Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan dan kesempatan. Sehimgga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah ini yang berjudul ASKEP LANSIA DENGAN
OSTEOARTRITIS.

Dalam menyusun makalah ini penulis mengambil materi dan beberapa


sumber untuk menyelesaikan tugas makalah ini. Penulis berterimaksih keapda
pembimbing akademik yang telah bersedia membimbing dalam menyelesaikan
tugas makalah ini.

Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini masih mempunyai banyak


kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan bimbingan penuh sekaligus
kritik dan saran dari pembimbing.

1
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar isi : BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian
B. Etioligi
C. Manifestasi Klinik
D. Hal-hal yang Perlu di Kaji
E. Diagnosa Keperawatan Yang sering Muncul
F. Intervensi Keperawatan
G. Evaluasi

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

Daftar Pustaka

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.

Saat ini Indonesia telah memasuki era pertambahan jumlah penduduk


lansia. Adapun jumlah lansia pada tahun 2020 di prediksi meningkat tiga kali lipat
di bandingkan dengan jumlah lansia pada tahun 1990.

Pada penyakit peradangan sendi, hampir selalu terdapat gejala nyeri dan
kaku terutama pada persendian. Nyeri merupakan sensasi subjektif dengan
intensitas atau lokasi yang kadang kala sulit di gambarkan. Peradangan sendi
dalam istilah kesehatan di sebut artritis kronis menimbulkan rasa nyeri jika
persendiannya di gerakkan, berbeda dengan rasa nyeri tajam pada penyakit saraf,
yang tidak bergantung pada gerakan. Kata artritis berasal dari bahasa Yunani
arthron ( sendi) dan itis(radang). Disertai keluhan nyeri, bengkak, merah, daerah
yang terkena terasa panas karna kerusakan jaringan atau peradangan sendi.

B. Rumusan Masalah.

1. Apa yang dimaksud dengan Osteoartritis?


2. Apa Etiologi dari penyakit Osteoartritis pada lansia?
3. Apa saja Manifestasi klinis dari Osteoartritis?
4. Apa saja hal-hal yang perlu di kaji pada penyakit Osteoatritis?
5. Apa saja Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul?
6. Apa Intervensi keperawatan yang tepat?
7. Bagaimana Asuhan Keperawatan yang di akan di lakukan pada
lansia dengan Oateoartritis?

1
C. Tujuan penulisan.

1. Tujuan umum.

Agar mahasiswa keperawatan mampu melaksanakan asuhan


keperawatan pada lansia dengan osteoartritis dengan pendekatan proses
keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan,
implementasi dan evaluasi).

2. Tujuan Khusus.

a) Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dari OA


b) Mahasiswa mampu menjelaskan etiogoli dari OA
c) Mahasiswa mampu menjelaskan manifestasi klinis dari OA
d) Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang perlu dikaji dari OA
e) Mahasiswa dapat mengetahui diagnosa keperawatan pada pasien
lansia dengan OA
f) Mahasiswa dapat merencanakan asuhan keperawatan pada pasien
lansia dengan OA

2
BAB II

TINJAUAN TEORITIS OSTEOARTRITIS

A. Definisi

Osteoartritis(OA) merupakan penyakit sendi yang berkaitan dengan


kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, dan pergelangan kaki paling sering
terkena osteoartritis(Sudoyo Aru dkk, 2009). Dan memiliki gambaran yang khas
yaitu sendi falang distal dan proksimal sering terkena.(NANDA NICNOC 2015,
hal,22).

Osteoartritis yang di kenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau


osteoartritis(sekalipun terdapat inflamasi) merupakan kelainan sendi yang paling
sering di temukan dan kerap kali menimbulkan ketidakmampuan(disabilitas).
(NANDA NICNOC, 2012),(www.Scibd//Laporan pendahuluan pada Lansia
dengan Osteoartritis, Tity Riezka,2015)

Osteoartritis merupakan penyakit peradangan pada tulang.Pada penyakit


ini rasa kaku biasanya timbul pada pagi hari setelah timbul, dan sendi terasa nyeri
jika di gerakan tetapi dapat menghilang beberapa saat setelah di gerak-gerakan.
Rasa nyeri dan kaku dapat timbul secara bergantian selama beberapa bulan tahun.
Peradangan ini paling sering bersifat asimetris. Oateoartritis terjadi akibat ausnya
sendi, yang merusak tulang rawan pada lapisan terluar sendi karena penggunaan
sendi yang berulang-ulang. Tulang yang berdekatan akan saling bergeser sehingga
menimbulkan rasa nyeri. Penyakit ini biasanya mengenai lutut dan
punggung(Penyakit di usia Tua;Azwar Agus dkk,2011, hal.153)

