Anda di halaman 1dari 6

1.

Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian
tambang batubara.
2. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam
satu slope di daerah galian / timbunan).
3. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang
lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah.
4. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami, yang
dibuat untuk jaln angkut.
5. Bund Wall : Tanggul Pengaman.
6. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
7. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut
keluar tambang (ke ROM).
8. Crest : Sisi atas / kepala slope.
9. Cross Fall : Bentuk normal kemiringan jalan (cross section) satu atau dua arah.
10. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil,
biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.
11. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar
dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio
pada proses pengerjaan tahap tahap penambangan (Push back).
12. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.
13. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti
: Rest Time, Refueling, Move karena blasting.
14. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak dipakai (OB, Sub
Soil, Dll).
15. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung
daerah penambangan (melintang strike).
16. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat
pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.
17. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).
18. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil
(bisa coal atau OB).
19. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
20. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri
dari slope dan bench.
21. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti :
Hujan, Kabut, dll.
22. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.
23. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari
floor atau bench/slope.
24. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat
muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).
25. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi
sampai toe yang paling terdalam.
26. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa
ada tanah (material) penutup.
27. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.
28. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.
29. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).
30. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan
dengan tebalnya batuan,batubara yang biasanya layak ditambang. Seam ada
kalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.
31. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering
dan dapat beroperasi kembali.
32. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang
datar).
33. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus
dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal Ore).
Misalnya SR = 1 : 8.
34. Sump : tempat yang paling rendah.
35. Toe : Sisi bawah / kaki slope.
36. Cangkul mekanis,( backhoe ) Alat gali muat mekanis yang sekopnya digerakkan
naik-turun oleh tenaga hidraulik; medan kerja terbaiknya berada di depan bagian
bawah tempat berpijaknya
37. Dinding bawah ( foot wall ) Batuan yang terletak di bawah endapan bijih atau urat
bijih yang miring
38. Garu,penggaru ( ripping ) Pemberaian tanah atau batuan lapuk dengan alat garu
yang dipasang di bagian belakang buldoser

