Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Limbah Cair

Limbah cair merupakan hasil buangan (sampah) yang berbentuk cairan,


maupun baha- bahan campuran lain yang tercampur maupun terlarut dalam air yang
berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah cair dapat berdampak buruk bila tidak
dikendalikan dengan benar. Limbah berbentuk cair lebih sering langsung dibuang.

Limbah cair dapat dibedakan menurut sumbernya, yaitu :

a) Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari rumah tangga


seperti air yang bercampur dengan sabun dan minyak.
b) Limbah pertanian berasal dari daerah perkebunan, hutan,
pertanian, perternakan, dll.
c) Limbah pertambangan dan industri, yang pada umumnya
dihasilkan dari kegiatan industri pengolahan dan manufakturing.
d) Limbah rumah sakit, merupakan limbah yang dihasilkan dari
lembaga- lembaga kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas,
klinik, dll.

Berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan (ekologi), limbah cair dibagi


menjadi limbah berbahaya (hazardous) dan tidan berbahaya

a) Limbah berbahaya (hazardous waste)


Adalah limbah yang mengandung bahan kimia beracun, bahan
radioaktif, dan atau bahan yang berpotensi menyebabkan
gangguan (infeksi) kesehatan pada manusia dan kerusakan
lingkungan.

3
b) Limbah tidak berbahaya
Yaitu limbah yang tidak mengandung kimia beracun, bahan
radio aktif ataupun potensi infeksi.

2.2 Dampak Pencemaran Limbah Cair

Limbah pasti akan memberikan dampak negative apabila tidak diolah dengan
baik dan benar. Limbah yang tidak diolah dengan baik akan menimbulkan
pencemaran yang membawa dampak buruk, berikut dampak negatifnya :

1. Dampak terhadap kesehatan


Pencemaran limbah padat akan menimbulkan penyakit, diantaranya adalah :
a. Penyakit diare dan tikus
b. Penyakit kulit, seperti kudis dan kurap

serta terganggunya kesehatan masyarakat yang hidup disekitar limbah tersebut.

2. Dampak terhadap lingkungan


Kandungan yang terdapat pada limbah padat akan mencemari lingkungan,
berikut contoh pencemaran limbah padat terhadap aspek lingkungan :
a. Menimbulkan penurunan kualitas udara, karena limbah padat
yang ditumpuk akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3
dan metana yang dapat berakibat buruk untuk kesehatan manusia
apabila jumlahnya melebihi ambang batas.
b. Penurunan kualitas air, karena limbah air biasanya langsung
dibuang dalam perairan. Maka akan dapat menyebabkan air
menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah.
c. Kerusakan permukaan tanah.
Selain dibuang langsung, ada kalanya limbah cair disimpan di
dalam tanah. Penanganan yang tidak baik takan menyebabkan
tanah tercemar

4
2.3 Pengolahan Limbah Cair

Treatment untuk limbah cair pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu diubang
(disposal) atau di daur ulang (recycle). Namun limbah yang dapat dibuang langsung
haruslah limbah yang tidak membahayakn lingkungan sekitarnya, dan mampu terurai
di alam dengan sendirinya tanpa menimbulkan konsekuensi apapun. Sedangkan
limbah cair yang tidak dapat terurai dengan sendirinya dan membahayakan harus di
olah terlebih dahulu sebelum dibuang. Penanganan limbah cair berbeda dengan
limbah lain, dimana pada limbah cair, limbah bisa berupa bahan-bahan yang
tercampur dan terlarut dalam air, fase ini disebut liquid phase. Pada liquid phase,
pollutan yang tercampur dengan air dibagi dua, yaitu aqueous dan non aqueous. Pada
dasarnya pengelolaan limbah cair dibagi menjadi dua, yaitu dibuang atau di recycle.

a. Pembuangan
Pembuangan hanya bisa dilakukan untuk limbah cair yang tidak berbahaya
dan dapat langsung terlarut di alam. Pembuangan ini bias dilakukan
langsung dengan membuang limbah ke sungai, laut, atau langsung di area
lahan terbuka.
b. Daur Ulang
Pada limbah cair yang masih bisa diproses dan digunakan kembali, limbah
cair tidak dibuang, tetapi bisa digunakan kembali. Hal ini biasanya dapat
dilakukan jika kandungan berbahaya yang ada pada limbah cair tersebut
sangat sedikit, sehingga tidak membahayakan untuk langsung digunakan
oleh manusia.

Pada dasarnya, pembuangan maupun daur ulang mempunyai cara pengolahan


yang sama, yaitu:

5
1) Screening
Pada tahap awal, air disaring untuk menghilangkan benda-benda
berbentuk padat berukuran besar, sehingga hanya tersia limbah yang
berbentuk cair
2) Pengolahan Primer
Pada tahap ini, limbah cair dimasukkan ke dalam tangki
pengendapan. Limbah didiamkan agar campuran padatan turun dan
mengendap di bagian bawah tangki
3) Pengolahan Sekunder
Pada pengolahan sekunder, digunakan material biologis, biasanya
bakteri aerob, untuk mengurai bahan-bahan organik.
4) Final treatment
Terakhir, air kembali diendapkan untuk menghilankan lumpur-
lumpur yang tersisa, biasnaya air juga diberi disinfektan, baru
kemudian dibuang.
Pada air yang didaur ulang, biasanya air sudah bersih setelah
pengolahan primer.

Untuk kasus yang khusus, dimana air tidak dapat dibuang maupun didaur ulang,
air harus disimpan dalam waktu yang sangat lama, seperti limbah cair yang
mengandung zat radioaktif. Pada kasus ini, air tidak dapat dibiarkan begitu saja, tetapi
harus dipadatkan. Metode yang digunakan pada limbah jenis ini antara lain ion
exchange, engendapan kimiawi, evaporasi, sementasi, dan bitumenisasi.