B. Etiologi

Penyebab dari OA untuk sekarang masih belum jelas. Tetapi faktor resiko
OA dapat di ketahui dari :

1. Umur

3
2. Jenis kelamin
3. Ras
4. Faktor keturunan
5. Faktor metabolik endokrin
6. Faktor mekanik serta kelainan geometri sendi
7. Trauma dan faktor okupasi
8. Cuaca/iklim
9. Diet

Kelainan yang dapat di temukan pada tulang rawan sendi, tulang, membran
syonovial, kapsul sendi, badan lepas, efusi, nodus heberden dan Boulchark.

(Sumber : NANDA NICNOC 2015,hal.23)

C. Manifestasi Klinis

Nyeri, kekakuan, hilangnya gerakan, penurunan fungsi, dan deformitas


sendi secara khas di hubungkan dengan tanda-tanda imflamasi seperti nyeri tekan,
pembengkakan, dan kehangatan. Klien mungkin positif mempunyai riwayat
trauma, penggunaan sendi berlebihan, atau penyakit sendi sebelumnya.

Pada awalnya, nyeri terjadi bersama gerakan;kemudian, nyeri dapat juga


terjadi pada saat istirahat. Pemeriksaan menunjukan adanya daerah nyeri tekan
krepitus, berkurangnya rentang gerak, seringnya pembesaran tulang, dan tanda-
tanda inflamasi pada saat-saat tertentu. Peningkatan rasa nyeri di iringi oleh
kehilangan fungsi secara progresif. Keseluruhan koordiansi dan postur tubuh
mungkin terpengaruh sebagai hasil dari nyeri dan hilangnya mobilitas. Nodus
Heberden, walaupun tidak terbatas pada lansia merupakan manifestasi osteoartritis
yang sering terjadi. Pertumbuhan berlebihan dari tulang yang reaktif terletak pada
bagian distal sendi-sendi interfalang. Nodus Heberden merupakan pembengkakan
yang dapat di palpasi yang sering di hubungkan dengan fleksi dan defiasi lateral
dari bagian distal tulang jari. Nodus ini mungkin menjadi nyeri tekan, merah dan
bengkak, sering di mulai dari satu jari dan menyebar ke jari yang lain. Pada
umumnya tidak ada kehilangan fungsi, tetapi klien sering merasa tertekan sebagai
akibat dari perubahan bentuk yang terjadi.(Sumber : Buku Ajar Keperawatan
Gerontik edisi 2; Mickey Stanley)

4
D. Hal-hal yang perlu di kaji

Pengkajian

a) Pengkajian Fisik meliputi :


1. Identitas
2. Keluhan utama : klien mengeluh nyeri pada persendian, bengkak dan
terasa kaku.
3. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang dengan keluhan pada
persendian, bengkak dan terasa kaku
4. Pola Fungsi Gordon
Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
Kaji pengetahuan klien tentang penyakitnya, saat klien sakit
tindakan yang di lakukan klien untuk menunjang kesehatannya.
Nutrisi/metabolik
Kaji makanan yang di konsumsi oleh klien, porsi sehari, jenis
makanan dan volume makanan perhari serta makanan kesukaan
Pola eliminasi
Kaji frekuensi BAB dan BAK, ada nyeri atau tidak, warna.
Pola aktivitas dan latihan
Kaji kemampuan klien saat beraktifitas dan dapat melakukan
kegiatan sehari-hari : mandiri, di bantu, menggunakan alat.
Pola tidur dan istirahat
Kaji pola istirahat, kualitas dan kuantitas tidur, kalau terganggu
kaji penyebabnya
Pola kognitif
Status mental klien
Provokasi :
Kualitas :
Region : daerah nyeri
Skala Nyeri :skala nyeri 1-10
Time : Kapan nyeri terasa bertambah berat
Pola persepsi diri
Meliputi : harga diri, ideal diri identitas diri, gambaran diri.
Pola seksual dan reproduksi
Kaji menopause, kaji aktivitas seksual
Pola peran dan hubungan
Kaji status perkawinan, pekerjaan
Pola manajemen koping stres
Sistem nilai dan keyakinan

5
b) Fungsional Klien meliputi :
1. Indeks Barthel yang di modifikasi(Penilaian di dasarkan pada tingkat
bantuan orang lain dalam neningkatkan aktivitas fungsional).Cara
penilaian