39. Jalur angkut ( ramp )Jalur jalan yang landai untuk menghubungkan dua jenjang
pada tambang terbuka
40. Jurus ( strike ) Garis perpotongan antara bidang perlapisan dan bidang horizontal
yang dinyatakan dalam arah azimut dan tegak lurus terhadap arah kemiringan (dip)
41. Kekar ( joint ) Rekahan pada batuan yang tidak mengalami gerak relatif antara ke
dua bagian yang terpisahkan
42. Kuat geser ( shear strength ) batas kekuatan suatu material untuk menerima
tegangan geser
43. Lereng selaras ( dip slope ) Permukaan topografi yang mempunyai kemiringan
yang kurang lebih sama dengan perlapisan di bawahnya
44. Mangkok ( bucket ) Bagian dari alat gali muat yang berfungsi sebagai penggali dan
sekaligus pemuat.
45. Pemuatan ( loading ) Kegiatan menaikkan material ke alat angkut dengan bantuan
alat muat
46. Permuka kerja ( face; front, )Permukaan batuan atau bahan galian yang sedang
digali (ditambang)
47. Nisbah pengupasan impas ( break even stripping ratio ) Angka perbandingan antara
nilai suatu endapan bahan galian per ton dikurangi ongkos produksinya per ton di
luar ongkos pengupasan tanah penutup, dibagi ongkos pengupasan tanah penutup
per ton
48. Panjang jenjang ( bench length ) Ukuran panjang suatu jenjang penambangan
49. Sekop ( dipper )Bagian dari power shovel dan hydraulic shovel yang berfungsi
sebagai penggali dan sekaligus pemuat
50. Sesar geser miring ( oblique slip fault ) Jenis sesar yang merupakan gabungan dari
sesar normal dan sesar seser
51. Slot ( slot )Lubang bukaan tegak atau miring yang dibuat pada tubuh bijih sebagai
bidang bebas dan sekaligus sebagai pembatas untuk kegiatan penambangan
52. Tahanan gali ( digging resistance ) 1. Tahanan yang dialami oleh alat-alat gali pada
waktu melakukan penggalian tanah atau batuan; 2. Semua gaya luar yang menahan
alat gali pada waktu melakukan penggalian tanah atau batuan
53. Tahanan gulir ( rolling resistance )Jumlah semua gaya luar (external forces) yang
berlawanan dengan arah gerak kendaraan yang melaju di atas jalur jalan atau
permukaan tanah
54. Tangan, penanganan bijih ( ore handling )Pekerjaan yang meliputi pemuatan,
pengangkutan, penyimpanan, dan pengumpanan bijih pada seluruh tahap kegiatan
penambangan dan pengolahan sebelum menjadi konsentrat
55. Tegangan ( stress )1. Gaya yang bekerja pada suatu permukaan benda padat
(batuan) dibagi dengan luas permukaan benda padat ybs.; 2. Gaya per satuan luas
56. Tegangan geser ( shear stress )Tegangan yang arahnya sejajar dengan permukaan
benda padat
57. Tempat penimbunan ( dump site )Tempat pembuangan tanah penutup atau batuan
samping
58. Timbun kembali ( back filling )Penimbunan kembali lahan bekas galian
59. Tumpukan persediaan ( stock pile )Tumpukan bijih atau mineral yang ditimbun
ketika pemasaran sedang lesu atau ketika peralatan pengolahan dalam keadaan
rusak sementara
60. Ukur tambang ( mine survey )Ilmu yang mempelajari pengukuran di dalam daerah
penambangan, terutama yang berhubungan dengan penentuan koordinat dan
ketinggian titik-titik di dalam tambang bawah tanah
61. Waktu relaksasi ( relaxation time )Waktu yang diperlukan oleh suatu besaran untuk
berkurang sebanyak 37% atau 1/e dari nilai awalnya
62. Kemiringan (Dip) : sudut kemiringan terbesar yang dibentuk oleh bidang miring
dengan bidang horizontal dan diukur tegak lurus terhadap jurus.
63. Trough, adalah titik dasar terendah dari lipatan.
64. Grade Resistance (GR) Tahanan Kemiringan adalah besarnya gaya berat yang
melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang
dilalui.
65. Koefisien Traksi (CT) adalah faktor yang menunjukkan berapa bagian dari seluruh
kendaraan itu pada ban atau truck yang dapat dipakai untuk menarik atau
mendorong.
66. Rimpull adalah besarnya kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin atau ban
penggerak yang menyentuh permukaan jalur jalan dari suatu kendaraan.
67. Horse power ( HP) mesin berubah-ubah sesuai dengan keadaan temperatur udara
dan tekanan udara setempat,
68. Haul Road = jalan angkut. Jalan angkut ini harus dilihat keberadaannya,
69. Grade = tanjakan jalan lintas, kelandaian atau kecuramannya sangat mempengaruhi
output alat angkut,
70. Pemuatan (Loading).
71. Pengangkutan (Hauling).
72. Penimbunan (Dumping).
73. Kembali (Return).
74. Menempatkan diri (Spot).
75. Digging : pengerukan atau pengarukan
76. Shrinkage : penyusutan volume suatu material setelah mengalami pengompakan,
77. Blade berfungsi untuk mendorong, atau memotong material yang ada di depannya.
78. Swing w/ load : berputar power shovel
79. Waktu penempatan (spotting) truck untuk dimuati akan banyak yang hilang karena
jumlah truk yang digunakan lebih banyak.
80. Elevasi : ketinggian tanah dari permukaan air laut.
81. Face : permukaan tambang dimana tempat sedang produksi.
82. Worked out : habis ditambang, yakni suatu tambang atau sebagian beasr tambang
yang batubaranya telah habis di tambang.
83. Windrow : gundukan-gundukan material yang memanjang yang dihasilkan oleh
alat-alat gali.
84. Waste : buangan batuan, tanah atau bahan pengotor yang dipisahkan dari lapisan
batubara.
85. Tracking : gerakan bulldozer atau alat-alat berat pemindah tanah mekanis keatas
dan kebawah lereng untuk memantapkan, memadatkan, mengendalikan erosi serta
untuk mempersiapkan lahan pertamanan.
86. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
87. Geodesi : ilmu yang menentukan ukuran dan bentuk bumi
88. Datum : sistem matematis bumi yang di pakai dasar menentukan suatu sistem
koordinat (pemetaan) yang terkait
89. GPS : Suatu sistem navigasi berbasis satelit yang digunakan untuk menentukan
posisi,kecepatan dan waktu yang akurat dimuka bumi GPS Navigasi mempunyai
ketelitian 10 - 15 meter
90. Koordinat peta : Suatu nilai atau besaran untuk menyatakan letak atau posisi suatu
titik dalam dalam sistem koordinat tertentu
91. Digital Elevation Model (DEM) : Kumpulan titik-titik ketinggian suatu area
92. Proyeksi peta : ialah cara pemindahan lintang /bujur yang terdapat pada lengkungan
permukaan bumi ke bidang datar
93. Grid : Kisi-kisi atau jaring.
94. Participatory Rural Appraisal (PRA) : kajian untuk memahami keadaan/kondisi
tambang
95. Azimuth : sudut yang dibentuk dari garis arah utara terhadap garis arah suatu titik
yang besarnya diukur searah jarum jam.
96. Garis Hachures, yaitu garis lurus yang ditarik dari titik-titik ketinggian
tertinggi ke titik-titik yang lebih rendah di sekitarnya (lereng cura
garisnya makin merapat).
97. Garis Kontur, merupakan garis garis yang menghubungkan titik titik yang
mempunyai ketinggian sama yang di ukur dari suatu bidang perbandingan.
98. Interval Kontur meupakan jarak vertikal antara garis kontur satu dengan garis
kontur yang lainnya yang berurutan.
99. Indeks Kontur merupakan garis kontur yang dicetak tebal pada peta, yang mana
merupakan kelipatan tertentu dari beberapa garis kontur.
100.Kontur Setengah merupakan garis kontur yang harga ketinggiannya adalah
setengah dari interval kontur. Biasanya digambar dengan garis putus putus.