Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Arah kebijaksanaan dalam bidang kesehatan yang diamanatkan

dalam ketetapan MPR RI No.1V/MPR/1999 tentang GBHN

1999/2004salahsatunya adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia

yang memberikan prioritas upaya meningkatkan kesehatan dan pencegahan

penyembuhan pemulihan dan rehabilitas sejak pembuahan dalam kandungan

sampai usia lanjut.

Dalam upaya peningkatan cakupan penemuan dan kualitas

tatalaksana penderita pneumonia ,telah ditapkan manajemen terpadu balita

sakit (mtbs) diunit pelayanan kesehatan disamping itupula dikembangkan

audit kasus untuk mengetahui kualitas dampak tata laksana penderita

pneumonia

.Dalamu paya peningkatan cakupan penemuan kualitas tatalaksana penderita

pneumonia, telah ditetapkan pendekatan manajemen terpadu balita sakit (mtbs)

diunit pelayanan kesehatan .disamping itupula dikembangjan audit kasus serta

utopsi ferbal untuk mengetahui kualitas dan dampak pemberiran tatalaksana pada

penderita pneumonia.

Dalam pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA perlu

dukungan dari lintas program ,lintas sektor serta peran serta masyarakat

termasuk dunia usaha .dalam rangka peningkatan sumber daya pendukung


dan peningkatan hasil upaya program ISPA maka perlu dirumuskan pedoman

program yang Program yang mantap dan jelas.

Pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA adalah bagian

dari pembangunan kesehatan dan merupakan upaya yang mendukung upaya

kualitas sumber daya manusia. di UPTD Puskesmas Beber selama ini telah

berjalan sesuai dengan haparan dan target yang ditentukan. Berdasarkan hasil

pencapaian program ispa pada tahun 2014 jumlah penduduk 44808 jumlah

balita 4481 (10%) balita 448 target dalam setahun sedangkan pencapin

program ispa dalam satu tahun mencapi 224 (56,5%) masih ada kesenjangan

(43,5%) ,perlukerjasama antara lintas program dan bp umum mtbs dan pustu

atau pusling.

B. TUJUAN PEDOMAN

1. Untuk meningkatkan derajat pengetahuan tengtang ispa dan kwalitas

kehidupan masyarakat .

2. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap dampakk

pneumonia.

3. Turunnya angka kesakitan dan kematian pneumonia sehingga menjadi

masalah kesehatan masyarakat.

C. RUANG LINGKUP PELAYANAN

Kegiatan pelayanan ispa di puskesmas pada dasarnya dibagi tiga

kegiatan, yaitu :
1. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)

Infeksi saluran pernafasan akut adalah infeksi akut yang

menyerang slah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai

dari hidung alveoli termasuk jaringan adneksanya ,seperti sinus

ronngga telinga telinga dan pleura.

2. Pneumonia

Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan

paru2 .terjadi pneumonia pada anak sering kali bersamaan

dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkus yang

disebut brongkopneumoni penyakit ISPA semua bentuk

pneumonia (baik pneumonia maupun bronchopneumonia)

disebut pneumonia saja.

D. BATASAN OPERASIONAL

1. Penemuan kasus ispa.

2. Pengobatan ispa

3. Care seecing ispa.

4. Penyuluhan ispa.

5. Pencetatan laporan ispa.


A. LANDASAN HUKUM

1. Kesehatan dasar (riskesdes) 2007.

2. SK MENTERI KESEHATAN RI NO : 296/MENKES/SK/III/2008

tentang Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas


BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia

1. Mempunyai pendidikan kesehatan

2. Riwayat pendidikan D3 Kebidanan

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN

1. Dokter Umum

a) Tugas

Membuat perencanaan, melakukan pelayanan pemeriksaan ispa,

mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil pelayanan di

poli umum dan mtbs .

b) Fungsi

1) Perencanaan kebutuhan alat dan bahan untuk pelayanan di poli

umum dan mtbs.

2) Pengoordinasian pelayanan mtbs.

3) Pelaksanaan tindakan .

4) Penegakan diagnose ispa.

5) Pelaksanaan careseecing ispa.

6) Pencatatan diagnosa dan tindakan yang dilakukan

7) Pengoordinasian pencatatan dan pelaporan


c) Uraian Tugas

1) Mencatat registrasi atau data pasien

2) Melakuakan pemeriksaan

3) Melakukan tindakan

4) Memberi resep obat

5) Konseling

6) Penyuluhan untuk program ispa.

d) Tanggung Jawab

1) Bertanggung jawab atas perencanana kebutuhan alat dan bahan

yang diperlukan untuk pelayanana kesehatan ispa.

2) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan

ispa.