No Kriteria Bantuan Mandiri


.
1. Makan 5 10
2. Minum 5 10
3. Berpindah dari kursi roda ke 5-10 15
tempat tidur/sebaliknya
4. Personal toilet(cuci 0 5
muka,menyisir rambut,
menggosok gigi)
5. Keluar masuk toilet(Mencuci 5 10
pakaian, menyeka tubuh,
menyiram)
6. Mandi 5 15
7. Jalan di permukaan datar 0 5
8. Naik turun tangga 5 10
9. Menggunakan pakaian 5 10
10. Control bowel(BAB) 5 10
11. Kontrol bladder(BAK) 5 10
Total Score

Cara penilaian :
Kurang dari 60 = ketergantungan penuh/total
65-105 = ketergantungan sebagian
110 = mandiri

2. indeks Katz(Pengkajian menggunakan indeks kemandirian Katz untuk


aktifitas kehidupan sehari-hari yang berdasarkan pada evaluasi fungsi
mandiri atau bergantung dari klien dalam hal makan, BAB/BAK,
mandi,berpindah dan berpakaian).
c) Status mental dan kognitif gerontik
1. Short Portable Mental Status Questioner(SPMSQ) untuk mendeteksi
adanya tingkat kerusakan intelektual. Pengujian terdiri atas 10 pertanyaan
yang berkenan dengan orientasi, riwayat pribadi, memory dalam

6
hubungannya dengan kemampuan perawatan diri, memory jangka panjang
dan kemampuan matematis dan perhitungan.

No Pertanyaan Benar Salah


.
1. Tanggal berapa hari ini?
2. Hari apa sekarang?
3. Apa nama tempat ini?
4. Alamat anda sekarang?
5. Berapa umur anda?
6. Kapan anda lahir?(minimal
tahun lahir)
7. Siapa presiden Indonesia
sekarang?
8. Siapa presiden Indonesia
sebelumnya?
9. Siapa nama ibu anda?
10. Kurangi 3 dari 20 dan tetap
pengurangan 3 dari setiap
angka baru, semua secara
menurun
Jumlah =

Interprestasi hasil
a. Salah 0-3 = Fungsi intelektuak utuh
b. Salah 4-5= Kerusakan intelektual ringan
c. Salah 6-8= Kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9-10= Kerusakan intelektual berat

2. Minimental Status Exam(MMSE) menguji askep kognitif dari fungsi


mental.

(Sumber : https://www.scribd.com)

E. Diagnosa Keperawatan yang sering Muncul.

1) Nyeri akut b/d penurunan fungsi tulang.

7
2) Resiko cedera b/d penurunan fungsi tulang
3) Intoleransi aktivitas b/d faktor usia

F. Intervensi keperawatan.

No Tgl Dx keperawatan Tujuan Kriteria intervensi Rasiona


evaluasi l
1 Nyeri akut b/d Nyeri -skala Mandiri : -untuk
penurunan fungsi berkuran nyeri -kaji keefek
tulang di tandai g berkuran intensitas, tifan
dengan klien Sampai g dari lokasi, dalam
mengatakan nyeri di Dengan skala 4 radiasi, penan
bagian lutu kiri dan hilang menjadi durasi, dan ganan
bahu kanannya, 2 (dari faktor nyeri
wajah klien tampak rentang penyebab px
menahan nyeri yang 1-10 nyeri -untuk
dirasakan dlm 1 muncul dan menga
hari) hilang lihkan
-wajah -ajarkan perhati
px tekhnik an px
menunju relaksasi dari
kan dan rasa
ekspresi distraksi nyeri
rileks seperti deep -untuk
-px tdk -berikan memb
mengelu posisi yg erikan
h nyeri nyaman rasa
-TTV kepada px nyama
dalam seperti n pada

8
rengtang posisi px
normal supinasi, -untuk
semi fowler mema
pada klien ntau
-monitor adany
TTV a
Kolaborasi peruba
: berikan han
obat pereda TTV
nyeri -untuk
mered
akan
rasa
nyeri
2 Resiko cedera b/d Klien -Klien Mandiri : -
penurunan fungsi dapat bebas -pasang menja
tulang yg di tandai memperta dari bedrail ga
dengan klien hankan cedera pada tempat kesela
mengatakan takut keselamat jaringan tidur klien matan
jatuh kalau berjalan an fisik lunak -kendalikan fisik
jauh sehingga malas dan lingkungan klien-
keluar rumah. fraktur dengan lingku
Klien terlihat - menyingkir ngan
berhati-hati ketika berkuran kan bahay yg
berjalan di RS dan gnya yg ada bebas
jarang keluar, lebih resiko seperti bahay
suka tidur daripda cedera menghindar a akan
berjalan. i lantai mengu
licin, rangi
jangan resiko
menaruh cedera

