Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian dan komponen Sistem Gerak pada Manusia

A.PENGERTIAN SISTEM GERAK PADA MANUSIA

ialah sistem dalam tubuh yang terdiri dari persendian, otot dan tulang-tulang yang bergabung
membentuk rangka dan berguna untuk memberikan betuk tubuh, memudahkan manusia untuk
melakukan aktivitas, seperti berlari, berjalan, menari.

1. KOMPONEN SISTEM GERAK DALAM TUBUH MANUSIA

Rangka (Tulang)

Rangka atau tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak pasif karena tulang baru
akan bergerak bila digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur pembentuk tulang pada manusia adalah
unsur kalsium dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Fungsi sistem gerak adalah
mendukung tubuh manusia untuk bergerak. Sehingga manusia dapat melakukan aktivitas, seperti
berjalan, berlari, menari dan lain-lain.

Berikut video mengenai jenis jenis tulang pada manusia

https://www.youtube.com/watch?v=6XdSZmWW7wk

1. Fungsi Rangka

1. Rangka berfungsi untuk menguatkan dan menegakan tubuh. Rangka badan dan rangka
anggota gerak seperti kaki membuat kita dapat berjalan dan berdiri tegak.

1. Rangka berfungsi untuk menentukan bentuk tubuh. Rangka tubuh membuat tubuh kita
berbentuk. Pertumbuhan tulang pembentuk rangka bahkan bisa menjadi ciri fisik dari
seseorang, seperti misalnya ada orang bertubuh tinggi atau bertubuh pendek, bertulang
besar atau bertulang kecil, berkaki panjang atau berkaki pendek. Dengan adanya Rangka
seseorang dapat dibedakan berdasarkan bentuk tubuhnya.

1. Rangka berfungsi sebagai tempat melekatnya otot. Seperti sebatang pohon yang digunakan
oleh tanaman menjalar sebagai tempat bertumpuhnya. Begitulah fungsi rangka bagi otot.
Untuk dapat berfungsi dengan baik, otot harus melekat pada rangka. Fungsi otot adalah
mengerakan rangka, sedang fungsi rangka adalah sebagai tempat melekatnya otot. Dengan
begitu dalam sistim mobilisasi, rangka dan otot bekerja sama melakukan suatu gerakan.
Misalnya gerakan lengan dipengaruhi oleh kontaksi otot bisep dan trisep yang melekat pada
tulang lengan atas.

2. Rangka berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang penting. Rangka terbentuk dari
tulang yang keras dan solid. Bentuknya yang keras ternyata berfungsi untuk melindungi
bagian dalam tubuh yang cukup rapuh.
Gambar : Rangka Tubuh Manusia

Sumber : Solomon, :293

2. Otot

Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak
aktif yang menggerakkan tulang.Otot-otot dalam tubuh manusia melakukan beberapa fungsi
penting. Fungsi utama mereka adalah gerakan, baik sengaja dan tidak sengaja, dan mereka juga
mendukung tubuhnya, membantu menjaga postur. otot yang kuat juga menstabilkan tubuh banyak
sendi dan menentukan kekuatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi tambahan adalah untuk
menghasilkan panas sebagai produk sampingan dari proses lainnya.

Fungsi yang paling jelas dari otot adalah gerakan. Gerakan volunter melibatkan upaya sadar pada
bagian dari individu, dan contoh-contoh meliputi berjalan, membungkuk, memutar, dan
mengangkat. Hal ini juga termasuk gerakan motoriknya, seperti menulis atau memainkan alat musik.
Jenis otot biasanya bertanggung jawab untuk gerakan volunter disebut skeletal, itu adalah otot lurik
yang memiliki penampilan terbalut atau bergaris di bawah mikroskop. Otot rangka yang melekat
pada tulang dan menghasilkan gerak dengan kontraksi, atau pengetatan, dan relaksasi.

Jenis lain dari gerakan tidak disengaja, dan itu terjadi secara otomatis. Contoh termasuk pernapasan,
gerakan makanan melalui sistem pencernaan, dan detak jantung. Pergerakan ini terjadi tanpa usaha
dari individu, dan banyak dari mereka mempertahankan hidup dan melanjutkan jika seseorang
sedang tidur atau tidak sadar. Berbagai sinyal mengendalikan tindakan disengaja, dan otot-otot yang
melakukan gerakan-gerakan ini sering polos di alam, kecuali untuk otot jantung lurik.