3) Bertanggung jawab atas terlaksananya pencatatan dan

pelaporan kasus ispa.

2. Perawat.

a) Tugas

Membantu kegiatan pelayanan kesehatan ispa.

b) Fungsi

1) Penemuan kasus ispa.

2) Pencataan dan pelaporan

3) Kunjungan
4) Evaluasi

5) Pencapaian target kesehatan ispa.

c) Uraian Tugas

1) Melaksanakan perintah atasan ( dokter umum maupun kepala

Puskesmas )

2) Melaksanakan program ISPA.

3) Melaksanakan tugas yang berdasarkan pendelegasian dari

dokter umum.

d) Tanggung Jawab

1) Bertanggung jawab atas pelaksanaan kesehatan ispa.

2) Bertanggung jawab atas pelaksanaan pencapaian program ispa.

3) Bertanggung jawab atas terlaksananya pencatatan dan

pelaporan

e) Wewenang

Melaksanakan program ispa sesuai dengan standar operasional

prosedur perawat ispa.

C. JADWAL KEGIATAN

1. Dalam luar care seeking ispa

Maret,juni, agustus,1 nofember.

2. Dalam gedung

Senin-selasa-kamis; jam 07.00-14.00 Wib.


D.STANDAR FASILITAS

1. Ruangan pelayanan BP UMUM yang nyaman terdapat ac tempat tidur

komputer.

2. Kondisi ruangan yang nyaman, dilengkapi sarana penerangan dan

pentilasi yang cucup serta sarana.


BAB IV
TATALAKSANA PELAYANAN

A. LINGKUP KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN ISPA

Kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup pelayanan kesehatan

ispa yaitu :

1. Kegiatan dalam gedung ,yaitu kegiatan yang dilaksanakan di mtbs untuk

melayani pasien yang datang ke Puskesmas baik untuk konsultasi

maupun pelayanan pengobatan ( Kuratif ).

2. Kegiatan luar gedung yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga

dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ispa dan

(Preventif dan Promotif) baik dalam penuluhan tau kunjungan rumah .

B. LANGKAH KEGIATAN

1. Pencanaan Kegiatan yang dituangkan dalam rencana kegiatan tahunan

dan bulanan kesehatan ispa di Puskesmas

2. Pelaksanaan didalam gedung untuk pelayanan kesehatan ispa rawat

jalan sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional) Puskemas

Beber.

3. Pelaksanan diluar gedung Seperti penyuluhan dan ku njungan rumah

sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional) Puskemas Beber

4. Pembuatan laporan bulanan.


5. Rekapan laporan tahunan

6. Evaluasi hasil kegiatan bulanan dan tahunan.

7. Rencana Tindak Lanjut Kegiatan yang akan datang.


BAB V
LOGISTIK

Adapun sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelayanan ispa

bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu baik dalam bentuk BOK

maupun BPJS Kesehatan.

Dalam hal pengadaan sarana dan prasarana dilakukan melalui

kerjasama dengan pihak lain sesuai dengan MOU yang telah dilakukan.

BAB VI

KESELAMATAN SASARAN

Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan

ispa Perlu memperhatikan keselamatan pasien dengan melakukan identifikasi

resiko terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi akibat kesalahan diagnose

dan lainnya. Upaya pencegahan resiko terhadap sasaran dilakukan setiap kegiatan

pelayanan ispa , dengan memperhatikan keadaan umum pasien, umur pasien dan

jenis penyakit yang diderita pasien.


BAB V11

KESELAMATAN KERJA

Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan proram ispa

perlu diperhatikan keselamatan kerja karyawan puskesmas dan lintas sector terkait

dengan melakukan identifikasi resiko terhadap segala kemungkinan yang dapat

terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan. Upaya pencegahan resiko harus dilakukan

untuk tiap-tiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Untuk itu dalam setiap kegiatan

pelayanan ispa

BAB VIII

PENGENDALIAN MUTU

Kinerja pelaksanaan kesehatan ISPA harus di monitor dan di evaluasi

dengan menggunakan indicator sebagai berikut :

1. Pelayanan dilaksanakan sesuai dengan SPO.

2. Kesesuaian petugas yang melaksanakan kegiatan (Tupoksi ).

3. Ketepatan penggunaan sarana dan prasarana sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

4. Semua kegiatan didasarkan pada aspek kebutuhan pasien sebagai bentuk

pelayanan prima.
BAB IX

PENUTUP

Pedoman ini sebagai acuan bagi karyawan Puskesmas diantaranya

dokter,apoteker, asisten apoteker, bidan dan perawat dan tenaga kesehatan lain

dalam melakukan pelayanan kesehatan terutama pelayanan ispa.