Anda di halaman 1dari 4

LBM 2

ANGKA TOTAL FERTILITAS STAGNAN

STEP 1

1. CPR : Contraseption Prevalence Rate dinilai dari peserta KB yang aktif


2. SDKI : Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia untuk melihat jumlah pasangan yang
menggunakan KB, jenis KB yang digunakan dan tingkat keberhasilannya
3. RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional gagasan yg dibuat untuk 5
tahun kedepan
4. BKKBN : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tugas pokok yaitu melaksanakan
tugas pemerintah dibidang KB dan sejahtera sesuai peraturan UU yg berlaku
5. TFR : Total Fertility Rate jumlah kelahiran hidup penduduk tiap 1000 penduduk yang
hidup hingga masa akhir reproduksi

STEP 2

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi fertilitas?


2. Apa dampak fertilitas yang berlebih?
3. Bagaimana cara mengendalikan fertilitas?
4. Bagaimana cara meningkatkan CPR?
5. Apa peran SDKI pada fertilitas?
6. Apa saja program BKKBN?
7. Apa hubungan demografi dan fertilitas?
8. Apa saja indikator fertilitas yang lain?
9. Apa saja indikator morbiditasyang lain?
10. Apa saja indikator mortalitas yang lain?

STEP 3

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi fertilitas?


- Faktor pendorong kelahiran : masyarakat beranggapan banyak anak banyak rezeki
o Sifat alami manusia ingin melanjutkan keturunan
o Pernikahan usia dini
o Adanya anggapan harus memiliki anak laki2
o Menikah berusaha untuk memiliki anak
- Faktor penghambat kelahiran :
o KB
o Peraturan pemerintah tentang jumlah anak
o Perasaan malu jika memiliki banyak anak
- Demografi : lebih mudah diukur
o Struktur umur
o Struktur perkawinan
o Umur kawin pertama
o Paritas
o Disrupsi perkawinan dan proporsi perkawinan
- Non demografi : sulit diukur
o Keadaan ekonomi penduduk
o Pendidikan
o Perbaikan status perempuan
o Urbanisasi dan industrialisasi
- Menurut Davist dan Blake
o Faktor yg mempengaruhi kemungkinan kelamin pd usia reproduksi
Umur memulai hubungan
Selibat permanen : proporsi perempuan yang tidak pernah mengadakan
hub. Kelamin
Lamanya masa reproduksi yang hilang
Abstinensia sukarela
Abstinensia karena terpaksa
Frekuensi hubungan seksual
o Faktor yang mempengaruhi kosepsi
Kesuburan dan kemandulan
Menggunakan atau tidak alat kontrasepsi
o Faktor yang mempengaruhi kehamilan
Kematian janin yang sengaja atau tidak

2. Apa dampak fertilitas yang berlebih?


- Pendidikan : jumlah anak banyak, daya tampung dan minat tidak sepadan
- Pelayanan kesehatan : fasilitas kesehatan harus ditambah
- Pekerjaan : lapangan pekerjaan semakin sempit
- Kehidupan sosek : anak banyak tidak mampu membiayai hidup
- Lingkungan hidup : pencemaran lingkungan semakin banyak
- Pemenuhan gizi : ekonomi rendah, pemenuhan gizi rendah, gizi buruk
- Masalah dengan angka kematian : perlu perhatian keluarga dan pemerintah didalam gizi
yang memadai pada balita, tingkat mortalitas tinggi berdampat pada reputasi Indonesia
pada dunia
- Meningkatnya penduduk Indonesia : menurunnya SDM
- Meningkatnya tingkat kejahatan dan pengangguran
- Persebaran penduduk yang tidak merata : hanya pada kota besar saja sehingga
menyebabkan kepadatan penduduk

3. Bagaimana cara mengendalikan fertilitas?


RPJMN : merencanakan KB, angka fertilitas masih stagnan, upaya mengendalikan fertilitas
- Menguatkan adokasi dan KIE ttg kependudukan, KB dan pembanguan keluarga
- Meningkatkan abses dan kualitas pelayanan KB yang merata
o Meningkatkan ketersediaan KB sehingga angka CPR meningkat
- Peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi dan
penyiapan kehidupan berkeluarga
- Pembangunan keluarga
4. Apa peran SDKI pada fertilitas?
- demografi : ilmu yang mempelajari penduduk suatu wilayah dari segi jumlah, struktur,
komposisi dan perkembangannya
- peran :
o untuk mendapatkan informasi dasar sebab2 adanya perubahan dan segala
konsekunsi yang timbul akibat demografi
- kebijakan :
o melaksanakan program transmigrasi
o pemerataan pembanunan dengan cara mendistribusikan industri selain di pulau
Jawa
o melengkapi sarana dan prasarana sampai ke pelosok desa

5. Apa saja program BKKBN?


- Menggerakan dan memberdayakan masyarakat dalam program KB
- Menata kembali program KB
- Memperkuat SDM program KB
- Meningkatkan ketahanan kesejahteraan masyarakat dalam program KB
- Meningkatkan pembiayaan program KB

Program KB :
o Keluarga berencana
o Kesehatan reproduksi remaja
o Ketahanan dan pemberdayaan keluarga
o Penguatan pelembagan keluarga kecil berkualitas

BKKBN dipimpin oleh mentri pemberdayaan perempuan

Berkaitan dengan ekonomi, lapangan pekerjaan, kepadatan penduduk, kecukupan gizi,


kelahiran

6. Bagaimana hubungan demografi dan fertilitas?


Fertilitas meningkat terjadi angka kelahiran jumlah penduduk meningkat ekonomi,
lahan tempat tinggal, lapangan pekerjaan penurunan kualitas hidup gizi buruk,
pengangguran

7. Apa saja indikator fertilitas yang lain?


- Fertilitas Kasar (CBR) : Banyaknya kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu tiap 1000
penduduk pada pertengahan tahun
CPR = B/ P x k
- Fertilitas Umum ( GFR ) jumlah kelahiran dengan jumlah penduduk permpuan
pertengahan tahun umur 15-49 tahun
GFR = B/Pf (15-49) x k
- Fertilitas umur (ASFR) : Tingkat fertilitas perempuan tiap kelompok umur
ASFR = (Bi / Pfi) x k
- TFR
8. Bagaimana hubungan indikator kesehatan dengan bonus demografi?
Keadaan dimana usia reproduktif meningkat bisa membantu yang nonproduktif
meningkatkan kehidupan yang lain

Bonus demografi : usia yang produktif (15 65 tahun) dioptimalkan untuk membantu usia
yang tidak produktif (<15 thn dan > 65 thn) perlu ditingatkan melalui pendidikan,

Dapat menjadi bencana demografi dmn usia produktif rendah pendidikan pengangguran

STEP 4