Anda di halaman 1dari 29

NERACA MASSA (NM)

&
NERACA PANAS (NP)

ARI DIANA SUSANTI, ST MT


FUNGSI NM & NP
1. Kontrol kualitas produk
2. Kontrol pemakaian bahan bakar dan proses
pembakaran
3. Kontrol peralatan pabrik menaikkan effisiensi
4. Deteksi dini pemeliharaan peralatan
5. Memantau parameter kinerja secara cepat
6. Rancang bangun proses
URUTAN
DASAR = HUKUM KEKEKALAN MASSA DAN KEKEKALAN PANAS
KONDISI = TUNAK / STEADY STATE
TIDAK ADA AKUMULASI / PENUMPUKAN MATERIAL ATAU ENERGI

1. NERACA MASSA (NM)


MASSA MASUK - MASSA KELUAR REAKSI =0
REAKSI = KIMIA ATAU FISIKA

2. NERACA PANAS/ENERGI (NP)


Q MASUK = Q KELUAR

SISTEM
MASUK KELUAR
SISTEM
GLOBAL
= menyeluruh, melibatkan >1 alat proses
Contoh = 1 pabrik semen, sistem kiln

LOKAL
=1 alat proses
Contoh = kiln saja, raw mill saja, GCT
BASIS PERHITUNGAN
Biasanya terhadap salah satu
komponen input atau output yang
relatif tetap atau hal utama dari
proses atau waktu operasi

Misal = klinker, produk raw mill, jam


operasi
NM GLOBAL DI SISTEM KILN
GHP KF
H2O
CO2 SISTEM KILN
DEBU
Kiln feed
klinker
Bahan bakar calsiner
Gas hasil pembakaran
Bahan bakar kiln
Gas CO2 kalsinasi
Udara Bahan bakar
H2O
Udara cooler
Debu
Udara buang

BB
BB UDARA PRIMER
UDARA PRIMER
EXIT AIR

KLINKER

UDARA
Metode Perhitungan Neraca Massa Global

Asumsi asumsi :
1. Kondisi aliran massa tunak
2. Proses pembakaran sempurna
3. Return dust top cyclone dikembalikan bersama fresh feed
4. Tidak ada debu dari bahan bakar yang menjadi fly ash
5. H2O keluar melalui top cyclone bersama-sama dengan gas
hasil pembakaran dan gas hasil proses kalsinasi CaCO3 dan
MgCO3
6. Seluruh massa debu yang terbawa exit air terhitung sebagai
massa klinker keluar dari cooler (tersaring di electrostatic
precipitator) dan dimasukkan sebagai produk klinker
RAW MIX KLINKER
Klinker = Kilnfeed + Abu bahan bakar
= KFklinker + Ashcl
Tidak semua kiln feed menjadi klinker
- dust losses terikut gas out top cyclone
tergantung effisiensi top cyclone

KFtersaring = KilnFeed x eff top cyclone


- LOI kandungan H2O dan CO2 dari CaCO3 dan MgCO3
KFklinker = KFtersaring H2O CO2
= KFtersaring x (1 LOI/100)

prodcl = (KFklinker + Ashcl) * 24 TPD (ton per day)

prodcl = (KFklinker + Ashcl) * 24 * 320 MTY (ton per year)


PARAMETER PARAMETER
a. Rawmix consumption including dust losses (R)
BM CaO = 44
R = KF / (KFklinker + Ashcl) BM CaCO3 = 56
b. Return dust BM MgCO3 = 40,3
retdust = KF * (1 - H2OR) * (1 - Etop) * 24 / prodcl
1 KMOL = 22,4 NM3
c. Gas karbon dioksida dari rawmix (CO2)
co2rm = ((44 / 56) * KFtersaring * CaOR / 100 + (44 / 40.3)
* KFtersaring * MgOR / 100)
co2 = (co2rm / prodcl * 24) * 22.4 / 44 [Nm3/kg klinker]
d. Rawmix for clinker only ratio (RMCLF)
RMCLF = KFtersaring / (KFklinker + Ashcl)
d. Faktor klinker (FC)
FC = KFklinker / KF atau FC = KF/KFklinker
PEMBAKARAN
Bahan bakar yang digunakan
- oil
- gas
- batubara
komponen bahan bakar = C H O N S
CxHyNzSpOq x,y,z,p,q = bilangan
udara = 21 % O2 + 79 % N2
Reaksi Pembakaran
Reaksi unsur penyusun bahan bakar
C + O2 CO2
2H2 + O2 2 H2O
S + O2 SO2
kebutuhan O2 minimum
Omin= { (C / 12) + (H / 4) + (S / 32)- (O / 32)}/100* 22,4
kebutuhan udara minimum
Lmin = (100/21) * Omin = 4.762 * Omin
excess air
= (udara aktual/udara teoritis) x 100 %
MONITORING PROSES PEMBAKARAN