9
keset kaki -
licin berdiri
sembaranga maupu
n n
-anjurkan berjala
px untuk n
bangkit perlah
berdiri dari an
tempat akan
duduk atau menur
tempat tidur unkan
dengan resiko
perlahan cedera
-anjurkan -
klien pengg
menggunak unaan
an alat alat
bantu yg bantu
dibutuhkan seperti
seperti tongka
tongkat t akan
(apabila mengu
diperlukan) rangi
Kolaborasi resiko
: cedera
menganjurk pd
an teman klien-
atau kebera
keluarga daan
klien orang
menemani lain

10
klien saat- akan
satat menin
tertentu gkatka
misalnya n
pergi keama
berjalan- nan px
jalan ketika
berakti
fitas
3 Intoleransi aktivitas Klien -Klien Mandiri : -klien
b/d faktor usia, di mampu mampu -edukasi tau
tandai dengan klien berpartisi mengide kepada menge
mengeluh pasi pada ntifikasi klien nai
persendian bahu aktifitas faktor- mengenai faktor-
kanan terasa kaku yg faktor/ faktor- faktor
dan sulit digerakkan diinginka yg faktor intoler
setelah bangun tidur. n menurun penyebab ansi
Klien mengatakan kan intoleransi aktifit
sulit mengambil toleransi aktifitas as
benda-benda berat. aktifitas -anjurkan -untuk
-klien klien untuk mence
memperl istirahat gah
ihatkan tirah baring kelela
kemajua atau duduk han
n bila dan
ketingka diperlukan memp
t yg -bantu klien ertaha
kebih bergerak nkan
tinggi mandiri dgn kekuat
dari bantuan an
mobilita semunimal -

11
s yg mungkin menai
mungkin -dorong kan
(pergera klien fungsi
kan mempertah sendi,
sendi ankan kekuat
tidak posisi an
kaku tegak, otot,
duduk stamin
tinggi, dan a
berjalan. umum
-berikan -
lingkungan mema
yg aman ksimal
dan kan
menganjurk fungsi
an untuk sendi
menggunak dan
an alat memp
bantu ertaha
seperti nkan
tongkat mobili
Kolaborasi tas
: - berikan -
obat-obatan mengh
sesuai indari
dengan cedera
indikasi akibat
-melakukan kecela
fisioterapi kaan
yg -untuk
diperlukan menek

12
sesuai an
indikasi inflam
asi
sistem
ik
-untuk
melati
h
sistem
otot

(sumber : www.academia.edu ASUHAN_KEPERAWATAN)

13
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Osteoartritis(OA) merupakan penyakit sendi yang berkaitan dengan


kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, dan pergelangan kaki paling sering
terkena osteoartritis. Dan memiliki gambaran yang khas yaitu sendi falang distal
dan proksimal sering terkena.Osteoatritis adalah suatu penyakit peradangan pada
tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan sampai saat ini belum di ketahui
pasti penyebabnya. Keadaan ini berkaitan dengan usia lanjut diamana tanda gejala
yang di rasakan adalah nyeri sendi kekakuan, pembesaran sendi dan di alami oleh
banyak usia lanjut di zaman sekarang.

B. Saran

Adapun saran yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat


dalam usaha peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya pada kaum lanjut
usia.

1. Adapun perawatan yang di lakukan dengan baik, cermat dan teliti agar lebih di
tingkatkan.

2. Apabila di usia sekarang menemukan kasus dengan gejala yang sudah di


jelaskan di atas maka di anjurkan untuk segera memeriksakan diri di tempat
pelayanan kesehatan terdekat

3. Dalam melakukan perawatan osteoartritis hendaknya di lakukan dengan hati-


hati dan cepat untuk mengetahui tanda-tanda dam gejala penyakit ini untuk
membantu proses penyembuhan.

14
15
DAFTAR PUSTAKA

NANDA NICNOC Jilid III,2015

Penyakit di Usia Tua, Anwar Agoes dkk, 2011

Asuhan Keperawatan pada klien lanjut usia

(www.Scibd//Laporan pendahuluan pada Lansia dengan Osteoartritis, Tity


Riezka,2015)

16