Anda di halaman 1dari 16

AKUNTANSI PERHOTELAN

RUANG LINGKUP AKUNTANSI PERHOTELAN dan PENERAPAN


AKUNTANSI PADA PERHOTELAN

OLEH :

I DEWA GEDETIRTAYANA PUTRA (1406305192)

I MADE SANTI ARYAWAN (1406305197)

KETUT YOGA PERMADISWARA (1406305203)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

REGULER/2017

i
3.1 Akuntansi

Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Definisi resmi yang
mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam Accounting Terminologi Bulletin
No.1(1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite penyusun prinsip akuntansi
yang dibentuk oleh AICPA. Accounting is the art of recording, classifying, and
summarizing in a significant manner and in terms of money, transaction and event which
are, in part at least, of financial character, and interpreting the result there off.
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian
yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan
menginterpretasikannya hasil proses tersebut.

Karena semakin luasnya funsi akuntansi dan semakin berkembangnya praktik


akuntansi definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal tersebut, komite
kemudian mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut: Accounting is the body
of knowledge and function concerned with systematic originating, authenticating,
recording, classifying, processing, summarizing, analyzing, interpreting, and supplying
of dependable and significant information covering transactionand events which are, in
part of least, of a financialcharacter, required for the management and operationof an
entity and for report that have to submitted there on to meet fiduciary and other
responsibilities. Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang
berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, pengklasifikasian,
dan penyajian secara sistematis informasi yang dapat dipercaya dan berdaya guna tentang
transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam pengelolaan dan
pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan untuk dasar penyusunan laporan
keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggungjawaban pengurusan
keuangan dan lainnya.

Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam
Statement of Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut: Accounting is a
service activity. Its function is to provide quantitative information, primary financial in
nature, about economic entities that intended to be useful in making economic

1
decisions. Akuntansi adalah kegiatan jasa.Kegiatannya adalah menyediakan informasi
kuantitatif tentang unit-unit usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan yang
diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomik.

3.2 Bagan dan Siklus Akuntansi Pada Usaha Perhotelan

Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan pencatatan
transaksi berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa dilakukan
secara manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Beberapa transaksi penting
dalam operasi hotel, yaitu :

1. Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku
khusus penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus
penjualan.

2. Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan transaksi


dari penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn, penjualan
tunai dan pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang disebut
dengan buku kas dan bank.

3. Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku khusus
pebelian, diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.

4. Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia
membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan departemen
dimana karyawan tersebut bekerja.

Dasar akuntasi untuk usaha hotel menggunakan double-entry bookkeeping, dimana


setiap entry data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan sama.

1. Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo
debet dan kredit.

2
2. General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun individual.

3. Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.

4. Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya


disiapkan pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau tahunan.

3.3 Bagan dan Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB


sebagai :
a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to
consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial
accounting and reporting.
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang
terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi
landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-
batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB (Financial Accounting


Standard Board) telah menerbitkan enam statement of financial accounting concept yang
berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
1. SFAC no. 1 objective of financial reporting by business enterprises, yang
menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
2. SFAC no. 2 qualitative caracteristics of accounting information, yang
menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
3. SFAC no. 3 element of financial statement of business enterprises, yang
memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
4. SFAC no. 5 recognition and measurement in financial statement of business
enterprises, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental
serta pedoman tentang informasi.

3
5. SFAC no. 6 element of financial statement, yang menggantikan SFAC no. 3
dan memperluas SFAC no. 3 dengan memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.
6. SFAC no. 7 using cash flow information and present value in accounting
measurement, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa
depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar
pengukuran

Level Pertama
Tujuan Utama

Tujuan Pelaporan
Keuangan

Level Kedua

Konsep Fundamental

Karakteristik Kualitatif Informasi Elemen Statmen Keuangan


Akuntansi

Level Ketiga

Konsep Pengakuan dan Pengukuran

Asumsi Prinsip Bawaan

TINGKAT PERTAMA: TUJUAN DASAR


Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah
untuk menyediakan informasi:
1) Yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang
aktivitas bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit;

4
2) Untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan
potensial, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan
ketidakpastian arus kas masa depan;
3) Tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut, dan
perubahan di dalamnya.
Tujuan(objectives) dimulai dengan lebih banyak berfokus pada informasi yang
berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan. Fokus ini
lalu menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas prospek
penerimaan kas dari investasi mereka dalam, atau dari pinjaman yang telah
mereka berikan ke entitas bisnis. Pada akhirnya, tujuan berfokus pada laporan
keuangan yang menyediakan informasi yang berguna untuk menilai prospek
arus kas yang akan diterima entitas bisnis yaitu arus kas yang menjadi harapan
investor dan kreditor. Pendekatan ini dikenal sebagai kegunaan keputusan
(decision usefulness).
Dalam menyediakan informasi kepada pemakai laporan keuangan, profesi
akuntan mengandalkan laporan keuangan bertujuan-umum(general-purpose
financial statement), yaitu menyediakan informasi paling bermanfaat dengan
biaya minimal kepada berbagai kelompok pemakai