Oksigen berlebihan (0.7-3.5%, optimum 1-1.5%)



Reaksi pembakaran sempurna

Energi untuk proses di kiln tercukupi

Monitor : inlet kiln dan exit gas SP

Kadar karbon monoksida (CO)


CO PEMBAKARAN TIDAK SEMPURNA
Selisih panas yang dihasilkan 4500 kkal/kg
NP GLOBAL DI SISTEM KILN
KF
GHP
H2O SISTEM KILN
CO2 Q klinker
DEBU Q Kiln feed
Q Gas hasil pembakaran
Q Bahan bakar calsiner
Q Gas CO2 kalsinasi
Q Bahan bakar kiln
Q H2O, Q Debu
SP LOSS Q Udara Bahan bakar
Q Udara buang
Q Udara cooler
Q SPLOSS, KILN LOSS,
COOLER LOSS

BB
BB UDARA PRIMER
UDARA PRIMER
EXIT AIR
KILN LOSS
KLINKER
COOLER LOSS
UDARA
No. Temp, C Proses Reaksi Kimia
Tahapan
1 < 100 pelepasan air bebas -
Reaksi
2 100 400 pelepasan air terikat -

3 400 750 dekomposisi tanah Al4(OH)8Si4O10 2


liat (Al2O3.2SiO2) +
4H2O
4 600 900 dekomposisi Al2O3.2SiO2 Al2O3
metakaolin + 2SiO2
membentuk
campuran oksida
yang reaktif
5 600 1000 dekomposisi CaCO3 CaO + CO2
limestone dan 3 CaO + 2SiO2 +
pembentukan CS dan Al2O3 2CS + CA
CA
6 800 1300 reaksi lime dengan CS + C C2S
CS dan CA serta 2C + S C2S
pembentukan C4AF CA + 2C C3A
CA + 3C + F C4AF
7 1250 1450 reaksi lanjut lime C2S + C C3S
dengan C2S
8 1450 100 pendinginan terak di -
cooler
Kebutuhan Energi
Proses Kkal/kh clinker

Evaporasi combined water + 20

Dekomposisi material clay + 35

Dekomposisi karbonat + 475

Panas pembentukan terak - 130

Panas zat yang bisa terbakar - 15


dalam rawmeal
Total energi + 385
Asumsi Asumsi :

a. Kondisi aliran tunak (steady state)


b. Proses pembakaran adiabatik dan berlangsung sempurna
c. Prosen kalsinasi , Percal = A * (Tm)2 + B*Tm + C
Temperatur mulai terjadi proses kalsinasi diestimasi pada 700oC
d. Cp gas pembakaran didekati dengan Cp masing-masing
gas penyusunnya
e. Sistem global dan dan semua sistem dimodelkan sebagai volume
atur dan energi yang terlibat diklasifikasikan sebagai energi
sensibel (energi yang dibawa aliran massa) dan energi latent untuk
melangsungkan proses-proses pembentukan klinker, kalsinasi, dan
perubahan fasa
f. Reaksi-reaksi kimia tambahan diluar proses klinkerisasi diabaikan

g. (Cp*T) = A + B * T2 * 10-6 + C * T3 * 10-9


Nilai Kalor Bahan Bakar
Grossheating Value (GHV) = High
Heating Value (HHV)
H2O hsl pembakaran dlm btk cairan

NettHeating Value (NHV) = Low


Heating Value (LHV)
H2O hsl pembakaran dlm btk uap air
GHV-NHV=200-300 kkal/kg
FORMULASI
PANAS SENSIBEL
Melibatkan perbedaan temperatur
Q = m Cp dT

PANAS LATENT
Melibatkan perubahan fasa, pada T tetap
Q=m
PARAMETER PARAMETER

1. Specific Heat Consumption (SHC)


SHC = (MBB * NHV)/prod clinker

2. Effisiensi Cooler = Rekuperasi Panas Cooler


eff cooler = (panas terpakai kembali/panas masuk) * 100 %
RUGI-RUGI/LOSSES
z MENGURANGI EFFISIENSI PERALATAN

z MASSA
- FALSE AIR = UDARA MASUK SISTEM AKIBAT BEDA TEKANAN
- DUST LOSSES = DEBU TERBAWA UDARA BUANG

z PANAS/ENERGI
- BERSAMA MATERIAL
- DARI DINDING PERALATAN
NM & NP GLOBAL DI RAW MILL
Separator
CF = Circulation Factor

X3 +X5 = CF * (X3)
X5
X7 X5 = (CF 1) * X3

A*, produk
X3 = A
Mill X3+X5
CF

Dalam RM terjadi proses = penggilingan dan pengeringan


Permasalahan NM dan NP utama berkaitan dengan kadar air dan jumlah
udara dan temperatur hot gas
Kadar air = moist = (berat air/berat umpan) * 100 %
Studi Kasus NM RM
CLEAN GAS
Umpan RM sebanyak 750 ton/jam
mempunyai kadar air 10 %. Produk
SISTEM MILL sistem RM masih mengandung air
sebanyak 1 % dan diperoleh
FEED PRODUK sebanyak 750 ton/jam.

