Anda di halaman 1dari 12

USULAN TUGAS AKHIR 1

GEOLOGI DAERAH PULOSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN

PULOSARI, KABUPATEN PEMALANG,

PROVINSI JAWA TENGAH

Oleh

Nama : Albab Nur Aziz

No. Mahasiswa : 410012305

Diajukan untuk pengurusan ijin dan pembuatan SK pembimbing Tugas Akhir di

Jurusan Teknik Geologi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta

Bulan/Tahun : Oktober/2016

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2016
USULAN TUGAS AKHIR

JUDUL : GEOLOGI DAERAH PULOSARO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN

PULOSARI, KABUPATEN PEMALANG, PROVINSI JAWA TENGAH

Nama : Albab Nur Aziz

No. Mahasiswa : 410012305

Diajukan untuk pengurusan izin dan pembuatan SK pembimbing tugas akhir di

Jurusan Teknik Geologi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta

Bulan/Tahun : Oktober/2016

Disetujui oleh :

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Ir. Dianto Isnawan, M.T. Dr. Ir. EV Budiadi, M.S.


NIP : 19630919 199403 1 003 NIP : 19521026 198603 1 002

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Geologi

Winarti S.T, M.T


NIK : 19730134
JUDUL : Geologi Daerah Pulosari Dan Sekitarnya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten

Pemalang, Provinsi Jawa Tengah

LOKASI PENELITIAN : Daerah penelitian terletak di Desa Karangsari, Kecamatan

Pulosari, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Daerah penelitian termasuk dalam lembar peta Rupabumi Digital Indonesia (RBI)

Belik 1308-641, Bumijawa 1308-632, Randudongka 1308-643, dan Lebaksiu 1308-

634

Koordinat :

301,700.00 mT - 307,700.00 mT

9,205,500.00 mU - 9,214,500.00 mU

KESAMPAIAN DAERAH : Daerah penelitian dapat dicapai dengan kendaraan roda

dua dan roda empat dengan waktu tempuh 6-7 jam dari Kota Yogyakarta.

Sementara itu, untuk kegiatan lapangan dengan medan lembah, sungai,

perbukitan/pegunungan, tebing dan jalan setapak ditempuh dengan berjalan kaki.

TAHAPAN PENELITIAN : Persiapan (studi pustaka, orientasi, perijinan, persiapan

peta dan alat, proposal) Pemetaan (Observasi, pengumpulan dan perekaman

persiapan) dan penyusunan laporan (analisis dan sintetis).


GEOLOGI REGIONAL :

1. Struktur dan Tektonik : Investigasi morfologi dan geologi Gunung Slamet

dan sekitarnya telah dilakukan oleh Neumann van Padang (1951),

Pardyanto (1971), Djuri (1975), dan akhirnya oleh Sutawidjaja et al.

(1985). Gunung Slamet terletak di bagian barat dari Utara Serayu Range

dan Zona Bogor (Van Bemmelen, 1949). Pardyanto (1971) menyatakan

bahwa Gunung Cowet (Old Slamet Volcano) dibangun pada pertengahan

Kuarter, dan telah meletuskan bahan berupa lava dan piroklastik. Selain

itu, Hamilton (1979) menyatakan bahwa gunung berapi Kenozoikum

Akhir naik sebagian besar di atas strata laut Neogen, daripada outcropping

di kompleks pra-Tersier. Selanjutnya batuan vulkanik muda di Jawa yang

nyata rata-rata berkomposisi lebih mafik dibandingkan dengan Sumatera.

batuan sedimen dari kedua umur Tersier dan Kuarter yang terdapat di

daerah penelitian. Sebagian besar deposit Tersier yang tersembunyi di

bawah produk vulkanik Kuarter Gunung Slamet, yang berkisar dari

lapisan tipis sebagai penutup, tebal lebih dari 2000 m. Van Bemmelen

(1949) membagi produk Gunung Slamet menjadi dua jenis vulkanik

utama: 1) Volcanic I, yang diproduksi oleh Volcano Old Slamet, sebagai

Pardyanto (1971) menganggap bahwa produk Old Slamet yang meletus

dari Gunung Cowet, berletak di bagian barat dari Gunung Slamet, dan 2)

produk vulkanik II menjadi hasil dari letusan Gunung Slamet. Sutawidjaja


et al. (1985) menyatakan bahwa batu-batu Old Slamet terdiri dari

hornblende dan piroksen andesit dan bahan letusan dari Gunung Slamet,

ditandai dengan andesit dan basal olivin.

Fisiografis, itu termasuk ke bagian barat dari Utara Serayu Range dan

kelanjutan ke arah timur dari Zona Bogor (Van Bemmelen, 1949). Fitur

tektonik utama dari tektonik Kuarter berhubungan dengan terjadinya

struktur busur kepulauan dan negatif isostatic anomali gravitasi (Katili,

1969).

Kegiatan tektonik, yang setidaknya di daerah zona timur, sebagian pre-

vulkanik, telah menyebabkan miring dan terlipat dari Miosen dan Pliosen

sedimen substratum. Unsur-unsur tektonik yang cukup mempengaruhi

batuan vulkanik, terutama Old Slamet batuan vulkanik yang sistem sesar

normal dimana aktivitas Gunung Slamet yang mungkin terhubung. Sistem

sesar ini dengan komponen gravitasi tergelincir telah dikendalikan

beberapa letusan sisi aliran lava di kaki barat Gunung Slamet, sedangkan

di daerah yang dipetakan, blok mereda atau footwalls biasanya diisi oleh

aliran lava.

2. Stratigrafi Regional : Secara umum stratigrafi daerah penelitian memiliki

umur dari tua-muda yang terbagi menjadi Formasi Halang, Batuan

Gunung Slamet Tak-Terurai, Lava Gunung Slamet.


RENCANA PENELITIAN :

Tugas Akhir 1 : Bulan Oktober 2016 Bulan Maret 2017

Tugas Akhir 2 : Bulan Maret 2017 Bulan Agustus 2017

PENELITI TERDAHULU :

1. Igan S. Sutawidjaja dan R. Sukhyar (2009)

2. M. Djuri, H. Samodra, T.C. Amin dan S. Gafoer (1996)

3. Van Bammelen, (1949)

LAMPIRAN :

1. Peta Topografi Lokasi Penelitian

2. Peta Geologi Regional Daerah Penelitian

3. Peta RBI Daerah Penelitian

4. Pola Aliran Sungai Daerah Penelitian

5. Keterangan Stratigrafi Daerah Penelitian


1. PETA TOPOGRAFI DAERAH PENELITIAN
2. PETA GEOLOGI REGIONAL DAERAH PENELITIAN
3. PETA RBI (Rupa Bumi Indonesia) DAERAH PENELITIAN
4. POLA ALIRAN SUNGAI DAERAH PENELITIAN
5. STRATIGRAFI DAERAH PENELITIAN