TINGKAT KEDUA : KONSEP-KONSEP FUNDAMENTAL


Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi
akuntansi harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder.Tentu
saja terdapat beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.
Kualitas Primer
Relevansi (relevance) dan keandalan (reliability) harus melekat pada informasi
akuntansi.
1) Relevansi. Agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan
dalam sebuah keputusan. Informasi itu mampu mempengaruhi pengambilan
keputusan dan berkaitan erat dengan keputusan yang akan diambil, jika tidak
berarti informasi tersebut dikatakan tidak relevan. Informasi yang relevan harus

5
memiliki nilai umpan balik (feed-back value), yakni mampu membantu
menjustifikasi dan mengoreksi harapan masa lalu. Informasi juga harus memiliki
nilai prediktif (predictive value) yakni dapat digunakan untuk memprediksi apa
yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Selain itu kualitas relevan juga harus mempunyai substansi tepat waktu
(timeliness).Informasi harus disajikan kepada para pemakai sebelum informasi
itu kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan.

2) Keandalan. Informasi dianggap andal jika dapat diverifikasi, netral, disajikan


secara tepat serta bebas dari kesalahan dan bias (penyimpangan). Keandalan
sangat diperlukan bagi individu-individu pemakai yang tidak memiliki waktu
atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
Realibilitas sangat diperlukan oleh individu-individu yang tidak memiliki waktu atau
keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur independen,
dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, mendapatkan hasil yang
serupa.
Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-angka dan penjelasan
dalam laporan keuangan mewakili apa yang benar-benar ada dan terjadi.
Netralitas(neutrality): informasi tidak dapat dipilih untuk kepentingan
sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan harus faktual, benar dan tidak
bisa.
3) Keberdayaujian (verifiability). Informasi harus dapat diuji kebenarannya.Dapat
diujinya kebenaran informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan dan
konsensus. Contoh, keandalan informasi harga perolehan fixed assets harus diuji
berdasar data masa lalu yang terekam pada faktur (keobyektifan). Tetapi
keandalan informasi tentang depresiasi aktiva tetap itu adalah berdasarkan
konsensusa mengenai metode depresiasi yang digunakan, taksiran nilai residu,
dan taksiran umur ekonomis.

6
4) Kenetralan (neutrality). Informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi
tujuan berbagai kelompok pemakai.Oleh karena itu harus bebas dari usaha-usaha
untuk memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
5) Kejujuran penyajian (representational faithfulness). Penyajian yang jujur berarti
adanya kesesuaian antara fakta dan informasi yang disampaikan.

Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah
keberdayabandingan (comparability) dan konsistensi (consistency).
1) Keberdayabandingan. Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat
dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam satu
industri (perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan yang sama
untuk periode yang berbeda (perbandingan vertikal). Jadi diperlukan standar dan
ukuran tertentu.
2) Konsistensi. Sebuah entitas dikatakan konsisten dalam menggunakan standar
akuntansi apabila mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi)
yang sama untuk kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.

Elemen-elemen Laporan Keuangan


SFAC No. 6 menetapkan sepuluh elemen utama laporan keuangan.Cakupannya
bukan hanya perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga organisasi nirlaba. Elemen-
elemen laporan keuangan bagi organisasi yang berorientasi laba meliputi 10
macam, yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada
pemilik, laba komprehensif, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Adapun bagi
organisasi nirlaba ada 7 macam, yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban,
keuntungan, dan kerugian.

TINGKAT KETIGA : PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk
mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan

7
apa, kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan
dilaporkan oleh sistem akuntansi.

Asumsi-Asumsi Dasar
Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi dasar
akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar akuntansi
dapat dipraktikkan.
a. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption). Akuntansi memandang
bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-
pihak yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).
b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan
pada asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur
yang panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami
kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang
c. Asumsi unit moneter ( monetary unit assumption). Akuntansi menggunakan unit
moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau aktivitas perusahaan dan
menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.
d. Asumsi periodisitas (periodicity assumption). Cara yang paling akurat untuk
mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada saat
perusahaan tersebut di likuidasi.Namun, pengambil keputusan tidak bisa
menunggu selama itu untuk menerima informasi semacam itu. Asumsi
periodisitas (periodicity assumption) atau periode waktu menyiratkan bahwa
aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat di pisahkan dalam periode waktu
artifisial periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum yaitu secara
bulanan, kuartalan dan tahunan

Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi


a. Biaya historis (historical cost). GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan
kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Kos(cost)
memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya yaitu dapat
diandalkan.

