Anda di halaman 1dari 2

1.

Rencana Daftar Pertanyaan


a) Sebenarnya apakah yang melandasi pemerintah untuk mengusulkan penerapan cukai pada
produk kemasan plastik?
Permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat volumenya menjadi concern bagi
Pemerintah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2014-2015)
menunjukkan bahwa konsumsi kantong plastik dari 90 ribu gerai ritel modern di seluruh
Indonesia telah mencapai 9,85 miliar lembar per tahunnya. Lebih lanjut, berdasarkan
penelitian Jenna Jambeck, dkk (2015), diperkirakan para penduduk yang tinggal di sekitar
50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 275 juta ton sampah plastik pada tahun 2010.
Adapun sampah plastik yang terbawa hingga ke lautan berkisar 4,8 - 12,7 juta ton.
Jambeck, dkk membuat daftar 20 negara yang paling banyak mencemari laut dengan
sampah plastik. Indonesia menempati urutan kedua (setelah China) sebagai negara
penghasil sampah plastik ke laut terbesar di dunia. Pada tahun 2010 Indonesia
menghasilkan 3,2 juta ton sampah plastik dan sekitar 480 ribu hingga 1,29 juta ton
dibuang ke laut.
Sampah yang menumpuk dimanapun akan mencemari lingkungan. Selain mencemari,
sampah yang menggunung di daratan dapat merusak sumber air dan mengganggu
kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Sampah yang dibuang ke sungai dan laut
dapat mencemari lingkungan perairan. Kesehatan ikan dan berbagai makhluk hidup di air
akan terganggu, bahkan yang lebih parah, dapat menyebabkan kematian massal.
(Purwoko, 2016) kajian pak purwoko bisa dijadikan referensi
Sebagian besar kantong plastik maupun pengemas plastik lain membutuhkan waktu
penguraian yang sangat lama sehingga berpotensi merusak lingkungan. Permasalahan ini
tentunya perlu segera diselesaikan agar eksternalitas/dampak negatif dari sampah plastik
tidak semakin meluas.
b) Mengapa harus pada produk kemasan plastik?
(sudah terjawab di poin a)
c) Plastik yang semacam apa yang akan diusulkan dikenakan cukai? Apakah alasannya?
Masih dalam proses kajian dan komunikasi dengan DPR.
d) Apakah cukai dapat dikenakan untuk plastik?
Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai disebutkan bahwa
suatu barang dapat ditetapkan sebagai barang kena cukai apabila mempunyai sifat atau
karakteristik :
a. Konsumsinya perlu dikendalikan;
b. Peredarannya perlu diawasi;
c. Pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan
hidup; atau
d. Pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.
Dengan mempertimbangkan eksternalitas negatif yang ditimbulkan dari penggunaan
kemasan plastik terutama terhadap lingkungan hidup sehingga konsumsinya perlu
dibatasi dan sebagaimana dengan pasal 2 ayat (1) UU Cukai, maka kemasan plasik layak
untuk dikenakan cukai.

e) Apa yang mendasari pengenaan cukai pada plastik?


Eksternalitas negatif yang ditimbulkan dari sampah kemasan plastik terutama terhadap
lingkungan hidup sehingga penggunaan/konsumsinya perlu dibatasi.
f) Apakah sudah dilakukan pengkajian mendalam baik internal maupun melihat kajian dari
luar?
Hingga saat ini kajian masih dilakukan oleh BKF-DJBC. Selain itu juga dilakukan
komunikasi dengan beberapa lembaga penelitian untuk mendapatkan informasi dan data
terkait dengan kajian cukai kemasan plastik.
g) Apakah sudah dilakukan audiensi dengan para asosasi pengusaha plastik?
Sudah dilakukan komunikasi dengan asosiasi. Namun 17 asosiasi yang tergabung dalam
FLAIPPP menolak wacana tersebut karena dinilai bahwa kebijakan tersebut akan
berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi, keberlangsungan tenaga kerja dan
penerimaan negara. Oleh karena itu asosiasi meminta agar pemerintah
mempertimbangkan kembali rencana pengenaan cukai pada kemasan plastik. (jawaban
asosiasi ke kita sama persis dengan yang diberitakan di CNN
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170203220327-92-191238/wacana-pengenaan-
cukai-plastik-ditolak-17-asosiasi-industri/. Mungkin bisa jadi reference, kak)
h) Jika dikenakan berapakah tarif yang akan dikenakan? Bila dalam kajian (bila ada)
berapakah rentang tarif efektif?
-
i) Dengan tarif tersebut berapa potensi penerimaan atas cukai?
-
j) Bagaimanakah teknis pengenaan cukai atas produk kemasan plastik?
-
k) Apakah dampak bagi masyarakat atas usulan kebijakan tersebut?
-
l) Apakah dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan?
-
m) Bagaimana rencana pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut?
-
n) Apa saja hambatannya? Dana bagaimana langkah-langkah mengatasinya?
-
o) Bagaimana memberikan keyakinan bagi masyarakat pentingnya kebijakan ini supaya apa
yang diharapkan bisa tercapai?
-