarak vertikal antara garis massa debit dengan garis kebutuhan kumulatif merupakan
kapasitas tampungan. Jarak vertikal terbesar adalah kapasitas yang diperlukan.
d. Jarak tegak antara tangen-tangen yang berturutan menyatakan jumlah air yang
dialirkan melalui pelimpah (spill)

2. Metode Sequent-Peak

Berdasarkan metode ini nilai-nilai dari jumlah aliran masuk (inflow) dikurang
pelepasan dapat dihitung. Secara grafis, puncak yang pertama (maksimum setempat
dari aliran bersih kumulatif) dan puncak urutannya (puncak berikut yang lebih besar
dari puncak pertama dapat diketahui). Tampungan yang diperlukan untuk interval
yang bersangkutan adalah perbedaan antara puncak awal dengan ceruk terendah di
dalam interval. Proses ini diulangi untuk semua kasus yang ada dalam jangka waktu
yang ditelaah, kemudian nilai yang terbesar dari tampungan yang dibutuhkan dapat
ditetapkan.

Perhitungan kebutuhan kapasitas reservoir dengan metode ini adalah dengan


menggunakan persamaan sebagai berikut :

Kt = Rt Qt + Kt-1 , jika bernilai positif

Kt= 0 , selainnya

Dengan,

Kt = kebutuhan kapasitas tampung pada akhir periode waktu t

Kt-1 = kebutuhan kapasitas tampung sebelum akhir periode waktu

Rt = Release / kebutuhan air selama periode waktu t

Qt = Aliran masuk / inflow selama periode waktu t

T = periode waktu t
D. Perhitungan Kapasitas Tampungan Waduk
Kapasitas tampungan waduk yang bentuknya beraturan dapat dihitung dengan
rumus-rumus untuk menghitung volume benda padat. Kapasitas waduk pada
kedudukan alamiah biasanya haruslah di tetapkan berdasarkan pengukuran
topografi (Ray K. Linsley, 1989).

Perhitungan ini didasarkan pada peta dengan skala 1 : 1000 dan beda tinggi kontur
1m. cari luas permukaan genangan embung yang dibatasi garis kontur. kemudian
dicari volume yang dibatasi oleh dua garis kontur yang berurutan dengan
menggunakan persamaan pendekatan volume (Soedibyo. 1993).

1

Vx xZx Fy Fx Fy Fx
3

..(1)
Dimana :
Vx = Volume pada kontur (m3)
Z = Beda tinggi antar kontur (m)
Fy = Luas pada kontur Y (m2)
Fx = Luas pada kontur X (m2)

Dari perhitungan tersebut di atas. kemudian dibuat grafik hubungan antara elevasi
volume embung. dari grafik tersebut dapat dicari luas dari volume embung setiap
elevasi terntentu dari embung.

Langkah-langkah perhitungan kapasitas tampungan waduk, dapat dilihat sebagai


berikut:
a. Peta Topografi daerah Embung Tambakboyo Kabupaten Sleman

Gambar 1. Peta Topografi daerah Embung Tambakboyo


b. Perhitungan kapasitas tampungan waduk
Dari peta topografi daerah Embung Tambakboyo Kabupaten Sleman di dapat :
1. Elevasi rencana embung
2. Luas Permukaan

Selanjutnya untuk menghitung kapasitas tambungan waduk maka dapat


menggunakan rumus 1. Hasil perhitungan menggunakan rumus 1 dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 1. Perhitungan hubungan elevasi, luas dan volume daerah genangan


Jumlah
Elevasi Luas Volume Volume
Luas h
Embung Permukaan Embung Komulatif
Permukaan
(m) (m) (m) (m) (m) (m)

140 0.00 0.00


25911.79 1.00 8690.92
141 25911.79 8690.92
58352.78 1.00 19531.45
142 32440.99 28222.37
70598.08 1.00 23621.26
143 38157.09 51843.63
80302.38 1.00 26861.92
144 42145.29 78705.55
88171.63 1.00 29489.52
145 46026.34 108195.07
96394.18 1.00 32234.88
146 50367.84 140429.96
108075.13 1.00 36134.63
147 57707.29 176564.58
121200.00 1.00 40516.05
148 63492.71 217080.63
135961.18 1.00 45443.30
149 72468.47 262523.93
155318.34 1.00 51904.15
150 82849.87 314428.08
173525.21 1.00 57980.59
151 90675.34 372408.67
(Sumber : Perhitungan )
Tabel 2. Hubungan elevasi, luas dan volume daerah genangan
Elevasi Luas Volume
Embung Permukaan Storage
(m) (m) (m)
140 0.00 0.00
141 25911.79 8690.92
142 32440.99 28222.37
143 38157.09 51843.63
144 42145.29 78705.55
145 46026.34 108195.07
146 50367.84 140429.96
147 57707.29 176564.58
148 63492.71 217080.63
149 72468.47 262523.93
150 82849.87 314428.08
151 90675.34 372408.67
(Sumber : Perhitungan )
Grafik Hubungan Elevasi dengan Volume Genangan dan Luas Genangan
0 1 2 3 4 Luas5 Genangan
6 (m27) 8 9 10 11x 10000
152 152
151 151
150 150
149 149
148 148
147 147
Elevasi (m)

Elevasi (m)
146 146
145 145
144 144
143 143
142 142
141 141
140 140
110 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
x 10000 Volume Genangan (m3)
Hub. Elevasi dg Volume Genangan

Gambar 2. Grafik hubungan elevasi dengan volume genangan dan luas