8
b. Pengakuan pendapatan. Pendapatan umumnya diakui jika (1) telah direalisasi atau
dapat direalisasikan dan (2) telah dihasilkan.
c. Prinsip Penandingan (matching principle). Beban untuk suatu periode ditentukan
dengan mengaitkannya dengan pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu..
Beban diakui :
Jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk
atau penyerahan jasa,
Pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak terdapat
hub. Langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk atau jasa,
Dengan alokasi yang sistematis dan rasional, jika butir 1 dan 2 tidak terpenuhi.
Contoh: depresiasi.
d. Prinsip Pengungkapan Penuh (full disclosure principle)
Mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan
mencerminkan trade off penilaian, seperti :
Hal-hal yang harus diungkapkan karena mempengaruhi keputusan pemakai
Kebutuhan untuk menyajikan secara penuh agar informasi dapat dipahami.
Catatan atas laporan keuangan umumnya ditujukan untuk memperkuat atau
memperjelas pos-pos yang disajikan dalam bagian utama laporan keuangan.

3.4. Perbedaan Sistem dan Prosedur Akuntansi

Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan
pendekatan komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedur-
proseduryang dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan
tertentu.Bisa dikatakan sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan.
Cecil Gillespie (1971) menyatakan bahwa sistem akuntansi terdiri dari:

1. Subsistem akuntansi Utama

2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang

3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang

9
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian

5. Subsistem produksi dan biaya produksi

Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:

1. Komponen Input

Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem informasi.
Data sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen dasar. Fungsi
dokumen dasar, yaitu:

a. Untuk menunjukan jenis dari data yang dikumpulkan.

b. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.

c. Data disebutkan satu persatu, sehingga data akuntansi akan lengkap.

d. Sebagai alat pendistribusi data antar departemen, karena tembusan atau copynya
diberikan ke departemen lain.

e. Sebagai pembuktian bahwa transaksi tersebut sah, sehingga sangat berguna audit
trail.

f. Dapat digunakan sebagai buck up dari file-file komputer.

2. Komponen Model

Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa model logika
dan model matematika.

3. Komponen Output

Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di data
base dan diproses menggunakan model tertentu.

4. Komponen data base

10
Data base adalah kumpulan dari data base yang saling berhubungan satu dengan
yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.

5. Komponen Teknologi

Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem informasi.

6. Komponen Kontrol

Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan


dari sistem informasi adalah informasi yang akurat. Pengendalian umum dapat
terdiri dari:

a. Pengendalian organisasi

b. Pengendalian dokumentasi

c. Pengendalian perangkat keras

d. Pengendalian keamanan fisik

e. Pengendalian keamanan data

f. Pengendalian komunikasi

3.5 SPI di perhotelan (unsur-unsur SPI, lingkup SPI, merancang SPI)

Terdapat beberapa elemen yang merupakan cirri pokok dari sistem pengendalian intern
yang baik, yaitu:

1. Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara


tepat dan tegas.

2. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk melakukan

11
pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik perusahaan, hutang,
pendapatan dan biaya.

3. Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap bagian
dalam organisasi.

4. Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan


tanggungjawabnya.

5. Adanya pengecekan independen.

Struktur pengendalian intern menurut COSO terdiri dari lima komponen yakni:

a) Lingkungan pengendalian (control environment)

b) Penilaian resiko (risk ussessement)

c) Aktivitas pengendalian (control activities)

d) Informasi dan komunikasi (information and communication)

e) Pemantauan (monitoring)

The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control Committee (CoCo)


memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni:

1. Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?

2. Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?

3. Apakah perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan


yang tepat?

4. Aapakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan


mengadaptasi?

12
CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni:

1) PURPOSE

2) CPMMITMENT

3) CAPABILITY

4) MONITORING AND LEARNING

3.6 Struktur Organisasi di Departemen Akuntansi

Departement Akuntansi

General cashier
Cashier outlet
Income auditor
Night audit
Credit
Account receivable
Account payble
Cost control
Personalia
Electronic data processing
Purchasing
Storeroom
Accounting/bookkeeper

13
Struktur Organisasi Departemen Akuntansi

Head Departement

Accounting Credit Personalia Night Audit Cost Control

EDP Storeroom

General Cashier

Cashier Outlet

Account Receivable

Account Payable

Income Audit

14
Daftar Pustaka

http://meweks.blogspot.com/2011/12/akuntansi-hotel.html

http://www.scribd.com/doc/150662685/Akuntansi-Perhotelan

http://dindaituchdindhoet.wordpress.com/2010/10/19/kerangka-

konseptual-fasb/

15