Anda di halaman 1dari 5

22-03-2016

Misteri Hantu Penjaga Alam


Karangan :Virgiawan Zacky Nanda
Pada suatu hari terdapat 3 orang anak
yang sedang berliburan bersama keluarganya,ia
berlibur disuatu daerah-daerah dataran tinggi di
Kota Makassar.Keluarganya menyewa
villa(rumah kecil) di daerah tersebut untuk
penginapan sementara.3 orang anak tersebut
bernama Dino,Farah,dan Radya.Disana
keluarganya menyewa 2 kamar dan mereka
sangat senang.Ketiga anak-anak tersebut pun
bermain dan selalu membuang sampah
sembarangan.Ibu Danti yang tidak lain pengurus
villa tersebut selalu memerhatikan ketiga
perilaku anak tersebut,ia merasa villanya selalu
dikotori sampah dengan ketiga anak-anak
tersebut.Karena bosan didalam villa terus
mereka bertiga memutuskan untuk bermain dan
berpiknik di keesokan harinya.Dan keesokan
harinya ketiga anak tersebut bermain diluar villa
dan piknik bersama-sama.Pertama-tama ketiga
anak tersebut mencari tempat dibawah pohon
untuk berpiknik agar lebih sejuk,setelah
mendapatkan tempat yang bagus Dino dan Farah
menggelar karpet dan Radya bertugas untuk
menyiapkan makanan ringan untuk
berpiknik.Setelah makan bersama mereka pun
bermain petak umpet dan mereka bertiga tidak
membersihkan tempat piknik mereka yang
banyak sampah-sampah yang
bertaburan.Disamping itu ternyata Bu Danti
tetap mengawasi perilaku anak-anak
tersebut.Setelah lama-lama bermain Farah,Dino
dan Radya bertemu nenek-nenek tua yang
berkata :

Nenek : nak,apakah kau tidak


mengetahui penghuni hutan tersebut???

Dino : emang siapa nek?? Dan


kenapa nenek menanyakan seperti itu ke saya??

Nenek : Dia tuh tidak suka melihat


area pegunungan ini terlihat jorok dan saya
memberikan peringatan kepada kalian semua
bahwa ,penghuni hutan ini suka memakai baju
hijau dan berbau melati

Radya : Farah,Dino kamu gak


usah tegang begitu kaleee.Siapa tau nenek
tersebut membohongi kita agar kita
membersihkan tempat itu

Farah : Betul juga yaa Radya


ayo kita lanjut main lagi

Ternyata ketiga anak tersebut tetap melanjutkan


permainan mereka dan tidak mendengar nasehat
nenek tersebut.Setelah capek bermain mereka
bertiga pun kembali ke villa yang ia tempati.Tak
terasa waktu piknik dan bermain mereka cukup
lama,karena merasa capek mereka bertiga pun
tertidur pulas di villa yang ia tempati.

Dan keesokan harinya,karena bosan mereka pun


bermain dan piknik kembali di tempat yang
sama.Sesampainya di sana mereka bertiga
mencium bau melati dan melihat baju hijau yang
tampaknya sedang mengikutinya,mereka bertiga
pun terlihat panik dan mengingat kata-kata
nenek yang kemarin menghampiri mereka.
Dino : wah jangan-jangan betul
nih kata nenek tersebut

Farah : duh jangan bikin takut


dong

Radya : Yuk cepat beresin sampah-


sampah kita yang kemarin,kalau tidak nanti kita
diikuti terus sama penghuni hutan yang dibilang
nenek yang kemarin itu

Akan tetapi cara membersihkan ketiga anak


tersebut kurang bersih karena yang biasa
membersihkan barang-barang dan mainan di
rumahnya adalah pembantunya.

Mereka bertiga pun berlari menuju villa tetapi


mereka belum mendapatkan villa yang ia
tinggali,mereka pikir mereka piknik tidak jauh
dari tempat yang ia tinggali (villa) .Setelah
mencari-cari villa tersebut,mereka merasa hanya
berputar-putar dan kembali ke tempat piknik
mereka.Mereka bertiga pun semakin khawatir
dan lama-lama kemudian mereka bertiga
mencium lagi bau melati yang mirip seperti yang
kemarin mereka cium dan bau tersebut semakin
lama semakin menyengat.Mereka sadar
bahwa,mereka membersihkan tempat itu kurang
bersih.Mereka bertiga pun membersihkan tempat
tersebut hingga bersih.

Nenek tua itu tersenyum melihat


Dino,Radya,dan Farah dari semak-semak.Tak
disangka usaha nenek tua tersebut berhasil untuk
mengubah sikap ketiga anak tersebut dengan
cara cerita yang seram-seram ke anak-anak
tersebut dan dengan semprotan parfum yang
berbau melati.Ketiga anak tersebut telah
menyadari pentingnya menjaga alam ini.Dan
dari kemarin Ibu Danti yang sudah sebal akan
kelakuan anak tersebut,yang secara terpaksa Ibu
Danti yang menyamar seperti nenek-nenek itu
tidak sia-sia.Akhirnya ketiga anak tersebut sudah
mandiri dan belajar mencintai alam ini.