Fungsi lain dari otot-otot dalam tubuh manusia adalah dukungan. Otot rangka terus bekerja untuk
mendukung tubuh dan membantu untuk mempertahankan postur, apakah seseorang duduk atau
berdiri. Otot-otot ini juga mendukung, menstabilkan, dan memperkuat sendi dengan memegang
tulang dalam posisi yang tepat, terutama di daerah di mana bagian-bagian dari sendi tidak cocok
bersama erat, seperti bahu dan pinggul. Otot rangka juga sangat penting dalam menentukan
kekuatan tubuh secara keseluruhan dan kemampuan untuk melakukan berbagai tugas fisik.
Mempertahankan otot yang kuat sangat membantu untuk kesehatan umum dan kesejahteraan.

Otot-otot juga penting untuk pemeliharaan suhu tubuh yang benar. Ketika otot mengkonsumsi
nutrisi untuk memberikan tenaga untuk gerakan, sebagian energi menciptakan panas diperkirakan
sebanyak 75% dari energi yang dihasilkan lolos dengan cara ini. Menimbang bahwa otot rangka
terdiri dari persentase besar dari total massa tubuh, jumlah panas yang dihasilkan adalah signifikan
dan memainkan peran penting dalam mempertahankan suhu yang sehat.

Gambar : Jenis jenis otot penyusun tubuh manusia

Sumber : http://www.sridianti.com/3-macam-otot-dan-fungsinya

3. Sendi

Sendi adalah struktur khusus pada tubuh yang berfungsi sebagai penggerak hubungan antartulang.
Jadi, sendi adalah daerah tempat dua tulangmenyatu. Untuk diketahui, tulang di dalam tubuh dapat
berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antartulang itu selanjutnya disebut
denganartikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, maka diperlukan sendi. Terbentuknya sendi dimulai
dari kartilago di daerah sendi. Kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan
ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput
sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut
cairan sinovial.

Jenis-jenis sendi dapat dikelompokkan berdasarkan struktur, pergerakan, dan arah geraknya.
Berdasarkan strukturnya, jenis sendi terbagi menjadi:

Sendi fibrosa: sendi fibrosa adalah sendi yang terdiri dari serat-serat kolagen. Sendi ini
biasanya terikat, misalnya sutura tulang tengkorak. Kadang sendi ini dapat sedikit bergerak.

Sendi Kartilaginosa: sendi kartilaginosa adalah sendi yang terdiri dari lapisan kartilago dan
dihubungkan oleh jaringan fibrosa kuat yang tertanam kedalam kartilago. Misalnya, antara
korpus vertebrata dan simfisis pubis. Sendi ini memungkinkan gerakan sedikit bebas.

Sendi Sinovial: sendi sinovial adalah jenis sendi yang paling umum, yang memungkinkan
gerakan yang bebas (misalnya, bahu, lutut, siku, pergelangan tangan, dll) tetapi beberapa
sendi sinovial secara relatif tidak bergerak (misalnya; sendi sakroliaka). Sendi ini dibungkus
dalam kapsul fibrosa dibatasi dengan membran sinovial tipis.

Jenis-jenis sendi berdasarkan pergerakannya, dapat dikelompokkan menjadi:


Sinartosis: sinartosis adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan. Pada
sendi ini, tulang-tulangnya dipersatukan oleh serabut jaringan ikat atau tulang rawan hialin.

Amfiartrosis: amfiartrosis adalah persendian tulang dengan gerakan yang sangat terbatas.
Contoh amfiartrosis adalah hubungan antartulang rusuk dan tulang dada.

Diartosis: diartosis adalah sendi yang menyebabkan gerakan bebas dan biasanya terjadi
pada tulang-tulang panjang dan memiliki mobilitas cukuk besar. Ujung-ujung tulang biasanya
tertutupi oleh tulang rawan.

Sedangkan. jenis-jenis sendi berdasarkan arah geraknya dikelompokkan menjadi:

Sendi engsel: Sendi engsel adalah hubungan dua sendi yang hanya dapat digerakkan dalam
satu arah. Contoh: lutut dan siku.

Sendi pelana: sendi pelana adalah hubungan dua sendi yang dapat digerakkan dalam dua
arah. Contoh: ruas telapak tangan.

Sendi peluru: sendi peluru adalah hubungan dua sendi yang salah satu tulang berputar
terhadap tulang yang lain. Contoh: pada tulang paha dan tulang bahu.

Sendi putar: sendi putar adalah hubungan dua sendi yang salah satu tulang berputar
terhadap tulang yang lain. Contoh: pada tulang atlas dan tulang pemutar.

Fungsi sendi pada tulang diantaranya adalah :

Menghubungkan tulang yang satu dengan yang lainnya.

Membuat tulang yang bersatu tersebut dapat digerakkan.

Membuat tubuh leluasa untuk bergerak.