HOT GAS
Berapa kandungan material tanpa
air dalam umpan dan berapa
tambahan debu dari hot gas?
RULE OF THUMB
z SHC 700 - 850 kkal/kg cl
z Heat loss ke lingkungan 12 22 % panas
hasil pembakaran
z Effisiensi cooler 72 75 %
z Effisiensi Top Cyclone > 90 %
BEBAN PANAS KILN
Volumetric Thermal Load [=TPD/m3]
produksi klinker (TPD) / volume bersih kiln (m3)
Burning Zone Thermal Load [=kkal/h/m2]
panas hasil pembakaran / luas penampang kiln

Tipe Konfigurasi Beban Panas Beban panas zona pembakaran


SP volumetrik(TPD/m3) (1 e +6kkal/h/m2)
SP 1,8 2,3 2,8 5,5
ILC E 1,8 2,5 2,8 6,0
ILC 3,6 4,8 2,4 4,8

SLC 3,6 4,8 2,4 4,8

SLC I 3,6 4,8 2,4 4,8

SLC S 3,6 4,8 2,4 4,8


Specific heat consumption in various
kiln systems
Kiln process Heat consumption (kcal
per kg clinker)
Wet process with internals 1400-1500
Long dry process with internals 1100
1-stage cyclone preheater 1000
2-stage cyclone preheater 900
4-stage cyclone preheater 800
4-stage cyclone preheater plus calciner 750
5- stage preheater + calciner +high 720
efficiency cooler
6-stage preheater + calciner + high < 700
efficiency cooler
Teori Proses Pembakaran Bahan Bakar

Reaksi pembakaran :

C + O2 CO2 + 8133 kkal/kg


C + 0,5 O2 CO + 3450 kkal/kg
CO + 0,5 O2 CO2 + 5683 kkal/kg
H2 + 0,5 O2 H2O + 3450 kkal/kg
S + O2 SO2 + 2248 kkal/kg
SO2 + 0,5 O2 SO3 + 2200 kkal/kg

CxHyNzSpOq + () (O2 + 3,762 N2) xCO2 + y/2 H2O + p SO2


+ (3,762 + z/2) N2

= (x + y/4 + p q/2)
Contoh Perhitungan kebutuhan O2 minimal :

Karbon C= 61,4%
100 kg batubara akan mengandung :
Hidrogen H= 5,24%
x = 61,4/12 = 5,1167
Belerang S= 2,46% y = 5,24/2 = 5,24
p = 2,46/32 = 0,076875
Nitrogen N= 1,73%
z = 1,73/28 = 0,06178
Oksigen O= 19,09% q = 19,06/16 = 1,19125
Abu/ash = 9,74%
Moisture = 9,0 %
Volatile matter= 32,49%
Metode Penentuan Kelebihan Udara
Pembakaran (Excess Air)

Excess air :
CxHyNzSpOq + (+) (O2 + 3,762 N2) xCO2 + y/2 H2O + p SO2
+ (3,762 + z/2) N2 +
O2 + 3,762 N2

(O2 + 3,762 N2) = mol udara untuk memenuhi reaksi stokiometri


(O2 + 3,762 N2) = mol udara berlebih (excess air)

x = A/12, y = B/1, z = C/14, p = D/32, q = E/16, A,B,C,D,E = ultimate analysis


= (x + y/4 + p q/2)

Jumlah mol gas hasil pembakaran :


x + y/2 + p + (3,762 + z/2) + 4,762

Mol total gas :


x + y/2 + p + (3,762 + z/2) + 4,762 + c
[%O2] = / [x + y/2 + p + (3,762 + z/2) + 4,762 + c]

= {x +
+y/2+ p + (3,76 + z/2) + c}[ % O2]/{100 4,76 [%O2]}

Persentase excess air :


[% excess air] = / x 100 %

a. Menghitung excess air di kiln (excessk)


b. Menghitung excess air total di preheater dan kiln (Excesstot)
c. Menghitung excess air di Inline Calciner atau PC duct (excessd)