Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Disminore

1. Pengertian disminore

Secara etimologi, disminorea berasal dari kata dalam bahasa Yunani kuno

(Greek). Kata tersebut berasal dari dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal;

meno yang berarti bulan; rrhea yang berarti aliran atau arus. Dengan

demikian, secara singkat disminorea dapat didefinisikan sebagai aliran

menstruasi yang sulit atau menstruasi yang mengalami nyeri.

2. Klasifikasi disminore

a. Disminore Primer

Disminore primer adalah nyeri haid tanpa ditemukan keadaan patologi

pada panggul. Dismenore primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan

disebabkan oleh kontraksi miometrium sehingga iskemia akibat adanya

prostaglandin yang diproduksi oleh endometrium fase sekresi.

Disminore primer hampir selalu terjadi saat siklus ovulasi dan

biasanya muncul dalam setahun setelah haid pertama. Nyeri perut atau

panggul bawah berhubungan dengan onset (aliran pertama) aliran

menstruasi dan berlansung selama 8-72 jam. Dapat terjadi nyeri pada paha
dan punggung, sakit kepala, diare, mual, dan muntah. Tidak ditemukan

kelainan pada pemeriksaan fisik penderita disminore primer.

b. Disminore Sekunder

Dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang berhubungan dengan

berbagai keadaan patologis diorgan genetalia seperti endometriosis dan

infeksi kronik genetelia interna.

Nyeri dengan pola yang berbeda didapatkan pada disminore sekunder.

Onset dapa terjadi di waktu apapun setelah menarche (umumnya setelah

usia 25 tahun). Nyeri tidak berhubungan dengan adanya ovulasi, siklus dan

paritas. Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan

keluarnya darah. Ditemukan kelainan panggul pada pemeriksaan fisik

penderita disminore sekunder.

3. Patofisiologi Disminore

Ada berbagai macam teori yang mencoba untuk menjelaskan mengapa

bisa timbul disminore. Teori yang paling mendekati adalah yang menyatakan

bahwa saat menjelang menstruasi tubuh wanita menghasilkan suatu zat yang

disebut prostaglandin. Prostaglandin dibuat oleh lapisan dalam dari rahim.

Sebelum menstruasi terjadi zat ini meningkat dan begitu menstruasi terjadi,

prostaglandin menurun. Hal ini dapat menjelaskan mengapa sakit cenderung

berkurang setelah hari pertama menstruasi.


Selama menstruasi, sel-sel endometrium yang terkelupas melepaskan

prostaglandin yang meransang otot uterus (rahim) dan mempengaruhi

pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya iskemia uterus (penurunan

suplai darah ke rahim) melalui kontraksi myometrium (otot dinding rahim)

dan vasoconstrictiom (penyempitan pembuluh darah). Intensitas kontraksi ini

berbeda-beda tiap individu dan bila berlebihan akan menimbulkan nyeri saat

menstruasi.

4.